FKIP UNS Journal Systems
Not a member yet
7978 research outputs found
Sort by
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN SURVEY, QUESTIONS, READ, RECITE AND REVIEW (SQ3R) TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA SEKOLAH DASAR
Abstract: The purpose of this research is to know: 1) the difference of reading comprehension ability of student that teached by Survey, Questions, Read, Recite And Review (SQ3R) teaching method within Task Administration teaching method, 2) the difference of reading comprehension ability between students who had high learning motivation and students who had low learning motivation, (3) the interaction between teaching method and learning motivation toward reading comprehension ability. This research includes a Quasi Experimental research methode design with 2 × 2 factorial design The population of this research was the students at 5th grade of elementary school in Sawit distric of Boyolali regency academic year 2016/2017. Sampling was done by cluster random sampling. The sample of this research was SD Negeri 3 Jenengan as experimental class and SD Negeri 2 Manjung as controls class. Data collection techniques using test and non test. The collected data analysed by using Analysis of Variance Two-Way. The precondition test in this research using normality test and homogeneity test. The result of this research showed that: 1) there was the difference of reading comprehension ability between students who were taught by Survey, Questions, Read, Recite And Review (SQ3R) teaching method and students who were taught by Task Administration teaching method, as indicated by FA=11,37 >Ftable = 4,03 2) there was the difference of reading comprehension ability between students who had high learning motivation and students who had low learning motivation, as indicated by FB=115,92 >Ftable= 4,03; 3) the was no interaction between teaching method and learning motivation toward reading comprehension ability, as indicated by FAB= -3,36,93 > Ftable = 4,03. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) perbedaan kemampuan membaca pemahaman antara siswa yang diajar dengan metode pembelajaran Survey, Questions, Read, Recite dan Review (SQ3R) dan siswa yang diajar dengan metode pembelajaran pemberian tugas; 2) perbedaan kemampuan membaca pemahaman antara siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dan motivasi belajar rendah; 3) interaksi antara metode pembelajaran dan motivasi belajar terhadap kemampuan membaca pemahaman. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Quasi Eksperimental design 2 × 2 faktorial. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri Se-Kecamatan Sawit Kabupaten Boyolali tahun ajaran 2016/2017. Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling. Sampel yang terpilih yaitu SD Negeri 3 Jenengan sebagai kelas eksperimen dan SD Negeri 2 Manjung sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan non tes. Teknik analisis data yang digunakan yaitu Analisis Varian Dua Jalan. Uji prasyarat analisis data menggunakan uji normalitas, dan uji homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada perbedaan kemampuan membaca pemahaman antara siswa yang diajar dengan metode pembelajaran Survey, Questions, Read, Recite and Review (SQ3R) dan siswa yang diajar dengan metode pembelajaran pemberian tugas, ditunjukkan dengan FA= 11,37 > Ftabel = 4,03; (2) ada perbedaan kemampuan membaca pemahaman antara siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dan motivasi belajar rendah, ditunjukkan dengan FB= 115,92 > Ftabel = 4,03; (3) tidak ada interaksi antara metode pembelajaran dan motivasi belajar terhadap kemampuan membaca pemahaman, ditunjukkan dengan FAB= -3,36 > Ftabel = 4,03 Kata kunci: Survey Questions Read Recite dan Review (SQ3R), Pemberian Tugas, Motivasi Belajar, Kemampuan Membaca Pemahaman
Pengaruh Model Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Fisika Siswa SMA
AbstrakSalah satu tujuan pendidikan sains di Indonesia adalah menghasilkan peserta didik yang berkualitas, yaitu manusia yang mampu berpikir kritis, kreatif, logis dan berinisiatif, dalam menanggapi isu yang berkembang dalam masyarakat. Kemampuan berpikir kritis siswa dapat ditingkatkan melalui model pembelajaran yang digunakan, sehingga pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model inkuiri terbimbing dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini siswa SMA. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan tes. Validitas data yang digunakan adalah triangulasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model inkuiri terbimbing dapat mempengaruhi peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa SMA. Kata kunci: inkuiri terbimbing; kemampuan berpikir kritis
Komik Digital Berbasis Android (M- Learning) Dalam Pembelajaran Sejarah untuk Meningkatkan Kesadaran Budaya
AbstrakEra globalisasi pada saat ini menunjukan perkembangan yang sangat cepat di bidang teknologi dan pendidikan. Perkembangan teknologi juga mempengaruhi perkembangan pendidikan khususnya di bidang mata pelajaran sejarah. Banyak teknologi yang bias dimanfaatkan dalam proses pembelajaran salah satunya smartphone yang berbasis android. Pembelajaran yang aktraktif dan juga menarik tentunya dapat meningkatkan antusian dan prestasi peserta didik. Oleh sebab itu dengan penggunaan komik digital berbasis android dapat meningkatkan prestasi peserta didik. Dalam penelitian ini aplikasi komik digital berisikan tentang materi sejarah lokal. Hal ini tentunya bertujuan tidak hanya untuk meningkatkan prestasi peserta didik akan tetapi juga mengenai kesadaran budaya lokal. Pentingnya kesadaran budaya lokal di era globalisasi ini adalah untuk tetap melestarikan kebudayaan-kebudayaan yang telah di wariskan kepada kita. Kata kunci: aplikasi android; komik digital; pembelajaran sejarah; kesadaran budaya
Pengembangan Media Pembelajaran Virtual dan Interaktif untuk Mensimulasikan Instalasi Jaringan Listrik di SMK 2 Surakarta
AbstrakPembelajaran instalasi listrik di SMK sering menjadi masalah karena harus tersedianya peralatan yang harus selalu membeli perangkat nyata namun setelah itu perangkat yang digunakan untuk pembelajaran tidak digunakan kembali dan juga yang penting adalah ternyata cara pembelajaran seperti ini kurang efektif karena biasanya dilakukan secara berkelompok. Pada saat pembelajaran dilakukan secara berkelompok maka ada siswa yang hanya mengandalkan hasil kerja rekan-rekannya dan ada yang tidak memperhatikan terhadap pelajaran yang diberikan akhirnya tidak menerima manfaat dari pembelajaran tersebut. Untuk itu dikembangkan sebuah media interaktif yang ditujukan untuk mensimulasikan rangkaian listrik sederhana sehingga bisa dicoba secara langsung oleh masing-masing siswa secara menarik dan interaktif sehingga setiap siswa akan menjadi senang belajar instalasi listrik dan mendapat manfaat serta bisa menyerap materi yang diinginkan. Kata kunci: media pembelajaran; media virtual interaktif; instalasi listrik sederhan
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK TERHADAP KEMAMPUAN ARGUMENTASI ILMIAH SISWA SMA PADA MATERI PENGUKURAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis masalah (PBM) dengan pendekatan saintifik terhadap kemampuan argumentasi ilmiah siswa SMA. Metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan desain penelitian one group pretest posttest. Subjek penelitian yaitu siswa kelas X pada salah satu SMA di Kabupaten Pemalang berjumlah 33 orang. Instrumen penelitian terdiri atas tes kemampuan argumentasi ilmiah berupa tes uraian berjumlah 4 soal. Kemampuan argumentasi ilmiah yang diukur terdiri dari aspek klaim, data, pembenaran, dan dukungan. Data pretest dan posttest dianalisis menggunakan effect size untuk mengetahui pengaruh model PBM dengan pendekatan saintifik terhadap kemampuan argumentasi ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang kuat dalam pembelajaran menggunakan model PBM dengan pendekatan saintifik terhadap kemampuan argumentasi ilmiah siswa SMA yang ditunjukkan oleh nilai effect size sebesar 3,57. Pengaruh yang kuat juga terjadi pada tiap aspek argumentasi ilmiah yang ditunjukkan oleh nilai effect size pada aspek klaim sebesar 0,89, data sebesar 3,13, pembenaran sebesar 3,13, dan dukungan sebesar 3,42. Model PBM dengan pendekatan saintifik dapat dijadikan alternatif solusi dalam rangka mengembangkan kemampuan argumentasi ilmiah dalam pembelajaran di sekolah
ADSORPSI ION MANGAN (II) DENGAN ADSORBEN KULIT KACANG TANAH (ARACHIS HYPOGEA L.) KOMBINASI BONGGOL JAGUNG (Zea Mays L.) TERAKTIVASI MENGGUNAKAN COLOUMN ADSORBEN
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kemampuan kombinasi adsorben kulit kacang tanah dan bonggol jagung dalam mengadsorpsi ion Mangan (II); (2) mengetahui perbandingan massa yang paling baik dari kombinasi kedua adsorben dalam mengadsorpsi ion Mangan (II); (3) mengetahui frekuensi elusi maksimum dari kombinasi kedua dalam mengadsorpsi Mangan (II). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen di laboratorium. Adsorben kulit kacang tanah dan bonggol jagung diaktivasi menggunakan larutan HNO3 0,1 M dan HNO3 0,5 M. Kedua adsorben dikombinasikan menurut variasi massa dengan perbandingan 1:2 ; 2;1 ; dan 1:1. Masing-masing variasi kombinasi dikontakkan dengan 30 mL larutan artifisial ion Mn(II)dengan konsentrasi 1 mg/L di dalam sebuah coloumn adsorbent dengan frekuensi elusi hingga empat kali. Karakterisasi adsorben sebelum dan setelah aktivasi dilakukan dengan uji (Fourier Transform Infra Red) FTIR. Analisis kadar Mn (II) dalam larutan hasil adsorpsi dilakukan dengan uji Atomic Adsorption Spectrophtometry (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kombinasi adsorben kulit kacang tanah dan bonggol jagung teraktivasi HNO3 memiliki kemampuan dalam mengadsorpsi ion logam Mn(II). (2) Rasio kombinasi adsorben dari kulit kacang tanah dan bonggol jagung yang paling baik untuk mengadsorpsi Mn (II) adalah pada rasio massa 1: 1 dengan presentase hasil adsorpsi paling tinggi sebesar 72% . (3) Pada kombinasi adsorben dengan rasio massa 1: 2 dan 2:1, frekuensi elusi yang optimum untuk mengadsorpsi Mn (II) adalah pada elusi ketiga yakni sebesar 66,20% dan 55,30%. Sedangkan pada kombinasi adsorben dengan rasio massa 1:1 menunjukkan bahwa elusi ketiga dan keempat belum dapat dikatakan sebagai titik optimum untuk mengadsorpsi Mn (II)
PENGEMBANGAN MODUL BIOLOGI BERBASIS INQUIRY REAL WORLD APPLICATION PADA MATERI BIOTEKNOLOGI DI SMA NEGERI 1 MAGELANG
Penelitian dan pengembangan modul ini bertujuan untuk mengetahui: 1) karakteristik produk modul biologi berbasis inquiry real world application pada materi bioteknologi; 2) kelayakan prototype modul biologi berbasis inquiry real world application pada materi bioteknologi; 3) keefektifan modul biologi berbasis inquiry real world application pada materi bioteknologi. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan metode Borg dan Gall (1983) yang telah dimodifikasi menjadi sembilan tahapan: 1) penelitian pendahuluan; 2) perencanaan; 3) pengembangan prototype produk; 4) validasi prototype produk; 5) revisi prototype produk; 6) uji keterbacaan; 7) revisi produk; 8) uji coba produk; 9) revisi produk akhir. Model pengembangan modul menggunakan desain ADDIE (Branch, 2009). Instrumen yang digunakan meliputi: angket, lembar observasi dan tes. Analisis data yang digunakan selama penelitian dan pengembangan adalah analisis deskriptif, teknik persentase dan uji independent sample t-test. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan: 1) karakteristik modul berbasis inquiry real world application dikembangkan berdasarkan sintaks inquiry real world application, meliputi: observation, manipulation, generalization, verification dan application; 2) kelayakan prototype modul berbasis inquiry real world application menurut para ahli berkualifikasi “sangat baik”. Hasil uji keterbacaan modul untuk guru oleh praktisi pendidikan berkategori “sangat baik”. Hasil uji keterbacaan modul siswa berkategori “baik”; 3) modul biologi berbasis inquiry real world application efektif meningkatkan hasil belajar siswa pada materi bioteknologi aspek spiritual, aspek sikap sosial, aspek keterampilan, dan aspek pengetahuan.
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS GUIDED INQUIRY LABORATORY (GIL) UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS DIMENSI KONTEN
Penelitian bertujuan untuk:1) mengetahui karakteristik modul berbasis GIL; 2) menguji kelayakan modul pembelajaran berbasis GIL; dan 3) menguji keefektivan modul berbasis GIL untuk meningkatkan literasi sains dimensi konten pada materi Sistem Pencernaan. Penelitian menggunakan model prosedur Research And Development (R & D) mengacu pada model Borg and Gall (1983) yang dimodifikasi. Subjek pengembangan meliputi responden uji lapangan awal berjumlah 4 validator dan 2 praktisi, responden uji skala kecil berjumlah 10 peserta didik. Responden uji lapangan terbatas berjumlah 50 peserta didik yang terdiri atas 2 kelas mengunakan modul yaitu 25 peserta didik kelas XI MIA 1 dan 25 peserta didik kelas XI MIA 3. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, lembar analisis, angket, lembar validasi, wawancara, dan tes. Data penelitian dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif dan hasil belajar dianalisis dengan N-gain ternormalisasi untuk mengetahui keefektivan modul, Paired-sample t-test untuk mengetahui literasi sains dimensi konten sebelum dan setelah menggunakan modul berbasis GIL. Hasil penelitian diperoleh: 1) Modul berbasis GIL untuk meningkatkan literasi sains dimensi konten pada materi Sistem Pencernaan dikembangkan sesuai dengan sintaks GIL (observasi, manipulasi, generalisasi, verifikasi, dan aplikasi) dengan pendekatan saintifik; 2) Hasil pengembangan modul berbasis GIL dari validator ahli instrumen pembelajaran memperoleh kategori “baik” dengan persentase 85%, dan kategori “sangat baik” dari ahli keterbacaan dengan persentase 100%, ahli materi dengan persentase 92%, ahli penyajian modul dengan persentase 100%, praktisi modul dengan persentase 100% serta responden uji skala kecil dengan persentase 87,38%, sehingga modul berbasis GIL layak digunakan di kelas XI; 3) Hasil keefektivan modul berbasis GIL pada materi Sistem Pencernaan terdapat kenaikan literasi sains dimensi konten setelah mengunakan modul berbasis GIL, sehingga modul efektif dalam meningkatkan literasi sains dimensi konten. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa karakteristik modul berbasis GIL sesuai sintaks GIL (observasi, manipulasi, generalisasi, verifikasi, dan aplikasi) dengan pendekatan sainstifik, layak, dan efektif untuk meningkatkan untuk meningkatkan literasi sains dimensi konten pada materi Sistem Pencernaan kelas XI
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS GUIDED INQUIRY LABORATORY UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS DIMENSI PROSES MATERI SISTEM PENCERNAAN PADA KELAS XI
The purpose of this research is to find out: 1) the characteristics module based on guided inquiry laboratory to improve process dimension of students’ scientific literacy on the Digestive System material of XI grade; 2) the feasibility module based on the guided inquiry laboratory to improve process dimension of students’ scientific literacy on the Digestive System material of XI grade; 3) the effectiveness module based on guided inquiry laboratory to improve process dimension of students’ scientific literacy on the Digestive System material of XI grade. This Research and Development (R & D) is modified from Borg and Gall (1983). The development of module based on guided inquiry laboratory was done through 10 stages: 1) research and information collecting; 2) planning; 3) develop preliminary form of product; 4) preliminary field testing; 5) main product revision; 6) main field testing; 7) operational product revision; 8) operational field testing; 9) final product revision; and 10) dissemination and implementation. The validation of product development was done by a material expert, presentation of module expert, language expert, learning instrument expert. The main fields of research subjects with 67 students which consist of two classis use module, 34 students of XI grade of science class first and 33 students of XI grade of science class fourth with 67 students. The result of process dimension of students’ scientific literacy was analyzed by using normalized N-gain to investigate the effectiveness of module based on guided inquiry laboratory. Paired T-test to investigate process dimension of students’ scientific literacy before and after using module based on guided inquiry laboratory. The results of this research and development is: 1) the characteristics of module based on guided inquiry laboratory is developed based on syntax guided inquiry laboratory which is: observation, manipulation, generalization, verification, and applications; 2) The result of validation module based on guided inquiry laboratory by expert has “very good” category (92,89%); and 3) module based on guided inquiry laboratory is able to improve dimension process of student’s scientific literacy on the Digestive System material of XI grade. The results of analysis non-parametric Wilcoxon test showed that XI grade of science class first and XI grade of science class fourth had index of probability (p) <0.05, so H0 was rejected, there’s difference of the result before and after using modul based on guided inquiry laboratory. Based on this data it can be concluded that using module based on guided inquiry laboratory effective and feasible to improve process dimension of students’ scientific literacy in Digestive System material of XI grade
Urgensi Buku Digital Berbasis Realistic Mathematics Education dalam Pembelajaran Matematika
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan urgensi buku digital dalam Pembelajaran matematika dalam upaya meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VII di Kota Pangkalpinang. Urgensi ini terkait perubahan pesat teknologi yang berdampak hampir ke semua aspek kehidupan masyarakat, termasuk aspek pendidikan. Pendidikan dapat dijadikan tolak ukur dalam menilai suatu Negara, misalnya PISA dan TIMSS. Hasil belajar matematika siswa yang rendah dalam PISA dan TIMSS juga menjadi salah satu alasan adanya kebijakan kurikulum 2013. Faktanya, desiminasi buku cetak kurikulum 2013 dari pusat ke daerah membutuhkan waktu yang panjang. Terkhusus buku pelajaran matematika, terjadi perubahan susunan materi setiap dikeluarkannya versi revisi oleh pemerintah, sehingga guru kesulitan dalam menyediakan materi yang dapat disesuaikan dengan kondisi siswa di masing-masing daerah. Penting adanya format buku yang dapat melibatkan guru dalam penyusunannya, dan dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam pelajaran yaitu buku digital. Seiring dengan perkembangan teknologi, pendidikan matematika berkembang dengan pesat akibat dari penemuan pendekatan terbaik dalam pembelajaran matematika. Perkembangan pendekatan pembelajaran matematika itu dipicu oleh adanya masalah bagi siswa yang berkenaan dengan hasil belajarnya. RME merupakan pendekatan pembelajaran yang dapat dijadikan jawaban kebutuhan dari penggunaan matematika dan persaingan ekonomi global khususnya di era teknologi dan informasi, hampir di setiap sektor kehidupan diperlukannya keterampilan intelegen dalam menginterpretasi, menyelesaikan suatu masalah, ataupun untuk mengontrol proses komputer. Buku digital berbasis RME menjadi langkah konkret menghadapi era persaingan dimana kebanyakan lapangan kerja menuntut kemampuan menganalisis daripada melakukan keterampilan prosedural dan mekanistik. Hasil dari analisis kebutuhan di Pangkalpinang mengemukakan urgensi buku digital dikarenakan desiminasi buku cetak kurikulum 2013, versi BSE yang kurang komunikatif, tidak mengintegrasikan multimedia, serta dibutuhkannya sumber belajar yang memfasilitasi siswa lebih banyak menjawab tantangan kehidupan sehari-hari dan dunia kerja.Kata kunci: buku digital; hasil belajar; kurikulum 2013; RME