Skripsi Bahasa Mandarin - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
117 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN MEDIA KOMIK PEMBELAJARAN KOSAKATA HSK 3 UNTUK KETERAMPILAN BERBICARA MAHASISWA PRODI MANDARIN UNIVERSITAS NEGERI MALANG
ABSTRAK Pawukir, Dessy Intan Anggun. 2017. Pengembangan Media Komik Pembelajaran Kosakata HSK 3 untuk Keterampilan Berbicara Mahasiswa Prodi Mandarin Universitas Negeri Malang. Skripsi, Pendidikan Bahasa Mandarin Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: M. Kharis, S.Pd, M.Hum. Kata Kunci: Pengembangan, media pembelajaran, komik, HSK, bahasa Mandarin. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran dalam bentuk komik pembelajaran kosakata HSK 3 untuk keterampilan berbicara mahasiswa Prodi Mandarin Universitas Negeri Malang. Media komik ini disajikan dalam bentuk dua dimensi, berwarna dan halamanya kurang lebih sebanyak 30-40 lembar. Topik yang digunakan dalam media ini adalah 我的爱好 (wǒdeàihào), dalam bahasa Indonesia biasa disebut sebagai hobi atau hal yang paling kita suka. Komik pembelajaran ini dikembangkan dengan menggunakan metode penelitian yang diusulkan oleh Sugiyono (2013: 409-426). Adapun tahapan yang dilakukan adalah: (1) Pengkajian potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain dan produk, (5) revisi desain dan produk, (6) uji coba produk, dan (7) penyempurnaan produk akhir. Data diperoleh dari hasil validasi produk dan observasi. Data validasi produk diperoleh dari angket yang ditujukan untuk ahli media dan ahli materi tentang produk yang dibuat. Data observasi adalah data yang diperoleh observer, melalui pengamatan terhadap proses pembelajaran mahasiswa. Produk dari penelitian dan pengembangan ini berupa komik bahasa Mandarin yang dapat digunakan sebagai pembelajaran kosakata HSK 3 untuk keterampilan berbicara. Dari hasil validasi dan observasi, media ini dinyatakan layak dan menarik untuk digunakan sebagai pembelajaran kosakata HSK 3 untuk keterampilan berbicara
Pengembangan Media Pembelajaran汉字笔画顺序 (Hànzì Bǐhua Shùnxu)Berbasis Multimedia untuk Melatih Menulis karakter Hanzi pada Mata Pelajaran Bahasa Mandarin
ABSTRAK Nafi’ah, Mizanin. 2017. Pengembangan Media Pembelajaran汉字笔画顺序 (Hànzì Bǐhua Shùnxu)Berbasis Multimedia untuk Melatih Menulis karakter Hanzi pada Mata Pelajaran Bahasa Mandarin. Skripsi, Jurusan Sastra Jerman, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: M Kharis M.Hum. Kata Kunci: Media,汉字笔画顺序 (Hànzì Bǐhua Shùnxu), Multimedia, Hanzi Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran汉字笔画顺序 (hànzìbǐhuashùnxu) berbasis multimedia untuk melatih menulis karakter Hanzi. Media pembelajaran汉字笔画顺序 (hànzìbǐhuashùnxu) ini disajikan dalam bentuk software yang berisi materi pengenalan karakter Hanzi yang terdiri dari tiga submateri, yaitu guratan dasar, radikal dan cara penulisan. Materi-materi tersebut dilengkapi dengan audio, video dan gambar serta terdapat kumpulan artikel untuk menambah pengetahuan umum terkait karakter Hanzi. Pada media ini juga terdapat 2499 karakter Hanzi yang disajikan dalam bentuk flash. Metode yang digunakan dalam pengembangan media ini adalah model penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) oleh Sugiyono yang telah dimodifikasi menjadi tujuh (7) langkah yang meliputi potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, dan revisi produk.Media divalidasi oleh ahli media dan ahli materi. Uji coba dilakukan tiga tahap yaitu, ujicoba Mandarin, uji coba kelompok kecil, ujicoba kelompok besar pada kelas X Lintas Minat 1 SMA Negeri 01 Batu. Data diperoleh dari angket yang dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan persentase. Berdasarkan analisis data dari ahli media diperoleh persentase sebesar 83,3%. Hasil penilaian ahli materi I terhadap produk diperoleh persentase 85%, sedangkan hasil penilaian ahli materi II diperoleh u persentase sebesar 84.6%. Pada analisis uji coba mandiri hasil persentase yang diperoleh sebesar 87.5%. Hasil uji coba kelompok kecil diperoleh persentase sebesar 85.5%. Hasil uji coba kelompok besar diperoleh persentase sebesar 81.8%. Selain itu, terdapat saran-saran perbaikan dari validator. Saran ahli media terkait menu kontrol audio dan tambahan perangkat lunak, sedangkan saran ahli materi terkait audio, tambahan bacaan dalam bentuk bahasa Mandarin dan tambahan huruf pinyin untuk memudahkan dalam membacanya. Hasil keseluruhan diperoleh rata-rata angka persentase sebesar 84.6% atau valid. Hal ini menunjukkan bahwa media pembelajaran汉字笔画顺序 (hànzìbǐhuashùnxu) berbasis multimedia layak digunakan sebagai sumber belajar materi pengenalan karakter Hanzi. Media ini juga dapat membantu guru dalam menyampaikan materi sekaligus membantu siswa dalam memahami materi
Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning Untuk Melatih Keterampilan Berbicara Bahasa Mandarin Siswa Kelas X SMAN 2 Malang.
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Project Based Learning untuk melatih keterampilan berbicara bahasa Mandarin siswa kelas X SMAN 2 Malang, dan 2) mendeskripsikan tanggapan siswa mengenai penerapan model pembelajaran Project Based Learning untuk melatih keterampilan berbicara bahasa Mandarin siswa kelas X SMAN 2 Malang. Model pembelajaran Project Based Learning adalah model pembelajaran yang secara langsung melibatkan siswa dalam proses pembelajaran melalui kegiatan penelitian untuk mengerjakan dan menyelesaikan suatu proyek pembelajaran tertentu.Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif, yaitu mendeskripsikan proses penerapan model pembelajaran Project Based Learning pada keterampilan berbicara bahasa Mandarin siswa kelas X SMAN 2 Malang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi dan angket. Terdapat enam tahapan dalam proses penerapan model pembelajaran Project Based Learning yaitu : 1) penentuan pertanyaan mendasar, 2) mendesain perencanaan proyek, 3) menyusun jadwal, 4) monitoring, 5) menguji hasil, serta 6) evaluasi proses dan hasil. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa penerapan model pembelajaran Project Based Learning dapat membuat siswa berperan aktif dalam proses pembelajaran. Siswa bekerja sama secara kolaboratif dalam menyelesaikan proyek pembelajaran serta aktif dalam mengungkapkan gagasan secara lisan dalam bahasa Mandarin. Tahapan dalam model pembelajaran Project Based Learning dapat mempengaruhi tingkat pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran dan keberhasilan proyek untuk mencapai sebuah tujuan pembelajaran
ANALISIS BUKU AJAR “高级汉语”(GAOJI HANYU) DENGAN KURIKULUM 2013 DAN TEORI ANTJE BENEDIX
ABSTRAK Iriani, Amalia Putri. 2016. Analisis Buku Ajar “高级汉语”(Gaoji Hanyu) dengan Kurikulum 2013 dan Teori Antje Benedix. Skripsi, Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Dr. Primardiana H.W., M.Pd. Kata Kunci: analisis, buku ajar, buku ajar “高级汉语”(Gaoji Hanyu), Kurikulum 2013, teori Antje Benedix Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesesuaian buku ajar“高级汉语”(Gaoji Hanyu) kelas XII dengan Kurikulum 2013 dan teori Antje Benedix. Kesesuaian buku ajar dengan Kurikulum 2013 dianalisis berdasarkan KI, KD, dan materi pembelajaran yang tercantum dalam silabus bahasa Mandarin kelas XII Kurikulum 2013. Analisis dengan menggunakan teori Antje Benedix (2007) meliputi: (1) organisasi dan struktur bahan ajar; (2) teks-teks dan isi; (3) kosakata; (4) gramatika; (5) aksara Han; dan (6) tipe latihan. Hasil analisis diperiksa keabsahan datanya oleh triangulator sebelum memasuki tahap display data. Hasil analisis dengan Kurikulum 2013 menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar materi pembelajaran yang tersaji dalam buku ajar sesuai dengan silabus bahasa Mandarin kelas XII Kurikulum 2013, namun buku ajar “高级汉语”(Gaoji Hanyu) kelas XII tidak menyajikan materi maupun soal latihan yang sesuai dengan topik yang tercantum dalam sebagian besar KD Kurikulum 2013. Hasil analisis dengan teori Antje Benedix juga menunjukkan bahwa buku ajar “高级汉语”(Gaoji Hanyu) kelas XII memenuhi dua aspek dari total enam aspek teori Benedix, yaitu aspek kosakata dan aspek gramatika. Adapun aspek organisasi dan struktur bahan ajar, aspek teks-teks dan isi, aspek aksara Han, dan aspek tipe latihan dari teori Benedix tidak terpenuhi.  
PENGEMBANGAN MEDIA PERMAINAN SHUO JENGA UNTUK MELATIH KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA MANDARIN SISWA SMA
Abidin, Sindy Firda Fitri. 2016. Pengembangan Media Permainan Shuo Jenga untuk Melatih Keterampilan Berbicara Bahasa Mandarin Siswa SMA. Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Dr. Primardiana H.W., M.Pd Kata Kunci: media permainan, shuo jenga, keterampilan berbicara Tujuan penelitian & pengembangan ini adalah menghasilkan sebuah media pembelajaran berbentuk permainan bernama shuo jenga. Media pembelajaran ini dikembangkan untuk dapat melatih keterampilan berbicara bahasa Mandarin siswa SMA. Model yang digunakan dalam penelitian & pengembangan ini adalah model pengembangan Cennamo dan Kalk, yaitu Five Phases of Instructional design dengan langkah: definisi, perancangan, peragaan, pengembangan, dan penyajian. Data diperoleh dari instrumen angket, lembar observasi, dan report card. Produk ini divalidasi oleh ahli media dan ahli materi. Produk ini diujicobakan sebanyak tiga kali, yaitu uji coba I, II, dan III. Uji coba I dilaksanakan dengan 6 subjek coba dari mahasiswa baru Pendidikan Mandarin UM offering B. Uji coba II dilaksanakan dengan 9 subjek coba mahasiswa baru Pendidikan Mandarin UM offering A. Seluruh subjek coba telah belajar bahasa Mandarin sebanyak 16 jam selama 10 minggu. Uji coba III dilaksanakan dengan 12 subjek coba dari siswa kelas XI lintas Minat SMA Negeri 6 Malang yang telah belajar sebanyak 4 jam seminggu selama 2 semester. Produk ini merupakan media permainan bernama shuo jenga yang terdiri dari 48 buah balok jenga, 48 buah kartu ZL KA yang berisi perintah dialog (对话duìhuà), perkenalan (介绍jièshào), penjelasan (解释 jiěshì) tentang kehidupan keluarga, command board, serta 3 buah QQ KA atau kartu penolong. Hasil validasi media maupun materi serta tiga tahap uji coba menunjukkan bahwa media permainan shuo jenga layak digunakan untuk melatih keterampilan berbicara siswa SMA
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MENYIMAK DAN BERBICARA BAHASA MANDARIN UNTUK SISWA SMA KELAS X TEMA
Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan produk bahan ajar berupa modul pembelajaran keterampilan menyimak dan berbicara bahasa Mandarin untuk siswa SMA kelas X tema identitas diri. Dalam mengembangkan modul pembelajaran, pengembang menggunakan model pengembangan ADDIE dari Dick & Carey. Data penelitian ini diperoleh dari angket dan observasi. Produk pengembangan ini divalidasi oleh tiga validator yang terdiri dari validator ahli media, ahli materi (dosen dan guru), dan di uji cobakan pada peserta didik kelas X IBB 2 SMA Laboratorium UM. Penelitian dan pengembangan ini menghasilkan produk berupa modul pembelajaran keterampilan menyimak dan berbicara bahasa Mandarin. Tema yang disajikan pada modul ini adalah个人信息 (identitas diri) yang dibagi menjadi tiga subtema, yaitu salam sapaan, menanyakan kabar, dan perkenalan jati diri. Latihan yang ada pada modul pembelajaran ini dilengkapi dengan soal latihan untuk pelafalan, kosakata, dan tata bahasa. Modul pembelajaran ini terdiri dari tiga bagian, yaitu (1) bagian awal yang terdiri dari petunjuk penggunaan modul serta daftar ragam jenis kata (此类简称表), (2) bagian inti berisi kumpulan materi dan soal latihan yang disajikan untuk keterampilan menyimak (听力) dan berbicara (说话), serta latihan tentang penguasaan kosakata dan gramatika, (3) bagian akhir yang terdiri dari glosarium (词汇表), kunci jawaban (练习答案), serta teks audio (听力录音文本)
Pengembangan media Chinese Scrabble untuk Melatih Penguasaan Kosakata HSK 2 Bahasa Mandarin kelas XI lintas Minat SMAN 6 Malang SMAN
ABSTRAKPangestika, Sari Widya. 2016. Pengembangan Media Chinese Scrabble untuk Melatih Penguasaan Kosakata HSK 2 Bahasa Mandarin Siswa Kelas XI Lintas Minat SMAN 6 Malang. Skripsi, Prodi Bahasa Mandarin, Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang: Pembimbing: Iwa Sobara, S. Pd, M.AKata Kunci: Pengembangan, media, Chinese Scrabble, kosakata, bahasa MandarinPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu media yang dapat dijadikan sarana dalam berlatih kosakata bahasa Mandarin siswa kelas XI lintas minat. Pengembangan media Chinese Scrabble termasuk dalam media visual karena berupa benda nyata. Penelitian dan pengembangan dalam produk ini, menggunakan model pengembangan milik Borg and Gall, yang kemudian dari 10 tahap penelitian pengembangan dimodifikasi menjadi tujuh tahap penelitian sesuai dengan kebutuhan peneliti, yaitu: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain produk, (5) revisi desain produk, (6) uji coba produk, dan (7) revisi produk akhir.Chinese Scrabble ini terdiri dari beberapa komponen, yakni papan scrabble, kartu hanzi, keping huruf, dan tatakan huruf. Semua komponen tersebut telah divalidasi oleh ahli media, agar media yang dihasilkan dapat menarik siswa dan sesuai kebutuhan siswa. Kemudian untuk materi yang digunakan dalam kartu hanzi di ambil dari kosakata HSK 2 yang sebagian besar kosakata telah dipelajari siswa dan sesuai dengan tema untuk kelas XI yakni tema “keluarga”dan “kehidupan sehari-hari”, sehingga siswa tidak merasa kesulitan dalam permainan. Namun, kosakata HSK 2 tidak semuanya dipakai dalam kartu Hanzi, karena kosakata yang digunakan disesuaikan dengan kemampuan siswa.jumlah kosakata yang digunakan untuk kartu Hanzi berjumlah 150 Hanzi. Materi Chinese Scrabble telah divalidasi oleh ahli media, kemudian materi yang ada di kartu Hanzi telah dinyatakan sesuai dengan kemampuan siswa kelas XI lintas Minat. Uji coba media ini telah dilaksanakan di SMAN 6 Malang pada bulam Agustus 2016 lalu. Dari uji coba yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa media Chinese Scrabble ini, sudah layak digunakan untuk pembelajaran kosakata bahasa Mandarin. Selain itu, media Chinese Scrabble mampu menarik minat siswa dalam belajar bahasa Mandarin. Siswa termotivasi untuk mengingat dan menghafal kosakata yang telah mereka pelajari agar mendapatkan skor yang tinggi. Dengan dikembangkannya media Chinese Scrabble diharapkan agar proses belajar bahasa Mandarin dapat lebih efektif.
PENERAPAN METODE MIND MAPPING DALAM KETERAMPILAN MENULIS BAHASA MANDARIN SISWA KELAS XI LINTAS MINAT SMA NEGERI 6 MALANG
ABSTRAK Sari, Yenny Prastika. 2017. Penerapan Model Pembelajaran Mind Mapping dalam Keterampilan Menulis Bahasa Mandarin Siswa kelas XI Lintas Minat SMA Negeri 6 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Jerman, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Herri Akhmad B., M.A., M.Hum Kata Kunci: mind mapping, keterampilan menulis, bahasa Mandarin. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode Mind Mapping untuk melatih keterampilan menulis bahasa Mandarin dan tanggapan siswa kelas XI lintas minat bahasa Mandarin SMA Negeri 6 Malang terhadap penerapan metode Mind Mapping tersebut. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI lintas minat bahasa Mandarin SMA Negeri 6 Malang yang berjumlah 14 orang siswa. Instrumen yang digunakan untuk alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah lembar observasi dan angket. Data dalam penelitian ini adalah aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung dalam penerapan metode Mind Mapping yang diperoleh dari lembar observasi dan berupa tanggapan siswa mengenai metode Mind Mapping yang diperoleh dari lembar angket. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menerapkan metode Mind Mapping siswa lebih tertarik dan bersemangat dalam menulis. Selain itu juga menunjukkan bahwa siswa telah mampu menyusun sebuah kalimat yang lengkap, dan menceritakan setiap kejadian dengan runtut. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam pemilihan kosakata, susunan tata bahasa, dan penggunaan tanda baca. Hal tersebut membuat hasil cerita pendek yang telah dibuat kurang maksimal. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh peneliti, dapat disimpulkan bahwa Mind Mapping dapat mempermudah siswa dalam menyampaikan ide dan pikiran dalam sebuah cerita, siswa lebih mudah dalam mengingat hal-hal yang akan dituliskan terkait tema kehidupan sehari-hari, dapat membantu siswa dalam menyusun kalimat menjadi sebuah cerita dengan bantuan kata kunci yang telah tersedia pada lembar Mind Mapping. Dengan demikian, Mind Mapping dapat diterapkan sebagai metode pembelajaran untuk melatih siswa dalam menulis bahasa Mandarin
Penerapan ModelPembelajaranMURDER (Mood, Understand, Recall, Digest, Expand, Review) untukpenguasaankosakatabahasa Mandarin padakelas X IPS 3 SMA Negeri 2 Malang
ABSTRAK Nalasari, Dyah. 2017. Penerapan Model Pembelajaran MURDER (Mood, Understand, Recall, Digest, Expand, Review) untuk penguasaan kosakata bahasa Mandarin pada kelas X IPS 3 SMA Negeri 2 Malang. Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin, Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Lilis Afifah, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: penerapan, model MURDER, kosakata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran MURDER untuk penguasaan kosakata bahasa Mandarin. Dalam penelitian ini, model pembelajaran MURDER diterapkan pada kelas X IPS 3 SMAN 2 Malang. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang mendeskripsikan penerapan model pembelajaran MURDER untuk penguasaan kosakata bahasa Mandarin. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Data hasil penelitian dideskripsikan secara sistematis sesuai dengan keadaan di lapangan. Tahapan yang dilaksanakan dalam penerapan strategi pembelajaran ini yaitu, (1) mood (memberi semangat) (2) understand (memahami) (3) recall (menyebutkan kembali) (4) digest ( menelaah) (5) expand (mengembangkan) , dan (6) review (mengulang). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran MURDER dapat diterapkan dalam pembelajaran bahasa Mandarin khususnya pada penguasaan kosakata. Berdasarkan hasil observasi, proses pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran MURDER dapat berjalan dengan baik. Sebagian besar siswa dapat melakukan pembelajaran dengan aktif. Analisis data hasil wawancara menunjukkan bahwa siswa merasa senang dengan diterapkannya strategi pembelajaran ini karena pembelajaran dilakukan dengan cara yang tidak monoton
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT UNTUK MELATIH KETERAMPILAN BERBAHASA MANDARIN SISWA KELAS XI LINTAS MINAT SMAN 6 MALANG
ABSTRAK Sugiatik. 2017. Penerapan Model PembelajaranCooperative Script untukMelatihKeterampilanBerbahasa Mandarin SiswaKelas XI LintasMinat SMAN 6 Malang.Skripsi, JurusanSastraJerman, FakultasSastra, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: Dr. SawitriRetnantiti, M.Pd. Kata Kunci: cooperative script, keterampilanberbahasa Mandarin, SMA kelas XIPenelitianinidilaksanakandalamdua kali pertemuandengantujuanuntukmendeskripsikan (1) langkah-langkah model pembelajarancooperative scriptuntukmelatihketerampilanberbahasa Mandarin, (2) responsiswasetelah proses pembelajaran, dan (3) kemampuanberbahasa Mandarin siswasetelahpenerapan model pembelajarancooperative script. Subjekdalampenelitianiniadalahsiswakelas XI lintasminat SMAN 6 Malang yang berjumlah 14 orang.Penelitianinimenggunakanrancanganpenelitiandeskripsikualitatif.Pengumpulan data dilakukandenganmenggunakanobservasi, kuesioner, danlembarkerjasiswa.Untukmenjagakeabsahan data, dilakukankegiatantriangulasi data.Berdasarkanhasil data observasi, kuesioner, danlembarkerjasiswa, aktivitassiswakelas XI lintasminatbahasa Mandarin SMAN 6 Malang denganpenerapan model pembelajarancooperative scriptdapatmelatihketerampilanberbahasadenganbaik. Kemampuanmenulisdanberbicarasiswabaik.Kemampuanmenyimaksecaraberpasanganlebihmemudahkansiswauntukmenjawabsoalmenyimak.Siswamampumemahamiteks yang ditulisdengan汉字(hànzì), meskipunmasihadasiswa yang kesulitan. Penelitiselanjutnyadiharapkandapatmengembangkanvariasibacaan yang serupadanlebihmemudahkanuntukmelatihketerampilanmembacabahasa Mandarin siswa. Hal tersebutterjadikarenasiswatidakterbiasadantidakmenguasai汉字(hànzì). Penerapan model pembelajarancooperative scriptuntukmelatihketerampilanberbahasa Mandarin siswa, tidakcukupjikadalampelaksanaannyahanyadalamsatuataudua kali pertemuan.Penelitiselanjutnyajugadiharapkanuntukmempertimbangkanwaktupelaksanaanuntukmemperolehhasil yang lebihmaksimaldan agar guru dapatmembimbingsiswa yang masihkesulitan