FKIP UNS Journal Systems
Not a member yet
    7978 research outputs found

    Literature Research: SDGs (Sustainable Development Goals) dalam Pembelajaran IPA

    Full text link
    The Sustainable Development Goals (SDGs) are one of the important agendas prepared by many countries to achieve human prosperity. In achieving the SDGs, education for sustainable development (ESD) is one of the issues that plays a big role in achieving the SDGs. To find out what steps need to be taken to achieve the SDGs pillars, a literature review of the results of research related to the SDGs that has been carried out is needed. The aim of this research is to find out topics that are often researched in research related to SDGs in science learning, as well as developments in SDGs research in science learning from 2019 to 2024. The research method used is descriptive research with a bibliometric approach. A total of 313 articles were obtained using Publish or Perish (PoP) software and selected according to the keyword "Sustainable Development Goals in science learning". The research results show that various studies have been carried out integrating the SDGs into science learning, with various topics ranging from formulating appropriate science learning designs, various methods and strategies for preparing teachers, as well as developing teaching materials including culture-based ones with the aim of achieving the SDGs. From year to year, research related to SDGs is increasingly directed at implementing SDGs in learning, which is a form of Education for Sustainable Development. It is necessary to develop a science learning model that aims to achieve SDGs targets by connecting it to existing local culture. Research related to SDGs in science learning still has many opportunities, especially developing learning with clear stages.The Sustainable Development Goals (SDGs) adalah salah satu agenda penting yang disusun oleh banyak negara untuk mencapai kesejahteraan manusia. Dalam mencapai SDGs, education for sustainable development (ESD) merupakan salah satu isu yang berperan besar dalam pencapaian SDGs. Untuk mengetahui langkah apa yang perlu diambil untuk pencapaian pilar SDGs, maka diperlukan review literatur terhadap hasil penelitian terkait SDGs yang telah dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui topik yang sering diteliti pada penelitian terkait SDGs dalam pembelajaran sains, serta perkembangan penelitian SDGs dalam pembelajaran sains dari tahun 2019 sampai 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan bibliometrik. Sebanyak 313 artikel telah didapatkan menggunakan software Publish or Perish (PoP) dan dipilih sesuai dengan keyword “Sustainable Development Goals dalam pembelajaran sains”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai penelitian telah dilakukan dengan mengintegrasikan SDGs ke dalam pembelajaran sains, dengan berbagai topik mulai dari perumusan desain pembelajaran IPA yang sesuai, berbagai metode maupun strategi penyiapan guru, maupun pengembangan bahan ajar termasuk yang berbasis budaya dengan tujuan pencapaian SDGs. Dari tahun ke tahun, penelitian terkait SDGs semakin diarahkan pada implementasi SDGs pada pembelajaran yang merupakan bentuk Education for Sustainable Development. Perlu dikembangkan sebuah model pembelajaran sains yang bertujuan untuk pencapaian target SDGs dengan dihubungkan pada budaya lokal yang ada. Penelitian terkait SDGs dalam pembelajaran sains masih memiliki banyak peluang, khususnya pengembangan pembelajaran dengan tahapan-tahapan yang jelas

    Strategi Implementasi Sdg’s Di Tingkat Desa Dalam Menghadapi Tantangan Pembangunan Berkelanjutan Di Skala Nasional (Studi Kasus di Desa Klampok Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro)

    Full text link
    The achievement of the Sustainable Development Goals (SDG's) is a central focus in the global development agenda, with the aim of realizing a more just, sustainable, and inclusive world. Sustainable Development Goals (SDGs) in Bojonegoro Regency are also implemented in Klampok Village, Kapas District, Bojonegoro Regency. In this case, the Bojonegoro Regency Government has made many changes, especially in terms of Human Resources (HR) development. Researchers took the example of sustainable development, namely in Klampok Village, Kapas District, Bojonegoro Regency, based on information through interviews, researchers saw Klampok Village, Kapas District, Bojonegoro Regency in improving the economy of residents, the Klampok Village Government, Cotton District, Bojonegoro Regency has developed oyster mushroom cultivation. The research method used by the researcher is using a descriptive qualitative approach, by making observations and also interviews at the research location, researchers conducted interviews with mushroom entrepreneurs in Klampok Village, Kapas District, Bojonegoro Regency. The source of data used in this study is sourced from Primary Data by conducting interviews related to (SDGs). One of the SDGs programs is the KPHN program in Klampok Village, Kapas District, Bojonegoro Regency, which can be said to be very good and benefits mushroom farmers. This program is considered very successful in improving the economy of the village community. The mushroom business carried out by the community in Klampok Village, Kapas District, Bojonegoro Regency resulted in an increase in business productivity, with yields of 15 kilograms per day and the price per kilogram increased. The implementation of Sustainable Development Goals (SDGs) in Klampok Village, Kapas District, Bojonegoro Regency aims at the Sustainable Development Goals (SDGs) Program with its application focused on the Village Without Hunger and Decent Work programs and economic growth, the community through the program is implemented in mushroom cultivation managed by farmers and supported by the Village Government through Village-Owned Enterprises (BUMdes) with the aim of improving welfare community through KPHN program sourced from Village Fund.Pencapaian Sustainable Development Goals (SDG’s) menjadi fokus utama dalam agenda pembangunan global, dengan tujuan mewujudkan dunia yang lebih adil, berkelanjutan, dan inklusif. Pembangunan berkelanjutan Sustainable Development Goals (SDGs) di Kabupaten Bojonegoro juga di implementasikan di Desa Klampok Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro. Dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Bojonegoro telah melakukan banyak sekali perubahan terutama dalam segi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Peneliti mengambil contoh pembanguna berkelanjutan yaitu pada Desa Klampok Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro, berdasarkan informasi melalui wawancara peneliti melihat Desa Klampok Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro dalam meningkatkan ekonomi warga, Pemerintah Desa Klampok Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro telah mengembangkan budi daya jamur tiram. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti yaitu menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan melakukan observasi dan juga wawancara pada lokasi penelitian, peneliti melakukan wawancara dengan pihak pengusaha jamur di Desa Klampok Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu bersumber dari Data Primer dengan melakukan wawancara yang berkaitan dengan (SDGs). Program SDGs salah satunya yaitu adalah program KPHN di Desa Klampok Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro dapat dikatakan sangat baik dan menguntungkan para petani jamur. Program ini dinilai sangat berhasil dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Desa. Usaha jamur yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Klampok Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro hasilnya adalah peningkatan produktivitas bisnis, dengan hasil panen 15 kilogram per hari dan harga per kilogramnya meningkat. Penerapan Sustainable Development Goals (SDGs) di Desa Klampok Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro bertujuan untuk Program Sustainable Development Goals (SDGs) dengan dalam penerapannya terfokus pada program Desa Tanpa kelaparan dan Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, masyarakat melalui program tersebut di implementasikan pada budidaya jamur yang dikelola oleh petani dan di dukung oleh  Pemerintah Desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) dengan  tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program KPHN yang bersumber dari Dana Desa.

    Saluran Pemasaran Kedelai Di Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro

    Full text link
    This study examines the marketing channels related to soybeans in Sumberrejo District, Bojonegoro Regency. The purpose of this study was to describe the marketing channels of soybeans in Sumberrejo District, Bojonegoro Regency. Sumberrejo district is a soybean plant Center in Bojonegoro Regency. Research methods using surveys, interviews and observations. Data analysis used in this study is a qualitative descriptive analysis. Qualitative analysis was used to describe soybean marketing channels. The conclusion of the results of research conducted in the District Sumberrejo Bojonegoro Regency is as follows : There are 3 types of channels, namely: 1) farmers – middlemen – traders collectors – wholesalers – Processing Industry, 2) Farmers – Processing Industry, 3) farmers – traders collectors – processing industry. Of the 3 types of marketing channels, most farmers use the number 1 marketing channel, namely farmers-middlemen – collectors - wholesalers – processing industry.Penelitian ini mengkaji terkait saluran pemasaran kedelai di Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan saluran pemasaran kedelai di Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro. Kecamatan Sumberrejo merupakan sentra tanaman kedelai di Kabupaten Bojonegoro. Metode penelitian menggunakan survey, wawancara dan observasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Analisis kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan saluran pemasaran kedelai. Adapun kesimpulan dari hasil penelitian yang dilakukan di Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro adalah sebagai berikut : terdapat 3 jenis saluran yaitu : 1) Petani – Tengkulak – Pedagang pengepul – Pedagang Besar – Industri Pengolahan, 2) Petani – Industri Pengolahan, 3) Petani – Pedagang Pengepul – Industri Pengolahan. Dari 3 jenis saluran pemasaran paling banyak petani menggunakan saluran pemasaran nomer 1 yaitu Petani – Tengkulak – Pedagang pengepul – Pedagang Besar – Industri Pengolaha

    Analisis Rantai Pasok (Supply Chain) Bawang Merah Di Kabupaten Grobogan

    Full text link
    Shallot (Allium ascalonicum) is one of many leading horticultural commodities in Central Java Province, with Grobogan Regency being the fourth-highest producer of shallots. Despite the high production, challenges persist in the supply-demand dynamics and pricing within the shallot supply chain in Grobogan Regency. The aim of this study is to analyze the general conditions and assess the performance and efficiency of the shallot supply chain in Grobogan Regency. This research utilizes both primary and secondary data. The analytical descriptive method is employed, and data analysis is conducted using the FSCN (Food Supply Chain Network) framework, farmer's share, and marketing margin. Proportional random sampling and snowball sampling techniques were applied to select 40 farmers and 10 marketing institutions as samples. The research findings reveal the existence of four supply chain channels for shallots in Grobogan Regency: Channel I (farmers-collectors-wholesalers-retailers), Channel II (farmers-collectors-retailers), Channel III (farmers-wholesalers-retailers), and Channel IV (farmers-retailers). Based on farmer's share and marketing margin analysis, Channel IV emerges as the most efficient channel.Bawang merah (Allium ascalonicum) merupakan satu dari banyak komoditas hortikultura unggulan Provinsi Jawa Tengah, dengan Kabupaten Grobogan sebagai urutan keempat penghasil bawang merah. Hasil produksi yang tinggi ini masih disertai permasalahan terkait pasokan-permintaan dan harga. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kondisi umum dan mengetahui kinerja serta efisiensi rantai pasok bawang merah di Kabupaten Grobogan. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Penelitian menggunakan metode dasar deskriptif analitis dengan analisis data menggunakan kerangka FSCN (Food Supply Chain Network), farmer’s share, dan margin pemasaran. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling dan snowball sampling, sejumlah 40 petani dan 10 lembaga pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat saluran rantai pasok bawang merah di Kabupaten Grobogan, saluran I (petani-pedagang pengumpul-pedagang besar-pedagang pengecer), saluran II (petani-pedagang pengumpul-pedagang pengecer), saluran III (petani-pedagang besar-pedagang pengecer), dan saluran IV (petani-pedagang pengecer). Berdasarkan analisis farmer’s share dan margin pemasaran, saluran IV merupakan saluran yang paling efisie

    Keterampasan Kemampuan Penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa Di Desa Kalisari Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro

    Full text link
    The Village Fund Direct Cash Assistance Program (Village Fund BLT) has become an initiative of the Indonesian government in order to improve the welfare of village communities. This program is an important part of the government's efforts to advance the welfare of rural communities, reduce social disparities, and encourage local economic development. The deprivation of capacity of Village Fund BLT recipients in Kalisari Village is the reason why they deserve this assistance. This type of research is descriptive qualitative. Data obtained from informants is processed through data reduction, data presentation and drawing conclusions. The aim of this research is to determine the capacity of Village Fund BLT recipients in Kalisari Village. The results of this research are that the capacity of Village Fund BLT recipients in Kalisari Village is due to several dominant aspects, including health, education, work and transportation.Program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT Dana Desa) telah menjadi inisiatif pemerintah Indonesia dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Program ini menjadi bagian penting dalam upaya pemerintah untuk memajukan kesejahteraan masyarakat pedesaan, mengurangi kesenjangan sosial, serta mendorong pembangunan ekonomi lokal. Keterampasan kemampuan penerima BLT Dana Desa di Desa Kalisari menjadi alasan kenapa mereka layak mendapatkan bantuan tersebut. Tipe penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh dari informan diolah melalui reduksi data, penyajian data dan mengambil kesimpulan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui ketereampsan kemampuan penerima BLT Dana Desa di Desa Kalisari. Hasil penelitian ini adalah keterampasan kemampuan penerima BLT Dana Desa di Desa kalisari ini mempunyai karena beberapa aspek dominan antara lain kesehatan, pendidikan, pekerjaan dan transportasi

    Strategi Mengatasi Hambatan Perkembangan Bumdes: Kajian Di Desa Jumput, Bojonegoro

    Full text link
    The Village-Owned Enterprises (BUMDes) is an economic institution owned and managed by the rural community to enhance their welfare. However, many BUMDes face obstacles in their development. This study aims to identify and analyze effective strategies to overcome the development obstacles of BUMDes in Jumput Village, Bojonegoro. This research uses a qualitative approach with data collection techniques through interviews, observations, and documentation studies. The research informants are BUMDes officials, community leaders, and village government. The results show that the development obstacles of BUMDes in Jumput Village include low community participation, lack of managerial skills, and limited access to resources. Effective strategies to overcome these obstacles include increasing community participation through counseling and training, improving the managerial skills of BUMDes officials, and enhancing access to resources through cooperation with external parties. The implication of this research is the need for government support in providing assistance and guidance to BUMDes, as well as the need for cooperation between BUMDes and external parties to overcome the development obstacles they face.Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan lembaga ekonomi yang dimiliki dan dikelola oleh masyarakat desa untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Namun, banyak BUMDes mengalami hambatan dalam perkembangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi yang efektif dalam mengatasi hambatan perkembangan BUMDes di Desa Jumput, Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Informan penelitian adalah pengurus BUMDes, tokoh masyarakat, dan pemerintah desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan perkembangan BUMDes di Desa Jumput antara lain rendahnya partisipasi masyarakat, kurangnya keterampilan manajerial, dan minimnya akses terhadap sumber daya. Strategi yang efektif dalam mengatasi hambatan tersebut meliputi peningkatan partisipasi masyarakat melalui penyuluhan dan pelatihan, peningkatan keterampilan manajerial pengurus BUMDes, serta peningkatan akses terhadap sumber daya melalui kerjasama dengan pihak eksternal. Implikasi penelitian ini adalah perlunya dukungan pemerintah dalam memberikan bantuan dan pembinaan kepada BUMDes serta perlu adanya kerjasama antara BUMDes dengan pihak eksternal untuk mengatasi hambatan perkembangan yang dihadapi

    Evaluasi Pelaksanaan Program Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) di Kabupaten Wonogiri

    Full text link
    The problem of food price fluctuations due to the length of the distribution chain is a problem that the government and society must face in meeting consumption needs. The PUPM program is the government's effort to control the stability of supplies and prices of staple foods since 2016 by cutting the supply chain from 7-8 parties to 3-4 parties collaborating with Gapoktan/LUPM and Toko Tani Indonesia (TTI) as marketing partners. This research aims to determine the evaluation of the implementation of the Community Food Enterprise Development (PUPM) program in Wonogiri Regency in terms of context, input, process, and product. Data collection instruments are in the form of questionnaires and documentation using observation, interview, note-taking, and literature study techniques. The subjects in this research were Gapoktan/LUPM and TTI members who took part in the PUPM program with a total of 32 respondents. Data were analyzed using descriptive data analysis with interactive models (reduction, display, and conclusion drawing/verification) and analytical data analysis with tabulation and scoring methods. From the data analysis, the results obtained from each component are that context obtained 65.63% including the high category, input obtained 43.75% including the medium/sufficient category, process obtained 56.25% including the high category, and product obtained 50% including the category high, then overall the implementation of the PUPM program is included in the high category and is quite effective in its implementation.Permasalahan gejolak harga pangan akibat panjangnya rantai distribusi menjadi permasalahan yang harus dihadapi pemerintah dan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan konsumsi. Program PUPM adalah upaya pemerintah dalam mengendalikan dan menstabilitaskan pasokan pangan dan harga pangan pokok sejak tahun 2016 dengan cara memotong rantai pasok (supply chain) yang semula 7-8 pihak menjadi 3-4 pihak dengan menggandeng gapoktan/Lembaga Usaha Pangan Masyarakat (LUPM) dan Toko Tani Indonesia (TTI) sebagai mitra pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi pelaksanaan program Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) di Kabupaten Wonogiri yang ditinjau dari segi context, input, process, dan product.  Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner dan dokumentasi dengan teknik observasi, wawancara, pencatatan, dan studi pustaka. Subjek dalam penelitian ini yaitu anggota gapoktan/LUPM dan TTI yang ikut dalam program PUPM dengan jumlah 32 responden. Data dianalisis menggunakan analisis data deskriptif dengan model interaktif (reduction, display, dan conclusion drawing/verification) dan analisis data analitik dengan tabulasi dan metode skoring. Dari analisis data diperoleh  hasil  dari masing-masing komponen yaitu context memperoleh 65,63% termasuk kategori tinggi, input memperoleh 43,75% termasuk kategori sedang/cukup, process memperoleh 56,25% termasuk kategori tinggi, dan product memperoleh 50% termasuk kategori tinggi, maka secara keseluruhan pelaksanaan program PUPM termasuk dalam kategori tinggi dan cukup efektif dalam pelaksanaannya

    Menggali Nilai Kearifan Lokal Lewat Sesaji dan Prosesi Tradisi Nyadran di Desa Ngepringan Kabupaten Sragen Relevansinya Sebagai Materi Ajar Bahasa Jawa Kelas XI SMK

    Full text link
    Di Jawa Tengah tepatnya di Desa Ngepringan Kabuapten Sragen terdapat upacara ritual sedekah bumi yang disebut dengan upacara nyadran biasanya diidentikkan dengan berkunjung ke makam dan nyekar, namun demikian nyadran yang dilaksanakan di Ngepringan merupakan ritual wujud dari rasa syukur setelah panen raya. Nyadran adalah salah satu kebudayaan Jawa yang sampai saat ini masih dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya mengingat pepatah orang Jawa: manungsa aja lali wetone. Mula elinga marang wong-wong tuwa senajan wis padha swarga. Prosesi upacara nyadran memerlukan berbagai ubarampe sesaji yang memiliki kandungan makna filosofis.  Tujuan penulis melakukan penelitian ritual upacara nyadran  dikarenakan makna filosofis yang terdapat pada sesaji dan prosesi nyadran  serta nilai-nilai yang terkandung dalam upacara tersebut bisa dijadikan sebagai meteri pembelajaran bahasa Jawa di sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah menjelaskan sejarah lahirnya ritual nyadran dilatar belakangi datangnya pangeran Mangkubumi ke Desa Ngepringan serta nilai kearifan lokal yang terkandung dalam sesaji serta prosesi Nyadran. Upacara ritual nyadran dilaksanakan sekali dalam setahun pada hari minggu pon dimusim kemarau. Penentuan hari tersebut memiliki makna sebagai penghormatan pada leluhur danyang desa. Nyadran yang dilaksanakn di Desa Ngepringan memiliki keunikan dengan nyadran yang dilakukan di daerah lain, jika di daerah lain ritual nyadran dilaksanakan pada bulan muharram atau sa’ban sebagai penghormatan bulan suci ramadhan, nyadran di desa ini perwujudan simbol rasa syukur. Nyadran dilaksanakan dua kali dalam sehari, yakni di makam leluhur dan kedua di makam mbah gedhong  sebagai danyang desa

    Struktur dan Nilai Pendidikan Cerita Cekak dalam Kalawarti Jaya Baya

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan unsur intrinsik dan nilai-nilai pendidikan cerkak dalam majalah Jaya Baya edisi Agustus − Oktober 2021, serta mendeskripsikan relevansinya sebagai bahan ajar apresiasi sastra Jawa kelas X sekolah menengah atas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas tema bersifat tradisional. Alur yang digunakan adalah alur maju. Tokoh terdiri dari tokoh utama dan tokoh tambahan. Penokohan dimunculkan melalui dimensi fisik, psikis, dan sosial. Watak psikis tokoh dimunculkan dengan teknik ekspositori dan dramatik. Latar meliputi latar tempat, waktu, dan sosial. Sudut pandang yang digunakan mayoritas adalah sudut pandang orang pertama. Amanat yang disampaikan berkaitan dengan sikap terhadap diri sendiri, terhadap sesama, dan terhadap Tuhan. Nilai moral paling banyak terdapat dalam cerkak Welingmu dan Mbah Kakung. Nilai sosial dalam cerkak Welingmu dan Oncating Cahya. Nilai budaya dalam cerkak Nglegok. Nilai religius dalam cerkak Welingmu, Mbah Kakung, dan Oncating Cahya. Berdasarkan hasil kajian terhadap unsur intrinsik dan nilai pendidikan, cerkak dalam majalah Jaya Baya edisi Agustus − Oktober 2021 dapat digunakan sebagai bahan ajar apresiasi sastra Jawa kelas X SMA

    Pantangan Pernikahan Adat Jawa dalam Perspektif Tokoh Masyarakat (Studi Kasus Desa Sobo, Kec. Geyer Kabupaten Grobogan)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang adanya Pantangan Pernikahan  Adat  Jawa  yang  ada  di  Desa  Sobo, Kec. Geyer Kabupaten  Grobogan,  untuk  mendiskripsikan  pemahaman  mengenai  Pantangan Pernikahan  Adat  Jawa  ditinjau  berdasarkan  arah  atau  lokasi  rumah  (ngalor- ngetan) dan hari  lahir (weton).  Jenis penelitian  ini adalah penelitian kualitatif dengan  strategi  studi  kasus. Sumber data yang  digunakan dalam penelitian  ini adalah berasal dari informan, tempat dan peristiwa, serta dokumen yang berupa foto-foto  mengenai  pantangan  pernikahan  adat  Jawa.  Pengumpulan  data menggunakan  teknik  wawancara,  observasi,  dan  dokumentasi.  Untuk  menguji keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan dua macam triangulasi yaitu Triangulasi  teknik  pengumpulan  data  dan  Triangulasi  sumber  data.  Sedangkan dalam  menganalisis  data  dengan  menerapkan  teknik  analisis  interaktif  melalui Pengumpulan data, Reduksi data, Penyajian data, dan Penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pantangan pernikahan adalah segala hal (perbuatan) yang dipantangkan menurut adat atau kepercayaan sebelum melangsungkan perkawinan di Desa Desa  Sobo, Kec. Geyer Kabupaten  Grobogan. Adanya pantangan pernikahan adat Jawa baik arah atau lokasi rumah (ngalor-ngetan) dan hari lahir (weton) berawal dari sebuah cerita orang-orang zaman dahulu dan dijadikan sebuah tradisi oleh masyarakat, padahal hal tersebut masih diragukan kebenarannya apabila seseorang berani melanggar. Pantangan pernikahan adat Jawa baik arah atau lokasi rumah (ngalor-ngetan) dan hari lahir (weton) secara tersurat tidak terdapat di dalam Al-Qur'an maupun Hadis. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Pantangan pernikahan adat Jawa baik arah atau lokasi rumah (ngalor-ngetan) dan hari lahir (weton) adalah sah

    7,121

    full texts

    7,978

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    FKIP UNS Journal Systems
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇