BAHASA DAN SASTRA
Not a member yet
199 research outputs found
Sort by
MINAT BELAJAR SISWA TERHADAP MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS X DI SMA NEGERI 1 BALAESANG
Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Balaesang Jln, KH. Mahmud Desa Tambu No 7B Kecamatan Balaesang Kabupaten Donggala. Masalah dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui minat belajar siswa terhadap mata pelajaran bahasa Indonesia kelas X di SMA Negeri 1 Balaesang. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan minat belajar siswa terhadap mata pelajaran bahasa Indonesia kelas X di SMA Negeri 1 Balaesang. Jenis penelitian ini adalah kualitatif melalui metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X yang berjumlah 166 orang terdiri dari 5 kelas dengan jumlah sampel 41 siswa. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, angket. Analisis data terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis data bahwa minat siswa kelas X di SMA Negeri 1 Balaesang pada pembelajaran bahasa Indonesia masih kurang berminat hal tersebut dapat diketahui dari hasil angket yang dibagikan, pada angket tersebut memiliki 20 pertanyaan yang menyangkut minat siswa terhadap mata pelajaran bahasa Indonesia, dari jawaban tersebut dapat diketahui persentase minat siswa terhadap pembelajaran bahasa Indonesia masih kurang. Hal ini disebabkan kurangnya perhatian siswa ter hadap materi pembelajaran, kemudian motivasi dari guru untuk memanfaatkan sumber belajar yang ada seperti keterampilan guru dalam mengelola kelas harus lebih ditingkatkan, dan keterbatasan sarana dan prasarana yang dapat menunjang proses pembelajaran. Kata Kunci: Minat, Pelajaran Bahasa Indonesi
MAKNA SIMBOL PADA SAAT MEMANDIKAN JENAZAH DALAM UPACARA ADAT BALI DI DESA BURANGA: KAJIAN SEMOTIK
Permasalahan dalam penelitian ini mengenai apa makna simbol-simbol pada saat memandikan jenazah/nyiramin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan makna dan fungsi simbol-simbol yang ada pada saat memandikan jenazah/nyiramin. jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif, dengan menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, rekam, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian yang ditemukan bahwa simbol-simbol yang digunakan dalam upacara memandikan jenazah/nyiramin yaitu: 1) daun intaran pada alis, 2) daun gadung pada dada, 3) pusuh menur/kuncup bunga melati, pada lubang hidung 4) pecahan kaca pada mata, 5) sekeping waja/Baja pada gigi, 6) daun terong pada kemaluan laki-laki, 7) bunga teratai pada kemaluan perempuan, 8) minyak wangi di seluruh badan, 9) kwangen disetiap anggota tubuh. Tujuan diisi simbol-simbol tersebut di seluruh anggota tubuh agar kelak mendiang Roh berreinkarnasi diberikan anggota tubuh yang sempurna tanpa cacat. Kata Kunci : Simbolik, Makna, Nyiramin.
TINDAK TUTUR DIREKTIF GURU DI LINGKUNGAN SMP NEGERI 19 PALU: KAJIAN PRAGMATIK
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk dan fungsi tindak tutur direktif guru di lingkungan SMP Negeri 19 Palu. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur direktif guru di lingkungan SMP Negeri 19 Palu. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah guru. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik rekam, simak, dan catat. Teknik analisis data terdiri dari (1) pengumpulan data, (2) reduksi data, (3) penyajian data, (4) verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tindak tutur direktif guru dalam kelas ditemukan pada bentuk dan fungsi dalam bertutur. Bentuk tindak tutur direktif guru terdiri atas bentuk direktif meminta, perintah dan bertanya. Bentuk direktif meminta ditandai dengan pemarkah coba, tolong, harap dan ayo. Bentuk direktif perintah ditandai dengan pemarkah silakan, cepat, dan perhatikan. Bentuk direktif bertanya ditandai dengan pemarkah apa, berapa dan bagaimana. Sedangkan fungsi tindak tutur direktif terbagi dua fungsi yang meliputi fungsi langsung mencakup: memerintah, melarang, bertanya, fungsi tidak langsung mencakup: meminta, melarang, memerintah. Kata Kunci : Tindak tutur, direktif, bentuk, fungsi
CAMPUR KODE BAHASA DAMPELAS DALAM PERCAKAPAN BAHASA INDONESIA DI KALANGAN MASYARAKAT DESA TALAGA KECAMATAN DAMPELAS KABUPATEN DONGGALA
Fokus permasalahan pada penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah bentuk campur kode pada masyarakat Desa Talaga, Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala. (2) Faktor apakah yang menyebabkan terjadinya campur kode pada masyarakat Desa Talaga, Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala. Penelitian ini mengacu pada teori Chaer dan Agustin (1995) tentang campur kode dan teori Fishman (dalam Chaer dan Agustin: 2004) tentang masyarakat tutur. Tujuan penelitian ini untuk (1) mendeskripsikan bentuk campur kode bahasa Dampelas dalam Percakapan Bahasa Indonesia di Desa Talaga, Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala. (2) mendeskripsikan faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode Bahasa Dampelas dalam Percakapan Bahasa Indonesia di Desa Talaga, Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode model Milles dan Huberman. Tahapan analisis data model Milles dan Huberman meliputi, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk campur kode pada masyarakat Desa Talaga terdiri dari tiga bentuk yaitu, bentuk kata, frasa, dan klausa. Pada tataran kata terdapat campur kode dalam bentuk kata benda (nomina) seperti saging ‘pisang’, kata kerja (verba) seperti ngumang ‘makan’, kata sifat (adjektiva) seperti napogar ‘hangus’. Pada tataran frasa terdapat campur kode dalam bentuk frasa endosentris seperti lalam milolo ‘sedang mencari’ dan frasa eksosentris seperti nyi tobi ‘di dapur’. Pada tataran klausa terdapat campur kode dalam bentuk klausa bebas seperti feby lampa nyi sioyong ‘ feby pergi ke sioyong’ dan klausa terikat seperti to hotoi mjadi ato boon ‘supaya ditau jadi atau tidak’.Kata kunci: Campur Kode; Interaksi; Masyarakat Desa Talaga
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA DALAM SURAT-MENYURAT DI KANTOR KELURAHAN LAYANA INDAH
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah bentuk kesalahan berbahasa Indonesia dalam surat keluar di Kantor Kelurahan Layana Indah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk kesalahan berbahasa Indonesia dalam surat keluar di Kantor Kelurahan Layana Indah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini berupa naskah surat keluar dan surat masuk di Kantor Kelurahan Layana Indah. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi dan teknik catat. Penyajian hasil analisis data menggunakan metode simak. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bentuk kesalahan berbahasa Indonesia dalam surat keluar dan surat masuk di Kantor Kelurahan Layana Indah. Kesalahan tersebut, yaitu kesalahan penulisan huruf kapital, kesalahan penulisan kata, kesalahan pemisahan kata, kesalahan penggunaan kata, kesalahan penggunaan huruf miring, dan kesalahan penggunaan tanda baca. Kata Kunci: Analisis Kesalahan Berbahasa, Surat-menyurat.
KRITIK SOSIAL DALAM NASKAH DRAMA ALANGKAH LUCUNYA NEGERI INI KARYA DEDDY MIZWAR
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk-bentuk kritik sosial dalam Naskah Drama Alangkah Lucunya Negeri Ini karya Deddy Mizwar. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan serta menjelaskan bentuk-bentuk kritik sosial yang terdapat dalam naskah drama alangkah lucunya negeri ini Karya Deddy Mizwar dengan menggunakan pendekatan sosiaologi sastra. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan metode dokumentasi, rekam, simak dan catat. Metode ini dilakukan untuk menganalisis bentuk-bentuk kritik sosial dalam naskah drama alangkah lucunya negeri ini, hasil penelitian adalah sebagai berikut : (1) kemiskinan, (2) kejahatan, (3) Disorganisasi keluarga, (4) pendidikan, (5) lingkungan hidup, (6) birokrasi, (7) agama dan keperyaan.Kata Kunci: Kritik sosial, naskah drama, Sosiologisastra
Analisis Kesalahan Penulisan Ejaan yang Disempurnakan dalam Teks Negosiasi Siswa SMA Negeri 3 Palu
Masalah dalam penelitian ini adalah “bagaimana bentuk-bentuk kesalahan ejaan dalam Teks Negosiasi Siswa SMA Negeri 3 Palu”. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk kesalahan ejaan pada Teks Negosiasi Siswa SMA Negeri 3 Palu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Jenis data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data tertulis yang bersumber dari Teks Negosiasi Siswa SMA Negeri 3 Palu. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik tes, dokumentasi, pengamatan, dan pencatatan. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesalahan-kesalahan ejaan dalam penulisan Teks Negosiasi Siswa SMA Negeri 3 Palu, yang meliputi kesalahan penggunaan huruf kapital, penggunaan huruf miring, penggunaan kata, penggunaan kata depan, penggunaan singkatan, dan penggunaan tanda baca yaitu penggunaan titik dan penggunaan tanda tanya. Kesalahan ini disebabkan oleh faktor kurangnya pemahaman siswa tentang penggunaan ejaan yang baik dan benar yang mendasari pokok permasalahan dalam penelitian ini. Dalam hal ini, siswa harus dibekali tatacara menulis sebuah karangan menurut kaidah-kaidah dalam ejaan yang disempurnakan.Kata Kunci: Kesalahan Ejaan, Teks Negosias
PENGGUNAAN KATA SAPAAN BAHASA KAILI DIALEK TARA DI KELURAHAN KAWATUNA
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk dan penggunaan kata sapaan bahasa Kaili dialek Tara di Kelurahan Kawatuna. Berdasarkan rumusan masalah tersebut, Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana bentuk dan penggunaan kata sapaan bahasa Kaili dialek Tara di Kelurahan Kawatuna.Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode simak dan metode cakap, dengan menggunakan metode sadap, teknik cakap, teknik rekam, teknik dokumentasi, dan teknik catat. Adapun lokasi penelitian ini adalah di Kelurahan Kawatuna kecamatan Mantikulore kota Palu. Data yang diperoleh yaitu berupa data lisan yang diperoleh melalui teknik pengumpulan data.Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif. Dari hasil penelitian ditemukan delapan bentuk dan penggunaan kata sapaan bahasa Kaili dialek Tara, yaitu, (1) bentuk sapaan pronomina atau kata ganti, contohnya: iko,komi (2) bentuk sapaan nama diri, contohnya: Maman, Andika, Dayat (3) bentuk sapaan kekerabatan, contohnya: tuaka, tua’i (4) bentuk sapaan nonkekerabatan, contohnya: mangge, tua (5) bentuk sapaan kepada tokoh-tokoh masyarakat, contohnya: totua nu ada, pareva, kapala (6) bentuk sapaan berdasarkan status sosial, contohnya: puaji, madika (7) bentuk sapaan formal, totua nua ada, tina nu boti, pareva (8) bentuk sapaan julukan, contohnya: gelamata, ngiro.Kata Kunci: Kata Sapaan, Bahasa Kaili dialek Tar
KEMAMPUAN MENULIS SURAT DINAS SISWA KELAS VIII A SMPN 19 PALU
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana kemampuan menulis surat dinas siswa kelas VIII A SMP Negeri 19 Palu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan menulis surat dinas siswa kelas VIII A SMP Negeri 19 Palu. Jenis data dalam penelitian ini yaitu data kuantitatif. Data kuantitatif diperoleh dari hasil mengerjakan soal-soal yang diberikan di sekolah. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yang meliputi tiga tahap yaitu: (1) tahap pengumpulan data, (2) tahap analisis data, (3) hasil analisis data. Data yang diperoleh dari hasil evaluasi menulis surat dinas siswa kelas VIII A diperoleh kriteria nilai tertinggi 100 sedangkan nilai terendah adalah 82. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilaksanakan diperoleh nilai rata-rata kemapuan menulis surat dinas siswa kelas VIII A SMP Negeri 19 Palu adalah 95,88. Maka siswa kelas VIII A SMP Negeri 19 Palu dikategorikan sudah berhasil karena sudah mampu menulis surat dinas. Hasil diatas menunjukkan bahwa pembelajaran menulis surat dinas siswa SMPN 19 Palu berhasil dengan baik dan telah melampaui target kriteria ketuntasan minimal yang ditetatpkan sekolah yaitu 78. Kata kunci : Kemampuan, Menulis, Surat, Dina
CAMPUR KODE PADA TUTUR PENYIAR RADIO RAMAYANA PALU
Rumusan masalah pada penelitan ini adalah mengenai bentuk campur kode pada tutur penyiar radio Ramayana Palu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data berasal dari rekaman siaran penyiar radio Ramayana Palu adalah metode simak yang terdiri dari teknik rekam dan teknik catat. Prosedur teknik analisis data terdiri dari (1) reduksi data, (2) penyajian data, (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa penyisipan unsur-unsur yang berwujud campur kode. Dari hasil penelitian pada situasi informal, campur kode terjadi karena penyiar radio dan pendengar sering kali menggunakan dua bahasa saat berkomunikasi, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa daerah (bugis). Penyiar radio di siaran ini bukanlah hal yang biasa, karena mayoritas setiap masyarakat Indonesia dapat menggunakan bahasa daereah mereka. Alasan lainnya adalah keterbatasan pada kosa kata bahasa indonesia, sehingga akan memungkinkan mereka menggunakan dua bahasa pada saat berkomunikasi. Dengan demikian, dari tutur penyiar radio Ramayana Palu dapat ditemukan campur kode berbentuk kata, frasa, dan klausa.Kata Kunci: Campur kode, tutur, penyiar