FKIP UNS Journal Systems
Not a member yet
7978 research outputs found
Sort by
STRATEGI PEMBELAJARAN DENGAN METODE JIGSAW UNTUK MELATIH KETERAMPILAN BERBICARA PADA SISWA SMP WARGA SURAKARTA
Keterampilan berbicara pada siswa tidak terlepas dari cara mengajar yang baik, suasana kelas yang kondusif, dan strategi pembelajaran yang tepat. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan di kelas VII A SMP Warga Surakarta kemampuan berbicara peserta didik masih rendah. Hal ini dapat dilihat pada kegiatan diskusi berlangsung, rendahnya pemahaman siswa untuk menanggapi siswa lain ketika presentasi di depan kelas, rendahnya respon siswa untuk memberikan saran dan masukan kepada temannya yang melakukan presentasi di depan kelas. Keterampilan berbicara pada siswa tidak terlepas dari cara mengajar yang baik, suasana kelas yang kondusif, dan strategi pembelajaran yang tepat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Metode dalam peningkatan keterampilan berbicara siswa dengan menggunakan metode Jigsaw pada siswa kelas VII A SMP Warga Surakarta tahun pelajaran 2022/2023. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Hasil pembahasan dari penelitian ini yaitu apabila pembelajaran dengan metode Jigsaw dilakukan secara terus menerus dapatmeningkatkan keterampilan berbicara pada siswa yang meliputi siswa aktif dalam pembelajaran, konsentrasi dan fokus selama pembelajaran, siswa berani menyampaikan pendapatnya, siswa merespon pertanyaan dari guru, bekerjasama dengan baik, penggunaan kata/diksi yang tepat, pelafalan yang jelas dan mudah dimengerti dan mampu menjelaskan materi dengan tepat
PENGEMBANGAN MEDIA POWTOON PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMAN KEBAKKRAKMAT
Media pembelajaran memiliki peran yang penting dalam proses pembelajaran siswa.Namun seringkali media pembalajaran saat ini kurang diminati karena cenderung monoton dan kurang menarik. Siswa saat ini lebih menyukai media pembelajaran yang berbasis audio dan visual daripada metode ceramah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui media apa yang dibutuhkan oleh guru Bahasa Indonesia SMAN Kebakkramat, Karanganyar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Design and Development, dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Pengumpulan data penelitian ini diperoleh dari wawancara, observasi, dan studi literatur.Wawanacara dilakukan bersama guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMANKebakkramat, Karanganyar. Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa media yang dibutuhkan adalah media yang berisi audio dan visual. Hal ini dapat ditunjukkan dengan siswa yang cenderung aktif saat menggunakan media pembelajaran audio dan visual. Peneliti melalukan pengembangan menggunakan media pembelajaran menggunakan Animasi Powtoon dan hasil pengembangan cocok dan layak digunakan untuk media pembelajaran Bahasa Indonesia untuk peserta didik jenjang SMA/SMK
OPTIMALISASI PENGAJARAN BAHASA MELALUI KEBUTUHAN BAHAN AJAR BERBASIS BUDAYA LOKAL KEISLAMAN DI BIPA UIN SURAKARTA
BIPA ditingkat PTKIN memiliki kekhasan dalam penyajian materi yaitu dengan menghadirkan materi berwawasan keislaman atau Islamic Studies. Salah satu hal yang menarik minat pemelajar asing adalah ingin mengetahui budaya daerah tempat mereka belajar. Misal dalam mengenalkan budaya lokal bernuansa keislaman di Surakarta. Namun demikian, upaya tersebut masih belum maksimal dikarenakan masih minimnya bahan ajar yang membahas secara khusus terkait materi budaya lokal keislaman. Belum ada buku atau bahan ajar yang khusus berisi materi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan bahan ajar berwawasan budaya lokal keislaman sebagai upaya mengoptimalisasi pembelajaran bahasa di BIPA UIN Raden Mas Said Surakarta (UIN Surakarta). Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif, Teknik pengumpulan data melalui wawancara. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa belum ada bahan ajar secara khusus dalam membahas materi wawasan budaya lokal keislaman, selama ini bahan ajar yang digunakan dari buku terbitan Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan (PPSDK) yaitu buku berjudul Sahabatku Indonesia. Implikasi dari hasil penelitian ini diharapkan mampu menjadi pertimbangan penelitian selanjutnya dalam mengembangkan bahan ajar berbasis keislaman (Islamic Studies)
PEMANFAATAN WORDWALL SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMP NEGERI 2 KARANGANYAR DENGAN PENDEKATAN TEACHING AT THE RIGHT LEVEL (TaRL)
Pada pembelajaran abad 21 ini teknologi berkembang sangat pesat, sehingga perlu bagi seorang guru untuk menciptakan media pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan menyenangkan sekaligus berpihak pada peserta didik. Penelitian ini termasuk dalam penelitian Tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman materi Bahasa Indonesia dengan media games interaktif Wordwall. Sasaran dalam penelitian ini adalah 34 peserta didik kelas VIII B SMPNegeri 2 Karanganyar dengan menggunakan dua siklus pengambilan data. Data yang diperlukan yaitu hasil dari gim, angket kuesioner, obeservasi, wawancara, serta dokumentasi yang berkaitan dengan penelitian. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa dengan menggunakan media gim Wordwall dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Melalui TaRL guru mampu menyampaikan materi pembelajaran yang mengacu pada tingkat kemampuan peserta didik sehingga materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik
Science E-module : A Literature Review and Bibliometric Analysis
Abstract:. This study aims to analyze and describe trends in the research and development of science electronic module (e-module). The research methods used in this study combine the literature review and bibliometric analysis conducted using Publish or Perish (PoP) and VOSViewer software. The five-step bibliometric analysis method is adopted. Based on the result, 83 papers during period 2018-2023 about ‘Science E-Modules’ are obtained from Google Scholar. Based on the results, it can be concluded that articles about science e-module in the period 2018-2023 witnessed a drastic increase from 2020 to 2022, which confirms that science e-module is a promising and prevalent research domain. The bibliometric analysis results indicate that the most topics to address regarding the science e-module are those related to STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics) and science process skill. In further research, science e-modules can be developed with other topics that have not been discussed before or by combining several topics into a new topic such as ethno-STEM to improve scientific literacy.
Hambatan dan Solusi Pelaksanaan Praktikum IPA (Studi kasus di SMP Negeri 3 Purwantoro Kabupaten Wonogiri)
Abstract:. The laboratory is a facility that improves the quality of learning. Science laboratory management must be in accordance with standards. The purpose of the study was to identify obstacles and present practical solutions in improving science practicum. This research uses a descriptive qualitative approach. The research method used observation, interview, questionnaire. Respondents were 1 principal, 2 science teachers, and 50 students of SMP Negeri 3 Purwantoro in the 2023/2024 academic year. The results of the study identified obstacles, such as the low implementation of science practicum can be caused by a number of obstacles including: lack of provision of teacher knowledge and skills, low teacher participation in laboratory utilisation training, limited laboratory facilities and equipment, implementation obstacles according to the perceptions of principals, teachers, and students, lack of laboratory staff, and low performance of laboratory heads due to work overload. The solutions are teacher collaboration through Teacher Working Groups, special training for teachers, budgeting for lab equipment and materials, teacher creativity in making alternative learning media, teacher motivation through training and collaboration, budgeting for laboratory equipment and materials, recruitment of lab assistants and additional science teachers or empowering existing resources.This research is expected to provide insight to schools and teachers to improve the quality of science practicum at SMP Negeri 3 Purwantoro. This will create a better learning experience, strengthen students' understanding of scientific concepts, and increase academic achievement.Abstrak: Laboratorium merupakan fasilitas yang meningkatkan kualitas pembelajaran. Pengelolaan laboratorium IPA harus sesuai dengan standar. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi hambatan dan menyajikan solusi praktis dalam meningkatkan praktikum IPA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Metode penelitian menggunakan metode observasi, wawancara, angket. Responden adalah 1 Kepala Sekolah, 2 guru IPA, dan 50 siswa SMP Negeri 3 Purwantoro tahun pelajaran 2023/2024. Hasil penelitian mengidentifikasi hambatan, seperti rendahnya pelaksanaan praktikum IPA dapat disebabkan oleh sejumlah hambatan yang meliputi: kurangnya bekal pengetahuan dan keterampilan guru, rendahnya partisipasi guru dalam pelatihan pemanfaatan laboratorium, keterbatasan fasilitas dan peralatan laboratorium, hambatan pelaksanaan menurut persepsi kepala sekolah, guru, dan siswa, kekurangan tenaga laboran, serta rendahnya kinerja kepala laboratorium karena kelebihan beban kerja. solusinya adalah kolaborasi guru melalui Kelompok Kerja Guru, pelatihan khusus untuk guru, penganggaran untuk alat dan bahan praktikum, kreativitas guru dalam membuat media pembelajaran alternatif, motivasi guru melalui pelatihan dan kolaborasi, penganggaran untuk alat dan bahan laboratorium, perekrutan tenaga laboran dan guru IPA tambahan atau memberdayakan sumber daya yang ada.Penelitian ini diharapkan memberikan wawasan kepada sekolah dan guru untuk meningkatkan kualitas praktikum IPA di SMP Negeri 3 Purwantoro. Hal ini akan menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih baik, memperkuat pemahaman konsep ilmiah siswa, dan peningkatan pencapaian akademik
Analisis Kebutuhan Guru Terhadap Pengembangan Modul Ajar Berbasis Discovery Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif pada Materi Gelombang Bunyi
Abstract: This study aims to analyze the needs of teachers related to the independent curriculum teaching modules in schools using descriptive methods. Data collection was carried out by distributing questionnaires with 10 physics teachers as respondents scattered in several regional schools in Java. Some teachers still have difficulty compiling and developing teaching modules. Based on the analysis of teacher needs, teachers need teaching modules of the independent curriculum based on discovery learning on sound wave material. The research results showed that 40% of teachers still had difficulty compiling teaching modules and 30% of teachers had difficulty developing teaching modules. In addition to the sound wave material, 40% of teachers agreed that the material included material that was difficult for students to understand and 30% of teachers still had difficulty teaching matters related to critical and creative thinking skills. In compiling teaching modules the ability and creativity of a teacher is needed. This is because the teaching module is one of the teaching tools that is very important for the success of the learning process in the classroom. Based on interviews and questionnaires analyzing teacher needs, a systematic teaching module is needed that displays pictures or videos, this certainly makes it easier for teachers to carry out the Physics learning process, especially sound wave material in class.Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan guru berkaitan dengan modul ajar kurikulum merdeka disekolah menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data melalui penyebaran angket dengan responden 10 guru fisika yang tersebar di beberapa sekolah daerah di Jawa. Sebagian guru masih mengalami kesulitan menyusun dan mengembangkan modul ajar. Berdasarkan analisis kebutuhan guru, guru membutuhkan modul ajar kurikulum merdeka berbasis discovery learning pada materi gelombang bunyi. Hasil penelitian didapatkan 40% guru masih mengalami kesulitan menyusun modul ajar dan 30% guru mengalami kesulitan untuk mengembangkan modul ajar. Selain itu materi gelombang bunyi 40% guru setuju bahwa materi tersebut termasuk materi yang sulit dipahami oleh siswa dan 30% guru masih mengalami kesulitan mengajarkan hal-hal yang berkaitan dengan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Dalam menyusun modul ajar kemampuan dan kreativitas seorang guru sangat diperlukan. Hal ini dikarenakan modul ajar merupakan salah satu perangkat ajar yang sangat penting untuk keberhasilan proses pembelajaran dikelas. Berdasarkan wawancara dan angket analisis kebutuhan guru, dibutuhkan suatu modul ajar sistematis yang menampilkan gambar atau video, hal ini tentu memudahkan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran Fisika khususnya materi gelombang bunyi dikelas
Dilematis Menegement Laboratorium Sains Prada
Abstract: A laboratory is a place where students can get concrete explanations about equipment or materials that they cannot understand when they are in class. The laboratory functions as a learning resource, contextual understanding of concepts, and an interesting learning method for students. The benefits of learning in the laboratory are that students can learn facts, symptoms, instill concepts. Acquire cognitive knowledge and skills. As an application of knowledge and skills and having a scientific attitude. The results of learning in this laboratory can be used as a benchmark for understanding the material being studied. Laboratory management is of course also equipped with various things, including managers and work programs. Laboratory Managers include the Head of School, Head of Laboratory, Laboratory Assistant and Cleaning Officer. There are several aspects listed in Laboratory management, including: planning, structuring, administration, security, maintenance and supervision. Because basically laboratory management steps will be carried out well if it has a clear organizational structure. However, there are quite a few schools that do not have laboratory management/management. So they don't have a clear and organized work program. In reality, quite a few schools still don't have proper laboratory management. There are several factors that cause this to happen, including: lack of competent personnel, policies of policy makers who do not pay attention to the interests of the laboratory. So laboratory management is still far from ideal. For this reason, it is necessary to provide an understanding for policy makers to pay more attention to laboratory management, so that it can function according to its functionAbstrak: Laboratorium merupakan tempat dimana siswa dapat memperoleh penjelasan secara kongkret tentang peralatan atau bahan -bahan yang belum dapat dipahami saat mereka berada di kelas. Laboratorium berfungsi sebagai sumber belajar, pemahaman konsep secara kontekstual, metode pembelajaran yang menarik bagi siswa. Manfaat pembelajaran di Laboratorium siswa dapat mempelajari fakta, gejala, penanaman konsep. Memperoleh pengetahuan kognitif dan ketrampilan. Sebagai penerapan pengetahuan dan ketrampilan serta memiliki sikap ilmiah. Hasil pembelajaran di laboratorium ini, dapat dijadikan tolak ukur dalam pemahaman materi yang dipelajari.Management laboratorium itu tentunya juga dilengkapi dengan berbagai hal antara lain, pengelola dan program kerja. Pengelola Laboratorium meliputi, Kepala Sekola, Kepala Laboratorium, Laboran dan Petugas Kebersihan. Ada beberapa aspek yang tercantum dalam pengelolaan Laboratorium antara lain:perencanaan, penataan, pengadministrasian, pengamanan, perawatan dan pengawasan. Karena pada dasarnya Langkah - langkah pengelolaan Laboratorium akan terlaksana dengan baik, jika memiliki struktur organisasi yang jelas. Tetapi tidak sedikit sekolah yang tidak memiliki kepengurusan /management Laboratorium. Sehingga tidak memiliki program kerja yang jelas dan tertata.Pada kenyataannya tidak sedikit sekolah yang masih belum memiliki management laboratorium yang tepat. Ada beberapa factor yang menyebabkab hal ini terjadi anatara lain: kurangnya tenaga yang kompeten, kebijakan para pemangku kebijakan yang kurang memperhatikan kepentingan Laboratorium. Sehingga management Laboratorium masih jauh dari ideal. Untuk itu perlu diadakan pemahamn pada para pemangku kebijakan agar lebih memperhatikan management Laboratorium, sehingga dapat berfungsi sesuai dengan fungsiny
Analysis of Profile Discipline and Learning Motivation of Class VIII Students of Junior High School 03 Buay Sandang Aji State
Abstract:. Discipline and motivation to learn is one of the basic aspects that encourage optimal learning outcomes. The purpose of this study was to determine the level of quality of discipline and student motivation that can affect learning outcomes. This research is a descriptive analysis using quantitative data. Data were obtained through test and non-test techniques which included tests of cognitive learning outcomes, observation sheets of discipline and learning motivation, and inclusive interviews. The research sample involved 60 grade VIII students of SMP Negeri 03 Buay Sandang Aji, Kab. OKU Selatan, South Sumatera. The results of the research test showed that student learning outcomes were relatively low with the percentage of students' N-Gain Scores ranging from the experimental class to a relatively moderate range of 53.08%. While the learning outcomes of students in the control class showed a score of around 47.64%. While the results of observations of discipline in learning science are relatively high with an average acquisition of around 75.00% in the high category and the level of student learning motivation is around 48.96% in the low category. The results of teacher and student interviews show difficulties in increasing discipline and learning motivation.Abstrak: Sikap disiplin dan motivasi belajar adalah salah satu aspek dasar yang medorong hasil belajar yang optmal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kualitas kedisiplinan dan motivasi belajar siswa yang dapat mempengaruhi hasil belajar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analisis dengan menggunakan data kuantitatif. Data diperoleh melalui teknik tes dan non tes yang meliputi tes hasil belajar kognitif, lembar observasi kedisiplinan dan motivasi belajar, dan wawancara inklusif. Sample penelitian melibatkan 60 siswa kelas VIII SMP Negeri 03 Buay Sandang Aji, Kab. OKUS, Sumatera Selatan. Hasil tes penelitian menunjukkan hasil belajar siswa relatif rendah dengan persentase N-Gain Score siswa berkisar kelas eksperimen relatif sedang berkisar 53.08%. Sedangkan hasil belajar siswa pada kelas kontrol menunjukkan perolehan nilai berkisar 47.64%. Sedangkan hasil observasi sikap kedisiplinan dalam belajar IPA relatif tinggi dengan perolehan rerata berkisar 75.00% dengan kategori tinggi dan tingkat motivasi belajar siswa berkisar 48.96% dengan kategori rendah. Hasil wawancara guru dan siswa menunjukkan kesulitan dalam meningkatkan kedisiplinan dan motivasi belajar
Analisa Manajemen Laboratorium Sains Di Smkn Ngraho Bojonegoro
Abstrak: Salah satu hakikat sains adalah sains sebagai proses dimana dalam pelaksanaannya membutuhkan laboratorium sebagai sarana. Laboratorium sains di sekolah adalah tempat siswa melakukan praktikum dalam rangka membuktikan atau mengkonstruksi teori-teori sains. Di sekolah menengah kejuruan pada umumnya tempat praktik yang diutamakan adalah tempat praktik sesuai dengan konsentrasi keahliannya, untuk itu peneliti berusaha menganalisa manajemen laboratorium sains di SMKN Ngraho. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan manajemen laboratorium di SMKN Ngraho Bojonegoro. Hasil dari analisa ini secara umum menunjukkan hasil yang kurang dikarenakan persyaratan manajemen laboratorium sains, yaitu : 1) Perencanaan, 2) Pengorganisasian, 3) Pelaksanaan dan 4) Pengawasan belum berjalan secara maksimal. Dengan hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi peneliti sebagai salah satu guru sains di sekolah tersebut, guru-guru sains dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan manajemen laboratorium sehingga pembelajaran sains dapat dilaksanakan sesuai dengan hakikat sains sebagai proses dan tuntutan pembelajaran pada kurikulum merdeka saat ini