BAHASA DAN SASTRA
Not a member yet
    199 research outputs found

    MAKNA SIMBOLIK UPACARA KAYORI SUKU PENDAU DI DESA TOVIA TAMBU KECAMATAN BALAESANG

    Get PDF
    Permaslahan pokok dalam penelitian ini adalah 1) bagaimana makna simbol verbal dan nonverbal dalam upacara suku Pendau di Desa Tovia Tambu Kecamatan Balaesang ? 2) bagaimana fungsi simbol dalam upacara Kayori suku Pendau di Desa Tovia Tambu Kecamatan Balaesang ?. Penelitian ini bertujuan 1) mendeskripsikan makna simbol verbal dan simbol nonverbal upacara Kayori suku Pendau di Desa Tambu Tovia Kecamatan Balaesang. 2) Mendeskripsikan fungsi simbol dalam upacara Kayori suku Pendau di Desa Tovia Tambu Kecamatan Balaesang ?. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk teknik analisis data penulisan menggunakan beberapa cara diantaranya (1) pengumpulan data (2) reduksi data (3) penyajian data (4) penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa makna simbol upacara kayori suku Pendau terdiri dari simbol verba dan nonverba. Adapun simbol verbal yang terdapat  dalam upacara Kayori adalah berupa mantra yang dibacakan oleh pemangku adat yang bermakna sebagai permohonan untuk mendapatkan keberkahan dari Allah SWT, dan simbol nonverba yaitu (1) baju adat (2) siga (3) selempang (4) bunga (5) senjata (parang) (6) kelapa biji (7) dabang syarat dan perlengkapan yang ada dalam upacara kayori merupakan persyaratan yang harus ada dan harus dipenuhi jika ingin melakukan upacara kayori syarat atau perlengkapan yang digunakan harus sesuai dengan syarat yang ingin dilaksanakan. Kesimpulan pelaksanaaan upacara kayori adalah suatu tradisi atau kepercayaan yang masih ada sampai sekarang yang menjadi salah satu adat istiadat tradisional yang dipercayai oleh masyarakat suku Pendau Kata kunci : makna, simbolik, upacara, kayor

    AFIKS PEMBENTUK VERBA BAHASA PENDAU

    Get PDF
    Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah bentuk,fungsi, dan makna afiks pembentuk verba bahasa Pendau. Penelitian ini  merupakan penelitian kualitatif, maka metode yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini adalah metode simak dan metode cakap. Metode simak menggunakan teknik sadap, teknik simak libat cakap, dan teknik rekam sedangkan metode cakap menggunakan teknik pancing dan teknik cakap semuka. Adapun metode yang dipakai dalam menganalisis data adalah metode padan dan metode distribusional. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, maka data yang diperoleh adalah Bentuk afiks pembentuk verba bahasa Pendau yaitu : Prefiks {me-} berfungsi sebagai pembentuk verba transitif dan memiliki makna sedang melakukan perbuatan atau tindakan, prefiks {mo-} berfungsi sebagai pembentuk verba transitif dan memiliki makna sedang melakukan perbuatan atau tindakan,prefiks {mong-} berfungsi sebagai pembentuk verba transitif dan memiliki makna melakukan perbuatan atau tindakan, prefiks {ni-} berfungsi sebagai pembentuk verba pasif dan memiliki makna melakukan perbuatan atau tindakan, prefiks {no-} berfungsi sebagai pembentuk verba intransitif dan memiliki makna melakukan perbuatan atau tindakan, prefiks {pe-} berfungsi sebagai pembentuk verba verba transitif dan memiliki makna sedang melakukan perbuatan atau tindakan, prefiks {ro-} berfungsi sebagai pembentuk verba pasif dan memiliki makna sedang melakukan perbuatan atau tindakan, Sufiks {-a} dan {-i} berfungsi sebagai pembentuk verba imperatif dan memiliki makna menyuruh melakukan perbuatan atau tindakan, sufiks {-mo} berfungsi sebagai pembentuk verba intransitif dan memiliki makna telah melakukan perbuatan atau tindakan, sufiks {-ong} berfungsi sebagai pembentuk verba resiprok dan memiliki makna saling berbuat atau berbalasan dan Konfiks  {mo-a} berfungsi sebagai pembentuk verba transitif dan memiliki makna sedang melakukan perbuatan atau tindakan. Kata kunci: Afiks,Verba,Bahasa Penda

    Kemampuan Menulis Resensi Buku Bagi Siswa Kelas XII SMA Negeri 3 Palu

    Get PDF
    Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah kemampuan siswa kelas XII SMA Negeri 3 Palu dalam menulis resensi buku. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan siswa kelas XII SMA Negeri 3 palu menuliskan resensi buku. Jenis penelitian yang digunakan penulis adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Teknik  pengumpulan data menggunakan teknik tes dalam menulis resensi buku. Sampel dalam penelitian ini kelas XII SMA Negeri 3 Palu, mewakili tiap-tiap sampel yang ada. Berdasarkan data yang diperoleh, nilai rata-rata siswa dalam menuliskan resensi buku yaitu 68,89. Sehingga penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa siswa kelas XII SMA Negeri 3 Sigi Palu tidak mampu menentukan fakta dan opini pada teks berita. Terdapat dua faktor penyebab siswa tidak mampu menentukan fakta dan opini pada teks berita yaitu faktor siswa dan faktor guru.Kata Kunci : Menulis Resensi Buku, Data Buku, Pembukaan, Tubuh Resensi, Penutu

    ANALISIS KESALAHAN KONGJUNGSI PADA KARANGAN DESKRIPSI SISWA KELAS IX SMPN 12 PALU

    Get PDF
    Masalah dalam penelitian ini “Bagaimana bentuk kesalahan kongjungsi koordinatif dan subordinatif pada karangan deskripsi siswa kelas IX SMPN 12 Palu”.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk kesalahan kongjungsi koordinatif dan subordinatif pada karangan deskripsi siswa kelas IX SMPN 12 Palu.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif.Janis data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data tertulis yang bersumber dari karangan deskripsi siswa kelas IX SMPN 12 Palu.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode simak dan teknik catat.Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesalahan-kesalahan kongjungsi dalam penulisan karangan deskripsi siswa kelas IX SMPN 12 Palu, yang meliputi kesalahanpenulisan kongjungsi dan kesalahan penggunaan kongjungsi.Kesalahan ini disebabkan karena kurangnya pemahaman siswa tentang penulisan yang tidak sesuai dengan kaidah tata bahasa Indonesia.Dalam hal ini, siswa harus dibekali tatacara menulis sebuah karangan menurut kaidah-kaidah yang baik dan benar.Kata Kunci: Kesalahan Kongjungsi, Karangan Deskrips

    VARIASI KEFORMALAN DALAM WACANA KELAS MAHASISWA ANGKATAN 2016 KELAS A PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA UNIVERSITAS TADULAKO

    Get PDF
    Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah bagaimanakah bentuk variasi keformalan dalam wacana kelas mahasiswa angkatan 2016 kelas A Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Tadulako? Tujuan penelitian ini mendeskripsikan variasi keformalan dalam wacana kelas mahasiswa angkatan 2016 kelas A Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Tadulako. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dalam proses mendapatkan data penelitian dan mendeskripsikan dengan kata-kata tertulis. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu (1) observasi, (3) simak, (4) rekam, dan (5) catat. Teknik analisis data yang digunakan yaitu (1) data yang diperoleh dengan cara merekam dan mencatat tuturan para informan, (2) data yang diperoleh dengan cara merekam dan mencatat diubah ke dalam bentuk wacana tulis, (3) menganalisis variasi keformalan dalam wacana kelas berdasarkan hasil rekam dan catat tersebut. Hasil penelitian menunjukan bahwa di dalam wacana kelas juga terdapat variasi keformalan yang terdiri dari ragam resmi, ragam usaha, ragam santai, dan ragam akrab. Kata Kunci: ragam resmi, ragam usaha, ragam santai, ragam akra

    PENYIMPANGAN PRINSIP KESANTUNAN BERBAHASA INDONESIA DI LINGKUNGAN SMP NEGERI 2 DESA TAMPIALA KECAMATAN DAMPAL SELATAN KABUPATEN TOLITOLI

    Get PDF
    Kesantunan berbahasa merupakan aspek yang sangat penting dalam membentuk kebahasaan dan karakter siswa. Oleh karena itu, perlu diperhatikan aspek kesantunan dalam berbahasa pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis penyimpangan prinsip kesantunan berbahasa dan penyebab penyimpangan yang terjadi di lingkungan SMP Negeri 2 Desa Tampiala Kecamatan Dampal Selatan Kabupaten Tolitoli dalam hal pemilihan kata dan cara berbahasa yang santun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.Penelitian ini difokuskan pada permasalahan prinsip kesantunan berbahasa di lingkungan SMP Negeri 2 Dampal Selatan yang dikaji secara pragmatik. Data diperoleh menggunakan metode simak dengan teknik SBLC (simak bebas libat cakap), dan teknik catat. Penentuan penyimpangan dan pematuhan prinsip kesantunan berbahasa didasarkan pada indikator kesantunan berbahasa yang diturunkan dari teori Leech. Hasil penelitian di SMP Negeri 2 Dampal Selatan menunjukkan beberapa hal penyimpangan berbahasa di lingkungan sekolah dirasakan kurang pas dan menyimpang dipopulerkan oleh siswa. Berikut bentuk-bentuk penyimpangan berbahasa di lingkungan SMP Negeri 2 Dampal Selatan serta contohnya : (1) penyimpangan maksim kebijaksanaan, (2) penyimpangan maksim penerimaan, (3) penyimpangan maksim kemurahan, (4) penyimpangan maksim kerendahan hati, (5) penyimpangan maksim kecocokan, (6) penyimpangan maksim kesimpatian.Kata kunci : Penyimpangan Berbahasa, Kesantunan Berbahasa, Prinsip Kesantunan, Lingkungan Sekolah

    Penerapan Model CTL pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Menulis Surat Dinas Siswa Kelas VIII A di SMPN 4 Pasangkayu

    No full text
    Permasalahan penelitian ini adalah bagaimanakah penerapan model CTL dalam pelajaran Bahasa Indonesia menulis surat dinas kelas VIII A di SMP N 4 Pasangkayu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model CTL dalam pelajaran Bahasa Indonesia menulis surat dinas kelas VIII A di SMPN 4 Pasangkayu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan metode penelitian kualitatif. Tujuan dugunakannya penelitian kualitatif di SMP N 4 Pasangkayu adalah untuk mendeskripsikan penerapan model CTL ( Kontextual Teaching and Learning ) dalam pelajaran Bahasa Indonesia menulis surat dinas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII A SMP N 4 Pasangkayu. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Observasi, tes, dan dokumentasi. Instrumen penelitian bertujuan yakni untuk memberi kemudahan peneliti dalam melakukan penelitian. Instrumen yang digunakan delam penelitian ini adalah observasi, tes, dan dokumentasi. Jenis dan sumber data adalah jenis data yang diperoleh data primer dan data sekunder, sumber data siswa kelas VIII A di SMP N 4 Pasangkayu. Teknik analisis data yang digunakan adalah Setelah data terkumpul, peneliti akan menganalisis data menggunakan data kuantitatif. Berdasarkan nilai rata-rata yang di peroleh siswa, diketahui bahwa Penerapan Model CTL Pada Pelajaran Bahasa Indonesia Menulis Surat Dinas siswa kelas VIII A SMP N 4 Pasangkayu, dapat dikategorikan sudah mampu sesuai dengan keriteria, nilai cukup adalah 65 ke atas, sedangkan 64 ke bawah dikategorikan gagal. Nilai rata-rata maksimum yang diperoleh siswa adalah 75 menunjukkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini dapat diterima. Kata Kunci:Model CTL, Bahasa Indonesia, Menulis Surat Dina

    Reduplikasi Nomina dan Adjektifa Bahasa Tajio

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pengulangan nomina dan abjektiva bahasa tajio.teknik pengumpulan data (1) menggunakan metode cakap Penelitian ini dilaksanakan di desa sienjo Kecamatan Toribulu kabupaten Parigi Moutong Tipe penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan dasar penelitian menggunakan teknik pendekatan kuali dan simak metode cakap, dan (2) teknik catat. Teknik analisis data (1) menggunakan metode sadap dan ditribusional metode ini menggunakan teknik ganti dan teknik perluas. Penyajian hasil analisis data menggunakan metode (1) formal dan informal. Berdesarkan data yang telah di analisis redulikasi nomina dan adjektiva bahasa tajio mempunyai ciri morfologis, ciri sintaksis dan ciri semantic meliputi adjektiva sifat, warna, ukuran,, jarak, waktu, panca indra, rasa, pandang, bau,pendengaran,sentuh, dan perasaan. Morfologi adjektiva bahasa tajio memiliki atributif dan prediktatif.  Makna pengulangann nomina bahasa tajio sebagai berikut : bentuk pengulangan terdiri atas (1) pengulangan penuh, contoh : naus naus ‘sarung’, pengulangan berimbuhan, contoh : saesor–saesor’ u ‘sapu-sapuku’. Makna pengulangan terdiri atas  makna banyak tak tertentu, contoh : vatu-vatu ‘batu-batu’. Maknanya banyak batu.Kata Kunci : Pengulangan Nomina, Bentuk Pengulangan, Makna Pengulanga

    CAMPUR KODE PADA ACARA” RUMAH UYA” DI TRANS 7

    Get PDF
    Permasalahan dalam penelitian ini adalah (a) bagaimanakah wujud campur kode pada acara “Rumah Uya” di Trans 7 dan (b) apa saja jenis-jenis campur kode pada acara “Rumah Uya” di Trans 7. Penelitian ini bertujuan mendeskrispsikan wujud dan jenis-jenis campur kode pada acara “Rumah Uya” di Trans 7. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik simak dan teknik catat. Teknik analisis data terdiri atas (a) reduksi data, (b) penyajian data, (c) penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian mendeskripsikan bahwa wujud campur kode pada acara “Rumah Uya” di Trans 7 meliputi: (a) wujud kata, contohnya: akang “kakak laki-laki”, (b) wujud frase, contohnya: neng gelis “nona cantik”,    (c) wujud klausa, contohnya: don’t make mami change “jangan buat mami berubah”, dan (d) wujud kalimat, contohnya: innallaha layanduru ilashalikum wailaa ajsamikum walakin yanduru ilaikulubikum  “sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk rupamu dan hartamu, tetapi Allah melihat hatimu dan amalanmu”.  Adapun jenis-jenis campur kode pada acara “Rumah Uya” di Trans 7 meliputi:  (a) campur kode ke dalam, contohnya: penutur menyelipkan kata teteh “kakak perempuan” ketika sedang mengguanakan bahasa Indonesia. Kata tersebut berasal dari bahasa Sunda, sehingga terjadilah percampuran antara bahasa Indonesia dan bahasa Sunda. (b) campur kode ke luar, contohnya: penutur menyelipkan kata devorce “bercerai” ketika sedang menggunakan bahasa Indonesia. Kata tersebut berasal dari bahasa Inggris, sehingga terjadilah percampuran antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Dan (c) campur kode campuran, contohnya: penutur menyelipkan kata single “sendiri” dan mas “kakak laki-laki” ketika sedang menggunakan bahasa Indonesia. Kata single berasal dari bahasa Inggris, sedangkan kata mas berasal dari bahasa jawa. Dari penyisipan kata-kata tersebut terjadilah percampuran antara bahasa Indonesia, bahasa Jawa, dan bahasa Inggris. Bahasa tersebut telah menyerap unsur bahasa asli (bahasa Jawa) dan bahasa asing (bahasa Inggris). Pada hasil penelitian ini para penutur dominan menggunakan campur kode bahasa Inggris dan bahasa Sunda. Kata Kunci: campur kode, rumah uya, wujud, jenis-jeni

    Peningkatan Kemampuan Siswa Membaca Puisi di Kelas VII SMP Negeri 3 Sindue Melalui Teknik Pemodelan

    Get PDF
    Peranan guru dalam proses pembelajaran amatlah penting untuk menjadikan peserta didik terampil dalam membaca puisi. Banyak siswa yang ketika diperhadapkan dengan kegiatan membaca puisi kesulitan membaca puisi sesuai dengan maknanya. Masih banyak siswa di kelas VII SMP Negeri 3 Sindue belum dapat membaca puisi dengan pelafalan, intonasi, jeda dan volume suara yang baik. Hasil observasi awal, ketuntasan ketuntasan belajar klasikal pada semester II hanya 12 orang (48%) memperoleh nilai minimal 65, sedangkan 13 orang (52%) memperoleh nilai dibawah KKM, yaitu 64. Masalah dalam penelitian ini adalah apakah kemampuan siswa membaca puisi di kelas VII SMP Negeri 3 Sindue dapat ditingkatkan melalui teknik pemodelan? Tujuan penelitian ini yaitu meningkatkan kemampuan siswa membaca puisi di kelas VII SMP Negeri 3 Sindue melalui teknik pemodelan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan 2 siklus yang masing-masing siklus terdiri atas perncanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 3 Sindue berjumlah 21 orang. Data yang diambil adalah data kualitatif yaitu data hasil observasi diperoleh dari hasil pengamatan situasi pembelajaran. Serta data kuantitatif yang diperoleh dari hasil tes praktek membaca puisi. Hasil penelitian siklus I diperoleh tuntas individu berjumlah 9 orang dan tidak tuntas individu 12 orang dengan kemampuan rata-rata siswa 76,8%. Hasil observasi guru sesuai pengamatan diperoleh 12,5% kategori kurang, 18,7% kategori cukup dan 68,75% kategori baik. Hasil siklus II diperoleh 18 orang tuntas individu dan 3 orang tidak tuntas dengan rata-rata  kemampuan siswa sebanyak 88,4%. Sementara itu, hasil observasi guru sesuai pengamatan dikategorikan 100% baik. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa teknik pemodelan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca puisi.         Kata Kunci: Peningkatan, Puisi, Pemodela

    164

    full texts

    199

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    BAHASA DAN SASTRA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇