BAHASA DAN SASTRA
Not a member yet
199 research outputs found
Sort by
KEMAMPUAN MENULIS SURAT DINAS SISWA KELAS VII B SMP NEGERI 12 PALU
ABSTRAK - Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kemampuan siswa kelas VIIB SMP Negeri 12 Palu dalam menulis surat dinas. Sehubungan dengan masalah tersebut, tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan menulis surat dinas SMP Negeri 12 Palu. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Sumber data pada penelitian ini adalah siswa kelas VIIB SMP Negeri 12 Palu yang berjumlah 17 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah evaluasi. Analisis data yang dilakukan dalam penelitian adalah dengan menganalisis data yang dikumpulkan kemudian diolah dengan menggunakan metode deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa siswa kelas VIIB SMP Negeri 12 Palu mampu menulis surat dinas dengan nilai perolehan di atas KKM 75. Hal tersebut dilihat dari nilai yang diperoleh siswa berdasarkan aspek kelengkapan unsur surat, pilihan kata, ejaan dan tanda baca, dan kejelasan makna kalimat. Adapun nilai rata-rata yang diperoleh yaitu 82,5 dengan persentase ketuntasan 82%. Kata Kunci: Kemampuan, Menulis, Surat Dina
PENGGUNAAN TINDAK TUTUR EKSPRESIF DALAM ACARA HITAM PUTIH DI TRANS7
ABSTRAK – Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur ekspresif dalam acara Hitam Putih di Trans7.Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu metode simak dengan teknik catat.Teknik analisis data terdiri dari (1) pengumpulan data, (2) reduksi data, (3) penyajian data, (4) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk tuturan ekspresif yang digunakan dalam acara Hitam Putih meliputi: 1) ucapan terima kasih ditandai oleh kata terima kasih, dan makasih, 2) ucapan selamat ditandai oleh kata selamat, 3) permintaan maaf ditandai oleh kata maaf, dan sorry, 4) menyalahkan ditandai oleh kata gara-gara, 5) memuji ditandai oleh kata cantik, bagus, dan ganteng, 6) kesenangan ditandai oleh kata suka, senang, dan I loved, 7) ketidaksenangan ditandai oleh kata gak senang, gak suka dan benci, 8) mengeluh ditandai oleh kata aduh, 9) sindiran, dan 10) mengejek ditandai oleh kata bodoh, dan jelek. Sedangkan fungsi tuturan ekspresif yang ditemukan dalam penelitian meliputi: 1) sebagai ungkapan penghormatan atas budi baik, 2) sebagai ungkapan terhadap seseorang yang sedang mendapatkan atau mengalami sesuatu yang membahagiakan, 3) mengakui kesalahan, 4) memberikan pengakuan dan penghargaan, 5) menyatakan kesenangan, 6) menyatakan ketidaksenangan, 7) mengungkapkan rasa susah, 8) mengejek, dan 9) menghibur. Kata Kunci : tindak tutur, tindak tutur ekspresif, bentuk, fungsi.
ANALISIS GAYA BAHASA DALAM NOVEL DILAN: DIA ADALAH DILANKU 1990 KARYA PIDI BAIQ
ABSTRAK- Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana gaya bahasa berdasarkan langsung tidaknya makna dalam novel Dilan: Dia adalah Dilanku 1990 karya Pidi Baiq. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan gaya bahasa berdasarkan langsung tidaknya makna dalam novel Dilan: Dia adalah Dilanku 1990 karya Pidi Baiq. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Dilan: Dia adalah Dilanku 1990 Karya Pidi Baiq. Data dalam penelitian ini berupa kata, frasa, atau kalimat yang mengandung gaya bahasa dalam novel Dilan: Dia adalah Dilanku 1990 karya Pidi Baiq. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan membaca novel secara berulang dan menuliskan data yang ditemukan. Analisis data dilakukan dengan mengumpulkan data, mereduksi data, menyajikan data, verifikasi, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam novel Dilan: Dia adalah Dilanku 1990 karya Pidi Baiq ditemukan sebelas gaya bahasa retoris, yaitu: Aliterasi, Asonansi, Anastrof, Apostrof, Polisindeton, Pleonasme dan Tautologi, Perifrasis, Erotesis, Koreksio, Hiperbola, dan Oksimoron. Tujuh gaya bahasa kiasan, yaitu: simile, personifikasi, eponim, epitet, sinekdoke, sinisme, sarkasme, dan inuendo.Kata Kunci: Gaya Bahasa, Retoris, Kiasa
KRITIK SOSIAL DALAM NASKAH DRAMA ALANGKAH LUCUNYA NEGERI INI KARYA DEDDY MIZWAR
ABSTRAK – Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk-bentuk kritik sosial dalam Naskah Drama Alangkah Lucunya Negeri Ini karya Deddy Mizwar. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan serta menjelaskan bentuk-bentuk kritik sosial yang terdapat dalam naskah drama alangkah lucunya negeri ini Karya Deddy Mizwar dengan menggunakan pendekatan sosiaologi sastra. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan metode dokumentasi, rekam, simak dan catat. Metode ini dilakukan untuk menganalisis bentuk-bentuk kritik sosial dalam naskah drama alangkah lucunya negeri ini, hasil penelitian adalah sebagai berikut : (1) kemiskinan, (2) kejahatan, (3) Disorganisasi keluarga, (4) pendidikan, (5) lingkungan hidup, (6) birokrasi, (7) agama dan keperyaan. Kata Kunci: Kritik Sosial, Naskah Drama, Sosiologisastra
Interferensi Bahasa Buol Terhadap Pemakaian Bahasa Indonesia Pada Masyarakat Momunu Kabupaten Buol
ABSTRAK - Fokus permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah bentuk-bentuk interferensi bahasa Buol yang terjadi pada masyarakat Desa Lamadong II Kecamatan Momunu Kabupaten Buol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk yang diakibatkan oleh faktor interferensi dalam tindak tutur masyarakat Momunu Desa Lamadong II. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dari data lisan. Dengan menggunakan metode simak, metode cakap , dan metode survei. Hasilnya yang diperoleh adalah faktor interferensi fonologi, interferensi morfologi, dan interferensi sintaksis. Contoh interferensi dalam bentuk fonologi “konapa” seharusnya”kenapa”. Bentuk interferensi morfologi “bamasak” seharusnya “ memasak”. Bentuk nterferensi pada sintaksis “berapa jilbab yangkaupakai?” seharusnya “berapa harga jilbab yang kau pakai “.Kata Kunci : Interferensi , bahasa Buol, bahasa Indonesia
PREFIKS PEMBENTUK VERBA BAHASA BALI DIALEK BULELENG DI KABUPATEN DONGGALA
ABSTRAK - Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana bentuk prefiks pembentuk verba bahasa Bali dialek Buleleng dan bagaimana makna prefiks pembentuk verba bahasa Bali dialek Buleleng. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan bentuk prefiks pembentuk verba bahasa Bali dialek Buleleng dan makna prefiks pembentuk verba bahasa Bali dialek Buleleng. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, yang meliputi tiga tahapan yakni : (1) metode dan teknik pengumpulan data, (2) metode dan teknik analisis data, dan (3) metode penyajian hasil analisis data. Berdasarkan hasil penelitian bahwa prefiks pembentuk verba bahasa Bali dialek Buleleng berfungsi untuk membentuk verba adalah prefiks : ma-, nga-, N- (nasal). Prefiks pembentuk verba dapat bermakna menggunakan, mengerjakan, perbuatan untuk orang lain, melakukan pekerjaan, dan membuat jadi. Kata kunci : Prefiks Pembentuk Verba Bahasa Bali Dialek Bulelen
KATA BERPOLISEMI DALAM BUKU THE REAL MUSLIMAH KARYA ARIF RAHMAN LUBIS: KAJIAN SEMANTIK
ABSTRAK - Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk kata berpolisemi dalam buku The Real Muslimah karya Arif Rahman Lubis dan apakah makna dari kata berpolisemi dalam buku The Real Muslimah karya Arif Rahman Lubis? Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk kata berpolisemi dalam buku The Real Muslimah karya Arif Rahman Lubis dan untuk mendeskripsikan makna pada kata berpolisemi dalam buku The Real Muslimah karya Arif Rahman Lubis. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pustaka. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu jenis data tertulis dan sumber data berasal dari buku The Real Muslimah karya Arif Rahman Lubis. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode simak dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu metode distribusional yang mencakup dua tahap, yakni (1) teknik subtitusi dan (2) teknik ekspansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kata berpolisemi dalam Buku The Real Muslimah karya Arif Rahman Lubis terbagi atas polisemi berbentuk kata dasar dan polisemi berbentuk kata turunan yang meliputi kata berafiks dan reduplikasi, adapun makna pada kata berpolisemi dalam buku The Real Muslimah karya Arif Rahman Lubis meliputi makna leksikal dan makna gramatikal. Kata Kunci : Kata Berpolisemi, The Real Muslimah
KEMAMPUAN MEMBACA TEKS PIDATO SISWA KELAS XI IPA 5 SMA NEGERI 3 PALU
ABSTRAK - Penelitian ini adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah kemampuan membaca teks pidato siswa kelas XI IPA 5 SMA Negeri 3 Palu. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat secara teoretis maupun secara praktis bagi siswa dan guru. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sesuai dengan pokok permasalahannya, penelitian ini tidak hanya berhenti pada tingkat pengumpulan data saja, tetapi juga pengolahan, dan analisis data. Metode ini juga sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai yakni untuk memperoleh informasi tentang kemampuan membaca teks pidato oleh siswa kelas XI IPA 5 SMA Negeri 3 Palu. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 3 Palu yang terletak di jalan Dewi Sartika, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah dan dilaksanakan pada bulan Agustus 2017. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 5 SMA Negeri 3 Palu yang berjumlah 35 siswa dan objeknya yaitu kemampuan membaca teks pidato. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kemampuan membaca teks pidato siswa kelas XI IPA 5 SMA Negeri 3 Palu tahun ajaran 2017/2018 berkategori baik dengan nilai rerata 77,14. Adapun uraian masing-masing hasil rerata aspek penilaian adalah pada aspek intonasi mendapatkan nilai rerata sebesar 77,14, pada aspek lafal mendapatkan nilai rerata sebesar 79,29, pada aspek penghayatan mendapatkan nilai rerata sebesar 77,85, pada aspek posisi tubuh mendapatkan nilai rerata sebesar 75, dan pada aspek volume suara mendapatkan nilai rerata sebesar 76,42. Bila dilihat dari aspek ketuntasan belajar klasikal, dapat disimpulkan bahwa ketuntasan belajar klasikal sebesar 100% karena tidak ada siswa yang memiliki nilai kurang dari 70.Kata Kunci: Pidato
PENGGUNAAN KATA SAPAAN BAHASA GORONTALO
ABSTRAK - Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk kata sapaan dalam bahasa Gorontalo dan bagaimana penggunaan kata sapaan dalam bahasa Gorontalo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kata sapaan dalam bahasa Gorontalo serta untuk mendeskripsikan penggunaan kata sapaan dalam bahasa Gorontalo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan beberapa teknik, yaitu teknik simak, teknik cakap, teknik rekam, teknik catat dan teknik introspeksi. Tahapan analisis yang digunakan yaitu melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verifikasi dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bentuk-bentuk dan penggunaan kata sapaan dalam bahasa Gorontalo yaitu; (1) sapaan kata ganti orang atau pronomina, yaitu meliputi kata saya, kamu, dia, mereka dan kami; (2) sapaan nama diri; (3) sapaan kekerabatan, yang meliputi sapaan untuk yang lebih tua, sapaan unrtuk saudara, sapaan untuk anak, sapaan untuk keponakan dan sapaan untuk cucu; (4) sapaan berdasarkan status sosial; (5) sapaan kepada tokoh-tokoh masyarakat; dan (6) sapaan julukan, yang meliputi sapaan karena fisik dan sapaan karena kebiasaan. Kata Kunci: Kata Sapaan, Bahasa Gorontalo
FRASE VERBA BAHASA KAILI DIALEK LEDO
Absrak - Fokus permasalahan adalah bagaimanakah;struktur dan fungsi frase verba bahasa Kaili dialek Ledo, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan frase verba bahasa Kaili dialek Ledo yang berada di desa Rarampdende kecamatan Dolo Barat kabupaten Sigi, penelitian ini adalah kajian sintaksis teori tagmemik, sumber data yang diperoleh adalah tuturan bahasa Kaili dialek Ledo dengan menggunakan metode simak dan metode cakap, metode simak diikuti oleh teknik simak libat cakap dan dilakukan teknik catat, sedangkan metode cakap dilakukan dengan cara teknik pancing, hasil peneletian dianalisis melalui metode padan dan distribusional, metode padan menjelaskan setiap makna frase verba bahsa kaili dialek Ledo sedangkan distribusional digunakan untuk menjelaskan distribusi frase verba, dan disajikan dengan metode informal dan metode formal, informal menguraikan dengan kata-kata sedangkan formal menganalisis dengan simbol-simbol, hasil dari penelitian ini adalah memperoleh struktur frase verba dan fungsi frase verba, struktur frase verba menghasilkan frase verba intransitif H-T, frase verba intransitif T-H, frase verba intransitif H-T-H, frase verba transitif H-T, frase verna transitif T-H, frase verba transitif H-T-H, frase verba koordinatiif intransitif H-koor-H dan frase verba koordinatif transitif H-koor-H.Kata Kunci : Frase Verba Bahasa Kaili Dialek Led