Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
Not a member yet
109 research outputs found
Sort by
ANT COLONY OPTIMIZATION PADA KLASIFIKASI MANGGA GADUNG DAN MANGGA MANALAGI
Contoh jenis mangga yang dapat dimanfaatkan untuk bahan pangan adalah mangga gadung dan mangga manalagi. Pada penelelitian ini diambil topik tentang klasifikasi mangga gadung dan mangga manalagi. Proses pengenalan daun mangga gadung dan mangga manalagi dilakukan berdasarkan deteksi tepi citra dari struktur daun mangga. Pada proses deteksi tepi digunakan metode ant colony optimization (ACO) yang menggantikan deteksi konvensional. Penerapan metode ant colony optimization berhasil mengoptimalkan hasil deteksi tepi struktur tulang daun mangga. Hal ini ditunjukkan dari hasil deteksi tepi struktur tulang daun yang lebih tebal dan lebih detail dibandingkan menggunakan deteksi tepi Roberts atau Sobel. Hasil uji coba klasifikasi dengan menggunakan metode k-nearest neighbor didapatkan akurasi 67,5%. Kata kunci: ant colony optimization, deteksi tepi, klasifikasi, k-nearest neighbor
“COMPOST C-PRESS” (CUT AND PRESS) Solusi Peningkatkan Kualitas Pupuk Kompos PUSDAKOTA, Surabaya
Sebagian besar sampah yang dihasilkan di masyarakat merupakan sampah organik yaitu sampah yang terdiri dari sisa-sisa sayuran dan daun kering. PUSDAKOTA, Rungkut, Surabaya merupakan salah satu tempat pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos. Hingga kini proses di PUSDAKOTA masih menggunakan cara manual dalam proses pembuatan pupuk kompos. Butiran material masih berukuran besar dan kadar air masih cukup banyak, sehingga waktu pembuatan pupuk relatif lama dan kualitasnya tidak optimal. Melalui Program Kreativitas Mahasiswa ini, kami merancang alat COMPOST C-PRESS (Cut and Press) yang memiliki efisiensi dan efektivitas tinggi untuk meningkatkan kualitas pupuk kompos. Alat ini dilengkapi pencacah untuk memperkecil dan memperhalus butiran serta pengepress guna mengurangi kadar air secara optimal. Pada tahap awal pengerjaan, dilakukan pengamatan di mitra untuk mengetahui permasalahan yang ada. Kemudian dilakukan perancangan alat untuk mengatasi masalah tersebut berdasarkan studi literatur yang ada. Tahap berikutnya adalah pembuatan alat yang termasuk pencarian bengkel, material-material serta pengawasan terhadap pengerjaan alat. Setelah alat sudah jadi, dilakukan pengujian untuk melihat kinerja alat. Setelah hasil pengujian dirasa baik, maka penggunaan alat diterapkan pada mitra dan dibuat laporan mengenai program ini. Dengan adanya alat ini proses pembuatan pupuk kompos dapat diselesaikan dalam 25 hari, padahal secara manual pekerja menyelesaikannya selama 1,5 bulan.
ESTIMASI BEBAN EMISI SO2 DAN NOx DARI KEGIATAN INDUSTRI DI KARANG PILANG SURABAYA
Perkembangan industri di Kota Surabaya yang begitu pesat berdampak pada meningkatnya konsumsi energi. Peningkatan konsumsi energi secara tidak langsung berpotensi menyebabkan penurunan kualitas udara. Gas buang sisa kegiatan industri menimbulkan emisi yang dapat mengakibatkan kualitas udara menurun. Gas polutan yang dihasilkan dari kegiatan industri antara lain adalah SO 2 dan NO x . Penelitian ini menghitung beban emisi SO 2 dan NO x dari kegiatan industri di Karang Pilang Surabaya. Data industri berupa bahan bakar atau konsumsi energi dan peralatan produksi penghasil emisi berasal dari Badan Lingkungan Hidup Kota Surabaya. Penelitian ini mengambil 21 sampel lokasi industri di Karang Pilang Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan total beban emisi SO 2 dari kegiatan industri di Karang Pilang Surabaya adalah 247,45 ton/tahun dan NO x adalah 99,56 ton/tahun. Konsumsi energi berupa listrik merupakan penghasil emisi SO 2 terbesar di Kawasan Industri Karang Pilang Surabaya dengan 126,79 ton/tahun, sedangkan emisi NO x lebih banyak dihasilkan dari konsumsi energi berupa batu bara yaitu sebesar 54,66 ton/tahun
PERENCANAAN DAN PEMBUATAN TURBIN PROPELLER UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HIDRO (PLTMH)
ABSTRAK Penelitian ini mengembangkan turbin hidro yang sesuai untuk tinggi jatuh rendah dan debit kecil. Di Indonesia terdapat lebih dari 19.000 jaringan irigasi dengan lebih 100.000 buah bangunan terjun yang dapat dikembangkan untuk pltmh (pembangkit listrik tenaga mikro hidro) dengan turbin hidro yang sesuai. Pengembangan turbin hidro terdiri dari beberapa tahapan, meliputi : pengukuran data primer untuk menentukan debit desain dan tinggi jatuh hidrolik, pemilihan tipe turbin, desain hidrolik dan desain mekanik komponen-komponen turbin, pabrikasi komponen-komponen turbin hidro hasil desain dan pengujian. Hasil penelitian ini adalah debit desain (Q) 700,00 l/ dt, total tinggi jatuh hidrolik (H) 6,30 m dan tipe turbin propeller poros horizontal. Dimensi komponen turbin meliputi : diameter sudu turbin 429 mm dan diameter hub 171 mm, diameter bagian pemasukan sudu pengarah aliran permanen 662,30 mm, jarak sudu pengarah aliran 208 mm dan diameter poros turbin 52,67 mm dengan panjang poros turbin 1500 mm. Efisiensi turbin (ηt) = 0,82 menghasilkan daya (P) = 32,68 kWatt. Kata kunci: Jaringan irigasi, pltmh, turbin propelle
KAITAN LOKASI TERHADAP KEBERHASILAN KEBERLANJUTAN SENTRA KULINER DI SURABAYA
Penataan dan pemberdayaan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya mengalami pergeseran, dari pembinaan dan pemberdayaan setempat berubah ke penataan dan pemberdayaan PKL dengan melakukan relokasi PKL ke dalam Sentra., khususnya PKL makanan yang disebut dengan Sentra Kuliner. Penataan tersebut dapat mewujudkan lingkungan yang bersih, teratur dan memberi rasa aman bagi PKL didalamnya terhadap keberlanjutan usahanya. Sejak tahun 2008 hingga awal 2017 telah terbangun 43 Sentra Kuliner yang tersebar di Surabaya, dan jumlah ini akan terus bertambah. Namun kenyataannya ada beberapa Sentra Kuliner yang ramai dikunjungi pengunjung tetapi ada juga beberapa yang sepi pengunjung, sehingga PKL yang berada didalamnya terancam tutup. Jika suatu Sentra Kuliner tutup maka dikhawatirkan PKL tersebut akan kembali ke tempat semula dan permasalahan PKL terhadap kota akan terulang kembali. Ada banyak aspek yang berpengaruh terhadap keberlanjutan Sentra Kuliner salah satunya adalah faktor lokasi. Lokasi dapat berupa kedekatan lokasi Sentra Kuliner dengan tempat kediaman pengunjung dan kedekatan lokasi Sentra Kuliner dengan lokasi asal PKL sebelum relokasi. Penelitian kualitatif yang dilakukan dengan melakukan pengamatan terhadap Sentra Kuliner yang cukup ramai dan Sentra Kuliner yang sepi pengunjung. Pengamatan didukung dengan hasil kuisioner yang disebarkan ke pengunjung dan PKL. Hasil analisa akan menunjukkan keterkaitan antara lokasi dengan keberhasilan usaha Sentra Kuliner di Surabaya
PERANCANGAN THREE ELEMENT CONTROL PADA TANGKI TERTUTUP DENGAN METODE PENGENDALIAN FEEDBACK – FEEDFORWARD MENGGUNAKAN SCADA
Abstrak Pengendalian level merupakan suatu langkah untuk mempertahankan nilai ketinggian air agar tetap stabil sesuai dengan nilai yang diinginkan. Terdapat 3 jenis sistem pengendalian elemen yang digunakan untuk pengendalian level pada tangki yakni : Single Element Control, Two Element Control dan Three Element Control. Pada penelitian ini akan merancang pengendalian Three Element Control pada sebuah tangki tertutup. Three Element Control merupakan pengendalian terlengkap yaitu dengan menambah pengendalian terhadap pressure. Jadi, Three Element Control adalah sebuah sistem yang mengendalikan level, flow dan pressure. Pada sistem yang digunakan ditambahkan metode pengendalian berupa feedback – feedforward. feedforward dapat secara langsung mengoreksi perubahan load yang terjadi walaupun akan tetap timbul error, error yang kecil inilah yang kemudian dikoreksi oleh sistem feedback sehingga dibutuhkan feedback untuk mengatasi hal tersebut. Control valve sejumlah 2 buah digunakan sebagai input dan kobocoran, level air pada tangki nanti akan mengendalikan control valve input sedangkan pressure udara pada tangki akan digunakan untuk mengatur bukaan solenoid valve yang digunakan sebagai kebocoran pada tangki. Nilai debit aliran kebocoran akan terbaca oleh flowmeter yang kemudian akan dikalkulasikan dengan level air yang berada di tangki untuk mengatur bukaan control valve input. Pengendalian Three Element Control nantinya akan dikendalikan dengan menggunakan PLC melalui SCADA. Hasil yang diharapkan pada penelitian ini ialah Three Element Control pada tangki sesuai dengan yang diinginkan yaitu mempertahankan ketinggian air pada tangki sesuai setpoint yang diatur.
Implementasi Fuzzy Logic Controller untuk Meredam Ayunan pada Prototipe Gantry Crane
Pengendalian gantry crane secara manual (on/off), pergerakkan gantry crane dapat menimbulkan ayunan. Ayunan ini berpotensi untuk mengubah posisi crane menjadi tidak akurat serta dapat menyebabkan isi dalam container menjadi rusak. Penelitian ini mengimplementasikan metode Fuzzy Logic Controller untuk meredam ayunan yang ditimbulkan dari pergerakkan crane pengontrolan manual. Metode yang dirancang telah diterapkan secara langsung pada prototipe gantry crane. Pada sistem yang dirancang menerapkan metode Fuzzy Logic Controller (FLC) yang memiliki 4 membership function sensor jarak dan 5 membership function sensor sudut sebagai input. FLC dirancang menggunakan 20 aturan dengan metode defuzzikasi yaitu MOM (Mean of Maximum) untuk mendapatkan nilai rata-ratanya yang akan dijadikan nilai keluaran yang dikonversi menjadi sinyal PWM untuk mengerakan motor pada trolley. Dari hasil penerapan metode FLC yang pada prototipe gantry crane untuk meredam ayunan didapat bahwa ayunan terjadi pada percobaan beban 500gr yaitu 3.35° rentang positif dan -4.71 rentang negatif dengan lama waktu ayunan untuk stabil 30s. Pada percobaan 1000gr memiliki ayunan rentang positif yaitu 2.81° dan memiliki ayunan rentang negatif yaitu -3.93° dengan lama waktu untuk 39s. Pada percobaan 1500gr memiliki ayunan yaitu 2.81° rentang positif dan -2.36° rentang negatif dengan lama waktu ayunan untuk stabil 27s. Sedangkan percobaan 2000gr memiliki ayuanan yaitu 2.69° rentang positif dan -3.41° rentang negatif dengan lama waktu ayunan untuk stabil 52s. dari hasil percobaan didapat bahwa hasil pada percobaan 1500gr memiliki ayunan yang stabil dari kedua sisinya dengan lama waktu ayunan untuk stabil lebih singkat
PENGGUNAAN PENGOLAHAN CITRA DIGITAL DENGAN ALGORITMA EDGE DETECTION DALAM MENGIDENTIFIKASI KERUSAKAN KONTUR JALAN
ABSTRACT Road infrastructure that is at any time passed by a motor vehicle which is an important means of speeding road users to get to their destination. The increase of motor vehicles in each year is increasing by around 10.3% of the total number of vehicles 94 million units in 2013 [4]. Roads as access through motor vehicles need to be given attention for the comfort and safety of road users. Damage to road infrastructure can cause an accident hazard, data is denied in 2015, about 24 thousand incidents of road accidents one of which is caused by road damage, Where one of them is the potholes. The identification of road damage, especially potholes, is one of the efforts to minimize road users' accidents. Using digital image processing using the method used to identify perforated path using edge detection algorithm. With this system can identify damage to road contour especially road hole well with accuracy above 80% with still image Keywords: Digital image processing, Edge detection algorithm, pothole ABSTRAK Infrastuktur jalan yang setiap saat dilalui oleh kendaraan bermotor yang merupakan sarana penting mempercepat penggguna jalan untuk sampai ke tempat tujuannya. pertambahan kendaran bermotor pada setiap tahunnya makin bertambah berkisar 10,3% dari total jumlah kendaraan 94 juta unit tahun 2013[4]. Jalan sebagai akses yang dilewati kendaraan bermotor perlu mendapat perhatian untuk kenyamanan dan keamanan pengguna jalan. kerusakan infrastruktur jalan dapat menyebabkan bahaya kecelakaan, data ditlantas tahun 2015, sekitar 24 ribu kejadian kecelakaan di jalan salah satunya disebabkan oleh kerusakan jalan, dimana salah satunya yaitu jalan berlubang. Identifikasi kerusakan jalan khususnya jalan berlubang merupakan salah satu upaya untuk menggurangi kecelakaan pengguna jalan. Mengunakan proses pengolahan citra digital dengan metode yang digunakan untuk mengidentifikasi jalan berlubang menggunakan algoritma edge detection. Dengan system ini dapat mengidentifikasi kerusakan kontur jalan khususnya jalan berlubang secara baik dengan akurasi diatas 80% dengan pengambilan gambar diam Kata kunci: Pengolahan citra digital, algoritma Edge detection, jalan berluban
Pengaruh Suhu dan Waktu Furnace Dalam Pembuatan MgCl2.6H2O dari Bittern
Bittern atau air tua adalah lanjutan sisa proses pembuatan garam yang kaya Mg2+ sehingga penelitian tentang bittern menjadi bahan baru yang lebih bermanfaat. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan proses magnesium chloride hydrate dari bittern dengan kadar kemurnian yang tinggi serta mendapatkan jenis Kristal. Penelitian ini diawali dengan mereaksikan NaOH 7,5% ke dalam bittern. Kemudian didiamkan selama 1 jam, selanjutnya diaduk dengan kecepatan 300 rpm selama 1 jam setelah itu dilakukan pengendapan. Endapan yang diperoleh dicuci dengan NaCl 3,5% dan aquadest, kemudian endapan direaksikan dengan HCl yang dilanjutkan proses pemanasan untuk mendapatkan endapan magnesium chloride hydrate. Endapan yang terbentuk dikalsinasi menggunakan furnace dengan suhu 150, 200, 2500C selama 1; 1,5; 2 jam. Kemurnian magnesium chloride hydrate 100% diperoleh pada suhu 1500C selama 1 jam dengan jenis Kristal Hexagonal
ANALISIS PENGARUH FAKTOR MOTIVASI PEKERJA BERPENDIDIKAN RENDAH TERHADAP KEPUASAN BEKERJA DI KLASTER UKM SIDOARJO JAWA TIMUR
Saat ini UKM manufaktur memiliki perkembangan yang sangat pesat dan persainganpun juga semakin ketat. Faktor penentu dari keunggulan usaha ini adalah sumber daya manusia, sehingga peningkatan kinerja dan motivasi karyawan menjadi program yang sangat penting di UKM. Setiap UKM selalu ingin mencapai tingkat produktivitas tinggi. Salah satu cara untuk mencapai produktivitas adalah dengan memberikan pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhan yang dimiliki oleh karyawan. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan motivasi kerja dan sekaligus untuk meningkatkan kepuasan kerja karyawan itu sendiri. Dengan demikian karyawan tersebut tidak merasa terbebani dengan tugas yang diembannya dan menikmati pekerjaan yang dilakukannya sehingga berdampak pada kemauan dan kemampuan untuk bekerja sehingga secara tidak langsung berdampak pada produktivitas karyawan. Dalam peningkatan kualitas manusia dan kualitas kehidupan kerja dimana tercermin pada peningkatan kepuasan kerja perlu dilakukan secara terus-menerus. Keterlibatan dan dan dedikasi karyawan merupakan hal yang sangat penting peranannya dalam menjaga konsistensi produksi dan kualitas produk. Terciptanya loyalitas karyawan akan menjamin bahwa karyawan tidak keluarnya dari UKM, penurunan produktivitas dan pemogokan kerja. Sidoarjo merupakan kabupaten yang memiliki banyak UKM dengan berbagai jenis usaha antara lain pengolahan kulit untuk sepatu, tas, dompet, jaket dn sebagainya, UKM di bidang kerajinan kayu, mainan, asesoris, dan sebagainya. Dimana UKM ini mampu menyera tenaga kerja yang mayoritas berpendidikan rendah yaitu tamatan SD atau SMP. Penelitian ini berupaya menggali faktor-faktor yang memotivasi pekerja UKM ini dalam bekerja sehingga dapat diketahui faktor-faktor kepuasan kerja karyawan tersebut, dengan demikian dapat dijadikan sebagai suatu usulan bagi pemilik UKM untuk bisa merumuskan suatu strategi pengelolaan karyawan yang baik guna memperoleh produktivitas kerja yang tinggi