FKIP UNS Journal Systems
Not a member yet
    7978 research outputs found

    PENERAPAN COOPERATIVE LEARNING TEAM QUIZ UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERTANYA PADA PEMBELAJARAN IPA PADA SISWA SEKOLAH DASAR

    No full text
    Abstract: The purpose of this research was to improve questioning skills on science learning, students of grade V Elementary School 3 Kedungwinangun, Klirong, Kebumen, Academic Year 2016/2017 through the implementation of Cooperative Learning Team Quiz. This Classroom Action Research carried out in two cycles with two meetings each cycle. Each cycle consists of four steps of activity, planning, implementation, observation and reflection. The subjects were 21 students of grade V Elementary School 3 Kedungwinangun, 1 classroom teacher and researcher as the executor of the action. Data sources include teachers, students and learning activities. Data collection techniques used are tests, observations, interviews and documentation. Data validity were triangulation of source and triangulation of technique. Data analysis used interactive data analysis process include data reduction, data presentation and conclusion. Based on the result of data analysis, it can be concluded that implementation of Cooperative Learning Team Quiz can improve the skills of questioning on science learning, students of grade V Elementary School 3 Kedungwinangun, evidenced by the increasing percentage of classical completeness students’ questioning skills on science learning. On precycle, classical completeness was 26.3%, in the first cycle increased to 60%, in cycle II increased to 100%. Abstrak: Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan keterampilan bertanya pada pembelajaran IPA, siswa kelas V SD Negeri 3 Kedungwinangun, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen, Tahun Ajaran 2016/2017, melalui penerapan Cooperative Learning Team Quiz. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus, dengan dua pertemuan setiap siklus. Setiap siklus terdiri dari empat langkah kegiatan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian adalah 21 siswa kelas V SD N 3 Kedungwinangun, 1 guru kelas dan peneliti sebagai pelaksana tindakan. Sumber data meliputi guru, siswa dan kegiatan pembelajaran. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi, wawancara dan dokumentasi. Validitas data berupa triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data menggunakan proses analisis data interaktif meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data, disimpulkan bahwa penerapan Cooperative Learning Team Quiz dapat meningkatkan keterampilan bertanya pada pembelajaran IPA, siswa kelas V SD Negeri 3 Kedungwinangun, dibuktikan dengan meningkatnya persentase ketuntasan klasikal keterampilan bertanya siswa pada pembelajaran IPA. Pada prasiklus, ketuntasan klasikal 26,3%, pada siklus I ketuntasan klasikal meningkat menjadi 60%, pada siklus II ketuntasan klasikal meningkat menjadi 100%. Kata kunci:Cooperative Learning,  Team Quiz, Keterampilan Bertanya Siswa pada Pembelajaran IP

    PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS BOUNDED INQUIRY LABORATORY (LAB) UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS DIMENSI PROSES PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN KELAS XI

    Get PDF
    Penelitian bertujuan untuk: 1) Mengetahui karakteristik modul berbasis bounded inquiry laboratory (lab) untuk meningkatkan literasi sains dimensi proses; 2) Menguji kelayakan modul berbasis bounded inquiry laboratory (lab) untuk meningkatkan literasi sains dimensi proses; 3) Menguji keefektivan penggunaan modul berbasis bounded inquiry laboratory (lab) untuk meningkatkan literasi sains dimensi proses pada materi Sistem Pencernaan kelas XI. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R & D) mengacu pada model Borg and Gall (1983) yang dimodifikasi. Instrumen yang digunakan adalah lembar analisis, lembar observasi, angket, lembar validasi, wawancara, dan tes. Data penelitian dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif dan literasi sains dimensi proses dianalisis dengan N-gain ternormalisasi untuk mengetahui keefektivan modul berbasis bounded inquiry laboratory (lab), dan uji Wilcoxon untuk mengetahui literasi sains dimensi proses. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan bahwa: 1) Modul berbasis bounded inquiry laboratory (lab) untuk meningkatkan literasi sains dimensi proses pada materi Sistem Pencernaan dikembangkan sesuai dengan tahapan bounded inquiry laboratory (lab) (observasi, manipulasi, generalisasi, verifikasi, aplikasi) dan pendekatan saintifik; 2) Hasil pengembangan modul berbasis bounded inquiry laboratory (lab) layak untuk diterapkan pada materi Sistem Pencernaan. Kelayakan modul berbasis bounded inquiry laboratory (lab) pada materi Sistem Pencernaan berdasarkan validasi ahli memperoleh kategori “sangat baik” dengan persentase 98,21%, validasi praktisi memperoleh kategori “sangat baik” dengan persentase 99,22%, dan responden uji coba skala kecil memperoleh kategori “baik” dengan persentase 77,34%, sehingga layak digunakan kelas XI; 3) Modul berbasis bounded inquiry laboratory (lab) pada materi Sistem Pencernaan efektif untuk meningkatkan literasi sains dimensi proses yang ditunjukkan dengan hasil uji Wilcoxon yaitu diperoleh probabilitas (p) sebesar 0,000 (p < 0,05), H0 ditolak, sehingga ada perbedaan literasi sains dimensi proses sebelum dan setelah menggunakan modul bounded inquiry laboratory (lab) pada materi sistem pencernaan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa karakteristik modul berbasis bounded inquiry laboratory (lab) sesuai tahapan bounded inquiry laboratory (lab) (observasi, manipulasi, generalisasi, verifikasi, aplikasi) dan pendekatan saintifik; layak dan efektif untuk meningkatkan literasi sains dimensi proses pada materi Sistem Pencernaan kelas XI

    PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DENGAN METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan keterampilan berpikir kritis siswa melalui implementasi pembelajaran fisika berbasis Contextual Teaching and Learning dengan metode eksperimen pada materi magnet dan elektromagnetik di kelas XII TKR.A SMK Negeri 2 Sukoharjo tahun pelajaran 2014/2015.Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan dari Kamis 24 September 2014 sampai dengan Kamis 23 Oktober 2014. Subyek penelitian adalah siswa kelas XII TKR.A SMK Negeri 2 Sukoharjo tahun pelajaran 2014/2015 yang terdiri dari 35 siswa. Data hasil belajar kognitif dan keterampilan berpikir kritis diambil dengan teknik tes sedangkan hasil belajar afektif dan psikomotor diambil dengan teknik observasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Kesimpulan penelitian ini adalah 1) meningkatkan kreativitas siswa dengan capaian indikator paling tinggi adalah menentukan variabel sebesar 85,71 dan capaian rata-rata kreativitas mengalami peningkatan dari pra siklus (63,28%), siklus I (71,22%), dan siklus II (83,97%). 2) meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dengan peningkatan sebagai berikut: a) persentase jumlah siswa yang memiliki keterampilan berpikir kritis tinggi meningkat dari pra siklus (71,42%), siklus I (74,28%), dan siklus II (80%), b) capaian indikator paling tinggi adalah melakukan interpretasi sebesar 69% dan capaian rata-rata keterampilan berpikir kritis meningkat dari pra siklus (60%), siklus I (62,40%) dan siklus II (73,38%). 3) meningkatkan hasil belajar siswa pada materi magnet dan elektromagnetik dengan rincian sebagai berikut: a) terdapat peningkatan persentase jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar kognitif dari pra siklus (61,42%), siklus I (70,47%), dan siklus II (77,82%) dengan Kriteria Ketuntasan Minimal belajar klasikal yang ditetapkan sebesar 75%, b) terdapat peningkatan capaian rata-rata hasil belajar afektif dari pra siklus (61,42%), siklus I (70,71%), dan siklus II (83,56%), c) terdapat peningkatan capaian rata-rata hasil belajar psikomotor dari pra siklus (63,28%), siklus I (71,22%), dan siklus II (83,97%)

    PENGEMBANGAN MODUL BIOLOGI INQUIRY BASED ON INTERACTIVE DEMONSTRATION UNTUK MEMBERDAYAKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XII IA PADA MATERI BIOTEKNOLOGI DI SMA NEGERI 1 MAGELANG

    Get PDF
    Tujuan penelitian dan pengembangan yaitu mengetahui: 1) Karakteristik modul biologi inquiry based on interactive demonstration pada materi bioteknologi, 2) Kelayakan modul biologi inquiry based on interactive demonstration pada materi bioteknologi, 3) Keefektifan modul biologi inquiry based on interactive demonstration untuk memberdayakan hasil belajar siswa kelas XII IA pada materi bioteknologi di SMAN 1 Magelang. Penelitian menggunakan prosedur penelitian dan pengembangan (R&D) Borg & Gall yang telah dimodifikasi. Validasi produk pengembangan dilakukan oleh ahli materi, ahli pengembangan media, ahli perangkat pembelajaran, ahli bahasa, dan praktisi pendidikan. Subyek penelitian dan pengembangan meliputi: Subyek uji coba terbatas (keterbacaan) sejumlah 12 siswa kelas XII IA SMAN 3 Magelang, subyek uji lapangan operasional (keefektifan) sejumlah 26 siswa kelas XII IA-2 sebagai kelas modul dan 24 siswa kelas XII IA-4 sebagai existing class di SMAN 1 Magelang. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan: 1) Karakteristik modul biologi inquiry based on interactive demonstration pada materi bioteknologi yang dikembangkan sesuai sintaks inquiry based on interactive demonstration meliputi tahap observasi, manipulasi, generalisasi, verifikasi, dan aplikasi; 2) Modul biologi inquiry based on interactive demonstration pada materi bioteknologi layak digunakan sebagai bahan ajar baru di sekolah berdasarkan validasi dan uji coba lapangan; 3) Modul biologi inquiry based on interactive demonstration pada materi bioteknologi dinyatakan efektif untuk memberdayakan hasil belajar siswa pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotor berdasarkan nilai rata-rata hasil belajar siswa  Kelas Modul lebih besar dari Existing Class

    PEMBELAJARAN FISIKA MENGGUNAKAN MODEL JIGSAW DAN GI (GROUP INVESTIGATION) DITINJAU DARI KREATIVITAS DAN SIKAP ILMIAH BELAJAR SISWA

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembelajaran kooperatif menggunakan model Jigsaw dan GI, sikap ilmiah, kreativitas belajar, serta interaksinya terhadap prestasi belajar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasinya adalah seluruh siswa kelas XII jurusan teknik komputer jaringan dan broadcasting SMK PGRI 6 Ngawi tahun pelajaran 2012-2013, terdiri atas 5 kelas. Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling, terdiri 2 kelas yaitu XIITKJ1 menggunakan model Jigsaw dan XIIBRO1 menggunakan model GI. Data prestasi belajar kognitif dikumpulkan dengan metode tes, metode angket untuk sikap ilmiah, kreativitas belajar, prestasi belajar afektif. Analisis data yang digunakan adalah analisis variansi tiga jalan dengan desain faktorial 2x2x2. Berdasarkan hasil analisis data, disimpulkan: 1) ada pengaruh penggunaan metode JIGSAW dan GI terhadap  prestasi belajar fisika, metode JIGSAW lebih baik daripada metode GI, 2) ada pengaruh kreativitas tinggi dan rendah siswa terhadap prestasi belajar fisika, 3) tidak ada pengaruh sikap ilmiah tinggi dan rendah siswa terhadap prestasi belajar fisika, 4) ada interaksi antara metode pembelajaran dan sikap ilmiah siswa terhadap prestasi belajar fisika, 5) tidak ada interaksi antara metode pembelajaran dan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar fisika; 6) ada interaksi antara kreativitas dan sikap ilmiah siswa terhadap prestasi belajar fisika, dan 7) tidak ada interaksi antara metode pembelajaran, kreativitas, dan sikap ilmiah siswa terhadap prestasi belajar fisika

    PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN DAN DEMONSTRASI DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS TERHADAP PRESTASI BELAJAR DAN KETERAMPILAN METAKOGNITIF

    Get PDF
    Pembelajaran IPA, khususnya Fisika perlu disajikan secara interaktif, inspiratif, dan menyenangkan agar peserta didik dapat termotivasi untuk berpartisipasi aktif. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pembelajaran PBL dengan metode eksperimen dan demonstrasi terhadap prestasi belajar dan keterampilan metakognitif antara peserta didik,mengetahui pengaruh pembelajaran PBL dengan metode eksperimen dan demonstrasi terhadap kemampuan berpikir kritis tinggi dan rendah dan pengaruh interaksi antara pembelajaran PBL dengan metode eksperimen dan demonstrasi dengan kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar dan keterampilan metakognitif. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan populasi penelitian kelas X MIPA MAN 1 Kediri, Kabupaten Kediri.Teknik  pemilihan sampel menggunakan cluster random sampling yaitu pemilihan sampel secara acak dengan menggunakan undian. Sampel populasi ini terdiri dari dua kelas yaitu kelas eksperimen 1 dengan metode eksperimen dan eksperimen 2 dengan metode demonstrasi . Data prestasi belajar pengetahuan diperoleh dari tes pilihan ganda, data kemampuan berpikir kritis dan keterampilan metakognitif diperoleh dari tes uraian, sedangakan prestasi sikap dan keterampilan belajar diperoleh dari hasil observasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan multivariate of anova menggunakan General Linier Model.Hasil analisis menunjukkan bahwa pengaruh metode eksperimen lebih baik dibandingkan metode demonstrasi ditinjau dari kemampuan berpikir kritis, prestasi belajar, maupun keterampilan metakognitif

    PENGARUH PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN DAN DEMONSTRASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR DAN KREATIVITAS DITINJAU DARI SIKAP ILMIAH

    Get PDF
    Fisika sebagai bagian dari mata pelajaran IPA, masih sering diidentikkan dengan persamaan matematika, angka, rumus dan hitungan yang susah dipahami sehingga tidak sedikit peserta didik yang enggan atau tidak suka dengan pelajaran fisika yang berakibat peserta didik malas untuk belajar dan rendahnya prestasi belajar dan kreativitas. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar (pengetahuan, sikap, keterampilan) dan kreativitas antara peserta didik yang diberi pembelajaran dengan pendekatan saintifik menggunakan metode eksperimen dengan peserta didik yang diberi pembelajaran dengan pendekatan saintifik menggunakan metode demonstrasi disamping itu juga untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar (pengetahuan, sikap, keterampilan) dan kreativitas antara peserta didik yang memiliki sikap ilmiah tinggi dan rendah. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kuasi eksperimendengan teknik analisis Multivariat analisis of varians (MANOVA). Penelitian dilakukan di SMA N 8 Surakarta, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah pada kelas X. MIA semester 2 tahun pelajaran 2013/2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1).ada perbedaan prestasi belajar (pengetahuan, sikap, keterampilan) dan kreativitas antara peserta didik yang diberi pembelajaran dengan pendekatan saintifik menggunakan metode eksperimen dengan demonstrasi, 2). ada perbedaan prestasi belajar (pengetahuan, sikap, keterampilan) dan kreativitas bagi peserta didik yang memiliki sikap ilmiah tinggi dan rendah, 3). tidak ada interaksi antara pembelajaran dengan pendekatan saintifik menggunakan metode eksperimen demonstrasi dan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar (pengetahuan, sikap, keterampilan) dan kreativitas peserta didik

    KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL (SPLDV) DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF

    No full text
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan dan mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa dalam pemecahan masalah materi SPLDV. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 16 Surakarta. Analisis data dilakukan dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data menggunakan teknik triangulasi waktu. Hasil penelitian disimpulkan bahwa: (1) Kemampuan komunikasi matematis siswa gaya Field Dependent  (FD) mampu menjelaskan situasi, tidak mampu menyajikan permasalahan, mampu merepresentasikan matematika secara utuh, belum mampu memecahkan masalah, tidak mampu mendapatkan solusi, dan tidak mampu menafsirkan solusi. Siswa FD berada pada level 1-2 (kategori rendah-sedang); (2) Kemampuan komunikasi matematis siswa gaya Field Independent (FI) mampu menjelaskan situasi, mampu menyajikan permasalahan, mampu merepresentasi matematika secara utuh dan terpisah, mampu menggunakan konsep dan strategi, mampu memecahkan masalah, mampu mendapatkan solusi, dan mampu menafsirkan solusi. Siswa FI berada pada level 3-4 (kategori tinggi-sangat tinggi). 

    Pengembangan Panduan Bimbingan Peningkatan Perilaku Beribadah dengan Teknik Self Monitoring

    Get PDF
    The research purposes to produce prototype 1 which is the guide service manual development to improve religious behavior using self-monitoring technique for high school students which will be ready to be examined of its effectiveness and efficiency. This research used research and development; however the research was only conducted to pre development stage which was production stage. The collecting data had been done using questionnaire of the students’ necessity and importance. The result showed that (1) based on the result of empirikal review, the development to improve religious behavior was very needed and very important for students, parents, and the counseling teacher. (2) based on the analysis of empirikal review and the empirikal review could be developed in a product, which is “The Guidance Service Manual Development to Improve Religious Behavior Using Self-Monitoring Technique for High School Student

    PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES DAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN MULTIMEDIA PADA SISWA KELAS 5 SDN 2 KALIRANCANG TAHUN AJARAN 2015/2016

    Get PDF
    Peningkatan Keterampilan Proses dan Hasil Belajar IPA melalui Pendekatan Saintifik dengan multimedia pada Siswa Kelas V SDN 2 Kalirancang Tahun Ajaran 2015/2016. Tujuan penelitian ini yaitu meningkatkan (1) keterampilan proses sains dan (2) hasil belajar IPA. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) kolaboratif melalui dua siklus, setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 2 Kalirancang yang berjumlah 21 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan saintifik yang dengam multimedia yang dilaksanakan sesuai langkah yang tepat dapat meningkatkan keterampilan proses dan hasil belajar IPA siswa kelas V SDN 2 Kalirancang tahun ajaran 2015/2016. Kata Kunci: keterampilan proses sains, hasil belajar, pendekatan saintifik, multimedi

    7,121

    full texts

    7,978

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    FKIP UNS Journal Systems
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇