Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta Wilayah X
Not a member yet
    179 research outputs found

    SISTEM CERDAS DIAGNOSA PENYAKIT DALAM MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN DENGAN METODE PERCEPTRON

    No full text
    Aplikasi Jaringan Syaraf Tiruan (JST) untuk diagnosa  Penyakit Dalam dengan metode perceptron. Aplikasi ini dibuat untuk mengetahui keakuratan diagnosa Penyakit Dalam menggunakan JST perceptron dan mengimplementasikan JST perceptron berdasarkan gejala-gejala Penyakit Dalam ke dalam matlab dengan tampilan Graphical User Interface (GUI). Penyakit Dalam yang dibahas sebanyak 9 Penyakit Dalam. Yaitu penyakit  Asma bronchial, Anemia, Demam berdarah, Diabetes mellitus, Gagal Jantung, Tetanus, Hipertensi, Hepatitis, dan  Tuberkolosis paru. Gejala penyakit dalam yang diambil berdasarkan data rekam medis penderita Penyakit Dalam dan data pasien yang berobat  di Poli Penyakit Dalam RSUD Puri Husada Tembilahan. Dari hasil pelatihan (training) terhadap 48 data, kecocokan keluaran jaringan dan target yang di inginkan yaitu penyakit dalam 100% dapat dikenali/sesuai dengan target yang di inginkan. Dan hasil pengujian data baru sebanyak 10 kali pengujian menghasilkan keluaran sekitar 78,9 % yang sesuai dengan target dan 21,1% yang tidak sesuai dengan target. Hasil pengujian dan pelatihan di implementasikan ke dalam GUI sebagai aplikasi dan user interface

    Pengaruh Perawatan Metode Kanguru terhadap Perubahan Berat Badan Bayi Lahir Rendah

    No full text
    Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat badan  bayi lahir kurang dari 2500 gram tanpa memandang masa gestasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Perawatan Metode Kanguru Terhadap Perubahan Berat Badan Bayi BBLR di ruang inap perinatology  RSUD Dr.Achmad  Mochtar Bukittinggi tahun 2014.  Penelitian ini menggunakan desain  Quasi Eksperimental dengan rancangan one group pretest posttest design, dan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive  sampling dengan  sampel 10 orang. Hasil penelitian  di dapatkan rata-rata berat badan bayi sebelum perawatan metode kanguru adalah 1738,60 gram, sedangkan setelah dilakukan perawatan metode kanguru berat badan bayi meningkat menjadi 1766,90 gram, dengan peningkatan berat badan sebanyak 28,30 gram dimana  p value = 0.00 <  Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh perawatan metode kanguru terhadap perubahan berat badan bayi BBLR di ruang inap perinatologi RSUD dr.Achmad Mochtar Bukittinggi tahun 2014. Dan disarankan kepada ibu-ibu untuk melakukan perawatan metode kanguru secara rutin dan pemberian ASI yang cukup terhadap bayi BBLR.Kata kunci: Perawatan Metode Kanguru, Berat Badan bayi. Low Birth Weight (LBW) is a baby with a birth weight less than 2500 grams regardless of gestation. This research used a quasi-experimental design with one group pretest posttest design. The samples were taken using purposive sampling technique. The results showed that all respondents experienced weight gain. The weight of babies before applying kangaroo care method was 1738.60 grams in average. While after applying the kangaroo care method, the baby's weight increased to 1766.90 grams. After using a statistical test of dependent t-test (paired t-test), pvalue gotten was 0.000, with standard error (α) 0.05. It means that there is a significant difference between the average weight before and after the treatment of kangaroo care methods with weight gain as much as 28.30 gram. Based on the results of this research, it can be concluded that there is a significant effect given by kangaroo care method in changing the weight of the low birth weight babies in perinatology inpatient room of Dr.Achmad Mochtar hospital Bukittinggi in 2014. It is recommended for mothers to perform routine treatment of kangaroo care method and to give enough breastfeeding for babies with low birth weight.Keywords: Kangaroo Care Method, Birth Body Weigh

    TINJAUAN AKUMULASI SEFTRIAKSON DARI DATA URIN MENGGUNAKAN ELEKTROFORESIS KAPILER PADA PASIEN GANGGUAN FUNGSI GINJAL STADIUM TIGA

    No full text
    Ceftriaxone is a third-generation cephalosporin which are excreted mostly via the kidneys. Drugs which are eliminated primarily by the kidneys may accumulate in the patients with impaired renal function. Ceftriaxone is widely used in DR.M.Djamil Hospital Padang. The dosage adjustment for this drug has not yet performed in the hospital so far. This study was conducted in patients who suffered from stage 3 renal failure, received ceftriaxone therapy, and were 20-65 years of age. Urine samples were collected from patients at 4, 4.5, 5.75, 6.5, 7.75, and 8.25 hours after drug administration. Samples were analyzed using capillary electrophoresis. The buffer used was sodium tetraborate with pH of 9, concentration of 50 mM and pKa 9,24. The absorbance of solutions were measured at wavelength of 241.2 nm. From the standard calibration curve of ceftriaxone, the equation of Y = 4.455x - 2.297 (R2 = 0.995), (SD =1.40) was obtained. The migration time of ceftriaxone was 9 minutes. The LOD and LOQ were 0.94 and 3.14 µg/mL, respectively. The elimination rate and elimination half life were 0.046/h and 15,06 h, respectively. Du cumulative and acumulation fraction of drugs were 365.10 mg and 0.33 (33%), respectively. Dmax and Dmin were 2.985 and 985 mg, respectively. Cmax and Cmin were 224,43 and 74,06 mg/L, respectively. The accumulation index of the drug was 1.49. Cl. AUC0˜ and the CpO were 0.612 L/h, 3.268 mg h/L and 150.37 mg/L, respectively. Impaired renal function may affect pharmacokinetic parameters such as elimination rate, elimination half-time, and drug clearance. 

    ISOLASI BAKTERI ENDOFIT DARI DAUN SIRIH (Piper betle L.) SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus

    No full text
    Bakteri endofit adalah salah satu alternatif penghasil senyawa antimikroba. Keberadaan bakteri dalam tanaman memungkinkan bakteri menghasilkan senyawa bioaktif yang sama seperti yang terkandung dalam tanaman inangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri endofit yang memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri lainnya. Aktifitas antibakteri diukur menggunakan metode Kirbi Bauer. Sirih (Piper bettle) adalah tanaman yang telah digunakan oleh banyak orang karena mengandung senyawa yang baik untuk kesehatan. Jumlah bakteri endofit yang berhasil diisolasi adalah 13 isolat yaitu E1, E2, E3,E4,E7,E8, E9, E10, E11, E12 dan E13. Berdasarkan uji aktifitas antibakteri, 6 dari 13 isolat endofit yang berpotensi memberikan aktifitas antibakteri. 5 dari isolat tersebut yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphyl,ococcus aureus dan E8 yang aktifitas nya tinggi dengan diameter zona bening 18.96 mm dan hanya 1 isolat yaitu E7 yang mampu menghambat  Escherichia coli dengan diameter zona bening 14.01 mm

    Pemberian Air Seduhan Bawang Putih terhadap Penurunan Tekanan Darah

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas pemberian air seduhan bawang putih terhadap penurunan tekanan darah lansia hipertensi di Kecamatan Nanggalo Padang.Penelitianini bersifatQuasyEksperimentdengan desainOne Group Pretest Postest, dilakukan diPosyanduLansia RW 01 KelurahanSurauGadangtanggal 19-26 Februari 2014. Populasi berjumlah 70 orang dan sampel 15 lansia hipertensi. Alatpengumpulan data yaitu format pengumpulan data dan lembar observasi yang dianalisa secara univariat dan bivariatdenganuji t test (dependen).Hasil penelitian didapatkanrata-rata tekanan darah sistolik sebelumdansesudah pemberian seduhan bawang putih yaitu165,33±9,9 mmHg dan154±9,1 mmHg, t hitung 12,588. Rata-rata tekanan darah diastolik sebelum dansesudahpemberian seduhan bawang putih 96,66±16,858 mmHgdan94±12,98 mmHg, t hitung 14,492. Ada perbedaan yang signifikan tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum dan sesudah pemberianseduhan bawang putih.Dapat disimpulkan konsumsi seduhan bawang putih dapat menurunkan tekanan darahpada lansia hipertensi. Diharapkan pada kaderdan lansia hipertensi di posyandu agar dapat mengaplikasikan pembuatan seduhan bawang putih untuk hipertensidengankonsumsisetiappagiselama 7 hariberturut-turut. Kata Kunci : Bawang putih; tekanan darah; hipertensi; posyandu; lansiaThis research aims to determine the effectiveness of the provision of water infusion of garlic on blood pressure in elderly hypertensive at Nanggalo Padang.This research is quasy experiment with one group pretest Posttest design, do atRW 01 Elderly IHC  Surau Gadang village dated February 19 to 26, 2014. The population numbered 70 people and 15 elderly hypertensive sample. Data collection tool that formats data collection and observation sheets were analyzed using univariate and bivariate with t test (dependent).Research results show that average systolic blood pressure before and after the infusion of garlic is 165.33±9.9 mmHg and 154±9.1 mmHg, t value 12.588. The average diastolic blood pressure before and after the infusion of garlic 96.66±16.858 mmHg and 94±12.98 mmHg, t value 14.492. There are significant differences in systolic and diastolic blood pressure before and after the infusion of garlic.It can be concluded steeping consumption of garlic can lower blood pressure in elderly hypertension. Expected in the cadres and the elderly hypertension in neighborhood health center in order to apply the manufacture of steeping garlic for hypertension to consume every morning for 7 days.Keywords : Blood pressure; garlic; hypertensi; health center; agin

    Pemberdayaan dan Efikasi Diri Pasien Penyakit Jantung Koroner melalui Edukasi Kesehatan Terstruktur

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penerapan edukasi kesehatan terhadap pemberdayaan dan efikasi diri pasien Penyakit Jantung Koroner (PJK). Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment  yang dilakukan pada bulan Juni – Oktober 2014 di Rumah Sakit Kota Bukittinggi dengan jumlah sampel 26 orang yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok intervensi dan kontrol. Rata-rata pemberdayaan dan efikasi diri pasien PJK meningkat setelah diberi edukasi pada kelompok intervensi sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan ada peningkatan. Rata-rata pemberdayaan dan efikasi diri pasien PJK pada kelompok intervensi didapatkan lebih tinggi bila dibandingkan dengan kelompok kontrol. Ada perbedaan yang bermakna antara pemberdayaan dan efikasi diri sebelum dan sesudah diberikan edukasi pada kelompok intervensi (p = 0,001). Tidak ada perbedaan yang bermakna antara pemberdayaan dan efikasi diri sebelum dan sesudah diberikan edukasi pada kelompok kontrol (p = 0,157; p = 0,213). Ada perbedaan yang bermakna antara pemberdayaan dan efikasi diri pada kelompok kontrol dan intervensi (p = 0,001).Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa edukasi kesehatan terstruktur efektif meningkatkan pemberdayaan dan efikasi diri pasien PJK. Rekomendasi dari penelitian ini diharapkan agar perawat memberikan edukasi terstruktur kepada pasien sedini mungkin saat masuk rumah sakit dan menjadikan sebagai intervensi keperawatan dan memodifikasi sistem pendidikan kesehatan. Kata Kunci : Edukasi Kesehatan, Efikasi Diri, Pemberdayaan, Penyakit Jantung KoronerThis study aims to determine the effectiveness of health education on patient empowerment and self-efficacy of Coronary Heart Disease (CHD). This study used a quasi-experimental design conducted in June - October 2014 in Bukittinggi Hospital with a sample of 26 people who were divided into two groups: intervention and control groups.     Mean of empowerment and self-efficacy CHD patients increased after receiving education in the intervention group and the control group did not show no improvement. Mean of empowerment and self-efficacy of CHD patients was higher in the intervention group compared with the control group. There is a significant difference between empowerment and self-efficacy before and after education in the intervention group (p = 0.001). There is no significant difference between empowerment and self-efficacy before and after education in the control group (p = 0.157; p = 0.213). There is a significant difference between empowerment and self-efficacy in the control and intervention group (p = 0.001).     It can be concluded that structured health education is effectively increase the empowerment and self-efficacy of CHD patients. Recommendations from this study is expected that nurses provide a structured education to patients as early as possible upon admission and make a nursing intervention and modify health education system.Key Word : Health Eduction, Self-efficacy, Empowerment, Coronary Heart Diseas

    AKSES LITERASI MEDIA DALAM PERENCANAAN KOMUNIKASI

    No full text
    Literasi media sangat dibutuhkan agar masyarakat menjadi cerdas harus memiliki kemampuan untuk mengakses, menganalisis, mengevaluasi dan mengomunikasikan pesan. Dalam demokrasi saat ini akan sulit ditegakkan, jika masyarakatnya tidak melek media (literasi media). Media massa salah satu pilar demokrasi yang berperan optimal dalam memproses informasi yang dibutuhkan dalam era terkinian saat ini. Kompetensi literasi media sebagai syarat utama dalam mengelola kemampuan menganalisa struktur pesan dalam mendayagunakan konsep-konsep dasar ilmu pengetahuan untuk memahami konteks dalam ranah bidang tertentu. Media informasi dan literasi media dalam sebuah komunitas yang dapat pola komunikasi dalam proses kerja dan media informasi dalam menghasilkan “isi dan program” yang dia dirikan, akibatnya perencanaan komunikasi sebagai kerangka konseptual dalam proses pembuatan isi dan program literasi media. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan paradigma interpretative. Pertama, telah menemukan content media informasi bahkan mengalami efek budayanya. Kedua, Kompetensi akses media aksi memberikan kontribusi literasi media massa ini sangat berguna bagi kehidupan masyarakat. Dan persyaratan pendamping yang harus ditaati adalah bagaimana literasi media dipergunakan dengan sehat dan teratur. Ketiga, Rangkaian literasi media yang dapat memotivasi penggunanya (bentuk temuan; tipologi konstruksi, ontologis, epistemologis, dan aksiologis) berbagai literasi media dan kompetensi untuk memahami efek di masa depan

    Mekanisme Koping Pada Primipara saat diputuskan SC darurat

    No full text
    Kematian ibu akibat masalah persalinan atau kelahiran terjadi di negara-negara berkembang sebanyak (99%). Sectio caesarea memberikan dampak psikologis pada ibu pasca persalinan. Ibu mengalami persalinan SC tanpa direncanakan atau bersifat darurat mengekspresikan kekhawatiran praoperatif seperti kecemasan. Penelitian kualitatif dengan pendekatan desain fenomenologi deskriptif yang bertujuan untuk mengeksplorasi mekanisme koping primipara pada fase pra operasi SC. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari - Juli 2016 di ruang Kebidanan, dengan jumlah partisipan sebanyak enam orang wanita primipara dengan indikasi darurat SC. Dengan menggunakan tematik analisis metode Colaizi, didapatkan dua tema diantaranya orientasi pada ego dan orientasi pada masalah.  Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa mekanisme koping positif yang diidentifikasi muncul pada partisipan merupakan hasil dari dukungan keluarga berupa pendampingan suami dan dukungan keluarga serta petugas kesehatan. Saran untuk pelayanan kesehatan dapat lebih memperhatikan dalam memberikan asuhan keperawatan psikososial agar ibu tidak jatuh pada kondisi maladapti

    KORELASI PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI DENGAN KECELAKAAN KERJA PADA CREW DRILLING

    No full text
    Personal Protective Equipment (PPE) is one of the way to control occupational safety and health hazard.  PPE is the last risk control to protect workers if control efforts hazard including elimination, substitution of equipment, design, discipline and administration, but the potential risk is still high. This study was purposed to to determine the correlation of using PPE in drilling crew of private (contracted) rig of PT. Pertamina EP Asset Field Jambi which was doing well service to accident in workplace (in the job accident). This study used the cause-effect relationship which there are two variables observed which is influencing variable (independent variable) and affected variable (dependent variable). Subject focused on this study is the total population of 30 drilling crews. The data were analyzed statistically by t-test and correlation test of product moment. Results showed that there is a no strong correlation between wearing PPE and in the job accident. The correlation coefficient of product moment obtained is -0,019, or negative correlation. This negative correlation represents that the relationship between wearing PPE and in the job accident is  reciprocal, the job accident suffered by drilling crew would be higher by the decreasing of level use of personal protective equipment

    ANALISA KEPUASAN SISWA TERHADAP SARANA PRASARANA SEKOLAH MENGGUNAKAN FUZZY LOGIC

    No full text
    Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa terhadap sarana prasarana yang telah dimiliki oleh sekolah, dengan metode logika fuzzy model mamdani yang dibantu oleh software matlab. Fuzzy logic serta perhitungan manual. jika dibandingkan dengan penggunaan himpunan tegas (crisp) penggunaan logika fuzzy merupakan sistem yang linguistik sehingga lebih mudah dan efisien didalam mengkomunikasikannya. Sebagai input yang digunakan adalah 5 variabel yaitu bangunan sekolah, ruang belajar, laboratorium, perpustakaan dan sarana ibadah ditambah tingkat kepuasan sebagai output. Dari hasil yang dicapai nanti akan menggambarkan nilai kepuasan pada setiap variable sehingga dari pengolahan matlab akan menemukan nilai ouput yang dicapai.

    0

    full texts

    179

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta Wilayah X
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇