Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta Wilayah X
Not a member yet
179 research outputs found
Sort by
Penggunaan Sistem Informasi Geografis Menumbuhkan Keinginan Perjalanan Wisata
Tujuan penelitian ini untuk menjawab permasalahan kondisi beragamnya informasi yang disajikan di berbagai web rendahnya keinginan wisatawan berkunjung kesuatu lokasi wisata. Sistem informasi GIS menggunakan informasi spasial yang efektif untuk kehidupan manusia, dalam konteks ini berarti serangkaian kegiatan yang terdiri dari interoperabilitas antara unsur-unsur dunia nyata untuk tujuan penggunaan secara umum. Informasi spasial berupa lokasi objek wisata dibutuhkan untuk menandai objek wisata pada peta, tempat atau posisi lokasi dalam bentuk koordinat berdasarkan garis bujur dan garis lintang untuk mengetahui letak objek wisata secara geografi. Query yang ditulis dalam fungsi-fungsi aplikasi akan terpicu membaca database untuk menghasilkan informasi peta lokasi wisata, jarak tempuh, hotel, restoran, biro perjalanan dan informasi lain ketika icon di click oleh wisatawan. Informasi yang tersedia dapat menumbuhkan keinginan wisatawan untuk berkunjung ketempat wisata.Kata Kunci : wisatawan; geografi informasi sistem; spasial; queryThe purpose of this study to address the condition of the diversity of the information presented in the various web reduce the desire of tourists visiting tourist destination. GIS information systems using spatial information effectively to human life, in this context means a series of activities consisting of interoperability between the elements of the real world for general purpose use. Spatial information in the form of tourist sites needed to mark the attraction on the map, place or position of the location in the form of coordinates based on the longitude and latitude to determine the geographical location of the attraction. Queries written in the application functions will be triggered to read the database to generate information maps tourist location, mileage, hotels, restaurants, travel agencies and other information when clicking the icon on tour. The information available to foster tourists to visit tourist attractions.Keywords: tourism, geographic information system, spatial, quer
PENGARUH PENGAJARAN METODE KANGURU TERHADAP PENGETAHUAN IBU BAYI BBLR
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengetahuan ibu sebelum dan sesudah diajarkan metode kanguru pada ibu bayi berat lahir rendah di Rumah Sakit Ibu dan Anak Annisa Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain one group pretest posttest. Sebanyak 12 responden terlibat dalam penelitian ini. Pengumpulan data melalui kuesioner. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Dari hasil uji statistik univariat diketahui sebanyak 8 responden (66,7%) mempunyai pengetahuan rendah sebelum diberikan pengajaran metode Kanguru dan sebanyak 9 responden (75%) mempunyai pengetahuan tinggi setelah diberikan pengajaran metode Kanguru. Berdasarkan hasil analisis bivariat menunjukkan ada pengaruh pengajaran metode Kanguru terhadap pengetahuan ibu dengan p-value = 0,000. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengajaran metode Kanguru dapat meningkatkan pengetahuan ibu bayi BBLR sehingga ibu dapat berperan untuk meningkatkan berat badan bayi
KELUHAN LOW BACK PAIN PADA PERAWAT RAWAT INAP RSUD SELASIH PANGKALAN KERINCI
Low back pain adalah rasa nyeri yang dirasakan pada punggung bawah yang sumbernya tulang belakang daerah spinal, otot, saraf, atau struktur lainnya disekitar daerah tersebut. Dari 10 perawat 6 perawat mengalami keluhan low back pain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor Keluhan Low back pain.Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional, pada 25 juni- 3 juli di Rumah Sakit Umum Daerah Selasih Pangkalan Kerinci. Penelitian dilakukan pada 30 perawat dengan kuesioner. Analisa data yang digunakan secara univariat,Hasil penelitian: 13 orang (43,3%) mengalami keluhan low back pain. Hasil uji bivariat terdapat hubungan antara sikap kerja, dan kebiasaan olahraga terhadap kejadian low back pain. Hasil analisis multivariate menunjukkan variable sikap kerja merupakan variable yang paling mempengaruhi kejadian low back pain deng nilai OR 43 kali. Dimana variable IMT merupakan counfounding terhadap variable sikap kerja dan kebiasaan olah raga dan variable kebiasaan olahraga merupakan counfounding terhadap variable IMT.Peneliti mengharapkan pihak Rumah Sakit Umum Daerah Selasih Pangkalan Kerinci mengadakan seminar tentang sikap kerja yang baik, menjaga IMT karyawan <25 dan mengadakan kegiatan olah raga secara teratur di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah Selasih Pangkalan Kerinci. Low back pain is pain that felt in the lower back that is the source of the spine area of spinal, muscles, nerves, or other structures surrounding areas. of the 10 nurses 6 nurses complain of low back pain. the purpose of this study was to determine the factors complaint low backpain.Type quantitative research cross-sectionaldesign, on 25 June-3 July at the General Hospital of Selasih Pangkalan Kerinci. The study was conducted on 30 nurses by questionnaires. Data analysis used univariate, bivariate and multivariate.Eesults of the study: 13 patients (43.3%) had complaints of low backpain.The result of bivariate correlation between working attitude and exercise habits on the incidence of low backpain.Results of multivariate analysis showed variable working attitude is the variable that most influences the incidence of low back pain deng OR value 43 times. Where the variable BMI is counfounding to variable working attitude and exercise habits and variable exercise habits is counfounding to variable IMT.Researchers expect the Regional General Hospital Basil Pangkalan Kerinci hold a seminar on good working attitude, keep IMT employees <25 and hold sports activities regular exercise in the District General Hospital Basil Pangkalan Kerinci
PENDELEGASIAN TUGAS KEPALA RUANGAN MENURUT PERSEPSI PERAWAT PELAKSANA DAPAT MENINGKATKAN KEPUASAN KERJA
Abstract: Nurses executive showing negative attitude towards their job signify unsatisfied with their job. One of the factors that will influence nurse satisfaction work implementing the room is the head of exercising the functions of an organizing in inpatient rooms .This study attempts to captures the relationship between the primary function of the organizing the head of the room with satisfaction work implementing nurse. The total sample 61 nurses implementing , taken with simple techniques proportional random sampling , using data analyzed test chi square. The research results show a significant relation exists between the primary function of the organizing the head of the room with nurse satisfaction work in the perception of implementing nurse, p value = 0,037, α = 0.05, a variable whose a dominant influence work nurse satisfaction is the delegation of implementing duty, p value = 0,002, α = 0.05. The interpretation of it is the delegation of duty able to increase work nurse satisfaction implementing. Ward’s chief important to give the delegation of duty to nurses implementing satisfaction nurse to work can increase Keywords: Nurse’s’satisfaction, The delegation of duty, Ward’s chief Abstrak : Perawat pelaksana yang menampilkan sikap negatif terhadap pekerjaan menandakan ketidakpuasannya dalam bekerja. Salah satu faktor yang bisa mempengaruhi kepuasan kerja perawat pelaksana adalah Kepala Ruangan yang melaksanakan fungsi pengorganisasian di ruang rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan hubungan antara pelaksanaan fungsi pengorganisasian Kepala Ruangan dengan kepuasan kerja perawat pelaksana. Jumlah sampel 61 orang perawat pelaksana, diambil dengan teknik proportional simple random sampling, data dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pelaksanaan fungsi pengorganisasian Kepala Ruangan dengan kepuasan kerja perawat menurut persepsi perawat pelaksana, nilai p = 0,037, α =. 0,05, variabel yang dominan mempengaruhi kepuasan kerja perawat pelaksana adalah pendelegasian tugas, nilai p = 0,002, 0,05. Maknanya adalah pendelegasian tugas dapat meningkatkan kepuasan kerja perawat pelaksana. Simpulannya Kepala Ruangan penting untuk memberikan pendelegasian tugas kepada perawat pelaksana agar kepuasan kerja perawat bisa meningkat. Kata kunci : Kepuasan kerja, Kepala Ruangan, Pendelegasian Tuga
Praktikalitas Model Blended Learning pada Pembelajaran Jaringan Dasar di SMK
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur praktikalitas model blended learning pada pembelajaran Jaringan Dasar di SMK. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R and D). Pengambilan data praktkalitas menggunakan lembar praktikalitas yang di isi oleh guru mata pelajaran dan siswa. Hasil penilaian praktikalitas model blended learning berdasarkan respon guru adalah 81.66 % (praktis) dan berdasarkan respon siswa adalah 82.75% (praktis). Berdasarkan temuan penelitian dapat disimpulkan bahwa model blended learning praktis digunakan sebagai model pembelajaran Jaringan Dasar
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF MENGGUNAKAN MICROSOFT POWER POINT DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS X MA KM MUHAMMADIYAH PADANG PANJANG
Pemamfaatan media pembelajaran di MA KM Muhammadiyah Padangpanjang belum optimal, salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan fasilitas yang ada adalah dengan mengembangkan suatu media pembelajaran berupa multimedia interaktif menggunakan Microsoft Power Point yang dikemas dalam CD (Compact Disc). Model pengembangan menggunakan model pengembangan 4-D yaitu define, design, develop dan disseminate. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa media pembelajaran dengan multimedia interaktif menggunakan Microsoft Power Point dalam pembelajaran matematika kelas X MA KM Muhammadiyah Padangpanjang memenuhi kriteria media yang baik. Pada aspek kevalidan, kualitas isi dan tujuan pembelajaran media pembelajaran yang telah dibuat memperoleh penilaian 82 % dengan kategori sangat valid sedangkan dari sisi media itu sendiri memperoleh penilaian 82 % dengan kategori sangat valid. Sedangkan pada aspek kepraktisan media pembelajaran ini memperoleh penilaian 78 % dengan kategori praktis
Terapi Okupasi Perkembangan Motorik Halus Anak Autisme
Anak autis diartikan sebagai gangguan perkembangan pervasif yang ditandai oleh adanya abnormalitas dan kelainan yang muncul sebelum anak berusia 3 tahun. Hampir semua anak autisme mempunyai keterlambatan dalam perkembangan motorik halus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas terapi okupasi terhadap perkembangan motorik halus anak dengan autisme di Sekolah Luar Biasa (SLB) Khusus Autis Al-Ikhlas Bukittinggi tahun 2014. Menggunakan rancangan penelitian eksperimen dengan menggunakan One Group Pretest Post Test Design, dengan cara total sampling dan jumlah sampel 13 orang. Hasil penelitian didapatkan sebelum intervensi yaitu mean 3,62 (diragukan) dan setelah intervensi menjadi mean 7,85 (sesuai tahap perkembangan) dimana p value = 0.00 (α<0.05). Dapat disimpulkan bahwa terapi okupasi efektif terhadap perkembangan motorik halus anak dengan autisme dan kepada pihak petugas sekolah autis agar dapat secara rutin melaksanakan terapi okupasi sebagai salah satu intervensi keperawatan terhadap perkembangan motorik halus anak dengan autisme. Diharapkan dengan adanya penelitian ini, terapi yang telah diteliti dapat berguna dalam memberikan intervensi khususnya anak yang mengalami gangguan motorik halus agar bisa lebih mandiri. Kata kunci: Terapi Okupasi, Motorik Halus, Anak Autisme This study aims to determine the effectiveness of occupational therapy on the development of fine motor skills in children with autism in Al-Ikhlas Special Children’s School (SCS) for Autism Bukittinggi 2014.This research was conducted by observation in SCS for Autism Al-Ikhlas from November 2014 until December 2014. The design of this research was an experimental research using One Group Pretest Post Test Design. The sample was taken by using total sampling technique with the total sample of 13 people. The result of this research showed the average of stimulation in child’s development before the intervention, was 3.62 (doubtful) and after the intervention, the average of child’s development turned into 7.85 (appropriate stage of development) with the analysis of Ho was rejected in which p value = 0.00 (<0.05). It means the occupational therapy is effective toward the development of fine motor skills in children with autism in SCS for Autism Al-Ikhlas Bukittinggi 2014. Based on this research, it can be concluded that occupational therapy is effective toward the development of fine motor skills in children with autism. It is expected to the autism school personnel to be able to routinely carry out occupational therapy as an intervention treatment for fine motor skills development of children with autism.Keywords: Occupational Therapy, Fine Motor Skills, Children with Autis
Aplikasi Promosi Perguruan Tinggi Berbasis Multimedia Interaktif
Promosi dapat digunakan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada jaminan mutu suatu perguruan tinggi, semakin dikenalnya jaminan mutu suatu perguruan tinggi maka semakin banyak pula masyarakat pengguna jasanya. Promosi dalam bentuk teknologi komunikasi visual interaktif memiliki kemampuan untuk menyimpan data audio-visual, sebagai media untuk promosi dan pencitraan jaminan mutu, akuntabilitas dan kredibelitas perguruan tinggi. STMIK Indonesia Padang sebagai perguruan tinggi berbasis IT sangat membutuhkannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan R & D (Research and Development)dengan lima langkah utama (Borg & Gall), yaitu: 1) Menganalisis produk yang akan dikembangkan; 2) Pengembangkan produk awal; 3) Validasi ahli & revisi; 4) Uji coba lapangan & revisi produk; 5) Uji coba lapangan & produk akhir.Disini dilakukan analisa sejauhmana efisiensi perancangan dan pengembangan teknologi komunikasi visual interaktif aplikasi promosi bagi perguruan tinggi STMIK Indonesia Padang, mahasiswa, stakeholders serta memperkaya khasanah ilmu pengetahuan, dan teknologi. Penelitian ini bertujuan meningkatkan: kinerja/dukungan promosi; kegiatan publikasi; dan efisiensi informasi dengan memberikan informasimelalui tampilan multimedia audio visual interaktif.Hal ini akan dapat mengurangi pembiayaan dan pemborosan sumber daya manusia melalui efisiensi komunikasi, informasi, dan promosi.Kata Kunci : aplikasi promosi, interaktif, multimedia Promotion can be used to increase public confidence in the quality assurance of the higher education, the growing recognition of the quality assurance of the higher education so the more people who use its services. Promotion in the form of interactive visual communication technology has the ability to store the audio-visual data, as a medium for promotion and imaging quality assurance, accountability and credible of the higher education. STMIK Indonesia Padang as IT-based of the higher educationreally need it. This study uses the approach of R & D (Research and Development) with five main steps (Borg & Gall), namely: 1) to analyze the products that will be developed; 2) Developing the initial product; 3) Validation of experts and revision; 4) Field testing and revision of the product; 5) field trials and the final product. Here the analysis is the extent to which the efficiency of the design and development of interactive visual communication technology applications for the promotion of higher education STMIK Indonesia Padang, students, stakeholders and enrich the science, and technology. This research aims to improve: performance / promotional support; publication activities; and the efficiency of information by providing information through audio-visual interactive multimedia display. This will reduce the financing and waste of human resources through the efficiency of communication, information, and promotions.Keywords: promotion applications, interactive, multimedi
EFEKTIVITAS PEMBERIAN TERAPI MUSIK (MOZART) DAN BACK EXERCISE TERHADAP PENURUNAN NYERI DYSMENORRHEA PRIMER
Dysmenorrhea / nyeri haid adalah nyeri menjelang atau selama haid, yang kadang menyebabkan gangguan aktivitas dan memerlukan istirahat. Nyeri menstruasi atau dysmenorrhea adalah kekakuan atau kejang di bagian bawah perut akibat menstruasi dan produksi zat prostaglandin yang terjadi pada waktu menjelang atau selama menstruasi Dismenorea primer didefinisikan sebagai nyeri haid yang tidak berhubungan dengan kondisi patologis pelvis. Nyeri yang biasanya dirasakan adalah kram yang timbul-hilang atau nyeri yang terus menerus biasanya pada perut bagian bawah yang menjalar sampai ke punggung bagian bawah. Salah satu exercise yang dapat diberikan untuk nyeri dysmenorrhea ini adalah dengan pemberian terapi musik dan back exercise.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pemberian terapi musik dan back exercise terhadap penurunan nyeri dysmenorrhea. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi experimental pre and post test with control group design. Populasi pada penelitian ini adalah remaja putri yang sedang mengalami menstruasi dengan nyeri dysmenorrhea dengan jumlah responden sebanyak 50 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok 1 sebagai kelompok eksperimen, diberikan perlakukan terapi musik (mozart) dan back exercise dan kelompok 2 sebagai kelompok kontrol yang tidak diberikan terapi musik (mozart) dan back exercise. Pada penelitian ini menggunakan uji hipotesis Paired Sample T- test untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi musik dan back exercice terhadap dysmenorrhea primer. Kemudian untuk uji beda pengaruh antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan digunakan uji Independent Sample T-test.Tingkat nyeri dismenorhoea sebelum diberikan perlakuan adalah nyeri tingkat sedang (rata-rata : 2,08) dan setelah diberikan perlakuan adalah adalah nyeri tingkat ringan (rata rata = 0,88). Uji efektifitas menggunakan Paired Sample T-Test pada kelompok eksperimen menunjukkan hasil p= 0,00 dan pada kelompok kontrol p= 0,00. Dengan demikian terapi musik (mozart) dan back exercise efektif menurunkan tingkat nyeri dismenorhea. Penelitian ini diharapkan dapat meringankan nyeri disminerrhea yang dialami setiap wanita pada saat menstruasi
KETERSEDIAAN P ANDISOL DAN HASIL TANAMAN BUNCIS (Phaseolus Vulgaris L) DENGAN PEMBERIAN CMA DAN KOTORAN SAPI
Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Menentukan takaran inokulan CMA yang optimum terhadap hasil dan peningkatan P- tersedia pada Andisol (2) Menentukan takaran kotoran sapi yang optimum terhadap hasil dan peningkatan P- tersedia pada Andisol (3) Menentukan takaran inokulan CMA dan kotoran sapi yang optimum terhadap hasil dan peningkatan P- tersedia pada Andisol. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan tiga ulangan. Dosis Inokulan CMA sebagai faktor pertama terdiri dari tiga taraf, yaitu pemberian inokulan CMA yang terdiri dari tiga taraf yaitu 0 g pot-1, 50 g pot-1 dan 100 g pot-1, dan faktor kedua adalah pemberian kotoran sapi terdiri dari tiga taraf, yaitu 0 g pot-1, 0,12 kg pot-1 dan 0,24 kg pot-1. Hasil penelitian menunjykkan bahwa pemberian inokulan CMA secara mandiri dengan dosis 100 g pot-1 dapat menurunkan P – Potensial pada Andisol dan meningkatkan ketersedian P – Tanah, pemberian kotoran sapi dengan dosis 1 x rekomendasi (0.24 g pot-1) dapat meningkatkan ketersediaan P tanah, tidak terdapat interaksi dari kedua perlakuan ini terhadap pertumbuhan tanaman buncis, demikian pula pemberian perlakuan secara mandiri, Interaksi antara inokulum CMA dan kotoran sapi dapat meningkatkan bobot kering tanaman buncis (Phaseolus vulgaris. L). Inokulum CMA juga memberikan pengaruh terhadap peningkatan persentase infeksi akar tanaman buncis (Phaseolus vulgaris. L)