BAHASA DAN SASTRA
Not a member yet
    199 research outputs found

    PREFIKS BAHASA BALI DIALEK BULELENG

    Full text link
    ABSTRAK - Permasalahan penelitian ini yaitu bentuk, fungsi, makna prefiks bahasa Bali dialek Buleleng. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk, fungsi, dan makna prefiks bahasa Bali dialek Buleleng. Penelitian ini diharapkan sebagai suatu langkah untuk melestarikan bahasa daerah dari kepunahan. Sumber data dari penelitian ini adalah data lisan prefiks bahasa Bali dialek Buleleng. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan metode cakap. Hasil dari penelitian ini diantaranya (1) bentuk prefiks {a},{ma},{ka,{pa},{sa},{m},{n},{ng},{ny},{mak∂} (2) fungsi prefiks terbagi menkjadi dua bagian yakni fungsi derivasional dan infleksional, (3) makna prefiks diantaranya satu atau bagian, melakukan pekerjaan atau perbuatan, paling, banyak yang, keterangan, di, mempunyai, melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan mata pencaharian, menghasilkan atau mengeluarkan, melakukan pekerjaan.Kata kunci : Prefiks, Bahasa Bali Dilek Buleleng

    Reduplikasi Bahasa Behoa Desa Doda Kecamatan Lore Tengah Kabupaten Poso

    Full text link
    ABSTRAK - Rumusan  masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk dan makna Reduplikasi  Bahasa Behoa Desa Doda Kecamatan Lore Tengah Kabupaten Poso. Berdasarkan rumusan masalah tersebut, Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana bentuk dan makna Reduplikasi Bahasa Behoa Kecamatan Lore Tengah Kabupaten Poso. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode simak dan metode cakap, dengan menggunakan teknik – teknik simak libat cakap, teknik simak bebas libat cakap, teknik dokumentasi, dan teknik catat. Adapun lokasi penelitian ini adalah di Desa Doda Kecamatan Lore Tengah Kabupaten Poso. Data yang diperoleh yaitu berupa data lisan yang diperoleh melalui teknik pengumpulan data. Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan teknik distribusional dan padan. Dari hasil penelitian ditemukan bentuk dan makna reduplikasi bahasa Behoa, yakni : (1) reduplikasi utuh, (2) reduplikasi sebagian, (3) reduplikasi berkombinasi dengan afiksasi. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan ditemukan makna reduplikasi bahasa Behoa, yakni : (1) makna banyak tak tentu, (2) makna bermacam – macam, (3) makna menyatakan saling, (4) menyatakan makna setiap, (5) menyatakan makna tindakan yang dilakukan berulang – ulang, (6)  menyatakan makna yang dilakukan dengan santai. Kata kunci: Reduplikasi, Bahasa Beho

    PEMERTAHANAN BAHASA INDONESIA DI DAERAH NAPUDESA WUASA KECAMATAN LORE UTARA KABUPATEN POSO (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK)

    Full text link
    ABSTRAK - Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana sikap masyarakat Napu di desa Wuasa Kecamatan lore utara Kabupaten Poso terhadap pemertahanan bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap masyarakat Napu di Desa Wuasa Kecamatan lore Utara Kabupaten Poso Terhadap pemertahan bahasa Indonesia. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Sumber data penelitian ini adalah data lisan dan data tulis. Populasi dalam penelitian ini adalah semua masyarakat Napu di desa Wuasa Kecamatan lore Utara Kabupaten Poso yang memiliki jumlah penduduk sebanyak 2.815 jiwa, dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 699 KK. Sampel dalam penelitian ini diambil 10% dari jumlah populasi 699 KK (2.815 jiwa) sehingga menjadi 70 sampel.Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, teknik rekam, teknik kuesioner dan teknik wawancara. Penyajian hasil analisis data mengikuti konsep Miles dan Hubernem yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian pemertahanan bahasa Indonesia di desa Wuasa Kecamatan lore Utara Kabupaten Poso diperoleh 1) pemertahanan bahasa Indonesia dalam ranah keluarga menunjukkan adanya sikap negatif terhadap pemertahanan bahasa Indonesia dengan presentase 12,05% atau di bawah 50%, 2) pemertahanan bahasa Indonesia dalam ranah ketetanggaan menunjukkan adanya sikap pemertahanan bahasa Indonesia negatif dengan presentase 5,7 %, 3) pemertahanan bahasa Indonesia dalam ranah umum menunjukkan adanya sikap pemertahanan bahasa Indonesia negatif dengan presentase 9,52%, 4) pemertahanan bahasa Indonesia dalam ranah sekolah menunjukkan adanya sikap pemertahanan bahasa Indonesia negatif dengan presentase 13,4%. Kata Kunci:    pemertahanan bahasa Indonesia di daerah Napu desa Wuasa Kecamatan lore  Utara Kabupaten Pos

    REDUPLIKASI BAHASA LAUJE

    Full text link
    ABSTRAK – Dalam penelitian ini penulis mengangkat permasalahan yaitu (1) bagaimana bentuk reduplikasi bahasa Lauje? (2) bagaimana makna reduplikasi bahasa Lauje? Adapun tujuan penelitian ini yakni: (1) nendeskripsikan bentuk reduplikasi bahasa Lauje. (2) mendeskripsikan makna reduplikasi bahasa Lauje. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, yang dalam prosesnya mengikuti tiga tahapan, yaitu: (1) tahap pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode simak dan metode cakap. Metode simak dengan teknik simak libat cakap. (2) tahap analisis data dilakukan dengan menggunakan metode padan dan metode distribusional. Metode ini menggunakan teknik perluas dan teknik ganti. (3) tahap penyajian hasil analisis data menggunakan metode formal dan informal. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bentuk reduplikasi bahasa Lauje terdiri atas: (1) reduplikasi penuh;  lampa-lampa ‘jalan-jalan’, (2) reduplikasi sebagian: lama-lamaring ‘lemari-kecil’, (3) reduplikasi dengan proses pembubuhan afiks: nontunu-tunua ‘membakar-bakarkan’, dan (4) reduplikasi berdasarkan kelas kata: Reduplikasi nomina polu-polu ‘batu-batu’, redulikasi verba lembas-lembas ‘pukul-pukul’, reduplikasi adjektiva neindi-neindi ‘besar-besar’, dan reduplikasi adverbia tutunyo-tutunyo ‘sungguh-sungguh’. Kata Kunci: Reduplikasi Bahasa Lauje

    MAKNA SIMBOLIK DAKSINA PENGADEG DALAM UPACARA NGABEN MASSAL (KAJIAN SEMIOTIK)

    Full text link
    ABSTRAK - Permasalahan dalam penelitian ini mengenai apa makna simbolik yang berupa verba dan nonverbal dalam Daksina Pengadeg. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan makna simbolik dalam Daksina Pengadeg.Jenis penelitian ini yaitu kualitatif deskritif.Teknik pengumpulan data dilalukan dengan cara melakukan wawancara,rekam dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara reduksi data,penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian yang ditemukan dalam penelitian ini bahwa Daksina Pengadeg yang digunakan dalam upacara Ngaben Massal/Swasta Wedana memiliki simbol-simbol yaitu : (1)pisang jati/pengadeg sawa yang terdiri dari wakul,sampian dindingai,sampian kapit udang,Pererai, Teteken, dan Kain Putih Kuning; (2)Damar Angenan/dammar layon yang terdiri dari : kelapa gading,sebilah bambu, benang tridatu, dan kulit telur ayam; (3)Sok cegceg yang terdiri dari : padi dan uang kepeng;(4)Kwangen. Daksina Pengadeg dibuat sebagai symbol dari orang yang telah meninggal.Upacara ini dilakukan dengan tujuan agar orang yang telah dikubur lama atau meninggal jauh/diluar kota dapat diupacarai dengan upacara ngaben Swasta Wedana agar atma/roh dapat mencapai moksa serta sebagai suatu kewajiban dalam umat Hindu. Kata Kunci :Simbol,Makna,Semiotik,DaksinaPengadeg,Ngaben Massa

    STRUKTUR KLAUSA INDEPENDEN BAHASA DONDO

    Full text link
     Absrak - Fokus permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah struktur klausa independen bahasa Dondo.Sehubungan dengan permasalahan tersebut penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur klausa independen bahasa Dondo.Objek penelitian ini adalah bahasa Dondo yang dipakai oleh masyarakat Dondo di Wilayah Desa Buga Kecamatan Ogodeide Kabupaten Tolitoli.Dalam penelitian ini diperoleh data dari satu sumber, yaitu data lisan sebagai data utama (data primer).Penelitian ini menggunakan metode kualitatif.Data penelitian dideskripsikan dengan kata-kata tertulis.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode simak dan metode cakap yang disertai dengan teknik lanjutannya. Dalam menganalisis data yang telah terkumpul , penelitian menggunakan metode padan dan metode distribusional dan disajikan dengan menggunaka metode formal dan metode informal. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan klausa independen bahasa Dondo terdiri dari (1) klausa dasar (derivator) yang meliputi klausa transitif, klausa intransitif, dan klausa ekuatif, (2) klausa turunan (derivasi) yang meliputi klausa kausatif dan non-kausatif.Kata Kunci: Struktur Klausa Independen Bahasa Dondo

    Reduplikasi Bahasa Flores

    Full text link
    ABSTRAK - Rumusan  masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk dan makna Reduplikasi  Bahasa Manggarai. Berdasarkan rumusan masalah tersebut, Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana bentuk dan makna Reduplikasi Bahasa Manggarai. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode simak dan metode cakap, dengan menggunakan teknik – teknik simaklibatcakap, tekniksimakbebaslibatcakap, teknik dokumentasi, dan teknik catat. Adapun lokasi penelitian ini adalah di sulawesi Tengah khususnya kota Palu. Data yang diperoleh yaitu berupa data lisan yang diperoleh melalui teknik pengumpulan data. Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan teknik distribusional dan padan. Dari hasil penelitian ditemukan bentuk dan makna reduplikasi bahasa Manggarai, yakni : (1) reduplikasi utuh, (2) reduplikasi sebagian, (3) reduplikasi berkombinasi dengan afiksasi, dan (4) Reduplikasi dengan perubahan fonem. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan ditemukan makna reduplikasi bahasa Manggarai, yakni : (1) makna banyak tak tentu, (2) makna bermacam – macam, (3) makna menyatakan saling, (4) menyatakan makna setiap, (5)menyatakan makna tindakan yang dilakukan berulang – ulang, (6) menyatakan makna yang dilakukan dengan santai. Kata kunci: Reduplikasi Bahasa Flore

    PREFIKS BAHASA BADA

    No full text
     ABSTRAK - Permasalahan penelitian ini yaitu bentuk, fungsi dan makna prefiks bahasa Bada. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk, fungsi dan makna prefiks bahasa Bada. Penelitian ini diharapkan sebagai suatu langkah untuk melestarikan bahasa daerah dari kepunahan. Sumber data dari penelitan ini adalah data lisan bahasa Bada. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan metode cakap. Hasil dari penelitian ini diantaranya (1) bentuk prefiks {ba},  {ni}, {ta}, {mo}, {pe, {ma}, {po}, {ke}, {me}, {ra}, {te}, {na}, {ro}, (2) fungsi prefiks terbagi menjadi dua bagian yakni fungsi derivasional dan infleksional, (3) makna prefiks diantararnya bermakna melakukan kebiasaan, menyatakan sesuatu, memerintah, melakukan pekerjaan, menyatakan alat atau benda, sedang melakukan pekerjaan, menyatakan jumlah, menyatakan suatu perbuatan telah terjadi. Kata Kunci: Prefiks Bahasa Bada

    PENERAPAN PEMBELAJARAN RELASI MAKNA KAJIAN SEMANTIK DI KELAS V11 SMP N 19 PALU

    Full text link
    ABSTRAK - Permasalahan dalam penelitian adalah bagaimana penerapan pembelajaran relasi makna kajian semantik pada siswa di kelas VII SMP  N 19 Palu. Tujuan dalam penelitian adalah  mendeskripsikan penerapan pembelajaran relasi makna kajian semantik siswa kelas VII SMP N 19 Palu. Penelitian ini mengunakan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data melalui observasi dan tes evaluasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan dapat diketahui melalui rubrik penilaian guru dan hasil tes evaluasi siswa. Jumlah rubrik penilaian guru sebanyak 24, rubrik penilaian guru  terdapat 12 komponen sangat baik  dengan persentase 50%, kemudian terdapat 7 komponen baik dengan persentase 29%, lalu terdapat 3 komponen cukup dengan persentase 12,5% dan terdapat 2 komponen kurang dengn persentase 8,3%. dan kemudian tes evaluasi siswa sebanyak 24 orang di kelas VII SMP N 19 Palu. Siswa yang memperoleh nilai 100-95 kategori sangat baik sebanyak 5 orang, siswa yang memperoleh nilai 80 sebanyak 9 orang, siswa yang memperoleh nilai 70 sebanyak 7 orang, siswa yang memperoleh nilai 60 sebanyak 3 orang. Jumlah siswa yang tuntas (≤ 70 ) = 21 orang siswa dan Jumlah yang tidak tuntas  ( 60 ) = 3 orang siswa. Persentase ketuntasan klasikal  . Kata Kunci: Penerapan Pembelajaran, Relasi Makna, Kajian Semanti

    PENERAPAN METODE DISKUSI DALAM PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERBICARA PADA SISWA KELAS VIII MTSN 4 PALU

    Full text link
    ABSTRAK - Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Permasalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana penerapan metode diskusi dalam pembelajaran keterampilan berbicara pada siswa kelas VIII MTs Negeri 4 Palu. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan penerapan metode diskusi dalam pembelajaran keterampilan berbicara pada siswa kelasVIII MTs Negeri 4 Palu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1) Observasi, 2) wawancara dan 3) dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode diskusi sangat efektif diterapkan dalam pembelajaran keterampilan berbicara pada siswa kelas VIII A MTs Negeri 4 Palu. Hal ini didukung oleh data yang telah diperoleh yakni dilihat dari penerapan metode diskusi mendapatkan presentase sebesar 88% dan nilai rata-rata hasil belajar siswa yakni berdasarkan empat aspek yang dinilai mencakup 1) aktif dalam 2) menyatakan pendapat, 3) sikap dalam menyatakan pendapat, cakupan materi pertanyaan, dan 4) jawaban atas pertanyaan diperoleh nilai 80 dari jumlah 31 siswa. Nilai 80 tersebut termasuk kategori baik berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Kata Kunci : Metode Diskusi, Keterampilan Berbicara

    164

    full texts

    199

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    BAHASA DAN SASTRA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇