BAHASA DAN SASTRA
Not a member yet
    199 research outputs found

    ANALISIS PENGGUNAAN AFIKS BAHASA INDONESIA DALAM STATUS BLACKBERRY MESSENGER MAHASISWA KELAS C ANGKATAN 2012 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA

    Full text link
    Abstrak- Judul dalam penelitian ini adalah Analisis Penggunaan Afiks Bahasa Indonesia dalam Status BlackBerry Messenger Mahasiswa Kelas C Angkatan 2012 Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Identifikasi masalah yakni bagaimana bentuk dan makna dari afiks bahasa Indonesia yang digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk dan makna dari afiks bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan pencatatan. Instrument penelitian adalah peneliti, alat tulis, media elektronik, dan kartu data. Penelitian ini menggunakan teknik topdown untuk menganalisis data. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis dapat disimpulkan bahwa dalam status blackberry messenger ditemukan bentuk dan makna afiks bahasa Indonesia (a) prefiks meliputi {meN-}, {ke-}, {ber-}, {di-}, {peN}, {ter-}, {se-}, dan {per-}; (b) infiks meliputi {-el-}, {-em-}, {-er-}, dan {-in-}; (c) sufiks meliputi {-an}, {-i}, {-kan}, dan {-nya}; (d) konfiks meliputi {ber-...-an}, {ke-...-an}, {peN-...-an}, dan {per-...-an}; (e) simulfiks meliputi {memper-...-kan}, {diper-...-kan}, {memper-...-i}, dan {diper-...-i}. Kata Kunci: Afiks Bahasa Indonesia; Status BlackBerry Messenger; Mahasiswa

    MINAT BELAJAR SISWA TERHADAP MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS X DI SMA NEGERI 1 BALAESANG

    Full text link
    ABSTRAK - Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Balaesang Jln, KH. Mahmud Desa Tambu No 7B Kecamatan Balaesang Kabupaten Donggala. Masalah dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui minat belajar siswa terhadap mata pelajaran bahasa Indonesia kelas X di SMA Negeri 1 Balaesang. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan minat belajar siswa terhadap mata pelajaran bahasa Indonesia kelas X di SMA Negeri 1 Balaesang. Jenis penelitian ini adalah kualitatif melalui metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X yang berjumlah 166 orang terdiri dari 5 kelas dengan jumlah sampel 41 siswa. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, angket. Analisis data terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis data bahwa minat siswa kelas X di SMA Negeri 1 Balaesang pada pembelajaran bahasa Indonesia masih kurang berminat hal tersebut dapat diketahui dari hasil angket yang dibagikan, pada angket tersebut memiliki 20 pertanyaan yang menyangkut minat siswa terhadap mata pelajaran bahasa Indonesia, dari jawaban tersebut dapat diketahui persentase minat siswa terhadap pembelajaran bahasa Indonesia masih kurang. Hal ini disebabkan kurangnya perhatian siswa ter hadap materi pembelajaran, kemudian motivasi dari guru untuk memanfaatkan sumber belajar yang ada seperti keterampilan guru dalam mengelola kelas harus lebih ditingkatkan, dan keterbatasan sarana dan prasarana yang dapat menunjang proses pembelajaran.  Kata Kunci : Minat, Pelajaran Bahasa Indonesi

    TINDAK TUTUR GURU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA KELAS VII MTSN 4 PALU

    Full text link
    ABSTRAK -Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk dan fungsi tindak tutur guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada kelas VII MTs Negeri 4 Palu. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran pada kelas VII MTs Negeri 4 Palu. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah guru. Teknik yang digunakan yaitu teknik rekam, simak, dan catat. Teknik analisis data terdiri dari (1) pengumpulan data (2) reduksi data (3) penyajian data (4) Verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada lima bentuk dan fungsi tindak tutur guru dalam pembelajaran. Tindak tutur tersebut meliputi tindak tutur perlokusi, representatif, direktif, komisif, dan ekspresif. Adapun tindak tutur perlokusi mencakup perlokusi memuji, pernyataan dan berjanji. tindak tutur representatif yang hanya terdapat representatif pernyataan. Tindak tutur ekspresif diantaranya seperti memuji, mengkritik dan permohonan maaf. Tindak tutur direktif, tindak direktif mencakup direktif perintah, permintaan, menasehati, dan melarang. Tindak tutur komisif seperti komisif berjanji, ancaman dan menawarkan.Kata Kunci : Tindak tutur guru, bentuk, fungsi

    BENTUK SINONIMI DALAM BAHASA JAWA (KAJIAN SEMANTIK)

    Full text link
    ABSTRAK - Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk sinonimi dalam bahasa Jawa di Desa Kayu Agung, tujuan penelitian mendeskripsikan bentuk sinonimi dalam bahasa Jawa di Desa Kayu Agung, metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif. Data dikumpulkan dengan metode simak dan cakap, dan pada penyajian hasil analisis digunakan dengan cara mereduksi data yaitu memillah dan mengelompokkan berdasarkan masalah yang diajukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) bentuk sinonimi absolut ada 57 pasangan, 2) bentuk sinonimi proposisional ada 4 pasangan, dan 3) bentuk sinonimi berdekatan ada 8 pasangan. Faktor utama penyebab terjadinya sinonimi dalam bahasa Jawa yaitu akibat adanya perbedaan dialek pada setiap daerah. Kata Kunci: Sinoni

    ANALISIS MAKNA SYAIR SAYANG-SAYANG SUKU MANDAR SULAWESI BARAT MELALUI PENDEKATAN HERMENEUTIKA

    Full text link
    ABSTRAK - Permasalahan dalam penelitian bagaimanakah makna yang terkandung di dalam syair Sayang-sayang suku Mandar Sulawesi Barat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna yang terkandung dalam syair Sayang-sayang Suku Mandar Sulawesi Barat. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan hermeneutika. Sumber data yaitu syair Sayang-sayang suku Mandar Sulawesi Barat. Teknik pengumpulan data diawali dengan mendengar,  menyimak syair Sayang-sayang dalam bentuk video kemudian mencatat data yang dibutuhkan. Teknik analisis data dilakukan dengan cara mengumpulkan data, reduksi data, menyajikan data, memverifikasi data,  dan menarik kesimpulan. Sumber data penelitian ini adalah syair Sayang-sayang Mappesure’ Pandeng, Kaneko Narombengan, Nama’ Elong-elong Boma. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam syair Sayang-sayang suku Mandar Sulawesi Barat. Terdapat dua jenis makna yaitu 1) makna denotasi, dan 2) makna konotasi. Kata Kunci: Makna, Syair,  Sayang-sayang Mandar,  Hermeneutika

    KEMAMPUAN MENULIS SURAT DINAS SISWA KELAS VIII A SMPN 19 PALU

    Full text link
    ABSTRAK - Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana kemampuan menulis surat dinas siswa kelas VIII A SMP Negeri 19 Palu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan menulis surat dinas siswa kelas VIII A SMP Negeri 19 Palu. Jenis data dalam penelitian ini yaitu data kuantitatif. Data kuantitatif diperoleh dari hasil mengerjakan soal-soal yang diberikan di sekolah. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yang meliputi tiga tahap yaitu: (1) tahap pengumpulan data, (2) tahap analisis data, (3) hasil analisis data. Data yang diperoleh dari hasil evaluasi menulis surat dinas siswa kelas VIII A diperoleh kriteria nilai tertinggi 100 sedangkan nilai terendah adalah 82. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilaksanakan diperoleh nilai rata-rata kemapuan menulis surat dinas siswa kelas VIII A SMP Negeri 19 Palu adalah 95,88. Maka siswa kelas VIII A SMP Negeri 19 Palu dikategorikan sudah berhasil karena sudah mampu menulis surat dinas. Hasil diatas menunjukkan bahwa pembelajaran menulis surat dinas siswa SMPN 19 Palu berhasil dengan baik dan telah melampaui target kriteria ketuntasan minimal yang ditetatpkan sekolah yaitu 78.  Kata kunci : Kemampuan, Menulis, Surat, Dinas

    MINAT MEMBACA SISWA KELAS VIII C SMP KATOLIK SANTO PAULUS PALU

    Full text link
    ABSTRAK - Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana minat membaca siswa kelas VIII C SMP Katolik Santo Paulus  dan faktor apakah yang mempengaruhi minat membaca siswa kelas VIII C SMP Katolik Santo Paulus. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana minat membaca siswa kelas VIII C SMP Katolik Santo Paulus  dan mendeskripsikan faktor yang mempengaruhi minat membaca siswa kelas VIII C SMP Katolik Santo Paulus. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif,  dengan menggunakan data deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, angket, wawancara,  dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara pengumpulan data, reduksi data, peyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menyatakan minat membaca siswa kelas VIII C SMP Katolik Santo Paulus Palu masih kurang dan perlu ditingkatkan lagi. Karena jawaban siswa ketika mengisi angket (nomor 22) siswa yang mengisi waktu luang dengan membaca, dari 16 siswa terdapat 10 siswa yang menjawab kadang-kadang mengisi waktu luang dengan membaca. Dapat di lihat pula pada angket (nomor 24) siswa yang merasa ada yang kurang ketika tidak membaca buku dalam sehari, dari 16 siswa lebih banyak siswa yang menjawab kadang-kadang. Hal ini terbukti bahwa banyak kendala yang menjadi kurangnya minat baca mereka.  Seperti hasil wawancara peneliti dengan seorang siswa kelas VIII C (Michael Jawry) mengatakan ia dan teman-teman lelakinya jarang mengunjungi perpustakaan sekolah meskipun ada waktu luang (saat guru tidak hadir dalam kegiatan belajar mengajar) dan faktor-faktor internal yang mendukung minat membaca siswa kelas VIII C SMP Katolik Santo Paulus Palu  adalah kebutuhan siswa terhadap bahan bacaan, judul buku dan isi bacaan yang menarik, keingintahuan siswa mengenai materi pembelajaran. Kata Kunci : Minat Membaca Siswa Kelas VIII C SMP Katolik Santo Paulus Palu

    CAMPUR KODE PADA ACARA” RUMAH UYA” DI TRANS 7

    Full text link
    ABSTRAK - Permasalahan dalam penelitian ini adalah (a) bagaimanakah wujud campur kode pada acara “Rumah Uya” di Trans 7 dan (b) apa saja jenis-jenis campur kode pada acara “Rumah Uya” di Trans 7. Penelitian ini bertujuan mendeskrispsikan wujud dan jenis-jenis campur kode pada acara “Rumah Uya” di Trans 7. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik simak dan teknik catat. Teknik analisis data terdiri atas (a) reduksi data, (b) penyajian data, (c) penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian mendeskripsikan bahwa wujud campur kode pada acara “Rumah Uya” di Trans 7 meliputi: (a) wujud kata, contohnya: akang “kakak laki-laki”, (b) wujud frase, contohnya: neng gelis “nona cantik”,    (c) wujud klausa, contohnya: don’t make mami change “jangan buat mami berubah”, dan (d) wujud kalimat, contohnya: innallaha layanduru ilashalikum wailaa ajsamikum walakin yanduru ilaikulubikum  “sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk rupamu dan hartamu, tetapi Allah melihat hatimu dan amalanmu”.  Adapun jenis-jenis campur kode pada acara “Rumah Uya” di Trans 7 meliputi:  (a) campur kode ke dalam, contohnya: penutur menyelipkan kata teteh “kakak perempuan” ketika sedang mengguanakan bahasa Indonesia. Kata tersebut berasal dari bahasa Sunda, sehingga terjadilah percampuran antara bahasa Indonesia dan bahasa Sunda. (b) campur kode ke luar, contohnya: penutur menyelipkan kata devorce “bercerai” ketika sedang menggunakan bahasa Indonesia. Kata tersebut berasal dari bahasa Inggris, sehingga terjadilah percampuran antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Dan (c) campur kode campuran, contohnya: penutur menyelipkan kata single “sendiri” dan mas “kakak laki-laki” ketika sedang menggunakan bahasa Indonesia. Kata single berasal dari bahasa Inggris, sedangkan kata mas berasal dari bahasa jawa. Dari penyisipan kata-kata tersebut terjadilah percampuran antara bahasa Indonesia, bahasa Jawa, dan bahasa Inggris. Bahasa tersebut telah menyerap unsur bahasa asli (bahasa Jawa) dan bahasa asing (bahasa Inggris). Pada hasil penelitian ini para penutur dominan menggunakan campur kode bahasa Inggris dan bahasa Sunda. Kata Kunci: Campur Kode, Rumah Uya, Wujud, Jenis-Jenis

    PREFIKS BAHASA KAILI DIALEK ADO DESA PAKULI UTARA KECAMATAN GUMBASA KABUPATEN SIGI

    Full text link
    ABSTRAK - Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk dan makna Prefiks Bahasa Kaili Dialek Ado Desa Pakuli Utara Kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigi. Berdasarkan rumusan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana bentuk dan makna Prefiks Bahasa Kaili Dialek Ado Kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode simak dan metode cakap, dengan menggunakan teknik-teknik simak libat cakap, teknik simak bebas libat cakap, teknik dokumentasi, dan teknik catat. Adapun lokasi  penelitian ini adalah di Desa Pakuli Utara Kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigi. Data yang diperoleh yaitu berupa data lisan yang diperoleh melalui teknik pengumpulan data. Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan teknik distribusional dan padan. Dari hasil penelitian ditemukan bentuk dan makna prefiks bahasa Kaili Dialek Ado, yakni (1) prefiks {ni-}, (2) prefiks {no-}, (3) prefiks {na-}, (4) prefiks {nati-}, (5) prefiks {paka-}, (6) prefiks {da-}, (7) prefiks {ho-}. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan ditemukan makna prefiks bahasa Kaili Dialek Ado, yakni : (1) melakukan pekerjaan, (2) melakukan suatu tindakan, (3) melakukan kebiasaan, (4) menyatakan suatu perbuatan telah terjadi, (5) menyatakan sesuatu, (6) kata keterangan, (7) dan menyatakan jumlah. Kata kunci : Prefiks, Bahasa Kaili Dialek Ad

    IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS VIII SMP LABSCHOOL PALU

    Full text link
    ABSTRAK - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Kurikulum 2013 dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas VIII SMP Labschool. Implementasi Kurikulum 2013 tersebut dideskripsikan berdasarkan tiga aspek yang meliputi tingkat ketercapaian perencanaan pembelajaran, tingkat ketercapaian pelaksanaan pembelajaran, dan tingkat ketercapaian penilaian dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan desain Deskripsi. Populasi dari penelitian ini adalah guru dan siswa di SMP Labschool. Sampel yang diambil dari populasi adalah guru Bahasa Indonesia yang menerapkan Kurikulum 2013 dan 10 siswa kelas VIII. Data diperoleh melalui angket, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen angket yang digunakan adalah angket tertutup dengan skala Likert. Data hasil angket dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan hasil wawancara dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Keabsahan data diperoleh melalui validitas konstruk menggunakan expert judgement. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Labschool sudah menerapkan Kurikulum 2013 dengan sangat baik. Pada aspek perencanaan pembelajaran, guru sudah menyusun RPP secara mandiri yang dikembangkan dari silabus Kurikulum 2013. Hal ini ditunjukkan dengan persentase ketercapaian berdasarkan hasil angket sebesar 88,75% dan dikategorikan sangat baik. Pada aspek pelaksanaan pembelajaran, guru sudah menerapkan pendekatan saintifik. Hal ini ditunjukkan dengan persentase ketercapaian berdasarkan hasil angket sebesar 88,19% dan dikategorikan sangat baik. Pada aspek penilaian pembelajaran, guru sudah menerapkan penilaian otentik dan tindak lanjut hasil belajar. Hal ini ditunjukkan dengan persentase ketercapaian berdasarkan hasil angket sebesar 86,25% dan dikategorikan sangat baik.Kata Kunci: Implementasi, Kurikulum 2013, Pembelajaran, Bahasa Indonesia 

    164

    full texts

    199

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    BAHASA DAN SASTRA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇