FKIP UNS Journal Systems
Not a member yet
    7978 research outputs found

    Penerapan Program Ketahanan Pangan Di Desa Sebagai Upaya Menuju Tercapainya Desa Tanpa Kelaparan di Kabupaten Bojonegoro

    Full text link
    The food security program is a government step in creating quality and competent Human Resources (HR). The government's role in terms of food security is to run several programs so that it can provide optionality by bringing out some of the food diversity that exists in the region, as well as providing opportunities for local residents to create resources in the form of harvests and also hopefully be able to meet food needs in the region. several regions in Indonesia. The research method used in this research is descriptive qualitative, meaning that this research can describe the conditions of phenomena in the field related to food security, sampling using a purposive sampling technique by taking sources from the entire community in Kauman Village, Bojonegoro Regency, as well as the main informant, namely the Head of the RT. and RW Kauman Village, Bojonegoro District, Bojonegoro Regency. Consisting of 12 RT Heads and 2 RW Heads. The results of this research explain that so far in assessing the effectiveness of the food security program in Kauman Village, Bojonegoro Regency, Edward III's theory has been used, namely 4 aspects to assess food security, namely by socializing the program, requiring space and example from resource persons, so that the socialization of the food security program in Kauman Village has not been successful so far. Furthermore, the accuracy of the program targets is considered to be able to run well if the community participates in participating, after that monitoring of the program is carried out by supervising the implementation of the program well, the last aspect is the aim of the program which explains that so far there has been a food security program in Kauman Village Bojonegoro Regency Food security in Kauman Village is in line with the expected target.Program ketahanan pangan merupakan sebuah langkah pemerintah dalam menciptakan sebuah Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan juga berkompeten. Adapun peran pemerintah dalam hal ketahanan pangan adalah dengan menjalankan beberapa program sehingga dapat memberikan opsional dengan memunculkan beberapa keragaman pangan yang ada di Daerah, serta memberikan peluang kepada warga lokal untuk menciptakan sumber daya berupa hasil panen dan juga nantinya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan yang ada di beberapa wilayah di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan deskriptif kualitatif artinya penelitian ini dapat menggambarkan kondisi fenomena di lapangan terkait ketahanan pangan, pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan mengambil narasumber dari pihak seluruh masyarakat di Desa Kauman Kabupaten Bojonegoro, serta informan utama yaitu Ketua RT dan RW Desa Kauman Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro. Terdiri dari 12 Ketua RT dan 2 Ketua RW. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa selama ini dalam penilaian efektivitas program ketahanan pangan di Desa Kauman Kabupaten Bojonegoro dengan menggunakan teori dari Edward III yaitu 4 aspek untuk menilai ketahanan pangan adalah dengan sosialisasi terhadap program, memerlukan ruang dan keteladanan dari narasumber, sehingga sosialisasi program ketahanan pangan di Desa Kauman selama ini belum berhasil. Selanjutnya ketepatan sasaran progarm yang dinilai dapat berjalan dengan baik apabila masyarakat turut serta dalam berpartisipasi, setelah itu dilakukan pemantauan program dengan melakukan pengawasan terhadap terselenggaranya program dengan baik, aspek terakhir yaitu tujuan dari adanya program yang menjelaskan bahwa selama ini adanya program ketahanan pangan di Desa Kauman Kabupaten Bojonegoro Ketahanan Pangan Desa Kauman sudah sesuai dengan sasaran yang diharapkan

    Analisis Usahatani Cabai Merah Keriting pada Lahan Berpasir (Studi Kasus Kelompok Tani Tanisari di Kelurahan Karangsewu, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo)

    Full text link
    Farming, whether it involves crops or livestock, is a business venture with the goals of generating profit, income, or meeting the needs for food and fiber. This study aims to determine the costs, revenues, income, and efficiency of farming curly red chili in the Tanisari Farming Group using the R/C and B/C ratio. The research methods used in this study are descriptive and analytical. The study was conducted in the Tanisari Karangsewu Farmers Group located in Galur, Kulon Progo. The results of the analysis show that the average total cost of farming curly red chili in the Tanisari Farming Group is IDR 27,274,070; the average receipt is IDR 34,333,330; and the average income is IDR 21,730,440 each planting season for each farm (average land area 2.544 m2). The R/C values for explicit costs and total costs are 2.76 and 1.19, respectively, indicating that the farming business is feasible to carry out. The B/C value for explicit costs is 1.76, which means that the farming business is feasible to carry out, but the B/C value for total costs shows a result of 0.75, indicating that the farming business is not feasible because in the B/C ratio analysis of total costs, the implicit costs in farming are taken into account. Based on research, farmers in the Tanisari Farming Group need to increase farming efficiency by reducing the costs of external production facilities and maximizing the use of internal production facilities.Usahatani adalah usaha bercocok tanam atau beternak yang ditujukan untuk mendapatkan keuntungan, pendapatan, atau memenuhi kebutuhan pangan dan serat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya, penerimaan, pendapatan serta efisiensi usahatani cabai merah keriting di Kelompok Tani Tanisari menggunakan R/C ratio dan B/C ratio. Metode dasar penelitian adalah deskriptif dan analitis. Lokasi penelitian yaitu di Kelompok Tani Tanisari Karangsewu, Galur, Kulon Progo. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata total biaya usahatani cabai merah keriting di Kelompok Tani Tanisari sebesar Rp 27.274.070; rata-rata penerimaannya sebesar Rp 34.333.330; dan rata-rata pendapatannya sebesar Rp 21.730.440 per musim tanam per usahatani (rata-rata luas lahan 2.544 m2). Nilai R/C ratio atas biaya eksplisit dan biaya total secara berturut-turut sebesar 2,76 dan 1,19 sehingga usahatani tersebut layak untuk dilaksanakan. Nilai B/C ratio atas biaya eksplisit sebesar 1,76 artinya usahatani tersebut layak untuk dilaksanakan tetapi nilai B/C ratio atas biaya total sebesar 0,75 yang artinya usahatani tersebut tidak layak dilaksanakan karena dalam analisis B/C ratio atas biaya total memperhitungkan biaya implisit dalam usahataninya. Berdasarkan penelitian, petani di Kelompok Tani Tanisari perlu meningkatkan efisiensi usahatani dengan mengurangi biaya sarana produksi luar dan memaksimalkan penggunaan sarana produksi dalam

    Peran BUMDes Pilanggede Gemilang dalam Pengembangan Ekowisata Taman Pinggir Nggawan (TPG) di Desa Pilanggede, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro

    Full text link
    The aim of this research is to analyze the role and challenges/obstacles of Pilanggede Gemilang BUMDes in the development of Taman Pinggir Nggawan (TPG) Ecotourism in Pilanggede Village, Balen District, Bojonegoro Regency. The approach used in this research is qualitative with a case study method. Primary data sources were obtained from observations and in-depth interviews with informants involved in ecotourism development. Meanwhile, secondary data sources are obtained through documentation in the form of other data that is relevant to the research being conducted. In the final stage of this research, the data collected was analyzed using qualitative descriptive analysis techniques. The findings from this research are that the role of BUMDes Pilanggede Gemilang through the managed business unit, namely the development of Taman Pinggir Nggawan (TPG) Ecotourism, has a positive and strategic impact in empowering the village economy. In this case, the role of BUMDes Pilanggede Gemilang includes three things, namely: the role of awareness (conscientization) through socialization and community empowerment activities. The role of community organizing through the formation of Pokdarwis, division of work units, and conveying aspirations. The role of delivering human resources (resources delivery) through training activities and comparative studies (tukar kaweruh). Like other businesses, BUMDes Pilanggede Gemilang also experiences various challenges/obstacles including: lack of capital for development, less professional human resources, not involving third parties or companions (government and private), and competition with ecotourism in other places that have similar potential.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peran dan tantangan/hambatan BUMDes Pilanggede Gemilang dalam pengembangan Ekowisata Taman Pinggir Nggawan (TPG) di Desa Pilanggede, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Sumber data primer diperoleh dari hasil observasi dan wawancara mendalam dengan informan yang terlibat dalam pengembangan ekowisata. Sementara sumber data sekunder diperoleh melalui dokumentasi berupa data-data lain yang relavan dengan penelitian yang dilakukan. Pada tahap akhir penelitian ini, data yang terkumpul di analisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Temuan dari penelitian ini adalah peran BUMDes Pilanggede Gemilang melalui unit usaha yang dikelola yakni pengembangan Ekowisata Taman Pinggir Nggawan (TPG) memiliki dampak yang positif dan strategis dalam memberdayakan perekonomian desa. Dalam hal ini peran BUMDes Pilanggede Gemilang memuat tiga hal yaitu: peran penyadaran (conscientization) melalui kegiatan sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat. Peran pengorganisasian masyarakat (community organizing) melalui pembentukan Pokdarwis, pembagian unit kerja, dan penyampaian aspirasi. Peran penghantaran sumber daya manusia (resources delivery) melalui kegiatan pelatihan dan studi banding (tukar kaweruh). Seperti halnya bisnis lainnya, BUMDes Pilanggede Gemilang juga mengalami berbagai tantangan/hambatan diantaranya: kurangnya modal dalam pengembangan, sumber daya manusia yang kurang professional, tidak melibatkan pihak ketiga atau pendamping (pemerintah dan swasta), dan persaingan dengan ekowisata di tempat lain yang mempunyai potensi serupa

    Efektivitas Bantuan Keuangan Desa (Bkd) Untuk Rehabilitasi Jalan Di Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro

    Full text link
    Bantuan Keuangan Desa dapat diartikan sebagai bentuk dukungan keuangan yang diberikan oleh pemerintah kepada desa-desa atau pemerintah desa untuk meningkatkan pelayanan publik, pembangunan desa, dan pemberdayaan masyarakat desa. Bantuan keuangan desa biasanya bersumber dari anggaran pemerintah pusat, anggaran daerah, atau melalui program-program khusus yang ditujukan untuk pembangunan desa.. Kegiatan tersebut salah satu tujuannya untuk meningkatkan pembangunan insfrastruktur yang ada di desa, yakni peningkatan jalan berupa pembangunan jalan aspal atau jalan rigid. Tujuan penelitian ini untuk  menganalisis nilai kondisi perkerasan jalan di Kecamatan Kanor menggunakan metode Pavement condition index (PCI), menganalisis keterkaitan nilai PCI dan anggaran bantuan keuangan desa untuk rehabilitasi jalan dan menganalisis efektivitas penggunaan bantuan keuangan desa  pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi di Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan penilaian PCI sebagai dasar perhitungan kondisi perkerasan jalan dan matriks keputusan PCI untuk menentukan kondisi jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rehabilitasi jalan yang ada di Desa Pesen, Desa Simbatan dan Desa Sumberwangi telah dikatakan efektif berdasarkan indikator perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Rehabilitasi jalan telah dilaksanakan dengan baik, kondisi jalan sangat memadai dan berfungsi dengan sangat baik. Diharapkan pemerintah desa lebih memaksimalkan pengelolaan bantuan keuangan desa yang telah diberikan oleh pemerintah pusat dan segera melakukan pemeliharaan jika terjadi kerusakan-kerusakan ringan di jalan tersebut

    Analisis Risiko Produksi Agribisnis Sistem Inti-Plasma pada Komoditas Pisang Cavendish PT Vinda Abadi Sejahtera Kabupaten Bojonegoro

    Full text link
    The research is aimed at testing the risk factors of cavendish banana production in Vinda Abadi Sejahtera LLM Bojonegoro Regency. It's based on a field finding that PT Vinda's cavendish banana production fluctuates every month. Therefore, a production risk analysis is carried out to test the factors that influence it. Methodologically, this study uses a quantitative approach with linear binary regression analysis techniques. The research data consists of 60 observations with monthly time series data. The variables tested are the quality and quantity of seedlings, fertilizer, HR quality, climate, and soil/land quality. These independent variables are tested against production variables with binary and nominal approaches. The results of the analysis indicate that seed filling, fertilizer, and quality SDM of a partner farmer that are below the standard may be at risk of reducing cavendish banana production. Instead, these three variables could be a strategy to boost cavendish banana production. Meanwhile, climate variables and soil quality have no impact as they can interfere with irrigation.Penelitian ini bertujuan menguji faktor-faktor risiko produksi agribisnis pisang cavendish pada PT Vinda Abadi Sejahtera Kabupaten Bojonegoro. Hal ini didasarkan pada temuan lapang bahwa produksi pisang cavendish PT Vinda mengalami fluktuasi tiap bulannya. Oleh karena itu, analisis risiko produksi dilakukan untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhinya. Secara metodologis, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi binary linear. Data penelitian ini sebanyak 60 observasi dengan data time series bulanan. Variabel yang diuji adalah kualitas dan jumlah bibit, pupuk, kualitas SDM, iklim, dan kualitas lahan/tanah. Variabel independen tersebut diuji terhadap variabel produksi dengan pendekatan binary dan nominal. Hasil analisis menyebutkan bahwa pemenuhan bibit, pupuk, dan kualitas SDM petani mitra yang di bawah standar dapat berisiko menurunkan produksi pisang cavendish. Sebaliknya, ketiga variabel tersebut dapat menjadi strategi untuk meningkatkan produksi pisang cavendish. Sedangkan, variabel iklim dan kualitas tanah tidak berpengaruh karena dapat diintervensi dengan irigasi

    Peranan Pemberian Kredit Usaha Rakyat Pertanian Terhadap Pendapatan Petani Jagung Di Desa Mulyorejo Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro

    Full text link
    This research examines the role of providing credit to people's agricultural businesses on the income of corn farmers in Mulyorejo Village, Tambakrejo District, Bojonegoro Regency. The aim of this research is to identify and analyze the income of corn farmers before and after taking out a credit loan from the bank. The data source uses primary data and secondary data using 25 samples of corn farmers who received credit loans. The sampling technique is purposive sampling method. The method used is a quantitative descriptive approach. Data was collected through direct interviews with farmers who received credit loans using the interview method, field observation results and data regarding respondents. The research results show that there are differences in corn farmers' income before and after taking credit. The research results show that the credit loans taken by farmers are used to add labor, add seeds, add fertilizer and agricultural tools so that production results increase and the income earned increases. There are significant changes in the income of corn farmers before and after receiving a credit loan. There is an increase in income obtained by corn farmers after receiving credit. Therefore, the credit loans provided by the Bank have a positive impact on the income of corn farmers in Mulyorejo Village, Tambakrejo District, Bojonegoro Regency.Penelitian ini mengkaji tentang peranan pemberian kredit usaha rakyat pertanian terhadap pendapatan petani jagung di Desa Mulyorejo Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis pendapatan petani jagung sebelum dan sesudah mengambil pinjaman kredit dari Bank. Sumber data menggunakan data primer dan data sekunder dengan menggunakan 25 sampel petani jagung yang menerima pinjaman kredit. Teknik pengambilan sampel adalah dengan metode purposive sampling. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan petani yang mendapatkan pinjaman kredit menggunakan metode wawancara, hasil observasi lapangan dan data – data mengenai responden. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan pendapatan petani jagung sebelum dan sesudah mengambil kredit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pinjaman kredit yang diambil oleh petani digunakan untuk menambah tenaga kerja, menambah benih, penambahan pupuk dan alat pertanian sehingga hasil produksi bertambah dan pendapatan yang diperoleh meningkat. Pendapatan petani jagung sebelum dan sesudah menerima pinjaman kredit terdapat perubahan yang signifikan. Terdapat kenaikan pendapatan yang diperoleh petani jagung setelah menerima kredit. Oleh karena itu, pinjaman kredit yang diberikan Bank berdampak positif terhadap pendapatan petani jagung yang ada di Desa Mulyorejo Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro

    Evaluasi Kondisi Perkerasan Jalan Poros Desa Menggunakan Metode Pavement Condition Index (PCI)

    Full text link
    The village axis road is the main access for the community in carrying out economic activities and other social activities. Road damage often occurs on village main roads, this is due to road construction that has been completed but is not balanced with good road care or maintenance. Pavement Condition Index (PCI) is a method or system for assessing road pavement conditions based on the type and level of damage that has occurred and is used as a reference in determining the type of road maintenance or upkeep. The research was carried out on the main road in Wotan village, Sumberejo subdistrict, Bojonegoro district, with a sample road length of 500 meters and a width of 4 meters. From field observations, damage data and types of road damage were obtained, namely damage in the form of crocodile skin cracks, edge cracks, longitudinal and transverse cracks, weathering and Raveling, and Bleeding. The final PCI score was 78.6 in the very good category. The choice of road maintenance or maintenance for crack type damage with Slurry seal is to fill the cracks using a mixture of asphalt and fine aggregate,  Meanwhile, for this type of damage, releasing granules using chip seal is surface treatment by pouring asphalt directly onto the pavement surface, followed by aggregate and stirring.Jalan poros desa merupakan akses pokok bagi masyarakat dalam menjalankan kegiatan ekonomi dan kegiatan sosial  kemasyarakatan lainya. Kerusakan jalan sering terjadi pada jalan-jalan poros desa, hal ini disebabkan karena pembangunan jalan yang sudah selesai namun tidak diimbangi dengan perawatan atau pemeliharaan jalan yang baik. Pavement Condition Index (PCI) merupakan sebuah metode atau sistem penilaian kondisi perkerasan jalan berdasarkan jenis, tingkat kerusakan yang terjadi dan digunakan sebagai acuan dalam menentukan jenis pemeliharaan atau perawatan jalan. Penelitian dilakukan pada jalan poros Desa Wotan kecamatan Sumberejo kabupaten Bojonegoro dengan panjang sample jalan 500 meter dan lebar 4 meter. dari pengamatan dilapangan diperoleh data kerusakan dan jenis kerusakan jalan yaitu kerusakan berupa retak buaya, retak tepi, retak memanjang dan melintang, pelapukan atau pelepasan butiran serta pengembangan. Nilai akhir PCI adalah 78.6 dengan kategori baik sekali. Pilihan perawatan atau pemeliharaan jalan pada kerusakan jenis retak dengan Slurry seal yaitu dengan mengisi retakan menggunakan campuran aspal dan agregat halus, sedangkang untuk jenis kerusakan pelepasan butiran dengan cara Chip seal merupakan proses perawatan permukaan jalan yang melibatkan aplikasi langsung aspal cair ke permukaan perkerasan yang telah ada, diikuti dengan penyebaran agregat di atasnya dan proses pencampuran untuk menciptakan lapisan permukaan yang baru

    Analisis Potensi Peternak Sapi Potong di Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro

    Full text link
    The potential of beef cattle farming in Sumberrejo District, Bojonegoro Regency, has a significant impact on the local economy and community welfare. Through the use of Artificial Insemination (AI), the reproductive success rate of beef cattle has increased, reflected in a high population of crossbred cattle. Data analysis showed a varied distribution in the number and age of Ongole (PO) and IB-produced beef cattle in different villages, emphasizing the need for an active role of the Regional Implementation Unit (UPTD) in raising awareness and skills of farmers. Training and counseling on feed processing techniques also need to be improved to increase beef cattle productivity. By understanding and utilizing the potential of beef cattle farming, it can open up wider economic opportunities for rural communities and support local economic growth in a sustainable manner.Potensi peternakan sapi potong di Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, memiliki dampak signifikan terhadap ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat. Melalui penggunaan Inseminasi Buatan (IB), tingkat keberhasilan reproduksi sapi potong meningkat, tercermin dari populasi sapi cross yang tinggi. Analisis data menunjukkan distribusi yang bervariasi dalam jumlah dan usia sapi potong peranakan Ongole (PO) dan hasil IB di berbagai desa, menekankan perlunya peran aktif Unit Pelaksana Tugas Daerah (UPTD) dalam meningkatkan kesadaran dan keterampilan peternak. Pelatihan dan penyuluhan teknik pengolahan pakan juga perlu ditingkatkan untuk meningkatkan produktivitas sapi potong. Dengan memahami dan memanfaatkan potensi peternakan sapi potong, dapat membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat pedesaan dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan

    Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Desa Tangguh Bencana Pasca Bencana Gempa Bumi Lombok

    Full text link
    In 2018, there was a major earthquake in Lombok Island. The 6.9 magnitude earthquake had a considerable impact on people's lives such as casualties, injuries, property losses, and building damage. In 2021, Sheep Foundation came to Santong Mulia Village, in order to become a facilitator of the Disaster Resilient Village (Destana) Program for empowerment activities to build post-disaster community resilience. The Program is a community-based Disaster Risk Reduction (DRR) activity at the Village Level, which includes disaster education for the community. This research aims to analyze community empowerment activities through the Destana Program in Santong Mulia Village. This research is a Qualitative Research. The research sample was determined by purposive sampling technique, and data collection techniques were carried out by interview, observation and documentation. The research data was analyzed using qualitative descriptive analysis techniques. The results showed that the people of Santong Mulia Village actively participated in the Program both in the volunteer community and DRR activities. The Santong Mulia Village Disaster Preparedness Team (TSBD) has knowledge and skills in disaster management after participating in the capacity building provided by the facilitators. After achieving the expected capacity, the TSBD community conducted socialization and training to the community related to DRR knowledge in each hamlet. The empowerment process through the Destana Program in Santong Mulia is carried out community-based empowerment, by combining top-down and bottom-up approaches so as to create participation in the Program, and community independence in facing future disasters.Pada Tahun 2018 telah terjadi bencana gempa bumi yang cukup besar di Pulau Lombok dan sekitarnya. Gempa bumi yang berkekuatan 6.9 Magnitudo tersebut memberikan dampak yang cukup besar bagi kehidupan masyarakat seperti korban jiwa, luka-luka, kerugian harta benda, dan kerusakan bangunan. Pada Tahun 2021, Yayasan Sheep Indonesia (YSI) datang ke Desa Santong Mulia, dalam rangka menjadi fasilitator kegiatan pemberdayaan Program Desa Tangguh Bencana (Destana) untuk membangun ketahanan masyarakat pasca bencana. Program Destana merupakan kegiatan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) berbasis masyarakat di Tingkat Desa, yang didalamnya terdapat pendidikan bencana untuk masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui Program Destana di Desa Santong Mulia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling, dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Data penelitian di analisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Santong Mulia berpartisipasi aktif dalam Program baik terlibat dalam komunitas relawan maupun pada kegiatan PRB. Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) Santong Mulia memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan dalam menanggulangi bencana setelah mengikuti peningkatan kapasitas yang diberikan oleh fasilitator. Setelah mencapai kapasitas yang diharapkan, komunitas TSBD melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat terkait pengetahuan PRB di setiap Dusun. Proses pemberdayaan melalui Program Destana di Santong Mulia dilakukan berbasis masyarakat, dengan menggabungkan pendekatan top-down dan bottom-up sehingga dapat menciptakan partisipasi aktif dalam Program, dan kemandirian masyarakat dalam menghadapi bencana di masa mendatang

    Evaluasi Perkerasan Kaku Jalan Desa dengan Program KENPAVE di Wilayah Kecamatan Ngambon Kabupaten Bojonegoro

    Full text link
    Currently in the Bojonegoro Regency area, massive road pavement construction has been and is being carried out. Most of the district's main roads have been built using rigid pavement. Likewise in rural areas, the village government has built rigid pavement in stages. KenPave "Kentucky Flexible Pavement Design System," which is a software application used to design flexible asphalt roads in the state of Kentucky, United States. KenPave is a tool developed by the Kentucky Transportation Cabinet (KTC) to assist engineers and road designers in planning and designing durable and safe road pavement. Apart from that, a Pavement Condition Index (PCI) is also needed. PCI data is very important for transportation agencies and authorities to make the right decisions regarding which road pavement requires maintenance or rehabilitation. By regularly assessing road pavement conditions using PCI, they can allocate resources efficiently, prioritize repairs, and extend the life of road infrastructure. This research aims to evaluate the condition of the rigid pavement of rural roads and compare it with the condition of the rigid pavement of urban roads, taking the case of rural and urban roads in Bojonegoro district. Meanwhile, the implementation of the Kenpave application is to implement long-term performance on rigid pavement, which is the main objective of the road construction problems experienced by the village.Saat ini di wilayah Kabupaten Bojonegoro telah dan sedang dilakukan pembangunan perkerasan jalan yang masive. Sebagian besar ruas jalan poros kabupaten telah dibangun dengan menggunakan perkerasan kaku. Begitu juga di pedesaan, pemerintah desa telah membangun perkerasan kaku secara bertahap. KenPave "Kentucky Flexible Pavement Design System," yang merupakan aplikasi perangkat lunak yang digunakan untuk merancang jalan aspal fleksibel di negara bagian Kentucky, Amerika Serikat. KenPave adalah alat yang dikembangkan oleh Kentucky Transportation Cabinet (KTC) untuk membantu para ahli jalan dalam merencanakan dan merancang perkerasan jalan yang tahan lama dan aman. Selain itu diperlukan juga Pavement Condition Index (PCI), Data PCI sangat penting bagi badan transportasi dan pihak berwenang untuk mengambil keputusan yang tepat mengenai perkerasan jalan mana yang memerlukan pemeliharaan atau rehabilitasi. Dengan menilai kondisi perkerasan jalan secara berkala menggunakan PCI, mereka dapat mengalokasikan sumber daya secara efisien, memprioritaskan perbaikan, dan memperpanjang umur infrastruktur jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi perkerasan kaku jalan pedesaan dan membandingkannya dengan kondisi perkerasan kaku jalan perkotaan, dengan mengambil kasus jalan pedesaan maupun perkotaan yang ada di kabupaten Bojonegoro. Sedangkan untuk penerapan aplikasi Kenpave adalah untuk menerapkan kinerja jangka panjang pada perkerasan kaku yang mana menjadi tujuan pokok dari permasalahan konstruksi jalan yang dialami oleh desa

    7,121

    full texts

    7,978

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    FKIP UNS Journal Systems
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇