Skripsi Bahasa Mandarin - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
117 research outputs found
Sort by
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN WORD SQUARE UNTUK MELATIH KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA MANDARIN TEMA KEHIDUPAN SEHARI-HARI PADA SISWA KELAS X SMAN 2 MALANG
ABSTRAK Zulkarunia, Elma Dita. Penerapan Model Pembelajaran Word Square untuk Melatih Keterampilan Berbicara Bahasa Mandarin pada Siswa Kelas X SMAN 2 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dra. Tiksno Widyatmoko, M.A. Kata Kunci: model pembelajaran, word square, keterampilan berbicara, bahasa Mandarin, SMA kelas X Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsiskan penerapan model pembelajaran Word Square untuk melatih keterampilan berbicara bahasa Mandarin tema kehidupan sehari-hari pada siswa kelas X SMAN 2 Malang dan (2) mengetahui respon siswa mengenai model pembelajaran Word Square untuk melatih keterampilan berbicara siswa kelas X SMAN 2 Malang. Model pembelajaran Word Square yaitu model pembelajaran yang memadukan kemampuan menjawab pertanyaan dengan kejelian dalam mencocokkan jawaban pada kotak-kotak jawaban yang telah disediakan. Mirip seperti Teka-Teki Silang tetapi bedanya jawabannya sudah ada namun disamarkan dengan menambahkan kotak tambahan dengan sembarang huruf atau angka pengecoh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, yaitu mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Word Square untuk melatih keterampilan berbicara bahasa Mandarin pada siswa kelas X SMAN 2 Malang. Sumber data pada penelitian ini adalah siswa kelas X Lintas Minat 2 SMAN 2 Malang sebanyak 29 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi dan lembar kuesioner. Berdasarkan hasil observasi dan kuesioner seluruh siswa dapat mengikuti model pembelajaran dengan baik, membaca kalimat dengan struktur yang tepat, siswa merasa penerapan model pembelajaran Word Square ini dapat melatih kemampuan berbicara bahasa Mandarin, lebih teliti mengerjakan soal dengan penerapan model pembelajaran Word Square. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk dapat lebih mengembangkan model pembelajaran ini dengan menggunakan media yang lebih canggih dan dapat digunakan pada keterampilan berbahasa lainnya
Pengembangan Bahan Ajar "Saya Suka Belajar Bahasa Mandarin" Untuk Keterampilan Membaca Dan Menulis Teks Percakapan Bahasa Mandarin Bagi Siswa Kelas XI SMAN 1 Batu
ABSTRAK DwiJayanti, Pipit . 2018. Pengembangan Bahan Ajar "Saya Suka Belajar Bahasa Mandarin" untuk Keterampilan Membaca dan Menulis Teks Percakan Bahasa Mandarin Bagi Siswa Kelas XI SMAN 1 Batu. Skripsi. Pendidikan Bahasa Mandarin. Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Lilis Afifah, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: penelitian dan pengembangan, bahan ajar, keterampilan membaca dan menulis, teks percakapan Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa bahan ajar untuk keterampilan membaca dan menulis teks percakapan tema Keluargauntuk siswa SMA kelas XI. Bahan ajar ini disusun berdasarkan silabus bahasa Mandarin dalam kurikulum 2013. Penelitian ini dilakukan dengan metode pengembangan yang diadaptasi dari model pengembangan (Research and Development/R&D) oleh Sugiyono. Pengembang hanya menggunakan tujuh langkah penelitian dan pengembangan dari sepuluh langkah yang harus dilakukan, yaitu (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, dan (7) revisi produk. Validasi bahan ajar dilakukan oleh ahli media dan ahli materi. Bahan ajar ini telah diujicobakan pada siswa kelas XI Lintas Minat di SMAN 1 Batu. Hasil validasi bahan ajar "Saya Suka Belajar Bahasa Mandarin" menunjukkan bahwa bahan ajar ini dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa Mandarin di SMA karena tema yang diberikan sudah sesuai dengan tema keluarga. Selain itu, materi dan latihan-latihan soal sudah mencakup kriteria-kriteria dari bahan ajar yang baik, yaitu sesuai dengan kurikulum yang berlaku, tata bahasa, penulisan pinyin, shengdiao, serta hanzi
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN你来找我[NĬ LÁI ZHĂO WŎ] UNTUK MELATIH KOSA KATA PADA SISWA KELAS XI LINTAS MINAT SMA NEGERI 2 MALANG
ABSTRAK Yohana. 2018. Penerapan Model Pembelajaran你来找我[nĭ lái zhăo wŏ]untuk Melatih Kosakata Pada Siswa Kelas XI Lintas Minat SMA Negeri 2 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Rosyidah, M.Pd. Kata Kunci : model pembelajaran 你来找我[nĭ lái zhăo wŏ], kosakata, SMA kelas XI Lintas Minat Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penerapan model pembelajaran 你来找我[nĭ lái zhăo wŏ] dalam melatih kosakata pada siswa kelas XI Lintas Minat SMA Negeri 2 Malang dan untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap model pembelajaran tersebut. Materi pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah KD 3.9 yang membahas tentang teks pesan singkat dan pengumuman atau pemberitahuan 通知lisan dan tulis yang terkait dengan informasi seputar lingkungan sosial. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa kata-kata dan tindakan yang diperoleh dari keaktifan siswa kelas XI Lintas Minat sedangkan sumber data yang digunakan adalah place (tempat), proses belajar mengajar yang terjadi di ruang kelas XI Lintas Minat SMA Negeri 2 Malang.Analisis data dalam penelitian ini mengadopsi langkah- langkah analisis data model Miles dan Huberman, yaitu Analysis Interactive. Data di atas lalu dicek keabsahannya menggunakan teknik triangulasi sumber. Penelitiandilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiap pertemuan dibagi dalam tiga tahap, yaitu kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Kegiatan awal pembelajaran diawali dengan mengucapkan salam pembuka, menyampaikan tujuan pembelajaran, melakukan presensi, dan menyampaikan apersepsi. Kegiatan inti dijelaskan dan diintruksikan kepada siswa mengenai model pembelajaran tersebut. Siswa cukup antusias dalam mengikuti setiap langkah-langkah penerapannya. Pada kegiatan akhir pembelajaran, siswa diminta untuk menyampaikan simpulan mengenai materi pembelajaran teks pesan singkat atau pemberitahuan dan diucapkan salam penutup serta terimakasih untuk mengakhiri proses belajar mengajar.Tanggapan siswa terhadap model pembelajaran tersebut cukup beragam. Mereka berpendapat bahwa model pembelajaran tersebut seru, menarik, menyenangkan, dan bagus. Model pembelajarantersebut merupakan model atau cara baru yang digunakan dalam proses pembelajaran di kelas XI Lintas Minat SMA Negeri 2 Malang. Selain itu, model pembelajaran你来找我[nĭ lái zhăo wŏ]dapat melatih siswa dalam kerjasama antar teman
Evaluasi Dokumen Kurikulum Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Rahma, Nadia . 2018. Evaluasi Dokumen Kurikulum Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Malang. Skripsi, Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Primardiana Hermilia Wijayati, M.Pd. Kata Kunci: evaluasi, kurikulum, Mandarin Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kesesuaian deskripsi matakuliah PSPBM dengan kompetensi yang tercantum dalam jenjang 6 KKNI, (2) kesesuaian kurikulum PSPBM dengan kebutuhan dunia kerja. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian evaluatif dengan pendekatan kualitatif analisis isi dokumen, metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini yaitu, dokumen deskripsi matakuliah PSPBM, dokumen RPS PSPBM, dan hasil angket terbuka dari pengguna lulusan. Instrumen pada penelitian ini adalah dokumentasi, dan angket. Teknik analisis data menggunakan coding sheets, digunakan untuk melakukan analisis terhadap sumber data. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa (1) dari 36 deskripsi matakuliah PSPBM UM, terdapat 3 deskripsi matakuliah yang memuat kompetensi dalam jenjang 6 KKNI, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Adapun 33 deskripsi matakuliah lain memuat satu hingga dua kompetensi jenjang KKNI. (2) dari kesembilan hasil kuesioner yang dikumpulkan diketahui bahwa sekolah membutuhkan pendidik bahasa Mandairn yang memiliki kemampuan dalam bahasa Mandarin, memiliki kemampuan dalam bidang pendidikan dan pengajaran yang bercirikan 4C (creativity and innovation, communicative, collaboration, dan critical thinking and problem solving). Adapun kebutuhan perusahaan terhadap tenaga kerja bahasa Mandarin adalah memiliki kemampuan bahasa Mandarin dan pengetahuan dalam bidang bisnis dan ekonomi. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa: (1) deskripsi matakuliah PSPBM belum sesuai dengan kompetensi yang tercantum dalam jenjang 6 KKNI, dan (2) kurikulum PSPBM telah sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini adalah hendaknya dalam menyusun deskripsi matakuliah perlu disesuaikan dengan kompetensi yang tercakup dalam jenjang KKNI, selain itu untuk menciptakan lulusan yang mampu bersaing tidak hanya dalam dunia pendidikan tetapi juga dunia bisnis, maka perlu untuk menambahkan beberapa matakuliah berkaitan dengan bidang bisnis dan ekonomi
Pengembangan Permainan SOPO (Self Disclosure Monopoly) untuk Meningkatkan Kterbukaan Diri Siswa SMA
ABSTRAK Keterbukaan diri merupakan salah satu bentuk komunikasi untuk menginformasikan tentang diri, yang sebelumnya tidak diketahui oleh siapapun. Pada umumnya yang dibahas mengenai perasaan, pikiran, dan pengalaman baik yang positif maupun negatif. Keterbukaan diri memiliki pengaruh yang cukup kuat terhadap penyesuaian diri. Individu yang memiliki keterbukaan diri yang tinggi maka dapat dipastikan memiliki tingkat penyesuaian diri yang tinggi pula. Akan tetapi pada kenyataannya masih banyak dijumpai remaja yang memiliki tingkat keterbukaan diri yang rendah, terutama remaja tingkat SMA. Maka dari itu, peneliti mengembangan produk permainan SOPO yang dapat digunakan konselor untuk memberikan layanan bimbingan dan konseling dalam meningkatkan keterbukaan diri siswa SMA. Tujuan penelitian menghasilkan produk berupa permainan SOPO yang terdiri dari buku panduan dan media permainan SOPO yang berterima secara teoritis dan praktis. Prosedur penelitian dan pengembangan mengadaptasi dari model pengembangan borg and Gall (1989). Langkah-langkah yang digunakan yaitu: 1) penelitian dan pengumpulan data, 2) perencanaan, 3) pengembangan bentuk produk awal, 4) uji coba awal, 5) revisi hasil uji coba, 6) uji coba lapangan, dan 7) revisi produk akhir. Instrumen penelitian menggunakan skala penilaian produk. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Analisis data kuantitatif dilakukan dengan menggunakan perhitungan mean/rerata dan analisis data kualitatif secara deskriptif. Hasil analisis data penilaian dari ahli materi yaitu 3.47, penilaian dari ahli media yaitu 3.50, penilaian dari calon pengguna yaitu 3.19, dan penilaian dari kelompok terbatas yaitu 3.92. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penilaian secara keseluruhan permainan SOPO yang terdiri dari buku panduan dan media permainan SOPO adalah sangat layak dengan rerata 3.52 yang meliputi sangat tepat, sangat berguna, sangat mudah, dan sangat menarik. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan 1) bagi konselor mempelajari dan memahami isi buku panduan permainan SOPO sehingga mampu memandu kegiatan permainan dan tujuan yang diharapkan yaitu meningkatnya keterbukaan diri siswa SMA dapat tercapai dengan optimal, dan 2) bagi peneliti selanjutnya untuk menguji keefektifan produk pengembangan permainan SOPO ini, mengingat penelitian yang dilakukan hanya sampai uji kelompok terbatas
Kesalahan Penggunaan Kata 本来běn lái dan原来yuán lái oleh Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Malang
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk kesalahan penggunaan kata 本来běn lái dan原来yuán lái. Selain mengidentifikasi bentuk kesalahan penelitian ini juga mendiskripsikan faktor yang menyebabkan mahasiswa melakukan kesalahan. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti yaitu deskriptif kualitatif dan sumber data diperoleh dari hasil tes yang dikerjakan oleh mahasiswa. Data dalam penelitian ini adalah kalimat salah yang muncul pada soal tes. Peneliti dalam penelitian ini berperan sebagai instrumen utama. Hasil dari penelitian ini memunculkan kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh mahasiswa, yaitu 1) penggunaan 本来běn lái sebagai adverbia, 2) penggunaan 原来yuán lái sebagai adverbia, 3) penggunaan 本来běn lái dan 原来yuán lái sebagai obyek, dan 4) penggunaan 本来běn lái ....... 就jiu. Faktor- faktor yang menyebabkan kesalahan itu terjadi adalah 1) interferensi, 2) over generalisasi,3) strategi belajar yang kurang tepat, 4) pengaruh dari pengajaran bahasa dan 5) pengaruh bahan ajar
PENERAPAN MEDIA KOKAMI (KOTAK DAN KARTU MISTERIUS) UNTUK PEMBELAJARAN KOSAKATA BAHASA MANDARIN SISWA KELAS XI LINTAS MINAT SMA NEGERI 6 MALANG
RINGKASAN Nikmatun. 2018. Penerapan Kokami (Kotak dan Kartu Misterius) Untuk Pembelajaran Kosakata Bahasa Mandarin Kelas XI Lintas Minat SMA Negeri 6 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin, Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Rizman Usman, M.Pd Kata Kunci: media kokami, kosakata, bahasa Mandarin Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan penerapan media kokami (kotak dan kartu misterius) untuk pembelajaran kosakata bahasa Mandarin siswa kelas XI SMA Negeri 6 Malang dan (2) mendeskripsikan hasil penerapan media kokami (kotak dan kartu misterius) untuk pembelajaran Kosakata Bahasa Mandarin siswa kelas XI Lintas Minat SMA Negeri 6 Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data berupa siswa kelas XI yang berjumlah 21 orang, data berupa kegiatan siswa selama pembelajaran kosakata bahasa Mandarin menggunakan media kokami (kotak dan kartu misterius), sedangkan instrumen pendukung berupa lembar observasi yang diisi oleh tiga observer dan wawancara yang dilakukan kepada guru bahasa Mandarin serta wawancara kepada siswa kelas XI Lintas Minat SMA Negeri 6 Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) siswa kelas XI Lintas Minat SMA Negeri 6 Malang mampu menjalani proses pembelajaran dengan baik dan (2) siswa menjadi lebih aktif dan bersemangat selama kegiatan pembelajaraan bahasa Mandarin. Dengan media ini pembelajaran bahasa Mandarin menjadi lebih efektif dan dapat diterapkan dalam pembelajaran bahasa Mandarin selanjutnya
PENERAPAN METODE TARI BAMBU (BAMBOO DANCING) UNTUK MELATIH KETERAMPILAN MENULIS BAHASA MANDARIN SISWA KELAS XI SMA NEGERI 6 MALANG
RINGKASAN Pramesti, Linggar Ambar. 2018. Penerapan Metode Tari Bambu (Bamboo Dancing) untuk Melatih Keterampilan Menulis Bahasa Mandarin Siswa Kelas XI SMA Negeri 6 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin, Jurusan Sastra Jerman, FakultasSastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:Dr. Rosyidah, M.Pd. Kata Kunci:tari bambu (bamboo dancing), keterampilan menulis, bahasa Mandarin Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan penerapan metode tari bambu (bamboo dancing) untuk melatih keterampilan menulis bahasa Mandarin pada siswa kelas XI SMA Negeri 6 Malang dan (2) untuk mendeskripsikan hasil tulisan siswa setelah dilatih menulis menggunakan metode tari bambu (bamboo dancing). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil observasi, berupa aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran keterampilan menulis dengan menggunakan metode tari bambu (bamboo dancing)dan hasil tulisan siswa. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 6 Malang yang berjumlah 18 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan metode tari bambu (bamboo dancing), siswa menjadi lebih aktif dan semangat dalam menulis. Selain itu, hasil tulisan siswa menunjukkan bahwa siswa dapat membuat karanganberbahasa Mandarin dengan baik. Siswa dapat menyusun paragraf yang padu dan runtut serta sesuai ketentuan. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa kesalahan yang dilakukan siswa, yaitu pada penggunaan gramatika, tanda baca, dan penulisan汉字“hànzì”. Hal tersebut membuat hasil tulisan siswa menjadi kurang maksimal. Berdasarkan hasil penelitiandapat disimpulkan bahwa metode tari bambu (bamboo dancing) dapat diterapkan dalam pembelajaran menulis bahasa Mandarin. Metode ini dapat membantu siswa dalam mengumpulkan ide dan informasi yang digunakan sebagai bahan utama dalam menulis. Selain itu, siswa juga menjadi lebih aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran bahasa Mandarin. SUMMARY Pramesti, Linggar Ambar. 2018. The Application of Bamboo Dancing Method to Practise Chinese Writing Skill of Grade XI Students of SMAN 6 Malang. Thesis, Study Program of Mandarin Education, Department of German, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisor: Dr. Rosyidah, M.Pd. Key Words:bamboo dancing, writing skill, chinese The purposes of this study were: (1) to describe the application of bamboo dancing method to practise Chinese writing skill of grade XI students of SMAN 6 Malang and (2) to describe the results of the students’ writing after practicing writing using bamboo dancing method. This study used descriptive qualitative research method. The data in this study were obtained from the observation results the students’ activities in learning writing using bamboo dancing method and the students’ writing results. The subject of this study were the students of XI SMAN 6 Malang, totaling 18 people. The results of this study indicated that by applying bamboo dancing method, the students became more active and enthusiastic in writing. In addition, students’ writing results indicated that the students could write Mandarin essays well. The students could write a solid and coherent paragraph in accordance with the criteria. Nevertheless, there were still some mistakes made by the students, namely in the use of grammar, punctuation, and writing 汉字“hànzì”. Thus, it made the students’ writing results less maximum. Based on the results of this study, it can be concluded that the bamboo dancing method can be applied in the teaching Mandarin writing. This method can help students gather ideas and information used as the main materials in writing. In addition, the students also actively participate in Mandarin learning activities. 摘要 Pramesti, Linggar Ambar. 2018.在训练汉语写作技巧中竹子舞法的应用—以玛琅第六高中二年级的学生为例。论文,玛琅国立大学,文学院,德语系,汉语专业。导师:Dr. Rosyidah, M.Pd. 关键词:竹子舞法,写作教育,中文 本研究的目的是:(1)描述在训练汉语写作技巧中竹子舞法的应用以玛琅第六高中二年级的学生为例和(2)描述用竹子舞法写作之后学生写作的效果如何。本研究采用描述性定性研究方法。这项研究中的数据来源于对学生使用竹子舞法学习写作技能及学生写作活动结果的观察和学生写作的效果。本项研究的对象是玛琅第六高中二年级的学生,共计18个人。 研究结果表明通过运用竹子舞法,在写作教学中学习气氛变得更加活跃和学生也积极参加。此外,学生写作的结果表明学生可以很好地写汉语短文。根据规定,学生可以书写内容扎实、连贯的段落。尽管如此,学生仍然存在一些错误,诸如语法、标点符号和汉字方面的错误,效果也并不完全理想。 根据研究的结果我们可以得出结论:竹子舞法可以应用于学习汉语写作。这种方法可以帮助学生收集想法和资料作为写作的主要材料。此外,学生也更加积极地参与到汉语教学活动
PENGGUNAAN PUISI TIONGKOK UNTUK MELATIH PELAFALAN 声调 [Shēngdiào] BAHASA MANDARIN SISWA KELAS XI SMA LABORATORIUM UM
ABSTRAK Kata Kunci : bahasa Mandarin, puisi Tiongkok, 声调 [shēngdiào] ‘nada’ Bahasa Mandarin merupakan bahasa yang mempunyai nada ketika diucapkan.Nada dalam bahasa Mandarin disebut dengan声调 [shēngdiào] ‘nada’. 声调 [shēngdiào] ‘nada’ merupakan hal dasar yang harus dipahami ketika belajar bahasa Mandarin karena apabila pengucapan 声调 [shēngdiào] ‘nada’salah dapat mengubah arti dan dapat menimbulkan kesalahpahaman. Puisi Tiongkok merupakan salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan untuk melatih pelafalan 声调 [shēngdiào] ‘nada’bahasa Mandarin siswa kelas XI SMA Laboratorium UM. Tujuan dari penelitian ini mendeskripsikan penggunaan puisi Tiongkok untuk melatih pelafalan声调 [shēngdiào] ‘nada’bahasa Mandarin pada siswa kelas XI SMA Laboratorium UM dan mengetahui respons siswa terhadap penggunaan puisi Tiongkok untuk melatih pelafalan nada atau 声调 [shēngdiào] ‘nada’bahasa Mandarin. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IBB 2. Dalam penelitian ini, instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar observasi dan pedoman wawancara. Hasil dari penelitian yang dilakukan yaitu pelafalan声调 [shēngdiào] ‘nada’bahasa Mandarin siswa kelas XI dapat terlatih menggunakan puisi Tiongkok. Dari hasil observasi dapat diketahui para siswa terlihat aktif dan antusias ketika penggunaan puisi Tiongkok dilakukan dalam pembelajaran. Hasil wawancara menunjukkan para siswa mengalami kesulitan dalam melafalkan声调[shēngdiào] ‘nada’nada kedua, nada pertama dan keempat dalam satu kalimat. Para siswa mengungkapkan bahwa puisi Tiongkok sulit untuk dipelajari namun apabila puisi yang digunakan tidak terlalu panjang para siswa akan mudah untuk memahami puisi Tiongkok yang diajarkan. Selain itu, apabila penggunaan puisi Tiongkok ini dilakukan berulang-ulang maka pelafalan声调 [shēngdiào] ‘nada’bahasa Mandarin siswa dapat terlatih lebih baik lagi
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Concept Sentence untuk Melatih Keterampilan Berbicara Siswa Kelas X LMT 2 SMAN 2 Malang
ABSTRAK Wati, Diana Rina. 2017. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Concept Sentence untuk Melatih Keterampilan Berbicara Siswa Kelas X LMT 2 SMAN 2 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin, Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Drs. Tiksno Widyatmoko, M.A. Kata Kunci : Model Pembelajaran, Concept sentence, keterampilan berbicara. Penelitian ini bertujan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif Concept Sentence untuk melatih keterampilan berbicara siswa kelas X LMT 2 SMAN 2 Malang dan mendeskripsikan respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif Concept Sentence untuk melatih keterampilan berbicara siswa kelas X LMT 2 SMAN 2 Malang. Concept Sentence merupakan strategi pembelajaran yang dilakukan dengan memberikan kartu kata kunci kepada siswa, dari kata kunci tersebut disusun menjadi beberapa kalimat kemudian dikembangkan. Tahapan yang dilaksanakan dalam model pembelajaran ini yaitu : 1) penyampaian kompetensi dan penyampaian materi 2) pembagian kelompok 3) pemberian kata kunci 4) diskusi kelompok, dan 5) diskusi pleno. Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan untuk alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah lembar angket dan lembar observasi. Angket digunakan untuk mengetahui respon siswa terhadap model pembelajaran concept sentence, sedangkan observasi digunakan untuk mengetahui kegiatan yang dilakukan selama proses pembelajaran. Sumber data yang digunakan adalah siswa kelas X LMT 2 SMAN 2 Malang yang berjumlah 27 siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran concept sentence dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif model pembelajaran untuk melatih keterampilan berbicara. Penerapan model pembelajaran ini membuat siswa lebih bersemangat dan antusias dalam mengikuti proses pembelajaran, pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan tidak membosankan. Siswa sangat antusias dalam kegiatan kelompok, selama kegiatan diskusi kelompok berlangsung siswa saling berdiskusi dan bekerjasama dengan baik. Ketika melaksanakan presentasi secara lisan dalam bahasa Mandarin, siswa terlihat sangat bersemangat dan antusias