Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
Not a member yet
109 research outputs found
Sort by
TINJAUAN POSISI INDUSTRI TEKSTIL DAN PRODUK TEKSTIL INDONESIA DALAM GLOBAL VALUE CHAIN
Globalisasi pada bidang ekonomi telah mendorong terdistribusinya proses perwujudan barang maupun jasa ke berbagai negara secara global dimana konsep baru tersebut dikenal dengan Global Value Chain (GVC). Partisipasi dalam GVC sangat penting bagi perkembangan ekonomi suatu negara dan telah teridentifikasi bahwa tekstil dan produk tekstil (TPT) merupakan satu-satunya komoditas ekspor dimana semua langkah strategis untuk peningkatan partisipasi dalam GVC dapat diaplikasikan. Namun, komoditas tersebut saat ini bukanlah primadona sehingga diperlukan tinjauan posisi dalam perspektif GVC sebagai masukan bagi Pemerintah dalam menentukan arah kebijakan yang lebih baik bagi komoditas tersebut. Terdapat tiga indikator untuk meninjau peran suatu negara dalam GVC. Pertama, Index of Participation menunjukkan bahwa industri TPT Indonesia mempunyai partisipasi yang baik dengan angka indeks 2,6. Namun, berada jauh di bawah Vietnam dan Kamboja sebagai peringkat pertama dan kedua dengan indeks 14,2 dan 10,8. Hal tersebut dikarenakan berbagai hambatan produksi. Kedua, Index of the number of production stages, menunjukkan bahwa panjang GVC pada industri tersebut sama dengan rata-rata dunia dengan indeks 2,4. Ketiga, Index of distance to final demand, menunjukkan bahwa industri tersebut mengarah ke hilir dengan indeks yang rendah yaitu 1,5. Ketiga indikator menunjukkan bahwa industri TPT Indonesia sebenarnya telah berada pada jalur yang benar namun perlu lebih berfokus pada aktivitas penelitian dan pengembangan serta desain di hulu serta usaha pemasaran di hilir untuk bisa memperoleh nilai tambah yang terbesar sekaligus meningkatkan posisinya dalam GVC
ANALISIS SISTEM DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK MENGGUNAKAN TOTAL HARMONIC DISTORTION (THD)
Beberapa tahun terakhir ini beban listrik banyak yang berubah yaitu dari beban linier menjadi non linier. Perubahan beban tersebut memunculkan berbagai permasalahan seperti Kualitas daya yang kurang baik, efisiensi, ketidak cocokan pengukuran, kehandalan sistem dan kerusakan peralatan-peralatan listrik yang ada. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai Total Harmonic Distortion (THDv dan THDi) dengan menggunakan software ETAP 12.6. Evaluasi pada nilai total harmonik sebenarnya untuk digunakan mendesain atau menambahkan filter harmonik Jenisfilter yang dapat digunakan adalah single tuned karena filter ini dapat bekerja satu frekuensi,filter ini termasuk ekonomis dan orde harmoni tetapi dominan muncul adalah orde 5. Pada frekuensi yang telah ditetapkan. Hasil pengukuran dan analisis sebelum terpasang kapasitor bank menunjukkan bahwa nilai dari THDi sebesar 8,7 % di Bus 1.0 (Trafo 1) dan melebihi batas yang ditentukan IEEE519-1992 yaitu sebesar 8 %. Dan setelah terpasang kapasitor nilai dari THDv dan THDi mengalami kenaikan hampir di semua Bus, yang tertinggi yaitu di Bus 1.0 (Trafo 1) dengan nilai THDv sebesar 8,58 % dan THDi sebesar 23 %. Dari hasil penelitian maka di perlukan pemasangan filter harmonisa untuk mengurangi nilai THDv dan THDi. Dan dilakukan perhitungan besarnya nilai R, L dan C yang di butuhkan sehingga dapat dilakukan perancangan akan besarnya kapasitas filter harmonisa. Dan dari hasil simulasi tersebut dapat diketahui bahwa terjadi penurunan nilai THDv sebesar 7,47 % dan THDi sebesar 21,27 % di Bus 1.0 (Trafo 1) , Sehingga dengan melakukan perbaikan kualitas daya dan pemasangan filter harmonisa akan meminimalkan gangguan yang akan muncul pada suatu sistim kelistrikan
RANCANG BANGUN APLIKASI SMARTWATCH “SCHEDULLING ACTIVITIES” MENGGUNAKAN MODEL MOBILE-D
Smartwatch merupakan salah satu teknologi yang berkembang didunia. Perkembangan smartwatch dunia juga mempengaruhi penggunaannya di Indonesia. Pengguna Smartwatch didunia hanya sebesar 0.1% dari pengguna smartphone didunia yang sebesar 1914.6 juta pengguna, padahal perkembangan teknologi smartwatch sendiri semakin hari semakin bertambah. Smartwatch merupakan jam tangan pintar yang menggunakan sistem operasi android wear. Dengan menggunakan smartwatch pengguna mendapatkan fungsi utama jam tangan beserta kelebihan lainnya seperti kalkulator, pedometer, informasi waktu minum air dan lain-lainnya. Penggunaan smartwatch juga dapat membantu penggunya dalam berbagai kegiatan, salah satunya adalah penjadualan aktifitas setiap hari. Aplikasi penjadualan aktifitas berbasikan smartwatch dapat membantu pengguna dalam mengingat dan menentukan kegiatan setiap harinya dengan memasukkan jadual kegiatan pada sebuah smartphone dan informasi kegiatan akan dimunculkan pada smartwatch yang digunakan pengguna. Dengan keadaan seperti ini, maka pengguna selalu dapat melihat informasi yang muncul setiap ada janji yang akan berlangsung setiap harinya. Mobile-D merupakan salah satu model pengembangan apikasi yang digunakan dalam pengembangan aplikasi ini. Dengan lima kegiatan utama: Explore, Initialize Productionize, Stabilize dan System Test & Fix menjadikan mobile-d sebagai model pengembangan yang cocok dalam pengembangan aplikasi berbasiskan android. Aplikasi Smartwatch yang dikembangkan telah berhasil dan diuji pada dua buah smartwatch Lemfo Lem5 dan Asus Zenwatch. Uji aplikasi menggunakan teknologi bluetooth yang ada pada smartwatch dan dihubungkan dengan bluetooth dari smartphone.Dari hasil uji, aplikasi dapat berjalan baik pada kedua smartwatch yang berbeda dan fungsi-fungsi aplikasi juga telah berjalan sesuai dengan rencan
APLIKASI AGEN CERDAS UNTUK PEMBELAJARAN PEMPROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK BERBASIS NATURAL LANGUAGE PROCESSING (NLP)
Adanya sentuhan teknologi pada pembelajaran laboratorium menjadi alternatif lain sebagai penunjang pembelajaran Laboratorium. Keinginan praktikan yang berbeda-beda dan intensitas pelaksanaan praktikum yang relatif sebentar yang berakibat ketidakpuasan dalam pelaksanaan sebuah praktikum. Dengan demikian, diperlukan sebuah alternatif pembelajaran cerdas.Pembelajaran cerdas ini bertujuan untuk memberikan keterampilan pelatihan yang berkualitas tinggi dan kinerja tinggi yang dapat membantu praktikan dalam memecahkan permasalahannya terkait dengan materi praktikum. Sistem Pembelajaran cerdas merupakan sistem pembelajaran yang menangani beberapa instruksi pelajar tanpa adanya intervensi dari seorang guru. Alternatif sistem pembelajaran yang dapat mendukung terciptanya Intelligent Learning System adalah dengan metode Natural Language Processing (NLP). Penelitian ini memberikan penjelasan tentang pembuatan dan implementasi sistem pembelajaran cerdas pada Laboratorium Komputer Pemrograman Berorientasi Object. Sistem ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu parsing, similarity, stemming, Knowledge Base yang dirancang dalam bentuk interaktif antara praktikan dan agen berbasis dialoge based application
PENGEMBANGAN SISTEM KENDALI CERDAS DAN MONITORING PADA BUDIDAYA BUAH TOMAT
Agrobisnis menjadi sebuah kebutuhan yang vital dalam ketahanan pangan di dunia. Setiap tahun lahan pertanian semakin berkurang dengan bertambahnya populasi dan hunian. Dilain pihak jumlah kebutuhan konsumsi makanan segar semakin meningkat. Hal ini menyebabkan tantangan baru dalam proses budidaya tanaman agrobisnis. Tanaman tomat dalam satu sisi merupakan komoditas holtikultura yang penting di dunia, selain memiliki kandungan nutrisi yang baik tanaman ini juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi sehingga jumlah kebutuhannya meningkat setiap tahunnya. Dalam perkembangannya tanaman tomat perlu perawatan khusus karena tanaman tomat rentan terhadap perubahan suhu dan kelembaban, khususnya pada fase pengembangan. Untuk mendapatkan hasil panen yang memiliki kualitas dan produktifitas perlu adanya pengkondisian lingkungan tanaman agar tercipta atmosfer yang menunjang pertumbuhan tanaman. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab tantangan tersebut diatas untuk mampu menjaga faktor-faktor alam yang diperlukan. Sistem dikembangkan dengan metode prototype, kemudian untuk sistem cerdas dengan model decision tree. Sistem dibangun dengan mengintegrasikan mikrokontroller Arduino dipadukan dengan sensor kelembaban dan suhu, yang dapat secara otomatis mengendalikan dan dapat dipantau secara real-time melalui cloud server dan android. Sebagai hasil dari penelitian ini, sistem mampu menjadi salah satu media pendukung dalam meningkatkan kualitas dan jumlah produksi, serta mengurangi kegagalan panen akibat perubahan cuaca
SISTEM MANAJEMEN MATERIAL PADA PEMBANGUNAN KAPAL BARU DI PT. ADILUHUNG SARANASEGARA INDONESIA
Material adalah salah satu unsur terpenting dalam suatu proses pembangunan, tanpa material suatu proses pembangunan tidak akan berjalan dan menghasilkan barang jadi ataupun hasil ahkir. Material merupakan bagian dari unsur – unsure produksi yang terdiri dari material, tenaga kerja, sarana produksi dan sumber dana yang akan di padukan menjadi produk ahkir dalam proses produksi. Oleh karena itu perlu dilakukan system manejemen material agar bias mengontrol keluar masuk material dan juga biaya yang akan di keluarkan oleh galangan tersebut. Dalam penulisan skripsi ini dilakukan analisa tentang dasar system manajemen material pada galangan kapal PT. ADILUHUNG SARANASEGARA INDONESIA pada saat proses pembangunan kapal baru dengan menggunakan metode MRP ( Material Requirement Planing ). Material Requirement Planning (MRP) merupakan suatu teknik atau prosedur logis untuk menterjemahkan Jadwal Produksi Induk (JPI) dari barang jadi atau end item menjadi kebutuhan bersih untuk beberapa komponen yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan JPI. MRP ini digunakan untuk menentukan jumlah dari kebutuhan material untuk mendukung Jadwal Produksi Induk dan kapan kebutuhan material tersebut dijadwalkan. (Orlicky,et al., 1994). Harapan dari penelitian ini adalah perusahaan dapat merencanakan kebutuhan material dengan tepat waktu dan jumlahnya, sehingga perusahaan dapat menekan biaya penyimpanan persediaan
MATERIAL FLOW ANALYSIS SAMPAH DI TPST BAKTI BUMI SIDOARJO
Solid waste management is a serious problem at Sidoarjo. Jabon final disposal is almost full of solid waste and the generated solid waste is getting higher and higher. Many solid waste that are not transported to the final disposal. Therefore, Sidoarjo Regency built the integrated transfer station (TPST) to encourage the 3R (Recycle, Reduce, Reuse) program, so that solid waste are not transported to the Jabon final disposal. One of the TPST at Sidoarjo is TPST Bakti Bumi at Kelurahan Rangkah Kidul, Sidoarjo Regency. The problem at TPST Bakti Bumi is the rate of the solid waste reduction is low, the solid waste are not treated well, and many solid waste are still transported to the Jabon final disposal. Material flow analysis (MFA) is needed to determine the generated solid waste that are treated at TPST Bakti Bumi, so that the recommendation will be given to the TPST Bakti Bumi workers how to maximize the 3R's activities at TPST Bakti Bumi. Solid waste that are treated at TPST Bakti Bumi were paper waste and plastic waste with the efficiency rate 26.21%, Most of the solid waste at TPST Bakti Bumi are still transported to the Jabon final disposal
ANALISIS HASIL PENGUJIAN EFEK SEEBECK TERMOELEKTRIK DENGAN SUMBER PANAS UBLIK DAN VARIASI PENDINGIN OLI, AIR ES, UDARA
Penelitian ini menyajikan analisis secara eksperimen dari sebuah pendingin termoelektrik dengan sumber panas ublik. Sistem pendingin ini terdiri dari dua modul termoelektrik yang terintegrasi dengan heat sink di sisi panasnya dan disipasi panas di sisi dinginnya. Percobaan dilakukan untuk variasi yang berbeda yaitu dengan pendingin air es, oli, dan udara. Hasil menunjukkan bahwa variasi pendingin terbaik adalah air es dengan tegangan listrik 2.5 V, Arus listrik 0.176 A, Daya 0.44 W, dan konduksi termal 0.215 W. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perbedaan temperatur mempengaruhi hasil Tegangan, Arus, Daya listrik, dan konduksi termal pada prinsip kerja peltier termoelektrik dengan variasi pendingin
PENERAPAN METODE MODEL AUTOREGRESSIVE INTEGRATED MOVING AVERAGE GUNA MENGURANGI TERJADINYA BULLWHIP EFFECT PADA SUPPLY CHAIN
ABSTRACT Bullwhip effect is a phenomenon on the supply chain. The difference on the total demand of customers in each period wheter it gets increasing or decreasing will influence all level of supply chain. This research aimed at overcoming the bullwhip effect on the supply chain. Autoregressive integrated moving average was employed to calculate the bullwhip effect. The result of forecasting in 36 periods reported the decresing bullwhip effect score of company. The bullwhip effect score in 2014 decreased by 9.9% from 1.01 to 0.91; in 201, decreased by 10.64% from 1.03 to 0.92; while in 2016, it fell by 6.7% from 1.04 to 0.97. thus, the biggest decrease was in 2015. The bullwhip effect score >1 means that there is demand amplification, while if the score <1 means that there is stabil demand or demand pattern smoothing. Keywords : supply chain, Bullwhip effect, ARIMA ABSTRAK Bullwhip effect merupakan fenomena pada supply chain, dimana adanya perbedaan jumlah permintaan konsumen ditiap periode baik itu semakin sedikit atau semakin banyak yang dapat berpengaruh pada semua tingkatan dalam supply chain. Penelitian ini penting untuk dilakukan dengan tujuan untuk mengatasi masalah terjadinya bullwhip effect pada supply chain. Perhitungan bullwhip effect menggunakan pendekatan model autoregressive integrated moving average. Hasil dari penelitian dengan pendekatan model autoregressive integrated moving average diperoleh dasil dari peramalan selama 36 periode, dari hasil peramalan tersebut menunjukkan adanya penurunan nilai bullwhip effect pada perusahaan, untuk tahun 2014 yang sebelumnya 1,01 nilainya menurun menjadi 0,91 dengan tingkat persentase penurunan sebesar 9,9%, untuk tahun 2015 yang nilainya 1,03 menjadi 0,92 dengan tingkat penurunan sebesar 10,68%, dan pada tahun 2016 yang nilainya 1,04 menjadi 0,97 dengan tingkat penurunan sebesar 6,7%. Penurunan nilai bullwhip effect terbesar terjadi pada tahun 2015 dengan tingkat penurunannya mencapai 10,68%. Dimana nilai bullwhip effect > 1 dapat diartikan bahwa terjadi amplifikasi permintaan, sedangkan nilai bullwhip effect < 1 dapat diartikan bahawa permintaan masih stabil atau terjadi penghalusan pola permintaan. Kata Kunci : Supply Chain, Bullwhip Effect, ARIM