FKIP UNS Journal Systems
Not a member yet
    7978 research outputs found

    Keterampilan Berbicara Ragam Bahasa Jawa Krama Alus Melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran bahasa Jawa krama alus dan keterampilan berbicara bahasa Jawa krama alus melalui model pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang merupakan jenis penelitian yang merupakan bentuk kolaborasi antara peneliti dan guru. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan sebanyak dua siklus. Setiap siklus meliputi empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas XI MIPA 3 SMA NEGERI 11 SEMARANG. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Validitas data menggunakan triangulasi sumber data dan metode. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskripsi komparatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil keterampilan berbicara bahasa Jawa krama alus siswa kelas XI MIPA 3 SMA NEGERI 11 SEMARANG. Hal ini dapat dilihat melalui beberapa indikator sebagai berikut peningkatan kemampuan guru dalam menyusun RPP, peningkatan kemampuan guru dalam menerapkan model pembelajaran berbasis masalah dalam pembelajaran, peningkatan sikap siswa dalam pembelajaran, dan peningkatan kemampuan siswa dalam berbicara bahasa Jawa krama alus

    MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS CERITA PENDEK DENGAN METODE EXPERIENTIAL LEARNING BAGI SISWA SEKOLAH DASAR DI KOMUNITAS SOLO MENGAJAR

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan upaya peningkatan keterampilan menulis cerita pendek siswa jenjang sekolah dasar yang belajar di Komunitas Solo Mengajar dengan menggunakan metode pembelajaran experiential learning. Dalam penelitian ini, peningkatan keterampilan menulis dilakukan dalam tiga siklus. Siklus pertama adalah penyampaian materi menulis cerpen dan menentukan tema cerita. Siklus kedua adalah mengembangkan gagasan utama cerita yang bersumber dari kehidupan nyata siswa. Siklus ketiga adalah menulis cerita pendek. Jenis pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Subyek penelitian adalah siswa sekolah dasar yang belajar di Komunitas Solo Mengajar, sedangkan obyek penelitian ini adalah metode experiential learning dalam pembelajaran menulis cerita pendek. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan keterampilan menulis siswa sekolah dasar yang menjadi peserta didik di Komunitas Solo Mengajar. Metode experiential learning efektif diterapkan dalam pembelajaran menulis cerita pendek, karena menekankan pengalaman nyata sebagai sumber cerita

    IMPLEMENTASI MODEL GAMES BASED LEARNING DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA WORDWALL UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS X DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMAN 2 SURAKARTA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaranberbasis permainan menggunakan media WordWall untuk meningkatkan minatbelajar peserta didik. Media WordWall merupakan media interaktif yangmenyediakan templat seperti kuis, acak kata, atau pencarian kata. Jenis yangdigunakan dalam penelitian ini, yaitu penelitan kualitatif dengan studi kasus. Teknikpengumpulan data menggunakan teknik observasi. Hasil penelitian menunjukkanbahwa model pembelajaran berbasis permainan dengan media WordWall dapatmenarik perhatian peserta didik, meningkatkan minat dan motivasi peserta didik,serta pembelajaran menjadi interaktif

    PEMANFAATAN SITUS WEB EDLINK BERBASIS LEARNING MANAGEMENT SYSTEM (LMS) DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA N 5 SURAKARTA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pemanfaatan learning management system (LMS) sebagai media pembelajaran inovatif di SMA Negeri 5 Surakarta. Penelitian ini dilakukan guna membantu guru bahasa Indonesia di SMA Negeri 5 Surakarta dalam mengembangkan media pembelajaran yang lebih inovatif bagi siswa. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah métode deskriptif kualitatif dan studi kepustakaan atau library research. Data penelitian yang dikumpulkan berupa hasil transkrip percakapan antara penulis dengan narasumber yang berhubungan. Sumber data yang digunakan diambil dari wawancara yang dilakukan secara langsung dengan narasumber, serta berbagai referensi yang relevan dengan penelitian seperti buku, jurnal penelitian, dan manual book learning management system. Hasil akhir dari penelitian adalah memberikan saran media pembelajaran berupa situs web edlink berbasis learning management system (LMS) yang diharapkan dapat memberi kemudahan ketika kegiatan pembelajaran berlangsung

    Upaya Pengembangan Kreativitas dalam Bidang Pendidikan Sains : Analisis Bibliometrik

    Get PDF
    Abstract:. This research aims to reveal the scope of research about creativity in science education and provide systematic references through bibliometric analysis. The data used comes from the Scopus database which is limited to journal sources, published from 2013 to 2023, and uses the keywords "creativity" and "science education". The total articles obtained for bibliometric analysis were 198 documents. The results of bibliometric analysis show that the trend of creativity research in the field of science education has tended to increase in the last 10 years. The results are as follows: (1) related research is included in the “Social Science” field category with a percentage of 48.9%; (2) Bogner F.X. is the authors with the most studies on Creativity in Science Education; (3) the journal that most actively publishes studies on Creativity in Science Education is "Research In Science Education" journal with a total of 9 documents; (4) United States is the country with the largest number of publications in this field; (5) science education is the most frequently used keyword, appearing in 64 documents; and (6) based on Network Visualization analysis using the VOSviewer application, the way to develop creativity in science education can be carried out by implementing learning that trains collaboration skill and using an learning approach that integrates technology, engineering, art and mathematics or STEAM fields. Therefore, there is a need for further research to develop creativity in science education through collaborative learning and STEAM approach.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap ruang lingkup kajian kreativitas dalam pendidikan sains serta memberikan referensi sistematis melalui analisis bibliometrik. Data yang digunakan berasal dari database Scopus yang dibatasi pada sumber jurnal, dipublikasi pada 2013 hingga 2023, dan menggunakan kata kunci “creativity” dan “science education”. Total artikel yang diperoleh untuk analisis bibliometrik yaitu sebanyak 198 dokumen. Hasil analisis bibliometrik menunjukkan bahwa tren penelitian kreativitas dalam bidang sains cenderung naik dalam 10 tahun terakhir. Hasilnya adalah sebagai berikut: (1) penelitian terkait termasuk dalam kategori bidang “Social Science” dengan persentase 48,9%; (2) Bogner F.X. merupakan penulis dengan jumlah publikasi terbanyak; (3) jurnal yang paling aktif menerbitkan kajian mengenai kreativitas dalam pendidikan sains yaitu jurnal “Research In Science Education” dengan jumlah 9 dokumen; (4) United States adalah negara dengan jumlah publikasi terbanyak; (5) science education adalah kata kunci yang paling banyak digunakan, yaitu muncul pada 64 dokumen; serta (6) berdasarkan analisis Network Visualization menggunakan aplikasi VOSviewer, upaya pengembangan kreativitas dalam pendidikan sains dapat dilakukan dengan implementasi pembelajaran yang melatihkan kolaborasi dan menggunakan pendekatan yang mengintegrasikan bidang technology, engineering, art, dan mathematics atau STEAM. Oleh karena itu, perlunya adanya penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan kreativitas dalam pendidikan sains melalui pembelajaran kolaboratif dan pendekatan STEAM

    Keanekaragaman Plankton di Danau Raja Kabupaten Indragiri Hulu Sebagai Rancangan Kamus Visual Pembelajaran Biologi SMA

    Get PDF
    Abstract: This study aims to be used as a source of information on the diversity of plankton species in danau raja. The study was conducted in Danau Raja, Indragiri Hulu Regency in April 2019. The parameters measured were biological parameters and physical chemical parameters of the waters. The research design is the stage of field data collection carried out with exploratory research, while the data collection is carried out using survey methods. This research was conducted in 4 stations with a purposive sampling technique. The method in this study consists of 2 stages, In the study of visual dictionary design using the Four-D model which consists of four stages, namely defining, designing, developing, and dissemination. The data obtained were analyzed descriptively.The results of this study showed that the composition of fitoplankton in danau raja was found in 5 classes, 20 species and 188 individuals. The most zooplankton compositions are Bosmina meridionalis and Diaphanosoma brachyuran with a proportion of 50%. The highest abundance of phytoplankton was found at station IV and the lowest was at station I. The highest phytoplankton diversity index was found at station IV and the lowest was at station I. The highest abundance of zooplankton was obtained at station III and station IV, while at station I and station II there were no zooplankton. The highest zooplankton diversity index was found at station III and station IV while at station I and station II no zooplankton was found.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk dapat dijadikan sebagai sumber informasi keanekaragaman jenis plankton di Danau Raja. Penelitian dilaksanakan di Danau Raja Kabupaten Indragiri Hulu pada bulan April 2019. Parameter yang diukur yaitu parameter biologi dan parameter fisika kimia perairan. Rancangan dalam penelitian ini yaitu tahap pengambilan data lapangan dilaksanakan dengan penelitian eksploratif, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode survei. Penelitian ini dilaksanakan dalam 4 stasiun dengan dengan teknik purposive sampling. Metode pada penelitian ini terdiri dari 2 tahap, yaitu tahap analisis keanekaragaman plankton yang terdapat di Danau Raja dan pembuatan rancangan kamus visual pembelajaran Biologi SMA. Pada penelitian perancangan kamus visual menggunakan model Four-D yang terdiri atas empat tahap yaitu pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develope), dan penyebaran (dissemination). Data yang didapatkan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan komposisi fitoplankton di Danau Raja ditemukan 5 kelas, 20 jenis dan 188 individu. Kelimpahan fitoplankton tertinggi terdapat pada stasiun IV dan terendah terdapat pada stasiun I. Indeks keanekaragaman fitoplankton tertiggi terdapat pada stasiun IV dan terendah pada stasiun I. Kelimpahan zooplankton tertinggi di dapatkan pada satsiun III dan stasiun IV, sedangkan pada stasiun I dan stasiun II tidak dijumpai adanya zooplankton. Indeks keanekaragaman zooplankton tertinggi didapatkan pada stasiun III dan stasiun IV sedangkan pada stasiun I dan stasiun II tidak ditemukannya zooplankton

    Analisis Manajemen Laboratorium IPA di SMK Negeri 1 Singgahan Tuban

    Get PDF
    Abstract:. This research aims to analyze and describe the management system of the Natural Sciences Laboratory (IPA) at SMK Negeri 1 Singgahan using descriptive qualitative research methods. This research method includes data collection through observation, interviews, and document analysis related to scientific laboratory management. The research results show that the science laboratory management system at SMK Negeri 1 Singgahan has several pathways, including planning, organizing, implementing, monitoring and improving. Planning includes determining laboratory objectives, allocating resources, and preparing a schedule for laboratory use. Organization includes management of facilities, equipment and teaching staff, while implementation includes the learning process, security and maintenance of equipment. Supervision is carried out through monitoring laboratory activities, evaluating the performance of teaching staff and feedback from laboratory users. System improvement is achieved by identifying bottlenecks, evaluating processes, and designing improvement strategies. However, this research also identified several obstacles in managing science laboratories, such as limited resources and expansion of laboratory facilities. In conclusion, this research provides a comprehensive overview of the scientific laboratory management system of SMK Negeri 1 Singgahan. Recommendations are provided to improve the efficiency, effectiveness and quality of scientific laboratory management, including improving resource allocation and improving laboratory facilities.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan sistem pengelolaan Laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SMK Negeri 1 Singgahan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Metode penelitian ini meliputi pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen yang berkaitan dengan pengelolaan laboratorium ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem manajemen laboratorium IPA  SMK Negeri 1 Singgahan memiliki beberapa alur antara lain perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pemantauan dan perbaikan. Perencanaan meliputi penentuan tujuan laboratorium, pengalokasian sumber daya, dan penyiapan jadwal penggunaan laboratorium. Organisasi meliputi pengelolaan sarana, peralatan, dan tenaga pengajar, sedangkan pelaksanaan meliputi proses pembelajaran, pengamanan, dan pemeliharaan peralatan.  Pengawasan dilakukan melalui pemantauan kegiatan laboratorium, evaluasi kinerja tenaga pengajar dan umpan balik dari pengguna laboratorium. Perbaikan sistem dicapai dengan mengidentifikasi hambatan, mengevaluasi proses, dan merancang strategi perbaikan. Namun penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa hambatan dalam pengelolaan laboratorium IPA, seperti keterbatasan sumber daya dan perluasan fasilitas laboratorium.  Kesimpulannya, penelitian ini memberikan gambaran menyeluruh tentang sistem manajemen laboratorium ilmiah SMK Negeri 1 Singgahan. Rekomendasi diberikan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan kualitas pengelolaan laboratorium ilmiah, termasuk meningkatkan alokasi sumber daya dan meningkatkan fasilitas laboratorium

    The Role of Students as Agent of Change in Increasing Young Voter Participation in the 2024 General Election

    Get PDF
    Political participation in Indonesia is an important indicator in evaluating the quality of democracy in this country. One significant form of political participation is voting in general elections. The holding of elections plays a central role in efforts to realize democratic government. Young voters, consisting of individuals aged 17 to 21 years, have a special role in elections. However, data from the General Election Commission (KPU) shows that young voters, especially in the 15- to 39-year-old age group, tend to experience a tendency not to vote (abstention) in elections. This article discusses the importance of young voter participation in the context of democratic development, the challenges faced in increasing young voter participation, and strategies that can be implemented by students to increase young voter participation. The research method used in this article is a qualitative method of collecting data through interviews with students from the PPKn FKIP UNS study program. The research results show that students have the potential to be agents of change through their knowledge and intellectual skills. Students can increase the participation of young voters through social media campaigns, voter education programs, collaboration with student organizations, increasing the accessibility of general elections, mentoring and coaching programs, and the use of technology. However, there are challenges such as low public trust, a lack of information about potential candidates, and a mindset that still underestimates the participation of young voters. Therefore, the recommended strategies are political education, election monitoring, campaigning on social media, mentoring young voters, collaboration with the KPU, and the use of social media such as Instagram and WhatsApp. It is hoped that this article can provide a better understanding of the role of students in increasing the participation of young voters in the 2024 general election and contributing to the development of democracy in Indonesia. Keywords: Role of Students; Participation; Young Voters; 2024 Election

    Growing Environmental Awareness Through The Use of Social Media By The Semarang City Environmental Office

    Get PDF
    Environmental awareness is increasingly urgent in facing current global environmental challenges. In order to achieve environmental conservation goals, the use of social media by local governments is becoming increasingly important. This research discusses the main role played by social media in facilitating the growth of environmental awareness by the Semarang City Environmental Service. This study explores various aspects of the strategies and initiatives taken by the Environmental Service to use social media as an environmental communication and campaign tool. The research methodology includes content analysis of the agency's social media, in-depth interviews with agency staff involved in social media management, and surveys of people who actively participate in environmental programs distributed via social media. The research results revealed various strategies for using social media, including environmental campaigns, outreach, and promotion of regional environmental programs. Social media is used to disseminate information about environmental issues, gather public support, and mobilize real action in environmental conservation. In addition, this research also evaluates the impact of the agency's use of social media in achieving environmental awareness goals, including changes in attitudes and community participation in environmental activities. However, the research also identified several challenges, such as efficient content management and changes in social media algorithms that can impact message reach. This research concludes that the use of social media by the Semarang City Environmental Service has succeeded in increasing environmental awareness in the community. The implication of this research is that social media can be a very effective tool in supporting local government efforts to increase environmental awareness at the community level. Recommendations are provided to strengthen the use of social media and overcome challenges that may arise in the process. It is hoped that higher environmental awareness will have a positive impact on environmental conservation in Semarang City and elsewhere in Indonesia. Keywords: Environmental Awareness; Use of Social Media; Community Participation

    Analysis of Factors Affecting Digital Citizenship (Case Study at SMA N 3 Sukoharjo)

    Get PDF
    Microsoft's 2020 research on the level of digital politeness when interacting online placed Indonesia 29th out of 32 countries. The concept that helps to understand the norms of appropriate and responsible behavior in relation to the use of technology in the perspective of citizenship science by Al-Zahrani is called digital citizenship. This study aims to analyze the factors that influence digital citizenship. The research method used in this research is descriptive quantitative. The population of this study was students of SMA Negeri 3 Sukoharjo, the sample used in this study was 32 students. The sampling technique used in this study was random sampling. The data collection method in this study uses a questionnaire questionnaire in the form of a survey distributed via google forms with a modification of the instrument developed by Al-Zahrani which sees digital citizenship based on three main elements, namely 1) Respect, which includes etiquette, access, and law. 2) Educate, which includes communication, literacy, and commerce. 3) Protect, which includes rights and responsibility, safety health and welfare. The results and conclusions in this study show that students' attitudes when using technology (internet attitude); individual assessments of their ability to carry out behavior and conditioned to complete certain tasks in the field of technology (computer self-efficacy), and skills and fluency in using technology (computer expertise) have an influential relationship to digital citizenship. Keyword : Digital Citizenship, Civic Education

    7,121

    full texts

    7,978

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    FKIP UNS Journal Systems
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇