FKIP UNS Journal Systems
Not a member yet
7978 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR FLEXIBILITY DAN ELABORATION SISWA KELAS XII MIPA I MELALUI PROBLEM BASED LEARNING DI SMAN X SURAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan skor kemampuan berpikir flexibility dan elaboration dengan penerapan Problem Based Learning pada siswa kelas XII MIPA 1 SMAN X di Surakarta. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan selama 2 siklus dengan penerapan PBL. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII MIPA 1 yang berjumlah 30 orang. Sumber data primer diperoleh dari hasil tes kemampuan berpikir flexibility dan elaboration yang dilaksanakan setiap akhir tindakan penelitian serta lembar observasi sikap berpikir flexibility dan elaboration siswa pada saat pembelajaran. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor rata rata kelas kemampuan flexibility menjadi 42,05% dan kemampuan berpikir elaboration menjadi 47% setelah diterapkan PBL
PENERAPAN DESAIN PEMBELAJARAN SISTEM RESPIRASI BERBASIS GUIDED INQUIRY LEARNING DIPADU AfL UNTUK MENGUBAH KEMAMPUAN BERARGUMENTASI SISWA KELAS XI SMA
Tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah untuk mengubah kemampuan berargumentasi siswa kelas XI SMA melalui penerapan desain pembelajaran sistem respirasi berbasis guided inquiry learning diapadu assessment for learning. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, dari bulan Februari hingga April 2016. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMA tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 31 siswa. Data penelitian diperoleh melalui tes essay, lembar observasi, dan wawancara. Data utama kemampuan berargumentasi siswa diukur dengan indikator yaitu claim, reasoning dan evidence diukur menggunakan tes argumentative skill berupa soal uraian yang disusun peneliti sesuai kecukupan setiap indikator. Teknik analisis data adalah dengan teknik analisis deskriptif. Validasi data dengan menggunakan teknik triangulasi. Prosedur penelitian menggunakan metode spiral Kemmis dan Mc.Taggart. Hasil penelitian menunjukan penerapan desain pembelajaran sistem respirasi berbasis guided inquiry learning dipadu assessment for learning dapat mengubah kemampuan berargumentasi siswa kelas XI SMA. Hasil kemampuan berargumentasi siswa pra siklus pada aspek claim sebesar 42,9%, aspek reasoning sebesar 32,9% dan aspek evidence sebesar 20,32%. Siklus I pada aspek claim sebesar 80,64%, aspek reasoning sebesar 64,51% dan aspek evidence sebesar 45,16%. Siklus II pada aspek claim seebesar 100%, aspek reasoning sebesar 77,41% dan aspek evidence sebesar 70,96%. Siklus III pada aspek claim sebesar 100%, aspek reasoning sebesar 90,32% dan aspek evidence sebesar 87,09%
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR DAN KEAKTIFAN MAHASISWA CALON GURU KIMIA
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan prestasi belajar mahasiswa pada mata kuliah Kapita Selekta Kimia II pada materi kesetimbangan kimia melalui penerapan model pembelajaran kooperatif, (2) meningkatkan keaktifan mahasiswa pada kata kuliah Kapita Selekta Kimia II pada materi kesetimbangan kimia. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian adalah mahasiswa Program studi Pendidikan Kimia Semester 4 di FKIP UNS Surakarta tahun Pelajaran 2016/2017. Pengumpulan data penelitian menggunakan teknik tes untuk aspek pengetahuan. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan prestasi belajar mahasiswa pada mata kuliah Kapita Selekta Kimia II pada materi kesetimbangan kimia aspek kognitif yaitu rata-rata 66% pada siklus 1 dan rata-rata 87% pada siklus 2. Keaktifan mahasiswa meningkat yaitu rata-rata 79.2% pada siklus 1 dan rata-rata 87,4% pada siklus 2
PEMBUATAN PERAK NITRAT (AgNO3) TEKNIS DARI LIMBAH PENYEPUHAN PERAK
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses pembuatan AgNO3 teknis dari limbah penyepuhan perak dan mengetahui pengaruh luas penampang elektroda yang digunakan untuk proses elektrolisis terhadap banyaknya logam perak yang terdeposisi. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen di laboratorium. Sampel berupa limbah penyepuhan perak. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Pembuatan AgNO3 teknis dimulai dari elektolisis limbah penyepuhan perak menggunakan variasi luas penampang elektroda karbon 13,3136 cm2, 7,9128 cm2, dan 5,5264 cm2 pada tegangan 3 V selama 60 menit. Logam perak yang terdeposisi direaksikan dengan larutan asam nitrat pekat dilanjutkan dengan kristalisasi. Analisis pendahuluan kualitatif dan karakterisasi XRD dilakukan terhadap senyawa AgNO3 yang dihasilkan.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembuatan senyawa AgNO3 teknis dari limbah penyepuhan perak dimulai dari elektrolisis menggunakan elektroda karbon pada tegangan 3 V kemudian mereaksikan logam perak yang terdeposisi dengan larutan asam nitrat pekat berlebih untuk selanjutnya dilakukan kristalisasi. Luas penampang elektroda yang digunakan untuk proses elektrolisis berpengaruh pada banyaknya logam perak yang terdeposisi. Karakterisasi XRD senyawa AgNO3 dari hasil penelitian diketahui bersesuaian dengan senyawa AgNO3 (Gorbunova, 1984) dan senyawa Ag2O (Kabalkina, 1963)
PENGEMBANGAN PENILAIAN SIKAP DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS VIDEO PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERBASIS KONTEKS
Penilaian adalah bagian terpenting dalam proses pembelajaran. Dalam Kurikulum 2013, penilaian harus autentik. Penilaian autentik adalah penilaian yang menyeluruh harus mencakup tiga ranah yaitu pengetahuan, sikap dan keterampilan. Namun, kenyataannya guru masih belum melaksanakan penilaian sikap secara menyeluruh dengan menggunakan instrumen penilaian sikap, guru masih melakukan proses penilaian secara langsung tanpa menggunakan instrumen sehingga penilaian lebih subjektif. Sebagai solusi dari permasalahan tersebut dilakukan penelitian dan pengembangan produk instrumen penilaian sikap yang meliputi penilaian individu, penilaian kelompok, penilaian diri sendiri, dan penilaian antar teman pada pelajaran IPA yang diintegrasikan dengan pelajaran lain berbasis konteks melalui metode Design Based Research (DBR) yang terdiri dari empat tahap. Instrumen penilaian sikap yang dikembangkan dijadikan solusi dan dapat dijadikan alternatif bagi guru dalam melakukan proses penilaian sikap dalam pembelajaran. Data diperoleh melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Subjek sumber data penelitian adalah observer, siswa-siswi kelas V SDN 1 Nagarawangi, SDN 2 Nagarawangi, dan SDN 3 Nagarawangi. Uji coba dilakukan sebanyak dua kali. Pada temuan penelitian, instrumen penilaian sikap yang dikembangkan valid, reliabel, dan praktis digunakan. Kevalidan ditunjukkan dengan hasil validasi ahli, kemudian reliabel ditunjukkan dengan keidentikan skor yang diberikan oleh observer pada siswa. Dalam uji coba dan implementasi prototipe 2 terdapat rubrik yang harus direvisi karena persentase keidentikannya < 80%. Pada uji coba dan implementasi prototipe 3 semua kriteria layak digunakan karena persentase keidentikannya > 80%
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE (TTW) UNTUK MENINGKATKAN ORAL ACTIVITIES DAN HASIL BELAJAR MAHASISWA SEMESTER 1 KELAS A PENDIDIKAN BIOLOGI FKIP UAD PADA MATA KULIAH PENGANTAR PENDIDIKAN
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran pada mata kuliah pengantar pendidikan dengan menerapkan model pembelajaran Think Talk Write (TTW), mengetahui banyaknya siklus yang diperlukan untuk meningkatkan oral activities dan hasil belajar mahasiswa semester 1A Pendidikan Biologi FKIP UAD, serta untuk mengetahui besarnya peningkatan oral activities dan hasil belajar mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan subjek penelitian adalah mahasiswa semester 1 kelas A yang terdiri atas 48 mahasiswa. Teknik pengumpulan data dengan observasi dan tes. Instrumen pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi dan soal tes. Analisis data secara deskriptif kualitatif dan analisis data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran TTW dapat terlaksana sesuai dengan sintak-sintaknya sebanyak 2 siklus, rerata oral activities mahasiswa pada siklus I sebesar 63.33% dan pada siklus II sebesar 82.68%. Rerata hasil belajar mahasiswa pada siklus I sebesar 64.37 dan pada siklus II sebesar 83.06. Peningkatan rerata oral activities dari siklus I ke siklus II sebesar 30.55% dan peningkatan rerata hasil belajar dari siklus I ke siklus II sebesar 28.99%
ANALISIS KEMAMPUAN TECHNOLOGICAL PEDAGOGICAL AND CONTENT KNOWLEDGE (TPACK) CALON GURU PADA MATA KULIAH PP BIO
Pendidikan calon guru biologi masa depan dihadapkan pada isu integrasi pengetahuan konten, pedagogi dan teknologi (TPACK/technological pedagogical content knowledge). Calon guru diharapkan menjadi guru yang terampil mengajar dengan efektif, menguasai materi (konten biologi) dan mampu memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kemampuan TPACK calon guru Biologi pada mata kuliah Pengelolaan Pengajaran Biologi (PP Bio). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif untuk mendeskripsikan kemampuan TPACK calon guru biologi. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi yang menempuh Mata Kuliah PP Bio pada semester gasal 2017/2018. Kemampuan TPACK calon guru diperoleh dengan menganalisis instrumen CoRe dan PaPeR. TPACK pada penelitian ini meliputi tiga komponen utama pengetahuan guru yaitu konten, pedagogi, dan teknologi. Berdasarkan analisis CoRe dan PaPeR, calon guru dapat menyusun ide besar untuk mengembangkan materi ajar 3 sampai 5 ide besar; calon guru biologi sudah baik dalam mengelola waktu mengajar dan sudah baik kemampuannya dalam memilih strategi pembelajaran (85%). Masih ada 77% calon guru menunjukkan kesulitan dalam mengelola kelas yang efektif. Pada aspek penguasaan konten menunjukkan ada 62% calon guru memiliki penguasaan konsep dengan benar, sedangkan 38% memiliki penguasaan konsep yang tidak mendalam, dan ada yang mengarah pada miskonsepsi. Penggunaan sumber belajar berbasis teknologi informasi dan komputer masih perlu dimaksimalkan karena masih terbatas jenisnya (power point, video, internet), masih sedikit yang menggunakan (32%), serta pemilihan sumber belajar dan media yang kurang relevan untuk pencapaian kompetensi dasar. Simpulan dari penelitian ini bahwa kemampuan TPACK calon guru masih perlu ditingkatkan pada beberapa aspek penguasaan konten, pedagogik dan teknologi
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE PAIR CHECK UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS XI. IPS 1 SMA NEGERI 1 KARANGANOM TAHUN PELAJARAN 2016/ 2017
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengamati peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran cooperatif learning tipe pair check pada mata pelajaran sosiologi kelas XI. IPS 1 SMA Negeri 1 Karanganom. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksankan dalam dua siklus. Dalam setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI. IPS 1 SMA Negeri 1 Karanganom sebanyak 32 siswa. Sumber data berasal dari guru dan siswa. Teknik utama dalam pengumpulan data menggunakan observasi dan tes, sementara teknik pendukung dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi. Analisis data dengan menggunakan teknik analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran cooperatif learning tipe pair check dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar mata pelajaran Sosiologi siswa kelas XI. IPS 1 mulai dari keaktifan dan hasil belajar siswa pra siklus, siklus 1, sampai siklus 2. Keaktifan siswa di dalam kelas XI. IPS 1 menunjukkan presentase 31,25% pada tahap pra siklus meningkat menjadi 53,12% pada siklus 1 dan kembali meningkat menjadi 87,50% pada siklus 2. Rata-rata capaian keaktifan individu menunjukkan presentase 57,58% pada tahap pra siklus meningkat menjadi 65,62% dan kembali meningkat menjadi 80,80% pada tahap siklus 2. Hasil belajar di dalam kelas XI. IPS 1 terbagi atas 3 ranah, yang pertama ranah kognitif menunjukkan 78,12 pada tahap pra siklus meningkat 81,62 pada siklus 1 dan kembali meningkat menjadi 84,81. Kedua yaitu ranah afektif (keaktifan) menunjukkan presentase 31,25% pada tahap pra siklus meningkat menjadi 53,12% pada siklus 1 dan kembali meningkat menjadi 87,50% pada siklus 2. Ketiga yaitu ranah psikomotorik menunjukkan presentase 40,6% pada tahap pra siklus meningkat menjadi 59,4% pada siklus 1, dan kembali meningkat menjadi 93,75 pada siklus 2. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran cooperative learning tipe pair check dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar sosiologi siswa kelas XI. IPS 1 SMA Negeri 1 Karanganom pada tahun pelajaran 2016/2017.Kata Kunci: Penelitian Tindakan Kelas, Pair check, Keaktifan dan Hasil Belaja
PEMANFAATAN FILM DOKUMENTER MELALUI METODE PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI PADA KELAS X IIS 4 SMA N 1 KARANGANYAR TAHUN PELAJARAN 2016/2017
ABSTRAKPungki Arum Puspitasari K8412085. Drs. Slamet Subagyo,M.Pd dan Dra.Siti Rochani.M.Pd. PEMANFATAAN FILM DOKUMENTER MELALUI METODE PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS X IIS 4 SMA N 1 KARANGANYAR TAHUN AJARAN 2016/2017. Skripsi, Surakarta:Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret.Maret 2017. Slamet Subagyo,M.Pd dan Dra.Siti Rochani.M.PdPenelitian ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran sosiologi siswa kelas X IIS 4 SMA N 1 KARANGANYAR Tahun Ajaran 2016/2017 melalui pemanfaatan media film dokumenter melalui metode pembelajaran group investigation.Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua (2) siklus. Setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X IIS 4 SMA N 1 KARANGANYAR Tahun Ajaran 2016/2017 sebanyak 32 siswa. Sumber data berasal dari guru dan siswa. Teknik utama dalam pengumpulan data menggunakan observasi dan tes, sementara teknik pendukung dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi. Analisis data dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif.Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan media ilm documenter melalui metode group investigation dapat meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran sosiologi siswa kelas X IIS 4 SMA N 1 KARANGANYAR Tahun Ajaran 2016/2017 mulai dari hasil tes pra tindakan, siklus I, dan siklus II yaitu pra tindakan rata-rata prestasi belajar siswa 74.06 naik menjadi 84.53 dan meningkat kembali dalam siklus II menjdi 89.00.Simpulan penelitian ini adalah penerapan media film documenter melalui metode pembelajaran group investigation dapat meningkatkan prestasi belajar Sosiologi siswa kelas X IIS 4 SMA N 1 KARANGANYAR Tahun Ajaran 2016/2017.Kata Kunci : Penelitian Tindakan Kelas, Film Dokumenter, Metode Group Investigation, Prestasi Belajar.)*Program FKIP UNS Sosiologi Antropologi, Surakart
UPAYA PELESTARIAN KESENIAN BARONGAN DI KECAMATAN CEPU (STUDI FENOMENOLOGI TIGA PAGUYUBAN BARONGAN DI KECAMATAN CEPU KABUPATEN BLORA
UPAYA PELESTARIAN KESENIAN BARONGAN DI KECAMATAN CEPU(STUDI FENOMENOLOGI TIGA PAGUYUBAN BARONGAN DI KECAMATAN CEPU KABUPATEN BLORA)Dian Rachma Puspita, Nurhadi, Siany Indria LiestyasariPendidikan Sosiologi Antropologi Fakultas Keguruan dan Ilmu PendidikanUniversitas Sebelas Maret, [email protected] AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perbedaan cara paguyuban dalam melestarikan kesenian barongan serta apa saja manfaat yang diperoleh para anggota paguyuban hingga membuat mereka rela berpartisipasi untuk turut serta melestarikan kesenian barongan.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan tiga paguyuban barongan, yaitu Paguyuban Kridha Mudha, Paguyuban Singa Lumaksana, dan Paguyuban Srangga Seta. Informan yang dipilih yaitu ketua masing-masing paguyuban serta tujuh anggota paguyuban barongan yang sudah bergabung dalam paguyuban minimal dua tahun terakhir. Dalam melakukan pengumpulan data peneliti menggunakan cara purposive sampling. Teknik uji validitas data yang digunakan berupa triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik analisis data yang digunakan analisis interaktif yang memiliki tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini adalah (1) tiap paguyuban memiliki cara tersendiri dalam upayanya untuk melestarikan kesenian barongan, (2) setiap paguyuban memiliki maksud dan tujuan tersendiri dalam upayanya melestarikan kesenian barongan, (3) setiap anggota paguyuban bergabung dalam paguyuban tidak hanya ingin melestarikan kesenian tradisional, melainkan karena memiliki tujuan tertentu. Jadi dapat disimpulkan tergabungnya para seniman barong dalam sebuah paguyuban merupakan sebuah tindakan rasional untuk mewujudkan tujuan mereka.Kata kunci : upaya pelestarian, paguyuban, tindakan rasional