Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
Not a member yet
    109 research outputs found

    Pengaruh Fragmentasi Peledakan Terhadap Digging Time Optimal Excavator PC 3000 Pada Pembongkaran Lapisan Overburden A-1 di Pit Banko Barat PT. Bukit Asam (Persero), Tbk.

    Get PDF
    Kegiatan pembongkaran overburden di PT. Bukit Asam (Persero), Tbk dilakukan dengan kegiatan pemboran dan peledakan . Pada pit Banko Barat menggunakan peledakan retakan untuk melakukan pembongkaran pada lapisan overburden tersebut. Kendala Pada kondisi saat ini yaitu digging time yang kurang optimal yang diakibatkan dari hasil fragmentasi peledakan, Geometri aktual peledakan yang diterapkan menggunakan burden dan spasi 8 x 9 m, kedalaman lubang tembak 8,16 m serta powder factor 10,25 kg/m 3 . Berdasarkan analisi metode Kuz-Ram maka didapatkan boulder sebesar 16% – 34,50%. Percobaan geometri alternative dilakukan untuk mengatasi masalah boulder yang dihasilkan pada peledakan aktual. Geometri alternative pertama dengan diameter 7,875 Inch , Burden 6 m , spasi 9 m, Kedalaman Lubang Ledak 9,5 m , Powder factor 0,215 Kg/Bcm. Menurut analisis metode Kuz-Ram menghasilkan boulder 0,00000002%. Geometri Alternatif kedua spasi 5 m, burden 5,50 m ,kedalaman lubang ledak 8,9 m, powder factor 0,723 Kg/Bcm. Menurut hasil analisis Metode Kuz-Ram menghasilkan bolder 0 %. Berdasarkan analisis terhadap kedua geometri tersebut maka penggunaan geometri alternative memiliki presentase distribusi boulder hasil peledakan 0%. Dengan tidak adanya boulder maka kolerasi digging time exacavator Komatsu PC 3000 di perkirakan lebih optimal

    PENGOLAHAN AIR LAUT DENGAN MENGGUNAKAN KARBON AKTIF DARI AKAR MANGROVE

    No full text
    Proses pengolahan air laut menggunakan akar mangrove adalah pengolahan air laut sederhana. Penelitian ini dilakukan skala laboratorium menggunakan alat jartest, adsorben yang digunakan karbon aktif buatan dari akar mangrove, sampel air laut di ambil di daerah pantai Paciran, Lamongan. Proses penelitian meliputi pembuatan karbon aktif melalui proses dehidrasi, karbonisasi, dan aktivasi dengan bahan aktivasi HCL dan H 2 SO 4 yang selanjutnya di uji coba secara batch reactor menggunakan alat jartest selama 2 hari. Parameter yang diuji adalah pH, suhu, kadar klorida, dan BOD 5. Hasil dari penelitian menunjukkan aktivasi karbon aktif dari bahan kimia H 2 SO 4 dengan berat karbon aktif 100 gram dapat menurunkan kadar klorida sebesar 15,3% dan kadar BOD 5 sebesar 96,28%, sedangkan aktivasi karbon aktif dari bahan kimia HCL dengan berat karbon aktif 100 gram dapat menurunkan kadar klorida sebesar 13,1% dan kadar BOD 5 sebesar 73,07%. Sehingga adsorben akar mangrove dengan aktivasi H 2 SO 4 dengan berat karbon aktif 100 gram lebih efektif dalam menurunkan kadar klorida dan BOD 5 dari pada adsorben akar mangrove dengan aktivasi HCL dalam mengolah air laut

    ANALISIS REKAYASA NILAI YANG DITERAPKAN PADA PEKERJAAN DINDING DAN RANGKA ATAP DI SDN SUMURWELUT III SURABAYA

    Get PDF
    Tingginya biaya proyek tidak lepas dari pengambilan keputusan tentang penggunaan bahan atau material apa yang akan dipakai. Maka diperlukan sebuah alternatif untuk optimilisasi biaya proyek agar tercapai efisiensi biaya yang menjadi tujuan sebuah proses manajemen proyek. Salah satu cara untuk optimilisasi biaya adalah dengan metode Value Engineering. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan biaya antara bata merah press (panjang 19 cm, tinggi 9 cm, lebar 4 cm) dan bata ringan folcon (panjang 60 cm, tinggi 20 cm, lebar 7,5 cm) untuk pekerjaan dinding dan antara kayu dan baja ringan 0.8 mm untuk pekerjaan rangka atap. Tahapan studi Value Engineering yang dilakukan adalah tahap informasi, tahap kreatif, tahap analisis, tahap pengembangan dan tahap rekomendasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa bata ringan citicon (panjang 60 cm, tinggi 20 cm, lebar 7,5 cm) layak dijadikan alternatif material pengganti bata merah press (panjang 19 cm, tinggi 9 cm, lebar 4 cm) begitu juga baja ringan 0,8 mm lebih layak dijadikan alternatif material pengganti kayu bila ditinjau dari segi biaya. Efisiensi biaya proyek yang terjadi mencapai 16,65% atau sekitar Rp 31.461.552 untuk material fungsi dinding dan 15,65% atau sekitar Rp 7.987.893,08 untuk material fungsi rangka atap.Tingginya biaya proyek tidak lepas dari pengambilan keputusan tentang penggunaan bahan atau material apa yang akan dipakai. Maka diperlukan sebuah alternatif untuk optimilisasi biaya proyek agar tercapai efisiensi biaya yang menjadi tujuan sebuah proses manajemen proyek. Salah satu cara untuk optimilisasi biaya adalah dengan metode Value Engineering. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan biaya antara bata merah press (panjang 19 cm, tinggi 9 cm, lebar 4 cm) dan bata ringan folcon (panjang 60 cm, tinggi 20 cm, lebar 7,5 cm) untuk pekerjaan dinding dan antara kayu dan baja ringan 0.8 mm untuk pekerjaan rangka atap. Tahapan studi Value Engineering yang dilakukan adalah tahap informasi, tahap kreatif, tahap analisis, tahap pengembangan dan tahap rekomendasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa bata ringan citicon (panjang 60 cm, tinggi 20 cm, lebar 7,5 cm) layak dijadikan alternatif material pengganti bata merah press (panjang 19 cm, tinggi 9 cm, lebar 4 cm) begitu juga baja ringan 0,8 mm lebih layak dijadikan alternatif material pengganti kayu bila ditinjau dari segi biaya. Efisiensi biaya proyek yang terjadi mencapai 16,65% atau sekitar Rp 31.461.552 untuk material fungsi dinding dan 15,65% atau sekitar Rp 7.987.893,08 untuk material fungsi rangka atap

    DESAIN WISATA EDUKASI BERWAWASAN LINGKUNGAN DI SURABAYA

    Get PDF
    Wisata edukasi merupakan tempat untuk belajar dan mengetahui lebih banyak mengenai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, dan sebagai salah satu penunjang aktivitas anak, yang terbagi dalam beberapa aktivitas di dalamnya. Dengan adanya wisata edukasi di Surabaya anak diharapkan dapat belajar sambil bermain. Selain itu anak juga dapat Ilmu pengetahuan beserta teknologi di dalamnya, selain itu juga dapat mengenal luas apa saja yang ada di dalam bumi ini dan bagaimana sejarahnya. Taman Pintar merupakan salah satu alternatif wisata edukasi berupa wadah yang memadukan rekreasi dan edukasi. Dewasa ini taman – taman di kota Surabaya banyak yang mengalami perubahan fungsi dan antara sekian banyak taman di Surabaya masih belum ada unsur edukasi. Nilai yang diutamakan dalam pembangunan taman di Surabaya hanya sebagai wadah wisata yang murah. Dari segi aspek tempat wisata, Surabaya sendiri masih belum tercetus untuk membuat wisata berbasis edukasi. Rata-rata tempat wisata di Surabaya hanya mengedepankan masalah sejarah, kuliner dan potensi kota. Dalam penelitian studi kasus lapangan menggunakan metode deskriptif, penelitian deskriptif yaitu penelitian yang bertujuan menyajikan gambaran fenomena atau kenyataan sosial, gejala, umumnya dilakukan dengan metodasurvey, wawancara, pengamatan, studi banding. Lokasi yang digunakan daerah Surabaya Timur tepatnya dijalan Ir. Soekarno Hatta. Sedangkan pendekatan desain yang dipakai adalah arsitektur berwawasan lingkungan dengan konsep makro estetis berkelanjutan. Pemilihan tema Arsitektur Berwawasan lingkungan dengan konsep makro edukasi komunikatif dikarenakan Taman Pintar merupakan wadah edukasi untuk mendayagunkan serta meningkatkan kualitas pendidikan diluar sekolah di Surabaya. Hasil rancangan dari transformasi konsep lahan menghasilkan tatanan lahan dengan pola linier yang memberi kelebihan dari segi sirkulasi yang terarah dan efektif. Sedangkan desain bentuk bangunan menggunakan image dengan karakteristik bentuk bangunan yang unik selain juga memperhatikan tema berwawasan lingkungan dengan memaksimalkan potensi tapak. Aspek ruang dirancang ekspresif agar menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Secara keseluruhan desain bangunan Taman Pintar diharapkan menjadi wisata edukasi yang mampu memberi timbal balik positif ke lingkungan dan sekitarnya sehingga menjadi bangunan yang edukati, ramah lingkungan dan berkelanjutan.

    KOMBINASI PASIR LUMAJANG DAN PASIR BANGKALAN DITINJAU DARI KUAT TEKAN BETON NORMAL

    Get PDF
    Kabupaten Bangkalan memiliki agregat yang berpotensi untuk digunakan campuran beton berupa agregat halus (pasir) dan agregat kasar (kerikil). Pasir Bangkalan memiliki struktur yang sangat halus ,sehingga material ini jarang digunakan sebagai bahan campuran beton karena dengan struktur yang halus kualitas beton yang di hasilkan akan menjadi kurang baik. Dari hasil pengujian sifat fisis pasir dari Kabupaten Bangkalan diperoleh Berat Jenis pasir 2,50 , Resapan pasir 3,30 % , Kadar lumpur pasir 15,38 % tidak memenuhi standar maka pasir harus dicuci. Setelah dicuci kadar lumpur pasir 3,44% ,gradasi butiran berada pada zona 4 kategori pasir agak halus, sedangkan hasil pengujian kuat tekan beton dengan menggunakan agregat dari Kabupaten Bangkalan maksimum 14,41 Mpa dengan faktor air semen 0,4.dalam hal ini kuat tekan beton dengan menggunakan agregat dari Kabupaten Bangkalan belum mencapai beton normal dengan kuat tekan karakteristik 20 Mpa,dikarenakan butiran agregat halus terlalu halus. Untuk mencapai kuat tekan beton normal dengan menggunakan agregat dari Kabupaten Bangkalan,pada penelitian ini menggunakan pasir dari Kabupaten Bangkalan dikombinasi dengan pasir dari Lumajang 10% - 50% . Dari hasil penelitian tersebut diperoleh kuat tekan beton dengan komposisi pasir Lumajang 10% + 90% pasir Bangkalan kuat tekannya 21,567 N/mm² , pasir Lumajang 20% + 80% pasir Bangkalan 24,120 N/mm 2 , pasir Lumajang 30% + 70% pasir Bangkalan adalah 26,046 N/mm 2 , pasir Lumajang 40% + 60% pasir Bangkalan adalah 27,459 N/mm 2, pasir Lumajang 50% + 50% pasir Bangkalan adalah 28,023 N/mm 2 . Dengan menggunakan komposisi pasir Lumajang dan pasir Bangkalan memenuhi kuat tekan yang telah ditentukan sebesar 20 Mpa, maka dapat disimpulkan bahwa kobinasi pasir dari Kabupaten Bangkalan dengan Pasir dari Kabupaten Lumajang dengan agregat kasar dari Bangkalan mengalami peningkatan yang signifikan

    PENGARUH DIMENSI TOWER TERHADAP UNJUK KERJA PADA SOLAR UPDRAFT TOWER

    Get PDF
    Solar energy is one source of renewable energy that can be utilized for power generation. One way is to build Solar Updraft Tower (SUT) that utilizes heat from the sun to change the air density becomes lighter and then collected by the collector, then the moving air is directed through the tower. The moving air will rotate the turbine and the generator located inside the tower. But for the manufacture of this SUT requires a very wide area. In order to reduce the use of area used, this research will observe the effect of tower dimension on SUT performance. There are two research methods used. The first is by analytical calculation as well as the second is by making test experiments. Experimental testing is actually done by using solar energy to know the phenomenon of heat transfer by convection on SUT as energy conversion tool. In the design of this prototype using mica plastic as collector and PVC pipe as tower. Experiment was done in the morning until the afternoon to get better results. From the results found that the greater the height and diameter of the tower, the greater the mechanical power that can be utilized by SUT

    PENGARUH VARIASI SUDUT β DAN FINNED TUBE PADA FLAT-PLATE SOLAR WATER HEATER UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI KOLEKTOR

    No full text
    Solar water heater merupakan salah satu contoh teknologi terbarukan yang bersumber dari matahari. Proses transfer panas berlangsung dengan memanfaatkan radiasi matahari yang diserap oleh solar water heater untuk kemudian diteruskan kepada air sebagai media yang dipanaskan. Parameter untuk mengetahui performa dari sebuah solar water heater dapat dilihat dari efisiensi termal kolektor. Untuk meningkatkan efisiensi termal kolektor tersebut dapat dilakukan dengan cara menambahkan fin pada pipa agar luasan perpindahan panasnya meningkat. Penelitian dilakukan dengan membuat model eksperimen pengujian solar water heater dengan menambahkan annular fin pada pipa serta dapat diatur sudut kemiringan kolektornya. Pengujian dilakukan secara aktual di ruang terbuka agar solar water heater terkena sinar matahari langsung. Sudut kemiringan kolektor di atur pada sudut β = 20°, 25°, dan 30° dengan variabel kontrol laju aliran air sebesar 75 L/jam, 100 L/jam, dan 125 L/jam. Pengujian dilakukan selama 6 jam mulai pukul 09.00 sampai dengan pukul 15.00. Pengujian dengan pipa tanpa fin juga dilakukan sebagai pembanding dengan pipa yang menggunakan annular.fin. Dari hasil pengujian yang dilakukan diperoleh efisiensi termal kolektor tertinggi 58% terjadi pada variasi menggunakan pipa yang ditambah annular.fin dengan sudut β = 20° serta laju aliran air 125 L/jam

    STUDI EKSPERIMEN THREE ELEMENT CONTROL PADA TANGKI BAHAN BAKAR DENGAN METODE FEEDBACK – FEEDFORWARD MENGGUNKAN SIMULINK

    Get PDF
    Tanki bahan bakar pada pembangkit merupakan salah satu komponen penting dalam suatu proses pembangkitan. Tangki ini akan mensuplai bahan bakar untuk mesin pembakaran. Metode yang digunakan dalam sistem ini yaitu dengan feedback – feedforward dan pengendalian yang digunakan adalah three element control yang mana konfigurasinya terdapat pemnambahan feedwater flow control. Performansi yang diharapkan adalah secara kuantitas (ditunjukkan dari besar Integral Absolute Error (IAE) yang kecil) dan secara kualitas (maximum overshoot yang kecil, settling time yang kecil dan error steady state yang kecil pula)  Serta dengan menerapkan pemodelan Simulink yang mana dapat digunakan sebagai sarana pemodelan, simulasi, dan analisa dari sistem dinamik yang bertujuan menjaga setpoint level sebesar 70%. Dari data yang didapatkan dengan metode Ziegler – Nichols untuk mencapai setpoint sebesar 70% yaitu waktu settling time sebesar 8s, nilai maximum overshoot sebesar 18.4% dari nilai setpoint yang ditetapkan  dan error steady state sebesar 1.09%

    ANALISIS KEKUATAN TARIK DAN KARAKTERISTIK XRD PADA MATERIAL STAINLESS STEEL DENGAN KADAR KARBON YANG BERBEDA

    Get PDF
    AISI 304 dan AISI 304 L merupakan jenis stainless steel yang paling umum yang biasanya digunakan sebagai material pertahanan dan industri tenaga nuklir karena sifat ketahanan korosinya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sifat mekanik dan karakteristi XRD dari kedua stainless steel tersebut. Pengukuran dilakukan pada stainless steel AISI 304 dan 304 L tanpa perlakuan sebelumnya. Sifat-sifat mekanik stainless steel 304 lebih baik dibanding AISI 304 L secara umum, ditunjukkan oleh kekutan tarik 466.67 MPa dibandingkan dengan 410.67 MP dan kekuatan patah pada 410.26 Mpa dengan 384 MPa, walaupun kekuatan luluh pada AISI 304 lebih rendah daripada AISI 304 L dengan 353.85 MPa dibanding 368 MPa. Karakterisasi XRD digunakan untuk mengetahui fasa yang terbentuk pada SS dan didukung dengan penjujian komposisi EDX untuk mengetahui persen karbon pada AISI 304 dan AISI 304 L yang berhubungan dengan ketahanan korosi pada stainless steel itu sendiri. Stainless steel AISI 304 L mempunyai persen karbon yang lebih rendah daripada stainless steel AISI 304, ini berarti bahwa stainless steel AISI 304 L lebih tahan korosi dibanding dengan stainless steel AISI 304.Kata kunci: stainless steel, AISI 304, AISI 304 L, kadar karbon, kekuatan tari

    ANALISIS STRATEGI PERPANJANGAN GARANSI DALAM PENINGKATAN PROFIT YANG MAKSIMAL BAGI PRODUSEN DAN RETAILER

    Get PDF
    ABSTRACT Warranty is part of the after sales service as a guarantee to the customer of the product purchased. It also contributes to increased profits for manufacturers and retailers who sell the products. The length of warranty period can be used as benchmark for measuring product quality. Provision of warranties incurs additional costs for manufacturers and retailers, where additional costs can be include with product prices or exclude from product prices. Research aims is to analyze the warranty extension strategy to maximizing profit for producers and retailers. The research method is used a warranty model consist of two level supply chain model which adopted from Bian Model. Warranty extension strategy by manufacturer is to offer a basic warranty to customer with the free replacement warranty type, which means manufacturer will replace the defective product during the warranty period. While retailer is offering several warranty options for customer as warranty extension strategy. The results of warranty extension strategy analysis indicate that free replacement warranty with warranty cost exclude from product prices provides optimal profit for retailers and manufacturer. Keyword: After sales service, extended warranty strategy. ABSTRAK Garansi merupakan bagian dari after sales service (layanan purna jual) berupa jaminan untuk customer terhadap produk yang dibeli. Garansi juga memberikan kontribusi  peningkatan profit  bagi produsen dan retailer yang menjual produk tersebut. Jangka waktu  garansi  dapat dijadikan landasan mengukur kualitas suatu produk. Pemberian garansi menimbulkan tambahan biaya bagi produsen maupun retailer, dimana tambahan biaya bisa digabung dengan harga produk atau terpisah dengan harga produk. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisa strategi perpanjangan garansi dalam peningkatan profit yang maksimal bagi produsen dan retailer. Metode penelitian dilakukan dengan membangun sebuah model garansi dua level supply chain yang diadopsi dari Model Bian. Strategi perpanjangan garansi yang dilakukan produsen berupa menawarkan garansi dasar kepada customer dengan jenis garansi Free Replacement Warranty, yaitu produsen mengganti produk rusak selama masa garansi. Sedangkan strategi perpanjangan garansi yang dilakukan oleh retailer berupa penawaran beberapa pilihan garansi  untuk customer. Hasil analisis model strategi perpanjangan garansi menunjukan bahwa strategi yang memberikan profit optimal bagi retailer dan produsen adalah pemberian perpanjangan garansi dengan jenis garansi Free Repairment Warranty dengan biaya garansi terpisah dari harga produk. Kata kunci: Layanan Purna Jual, Strategi Perpanjangan Garans

    92

    full texts

    109

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇