Jurnal Ilmu Komunikasi
Not a member yet
32 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN ANTARA TERPAAN IKLAN KOSMETIKA LIPSTIK DENGAN MOTIVASI MEMBELI PRODUK KOSMETIKA LIPSTIK
Periklanan merupakan suatu proses komunikasi memegang peranan yang cukup penting dalam perindustrian barang dan jasa, juga berperan dalam membentuk pola serta pendapat umum. Variable bebas dalam penelitian ini adalah intensitas terpaan iklan kosmetika lipstick yaitu jumlah kekerapan, berapa kali responden mendapat terpaan iklan kosmetika lipstick di media massa. Variabel tak bebasnya adalah motivasi mahasiswa dalam membeli produk kosmetika lipstick yang meliputi kebutuhan konsumen untuk menggunakan kosmetika lipstick, kesenangan dalam menggunakan lipstick, penciptaan peningkatan perasaan yang bersifat emosional ( lebih percaya diri). Populasi penelitian mahasiswa FISIP-UPN ”Veteran” Jawa Timur sebanyak 374 mahasiswi. Teknik penarikan sample menggunakan “Simple Random Sampling “, yang ditentukan ukuran sampel minimal kurang lebih 10 % sehigga diperoleh sampel sebanyak 73 responden. Pengumpulan data diperoleh melalui penyebaran dan pengisian angket dari responden sebagai sample. Tenik analisis data menggunakan analisis Chi-kuadrat, yang bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara intensitas dan kebutuhan, kesenangan serta kepercayaan diri dalam menggunakan lipstick. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terbukti adanya hubungan yang cukup berarti antara terpaan iklan kosmetika lipstick dengan motivasi membeli produk kosmetika lipstick yang didorong oleh kebutuhan konsumen untuk menggunakan kosmetika lipstick, kesenangan dalam menggunakan lipstick dan penciptaan peningkatan perasaan yang bersifat emosional (lebih percaya diri) Kata kunci : kosmetik lipstick, motivas
POLA KOMUNIKASI SUAMI ISTRI YANG MENJADI TENAGA PEMBANTU RUMAH TANGGA DI HARI LEBARAN (INFALAN)
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui komunikasi apa yang digunakan dan karena apa sehingga suaminya rela melepas istrinya bekerja di kota pada waktu lebaran, dihari yang suci itu seharusnya berkumpulnya sana keluarga. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitataif, pengumpulan datanya menggunakan data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian ini ternyata pola komunikasi yang digunakan adalah pola komunikasi seimbang, dan masalah ekonomi. Perlu adanya pembangunan ekonomi pedesaan. Kata Kunci : Lebaran, Pola Komunikasi, Keluarga
TINGKAT PENGETAHUAN KOMUNITAS EVERGREEN DI SURABAYA TERHADAP RUBRIK EVERGREEN: LIFE BEGINS AT 50 DI SURAT KABAR JAWA POS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan manula khususnya komunitas Evergreen terhadap penyakit degeneratif dan olahraga manula yang ada pada rubrik Evergreen: Life begins at 50. Landasan teori yang dipakai, diantaranya adalah pembaca sebagai khalayak media massa, surat kabar sebagai media komunikasi massa, surat kabar sebagai control sosial, dan teori SOR (Stimulus, Organisme, dan Response) Metode penelitian yang dipakai adalah menggunakan metode deskriptif, dengan satu variable. Populasi dalam penelitian ini adalah manula yang tergabung dalam 5 komunitas Evergreen di Surabaya yaitu di daerah Manukan, Kupang, Mulyosari, Wulan (Warga Usia Lanjut) dan Prateng (Prapen Tenggilis). Teknik penarikan sampel dengan menggunakan metode Purposive Sampling dengan kriteria responden sebagai anggota komunitas evergreen yang membaca Jawa Pos dan berusia 50 tahun keatas. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner untuk memperoleh data primer, serta penelusuran bahan-bahan pustaka untuk memperoleh data sekunder. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan tabel distribusi frekuensi untuk mempermudah pembacaan data, selanjutnya data tersebut diinterpretasikan oleh peneliti. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa tingkat pengetahuan terhadap rubrik Evergreen: Life begins at 50 yang dimiliki oleh komunitas Evergreen adalah tinggi. Hal ini disebabkan tingginya pendidikan yang mayoritas dimiliki oleh komunitas Evergreen sehingga mereka sadar akan kebutuhan informasi sehari-hari dengan berlangganan surat kabar. Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan, Komunitas Evergreen, Jawa Po
BERITA UTAMA DI SURAT KABAR
Studi Analisis Isi Tentang Tema- Tema Berita Utama di Harian Jawa Pos Dan Harian Republika Periode Mei 2008 - Oktober 2008 Kajian yang digunakan dalam penelitian ini adalah surat kabar Jawa Pos dan Republika sebagai media massa, pers dan jurnalistik, tema-tema berita dan berita utama, sumber-sumber berita utama, kategorisasi berita utama. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi secara kuntitatif deskriptif. Pengambilan sample menggunakan teknik systematic sampling mulai periode Mei-Oktober 2008. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pencatatan data berdasarkan kategorisasi tema-tema berita utama dan sumber-sumber berita utama yang telah ditentukan dan dianalisis datanya dengan menggunakan tabel frekuensi. Hasil penelitian ini menunjukkan harian Jawa Pos dan harian Republika memuat beberapa tema –tema berita dan sumber-sumber berita yang dimuat sebagai berita utama yaitu perang, pertahanan, dan diplomasi, politik dan pemerintah, kegiatan ekonomi, kejahatan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, kecelakaan dan bencana, human interest, sedangkan untuk sumber berita terbagi 2 yaitu pemerintah, meliputi: kepolisian/peyidik, presiden, menteri, militer. Untuk non pemerintah, meliputi: tersangka, politikus. Kesimpulan dari penelitian ini harian Jawa Pos dan harian Republika tema berita tertinggi adalah politik dan pemerintah sub kategorisasi poltik, berita terendah dengan tema kecelakaan. Untuk sumber berita dari pemerintah dan non pemerintah sama besarnya. Sedangkan untuk harian Republika sumber berita terbanyak berasal dari pemerintah. Kata kunci: tema berita utama, sumber-sumber berita utama, kategorisasi berita utam
POLA KOMUNIKASI ANTARA ORANGTUA DAN ANAK DALAM KELUARGA BROKEN HOME DI SURABAYA
Studi Deskriptif Kualitatif tentang Pola Komunikasi Antara Orangtua Dan Anak Dalam Keluarga Broken Home Di Surabaya). Penelitian ini didasarkan pada pola komunikasi antara orangtua dan anak dalam keluarga broken home. Kurangnya waktu karena keegoisan maupun kesibukan orang tua yang sudah bercerai dapat menyebabkan kurangnya perhatian ke anak dalam hal kebutuhan psikologisnya. Karena dengan adanya perceraian tersebut maka orang tua tidak dapat tinggal seatap lagi dan hal ini dapat mempengaruhi pola komunikasi kepada anaknya. Kegunaan teoritis untuk menambah wacana komunikasi interpersonal atau komunikasi antarpribadi dan kegunaan praktis memberikan gambaran bagi pembaca, khususnya masyarakat umum tentang pola komunikasi antara orang tua dan anak, terutama dalam keluarga broken home. Landasan dalam penelitian ini adalah komunikasi antarpribadi dinilai paling ampuh dalam kegiatan mengubah sikap, kepercayaan, opini dan perilaku komunikan. Komunikasi antarpribadi umumnya berlangsung secara tatap muka (face to face). Dan Komunikasi yang efektif ditandai dengan hubungan interpersonal yang baik Dari segi psikologi komunikasi, kita dapat menyatakan bahwa makin baik hubungan interpersonal maka makin terbuka orang untuk mengungkapkan dirinya. peranan (role skills), dan terhindari dari konflik peranan dan kerancuan Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif Sedangkan teknik pengumpulkan data dalam penelitian ini dengan menggunakan wawancara mendalam (depth interview) pada orangtua baik ayah maupun ibu yang tidak tinggal seatap lagi dengan anak remajanya berusia 11-24 tahun dalam keluarga broken home di Surabaya. Hasil penelitian ini yaitu kebanyakan orangtua baik ayah maupun ibu yang tidak tinggal seatap lagi dengan anaknya dalam keluarga broken home di Surabaya menganut pola komunikasi permissive (membebaskan). Oleh karena itu peranan orangtua penting dalam membimbing anaknya dan tidak dibebaskan begitu saja. Dengan kata lain bahwa menerapkan pola komunikasi permissive akan mempengaruhi hubungan interpersonal dan mengakibatkan komunikasi kurang baik antara orangtua dengan anaknya
OPINI MASYARAKAT SURABAYA TERHADAP PROGRAM ACARA REALITY SHOW “UYA EMANG KUYA” DI SCTV
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana opini masyarakat Surabaya terhadap reality show “Uya emang Kuya” di SCTV. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan tabel frekuensi data dari hasil kuesioner kemudian diolah yang terdiri dari: mengedit, mengkode, dan memasukkan data tersebut dalam tabulasi data untuk selanjutnya dianalisis secara deskriptif setiap pertanyaan yang diajukan. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat berusia 18-30 tahun yang pernah menonton acara reality show ”Uya emang Kuya” di SCTV dan bertempat tinggal di Surabaya . Teknik penarikan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tehnik non probability yaitu tehnik quota sampling. Adapun kelompok yang dipilih dalam penelitian ini selain berdasarkan karakteristik-karakteristik diatas, ditentukan pula berdasarkan tempat tinggal responden atau pembagian wilayah di kota Surabaya. Dengan asumsi lingkungan sekitar atau tempat tinggal individu cukup besar pengaruhnya terhadap pandangan hidup seseorang (frame of refference). Kesimpulan yang dapat diambil bahwa sebagian besar masyarakat karena menganggap acara reality show “Uya emang Kuya” di SCTV mempunyai sisi baik dan buruk sehingga merasa biasa saja terhadap konsep hiburan yang disajikan. Meskipun hal itu berlawanan dengan kebudayaan dan norma di Indonesia, mereka tidak mempermasalahkannya. Maka penulis menyarankan agar masyarakat yang berperan sebagai pemirsa tayangan yang diberikan oleh media sebaiknya dapat berfikir kritis dalam menyeleksi jenis hiburan yang ada pada saat ini. Kata Kunci : Opini, Reality show, Uya emang Kuya
MOTIF PEMIRSA MENONTON REALITY SHOW Be A Man DI GLOBAL TV
Tujuan penelitian ini terkait dengan kajian operasional yaitu segala sesuatu yang mempunyai objek pengamatan dalam hal ini terkait dengan motif pemirsa menonton tayangan Reality Show Be A Man di Global TV. Fokus penelitian ini pada motif pemirsa Surabaya dalam menonton tayangan Reality Show Be A Man di Global TV .Penelitian menggunakan metode survey dengan tipe analisis deskriptif untuk menggunakan dan menjelaskan motif pemirsa .Pengukuran variabel, di gunakan kategori motif , yaitu motif kognitif, motif diversi, dan motif identitas personal. Populasi yang diteliti adalah masyarakat Surabaya usia 17 tahun ke atas karena dengan asumsi mereka kritis terhadap realitas sosial yang terjadi di masyarakat dan mampu memberikan alasan yang bisa dijadikan data Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari masyarakat Surabaya yang menonton tayangan Be A Man di Global TV. Dari teknik cluster random sampling melalui multistage random sampling di kota Surabaya, kemudian terpilih wilayah Surabaya Pusat dan Surabaya Selatan. Data yang telah dikumpulkan dalam penelitian ini, kemudian dimasukkan ke dalam tabulasi data yang selanjutnya dimasukkan ke dalam tabel frekuensi. Berdasarkan tabel frekuensi tersebut, data kemudian dianalisis secara deskriptif. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa apa yang diberikan Global TV khususnya dalam tayangan Be A Man dapat diterima pemirsa dalam memberikan informasi serta wawasan tentang waria, menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya dan dapat memberikan hiburan bagi pemirsanya
PROSES PRODUKSI DAN VOX-POP ACARA FREEDAY DI TELEVISI LOKAL SBO TV SURABAYA
oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/365Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi konsep acara Talk show yang menjadi salah satu program tayangan TV.. Metode dipakai dengan wawancara dan quisioner pada pemirsa dan mahasiswa. Fokus penelitian dipusatkan pada respons audience terhadap program tayangan Talk Show tersebut dengan nama acara program Freeday.Hasil penelitian dapat disimpulankan bahwa terwujudnya suatu program melalui tahapan proses produksi yaitu tahap Pra-produksi antara lain internal meeting untuk membahas topik yang akan diangkat dalam acara Freeday . kemudian melakukan pencarian Vox-pop (opini masyarakat) . Untuk kegiatan pasca produksi yaitu evaluasi kekurangan dan kesalahan yang siaran langsung sebagi bahan masukan untuk tayangan berikutnya. Setelah evaluasi maka melakukan Proses tapping atau rekaman, agar tayangan sesuai dengan durasi waktu dan dapat mengedit kesalahan-kesalahan yang terjadi. Dari hasil kesimpulan ternyata program Talk show yang menjadi salah satu program tayangan TV yang paling banyak diminati.Kata kunci : Vox Pop, acara freeday, proses tappin
POLA KOMUNIKASI POLITIK PEREMPUAN DALAM PEMILU
Penelitian ini dilakukan di daerah Magetan dan Jombang yang dipilih secara purposive. Teknik pengambilan sample dilakukan dengan menggunakan teknik cluster random sampling, diperoleh sampel sebesar 200 orang. . Metode penelitian menggunakan metode deskriptif untuk menggambarkan setiap variabel penelitian dan tidak menguji hubungan antar variabel. Berdasarkan hasil temuan data maka dapat disimpulkan bahwa pola komunikasi politik perempuan pada pemilu 2004 sebagai berikut : Dalam upaya untuk memperteguh pilihan politik, sebagian besar perempuan berupaya mendapatkan informasi politik melalui saluran komunikasi interpersonal, media massa, dan organisasi politik. Pada saluran komunikasi interpersonal dan organisasi politik, sebagaian besar perempuan ingin mendapatkan informasi tentang kemampuan calon legislatif dan presiden dalam memimpin. Pada saluran media massa, perempuan cenderung memilih informasi tentang tata cara pemilihan legislatif dan presiden. Dalam proses komunikasi interpersonal untuk mendapatkan informasi politik, sebagian besar perempuan cenderung mengalami intervensi pilihan politik. Suami merupakan pasangan komunikasi interpersonal perempuan yang sering melakukan intervensi pilihan politik. Pada proses komunikasi interpersonal, sebagian besar perempuan cenderung tidak mampu menjaga independensi pilihan politiknya setelah mendapatkkan intervensi. Perempuan cenderung memilih pilihan politik yang disarankan oleh suami atau orang tua. Kata Kunci : perempuan dan politik
SIKAP MASYARAKAT MUSLIM PELAKU YOGA DI SURABAYA TENTANG BERITA FATWA MUI HARAMKAN YOGA
Metode penelitian menggunakan metode deskriptif, kuantitatif, yang bertujuan untuk menggambarkan, meringkas berbagai kondisi, berbagai berbagai variable yang timbul dimasyarakat yang menjadi objek penelitian Populasi dalam penelitian adalah masyarakat muslim pelaku yoga di Surabaya yang sebanyak 918 orang, Pengambilan Sampel menggunakan rumus Yamane, jumlah sample diperoleh berdasarkan ukuran-ukuran yang ditetapkan antara ± 10% dengan tingkat kepercayaan 90%, sehingga sampel ditetapkan sejumlah 100 orang. Pengumpulan sampel diperoleh dari data primermelalui pengisian jawaban dari responden. Sedang data primer diperoleh dari dokumentasi dari instansi terkait. Metode analisis data menggunakan tabel frekuensi data yang telah diklasifikasikan dan dihitung untuk dipresentase masing-masing data yang menggambarkan hasil wawancara responden.Data yang diperoleh diolah untuk mendeskripsikan. Pengolahan data dari hasil kuisioner terdiri dari: Mengedit, mengkode, dan memasukan data tersebut dalam tabulasi data untuk dianalisis secara deskriptif setiap pertanyaan yang diajukan. Dengan menggunakan rumus tersebut maka diperoleh presentase yang diinginkan peneliti dengan kategori tertentu. Hasil perhitungan selanjutnya akan disajikan dalam tabel yang disebut tabulasi agar mudah dibaca dan diinterpretasikan Hasil penelitian disimpulkan bahwa sebagian warga mengetahui berita tentang fatwa MUI haramkan yoga merupakan berita yang cukup penting sebagai tambahan informasi dan pengetahuan bagi masyarakat muslim khususnya pelaku yoga dimana hasil kategori negatif memiliki prosentase hanya 6,6%. Artinya responden tidak sepenuhnya mendukung kemunculan berita tentang fatwa MUI haramkan yoga.Sedang pada aspek afektif, terdapat selisih prosentase antara kategori positif dan netral sebanyak 3,3%, hal ini karena responden menerima kemunculan berita tentang fatwa MUI haramkan yoga sebagai informasi yang bermanfaat