FKIP UNS Journal Systems
Not a member yet
    7978 research outputs found

    MODERASI BERAGAMA DALAM NOVEL MARYAM KARYA OKKY MADASARI SEBAGAI BAHAN AJAR SASTRA DI SMA

    Get PDF
    Akhir-akhir ini di Indonesia sedang marak isu intoleransi beragama dan penyebaran radikalisme. Fenomena tersebut memungkinkan mengancam persatuan dan keamanan bangsa. Padahal berbagai karya sastra termuat keteladanan dalam moderasi beragama yang dapat diakses pembaca karya sastra. Penelitian ini mengkaji nilai-nilai moderasi beragama dalam novel Maryam karya Okky Madasari dan relevansinya sebagai bahan ajar sastra di SMA. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, dengan pendekatan analisis wacana kritis model Norman Fairchlough yang mengutamakan teks sastra sebagai bahan kajian. Teknik pengumulan data dilakukan dengan analisis dokumen yang difokuskan pada dimensi teks dan konteks yang merepresentasikan moderasi beragama. Uji validitas data dilakukan dengan triangulasi teori. Teknik analisis data yang diterakpakan adalah analisis mengalir. Hasil penelitian menunjukkan muatan prinsip moderasi beragama yang terdapat dalam novel Maryam karya Okky Madasari. Selain itu, selaras dengan kurikulum Merdeka yang menekankan pada aspek profil pelajar Pancasila maka prinsip moderasi beragama yang terdapat dalam Novel Maryam karya Okky Madasari dapat digunakan sebagai bahan ajar sastra di SMA

    FESTIVAL LITERASI DAERAH SEBAGAI SEBUAH IMPLEMENTASI GERAKAN LITERASI SEKOLAH KOTA DENPASAR TAHUN 2021

    Get PDF
    Program Festival Literasi Daerah mengembangkan minat literasi khususnya dalam berkarya dengan menulis yang diikuti oleh guru maupun peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan mendeskripsikan kegiatan Festival literasi Denpasar, untuk mengetahui perbedaan kondisi sebelum dan sesudah adanya Festival Literasi Denpasar, dan pengaruh adanya kegiatan Festival Literasi Denpasar tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian survei secara kualitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah guru koordinator program Festival Literasi Denpasar yang dipilih secara purposive sampling dari beberapa sekolah di Denpasar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket dan wawancara, sedang analisis data melalui statistik deskriptif. Hasil penelitian ini berdasarkan perspektif guru koordinator sekolah mengenai program Festival Literasi Denpasar tahun 2020 yang merasa sangat terbantu dan mengharapkan program ini dapat dijadikan program secara periodik. Festival Literasi Denpasar 2021 juga sebagai ajang pembiasaan diri yang positif bagi peserta didik. Festival Literasi Denpasar 2021 mengalami peningkatan dibanding festival yang sebelumnya. Festival Literasi Denpasar 2021 memberikan dampak yang cukup signifikan kepada pengimplementasian Gerakan Literasi Sekolah di Kota Denpasar

    Eksistensi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Bantu Utama dalam Pembelajaran Sastra Jawa

    Get PDF
    Pembelajaran di Indonesia mayoritas menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantarnya. Salah satu proses pembelajaran yang juga menggunakan bahasa Indonesia sebagai pengantar adalah pembelajaran sastra Jawa. Materi pembelajaran sastra Jawa yang dianggap sulit oleh peserta didik memerlukan bahasa Indonesia sebagai bahasa bantu untuk mewujudkan pembelajaran yang ideal dan sesuai dengan tujuan yang tertera pada silabus. Pemanfaatan bahasa Indonesia sebagai bahasa bantu utama dalam pembelajaran sastra Jawa di ranah pendidikan memang diperlukan karena dapat memudahkan siswa dan meminimalisasi kesalahpahaman terhadap materi yang disampaikan. Oleh karena itu, bahasa Indonesia menjadi bahasa yang menyelamatkan peserta didik dari kesalahpahaman arti dalam pembelajaran sastra Jawa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan eksistensi bahasa Indonesia sebagai bahasa bantu utama dalam pembelajaran sastra Jawa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan bahasa Indonesia sebagai bahasa bantu utama dapat memudahkan peserta didik dalam memahami penyampaian materi pembelajaran. Oleh karena itu, dalam pembelajaran sastra Jawa, bahasa Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata jika melihat keberadaan dan kebermanfaatannya

    Nilai Religi Islam dalam Cerita Rakyat Asal Mula Tradisi Wahyu Kliyu di Desa Jatipuro, Indonesia

    Get PDF
    Pelestarian cerita rakyat penting digencarkan karena didalamnya juga terkandung representasi berbagai unsur budaya dalam cerita rakyat, salah satunya sistem sistem religi. Penelitian ini berupaya untuk mengisi kekosongan dalam kajian terkait tradisi Wahyu Kliyu dengan menganalisis unsur keislaman yang terkandung di dalam cerita rakyat tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan strategi etnografi. Data penelitian berupa data kualitatif yang bersumber dari catatan hasil lapangan wawancara dengan informan, yaitu Kepala Desa Kendal Kecamatan Jatipuro Kabupaten Karanganyar yang dipilih melalui snowball sampling. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis mengalir. Validitas data temuan peneliti an diperiksa denganmenggunakan teknik triangulasi data. Nilai-nilai religi Islam dalam cerita rakyat asal mula tradisi dikategorikan menjadi tiga, yaitu hubungan manusia dengan tuhan, hubungan manusia dengan manusia, serta hubungan manusia dengan alam. Hubungan manusia dengan tuhan direpresentasikan dalam cerita rakyat dalam bentuk tingkah laku tokoh yang beriman atau percaya kepada tuhan, bersyukur kepada tuhan, serta memohon dan memohon pertolongan kepada tuhan. Hubungan manusia dengan manusia direpresentasikan melalui tingkah laku tokoh berupa gotong royong, masyarakat, dan berbagi kepada sesama manusia. Sedangkan hubungan manusiadengan alam yang ditemukan dalam cerita rakyat berupa mensyukuri hasil bumi dan meyakinibahwa alam adalah perantara Tuhan dan manusia

    Peningkatan Keterampilan Membaca Geguritan Melalui Metode Art Performance-Learning Kelas XII SMK Negeri 1 Kedung

    Get PDF
    Tujuan penelitian untuk meningkatkan keterampilan peserta didik pada pembelajaran membaca geguritan di kelas XII. Hal ini dikarenakan permasalahan dalam proses pembelajaran monoton hanya menggunakan metode ceramah, tanpa mengembangkan penggunaan metode pembelajaran lain yang lebih inovatif dan kreatif. Proses pembelajaran yang belum komunikatif dan interaktif dengan tidak mengembangkan media pembelajaran yang baik membuat peserta didik pasif serta kurang memiliki minat untuk mengikuti pembelajaran, menyebabkan rendahnya hasil belajar pada keterampilan membaca geguritan. Perbaikan pembelajaran melalui metode Art Performance-Learning bertujuan dapat meningkatkan keterampilan peserta didik dalam membaca geguritan. Pendekatan yang digunakan melalui laporan hasil penelitian peserta didik kelas XII SMK Negeri 1 Kedung. Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan dua siklus yang terdiri atas tindakan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi atas hasil penelitian perbaikan menunjukkan peningkatan. Hasil tes formatif yang semula 65, pada siklus I meningkat 73, siklus II menjadi 81,5. Dengan KKM 70 rata-rata ketuntasan pada Prasiklus 29,1%, Siklus I menjadi 54%, dan Siklus II menjadi 87,5%.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Art Performance-Learning dapat meningkatkan keterampilan peserta didik dalam membaca geguritan menjadi lebih baik

    Pembelajaran Elektronik (E-Learning) Aksara Jawa Berbasis Android pada Siswa SMAN 2 Wonogiri

    Get PDF
    Abstract: Javanese script is one of the material that is considered difficult by students. In teaching the material of Javanese script, the teacher still uses a monotonous method. Students will feel bored and not interested in Javanese script. Actually, if   learning use the book sometimes makes we feel boring. Learning Media on smartphone already found in everywhere, especially smartphone based on android. Because the features in Android smartphones can be used to assist in the learning media. By utilizing the features and convenience in a smartphone, then be made an multimedia learning application for learn Javanese script entitled “Learning Javanese script Application Based On Android In SMAN 2 WONOGIRI”. Users can use the application by offline. Development of systems used to build these applications are using Eclipse , Java language for scripting program. The design of the system used is a UML diagram. This application is expected to simplify the learning process of Javanese script through android smartphones.Abstrak: Aksara jawa merupakan salah satu materi yang dianggap sulit oleh siswa. Dalam mengajarkan materi aksara jawa, guru masih menggunakan model yang monoton. siswa akan merasa bosan dan tidak tertarik dengan Aksara Jawa.Sebenarnya jika belajar menggunakan buku terkadang membuat kita merasa bosan. Pembelajaran menggunakan media smartphone sudah ditemukan di mana-mana, terutama smartphone berbasis android. Pasalnya, fitur di smartphone Android bisa digunakan untuk membantu media pembelajaran. Dengan memanfaatkan fitur dan kenyamanan di smartphone, maka dibuatlah sebuah aplikasi pembelajaran Aksara Jawa yang berjudul "Pembelajaran Aksara Jawa Berbasis Aplikasi Android di SMP Penda Tawnagmangu”. Pengguna bisa menggunakan aplikasi secara offline. Pengembangan sistem yang digunakan untuk membangun aplikasi ini menggunakan Eclipse, bahasa Jawa untuk program scripting. Perancangan sistem yang digunakan adalah diagram UML. Aplikasi ini diharapkan bisa menyederhanakan proses kata-kata bahasa Mandarin melalui smartphone androi

    Makna Filosofis dalam Tradisi Dhawuhan di Desa Warujanggan Kabupaten Magetan

    Get PDF
    Abstract: Culture and tradition has become an inherent matter of society. Society acts as a subject that carries, shapes, changes, develops, and maintains the existence of culture and traditions. Strong ideology and meanings are important factors in the preservation of traditions from time to time. Philosophical meaning is one of the elements in a tradition so that society is able to maintain its existence. One of the traditions that still exists and develops especially in Javanese society and contains a very strong philosophical meaning is the village clean tradition. Javanese people, especially in Warujanggan Village, Magetan Regency, call this tradition a Dhawuhan tradition. This study used qualitative data that was analyzed descriptively. Some important things that will be conveyed in this study are certainly closely related to the Dhawuhan tradition itself and the philosophical meaning that contained in a series of Dhawuhan traditions.Abstrak: Budaya dan tradisi menjadi sebuah perihal yang melekat pada masyarakat. Masyarakat berperan sebagai subjek yang membawa, membentuk, merubah, mengembangkan, hingga mempertahankan eksistensi kebudayaan dan tradisi. Ideologi dan makna yang kuat menjadi faktor penting dalam pemertahanan tradisi dari masa ke masa. Makna filosofis merupakan salah satu unsur di dalam sebuah tradisi agar masyarakat mampu mempertahankan eksistensinya. Salah satu tradisi yang sampai saat ini masih ada dan berkembang di masyarakat Jawa dan mengandung makna filosofis yang sangat kuat ialah tradisi bersih desa. Masyarakat Jawa khususnya di Desa Warujanggan, Kabupaten Magetan menyebut tradisi tersebut menjadi tradisi Dhawuhan. Penelitian ini menggunakan data kualitatif yang dianalisis secara deskriptif. Hal-hal penting yang akan disampaikan dalam penelitian ini tentunya berkaitan erat dengan tradisi Dhawuhan itu sendiri dan makna filosofis yang terkandung dalam serangkaian tradisi Dhawuhan

    Makna Simbolis: Sasmita Tembang Naskah Serat Sajarah Urun Wijining Karaton

    Get PDF
    Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya raya. Salah satu kekayaan di Indonesia adalah naskah manuskrip Jawa. Naskah merupakan salah satu kebudayaan hasil karya manusia. Naskah Jawa sebagai salah satu bagian dari kebudayaan sangat banyak memiliki simbol-simbol, seperti yang terdapat di dalam naskah Serat Sajarah Urun Wijining Karaton. Proses mewujudkan simbol-simbol sangat diperlukan, hal itu bertujuan mempermudah manusia berupaya memahami hubungannya dengan Sang pencipta, alam, dan sesama manusia, maupun alam gaib. Cara pemberian nama tembang di setiap pupuh tersebut ditulis secara simbolis atau semiotik, dengan sistem tanda-tanda. Simbol-simbol tersebut adalah pemakaian sasmita tembang disetiap awal dan akhir pupuh ketika akan memasuki tembang baru. Hal ini dimaksudkan agar para pembaca naskah Serat Sajarah Urun Wijining Karaton  mengetahui bahwa tembang selanjutnya berbentuk apa

    Nilai Pendidikan dalam Penokohan Novel Ombak Sandyakalaning

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur instrinsik, nilai pendidikan pada novel Ombak Sandyakalaning karya Tamsir A.S dan kesesuaiannya sebaai materi pembelajaran apresiai novel bagi siswa SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan analisis isi. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. Pertama, kajian struktural meliputi tokoh dan penokohan, alur, latar, sudut pandang, tema dan amanat. Kedua, nilai pendidikan dalam novel Ombak Sandyakalaning meliputi: a) nilai pendidikan adat/budaya; b) nilai pendidikan sosial yang disampaikan pada umumnya mengajarkan tentang kebutuhan hidup bersama, seperti kasih sayang, tolong menolong, kepercayaan, pengakuan dan penghargaan; c) nilai pendidikan moral meiputi penggambaran karakter pemaaf, sopan santun, berterimakasih; dan d) nilai pendidikan agama meliputi sifat tokoh yang mengajarkan cara mensyukuri nikmat dengan cara berdoa dalam segala aktivitas dan mengajarkan tentang penghargaan dan penghormatan kedapa agama. Nilai pendidikan tersebut mengandung pendidikan tersebut mengandung pendidikan karakter yang perlu ditanamkan kepada siswa sejak dini. Ketiga, berdasarkan hasil analisis struktural dan nilai pendidikan, dilakukan analisis kurikulum dengan pembelajaran novel dan sintesis sumber data dengan informan sehingga dapat disimpulkan bahwa novel Ombak Sandyakalaning dapat digunakan sebagai materi pembelajaran novel pada siswa SMA karena sesuai dengan kurikulum dan tingkat perkembangan siswa

    Nilai Pendidikan Karakter dalam Naskah Ketoprak “Rembulan Wungu” Karya Bondan Nusantara

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) kawruh kagunan basa yang terdapat dalam naskah ketoprak “Rembulan Wungu”; (2) nilai pendidikan karakter dalam naskah ketoprak “Rembulan Wungu”; dan (3) relevansi naskah ketoprak “Rembulan Wungu” karya Bondan Nusantara dengan pembelajaran bahasa Jawa di SMP. Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif dengan pendekatan struktural. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Data diambil peneliti berasal dari naskah ketoprak “Rembulan Wungu” karya Bondan Nusantara, wawancara dengan pengarang naskah ketoprak, dosen, guru bahasa Jawa, dan siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis mengalir yang meliputi tiga komponen, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Kawruh kagunan basa yang terdapat dalam naskah ketoprak “Rembulan Wungu” karya Bondan Nusantara yaitu: (a) tembung saroja, (b) tembung garba, (c) tembung plutan. (d) tembung wancahan, (e) kerata basa, (f) tembung entar, (g) saloka, (h) panyandra, (i) parikan; (2) Nilai pendidikan karakter yang terkandung adalah (a) religius, (b) jujur, (c) disiplin, (d) kerja keras, (e) kreatif, (f) mandiri, (g) demokratis, (h) semangat kebangsaan atau nasionalisme, (i) cinta tanah air, (j) komunikatif, (k) peduli lingkungan, (l) peduli sosial, (m) tanggung jawab; dan (3) Relevansi naskah ketoprak “Rembulan Wungu” karya Bondan Nusantara cocok dengan materi ajar bahasa Jawa di SMP pada kompetensi dasar memahami sandiwara tradisional Jawa dan menelaah naskah sandiwara pada kelas IX semester II dan juga berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan informan-informan yaitu dosen, guru, siswa

    7,121

    full texts

    7,978

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    FKIP UNS Journal Systems
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇