FKIP UNS Journal Systems
Not a member yet
7978 research outputs found
Sort by
DAMPAK PANTAI WISATA KARANGJAHE PADA PENINGKATAN SOSIAL EKONOMI (Studi tentang Desa Wisata Kelurahan Punjulharjo, Kabupaten Rembang)
DAMPAK PANTAI WISATA KARANGJAHE PADA PENINGKATAN SOSIAL EKONOMI(Studi tentang Desa Wisata Kelurahan Punjulharjo, Kabupaten Rembang)Fadila Tinawati, Sigit Pranawa, Siany Indria Liestyasari Pendidikan Sosiologi Antropologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas [email protected] Pantai Karangjahe merupakan salah satu destinasi pariwisata bahari yang ada di Kelurahan Punjulharjo, Kabupaten Rembang dengan predikat paling sering dikunjungi oleh para wisatawan. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji dampak pantai wisata Karangjahe pada peningkatan sosial ekonomi masyarakat setempat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan strategi penelitian bersifat studi kasus. Teknik pengambilan data informan dilakukan secara purposive sampling. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil temuan penelitian ini bahwa Wisata Pantai Karangjahe memberikan perubahan pada kondisi kehidupan masyarakat setempat baik berupa perubahan dalam aspek sosial maupun pada aspek ekonomi. Perubahan yang terjadi pada aspek ekonomi yaitu berupa meningkatnya pendapatan harian masyarakat. Mayoritas masyarakat setempat berpartisipasi dengan cara berjualan di Karangjahe, menyewakan jasa wahana permainan dan sebagian lagi menjadi staff, pengelola dan petugas parkir. Sedangkan Wisata Pantai Karangjahe ini juga berdampak positif berupa meningkatnya tingkat pendidikan, terbukanya peluang usaha, dan mengurangi angka pengangguran yang mendorong meningkatkan status sosial masyarakat setempat. Selain dampak positif yang didapat, Wisata Pantai Karangjahe juga memberikan dampak negatif berupa lunturnya identitas berbudaya bagi masyarakat setempat. Kata kunci: Perubahan Sosial, Pariwisata, Dampa
ANALISIS FUNGSI SOSIALISASI KELUARGA UNTUK MENCAPAI STABILITAS SOSIAL DALAM PELAKSANAAN PROGRAM FULL DAY SCHOOL DI SMP NEGERI 1 SURAKARTA
ANALISIS FUNGSI SOSIALISASI KELUARGA UNTUK MENCAPAI STABILITAS SOSIAL DALAM PELAKSANAAN PROGRAM FULL DAY SCHOOLDI SMP NEGERI 1 SURAKARTA Andika Ahmanto, Nurhadi, dan Sigit PranawaPendidikan Sosiologi Antropologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,Universitas Sebelas Maret, [email protected] AbstrakHasil pada penelitian ini adalah dapat diketahui jika penerapan sistem Full Day School di SMP Negeri 1 Surakarta memunculkan persoalan baru kepada orang tua peserta didik dan peserta didik. Persoalan tersebut diantaranya adalah peserta didik belum terbiasa dengan jadwal baru yang berlaku setelah Full Day School diterapkan, masih banyaknya pemberian tugas pekerjaan rumah oleh guru menyebabkan anak memiliki sedikit waktu untuk dapat istirahat begitu juga dengan kebutuhan bersosialisasi bersama orang tua mengalami penurunan. Akibatnya pada masa awal penerapan Full Day School peserta didik mengalami kelelahan dan cenderung sulit untuk membagi waktu antara beristirahat dan belajar. Sekolah tentu telah melaksanakan upaya untuk mencegah persoalan tersebut terjadi dengan melakukan sosialisasi kepada seluruh pihak yang berkaitan pada Kegiatan Belajara Mengajar di Sekolah, yakni Guru ajar, Staff, Orang tua wali murid dan peserta didik untuk saling membantu guna dapat melaksanakan sistem baru tersebut dengan baik. Namun tindakan tersebut belum dapat menyelesaikan masalah sehingga pada hasil penelitian ini diketahui akhirnya orang tua melakukan cara sendiri yang dibagi dalam dua skema untuk menyelesaikan persoalan tersebut yakni melalui skema sosialisasi dan pengendalian sosial. Melalui skema sosialisasi yakni orang tua berupaya untuk mendapatkan kesempatan pengasuhan kepada anak guna mengajarkan nilai dan norma pada beberapa varian cara, seperti membuat waktu bertemu yang sedikit menajdi lebih berkualitas, menyempatkan waktu di tengah kesibukannya bekerja, menggunakan media Handphone untuk dapat tetap berkomunikasi saat jarak memisahkan antara anak dan orang tua dan secara sengaja mengalokasikan waktu untuk bertamasya pada waktu dan hari tertentu untuk menghilangkan penat dan mendapatkan kesempatanbersosialsisi. Kemudian melalui skeman pengendalian sosial yakni orang tua memberlakukan sejumlah peraturan untuk menghindari terganggunya waktu bersosialisasi dengan anak dan menghindari terganggunnya akademik dan non akademik anak.Kata Kunci : Pendidikan, Full Day School, Keluarg
FENOMENA KONSTRUKSI BUDAYA HYPEBEAST (STREETWEAR) DI KALANGAN MAHASISWA UNIVERSITAS SEBELAS MARET (Penelitian Fenomenologi Gaya Hidup Mahasiswa Universitas Sebelas Maret)
ABSTRAK
Yusuf Setyonugroho. K8415065. FENOMENA KONSTRUKSI BUDAYA HYPEBEAST (STREETWEAR) DI KALANGAN MAHASISWA UNIVERSITAS SEBELAS MARET (PENELITIAN FENOMENOLOGI GAYA HIDUP MAHASISWA UNIVERSITAS SEBELAS MARET). Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juni 2019
Penelitian ini mengkaji tentang fenomena mengenai gaya hidup mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS), terkait dalam melakukan konsumsi terhadap brand hypebeast streetwear guna melakukan konstruksi dari nilai dan simbol di baliknya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yakni fenomenologi dengan pengumpulan data dengan wawancara mendalam terhadap responden yang merupakan mahasiswa dari berbagai fakultas yang ada di Universitas Sebelas Maret dan mengkonsumsi dari streetwear itu sendiri dan juga disertai dengan observasi lapangan di area Universitas Sebelas Maret. Hasil penelitian ini adalah, dalam mahasiswa melakukan konsumsi terhadap produk streetwear dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah adanya media yang menyebarkan dan mengenalkan dari kultur streetwear, acuan terhadap tokoh idola, dan juga keinginan yang timbul dari dalam diri sendiri untuk melakukan branding atas dirinya sebagai alat komunikasi sekaligus menunjukkan eksistensinya terhadap orang lain. Dari pengenalan kultur streetwear yang dibantu oleh brand ambassador kemudian menjadikan streetwear dianggap bagi mahasiswa yang melakukan konsumsi terhadapnya memiliki kedudukan yang tinggi secara hirarki. Dalam mengkaji fenomena konstruksi budaya hypebeast streetwear oleh mahasiswa, penulis menggunakan teori Konsumsi Simbol dari Jean Baudrillard. Dari pemikiran Baudrillard menjelaskan bahwa masyarakat konsumsi yang berada pada era modern ini sudah mengalami peleburan antara dunia yang bersifat nyata dan dunia yang bersifat simbol. Manusia dikuasai oleh sistem tanda sehingga akan menyebabkan konsumsi manusia atas barang tidak menekankan kepada fungsi suatu barang tetapi menekankan kepada simbol dan kode yang terdapat barang tersebut. Masyarakat konsumsi berorientasi kepada kemewahan dan barang-barang yang mengandung simbol-simbol tertentu. Sama seperti yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Sebelas Maret, mereka mengkonsumsi streetwear karena menekankan kemewahan di baliknya, sehingga bagi mereka konsumsi streetwear merupakan modal untuk dapat bersaing di lingkungannya.
Kata Kunci : Hypebeast, Konstruksi Budaya, Kemewahan, Konsumsi Simbol, Mahasiswa, Streetwea
RITUAL UNGGAHAN PADA KOMUNITAS ADAT BONOKELING ( Studi kasus pada Komunitas Adat Bonokeling di Kabupaten Banyumas menggunakan teori Liminalitas Victor Turner)
RITUAL UNGGAHAN PADA KOMUNITAS ADAT BONOKELING( Studi kasus pada Komunitas Adat Bonokeling di Kabupaten Banyumas menggunakan teori Liminalitas Victor Turner) Firdha AnnisaPendidikan Sosiologi Antropologi Universitas Sebelas Maret Surakarta Dr. rer. nat. Nurhadi S.Ant., M.HumPendidikan Sosiologi Antropologi Universitas Sebelas Maret Surakarta Siany Indria Liestyasari S.Ant., M.HumPendidikan Sosiologi Antropologi Universitas Sebelas Maret Surakarta ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) tahap-tahap ritual Unggahan pada Komunitas Adat Bonokeling. (2) terjadinya liminalitas dalam ritual Unggahan pada Komunitas Bonokeling. Penelitian ini merupakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data berasal dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan yang digunakan sebagai sumber data utama yaitu Kepala desa Pekuncen, Ketua Kelompok Masyarakat Komunitas adat Bonokeling, Bedogol, pengikut komunitas adat Bonokeling. Teknik pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Teknik uji validitas yang digunakan berupa triangulasi sumber. Teknik analisis data terdiri dari tiga tahap yaitu : reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Ritual Unggahan merupakan bentuk ibadah dari masyarakat pengikut komunitas adat Bonokeling. Ritual unggahan ini dilaksanakan untuk mengingat dan mendoakan para leluhur, nenek moyang, dan yang terpenting adalah orangtua. Ritual ini bertujuan untuk mendapatkan keselamatan bagi keluarga, keturunan, dan juga menjaga keharmonisan dengan leluhur. (2) Proses Liminalitas Masyarakat komunitas adat Bonokeling ini merupakan suatu kelompok masyarakat yang mengakui bahwa mereka beragama Islam, akan tetapi dalam praktek ibadah mereka berbeda dengan umat Islam pada umumnya. Mereka memiliki keyakinan sendiri dalam aspek beribadah untuk menyembah Tuhan Yang Maha Esa. (3) Ritual Unggahan yang dilaksanakan oleh masyarakat komunitas adat Bonokeling memiliki tujuan yang baik, sehingga mempunyai pengaruh yang baik pula. Pengaruh positif yang didapatkan oleh masyarakat Desa Pekuncen khususnya komunitas adat Bonokeling baik untuk kehidupan sosial, kerukunan, dan kehidupan religi mereka.Kata kunci: Komunitas adat, liminalitas, ritual Unggahan.
ANALISIS TRIK SULAP DITINJAU DARI SUDUT PANDANG KEILMUWAN FISIKA
Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis trik-trik sulap dari sudut pandang keilmuwan fisika. Penelitian ini merupakan studi literatur tentang berbagai trik sulap. Hasil penelitian ini berupa korelasi antara konsep fisika dengan fenomena dalam atraksi sulap. Sulap merupakan salah satu seni pertunjukkan yang menyajikan trik dan tipuan yang mampu menghibur penontonnya. Trik dan tipuan yang disajkan pada sulap terkadang tidak masuk akal dan terkesan mengandung unsur mistis. Ilmu sulap tidak mudah dilakukan oleh semua orang, namun dapat dipelajari oleh setiap orang. Pada dasarnya sulap merupakan salah satu bentuk aplikasi dari ilmu-ilmu sains, diantaranya ilmu fisika dan ilmu kimia. Implikasi melalui penelitian ini adalah berbagai trik sulap yang berkaitan dengan konsep fisika dapat diajarkan di sekolah saat pembelajaran fisika agar minat belajar siswa semakin meningkat, selain itu penonton lebih cerdas karena apa yang ia lihat merupakan suatu keilmuwan bukan hal yang mistis
EVALUASI BERBASIS HIGH ORDER THINGKING SKILLS DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK DI SD KELAS TINGGI
Kemampuan berpikir tingkat tinggi penting untuk dikuasai siswa. Agar kemampuan berpikir tingkat tinggi pada siswa bisa diukur dengan baik maka perlu evaluasi yang sesuai. Di SD kelas tinggi pada kurikulum 2013 diberlakukan kebijakan tematik integratif dengan ketentuan evaluasi harus berbasis penilaian otentik. Untuk itu kemampuan berpikir tingkat tinggi juga harus terpetakan secara otentik. Hal ini membuka kemungkinan bahwa untuk melaksanakan evaluasi pada pembelajaran tematik integratif, guru harus menggunakan berbagai betuk evaluasi dengan berbagai jenis instrumen sesuai kemampuan dan keterampilan yang akan diuku
KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA DALAM CERITA TOPENG TEGAL SERTA RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH
Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan aspek kejiwaan tokoh yang ada di dalam objek penelitian cerita Topeng Tegal serta nilai pendidikan yang juga terkandung di dalamnya. Hasil penelitian tersebut nantinya diharapkan dapat digunakan untuk materi keterampilan drama dalam pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah. Penelitian ini disajikan dalam bentuk kualitatif deskriptif dengan pendekatan psikologi sastra yang menekankan pada aspek kejiwaan tokoh dalam cerita Topeng Tegal. Sumber data penelitian diambil dari hasil wawancara, dokumen pemerintah daerah setempat dan cerita lisan yang berkembang di masyarakat. Data yang dihimpun kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi yang divalidasi menggunakan triangulasi sumber data dan triangulasi teori
KETIDAKDILAN GENDER DAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL SUNYI DI DADA SUMIRAH KARYA ARTIE AHMAD SERTA RELEVANSINYA DENGAN BAHAN AJAR SASTRA DI SMA
Tujuan dari penulisan karya ilmiah ini yaitu untuk mengetahui bentuk ketidakadilan gender yamg dialami tokoh perempuan dalam novel Sunyi Di Dada Sumirah karya Artie Ahmad, nilai pendidikan dalam novel Sunyi Di Dada Sumirah dan relevansi novel Sunyi Di Dada Sumirah karya Artie Ahmad dengan bahan ajar sastra di SMA. Novel ini dianalisis menggunakan kajian feminisme. Hasil analisis menunjukan bahwa dalam novel Sunyi di Dada Sumirah terdapat ketidakadilan gender berupa subordinasi, stereotip, kekerasan, marjinalisasi dan beban kerja ganda terhadap perempuan. Novel ini terdapat nilai pendidikan karakter berupa jujur, rasa ingin tahu, bersabahat atau komunikati dan peduli social dan memilki relevansi dengan bahan ajar sastra di SMA
PENTINGNYA PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya pendidikan karakter dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Data penelitian ini adalah hasil observasi dan wawancara mengenai pentingnya pendidikan karakter dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Sumber data dalam penelitian ini adalah narasumber dan materi pembelajaran bahasa Indonesia. Teknik pengumpulan data menggunakan pengamatan dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai pendidikan karakter sangat penting diterapkan dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia selain berupa materi wajib yang harus dipelajari siswa, bahasa juga dapat menjadi media penanaman karakter dari segi penggunaan bahasa
PERJUANGAN TOKOH PEREMPUAN DALAM NOVEL-NOVEL KARYA SILVARANI DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA: KAJIAN FEMINISME LIBERAL
Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) Mendeskripsikan Perjuangan Tokoh Perempuan yang terdapat dalam Novel-novel Karya Silvarani, (2) Mendeskripsikan Kesetaraan Gender yang terdapat dalam Novel-novel Karya Silvarani, (3) Mendeskripsikan relevansi yang terdapat dalam Novel-novel Karya Silvarani dengan Pembelajaran Sastra di SMA. Metode dalam penelitian ini dilakukan dengan cara teknik baca dan teknik catat dengan membaca teliti dan kritis. Subjek dalam penelitian ini adalah novel-novel karya Silvarani. Objek dalam penelitian ini adalah perjuangan tokoh perempuan dan kesetaraan gender dengan Kajian Feminisme Liberal. Hasil penelitian dalam novel-novel karya Silvarani dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Bentuk perjuangan tokoh perempuan sebagai salah satu wujud pengorbanan, prestasi atlet panahan wanita dari Indonesia yang berjuang di tingkat Internasional, (2) Bentuk kesetaraan gender yang dibuktikan bahwa perempuan Indonesia juga dapat berjuang sebagai atlet wanita di tingkat Internasional, (3) Novel-novel Karya Silvarani sesuai sebagai alternatif pembelajaran sastra di SMA melalui tiga unsur yaitu unsur bahasa, psikologi, dan sosial-budaya