FKIP UNS Journal Systems
Not a member yet
7978 research outputs found
Sort by
Purwakanthi dalam Tembang Macapat Malangan Versi Ki Sumantri
Abstrak: Tembang macapat memiliki unsur-unsur keindahan bahasa yang melekat pada puisi, salah satunya adalah rima. Rima dalam bahasa Jawa disebut sebagai Purwakanthi. Konsep Purwakanthi ini sejatinya masih terbagi menjadi tiga bagian, yakni Purwakanthi guru swara, Purwakanthi guru sastra, lan Purwakanthi guru basa atau guru lumaksita. Tujuan penelitian ini adalah menemukan kandungan Purwakanthi dalam Tembang macapat gaya Malangan versi Ki Sumantri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan stilistika. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan teknik purposive sampling. Data diambil dari sumber data video yang telah diunggah di youtube. Teknik analisis datanya menggunakan model interaktif Miles & Huberman, yakni pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan penarikan simpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Tembang Pangkur memiliki ketiga Purwakanthi; (2) Tembang Mijil memiliki Purwakanthi guru swara dan Purwakanthi guru sastra; (3) Tembang Dhandhanggula (Slendro) memiliki ketiga Purwakanthi; (4) Tembang Dhandhanggula (Pelog) memiliki Purwakanthi guru swara dan Purwakanthi guru sastra; dan (5) Tembang Asmaradana memiliki Purwakanthi guru swara dan Purwakanthi guru sastra
Penerapan Metode Permainan Model Rangka Baja pada Materi Ajar Bahasa Jawa Kasusastran Modern Menulis Geguritan
Geguritan sebagai salah satu bentuk karya kasusastran Jawa modern menjadi salah satu materi pada pembelajaran Bahasa Jawa. Terdapat banyak nilai-nilai yang terdapat dalam sebuah karya sastra Jawa modern. Perlu diterapkan strategi yang tepat untuk mencapai kompetensi pada materi menulis geguritan. Kompetensi tersebut adalah memahami bagaimana membuat dan menelaah geguritan yang baik dan benar. Di antara pilihan strategi yang bisa diterapkan adalah metode permainan dengan model “Rangka”. Melalui metode permainan model “rangka”, selain menguasai materi menulis geguritan, peserta didik juga dilatih untuk memiliki rasa tanggung jawab, percaya diri, jujur, dan mampu bekerja sama dalam kelompok. Pada pembelajaran ini guru berperan sebagai fasilitator, memberi arahan, serta tempat peserta didik bertanya dan menyampaikan kesulitan saat melakukan kegiatan pembelajaran berlangsung
Analisis Unsur-Unsur Pembangun Cerita Cekak yang Dimuat Solopos Edisi Oktober 2021 dan Relevansinya Terhadap Pembelajaran Teks Cerita Cekak di SMA Kelas X
Penelitian ini mengkaji unsur-unsur pembangun, yaitu menfokuskan unsur-unsur intrinsik cerita cekak yang dimuat Solopos edisi OKTOBER 2021 . Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan unsur-unsur intrinsik teks cerkak yang dimuat Solopos edisi bulan OKTOBER 2021 dan (2) mendeskripsikan relevansi cerita cekak tersebut sebagai materi pembelajaran apresiasi teks cerkak di SMA. Bentuk penelitian ini adalah deskripstif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah dokumen dan informan. Data yang diperoleh dengan menggunakan teknik studi pustaka dan teknik analisis isi. Cerkak yang akan dikaji, yaitu cerkak “Tangise Bapak, “Piwulang Urip”, “Pit Lempit”, “Capjiki”, dan “Pedhut ing Mripatmu”. Hasil penelitian ini, yaitu (1) analisis unsur-unsur intrinsik kelima cerkak tersebut meliputi, penokohan; plot; latar; sudut pandang; tema; dan amanat. Analisis penokohan terdapat tiga jenis tokoh, yaitu: protagonis; antagonis; dan tritagonis. Jenis plot yang digunakan 4 cerkak menggunakan alur maju, yaitu cerkak “Tangise Bapak, “Piwulang Urip”, “Pit Lempit”, “Capjiki” dan 1 cerkak menggunakan alur mundur, yaitu “Pedut ing Mripatmu”. Latar yang dikaji, meliputi: latar tempat; waktu; dan sosial. Sudut pandang yang digunakan 3 cerkak menggunakan sudut pandang pengarang sebagai orang pertama, yaitu cerkak “Tangise Bapak”, “Pit Lempit”, “Capjiki” dan 2 cerkak menggunakan sudut pandang pengarang serba tahu, yaitu cerkak “Piwulang Urip” dan “Pedhut ing Mripatmu”. Tema yang di angkat pada umumnya menceritakan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Amanat pada kelima cerkak tersebut menunjukkan antara sifat baik dan buruk serta akibatnya. Keterjalinan antar unsur intrinsik tersebut dapat menjadikan sebuah cerita menjadi suatu kebulatan yang utuh, hidup, dan menarik; (2) Berdasarkan hasil analisis unsur-unsur intrinsik dilakukan analisis yang mengacu pada kurikulum yang terkait dengan apresiasi teks cerkak maka dapat disimpulkan bahwa cerkak yang dimuat Solopos edisi OKTOBER 2021 dapat digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran apresiasi teks cerkak pada siswa SMA karena sesuai dengan penguasaan keterampilan berbahasa, perkembangan psikologi, dan latar belakang budaya siswa serta Kompetensi Dasar (KD) pada Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Bahasa Jawa
RAGAM KOLOKIAL SEBAGAI PENOPANG PEMEROLEHAN BAHASA PEMELAJAR BIPA
Kehidupan pemelajar BIPA yang berdampingan dengan masyarakat sekitar membuatpemerolehan bahasa pemelajar BIPA juga beragam, salah satunya pemerolehan ragamkolokial. Ragam kolokial dapat berupa bahasa sehari-hari, bahasa percakapan, danbahasa pasar yang tidak sesuai dengan kaidah kebahasaan yang baku. Tujuan makalahini adalah untuk menjabarkan dan mendiskusikan bentuk penggunaan ragam kolokialmahasiswa asing pemelajar bahasa Indonesia sebagai bahasa asing. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui bentuk ragam kolokial apa saja yang digunakan olehpemelajar BIPA pada saat berinteraksi dengan sesama. Metode penelitian ini adalahdeskriptif kualitatif dengan menganalisis kata/frasa yang diperoleh pemelajar BIPAtermasuk dalam ragam kolokial atau tidak. Informan dalam penelitian ini adalah empatpemelajar BIPA UNS yang berasal dari Nigeria, Yaman, dan Suriah. Hasilnya, ditemukanbentuk ragam kolokial berupa penggalan pada kata sapaan maupun kata kerja,penggunaan istilah asing dan daerah, serta penggantian huruf vokal ai menjadi e. Selainitu, pemelajar juga memperoleh bahasa baru dari percakapan yang terjadi
Mengintip Pengelolaan Laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) SMP Negeri 1 Purwantoro
Abstract:. The aim of this research is to describe the management of the science laboratory which includes (1) planning (2) organizing (3) implementation (4) monitoring and evaluation at SMPN 1 Purwantoro. The approach used in this research is a qualitative approach with a case study type of research because science laboratory management is a unified system. The data collection methods used were observation, documentation, questionnaires given to students in grades VII, VIII, and IX, totaling 96 students, as well as interviews conducted with the school principal, deputy head of facilities and infrastructure, laboratory head, and science teacher. The research results show the following. (1) planning for the science laboratory work program has not been implemented properly; (2) the organization carried out is still not in accordance with laboratory management regulations; (3) the implementation of the science laboratory work program is still not running intensively; (4) monitoring and evaluation is carried out internally; (5) factors that influence the management of the science laboratory at SMPN 1 Purwantoro, namely laboratory assistants, students, time, and limited equipment and materials.Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pengelolaan laboratorium IPA yang meliputi (1) perencanaan (2) pengorganisasian (3) pelaksanaan (4) pengawasan dan evaluasi di SMPN 1 Purwantoro. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus karena pengelolaan laboratorium IPA merupakan satu kesatuan sistem. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, angket yang diberikan kepada siswa kelas VII, VIII, dan IX yang seluruhnya berjumlah 96 siswa, serta wawancara yang dilakukan dengan kepala sekolah, wakasek bidang sarana dan prasarana, kepala laboratorium, dan guru IPA. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. (1) perencanaan penyusunan program kerja laboratorium IPA belum dilaksanakan dengan baik; (2) pengorganisasian yang dilakukan masih belum sesuai dengan aturan pengelolaan laboratorium; (3) pelaksanaan program kerja laboratorium IPA masih belum berjalan secara intensif; (4) pengawasan dan evaluasi dilakukan secara intern; (5) faktor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan laboratorium IPA SMPN 1 Purwantoro yaitu laboran, siswa, waktu, serta keterbatasan alat dan bahan
Literature Review: Problem Based Learning Berbasis Isu Sosiosaintifik dalam Menjawab Tantangan Keterampilan Abad 21 Pembelajaran IPA
Abstract:. Science learning at this time must of course lead to the challenges of 21st century skills. Initially teacher-centred learning has now shifted to learner-centred learning. At this time, with the demands of the times, learning developments must be varied in order to build a construct of understanding and encouragement so that active learning occurs. One of them is problem-based learning found in everyday life which often intersects with students' daily lives. The aim of this research is to find out how Problem Based Learning based on socioscientific issues can answer the challenges of 21st century skills in science learning. The research method applied in writing this article is a study of literature originating from various books that are likely to be published from 2018-2023. The results obtained in the research show that there are many advantages of Problem Based Learning when it is integrated with scientific issues in the surrounding environment, this shows the activeness of learning when there is a problem that must be solved. In science learning, the application of Problem Based Learning found 3 dimensions, namely attitudes, processes and products. From this dimension, various foundations emerge in the form of outcomes that answer the 4 skills of the 21st century, namely Critical Thinking, Creative Thinking, Collaboration, and Communication.Abstrak: Pada pembelajaran IPA pada saat ini tentu harus mengarah pada tantangan keterampilan abad 21. Semula pembelajaran yang berpusat pada guru sekarang beralih pada pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Pada saat ini dengan tuntutan zaman maka perkembangan pembelajaran harus bervariasi agar dapat membangun suatu konstruk pemahaman dan dorongan agar terjadi pembelajaran yang aktif. Salah satunya dengan pembelajaran berbasis masalah yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari yang sering bersingungan dengan keseharian peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pembelajaran Problem Based Learning berbasis isu sosiosaintifik ini dalam menjawab tantangan keterampilan abad 21 pada pembelajaran IPA. Metode penelitian yang diterapkan pada penulisan artikel ini adalah studi literatur yang berasal dari berbagai buku dengan rentan terbit dari 2018-2023. Hasil yang diperoleh dalam penelitian menunjukkan banyak kelebihan pembelajaran Problem Based Learning ini ketika di integrasikan dengan isu-isu ilmiah yang ada di lingkungan sekitar, hal ini menunjukkan keaktifan pembelajaran ketika terdapat ada masalah yang harus dipecahkan. Pada pembelajaran IPA pada penerapan Problem Based Learning menemukan 3 dimensi yaitu sikap, proses, dan produk. Dari dimensi ini memunculkan berbagai pondasi berupa outcome yang menjawab 4 skill keterampilan abad 21 yaitu Critical Thinking, Creative Thinking, Collaboration, dan Communication
Pengembangan Lembar Kerja Peserta didik Elektronik (E-LKPD) Berbasis Problem Based Learning Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis SiswaKelas VIII pada Materi Sistem Pernafasan
Abstract: The background of this development research is that the LKPD teaching materials used to support learning activities do not meet the 21st century criteria and have not been able to hone students' critical thinking skills. LKPD is not based on problem solving and utilizing electronic media. This study aims to determine the feasibility, practicality and effectiveness of electronic worksheets on respiratory system material. This research is a Research and Development (R&D) study, using the Lee & Owens design with ADDIE stages. Data collection techniques using questionnaires and tests. Data analysis techniques in the form of quantitative and qualitative. The validation results by material experts and media experts stated that the E-LKPD was very valid with a validity of 88.33% and 95.58%, respectively. Based on the results of the teacher's assessment, the very good category was obtained with a percentage of 89.33% in the very good category. The results of the student response questionnaire showed a percentage of 94.26% in the very good category. The effectiveness of the E-LKPD after being implemented showed that students' critical thinking skills increased with an N-gain score of 0.56 which was included in the medium category. The conclusion is that Problem-Based Learning-based E-LKPD can be used as a learning media as an effort to improve students' critical thinking skills in science learning, especially material on the respiratory systemAbstrak: Penelitian pengembangan ini dilatarbelakangi oleh bahan ajar LKPD yang digunakan sebagai penunjang kegiatan belajar belum memenuhi kriteria abad 21 dan belum mampu mengasah kemampuan berpikir kritis peserta didik. LKPD belum berbasis pemecahan masalah dan memanfaatkan media elektronik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan, kepraktisan dan keefektifan LKPD elektronik pada materi sistem pernafasan. Penelitian ini merupakan penelitian Riset and Development (R&D), menggunakan desain Lee & Owens terdiri dari tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, evaluasi. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan tes. Teknik analisis data berupa kuantitatif dan kualitatif. Hasil validasi oleh ahli materi dan ahli media menyatakan E-LKPD sangat valid dengan validitas berturut-turut sebesar 88,33% dan 95,58% dengan kategori layak digunakan. Berdasarkan Hasil penilaian guru diperoleh kategori sangat baik dengan persentase 89,33% dalam kategori sangat baikdn layak secara praktik. Hasil angket respon peserta didik menunjukan persentase 94,26 % dengan kategori sangat baik sehingga ELKPD baik digunakan dalam pembelajaran. Keefektifan E-LKPD setelah diterapkan menunjukan kemampuan berpikir kritis peserta didik meningkat dengan diperoleh skor N-Gain 0,56 yang termasuk kategori sedang. Kesimpulan bahwa E-LKPD berbasis Problem Based Learning dapat dijadikan sebagai salah satu media pembelajaran sebagai upaya kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran IPA, khususnya materi sistem pernafasan
Pengembangan E-Modul pada Materi Diferensial Parsial Mata Kuliah Fisika Matematika I Menggunakan Aplikasi Flip Pdf Professional
Abstract:. This research aims to determine the results of student development and perceptions of e-modules in partial differential material in the Mathematical Physics I course using the Flip PDF Professional application. This type of research is research and development with a 4D model. The instruments used were validation questionnaires for material experts and media experts, as well as student perception questionnaires. The mathematical physics I e-module on partial differential material developed has an .exe format which can be operated on a PC/laptop and an HTML format which can be operated on a smartphone. The validation results by material expert validators obtained an average score of 3.33 (very good) and an average score for media experts of 3.50 (very good). Furthermore, the student perception score regarding the mathematical physics e-module I in the field trial was 3.6 (very good). Therefore, the e-module that has been developed is categorized as very good for use and can be disseminated widely. The main advantages of the e-module being developed are that there are videos that can be accessed offline, quizzes and competency tests that provide feedback on the answers given, and features that are easy to operate.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pengembangan dan persepsi mahasiswa terhadap e-modul pada materi diferensial parsial mata kuliah fisika matematika I menggunakan aplikasi Flip PDF Professional. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan dengan model 4D. Instrumen yang digunakan berupa angket validasi ahli materi dan ahli media, serta angket persepsi mahasiswa. E-modul fisika matematika I pada materi diferensial parsial yang dikembangkan memilki format .exe yang dapat dioperasikan pada PC/laptop dan format HTML yang di operasikan pada smartphone. Hasil validasi oleh validator ahli materi memperoleh rata-rata skor sebesar 3,33 (sangat baik) dan rata-rata skor ahli media sebesar 3,50 (sangat baik). Selanjutnya skor hasil persepsi mahasiswa terhadap e-modul fisika matematika I pada uji coba lapangan sebesar 3,6 (sangat baik). Oleh karena itu, e-modul yang telah dikembangkan berkategori sangat baik untuk digunakan dan dapat disebarluaskan. Keunggulan utama pada e-modul yang dikembangkan yaitu terdapat video yang dapat diakses secara offline, quiz dan uji kompetensi yang memberikan umpan balik terhadap jawaban yang diberikan, dan fitur-fitur yang mudah dioperasika
HASIL BUDAYA TRADISI JAJULUK DALAM UPACARA PERNIKAHAN MASYARAKAT KAYUAGUNG, OGAN KOMERING ILIR: KAJIAN ANTRIPOLOGI SASTRA
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui unsur-unsur kebudayaan pada tradisi jejuluk dalam upacara pernikahan dari sudut pandang antropologi sastra menggunakan teori koenjaraningrat. Metode penelitian ini merupakan kualitatif, data tradisi jajuluk upacara pernikahan Sumber data hasil wawancara mendalam, hal ini yang menjadi informan yang diantaranya meliputi pemangku adat dan masyarakat sekitar yang paham mengenai tradisi jajuluk. teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan tiga teknik, 1)observasi, dan 2)wawancara secara mendalam 3)analisis dokumen. Penelitian ini akan menggunakan teknik analisis data interaktif. Hasil pada penelitian ini ditemuakan lima unsur kebahasaan yaitu bahasa, sistem pengetahuan cara masyarakat berkomunikasi, bahasa, simbol dan juga tradisi dan cara masyarakat berprilaku, sistem kemasyarakatan atau organisasi sosial, sistem peralatan hidup dan teknologi, sitem mata pencarian hidup
Productivity and Downstream Intellectual Property as Results of Research and Community Service of Higher Education Post-Pandemic: Case Study Analysis at the State University of Jakarta
This writing aims to understand and see the potential results of research in the form intellectual property of higher education, especially at the State University of Jakarta (UNJ), both copyrights and patents whose products have been downstream so that the community can feel the benefits. In 2019, UNJ was ranked 59th in the ranking of Higher Education Clusters in Indonesia based on research performance and community service given by the Directorate General of Higher Education, Ministry of Education and Culture, and then in 2020, UNJ was ranked 20th. In 2021, UNJ received an "Excellent” (Unggul) Institutional Accreditation rating from BAN-PT. These achievements were obtained, among others, from the element of increasing results of research UNJ, especially those that can be protected by Intellectual Property Rights managed by the Center for Scientific Publications and Intellectual Property Rights at the Institute for Research and Community Service (LPPM) UNJ since 2019. In 2019 and 2020, LPPM UNJ also received the 1st rank award for the highest Copyright Recording from the Ministry of Law and Human Rights for the Research Institute category. In 2022, Post-Pandemic era, UNJ also won an award for the highest number of Top 10 Copyright Registrations in Indonesia in 2022 in the Higher Education Category. This writing was carried out using a qualitative approach through the case study research method which was sourced from primary data interviews with managers of Intellectual Property Rights at the Center for Scientific Publications and Intellectual Property Rights of LPPM UNJ, as well as secondary data found on UNJ's website and other official literature. The population of this study is only within the UNJ environment. The conclusions of potential research results at UNJ are currently most registered under the Copyright and Patent regime. Keywords: Intellectual Property Rights, the State University of Jakarta, UNJ