BAHASA DAN SASTRA
Not a member yet
    199 research outputs found

    TINDAK TUTUR IMPERATIF DALAM PERCAKAPAN SEHARI-HARI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA UNIVERSITAS TADULAKO (KAJIAN PRAGMATIK)

    Full text link
     ABSTRAK - Permasalahan dalam penelitian ini adalah (a) bagaimana wujud tindak tutur imperatif, dan (b) bagaimana strategi tindak tutur imperatif dalam percakapan sehari-hari mahasiswa program studi pendidikan bahasa Indonesia Universitas Tadulako. Penelitian ini bertujuan mendeskrispsikan wujud dan strategi tindak tutur imperatif dalam percakapan sehari-hari mahasiswa program studi pendidikan bahasa Indonesia Universitas Tadulako. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik rekam dan teknik catat. Teknik analisis data terdiri dari (a) pengumpulan data, (b) reduksi data, (c) penyajian data, (d) penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wujud tuturan imperatif yang digunakan mahasiswa program studi pendidikan bahasa Indonesia meliputi: (a) perintah, (b) permintaan, (c) ajakan, (d) larangan, (e) permintaan izin, (e) anjuran. Adapun strategi yang digunakan oleh mahasiswa program studi pendidikan bahasa Indonesia meliputi: (a) strategi langsung, dan (b) strategi tidak langsung.Kata Kunci: Tindak Tutur, Tindak Tutur Imperatif, Wujud, Strategi.

    ANALISIS MAKNA TEKS LAGU ALBUM WAKIL RAKYAT CIPTAAN IWAN FALS MELALUI PENDEKATAN HERMENEUTIKA

    Full text link
    Abstrak -Permasalahan dalam penelitian ini bagaimanakah makna dan jenis makna apa saja yang terkandung di dalam teks lagu PHK dan surat buat wakil rakyat. Adapun tujuannya yaitu untuk mendeskripsikan makna dan jenis makna yang terkandung dalam teks lagu PHK dan surat buat wakil rakyat. Penelitian ini merupakan jenis deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu teks lagu PHK dan surat buat wakil rakyat. Teknik pengumpulan data dengan cara memperoleh teks lagu dalam album karya iwan fals, membaca teks lagu secara keseluruhan, dan menganalisis teks lagu sehinga data-data yang berkaitan dengan makna terkumpul. Teknik analisis data dilakukan dengan cara mengumpulkan data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam lagu PHK dan surat buat wakil rakyat terdapat ketidakadilan kesejahteraan hidup yang dialami masyarakat. Terdapat tujuh jenis makna yaitu 1) makna deskriptif, 2) makna luas, 3) makna piktoral, 4) makna denotatif, 5) makna konotatif, 6) makna asosiatif, 7) makna efektif. Kata Kunci : Makna; Teks Lagu Dalam Album Wakil Rakya

    ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN HURUF KAPITAL, TANDA BACA, DAN PENULISAN KATA PADA KORAN MERCUSUAR

    Full text link
    ABSTRAK – Masalah dalam penelitian ini adalah kesalahan penggunaan huruf kapital, tanda baca, dan penulisan kata yang terdapat pada koran Mercusuar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan huruf kapital, tanda baca, dan penulisan kata yang terdapat dalam koran Mercusuar. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif yang mendeskripsikan data menggunakan rangkaian kalimat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode deskriptif merupakan metode yang sumber datanya berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka. Kegiatan mengumpulkan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi (mengamati) dengan teknik catat. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitan ini adalah metode dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan konsep Miles dan Huberman  yang meliputi (1) pengumpulan data, (2) reduksi data, (3) penyajian data, dan (4) penarikan kesimpulan. Dalam penelitian ini yaitu data dalam bentuk tulisan, berupa kesalahan penggunaan huruf kapital, tanda baca dan penulisan kata. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bentuk kesalahan penggunaan huruf kapital, kesalahan penggunaan tanda baca yang terdiri dari: (1) kesalahan penggunaan tanda baca titik (.), (2) kesalahan penggunaan tanda baca koma (,), (3) kesalahan penggunaan tanda baca titik dua (:), (4) kesalahan penggunaan tanda baca hubung (-), (5) kesalahan penggunaan tanda baca seru (!), (6) kesalahan penggunaan tanda baca elipsis (...), (7) kesalahan penggunaan tanda baca petik (“...”), (8) kesalahan penggunaan tanda baca petik tunggal (‘...’), dan (9) kesalahan penggunaan tanda baca garis miring (/), dan kesalahan penulisan kata yang terdiri dari: (1) kesalahan penulisan kata depan, (2) kesalahan penulisan kata singkatan dan akronim. Dalam menulis harus memahami kaidah-kaidah penulisan, salah satunya penggunaan kata yang baku dan penggunaan PUEBI, agar tulisan sesuai dengan kaidah yang baik dan benar dalam penggunaan huruf kapital, tanda baca, dan penulisan kata.Kata Kunci: Huruf Kapital, Tanda Baca, Penulisan Kata, dan Koran Mercusuar

    TINDAK TUTUR INTEROGATIF GURU DAN SISWA DI KELAS XI SMA NEGERI 5 PALU

    Full text link
    Abstrak –Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana bentuk interogatif, (2) Bagaimana fungsi interogatif dalam pembelajaran di kelas XI SMA Negari 5 Palu. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk, dan fungsi tuturan interogatif guru kepada siswa, siswa kepada guru, dan siswa kepada siswa di kelas XI SMA Negeri 5 Palu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan objek penelitian tindak tutur guru dan siswa yang mengandung makna interogatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan metode simak (teknik rekam dan teknik catat). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif, mengikuti konsep Miles dan Huberman. Tahapan analisis data mengikuti konsep Miles dan Huberman meliputi: (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian di kelas XI SMA Negeri 5 Palu, menunjukan bahwa terdapat tujuh bentuk dan lima fungsi interogatif pada tuturan guru kepada siswa, empat bentuk dan empat fungsi interogatif siswa kepada guru dan empat bentuk dan empat fungsi interogatif siswa kepada siswa.  Kata Kunci: Tuturan Interogatif Guru, Siswa, Bentuk, Fungsi.

    TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM PERCAKAPAN NONFORMAL MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FKIP UNIVERSITAS TADULAKO

    Full text link
    ABSTRAK- Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur direktif dalam percakapan nonformal mahasiswa prodi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia FKIP Universitas Tadulako. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu metode simak dengan teknik rekam dan teknik catat. Teknik analisis data terdiri dari (a) pengumpulan data, (b) reduksi data, (c) penyajian data, (d) penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk tuturan direktif yang digunakan mahasiswa prodi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia meliputi: 1) bentuk memerintah 2) bentuk mengajak, 3) bentuk meminta, 4) bentuk pemberian saran, 5) bentuk melarang, 6) bentuk menasehati, dan 7) bentuk mempersilahkan. Fungsi tindak tutur direktif yang ditemukan dalam penelitian ini meliputi: 1) fungsi memerintah, 2) fungsi mengajak, 3) fungsi melarang, 4) fungsi memberikan saran, dan 5) fungsi meminta.Kata Kunci: Tindak tutur, Tindak tutur direktif, Bentuk, Fungs

    PENANDA KOHESI GRAMATIKAL PADA TEKS “PERINTIS HOMESTAY RUMAH GADANG”: KAJIAN WACANA

    Full text link
    ABSTRAK ­- Masalah dalam penelitian ini adalah penanda kohesi gramatikal apa saja yang terdapat pada teks “Perintis Homestay Rumah Gadang?” Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penanda kohesi gramatikal yang terdapat pada teks “Perintis Homestay Rumah Gadang.” Jenis penelitian ialah kualitatif melalui pendekatan deskriptif. Metode dan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu metode simak dengan teknik catat. Teknik analisis data menggunakan konsep Miles dan Huberman yang meliputi (1) pengumpulan data (2) reduksi data, (3) penyajian data, dan (4) penarikan kesimpulan. Data yang diperoleh ialah data tertulis berupa teks pada surat Harian Kompas di bagian informasi sosok dengan judul teks “Perintis Homestay Rumah Gadang”. Berdasarkan hasil penelitian, penanda kohesi gramatikal yang terdapat pada teks “Perintis Homestay Rumah Gadang” meliputi (1) referensi, (2) subtitusi, (3) konjungsi, dan (4) pelesapan. Kata Kunci : Wacana, Kohesi Gramatika

    PENGGUNAAN BAHASA GAUL DALAM KOMUNIKASI LISAN DI LINGKUNGAN SMA NEGERI 7 PALU

    Full text link
    ABSTRAK - Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk bahasa gaul dalam komunikasi lisan di lingkungan SMA Negeri 7 Palu dan apa saja faktor penyebab munculnya bahasa gaul tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk pemakaian bahasa gaul dalam komunikasi lisan di lingkungan SMA Negeri 7 Palu dan untuk mendeskripsikan faktor penyebab munculnya bahasa gaul tersebut. Jenis penelitian adalah kualitatif. Prosedur pelaksanaan penelitian meliputi tiga tahap yaitu tahap pengumpulan data, tahap analisi data, dan tahap penyajian data. Metode yang digunakan dalam tahap pengumpulan data yaitu metode simak, metode rekam dan metode catat. Hasil penelitian menemukan 54 bentuk tuturan bahasa gaul yang dapat dibagi menjadi 7 jenis bahasa gaul yaitu (1) kata ganti, (2) akronim, (3) singkatan, (4) serapan, (5) pemenggalan, (6) inversi, dan (7) kreatif. Bentuk bahasa gaul yaitu sa, mantul, garing, sota, BAE, gan, bro, sis, gabut, semok, kepo, afgan, GWS, hoax, kuy, takis, baper, kongkow, hugel, LDR, cidaha, mager, hadija, pecah, jaim, PHP, keles, rempong, kudet, spupet, kuper, unyu, japri, bucin, dorang, COD, mainstrem, modus, BTW, jones, mabar, HBD, peres, cogan, cecan, salting, roti sobek, kamorang, ko,dan  julid. Faktor Penyebab Munculnya Bahasa Gaul di Lingkungan SMA Negeri 7 Palu antara lain yaitu (1) penutur, (2) mitra tutur, (3) media sosial, (4) film dan televisi, serta (5) situasi wicara.Kata Kunci : Pengunaan Bahasa, Bahasa Gaul, Komunikasi Lisan, Lingkungan SMA Negeri 7 Palu

    Reduplikasi Bahasa Bugis Dialek Sidrap

    Full text link
    ABSTRAK - Rumusan  masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk dan makna Reduplikasi  Bahasa Bugis Dialek Sidrap. Berdasarkan rumusan masalah tersebut, Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana bentuk dan makna Reduplikasi Bahasa Bugis Dialek Sidrap. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode simak dan metode cakap, dengan menggunakan teknik – tekniksimaklibatcakap, tekniksimakbebaslibatcakap, teknik dokumentasi, dan teknik catat. Adapun lokasi penelitian ini adalah di Kabupaten Pasangkayu. Data yang diperoleh yaitu berupa data lisan yang diperoleh melalui teknik pengumpulan data. Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan teknik distribusional dan padan. Dari hasil penelitian ditemukan bentuk dan makna reduplikasi bahasa Bugis Dialek Sidrap, yakni : (1) reduplikasi utuh, (2) reduplikasi sebagian, (3) reduplikasi berkombinasi dengan afiksasi, dan (4) Reduplikasi dengan perubahan fonem. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan ditemukan makna reduplikasi bahasa Bugis Dialek Sidrap, yakni : (1) makna banyak tak tentu, (2) makna bermacam – macam, (3) makna menyatakan saling, (4) menyatakan maknasetiap, (5)menyatakanmaknatindakan yang dilakukanberulang – ulang, (6) menyatakan makna yang dilakukan dengan santai.Kata kunci: Reduplikasi, Bahasa Bugis Dialek Sidrap

    Penerapan Metode Kooperatif Tipe STAD pada Pembelajaran Apresiasi Puisi Siswa Kelas VIII MTs. Negeri 2 Kota Palu

    No full text
    Abstrak – Penelitian “Penerapan Metode Kooperatif Tipe STAD pada Pembelajaran Apresiasi Puisi Siswa Kelas VIII MTs. Negeri 2 Kota Palu” berorientasi pada bidang pendidikan, khususnya terkait dengan metode dan model pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pembelajaran apresiasi puisi dengan menggunakan metode kooperatif tipe STAD. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen semu (kuasi eksperimen) dengan menggunakan desain one group pre-test post-test design. Populasi dalam penelitian ini adalah seuruh siswa kelas VIII MTs. Negeri Palu Barat. Sampel yang digunakan adalah kelas VIII/f yang berjumlah 34 orang yang terdiri dari 14 laki-laki dan 20 perempuan. Sumber data penelitian berupa nilai pre-test dan post test sedangkan data diperoleh melalui hasil pengolahan data pre dan post test. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes dan angket. Sedangkan teknik analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif. Berdasarkan analisis data penelitian diperoleh hasil mean pre-test sebesar 7,32 dan mean post-test sebesar 7,70. Sehingga, diperoleh nilai gain 23, mean gain 0,67 dan nilai kuadrat deviasinya 527,64. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai t-hitung sebesar 10,6 dan nilai t-tabel 2,72 pada taraf kepercayaan 95% (a = 0,05) dengan derajat bebas (Db) n-1. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis yang menyatakan bila nilai t-hitung > dari nilai t-tabel maka Ha diterima dan Ho ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pembelajaran apresiasi puisi siswa kelas VIII MTs. Negeri 2 Kota Palu.Kata Kunci: Apresiasi Puisi, Metode Kooperatif, STA

    STRUKTUR KLAUSA BAHASA JAWA DI DESA TOLISU KECAMATAN TOILI KABUPATEN BANGGAI

    Full text link
    ABSTRAK - Fokus permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah struktur klausa bahasa Jawa di Desa Tolisu, Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai. Sehubungan dengan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur klausa bahasa Jawa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode simak dan cakap yang disertai dengan teknik lanjutannya. Data kemudian dianalisis dengan metode agih. Teknik yang digunakan dalam metode agih adalah teknik BUL. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dari segi distribusi unitnya, klausa terbagi atas (1) klausa bebas dan (2) klausa terikat. Klausa bebas berdasarkan jenis predikatnya terbagi atas (1) klausa verbal dan (2) klausa nonverbal, klausa verbal terbagi lagi berdasarkan struktur internalnya yaitu (1) klausa transitif dan (2) klausa intransitif. Sedangkan klausa nonverbal terbagi atas (1) klausa ekuasional dan (2) klausa statif. Klausa terikat berdasarkan fungsinya terbagi atas (1) klausa nominal, (2) klausa adjektival, dan (3) klausa adverbial. Adapun dari bentuk strukturnya klausa bebas dalam bahasa Jawa dapat berpola S-P dan P-S, sebaliknya klausa terikat hanya klausa adverbial yang dapat berpola S-P dan P-S. Kata Kunci : Struktur Klausa Bahasa Jaw

    164

    full texts

    199

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    BAHASA DAN SASTRA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇