BAHASA DAN SASTRA
Not a member yet
199 research outputs found
Sort by
PENGGUNAAN KALIMAT EFEKTIF DALAM POSTER PADA MAJALAH DINDING DI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TADULAKO
Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini yaitu: Bagaimana penggunaan kalimat efektif dalam poster di majalah dinding Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan kalimat efektif dalam poster di majalah dinding Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako. Metode yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif kualitatif. Sumber data poster yang ada pada majalah dinding. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu (1) meteode simak, (2) metode catat. Teknik analisis data terdiri dari : (1) pengumpulan data, (2) reduksi data, (3) penyajian data, (4) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa ciri-ciri penggunaan kalimat efektif dalam poster pada majalah dinding Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako, yaitu : (1) kesepadanan, (2) kelogissan, (3) kepararelan, (4) ketegasan, (5) kehematan, (6) kepaduan, (7) ketepatan. Ciri kalimat efektif yang paling sering digunakan adalah ciri kepaduan dan ketegasan.Kata Kunci: kalimat efektif, poster, majalah dinding
CITRA PEREMPUAN DALAM KUMPULAN PUISI KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO
Permasalahan penelitian ini adalah bagaiamana citra perempuan yang terdapat dalam kumpulan puisi Sapardi Djoko Damono. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan citra perempuan dalam kumpulan puisi Sapardi Djoko Damono. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Pendekatan teori yang digunakan adalah pendekatan feminisme. Perbedaan gender sesungguhnya tidak menjadi masalah sepanjang tidak melahirkan ketidakadilan gender. Ketidakadilan gender termanifestasikan dalam berbagai bentuk, melalui pelabelan negatif, kekerasan, beban kerja lebih panjang dan lebih banyak. Sumber data penelitian ini adalah teks puisi Sita, Bunga Bunga Di Halaman, Pada Suatu Malam, Dongeng Marsinah, Kupandang Kelam Yang Merapat Ke Sisi Kita, Bunga 2, Garis, Ada Berita Apa Hari Ini, Den Sastro?, Benih, Di Kebun Binatang, Sonet: X, Dalam Doa: III, Surah Penghujung Ayat 19, Dalang, Adam dan Hawa, Kepada Istriku, Tentu. Kau Boleh, Narcissus, Ibu, Tiga Percakapan Telepon, Sajak Cinta, Ayat Ayat Api, Sungai Tabanan Citra perempuan yang dimaksud adalah semua gambaran atau lukisan mental spiritual dan tingkah laku keseharian perempuan. Penulis mengelompokan data tersebut menjadi tiga bagian yaitu, citra perempuan dari aspek fisis, citra perempuan dari aspek psikis, dan citra perempuan sebagai citra sosialditemukan. Kata Kunci: Citra Perempuan, Puisi, Kajian Feminism
Kemampuaan Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Sigi Memahami Kalimat Perintah Bahasa Indonesia.
Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Sigi memahami kalimat perintah bahasa Indonesia? Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Sigi memahami kalimat perintah bahasa Indonesia. Motode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan metode mengumpulkan data yaitu pemberian tes atau evaluasi berupa soal pilihan ganda sebanyak 30 nomor.Setelah data dikumpulkan dilakukan pengolahan data dari hasil evaluasi siswa dengan kriteria ketuntasan minimal (KKM) di kelas VIII SMP Negeri 4 Sigi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia yaitu 70. Hasil dari penelitian ini telah diperoleh nilai rata-rata kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Sigi memahami kalimat perintah bahasa Indonesia yaitu 64,70 sehingga, dapat disimpulkan bahwa siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Sigi belum mampu memahami kalimat perintah bahasa Indonesia. Kata Kunci: Kemampuan; Meemahami; Kalimat Perintah
SISTEM SIMBOL DALAM UPACARA ADAT TORAJA RAMBU SOLO: KAJIAN SEMIOTIK
Permasalahan dalam penelitian ini mengenai simbol-simbol apakah yang terdapat dalam upacara adat Toraja rambu solo, dan bagaimanakah penggunaan simbol-simbol pada prosesi dan tahap pelaksanaan upacara adat rambu solo. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan mengungkapkan simbol-simbol dalam upacara adat Toraja rambu solo. Rambu solo adalah suatu tradisi yang dilakukan oleh masyarakat suku Toraja untuk mengadakan upacara terakhir bagi orang yang telah meninggal. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif, dengan menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, dan rekaman. Teknik analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian yang ditemukan bahwa simbol-simbol yang terdapat dalam upacara rambu solo terdiri dari simbol verbal dan simbol nonverbal. Adapun simbol verbal yang terdapat dalam upacara adat rambu solo adalah berupa doa-doa yang diucapkan oleh To Minaa yang bermakna sebagai pemujaan, permohonan, dan untuk pengagungan. Sedangkan simbol nonverbal berupa alat-alat sebagai perlengkapan upacara yang bermakna sebagai persembahan kepada para leluhur serta penghormatan terakhir bagi almarhum dan bagi keluarga yang ditinggalkan. Kata kunci : Simbol, Toraja Rambu Solo, Semiotik
KEMAMPUAN SISWA KELAS XI IPS 2 SMA NEGERI 3 PALU MENENTUKAN IDE POKOK DALAM PARAGRAF
Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 3 Palu. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah kemampuan siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 3 Palu Menentukan Ide Pokok dalam Paragraf. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan kemampuan siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 3 Palu Menentukan Ide Pokok dalam Paragraf. Jenis penelitian yang digunakan penulis adalah metode deskriptif dengan metode mengumpulkan data yaitu pemberian tes evaluasi berupa tes objektif sebanyak 10 nomor dan tes esay terdiri dari 8 paragraf. Data kemampuan siswa yang diperoleh diolah dengan menggunakan rumus untuk menentukan nilai rata – rata siswa.Berdasarkan hasil pengolahan data penelitian dan kriteria ketuntasan maksimal (KKM) di kelas XI IPS 2 SMA Negeri 3 Palu pada mata pelajaran bahasa Indonesia yaitu 78. Hasil dari penelitian ini telah diperoleh nilai rata-rata kemampuan siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 3 Palu dalam menentukan ide pokok dalam paragraf yaitu 6,23 sehingga dapat disimpulkan bahwa siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 3 Palu belum berhasil menentukan ide pokok dalam paragraf. Terdapat dua faktor penyebab siswa tidak mampu menentukan ide pokok dalam paragraf yaitu faktor siswa dan faktor guru. Adanya faktor dari siswa disebabkan oleh kurangnya latihan dan membaca dalam menentukan ide pokok dalam paragraf. Sedangkan faktor dari guru yaitu guru membutuhkan metode tersendiri mengelola pembelajaran agar menarik, menyenangkan dan memberikan manfaat bagi siswa. Sehingga siswa tidak merasa bosan dengan pembelajaran bahasa Indonesia.. Kata Kunci : Kemampuan, ide pokok, paragraf.
AFIKS PEMBENTUK VERBA BAHASA KAILI DIALEK EDO
Dalam penelitian ini, penulis mengangkat permaslahan yaitu: (1) bagaimanakah bentuk afiks pembentuk verba bahasa Kaili dialek Edo? (2) apa fungsi afiks pembentuk verba bahasa Kaili dialek Edo? (3) apa makna afiks pembentuk verba bahasa Kaili dialek Edo? Tujuan penelitian ini yakni: (1) mendeskripsikan afiks pembentuk verba bahasa Kaili dialek Edo. (2) mendeskripsikan fungsi afiks pembentuk verba bahasa Kaili dialek Edo (3) mendeskripsikan makna afiks pembentuk verba bahasa Kaili dialek Edo. Penelitian ini menggunakan metode simak dan metode cakap, dengan teknik sadap, teknik libat cakap, dan teknik simak bebas libat cakap, teknik pancing, teknik cakap semuka dan teknik catat. Metode yang digunakan untuk menganalisis data ialah metode padan dan metode distribusional dengan menggunakan teknik ganti dan teknik perluas. Metode penyajian hasil analisis data menggunakan metode informal dan formal. Adapun afiks pembentuk verba bahasa Kaili dialek Edo yang ditemukan terdiri dari (1) Prefiks, {ma-}, {na-}, {mo-}, {no-}, {ra-}, {ni-}, {me-}, {ne-}, {po-}, {moti-}, {mosi-}, {nosi-}, {paka-}, {nompaka-}, {rapaka-}, {mosipaka-}, {nipaka-},{nosipaka-}, {pari-},{rapari-}, {nompari-},{nipari-}, {rapopa-}, {nosipopo-}. (2) Infiks, {-um-}, {-imb-}. (3) Sufiks, {-i}, {-ka}, {-pa}, {-raka}, {-si}, {-ti}. (4) Konfiks, {man-.-i}, {momba-.-i}, {nomba-.-i}, {mosi-.-si}, {nosi-.-si}, {momba-.ti}, {nomba-.-ti}. Kata Kunci: Afiks, Verba, Bahasa, Kaili, Edo
EUFIMISME PADA WACANA BERITA HARIAN JAWA POS
Masalah dalam penelitian ini terdiri atas dua, (1) bagaimanakah bentuk eufimisme pada wacana berita Harian Jawa Pos? (2) bagaimanakah makna kata, frase, dan klausa eufimisme pada wacana berita Harian Jawa Pos? Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk eufimisme pada wacana berita Harian Jawa Pos, dan (2) mendekripsikan makna kata, frase, dan klausa eufimisme pada wacana berita Harian Jawa Pos. Manfaat penelitian ini (1) dapat memperluas wawasan mahasiswa terhadap pengetahuan kebahasaan terutama tentang penghalusan (eufimisme); (2) dapat menjadi bahan pertimbangan bagi wartawan dan pengelola media massa; (3) dapat menjadi bahan referensi bagi penelitian selanjutnya, khususnya penelitian tentang eufimisme. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode simak dengan teknik catat melalui tiga tahapan, yaitu membaca, mengamati, dan menandai kata dengan nomor. Analisis data penelitian ini menggunakan metode agih (distribusional) dan metode padan. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan enam belas sumber data dari Harian Jawa Pos. Enam belas sumber data itu didapatkan dari rubrik nusantara, rubrik metropolis lifestyle, rubrik jawa timur, rubrik jati diri, rubrik metropolis politik dan pemerintahan, rubrik politik dan rubrik berita utama. Selanjutnya, dari enam belas bentuk data tersebut ditemukan enam bentuk eufimisme, adapun ke enam bentuk yang didapatkan dari hasil penelitian tersebut yaitu, ekspresi figuratif, satu kata untuk menggantikan satu kata yang lain, hiperbola, flipanasi, sirkomlokusi, dan singkatan. Makna yang digunakan dalam pemakaian eufimisme ini adalah makna konotatif, serta mengalami perubahan makna ameliorasi. Kata Kunci: Eufimisme; Wacana Berita; Harian Jawa Po
STRUKTUR KEPRIBADIAN TOKOH TIVRI DALAM NASKAH DRAMA CIPOA KARYA PUTU WIJAYA
Permasalahan dalam penelitian ini “bagaimana struktur kepribadian tokoh Tivri dalam Naskah Drama Cipoa karya Putu Wijaya”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepribadian tokoh Tivri. Metode yang digunakan ialah metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan (1) membaca keseluruhan naskah drama (2) mengumpulkan data (3) mencatat data (4) membaca data (5) menandai dan mencatat (6) dan melakukan verifikasi data yang sudah dikumpulkan. Analisis data dilakukan peneliti melalui tahap berikut: (1) menentukan keadaan jiwa lewat tingkah laku dan dialog tokoh Tivri pada naskah (2) menganalisis (3) melakukan verifikasi data kembali untuk memastikan kebenaran data. Hasil penelitian dan pembahasan : Kepribadian tokoh Tivri yang dipengaruhi oleh Id adalah kemauan untuk memiliki bongkahan emas, Ego yaitu sikap Tivri yang mematuhi Juragan untuk tidak memberitahukan kepada para pekerja bahwa harta karun telah ditemukan begitupun sebaliknya, dan Super Ego adalah Tivri yang akhirnya menyadarkan Juragan untuk tidak berkata bohong kepada Para Pekerja.Kata Kunci: Struktur; tokoh ; naskah drama
KATA BERPOLISEMI DALAM TAJUK RENCANA HARIAN NUANSA POS
Permasalahan pada penelitian ini adalah bagaimanakah bentuk kata berpolisemi dalam Tajuk Rencana harian Nuansa Pos dan Bagaimanakah makna kata berpolisemi dalam Tajuk Rencana harianNuansa Pos?Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk kata berpolisemi dalam Tajuk Rencana harian Nuansa Pos dan mendeskripsikan makna kata berpolisemi dalam Tajuk Rencana harian Nuansa Pos. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu jenis data tertulis dan sumber data berasal dari tajuk rancana harian Nuansa Pos. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu metode distribusional, dengan mencakup dua tahap, yaitu (1) teknik substansi dan (2) teknik ekspansi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kata berpolisemi dalam tajuk rencana harian Nuansa Pos meliputi: kata dasar yang berpolisemi dan kata turunan yang berpolisemi. Kata Kunci: Kata berpolisemi dalam tajuk rencana.
MORFOLOGI NOMINA BAHASA PAMONA
Penelitian ini membahas masalah perubahan bentuk kata dan makna kata terhadap kelas kata nomina dalam bahasa Pamona. Penelitian ini bertujuan untuk mendekripsikan bentuk dan makna nomina bahasa Pamona. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif. Sumber data yaitu lisan dan tertulis. Metode dan teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: (1) metode dan teknik pengumpulan data menggunakan metode simak dan cakap, dan teknik yang digunakan yaitu teknik sadap, teknik simak libat cakap, teknik rekam, dan teknik pancing. (2) metode dan teknik analisis data menggunakan metode padan dan metode distribusional. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh gambaran pembentukan afiksasi nomina, pembentukan reduplikasi nomina, pembentukan pemajemukan nomina, dan pembentukan klitiksasi nomina bahasa Pamona. bentuk afiksasi yaitu: prefiks {ka-}, prefiks {paN-} mempunyai alomorf {pam-}, {pan-}, dan {pang-} dan prefiks {poN-} mempunyai alomorf {po-}, {pon-},{pong-}, Infiks {-mo-}, konfiks {po-ka}. Bentuk reduplikasi yaitu: reduplikasi seluruh dan reduplikasi sebagian. Bentuk pemajemukan yaitu: kata majemuk endosentrik dan kata majemuk eksosentrik. Bentuk klitiksasi yaitu: enklitik {-ku-}, {-mu}, {-nya}, {-mi}, {-ta}. Makna dari afiksasi nomina bahasa Pamona yaitu bermakna menyatakan alat, benda, tempat, hal/peristiwa, proses, dan hal mengalami. Makna reduplikasi nomina bahasa Pamona yaitu menyatakan banyak. Makna pemajemukan nomina bahasa Pamona yaitu menyatakan suatu benda, tempat, dan menyatakan hal/mengalami. Makna klitika nomina bahasa Pamona yaitu menyatakan kepunyaan/milik dan memiliki. Kata Kunci: Morfologi, Nomina, bahasa Pamon