FKIP UNS Journal Systems
Not a member yet
    7978 research outputs found

    Penerapan Pembelajaran Cooperative Learning Tipe TAI Bermediakan Permianan Aktif Untuk Meningkatkan Keaktifan Dan Hasil Belajar Siswa

    Get PDF
    The purpose of this study is to improve the activity and learning outcome of class X IIS 3 SMAN 1 Banyudono through the implementation of Team Assisted Individualization (TAI) with Active Gaming Media.Data and data sources come from students, teachers, and the learning process. The data collection technique is by interviews, observations, questionnaires and tests. Test method validation using triangulation techniques, data analysis using comparative descriptive technique.The results of this study indicate that: (1) the application of learning models TAI with Active Gaming Media can improve the activity of the students. This can be seen in the percentage of achievement indicators of students learning activeness in the questionnaire, on the pracycle percentage of activity just touch 54,28% and then at the first cycle the average achievement of students' learning activeness amounted to 74.98% and the second cycle increased to 81.20%, this acquisition meets the achievement indicators for 75%; (2) application of learning models TAI with Active Gaming Media can improve student learning outcomes. It daat seen in the percentage of the value of cognitive test results on the first cycle that show 47.82% increased in the second cycle to 100%, these results have exceeded the target of achieving set at about 90%.Conclusions from this research is the application of learning models TAI with Active Gaming Media can improve the studentactivity and learning outcome

    Nilai Historis Komplek Makam Sunan Kudus Sebagai Bahan Pengembangan Sumber Belajar Sejarah Lokal

    Get PDF
    The goal in this research to describe and find out: (1) the history of the establishment of the Tomb complex of Sunan Kudus, (2) the structure and function of the Building complex of Sunan Kudus, (3) Historical values contained in the Tomb complex of Sunan Kudus who can serve as learning resources local history, (4) the role of the Government is to facilitate Students in harnessing the complex of Sunan Kudus as learning resources local history.Form of research using qualitative, descriptive, qualitative descriptive is a way in researching an event by generating descriptive data. The data source used is the events, places, documents, and informants. Data collection techniques used are observation, interviews, and analysis of data/documents. The sampling technique used is purposive and time sampling. This research, to find the validity of data used two techniques of triangular triangular triangular is a data and methods. Data analysis technique used is the interactive analysis, is move between three components which include the reduction of the data, the presentation of data, and verification/withdrawal of the conclusion.Based on the results of this research can be drawn the conclusion: (1) the history of the establishment of the Tomb complex of Sunan Kudus is a business form of Sunan Kudus to spread islam in the Kudus City that uses how acculturation between Islamic teachings and Hindhu (2) the structure of the building complex of Sunan Kudus is composed of several buildings such as Tower, mosques and Tombs contained in one area and have their respective functions. (3) the values contained in the building complex of Sunan Kudus have much teaching in various fields including political, ideological, economic, social and cultural. (4) Kudus County Government has a role in giving facilities to the learners to utilize complex of Sunan Kudus

    Analisis Sistem Penilaian Pembelajaran Sejarah Berdasarkan Kurikulum 2013 Di Sma Negeri 2 Sukoharjo

    Get PDF
    The purposes of this study were to determine (1) learning assessment planning conducted by history teacher based on curriculum 2013 in SMA Negeri 2 Sukoharjo; (2) learning assessment implementation conducted by history teacher based on curriculum 2013 in SMA Negeri 2 Sukoharjo; (3) the obstacles faced by history teacher in learning assessment based on curriculum 2013 in SMA Negeri 2 Sukoharjo; (4) the solutions to overcome the obstacles experienced by history teacher in doing learning assessment based on curriculum 2013 in SMA Negeri 2 Sukoharjo.This study used descriptive qualitative method. Data were collected through observation, interview, and document analysis. Data validity was done through method triangulation and source triangulation. Technique of analyzing data used by the author was an interactive model of analysis.The results showed that (1) history learning assessment planning in SMA N 2 Sukoharjo has already matched with the reference in curriculum 2013, namely Education and Culture Minister Regulation Number 53 of 2015. The history teacher has made the design or implementation for knowledge (cognitive) aspect and skills (psychomotor) in the beginning of the semester. Besides, for attitude (affective) aspect, the teacher only uses instruments prepared by the school; (2) the implementation of history learning assessment based on curriculum 2013 in SMA N 2 Sukoharjo generally has been in accordance with the reference of assessment in curriculum 2013, namely Education and Culture Minister Regulation Number 53 of 2015. Learning assessment implementation on the aspects of attitude, knowledge, and skill showed that history teacher has already understood about various methods and assessments in curriculum 2013 impelementation; (3) the obstacles in the learning assessment of history subject based on curriculum 2013 in SMA Negeri 2 Sukoharjo, are: teacher difficulties in assessing students’ attitude, the teacher doesn’t have enough time for students assessment based on curriculum 2013, too many students in one classroom  make teacher difficult to assess students deeply, especially for attitude aspect; (4) The solutions in overcoming those obstacles, are: reproducing students’ attitude assessment, starts from small things; Doing checking students’ attendance in the beginning of the  lesson; not assessing all indicators in one day, the important thing, in the end of the semester all indicators have been assessed; the school provides a simple application to facilitate teachers in calculating the final grade

    KONSTRUKSI SOSIAL TENTANG PENGGUNAAN BUSANA MUSLIM SEBAGAI SERAGAM WAJIB BAGI SISWA PADA HARI JUMAT DI SMA BATIK 1 SURAKARTA

    Get PDF
    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) persepsi siswa mengenai penggunaan busana muslim; (2) faktor yang mempengaruhi siswa dalam menggunakan busana muslim; (3) konstruksi penggunaan busana muslim pada siswa yang berlaku di SMA Batik 1 Surakarta.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Kriteria informan adalah siswa – siswi SMA Batik 1 Surakarta yang melaksanakan secara langsung peraturan penggunaan busana muslim pada hari Jum’at.  Selanjutnya adalah  pihak kesiswaan  yaitu pembuat serta pengawas dari peraturan tersebut. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam serta observasi langsung dimana peneliti berperan pasif dalam proses wawancara dan menggunakan triangulasi teknik. Tahap analisis penelitian ini yaitu tahap persiapan, pengumpulan data, analisis data, dan penyusunan laporan penelitian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) siswa mempunyai persepsi berbeda – beda dalam memahami busana muslim, mereka menggunakan busana muslim karena taat pada aturan serta kesadaran sebagai umat muslim. busana muslim juga digunakan untuk kebebasan berekspresi dalam berpakaian, (2) terdapat faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi mereka, faktor internal yaitu individu dan keluarga, serta faktor eksternal yaitu lingkungan sosial pertemanan dan media, (3) konstruksi dari busana muslim tersebut adalah pertama, busana muslim sebagai benteng diri, kedua busana muslim sebagai presentasi diri, ketiga sekolah sebagai ajang fashion show.Kata Kunci : Konstruksi Sosial, Busana Muslim, Sekolah

    ANALISIS PENDIDIKAN KRITIS PAULO FREIRE PADA PEMANFAATAN EKSTRAKURIKULER TEATER DI SEKOLAH (STUDI KASUS DI SMA NEGERI 3 SURAKARTA)

    Get PDF
    ABSTRAK Alfina Fadilatul Mabruroh. K8413003. ANALISIS PENDIDIKAN KRITIS PAULO  FREIRE  PADA  PEMANFAATAN  EKSTRAKURIKULER TEATER    DI    SEKOLAH    (STUDI    KASUS    DI    SMA    NEGERI    3SURAKARTA).  Skripsi,  Surakarta:  Fakultas Keguruan  dan  Ilmu  Pendidikan.Universitas Sebelas Maret, Juni 2017 Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan analisis pendidikan kritis pada ekstrakurikuler Teater. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara 12 informan. Sedangkan data sekunder diperoleh melalui observasi latihan dan dokumentasi naskah AA II UU serta LANGKAH. Dalam pengambilan subjek penelitian, teknik purposive sampling digunakan untuk menggali informasi dari seorang pelatih, 3 alumni, 8 informan peserta didik. Penelitian menggunakan uji validitas data yaitu trialungasi sumber dan triangulasi metode. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis data  Miles  &  Huberman  yang  terdiri  dari  reduksi  data,  paparan  data  serta penarikan kesimpulan dan verifikasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Proses latihan ektrakurikuler teater di sekolah terbagi menjadi 3 yaitu latihan dasar, latihan rutin dan latihan pentas. Dari ketiga latihan, analisis pendidikan kritis akan berfokus pada latihan pentas (2) Latihan pentas merupakan puncak praktik dari latihan lainnya yang mengandung unsur  kodifikasi  teks dan  berisi  laku-laku  pemahaman  ( acts of cognition) (3) Pada latihan pentas, terdapat macam-macam tahapan yaitu bedah naskah, reading, casting, blocking, running, dan pentas. (4) Pentas AA II UU yang dilaksanakan dengan mengadaptasi naskah film mengandung unsur kodifikasi teks pada tahap bedah naskah dan reading (5) Proses latihan LANGKAH yang mengandung unsur pendidikan yang membebaskan. Hal ini dikarenakan, proses LANGKAH terlaksana tanpa sutradara, sehingga peserta didik mengimplementasikan pengetahuan tentang teter dan kritik sosial secara mandiri. Proses tersebut berisi proses penemuan kembali (reinventing), penciptaan kembali (recreating), penulisan ulang (rewriting) peserta didik atas pengetahuan yang selama ini diterima selama Latihan Dasar dan Latihan Rutin.Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa (1) Study teater belum sepenuhnya melaksanakan konsep pendidikan kritis Paulo Freire. (2) Beberapa konsep Pendidikan kritis Paulo Freire, hanya ditemukan 2 indikator yang mampu untuk mengkaji hasil temuan data. Kedua konsep tersebut yaitu konsep penolakan objek tabungan pengetahuan dan dialog. (3) Proses latihan pentas pertunjukan, dikaji dengan menggunakan konsep penolakan objek tabungan pengetahuan. (4) Proses eksplorasi naskah dan proses kreatif selama latihan pertunjukan mengandung unsur pembebaskan laku-laku pemahaman ( acts of cognition) dan kodifikasi naskah. (5) Proses dialog formal (pada saat latihan) dan proses dialog non formal dikaji menggunakan konsep dialog sebagai praktik pembebasan.Kata Kunci : Pendidikan Kritis, Paulo Freire, Teate

    ANALISIS DIMENSI ETIS-SPIRITUAL DALAM PROSES PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK PADA PERMAINAN TRADISIONAL

    Get PDF
    ABSTRAKANALISIS DIMENSI ETIS-SPIRITUAL DALAM PROSES PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK PADA PERMAINAN TRADISIONAL. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk mengetahui respon masyarakat sekitar terhadap adanya komunitas anak bawang (2) Untuk mengetahui peran permainan tradisional terhadap pendidikan karakter anak. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif. Sumber data dari informan, komunitas dan dokumen. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik penentu informan menggunakan purposive sampling. Untuk mencari validitas data menggunakan trianggulasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan (1) Respon masyarakat tentang adanya Komunitas Anak Bawang yakni sangat baik seperti Pertama, komunitas anak bawang masih bisa menyempatkan waktu untuk melakukan kegiatan sosial walaupun mereka dari mahasiswa psikologi. Kedua, komunitas anak bawang memberi dampak positif terhadap anak-anak sehingga dapat mengenalkan dan melestarikan permainan tradisional. Ketiga, komunitas anak bawang dapat membawa kembali kepada masa lampau yang anak-anak dan orang dewasa bisa menikmati kembali permainan tradisional. Keempat, komunitas anak bawang terus untuk dikembangkan lagi dikarenakan anak-anak pada zaman sekarang memerlukan media untuk bermain secara tepat seperti permainan tradisional. (2) Terdapat beberapa permainan tradisional yang dapat bermanfaat bagi anak dan sekaligus juga dapat membentuk karakter anak Pertama, permainan tradisional dhakon terdapat nilai-nilai kehidupan yang dapat diambil dari para pemain. Kedua, permainan tradisional gasing yang bisa untuk media terapi. Ketiga, permainan tradisional egrang bambu memiliki nilai budaya yang terkandung seperti kerja keras, keuletan, dan sportivitas. Keempat, permainan tradisional lompat tali mengajarkan anak untuk melatih motorik saat melompat. Kelima, permainan tradisional Surakarta mengajarkan anak strategi. Keenam, permainan tradisional Engklek Gunung, Permainan ini mengajakan anak untuk membangun rumahnya dan perjuangan manusia dalam meraih wilayah kekuasaannya.Kata Kunci: Karakter, Permainan Tradisional, Anak, Komunita

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA KELAS XI IPS 2 SMA NEGERI 1 BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2016/2017

    Get PDF
    ABSTRAK ESTER AYUNINGTYAS CIPTA. K8413027. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING  TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA KELAS XI IPS 2 SMA NEGERI 1 BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2016/2017 : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA, OKTOBER 2017.                       Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Boyolali Tahun Pelajaran 2016/2017 pada Mata Pelajaran Sosiologi dengan menerapkan Model Pembelajaran Cooperative Learning tipe Numbered Head Together (NHT).                       Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Pada setiap siklusnya terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Sumber data berasal dari informan, peristiwa dan dokumen atau arsip. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teknik uji validitas yang digunakan adalah triangulasi data dan triangulasi metode. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif dan analisis data kualitatif.                       Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Numbered Head Together (NHT) dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa. Hal ini terbukti dari terjadinya peningkatan pada setiap siklusnya. Pada kegiatan Pra Siklus sebelum diterapkannya model pembelajaran Cooperative Learning tipe Numbered Head Together (NHT) keaktifan siswa 38,62%. Pada Siklus I keaktkifan belajar meningkat menjadi 58,78%. Pada Siklus II keaktifan belajar siswa mencapai 79,96%. Jadi dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Numbered Head Together (NHT) dapat meningkatkan keaktifan belajar pada Mata Pelajaran Sosiologi. Kata Kunci: Penelitian Tindakan Kelas, Numbered Head Together (NHT), Keaktifan Belajar. 

    PERAN MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN SOSIOLOGI DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI KOTA SOLO

    Get PDF
    PERAN MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN SOSIOLOGIDALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI KOTA SOLO Amalia Emiliana Suryani, Atik Catur Budiarti, Siany Indria LiestyasariPendidikan Sosiologi Antropologi Fakultas Keguruan dan Ilmu PendidikanUniversitas Sebelas Maret, [email protected] AbstrakAmalia Emiliana Suryani. NIM K8413005. Peran Musyawarah Guru Mata Pelajaran Sosiologi dalam Implementasi Kurikulum 2013 di Kota Solo. Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Desember 2017.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala yang dihadapi guru sosiologi dalam implementasi Kurikulum 2013 dan peran yang telah dilakukan MGMP Sosiologi untuk membantu guru sosiologi dalam mengatasi kendala yang dihadapi dalam proses implementasi Kurikulum 2013 di Kota Solo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kendala yang dihadapi guru sosiologi di Kota Solo, yaitu kreativitas guru sosiologi yang belum maksimal dan pemahaman tentang Kurikulum 2013 masih belum maksimal pula (2) Peran MGMP Sosiologi dalam mengatasi kendala yang dihadapi guru sosiologi dalam implementasi Kurikulum 2013, yaitu peran kepelatihan, peran fasilitasi, dan sebagai forum diskusi bagi anggota MGMP Sosiologi di Kota Solo. Kata kunci : Peran, Guru Sosiologi, MGMP Sosiologi, Kurikulum 2013

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THE LEARNING CELL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS X IIS 2 SMA NEGERI GONDANGREJO TAHUN PELAJARAN 2016/2017

    Get PDF
    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THE LEARNING CELL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS X IIS 2 SMA NEGERI GONDANGREJO TAHUN PELAJARAN 2016/2017  THE IMPLEMENTATION OF COOPERATIVE LEARNING MODEL OF THE LEARNING CELL TYPE TO INCREASE THE LEARNING OUTCOMES IN SOCIOLOGY SUBJECT STUDENTS OF X IIS 2 AT SENIOR HIGH SCHOOL GONDANGREJO IN THE ACADEMIC YEAR OF 2016/2017  Aditya Wisnu Aji, Siti Rochani, Siany Indria Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret Surakarta, Jl. Ir Sutami No.36A, Jebres Kota Surakarta   ABSTRAK Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar Sosiologi peserta didik kelas X IIS 1 SMA Negeri Gondangrejo tahun pelajaran 2016/2017 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe The Learning Cell.Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Dalam setiap siklus terdiri dari tahap Perencanaan, Pelaksanaan Tindakan, Observasi dan Refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas X IIS 2 SMA Negeri Gondangrejo yang terdiri dari 36 peserta didik. Sumber data diperoleh dari guru dan peserta didik. Teknik utama dalam penelitian ini melalui observasi dan test, sedangkan teknik pendukung pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Analisis data dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe The Learning Cell dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Sosiologi Kelas X IIS 2 SMA Negeri Gondangrejo tahun pelajaran 2016/2017, yang dimulai dari tahap pratindakan, siklus I dan siklus II. Hasil belajar ranah kognitif pada tahap Pra Tindakan menunjukkan 68,61 dengan prosentase ketuntasan peserta didik sebesar 55%. Hasil belajar mengalami peningkatan pada Siklus I menjadi 79,3 dengan prosentase ketuntasan sebesar 86%. Kemudian hasil belajar pada Siklus II kembali meningkat menjadi 86,53 dan prosentase ketuntasan sebesar 92%. Sedangkan pada ranah afektif diperoleh prosentase pada Siklus I sebesar 78% menjadi 85% pada Siklus II. Kemudian prosentase ranah Psikomotor mengalami peningkatan dari 84% pada Siklus I menjadi 92% pada Siklus II.Simpulan Penelitian Tindakan Kelas ini adalah penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe The Learning Cell dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas X IIS 2 SMA Negeri Gondangrejo.Kata Kunci: Penelitian Tindakan Kelas, The Learning Cell, Hasil Belaja

    STRATEGI SEKOLAH DALAM MEMBENTUK PERILAKU PEDULI LINGKUNGAN TERHADAP SISWA MELALUI PROGRAM ADIWIYATA DI SMA 5 SURAKARTA

    Get PDF
    STRATEGI SEKOLAH DALAM MEMBENTUK PERILAKU PEDULI LINGKUNGAN TERHADAP SISWA MELALUI PROGRAM ADIWIYATA DI SMA 5 SURAKARTADita Deas Syah Putri, Atik Catur Budiarti, Slamet SubagyoPendidikan Sosiologi Antropologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,Universitas Sebelas Maret, [email protected] ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui bentuk partisipasi siswa dalam mendukung program sekolah adiwiyata di SMA 5 Surakarta. (2) Mengetahui strategi sekolah dalam membuat siswa agar memiliki perilaku peduli lingkungan melalui program sekolah adiwiyata di SMA 5 Surakarta.Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui wawancara serta data sekunder didapatkan melalui dokumentasi dan observasi. Pengambilan subyek penelitian menggunakan teknik purposive sampling yaitu siswa kelas X, XI, dan XII serta guru sebaga pengurus program adiwiyata. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Uji validitas data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode.Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari empat tahap yaitu; pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Siswa melakukan partisipasi pikiran, tenaga, keahlian, barang, dan uang  yang diterapkan dalam kegiatan adiwiyata di sekolah. (2) Sekolah menerapkan empat strategi untuk untuk membentuk perilaku peduli lingkungan kepada siswa melalui: melalui kegiatan belajar mengajar di kelas, pembiasaan dalam kehidupan keseharian di sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, dan kegiatan keseharian di rumah.Strategi yang dilakukan oleh sekolah untuk membentuk perilaku peduli lingkungan terhadap siswa serta perilaku siswa dalam benuk partisipasinya terhadap program adiwiyata merupakan bentuk tindakan rasional instrumental. Dalam melaksanakan kegiatan, terdapat pemilihan alat yang mendukung berlangsungnya kegiatan tersebut dengan mempertimbangkan akibat yang akan diterima untuk mencapai suatu tujuan yakni keadaan lingkungan alam yang sehat. Kata kunci: strategi, sekolah adiwiyata, tindakan rasional instrumental

    7,121

    full texts

    7,978

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    FKIP UNS Journal Systems
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇