BAHASA DAN SASTRA
Not a member yet
    199 research outputs found

    PENGGUNAAN GAYA BAHASA MARIO TEGUH DALAM INSTAGRAM

    Get PDF
    Abstrak   Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini yaitu: (1) gaya bahasa apa  yang saja yang terdapat dalam instagram Mario Teguh, (2) apa makna gaya bahasa Mario Teguh dalam instagram. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis, wujud, dan makna gaya bahasa Mario Teguh dalam instagram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data yaitu dari instagram Mario Teguh. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dokumentasi, teknik catat. Prosedur teknik analisis data terdiri atas:  (1) menelaah data, (2) reduksi data, (3) penyajian data, (4) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini ditunjukkan bahwa ada 14 gaya bahasa yang digunakan Mario Teguh dalam instagram yaitu: (1) perumpamaan, (2) metafora, (3) personifikasi, (4) antitesis, (5) hiperbola, (6) klimaks, (7) sitire, (8) alusi, (9) erotis, (10) asonansi, (11) kiasmus, (12) epizeukis, (13) epistrofa, (14) anafhora. Gaya bahasa yang sering digunakan adalah gaya bahasa perumpamaan, gaya bahasa metafora, dan gaya bahasa antitesis. Makna gaya bahasa yang digunakan yakni pengungkapan mengenai motivasi-motivasi Mario Teguh terkait mengenai permasalahan dalam kehidupan seperti tentang cinta, keluarga, kesabaran, masa depan, keyakinan, dan pendidikan.Kata Kunci: Gaya Bahasa, Mario Teguh, Instagram

    KEMAMPUAN BERCERAMAH SISWA KELAS XI MA MUHAMMADIYAH PALU

    Get PDF
    ABSTRAK- Permasalahan dalam Penelitian ini adalah bagaima kemampuan berceramah siswa kelas XI MA Muhammadiyah Palu. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan berceramah siswa kelas XI MA Muhammadiyah Palu. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah sekolah MA Muhammadiyah Palu. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan penelitian tes, nontes, observasi, wawancara, dokumentasi, dan evaluasi. Analisis data dilakukan dengan memberikan skor yang didapatkan terhadap aspek indikator penilaian berceramah, Jumlah jawaban yang benar dihitung dengan menggunakan rumus, Penilaian menulis skor masing-masing dalam daftar tabel, Peserta didik yang dinyatakan tuntas secara individu jika memperoleh nilai 70 sesuai ketuntasan KKM. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kemampuan berceramah siswa kelas XI MA Muhammadiyah Palu tahun ajaran 2018/2019 berkategori cukup baik dengan nilai rerata 78 lebih besar dari nilai KKM yang telah ditetapkan yakni 70. Adapun uraian masing-masing hasil rerata aspek penilain adalah pada aspek penguasaan materi mendapatkan nilai rerata sebesar 80, pada aspek gestur mendapatkan nilai rerata sebesar 80, pada aspek volume mendapatkan nilai rerata sebesar 82, pada aspek ekspresi mendapatkan nilai rerata sebesar 74, dan pada aspek intonasi mendapatkan nilai rerata sebesar 78. Jika dilihat dari aspek ketuntasan belajar klasikal sebesar 100% yakni jumlah siswa yang tuntas adalah 24 peserta didik karena tidak ada peserta didik yang memiliki nilai kurang dari 70. Kata Kunci: Bercerama

    STRUKTUR FRASE ENDOSENTRIK BAHASA DONDO DI DESA BATUILO KECAMATAN OGODEIDE KABUPATEN TOLI-TOLI

    Get PDF
    Absrak –Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana struktur frase endosentris bahasa Dondo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur frase endosentrik bahasa Dondo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Untuk teknik pengumpulan data, peneliti menggunakan metode cakap dan metode simak. Analisis menggunakan metode padan dan metode distribusional dan penyajiannya menggunakan metode formal dan informal. Hasil penelitian menunjukan bahwa struktur frase endosentrik bahasa Dondo terdiri atas: (A) Frase Beraneka Hulu a) Frase Koordinatif 1) Frase Koordinatif Nomina FN= H:N+Konek:Konj.Koor+H:N. 2) Frase Koordinatif Verba (a) Frase Koordinatif Verba Transitif FVt=H:Vt+Konek:Konj.Koor+H:Vt. (b) Frase Koordinatif Verba Intransitif FVi= H:Vi+Konek:Konj.Koor+H:Vi. 3) Frase Koordinatif Adjektiva FA= H:A+Konek:Konj.koor+H:A. 4) Frase Koordinatif Adverbia FAdv= H:Adv+Konek:Konj.koor+H:Adv. b) Frase Apositif FApositif= H:item (N) + H:Aposisi (N).  (B) Frase Atributif atau hulu a) Frase Atrbutif Nomina T-H: FMN= T:A + H:N, H-T: FAN=H:N +T: A, T-H-T memiliki struktur: FAN= T:A + H:N + T:A. b) Frase Atributif Verba 1) Frase Atributif Verba Transitif T-H: FAVt=T:Adv +H:Vt. H-T: FAVt=H:Vt + T:Adv. T-H-T: FAVt=T:Adv + H:Vt + T:Adv. 2) Frase Atributif  Verba Intransitif T-H: FAVi=T:Adv + H:Vi. H-T: FAVi=H:Vi + T:Adv. T-H-T: FAVi=H:Vi + T:Adv + H:Vi. c) Frase Atributif Adjektiva T-H FAA=T:Adv +H:A. H-T: FAA=H:A + T:Adv. T-H-T: FAA=T:Adj + H:A + T:Adj. d) Frase Atributif  Adverbia T-H: FAAdv=T:Adv + H:Adv. H-T: FAAdv= H:Adv + T:Adv. T-H-T: FAAdv=T:Adv + H:Adv + T:Adv.Kata Kunci ;  Struktur Frase Endosentrik Bahasa Dondo Di Desa Batuilo     Kecamatan Ogodeide Kabupaten Toli-Toli

    KARAKTERISTIK BAHASA PENOLAKAN GURU PEREMPUAN DAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA NEGERI 4 PALU

    Get PDF
    Dalam permasalahan pada penelitian ini adalah bagaimana bentuk dan strategi karakteristik bahasa penolakan guru perempuan dan siswa dalam pembelajaran di SMA Negeri 4 Palu? Tujuannya mendeskripsikan karakteristik bahasa penolakan guru perempuan dan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA Negeri 4 Palu. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru dan siswa yang berada di SMA Negeri 4 Palu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, metode ini berupaya untuk menyajikan data yang tidak berupa angka-angka, tetapi berupa tuturan guru dan siswa di kelas X dan kelas XI SMA Negeri 4 Palu. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode simak. Teknik pengumpulan data adalah teknik rekam, dan catat. Analisis data dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) bentuk karakteristik bahasa penolakan guru perempuan dan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA Negeri 4 Palu meliputi (1) Bentuk ekspresi tutur penolakan terhadap tuturan perintah dibagi menjadi tuturan penolakan dengan modus balik memerintah dan tuturan penolakan dengan modus memberi komentar, (2) Bentuk ekspresi tutur penolakan terhadap tuturan ajakan, (3) Bentuk Ekspresi tutur penolakan terhadap tuturan permintaan, dan 2) Strategi karakteristik bahasa penolakan guru perempuan dan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA Negeri 4 Palu meliputi (1) Penolakan langsung dibagi menjadi Penolakan langsung pada sasaran dan penolakan langsung dengan ungkapan, (2) Penolakan tidak langsung dibagi menjadi penolakan tidak langsung dengan strategi balik memerintah dan penolakan tidak langsung dengan strategi bertanya. Kata Kunci: Karakteristik, Bahasa Penolakan, Guru Perempuan, Siswa, Bentuk, Strategi, Pembelajaran

    MAKNA SIMBOL DALAM KISAH KERAJAAN BOLANO LAMBUNU DI KABUPATEN PARIGI MOUTONG

    Get PDF
    Permasalahan pada penelitian ini mengenai simbol apa saja yang terdapat pada kisah kerajaan Bolano dan bagaimana makna simbol-simbol dalam kisah kerajaan Bolano di kabupaten Parigi Moutong. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna simbol dan untuk mengetahui simbol-simbol apa saja yang terdapat pada kisah kerajaan Bolano. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif, dengan menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, rekaman dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara reduksi data dan penyajian data. Hasil penelitian yang diperoleh  dari kisah kerajaan Bolano adalah : Memotong hewan (Penghormatan), Pohon kelapa (Penanda sebuah kampung), Tujuh orang dayang (Kepercayaan), Gong (Pemersatu), Daun tebu (sebagai alat yang digunakan membuat senjata), Ayam merah sebelah dan putih sebelah (Tanda terima kasih), Tombak Arajang (persaudaraan), dan Tombak Paji (Seorang anak).Kata Kunci : Makna Simbolik, kisah Kerajaan Bolan

    ANALISIS PENGGUNAAN DIKSI PADA KARANGAN NARASI DI KELAS X IPS II SMA NEGERI 1 PALU

    Get PDF
    Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana penggunaan diksi dalam karangan narasi siswa kelas X IPS II SMA Negeri 1 Palu. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan diksi dalam karangan narasi siswa kelas X IPS II SMA Negeri 1 Palu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode dokumentasi dengan teknik catat. Tahapan analisis yang digunakan yaitu melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan dalam karangan narasi siswa kelas X IPS II SMA Negeri 1 Palu ditemukan syarat ketepatan diksi yang meliputi penggunaan kata yang hampir bersinonim, penggunaan kata umum dan kata khusus, penggunaan kata konotatif dan denotatif, kelangsungan pilihan kata, dan penggunaan kata indria. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada beberapa syarat ketepatan diksi yang tidak ditemukan oleh peneliti, meliputi ungkapan idiomatik, penggunaan kata yang mirip ejaannya, penggunaan kata ciptaan sendiri, penggunaan akhiran asing, dan perubahan makna kata yang sudah dikenal. Kata Kunci: Diksi, Karangan narasi

    Kemampuan Mengembangkan Gagasan dalam Karangan Eksposisi Siswa Kelas X MIA 1 MAN 2 Palu

    Get PDF
    Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kemampuan mengembangkan gagasan dalam karangan ekspsosisi siswa kelas X MIA 1 MAN 2 Palu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan mengembangkan gagasan dalam karangan eksposisi siswa kelas X MIA 1 MAN 2 Palu. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah siswa kelas X MIA 1 MAN 2 Palu yang berjumlah 22 siswa, terdiri dari 7 laki-laki dan 15 perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah evaluasi. Analisis data dalam penelitian ini adalah menganalisis semua data yang dikumpulkan kemudian diolah dengan menggunakan metode deskriptif. Hasil akhir penilaian menunjukkan bahwa siswa kelas X MIA 1 MAN 2 Palu mampu mengembangkan gagasan dalam karangan eksposisi. Hal ini dapat dibuktikan dengan perolehan nilai rata-rata siswa mencapai KKM yang telah ditentukan.Kata Kunci: Kemampuan, Mengembangkan gagasan, Karangan eksposisi

    PREFIKS BAHASA BADA

    Get PDF
    Permasalahan penelitian ini yaitu bentuk, fungsi dan makna prefiks bahasa Bada. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk, fungsi dan makna prefiks bahasa Bada. Penelitian ini diharapkan sebagai suatu langkah untuk melestarikan bahasa daerah dari kepunahan. Sumber data dari penelitan ini adalah data lisan bahasa Bada. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan metode cakap. Hasil dari penelitian ini diantaranya (1) bentuk prefiks {ba},  {ni}, {ta}, {mo}, {pe, {ma}, {po}, {ke}, {me}, {ra}, {te}, {na}, {ro}, (2) fungsi prefiks terbagi menjadi dua bagian yakni fungsi derivasional dan infleksional, (3) makna prefiks diantararnya bermakna melakukan kebiasaan, menyatakan sesuatu, memerintah, melakukan pekerjaan, menyatakan alat atau benda, sedang melakukan pekerjaan, menyatakan jumlah, menyatakan suatu perbuatan telah terjadi.Kata Kunci: Prefiks Bahasa Bada

    MAKNA SIMBOLIK DALAM PROSESI POPENE’E SUKU LAUJE DI DESA TOMINI UTARA KEC. TOMINI KAB. PARIGI MOUTONG

    Get PDF
    Permasalahan dalam penelitian ini, yakni apa saja makna simbolik  dalam prosesi popene’e suku Lauje di Desa Tomini Utara?. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna simbolik dalam presesi popene’e suku Lauje di desa Tomini Utara. Pendekatan penelitian ini, yaitu deskriptif kualitatif. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan metode cakap dengan menggunakan teknik cakap semuka, studi Lapangan (field research) yaitu teknik pengamatan/observasi dan teknik rekam. Selanjutnya, untuk menganalisis data, penulis melalui proses reduksi data (data reduction), pemaparan data (data display) dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis dapat disimpulkan bahwa prosesi popene’e terdapat 8 tahapan dan 1 mantra 8 tahapan prosesi popene’e meliputi: 1) moyambute pangantinge, 2) monimbaluse, mombiase niu kangkai mongkologe, mombiase ayu, 3) monesege longu pensae, 4) mongunjae baki, 5) mongkoni alat tuwahu njopa monja’ange pensae, 6) meepa’anange, 7) momongi do’a salamate dan 8) terakhir mopooto. Kata kunci: makna simbolik, prosesi popene’e, suku Lauje

    CAMPUR KODE CERAMAH USTAD MAULANA DALAM ACARA “ISLAM ITU INDAH” DI TRANS TV

    Get PDF
    Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini yaitu: (1) bagaimana bentuk campur kode ceramah ustad Maulana dalam acara “Islam itu Indah” di trans tv, (2) faktor apakah yang menyebabkan campur kode ceramah ustad Maulana dalam acara “Islam itu Indah” di trans tv. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan faktor campur kode ceramah ustad Maulana dalam acara “Islam itu Indah” di trans tv. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data yaitu dari ceramah ustad Maulana yang diunduh pada website youtube. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik sadap, teknik rekam, dan teknik catat. Prosedur metode analisis data terdiri atas: (1) menelaah data, (2) reduksi data, (3) penyajian data, (4) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini ditunjukkan bahwa terdapat beberapa bentuk campur kode pada ceramah ustad Maulana dalam acara “Islam itu Indah” di Trans Tv yaitu: (1) campur kode kata, (2) campur kode frase, (3) campur kode klausa. Campur kode kata terbagi menjadi 3 kelas kata yaitu: (1) kata benda, (2) kata kerja, (3) kata sifat. Campur kode yang paling sering digunakan adalah bahasa Inggris dan bahasa Arab. Kata Kunci: campur kode, ceramah, kedwibahasaan

    164

    full texts

    199

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    BAHASA DAN SASTRA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇