BAHASA DAN SASTRA
Not a member yet
    199 research outputs found

    MAKNA SIMBOL PAKAIAN PERNIKAHAN ADAT BUTON KAJIAN SEMIOTIK

    Full text link
    ABSTRAK - Fokus permasalahan  dalam penelitian ini adalah apa saja makna simbol yang terdapat pada pakaian pernikahan adat Buton. Penelitian ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan apa saja makna simbol pakaian pernikahan adat Buton. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak dan metode cakap. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diawali dengan tahap observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini terdapat beberapa makna simbol pada pakaian pernikahan mempelai pria yaitu: ikat kepala (kampurui), mahkota (lipi-lipi), baju bahaladada, sala arabu, sarung (biasamasil)i, ikat pinggang (sulepe), sarung besar (bio ogena), keris (tobo), bunga  (kamba), dan makna simbol yang terdapat pada pakaian pernikahan mempelai wanita yaitu: penutup kepala (tipolo), baju kombo, sarung lonjo, punto, kalung ( jao-jaonga), gelang (simbi), pengikat tangan (kabokema lima), anting-anting (dali-dali), kupu-kupu  (kambarambei), kukuharimau (korokoronjo), kipas (kambero), benda (sampelaka) dan sapu tangan (kalegona).Kata Kunci: Makna Simbol, Pakaian Pernikahan  Adat Buto

    PRINSIP KERJA SAMA DALAM DIALOG ANTARTOKOH PADA NOVEL “RANTAU 1 MUARA” KARYA AHMAD FUADI

    Full text link
    Abstrak- Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini, bagaimanakah prinsip kerja sama dalam novel “Rantau 1 Muara” karya Ahmad Fuadi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk prinsip kerja sama (maksim kuantitas, maksim kualitas, maksim relevansi, dan maksim pelaksanaan) dalam novel “Rantau 1 Muara” karya Ahmad Fuadi.  Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah novel “Rantau 1 Muara” karya Ahmad Fuadi, sedangkan data dalam penelitian ini berupa kutipan-kutipan percakapan prinsip kerja sama yang dilihat dari empat maksim, yaitu maksim kualitas, maksim kuantitas, maksim relevansi, dan maksim pelaksanaan yang terdapat dalam novel “Rantau 1 Muara” karya Ahmad Fuadi.  Teknik  pengumpulan  data menggunakan teknik yang dikemukakan oleh Milles dan Huberman yakni teknik analisis data kualitatif mencakup tiga kegiatan yang bersamaan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan semua bentuk prinsip kerjasama (maksim kuantitas, maksim kualitas, maksim relevansi, dan maksim pelaksanaan) dengan rincian: Lima maksim relevansi dan pelaksanaan. Lima maksim kualitas dan pelaksanaan. 37 maksim kualitas, relevansi, dan pelaksanaan. Lima maksim kuantitas, kualitas, dan pelaksanaan, dan 71 maksim kuantitas, kualitas, relevansi, dan pelaksanaan.  Kata Kunci: Prinsip Kerja Sama; Dialog antartokoh.

    TINDAK TUTUR DIREKTIF DAN EKSPRESIF PADA ACARA BROWNIS DALAM PROGRAM TRANS TV

    Full text link
    ABSTRAK - Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk dan strategi tindak tutur direktif dan ekspresif pada acara Brownis dalam program Trans TV. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk serta strategi tindak tutur direktif dan ekspresif pada acara Brownis dalam program Trans TV. Peneliti menerapkan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan pragmatik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1) rekam dan 2) catat. Peneliti menggunakan teknik analisis data dengan konsep dari Miles dan Hubermen, yaitu mereduksi data, menyajikan data, menafsirkan makna data serta menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menemukan 20 data tindak tutur direktif berupa berupa 3 bentuk harapan, 2 bentuk ajakan, 6 bentuk permintaan, 6 bentuk larangan, dan 3 bentuk persilaan. Pada tindak tutur ekspresif ditemukan tuturan sebanyak 16 data, berupa 4 bentuk menyindir, 5 bentuk mengejek, 3 bentuk permintaan maaf, 2 bentuk ucapan selamat, dan 2 bentuk ucapan terima kasih. Sedangkan pada strategi tindak tutur direktif dan ekspresif diperoleh sebanyak 13 data. Masing-masing data berjumlah 9 data pada tuturan direktif dan 4 data tuturan ekspresif, baik strategi langsung maupun strategi tak langsung.Kata Kunci: Tindak Tutur, Tindak Tutur Direktif, Tindak Tutur Ekspresif

    ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN EJAAN YANG DISEMPURNAKAN PADA KARANGAN NARASI SISWA KELAS XI SMAN 5 MODEL PALU

    Full text link
    ABSTRAK - Latar belakang  penelitian ini adalah banyaknya kesalahan penulisan dan penggunaan ejaan yang disempurnakan, padahal EYD merupakan hal yang harus diperhatikan ketika menulis. Kesalahan tersebut karena kurangnya pemahaman siswa mengenai penggunaan ejaan yang tepat. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bentuk kesalahan penggunaan ejaan yang disempurnakan pada karangan narasi siswa kelas XI SMAN 5 Model Palu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeksripsikan kesalahan penggunaan ejaan yang disempurnakan dalam karangan narasi yang ditulis oleh siswa kelas XI SMAN 5 Model Palu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Jenis data dalam penelitian ini menggunakan data tertulis, yang bersumber dari karangan narasi yang ditulis oleh 26 siswa kelas XI SMAN 5 Model Palu. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik tes, dokumentasi, pengamatan, dan pencatatan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan disimpulkan bahwa kesalahan penggunaan ejaan yang disempurnakan masih banyak dilakukan oleh siswa saat menulis karangan narasi. Adapun jenis-jenis kesalahan yang dilakukan adalah 1) kesalahan penggunaan huruf; huruf kapital, huruf kecil, dan huruf miring, 2) kesalahan penggunaan tanda baca yang meliputi; penggunaan tanda titik, tanda seru, dan tanda hubung, 3) kesalahan penulisan kata yang meliputi; kata dasar, kata turunan, kata ganti, kata depan, dan partikel. Kesalahan  tersebut dikarenakan siswa kurang memahami kaidah dalam penulisan dan penggunaan ejaan yang disempurnakan, sehingga melanggar kaidah yang telah ditetapkan.Kata Kunci: Kesalahan Berbahasa, Ejaan, Karangan Naras

    IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM TALK SHOW HITAM PUTIH DI TRANS 7

    Full text link
    ABSTRAK- Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah  bagaimanakah bentuk implikatur dalam talk show Hitam Putih di Trans 7 dan bagaimanakah fungsi implikatur dalam talk show Hitam Putih di Trans 7. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk implikatur dalam Percakapan talk show Hitam Putih di Trans 7, dan (2) mendeskripsikan fungsi implikatur dalam talk show Hitam Putih di Trans 7. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini yaitu percakapan yang terdapat dalam talk show Hitam Putih di Trans 7 sehingga diperoleh 8 bentuk implikatur dan 8 fungsi implikatur. Objek penelitiannya yaitu bentuk implikatur dan fungsi implikatur dalam talk show Hitam Putih di Trans 7. Metode pengumpulan data menggunakan metode simak. Teknik pengumpulan data dilakukan teknik rekam dan teknik catat. Data dianalisis dengan teknik analisis interaktif. Keabsahan data diperoleh melalui percakapan yang terjadi talk show Hitam Putih di Trans 7. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, bentuk implikatur percakapan dalam penelitian implikatur  percakapan talk show Hitam Putih di Trans 7, diperoleh 8 bentuk implikatur yaitu 1) sindiran (mengata-ngatai orang lain), 2) humor (sesuatu yang lucu), 3) perintah (perkataan yang bermaksud menyuruh melakukan sesuatu), 4) apresiasi (perhargaan terhadap sesuatu), 5) protes (menyatakan tidak setuju), 6) dukungan (sesuatu yang didukung), 7) pernyataan (hal yang menyatakan), dan 8) kritik (tanggapan baik buruk terhadap sesuatu). Kedua, fungsi implikatur yang ditemukan dalam penelitian implikatur  percakapan talk show Hitam Putih di Trans 7, diperoleh 8 fungsi implikatur yaitu 1) melemahkan semangat (lemahnya gairah seseorang), 2) menghibur (sesuatu yang dapat menghibur hati), 3) mengejek (mengolok-olok sesuatu), 4) membandingkan (mengetahui persamaaan atau selisihnya), 5) memotivasi (memberikan dorongan kepada orang lain), 6) mencari tahu (ingin mencari keterangan), 7) memberi semangat (memberikan kekuatan kepada orang lain), dan 8) memarahi memarahi (sangat tidak senang kepada orang lain).  Kata Kunci: Implikatur, Hitam Putih di Trans 7

    KEMAMPUAN BERBICARA DALAM DISKUSI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA DI KELAS A ANGKATAN 2015 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TADULAKO

    Full text link
    ABSTRAK - Masalah penelitian ini adalah bagaimanakah kemampuan berbicara dalam diskusi mahasiswa Program studi Pendidikan Bahasa Indonesia di kelas A angkatan 2015 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako? Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan berbicara mahasiswa dalam diskusi di kelas A angkatan 2015 Program studi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah observasi, dokumentasi, dan simak. Analisis data yang digunakan yaitu berdasarkan distribusi frekuensi tunggal dengan menggunakan rumus ∑FX  dibagi N untuk menentukan nilai rata-rata, sedangkan untuk menentukan nilai individual menggunakan rumus Nilai perolehan dibagi Skor Maksimal kali 100. Berdasarkan rumus yang telah ditetapkan diketahui bahwa nilai rata-rata yang diperoleh Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia di Kelas A Angkatan 2015 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako dalam mata kuliah analisis kesalahan berbahasa yaitu 86,3. Pemerolehan nilai tersebut menunjukkan bahwa Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia di Kelas A Angkatan 2015 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako sudah mampu malaksanakan diskusi dengan baik. Kata Kunci : Kemampuan Berbicara dalam Diskusi Mahasisw

    KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL AYAT-AYAT CINTA KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY (TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA)

    Full text link
    ABSTRAK - Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini yaitu: bagaimana kepribadian tokoh utama dalam novel Ayat-Ayat Cinta karya Habiburrahman El-Shirazy berdasarkan struktur kepribadian Sigmund Freud. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepribadian tokoh utama dalam novel Ayat-Ayat Cinta karya Habiburrahman El-Shirazy berdasarkan struktur kepribadian Sigmund Freud. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini berupa teks sastra yaitu novel Ayat-Ayat Cinta karya Habiburrahman El-Shirazy. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu (1) membaca keseluruhan novel yang dijadikan sebagai bahan penelitian, (2) menelaah/mengidentifikasi bagian-bagian cerita yang berhubungan dengan kepribadian sang tokoh, (3) Mengklasifikasikan teks novel Ayat-Ayat Cinta yang berhubungan dengan  kepribadian tokoh utama. Teknik analisis data yang digunakan yaitu (1) Pengumpulan data, (data collection) peneliti akan mencurahkan energi seluruh kemampuan, terutama penguasaan teori atau konsep struktur untuk mengambil data yang dibutuhkan sesuai dengan parameter struktur. (2) Seleksi data (data reduction)  yaitu menyeleksi data dengan cara memfokuskan diri pada data yang dibutuhkan sesuai dengan kriteria atau parameter yang telah ditentukan. (3) Menarik kesimpulan (data conclusion)  sesuai konsep dan menganalisis serta disesuaikan dengan data yang di temukan dalam novel Ayat-Ayat Cinta tersebut. (4) Pengabsahan (vertification) terhadap hasil analisis data untuk meneliti kebenarannya. (5) Pemaparan data  (data disply)  yaitu hasil analisis yang dapat memberikan hasil baik dan dapat dipertanggungjawabkan.  Hasil penelitian yang diperoleh yaitu data id (21), ego (28) dan super ego (19). Tokoh utama dalam novel Ayat-Ayat Cinta karya Habiburrahman El- Shirazy yaitu Fahri bin Abdillah. Ego yang dimiliki Fahri tidak serta merta mengikuti kemauan id, akan tetapi selalu mendengar pertimbangan super ego.Kata Kunci: Sastra, Novel, Kepribadian Tokoh Utama

    TINDAK TUTUR DIREKTIF GURU DI LINGKUNGAN SMP NEGERI 19 PALU: KAJIAN PRAGMATIK

    Full text link
    ABSTRAK ─ Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk dan fungsi tindak tutur direktif guru di lingkungan SMP Negeri 19 Palu. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur direktif guru di lingkungan SMP Negeri 19 Palu. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah guru. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik rekam, simak, dan catat. Teknik analisis data terdiri dari (1) pengumpulan data, (2) reduksi data, (3) penyajian data, (4) verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tindak tutur direktif  guru dalam kelas ditemukan pada bentuk dan fungsi dalam bertutur. Bentuk tindak tutur direktif guru terdiri atas bentuk direktif meminta, perintah dan bertanya. Bentuk direktif meminta ditandai dengan pemarkah coba, tolong, harap dan ayo. Bentuk direktif perintah ditandai dengan pemarkah silakan, cepat, dan perhatikan. Bentuk direktif bertanya ditandai dengan pemarkah apa, berapa dan bagaimana. Sedangkan fungsi tindak tutur direktif terbagi dua fungsi yang meliputi fungsi langsung mencakup: memerintah, melarang, bertanya, fungsi tidak langsung mencakup: meminta, melarang, memerintah.  Kata Kunci : Tindak Tutur, Direktif, Bentuk, Fungsi

    KEMAMPUAN MENENTUKAN FAKTA DAN OPINI PADA TEKS BERITA SISWA KELAS XII SMA NEGERI 1 SIGI BIROMARU

    Full text link
    ABSTRAK – Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah kemampuan siswa kelas XII SMA Negeri 1 Sigi Biromaru menentukan fakta dan opini pada teks berita. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan siswa kelas XII SMA Negeri 1 Sigi Biromaru menentukan fakta dan opini pada teks berita. Jenis penelitian yang digunakan penulis adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Teknik  pengumpulan data menggunakan teknik tes dalam menentukan fakta dan opini pada teks berita. Sampel dalam penelitian ini kelas XII IPA Model 2. Berdasarkan data yang diperoleh, nilai rata-rata siswa dalam menentukan fakta dan opini pada teks berita yaitu 74,54. Sehingga penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa siswa kelas XII IPA 2 Model SMA Negeri1 Sigi Biromaru tidak mampu menentukan fakta dan opini pada teks berita. Terdapat dua faktor penyebab siswa tidak mampu menentukan fakta dan opini pada teks berita yaitu faktor siswa dan faktor guru. Kata Kunci : Teks Berita, Fakta, Opin

    FENOMENA TANDA DALAM MANTRA BALIA SUKU KAILI DI SULAWESI TENGAH: KAJIAN METASEMIOTIKA

    Full text link
    ABSTRAK – Fenomena tanda dalam mantra balia suku kaili di Sulawesi Tengah dikaji melalui pendekatan metasemiotika pada tiga aspek yakni (1) aspek bentuk tanda dalam mantra balia meliputi (a) bentuk tanda dalam mantra tuturan, (b) bentuk tanda dalam mantra nyanyian, (c) bentuk tanda dalam mantra awal, (d) bentuk tanda dalam mantra tengah, dan (e) bentuk tanda dalam mantra akhir. (2) fungsi tanda dalam mantra balia dibagi tiga fungsi yakni (a) fungsi sugestif, (b) fungsi estetik, dan (c) fungsi mistis. dan pengajian makna tanda dalam mantra balia diketahui dari analisis beberapa kalimat mantra yang dituturkan atau dinyanyikan oleh Tina Nubalia atau Sando. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan menggunakan metode observasi, perekaman, dan wawancara, untuk mengumpulkan data-data dari sumber data yang terdiri atas sumber data teks mantra dan sumber data pelaku balia yakni Tina nubalia (ibu balia) dan Sando (bapak balia) dan para pendukung balia.Kata Kunci: tanda, mantra, bali

    164

    full texts

    199

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    BAHASA DAN SASTRA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇