FKIP UNS Journal Systems
Not a member yet
7978 research outputs found
Sort by
DISTRIBUSI STASIONER RANTAI MARKOV UNTUK PREDIKSI CURAH HUJAN DI WILAYAH JAWA BARAT
Abstrak: Curah hujan adalah fenomena alam yang termasuk salah satu variabel iklim dan diamati setiap waktu di setiap tempat.Data curah hujan merupakan data time series, yang bersifat acak. Di dalamnya merupakan data perpindahan dari satu waktu ke waktu lainnya yang dapat dinyatakan sebagai keadaan intensitas rendah, sedang atau tinggi.Prediksi curah hujan sangat diperlukan untuk kehidupan masyarakat dan mendukung perekonomian. Selain itu prediksi curah hujan merupakan antisipasi pencegahan jika intensitas hujan tinggi akan terjadi dalam waktu panjang. Salah satu metode prediksi curah hujan yang dapat digunakan adalah pendekatan proses stokastik. Rantai Markov merupakan bagian dari proses stokastik yang dapat digunakan untuk prediksi curah hujan waktu sekarang berdasarkan satu waktu sebelumnya. Fokus penelitian ini adalah penerapan Rantai Markov untuk prediksi curah hujan.Melalui rantai Markov diperoleh peluang jangka panjang untuk fenomena curah hujan. Dalam penelitian ini dikaji distribusi stasioner dan limit peluang rantai Markov dan penerapannya untuk prediksi curah hujan di wilayah Jawa Barat. Untuk jangka panjang diprediksi curah hujan untuk kota Bogor dan Tasikmalaya cenderung tinggi, sementara untuk kota Bandung, Sumedang, dan Indramayu curah hujan cenderung rendah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan rekomendasi bagi pihak yang terkait langsung dalam mengambil langkah pecegahan akibat curah hujan.Kata kunci:curah hujan, distribusi stasioner, prediksi, rantai Marko
ANALISIS KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS PADA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 NGEMPLAK BOYOLALI
Abstrak: Kemampuan bernalar sangat dibutuhkan siswa untuk memahami materi atau konsep matematika. Namun pada kenyataannya siswa cenderung pasif dalam bernalar sehingga kepribadian siswa juga perlu diperhatikan oleh guru. Perbedaan kepribadian dimungkinkan berpengaruh pada kemampuan penalaran matematis siswa sehingga peneliti tertarik untuk meneliti kemampuan penalaran matematis siswa kelas VIII dalam menyelesaikan soal persamaan garis lurus berdasarkan tipe kepribadian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian sebanyak 8 orang. Kemampuan penalaran matematis digali melalui wawancara yang berpandu pada hasil tes kemampuan penalaran kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Dari hasil analisis data, diperoleh simpulan bahwa kemampuan penalaran matematis siswa bertipe kepribadian guardian adalah mampu menyajikan penyataan matematika dalam bentuk grafik, mampu menentukan pola/hubungan secara parsial, dan mampu melakukan manipulasi matematika secara parsial. Disisi lain, siswa guardian tidak mampu mengajukan dan menguji dugaan/konjektur, tidak mampu memberikan alasan terhadap beberapa solusi, tidak mampu memeriksa kesahihan terhadap pernyataan matematika, dan tidak mampu menarik simpulan dengan tepat. Kemampuan penalaran matematis siswa bertipe kepribadian idealist adalah mampu menentukan pola/hubungan secara parsial, mampu melakukan manipulasi matematika secara parsial, dan mampu memeriksa kesahihan pernyataan matematika secara parsial. Siswa idealist tidak mampu menyajikan pernyataan matematika dalam bentuk lisan, tulisan, gambar, grafik, atau sketsa, tidak mampu mengajukan dan menguji dugaan/konjektur, tidak mampu memberikan alasan terhadap beberapa solusi, dan tidak mampu menarik simpulan dengan tepat. Kemampuan penalaran matematis siswa bertipe kepribadian artisan dan rational adalah mampu menyajikan pernyataan matematika dalam bentuk grafik dengan baik, mampu mengajukan dugaan/konjektur tetapi tidak mampu melakukan pengujian dengan benar, mampu menentukan pola/hubungan secara parsial, mampu melakukan manipulasi matematika dengan baik dan benar, mampu memberikan alasan secara parsial, mampu memeriksa kesahihan terhadap pernyataan. Disisi lain, siswa artisan dan rational tidak mampu menarik simpulan dengan tepat.Kata Kunci: Kemampuan Penalaran Matematis, Tipe Kepribadian, Persamaan Garis Lurus
Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) dengan Media Model Bangun Ruang dalam Peningkatan Hasil Belajar Matematika pada Siswa Kelas V SDN 3 Selang Tahun Ajaran 2016/2017
Abstrak: Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) dengan Media Model Bangun Ruang dalam Peningkatan Hasil Belajar Matematika pada Siswa Kelas V SDN 3 Selang Tahun Ajaran 2016/2017.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika tentang sifat-sifat bangun ruang pada siswa kelas V SDN 3 Selang melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) dengan media model bangun ruang. Penelitian ini merupakan PTK kolaboratif yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas V SDN 3 Selang yang berjumlah 21 siswa. Teknik pengumpulan data mengggunakan teknik tes dan nontes (observasi dan wawancara). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning (PBL) dengan media model bangun ruang dapat meningkatkan hasil belajar matematika tentang sifat-sifat bangun ruang. Kata kunci: Problem Based Learning, media model bangun ruang, matematik
PENERAPAN METODE EKSPERIMEN DENGAN MEDIA KONKRET UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA TENTANG GAYA PADA SISWA KELAS IV SDN 4 BUMIREJO KEBUMEN TAHUN AJARAN 2016/2017
Abstract: The Use of Experimental Method Using Concrete Media in Improving Learning Outcome of IPA about Force for the Fourth Grade Students of SDN 4 Bumirejo Kebumen. The objective of this research is to improve learning outcome of IPA about force through the use of experimental method using concrete media. This research is a collaborative Classroom Action Research (CAR). Subjects of the research were teacher and 20 students of the fourth grade of SDN 4 Bumirejo Kebumen. Validity of data in this research was analyzed using triangulation of sources and triangulation of technique. The results of this research show that the use of experimental method using concrete media can improve learning outcome of IPA about force.Keywords: Experimental method, concrete media, learning outcome Abstrak: Penerapan Metode Eksperimen dengan Media Konkret untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Tentang Gaya pada Siswa Kelas IV SDN 4 Bumirejo Kebumen. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar IPA tentang gaya pada siswa kelas IV SDN 4 Bumirejo Kebumen dengan menerapkan metode eksperimen dengan media konkret. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas kolaboratif. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IV yang berjumlah 20 siswa. Validitas data yang digunakan, yaitu triangulasi sumber, tiangulasi teknik, dan validitas isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode eksperimen dengan media konkret dapat meningkatkan hasil belajar IPA tentang gaya.Kata kunci: metode eksperimen, media konkret, hasil belajar IP
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) DENGAN MEDIA CETAK DALAM PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS V SDN KARANGPUCUNG 05 TAHUN AJARAN 2014/2015
Abstract: The Use of Cooperative Integrated Reading and Compotition (CIRC) Cooperative Learning Model Using Print Media in Improving Reading Comprehension Skills for the Fifth Grade Students of SD Negeri 5 Karangpucung in the Academic Year of 2014/2015. The objectives of this research to improve reading comprehension skills. This research is a collaborative Classroom Action Research (CAR) conducted within three cycles. Each cycle consisted of planning, action, observation, and reflection. Subjects of the research were fifth grade students of SD Negeri Karangpucung totalling 20 students. The improvement of reading comprehension skills known based passing of evaluation at first cycle 62,5%, then at second cycle improve to 72,5%, at third cycle improve to 91,5%. The conclusion of this research is the use of Cooperative Integrated Reading and Compotition (CIRC) using print media can improve reading comprehension skills for the fifth grade students of SD Negeri Karangpucung 5. Keywords: CIRC, print media, skills, reading comprehension Abstrak: Penggunaan Model Kooperatif Tipe Cooperative Integrated Reading and Compotition (CIRC) dengan Media Cetak dalam Peningkatan Keterampilan Membaca Pemahaman Siswa kelas V SD Negeri Karangpucung 05 Tahun Ajaran 2014/2015. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman dengan menggunakan model kooperatif tipe CIRC dengan media cetak. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas kolaboratif yang dilaksanakan dalam tiga siklus, tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas V SD Negeri Karangpucung 05 yang berjumlah 20 siswa. Peningkatan keterampilan membaca pemahaman diketahui berdasarkan ketuntasan hasil evaluasi pada siklus I sebesar 62,5% kemudian pada siklus II meningkat menjadi 72,55 hingga pada siklus III meningkat menjadi 91,5%. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan model (CIRC) dengan media cetak dapat meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa kelas V SD Negeri Karangpucung 05. Kata Kunci: CIRC, media cetak, keterampilan, membaca pemahaman
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN MELALUI MODEL ROLE PLAYING DENGAN MEDIA GAMBAR SERI PADA SISWA KELAS IV SDN 1 JERUKAGUNG TAHUN AJARAN 2016/2017
Abstract: Improving Story-Writing Skill through Role Playing Model Using Series Picture as Media for Fourth Grade Students of SDN 1 Jerukagung in The Academic Year of 2016/2017.The objective of this research was to improve story-writing skill for fourth-grade students of SDN 1 Jerukagung in the academic year of 2016/2017 through role playing model using the series picture as media. This research is a collaborative Classroom Action Research (CAR) conducted within three cycles. Subjects of the research were 21 fourth grade students of SDN 1 Jerukagung. The validity of data in this research was analyzed using triangulation of sources and triangulation of technique. The results of the study show that use of role playing model using the series picture as media can improve story-writing skill. Keywords: role playing, series picture as media, writing skil
Pemanfaatan Media Buku Digital berbasis Kontekstual dalam Pembelajaran IPA
AbstrakIPA merupakan mata pelajaran yang selama ini dianggap sulit oleh sebagian besar peserta didik mulai dari jenjang sekolah dasar sampai sekolah menengah. Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui media pembelajaran yang digunakan selama proses pembelajaran IPA, 2) untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPA, 3) untuk mengidentifikasi manfaat media buku digital berbasis kontekstual dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan melalui studi pendahuluan dan studi literatur. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V di SDN Cemara Dua Surakarta, SDN Mangkubumen Lor No. 15 Surakata, dan SDN Mangkubumen Kidul No. 16 Surakarta. Teknik pengumpulan data menggunakan triangulasi data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Analisis data yang dilakukan mulai dari tahap pengumpulan data, pereduksian data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian pada studi pendahuluan ini adalah: 1) Kurikulum yang digunakan dalam pembelajaran IPA adalah kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), 2) Media yang selama ini digunakan dalam proses pembelajaran IPA adalah alat peraga IPA (sains kit) yang jumlahnya masih terbatas, powerpoint, buku cetak, media interaktif flash, puzzle dan buku sekolah elektronik (BSE), 3) BSE yang dikemas dalam bentuk e-book tersebut belum memiliki nilai lebih, masih seperti buku cetak lainnya yang banyak beredar, 4) Kemampuan guru dalam bidang TIK cukup bervariasi, dan tersedianya fasilitas laboratorium komputer, LCD dan speaker, 5) Kemampuan berpikir kritis siswa kelas V di ketiga Sekolah Dasar tersebut masih rendah, hanya 2-3 siswa (10% dari jumlah siswa), akan tetapi untuk hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA baik di SDN Cemara Dua, SDN Mangkubumen Kidul No. 16, maupun SDN Mangkubumen Lor No. 15 sudah memenuhi KKM, 6) Pemilihan media yang tepat untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPA yaitu media konkret dan kontekstual. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlu dikembangkannya suatu media buku digital berbasis kontekstual yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPA. Kata kunci: media; buku digital; IPA; kontekstual
Pengembangan Aplikasi Penilaian Kinerja Guru untuk Meningkatkan Profesionalisme Guru di SMA Negeri 3 Sragen
AbstrakPenilaian tentang kinerja guru semakin penting untuk mengetahui tingkat profesionalisme guru. Lembaga pendidikan harus mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kinerja guru. Hasil analisis akan bermanfaat untuk pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia) guru secara optimal yang sangat diperlukan untuk memajukan mutu pendidikan. Guru memerlukan perhatian khusus dari pemerintah dan masyarakat oleh karena itu pemerintah mengatur peningkatan kualitas tenaga pendidik atau guru secara nasional melalui Undang-undang No 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional. Sistem PKG (Penilaian Kinerja Guru) masih dilaksanakan secara konvensional yang sangat berperpengaruh pada profesionalisme guru. Penelitian ini bertujuan untuk membangun aplikasi Penilaian Kinerja Guru yang dapat meningkatkan kinerja dan profesionalisme guru. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development yang terdiri dari 10 tahap yang telah dimodifikasi menghasilkan aplikasi PKG yang sesuai untuk meningkatkan profesionalisme guru. Hasil pengembangan berupa aplikasi Penilaian Kinerja Guru berbasis komputer yang memuat komponen- komponen penilaian yang terdiri atas kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi sosial dan hasil rekap penilaian yang mampu meningkatkan profesionalisme guru secara maksimal. Kata kunci: kinerja; profesionalisme; PKG; kompetensi; research and development
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS
Pendidik merupakan salah satu faktor yang menunjang keberhasilan dalam pembelajaran, karena pendidik berperan secara langsung dengan anak didik dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan di Universitas Nahdlatul Ulama Lampung pada mahasiswa program studi pendidikan matematika semester 2 diketahui bahwa nilai keterampilan berpikir kritis mahamahasiswa masih rendah yaitu keterampilan analisis 24%, sintesis 32%, memecahkan masalah 24%, menyimpulkan 36%, dan evaluasi atau menilai 31%. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa dengan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus pembelajaran, satu tahapan siklus meliputi: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Sebagai subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi pendidikan matematika semester 2 tahun 2016 yang mengambil mata kuliah fisika dasar berjumlah 20 mahasiswa. Metode pengumpulan data keterampilan berpikir kritis menggunakan tes uraian, sedangkan data kegiatan pembelajaran berbasis masalah menggunakan lembar observasi. Hasil penelitian ini adalah dengan mengintegrasikan langkah pembelajaran berbasis masalah ke dalam keterampilan berpikir kritis, dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa pada keterampilan berpikir keterampilan analisis pada siklus I sebesar 44,44% dan pada siklus II 55,55% sehigga persentase peningkatannya sebesar 11,11%, keterampilan berpikir sintesis pada siklus I sebesar 42,22% dan pada siklus II 57,77% sehingga persentase peningkatannya sebesar 15,55%, keterampilan berpikir memecahkan masalah pada siklus I sebesar 32,22% dan pada siklus II 50% sehingga persentase peningkatannya sebesar 17,78%, keterampilan menyimpulkan sebesar pada siklus I 37,77% dan pada siklus II 51,11% sehingga persentase peningkatannya sebesar 13,34%, dan keterampilan mengevaluasi atau menilai pada siklus I sebesar 35,55% dan pada siklus II 50% sehingga persentase peningkatannya sebesar 14,45% pada pokok bahasan fluida statis mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Lampung
PEMANFAATAN Azolla microphylla SEBAGAI PAKAN SUBSTITUSI UNTUK IKAN SIDAT (Anguilla bicolor)
Anguilla bicolor merupakan salah satu spesies ikan sidat yang hidup di perairan Indonesia. Permintaan komoditas ikan sidat ini semakin meningkat, namun lambatnya laju pertumbuhan perlu disediakan pakan berprotein tinggi untuk memacu pertumbuhan ikan. Azolla microphylla merupakan salah satu alternatif bahan baku pakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tepung A. microphylla sebagai bahan substitusi pada pakan terhadap pertumbuhan ikan sidat (A. bicolor). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan. Ikan sidat dengan berat ± 10 gr dibagi menjadi 5 kelompok, kemudian masing-masing perlakuan diberi tambahan 0%, 10%, 20%, 30%, 40% tepung A. microphylla dari total berat pakan uji. Hasil uji pakan dengan substitusi tepung A. microphylla pada berat ikan menunjukkan penurunan bobot berkisar 10-10,9 g mejadi 0-9 g, sedangkan panjang tubuh ikan mengalami pertambahan berkisar 22,3-28,2 cm menjadi 23,4-28,4 cm. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa A. microphylla tidak cocok untuk bahan substitusi pakan, namun melihat pengaruhnya terhadap pertambahan panjang tubuh ikan dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambahan untuk membuat pakan ikan