BAHASA DAN SASTRA
Not a member yet
199 research outputs found
Sort by
NILAI SOSIAL DALAM NOVEL HAJAR: RAHASIA HATI SANG RATU ZAMZAM KARYA SIBEL ERASLAN
Abstrak – Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah nilai sosial yang terkandung dalam novel Hajar: Rahasia Hati Sang Ratu Zamzam karya Sibel Eraslan. Tujuan penelitian ini untuk mengungkapkan dan mendeskripsikan nilai sosial dalam novel Hajar: Rahasia Hati Sang Ratu Zamzam karya Sibel Eraslan. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pembaca, baik secara teoretis maupun secara praktis.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif.Penelitian kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif, berupa kata-kata dalam bentuk kutipan. Data berupa kata dan kalimat yang bersumber dari novel Hajar: Rahasia Hati Sang Ratu Zamzam. Teknik pengumpulan data meliputi: (1) Membaca berulang-ulang keseluruhan novel yang dijadikan sebagai bahan penelitian. (2) Mengidentifikasi bagian-bagian cerita yang berkenaan dengan nila-nilai sosial dalam novel Hajar: Rahasia Hati Sang Ratu Zamzam karya Sibel Eralan. (3) Menentukan bagian-bagian cerita yang ada hubungannya dengan nilai-nilai sosial dalam novel Hajar: Rahasia Hati Sang Ratu Zamzam karya Sibel Eraslan. Penelitian yang dilakukan terhadap novel Hajar: Rahasia Hati Sang Ratu Zamzam karya Sibel Eraslan, penulis mendapat 9 (sembilan) nilai sosial, yaitu kepedulian, tolong menolong, kasih sayang, kebersamaan, setia kawan, toleransi, sopan santun, kerja sama, dan musyawarah. Kata Kunci: Nilai Sosial; Novel; Sosiologi Sastra
Frase Verba Bahasa Kaili Dialek Rai Desa Toaya Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala
ABSTRAK - Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah struktur frase verba bahasa Kaili Dialek Rai Desa Toaya Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala. Berdasarkan rumusan masalah tersebut, Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana struktur bahasa Kaili Dialek Rai. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode simak dan metode cakap. Analisis data yang digunakan adalah metode padan dan distribusional dengan teknik ganti dan taknik perluas. Adapun lokasi penelitian ini adalah di Desa Toaya Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala. Data yang diperoleh yaitu berupa data lisan yang diperoleh melalui teknik pengumpulan data. Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa dalam bahasa Kaili Dialek Rai frase verba Intransitif tipe modifikatif susunan fungsinya dibagi menjadi tiga macam yaitu (1) frase verba intransitif tipe modifikatif H-T, (2) frase verba intransitif tipe modifikatif T-H, (3) frase verba intransitif tipe modifikatif T-H-T. Begitu pula dengan frase verba monotransitif dalam bahasa Kaili Diaek Rai, susunan fungsinya dibagi atas tiga macam yaitu (1) frase verba monotransitif H-T, (2) frase verba monotransitif T-H, (3) frase verba monotransitif T-H-T. Kata kunci: Frase Verba Bahasa Kaili Dialek Ra
REFERENSI ENDOFORA PADA SURAT KABAR RADAR SULTENG (KAJIAN WACANA)
ABSTRAK - Penelitian ini berjudul Referensi Endofora pada Surat Kabar Radar Sulteng. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk referensi endofora pada surat kabar Radar Sulteng. Jenis penelitian ini penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber Data diperoleh dari teks wacana yang terdapat di dalam surat kabar Radar Sulteng edisi Selasa, 7 Agustus 2018. Data diperoleh dengan menggunakan teknik baca dan teknik catat. Kemudian, data dianalisis dengan mengidentifikasi dan mengklasifikasi berdasarkan bentuk referensi endofora pada surat kabar Radar Sulteng. Dari data yang diperoleh di dalam surat kabar Radar Sulteng, bentuk referensi endofora yang ditemukan antara lain referensi persona kategori anafora dan katafora, referensi demonstratif kategori anafora dan katafora, referensi komparatif (perbandingan) kategori anafora dan katafora, serta referensi penunjukan kata ‘tersebut’ kategori anafora dan katafora. Jenis pronomina persona yang digunakan antara lain saya, kami, kita, dia, dan mereka. Jenis pronomina demonstratif yang digunakan antara lain ini, itu, dan di sana. Sedangkan referensi komparatif yang digunakan antara lain sama, seperti, dan lebih baik.Kata kunci: Endofora, Anafora, Katafor
MAKNA SIMBOLIK UPACARA KAYORI SUKU PENDAU DI DESA TOVIA TAMBU KECAMATAN BALAESANG
ABSTRAK - Permaslahan pokok dalam penelitian ini adalah 1) bagaimana makna simbol verbal dan nonverbal dalam upacara suku Pendau di Desa Tovia Tambu Kecamatan Balaesang ? 2) bagaimana fungsi simbol dalam upacara Kayori suku Pendau di Desa Tovia Tambu Kecamatan Balaesang ?. Penelitian ini bertujuan 1) mendeskripsikan makna simbol verbal dan simbol nonverbal upacara Kayori suku Pendau di Desa Tambu Tovia Kecamatan Balaesang. 2) Mendeskripsikan fungsi simbol dalam upacara Kayori suku Pendau di Desa Tovia Tambu Kecamatan Balaesang ?. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk teknik analisis data penulisan menggunakan beberapa cara diantaranya (1) pengumpulan data (2) reduksi data (3) penyajian data (4) penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa makna simbol upacara kayori suku Pendau terdiri dari simbol verba dan nonverba. Adapun simbol verbal yang terdapat dalam upacara Kayori adalah berupa mantra yang dibacakan oleh pemangku adat yang bermakna sebagai permohonan untuk mendapatkan keberkahan dari Allah SWT, dan simbol nonverba yaitu (1) baju adat (2) siga (3) selempang (4) bunga (5) senjata (parang) (6) kelapa biji (7) dabang syarat dan perlengkapan yang ada dalam upacara kayori merupakan persyaratan yang harus ada dan harus dipenuhi jika ingin melakukan upacara kayori syarat atau perlengkapan yang digunakan harus sesuai dengan syarat yang ingin dilaksanakan. Kesimpulan pelaksanaaan upacara kayori adalah suatu tradisi atau kepercayaan yang masih ada sampai sekarang yang menjadi salah satu adat istiadat tradisional yang dipercayai oleh masyarakat suku Pendau Kata kunci : Makna, Simbolik, Upacara, Kayori
SISTEM SIMBOL DALAM UPACARA ADAT TORAJA RAMBU SOLO: KAJIAN SEMIOTIK
ABSTRAK - Permasalahan dalam penelitian ini mengenai simbol-simbol apakah yang terdapat dalam upacara adat Toraja rambu solo, dan bagaimanakah penggunaan simbol-simbol pada prosesi dan tahap pelaksanaan upacara adat rambu solo. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan mengungkapkan simbol-simbol dalam upacara adat Toraja rambu solo. Rambu solo adalah suatu tradisi yang dilakukan oleh masyarakat suku Toraja untuk mengadakan upacara terakhir bagi orang yang telah meninggal. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif, dengan menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, dan rekaman. Teknik analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian yang ditemukan bahwa simbol-simbol yang terdapat dalam upacara rambu solo terdiri dari simbol verbal dan simbol nonverbal. Adapun simbol verbal yang terdapat dalam upacara adat rambu solo adalah berupa doa-doa yang diucapkan oleh To Minaa yang bermakna sebagai pemujaan, permohonan, dan untuk pengagungan. Sedangkan simbol nonverbal berupa alat-alat sebagai perlengkapan upacara yang bermakna sebagai persembahan kepada para leluhur serta penghormatan terakhir bagi almarhum dan bagi keluarga yang ditinggalkan. Kata kunci : Simbol, Toraja Rambu Solo, Semiotik
PENERAPAN MODEL KONTEKSTUAL DALAM PEMBELAJARAN MENULIS KARANGAN EKSPOSISI SISWA SMP NEGERI 3 SOJOL
ABSTRAK - Permasalahan penelitian yakni (1) bagaimana penerapan model kotekstual dalam pembelajaran menulis karangan eksposisi siswa kelas VIII A SMP Negeri 3 Sojol, (2) bagaimana hasil penerapan model kontekstual dalam pembelajaran menulis karangan eksposisi siswa kelas VIII A SMP Negeri 3 Sojol. Tujuan penelitian ini (1) mendeskripsikan penerapan model kontekstual dalam pembelajaran menulis karangan eksposisi kelas VIII A SMP Negeri 3 SojolPenelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII A SMP Negeri 3 Sojol yang berjumlah 35 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, evaluasi dan dokumentasi. Data hasil evaluasi dianalisis dengan menggunakan rumus mean/rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa dalam menulis karangan eksposisi melalui penerapan model kontekstual adalah 75,97. Rata-rata tersebut apabila dimasukan dalam interval penilaian menunjukkan bahwa penerapan model kontekstual dalam pembelajaran menulis karangan eksposisi siswa kelas VIII A SMP Negeri 3 Sojol berdasarkan pada empat aspek penilaian yaitu kesesuaian isi, kelengkapan struktur, diksi/pilihan kata, serta ejaan dan tanda baca adalah baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model kontekstual yang diterapkan oleh guru di SMP Negeri 3 Sojol berhasil.Kata Kunci: Penerapan Model Kontekstual , Menulis Karangan Eksposis
VARIASI BAHASA DALAM SITUASI TIDAK FORMAL PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA DI UNIVERSITAS TADULAKO
ABSTRAK - Permasalahan dalam penelitian ini yakni apa saja variasi bahasa dalam situasi tidak formal pada mahasiswa program studi pendidikan bahasa Indonesia di Universitas Tadulako dan apa saja faktor penyebab terjadinya variasi bahasa dalam situasi tidak formal pada mahasiswa prodi pendidikan bahasa Indonesia di Universitas Tadulako. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan variasi bahasa dalam situasi tidak formal pada mahasiswa program studi pendidikan bahasa Indonesia di Universitas Tadulako dan mengetahui apa saja faktor penyebab terjadinya variasi bahasa dalam situasi tidak formal pada mahasiswa program studi pendidikan bahasa Indonesia di Universitas Tadulako. Sumber data yaitu berupa percakapan mahasiswa progran studi pendidikan bahasa Indonesia di Universitas Tadulako. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, terdiri dari : reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Setelah melakukan penelitian, pada mahasiswa program studi pendidikan bahasa Indonesia di Universitas Tadulako, di temukan beberapa variasi bahasa yaitu : 1)variasi bahasa dari segi penutur, yaitu dialek; 2) variasi bahasa dari segi keformalan, yaitu ragam santai atau ragam kasual. Faktor penyebab terjadinya variasi bahasa tersebut yaitu : 1) latar belakang geografis dan sosial penutur, 2) medium pembicaraan, 3) pokok pembicaraan. Kata Kunci: Variasi Bahasa; Dialek; Ragam santai
Interferensi Bahasa Bugis Dialeg Wajo Terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia Lisan Di Desa Torue Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moutong
Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk interferensi bentuk interferensi bahasa Bugis dialek Wajo terhadap penggunaan bahasa Indonesia lisan di Desa Torue Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moutong. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Jenis data dalam penelitian ini adalah data lisan yang bersumber dari tuturan masyarakat suku Bugis dialek Wajo di Desa Torue Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moutong. Metode yang digunakan dalam pengumpulan isi penelitian ini yaitu metode simak dan metode cakap. Metode simak menggunakan teknik sadap, teknik simak libat cakap, teknik bebas libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Selanjutnya metode cakap menggunakan teknik pancing dan teknik cakap semuka. Dari hasil penelitian ditemukan bentuk interferensi fonologis, morfologis, dan sintaktis bahasa Bugis dialek Wajo. Contoh interferensi bentuk fonologi kata makan menjadi makang. Bentuk morfologi yaitu kata di beli menjadi nabeli. Bentuk sintaksis apa yang kamu cari menjadi apa yang kita cari. Kata Kunci : Interferensi, Bahasa Bugis dialek Wajo, Bahasa Indonesi
INTERFERENSI LEKSIKAL BAHASA INGGRIS DALAM PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DI MAJALAH KAWANKU
ABSTRAK- Kajian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian sosiolinguistik dengan perrmasalahan yang dikaji, yaitu “Bagaimana interferensi leksikal bahasa Inggris dalam penggunaan bahasa Indonesia di majalah Kawanku?”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa data tertulis yang diambil dari sumber data, yaitu majalah Kawanku terbit 2015 nomor 216. Selanjutnya, data yang telah diperoleh dianalisis secara kualitatif menggunakan teknik analisis data, yaitu mengumpulkan data, mereduksi data, menyajikan data hingga menyimpulkan data dan berdasarkan analisis data, peneliti menemukan hasil penelitian tentang interferensi leksikal bahasa Inggris dalam penggunaan bahasa Indonesia di majalah Kawanku yang melibatkan kata dasar, kata majemuk, kata berimbuhan dan kata ulang yang jenis katanya tergolong dalam kelas kata benda, kata kerja, dan kata sifat. Kata Kunci: Interferensi, Leksikal, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesi
STRUKTUR KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA TANIA DALAM NOVEL “DAUN YANG JATUH TAK PERNAH MEMBENCI ANGIN” KARYA TERE LIYE
Abstrak – Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan struktur kepribadian Id, Ego, Superego serta Mekanisme Pertahanan Ego tokoh Tania dalam novel Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin karya Tere Liye. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif berjenis kualitatif. Hasil penelitian ini peneliti memperoleh id tokoh Tania dalam novel ini menggambarkan Tania yang mencintai, ingin memiliki, berharap dia seorang yang berhak atas Danar malaikat yang telah menolong dia dan keluarganya, ego tokoh Tania menggambarkan rasa bencinya kepada Ratna hal itu dapat dilihat setiap kali Ratna dan Danar berdua-duaan Tania pasti marah, jengkel, dan sebal semua itu tergambar jelas dari wajah Tania, superego tokoh Tania yaitu Tania akhirnya ikhlas melepaskan Danar bersama Ratna untuk hidup bahagia membina rumah tangga mereka, dan Tania memutuskan untuk tinggal selamanya di Singapura dan tidak akan kembali lagi ke kota yang begitu banyak kenangan tentangnya serta peneliti juga memperoleh 10 jenis mekanisme pertahanan ego yang pertama supresi, isolasi, rasionalisasi, menarik perhatian, introyeksi, represi, fantasi, proyeksi, penolakan (negativisme), dan disosiasi. Kata Kunci: Struktur Kepribadian Tokoh, Mekanisme Pertahanan Ego, Novel