FKIP UNS Journal Systems
Not a member yet
    7978 research outputs found

    PENGEMBANGAN MEDIA KOMIK BERMUATAN PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK PEMBELAJARAN MATERI MENYUSUN LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN JASA BAGI SISWA KELAS X SMK

    Get PDF
    ABSTRAK             Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa komik akuntansi bermuatan pendidikan karakter yang layak digunakan siswa kelas X SMK Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen pada pembelajaran materi menyusun laporan keuangan perusahaan jasa.Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan dengan menggunakan langkah-langkah desain program pembelajaran menurut Dick & Carey.Data dikumpulkan dengan kuesioner dan wawancara serta dianalisis secara deskriptif.Hasil penilaian menunjukkan bahwa komik akuntansi yang dikembangkan layak digunakan. Hal ini ditunjukkan oleh: (1) hasil penilaian dari ahli materi termasuk kategori “sangat baik” dengan skor rata-rata sebesar 4,62, (2) hasil penilaian dari ahli media termasuk kategori “baik” dengan skor rata-rata sebesar 3,65, (3) hasil penilaian dari ahli pendidikan karakter  termasuk kategori “sangat baik” dengan skor rata-rata sebesar 5,00, (4) hasil penilaian dari guru akuntansi termasuk kategori “sangat baik” dengan skor rata-rata sebesar 4,58, (5) hasil penilaian dari uji coba perorangan termasuk kategori “sangat baik” dengan skor rata-rata sebesar 4,28, (6) hasil penilaian dari uji coba kelompok kecil termasuk kategori “baik” dengan skor rata-rata sebesar 4,00, (7) hasil penilaian dari uji coba lapangan termasuk kategori “sangat baik” dengan skor rata-rata sebesar 4,22. Kata kunci: Pengembangan, media komik akuntansi,pendidikan karakter. Abstract This research aims to develop comic learning media containing educational character building, which was suitable for the tenth grade students of business and management expertise program at Vocational High Schools in mastering the material of arranging financial statement of service company.This is a research and development. The development of comic media was applying the steps of instructional design model by Dick & Carey.The data were gained by applying questionnaires and interviews and were analyzed descriptively.The result of the assessment indicates that the developed accounting comic product is suitable to use for the tenth grade students of SMK. It was indicated through: (1) the assessment result from material expert which reached the category of "very good" with the average score is 4.62, (2) the assessment result of media expert reached the category of "good" with an average score is 3.65, (3) the assessment result of the character education expert reached the category of "very good" with an average score is 5.00, (4) the assessment result from accounting teacher reached the category of "very good" with an average score is 4.58, (5) the assessment result from individual testing reached the category of "very good" with an average score is 4.28, (6) the assessment result of small group testing reached the category of "good" with an average score is 4.00, (7) the assessment result of the field testing reached the category of "very good" with an average score is 4.22. Keywords:Development,accounting comic media, educational character building.

    PENGEMBANGAN MODUL EDUKASI LITERASI KEUANGAN ISLAM DAN PRODUK HALAL DENGAN “ADDIE”

    Get PDF
     ABSTRAK Tingkat kepatuhan ketentuan edukasi dan perlindungan konsumen lembaga keuangan masih rendah. Kegiatan edukasi yang telah dilaksanakan masih terdapat kerancuan antara kegiatan edukasi dengan marketing sehingga tujuan dari financial education kerap tidak tercapai (OJK dalam Wahyuny, 2015:01). Jika dibandingkan dengan negara lain, financial education di Indonesia masih sangatlah rendah, baik dari sektor pendidikan formal maupun informal. Diperlukan adanya edukasi bagi UMKM di bidang pengelolaan keuangan dan juga produk halal agar pangsa pasar halal di Indonesia dapat dikuasai oleh pengusaha Indonesia. Ketiadaan modul sebagai sarana pembelajaran dapat dikembangkan dengan model ADDIE. Gagasan ini dikembangkan karena model ADDIE merupakan model yang mudah diterapkan dimana proses yang digunakan bersifat sistematis dengan kerangka kerja yang jelas menghasilkan produk yang efektif, kreatif, dan efisien (Learning, 2008: 5). model ADDIE merupakan salah satu model desain sistem pembelajaran yang memperlihatkan tahapan-tahapan dasar sistem pembelajaran yang sederhana dan mudah di pelajari, terdiri dari 5 fase yaitu analysis (analisis), design (desain), development (pengembangan), implementation (implementasi), evaluation (evaluasi). kata kunci: modul, edukasi umkm, literasi keuangan islam, literasi produk halal, ADDIE

    PENGELOLAAN KEUANGAN SEKOLAH DI SMK CITRA MEDIKA SRAGEN

    Get PDF
     ABSTRACTThis article is a scientific paper with explorative methods. The purpose of this scientific article 1) determine planning in financial management Citra Medika vocational schools in Sragen. 2) determine the budget realization in the financial management of the school in SMK Citra Medika Sragen. 3) determine the supervision in the financial management of the school in SMK Citra Medika Sragen. Financing and financial management in the management system is the input and output of the process to produce the quality of education services organized by the school. Financial management processes are in vocational Citra Medika Sragen has fully used the principles of financial management of the school in particular the principle of fairness and efficiency. The use of the principle of fairness which is preparing Budgets and the principle of efficiency that is applied internally in the form of realization of revenue and expenditure budget of the school, while externally the benefits received and costs incurred by students if the students go to school. In financial planning, vocational Citra Medika Sragen is implemented in the form of income and expenditure budget plan school adapted to the purpose, vision, mission and objectives of the school, while the realization of revenue and expenditure of school funds refer to the planning that has been designed in the budget. Accountability of the use of school finances are reported in the form of a comprehensive financial report mainly for the elderly and reported to the Annual General Meeting by the principal who is in charge. Keywords: School Financial Planning, Realization, financial accountability of schools ABSTRAK Artikel ini merupakan karya ilmiah dengan metode eksploratif. Tujuan artikel ilmiah ini 1) mengetahui perencanaan dalam pengelolaan keuangan sekolah di SMK Citra Medika Sragen. 2) mengetahui realisasi anggaran dalam pengelolaan keuangan sekolah di SMK Citra Medika Sragen. 3) mengetahui pengawasan dalam pengelolaan keuangan sekolah di SMK Citra Medika Sragen. Pembiayaan dan pengelolaan keuangan dalam sistem manajemen merupakan input dan proses untuk menghasilkan output berupa kualitas pelayanan pendidikan yang diselenggarakan oleh sekolah. Proses pengelolaan keuangan yang terdapat di SMK Citra Medika Sragen sudah sepenuhnya menggunakan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan sekolah khususnya prinsip keadilan dan efisiensi. Penggunaan prinsip keadilan yaitu menyusun RAPBS dan prinsip efisiensi yaitu diterapkan secara internal berupa realisasi anggaran pendapatan dan belanja sekolah, sedangkan secara eksternal dalam manfaat yang diterima serta biaya yang dikeluarkan oleh peserta didik apabila peserta didik bersekolah. Pada perencanaan keuangan, di SMK Citra Medika Sragen diimplementasikan dalam bentuk rencana anggaran pendapatan dan belanja sekolah yang disesuaikan dengan tujuan, visi, misi, serta tujuan sekolah, sedangkan realisasi penerimaan dan pengeluaran dana sekolah mengacu pada perencanaan yang telah dirancang dalam RAPBS. Pertanggungjawaban penggunaan keuangan sekolah dilaporkan dalam bentuk laporan keuangan yang komprehensif terutama untuk orang tua dan dilaporkan pada Rapat Umum Tahunan oleh kepala sekolah selaku penanggungjawab. Kata Kunci : Perencanaan keuangan Sekolah , Realisasi, Pertanggungjawaban keuangan sekolah. 

    PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM PROGRAM GERAKAN LITERASI DI SEKOLAH

    Get PDF
    Abstrak:Kebiasaan membaca dan menulis siswa kita masih perlu ditingkatkan, program literasi sekolah perlu dikembangkan. Dalam PIRLS 2011 International Results in Reading, Indonesia menduduki peringkat ke-45 dari 48 negara peserta dengan skor 428 dari skor rata-rata 500 (IEA, 2012). Alternatif solusinya adalah Gerakan Literasi Sekolah (GLS). GLS merupakan upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajar yang warganya literat sepanjang hanyat melalui pelibatan publik. Peran kepemimpinan kepala sekolah dalam GLS sangat strategis, a.l. dalam: a) Pengembangan perpustakaan sekolah, b) Penyediaan buku-buku (pelajaran, fiksi, nonfiksi, referensi, dll.), c) Pengembangan sudut-sudut baca/area baca, d) Pembentukan tim literasi sekolah (TLS), e) Kampanye GLS (melalui poster, papan pengumuman, dll.), f) Pengembangan program 15 menit membaca, g) Pengembangan program kegiatan sekolah bertema literasi, h) Pengembangan kerja sama dengan orang tua/wali siswa, j) Pengembangan kerja sama dengan dunia bisnis/usaha, k) Pelaksanaan monev GLS tingkat sekolahKata Kunci:Kepemimpinan Kepala Sekolah dan GL

    PROBLEMATIKA PENGEMBANGAN HOTS (HIGHER ORDER THINGKING SKILLS) DI SEKOLAH DASAR

    Get PDF
    Abstrak. Laju perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan telah mendorong perubahan era globalisasi menjadi era data. Tuntutan kompetensi yang lebih tinggi harus dikuasi generasi muda, yakni keterampilan mengelola informasi yang diperoleh dan menggunakannya secara bermakna. Hal demikian membawa implikasi pada dunia pendidikan yang dituntut harus beradaptasi melalui pemberlakuan Kurikulum 2013 di sekolah. Kurikulum 2013 dipandang sebagai wahana dalam pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi/higher order thinkingskills (HOTS) para peserta didik. Berbagai kajian empiris dan konseptual telah menujukkan hal yang tidak selaras dengan harapan pemerintah. Hasil penelitian pada siswa SD di kota semarang menunjukkan bahwa keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa berada pada level kurang. Hasil penelitian lain, disebutkan bahwa selama ini penilaian autentik yang seharusnya dilakukan dengan beragam teknik ternyata belum terlaksana. Para guru terbiasa melakukan tes tertulis pilihan ganda dan uraian yang mengukur pemahaman. Pembelajaran terjebak pada tujuan penilaian yang mengukur keterampilan berpikir tingkat rendah. Penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik menemui jalan buntu. Orang tua siswa menagih pihak sekolah untuk menyusun rangkuman materi dengan alasan minimnya materi yang tersaji dalam buku siswa. Problem tersebut memerlukan penyelesaian dari berbagai pihak secara sinergis. Orangtua perlu dilibatkan agar siap membimbing belajar anaknya. Guru hendaknya melakukan penilaian autentik sebagai langkah pasti memonitor hasil belajar siswanya. Kata Kunci: HOTS (Higher Order Thingking Skills), Sekolah Dasa

    PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP GAYA PADA SISWA SEKOLAH DASAR

    No full text
    Abstract: This study aims to improve understanding of the concept of force throught the application of learning approaches Science Technology Society (STS). This research is a Classroom Action Research (CAR). the research is a performed in two cycles, with each cycle consisting of planning, action implementation, observation and reflection. Teachers and students of fifth grade are the subjects and sources of data of the research. Data is collected by using observation, interviews, documentations technique, and test. The validity of the data is triangulation source and triangulation techniques. The data analysis technique used was an interactive analysis. The conclusions of this research is the aplication of learning approacches Science Technology Society (STS) can improve the understanding of the concept of force.     Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep gaya melalui penerapan pendekatan pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM). Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini terdiri dari dua siklus, setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek dan sumber data pada penelitian ini adalah guru dan siswa kelas V SD Negeri Tanjungsari kecamatan Buluspesantren kabupaten Kebumen. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Validitas data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis interaktif. Simpulan penelitian ini adalah penerapan pendekatan pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM) dapat meningkatkan pemahaman konsep gaya. Kata Kunci: Sains Teknologi Masyarakat (STM),  pemahaman konsep gaya

    PENERAPAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SIFAT-SIFAT BANGUN RUANG PADA SISWA SEKOLAH DASAR

    Get PDF
    Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman konsep sifat-sifat bangun ruang  melalui penerapan Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME). Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berlangsung dalam tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi. Uji validitas data menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan validitas isi. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa melalui penggunaan pendekatan pembelajaran RME dapat meningkatkan pemahaman konsep sifat-sifat bangun ruang. Kata Kunci: Peningkatan pemahaman konsep sifat-sifat bangun ruang, pendekatan pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME)

    PENERAPAN MODEL TAKE AND GIVE UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISTEM PEMERINTAHAN PUSAT PADA SISWA SEKOLAH DASAR

    No full text
    Abstract:The purpose of this research was to improve the comprehensions of concepts system of central goverment in 4th grade students of SD N Karangasem II No. 172 Surakarta in academic year of 2016/2017.The research was classroom action research consist of three cycles. Each one consist of four phases, namely planning, implementation, observation, and reflection. The subjects of this research were teacher and 4th grade students of SD N Karangasem II No. 172 Surakarta many 35 students. The sources of data were interview, observation, test and documentation. The data validity used triangulation of source and technique. The data analysis technique use descriptive comparative and interactive analysis model which consist of three components, they are data reduction, data display, and conclusion.The result of this research indicated that the average score of the comprehensions test about concept system of central goverment before action were 65,74 and the percentage of classical completeness is 28,57%. Following the treatment, the average score become 69,14 with the classical completeness percentage 60% in cycle I, and 78,00 with the classical completeness percentage in cycle II respectively. Student comprehension’s of system of central goverment increased again on the third cucle with the acquistion of  an average score is 81,77 and the percentage of classical completeness is 94,28%. Based on the result of the research, it can be concluded that the result of learning model Take and Give can be improve the comprehension of concepts multiplication system of central goverment in 4th grade students of SD N Karangasem II No. 172 Surakarta in the academic year of 2016/2017. Abstrak:Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman konsep sistem pemerintahan pusat siswa dalam pembelajaran PKn pada siswa kelas IV SD Negeri Karangasem II No. 172 Surakarta Tahun Ajaran 2016/2017. Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Tiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IV SD Negeri Karangasem II No. 172 Surakarta yang berjumlah 35 siswa. Sumber data berasal dari guru, siswa, dan dokumen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif komparatif dan model analisis interaktif dengan tiga buah komponen yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian tindakan kelas ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas pemahaman konsep sistem pemerintahan pusat sebelum dilakukan tindakan sebesar 65,74 dengan persentase ketuntasan  kelas sebesar 28,57%. Pada siklus I, nilai rata-rata kelas menjadi 69,14 dengan persentase 60%. Pada siklus II, nilai rata-rata meningkat menjadi 78,00 dengan persentase ketuntasan kelas sebesar 85,71%. Pada siklus III, nilai rata-rata meningkat menjadi 81,77 dengan persentase ketuntasan kelas sebesar 94,28%. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa melalui model Take and Give dapat meningkatkan nilai pemahaman konsep sistem pemerintahan pusat pada siswa kelas IV SD Negeri Karangasem II No. 172 Surakarta Tahun Ajaran 2016/2017. Kata kunci:Pemahaman Konsep, Sistem Pemerintahan Pusat, Take and Giv

    PENINGKATAN HASIL BELAJAR TOLAK PELURU GAYA ORTHODOX MELALUI PENERAPAN MEDIA BANTU PEMBELAJARAN YANG DIMODIFIKASI PADA SISWA KELAS VI SEKOLAH DASAR

    No full text
    Abstract : Research Objectives are (1) Improve the learning result of orthodox style tobacco force through the application of modified teaching aids media. The subject of this research is the students of class VI SD Negeri 1 Karangpakel which amounted to 16 students. This research is a Classroom Action Research which is conducted in 2 cycles. Each cycle consists of 2 meetings and each time meeting is 2 x 35 minutes. Each cycle includes planning, execution, observation, and reflection. To measure students' ability, at each end of the cycle evaluation is performed using performance test. Observation sheets are used to find out teacher activity and student activeness. Based on the result of research, the average of student learning outcomes at the initial condition is 40%, in cycle I is 60%, then in cycle II is 80%. Based on the result of research indicate that the giving of modified learning media with material of orthodox style tobacco sticker can improve student spirit, student enthusiasm, and improvement of student learning result.Abstrak : Tujuan Penelitian adalah (1) Meningkatkan hasil belajar tolak peluru gaya orthodox melalui penerapan media bantu pembelajaran yang dimodifikasi.Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VI SD Negeri 1 Karangpakel yang berjumlah 16 siswa. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan dan setiap pertemuan waktunya 2 x 35 menit. Setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Untuk mengukur kemampuan siswa, pada setiap akhir siklus diadakan evaluasi dengan menggunakan tes unjuk kerja.  Lembar observasi digunakan untuk mengetahui kegiatan guru dan keaktifan siswa.Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata hasil belajar siswa pada kondisi awal 40%, di siklus I diperoleh 60%, selanjutnya pada siklus II diperoleh 80%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Media Bantu Pembelajaran yang Dimodifikasi dengan materi tolak peluru gaya orthodox dapat meningkatkan semangat siswa, antusias siswa, dan peningkatan hasil belajar siswaKata Kunci: peningkatan, tolak peluru, gaya orthodo

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONNECTING, ORGANIZING, REFLECTING, EXTENDING (CORE) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENERAPAN KONSEP GAYA PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR

    Get PDF
    Abstract: The purpose of this research is to improve the appliying of application of force concept by application of Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) learning model for fifth grade students of elementary school in the academic year of 2016/2017.This research was a Classroom Action Research which conducted two cycles. Each cycles consisted of three meeting which four stages, namely planning, perfoming, observating and reflecting. Subject this research were 26 fifth grade students of elementary school. The source of data was taken from the teacher and students. The data collection techniques used were interviews, observation, test, and documentation. The validity of data use content validity. The analysis if the data used was descriptive comparative data analysis and interactive analysis model that consist of three components, such us data reduction, data display and conclution.The result obtained from the classroom action research indicated that the average score of the application capability force concept class test at pre-action is 66,11 with the class achievement percentage of 23,08%. In the first cycle, the average class score increased to 77,27  with a percentage of 61, 54%. In the second cycle, the average class score increased 83,61 with the achievement percentage 84,62 %Based on this rsearch, it can be concluded that Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) learning model can improve the application of force concept score of fifth grade students of elementary school in the academic year of 2016/2017. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan penerapan konsep gaya dengan menggunakan model pembelajaran model pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) pada siswa kelas V SD tahun ajaran 206/2017.Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tiga pertemuan dengan tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V yang berjumlah 26 siswa. Sumber data berasal dari guru dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, tes dan dokumentasi. Validitas data yang digunakan adalah menggunakan validitas isi. Analisis data yang digunakan adalah analisis data desktiptif komparatif dan model analisis interaktif yang mempunyai tiga buah komponen yaitu reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian tindakan kelas ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas tes kemampuan penerapan konsep gaya pada pratindakan sebesar 66,11 dengan persentase ketercapaian kelas sebesar 23,08%. Pada siklus I nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 77,27  dengan presentase 61,54%. Pada siklus II, nilai rata-rata kelas meningkat lagi menjadi 83,61 dengan presentase ketercapaian sebesar 84,62%. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa melalui model pembelajaran Connecting, Oragnizing, Reflecting, Extending (CORE) dapat meningkatkan nilai kemampuan penerapan konsep gaya pada siswa kelas V Sekolah dasar tahun ajaran 2016/2017. Kata kunci : CORE, penerapan konsep gaya

    7,121

    full texts

    7,978

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    FKIP UNS Journal Systems
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇