Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
Not a member yet
    109 research outputs found

    ANALISA PENENTUAN STANDART WAKTU DAN BIAYA PEKERJAAN REPARASI KAPAL MENGGUNAKAN METODE ACTIVITY BASED COSTING

    Get PDF
      ABSTRAK Pertambahan jumlah perusahaan yang bergerak dibidang jasa pengedokan dan perkapalan akan menyebabkan persaingan yang cukup ketat dalam hal pelayanan khususnya untuk segi kualitas, waktu penyelesaian dan biaya kompetitif yang mana dalam kegiatan pemeliharaan dan perbaikan kapal KMP Dharma Kencana menggunakan metode konvensional yang telah dilakukan sebelumnya atau sering disebut juga dengan Common Practice. Di sisi lain, ada keuntungan yang didapat apabila perusahan menggunakan metode activity based costing (ABC) dimana pada setiap kegiatan dapat ditelusuri besarnya biaya untuk setiap aktifitas yang ada. Hal ini karena pemodelan ABC menginformasikan dengan baik tentang biaya, mutu dan faktor waktu. Pada kegiatan pemeliharaan dan perbaikan kapal KMP Dharma Kencana diketahui penyelesaian pekerjaan selama 18 hari yang menghabiskan biaya sebesar Rp 890,758,690,-  dan ketika menggunakan metode ABC biaya keseluruhan dapat diketahui sebesar Rp. 1,913,645,259,- terjadi selisih biaya sebesar Rp. 1,022,886,641,- dikarenakan pada realisasi delivery kapal terhitung menjadi 23 hari, penyebabnya adalah tambahan pekerjaan, dan material sepenuhnya ditangguhkan pada galangan kapal.Sehingga dalam penelitian ini sangat menyarankan apabila perusahaan galangan kapal menggunakan metode ABC sebagai perhitungan biaya reparasi kapal karena pada setiap aktifitas yang dikerjakan dengan mudahnya dapat ditelusuri baik dalam segi waktu maupun biaya

    ANALISA CACAT LAS PADA PENGELASAN BUTT JOINT DENGAN VARIASI ARUS & POSISI PENGELASAN

    Get PDF
    Pengelasan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pertumbuhan industri karena memegang peranan utama dalam rekayasa dan reparasi produksi logam. Pada proses pengelasan sering terjadi kerusakan didaerah sambungan sehingga menyebabkan sambungan tidak kokoh, kerusakan ini berupa cacat pada pengelasan yakni patah dalam sambungan las, retak dari hasil lasan, kurangnya penembusan, pengkerutan akibat salah dalam pemilihan jenis elektroda, diameter elektroda, menentukan kuat arus, kampuh dan lain-lain. Penelitian ini akan mendeteksi cacat las yang terjadi pada pengelasan Butt Joint. Menggunakan pengelasan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) dengan posisi pengelasan datar dan horisontal dan pengujian pada cacat las menggunakan Ultrasonic Test (UT). Specimen uji didasarkan pada pengelasan butt joint dengan tebal pelat 8 mm dan 10mm, variasi arus 80 A, 100 A, 120 A. Spesimen diuji dengan menggunakan UT dengan standar pengujian ASME Sec. V. Dari hasil analisis dengan pengujian standar ASME Sec. V didapatkan cacat las yang dominan adalah incomplete fusion. Hal ini dikarenakan kesalahan besar arus waktu pengelasan, kecepatan pada pengelasan dan kesalahan saat proses pengelasannya. Kata Kunci : Butt Joint, Pengelasan, SMAW, Ultrasonic Test

    KAJIAN PELAYANAN ANGKUTAN PEMADU MODA DI BANDARA INTERNASIONAL ADISUCIPTO YOGYAKARTA

    No full text
    Bandara udara merupakan simpul perpindahan berbagai moda transportasi, terutama moda udara dan moda jalan seperti terintegrasinya antara jadwal penerbangan dengan jadwal bus Damri. Saat ini pelayanan angkutan Bandara Internasional Adisucipto lebih banyak dilayani oleh kendaraan pribadi, dan taksi. Salah satu permasalahan lainnya adalah tidak tersedianya rute angkutan pemadu moda di daerah – daerah tertentu, faktanya potensi penumpang yang tidak terlayani oleh angkutan pemadu moda tersebut tinggi. Menurut hasil Survey diperoleh hasil 95 % responden menyatakan setuju dilakukan penambahan angkutan pemadu moda. Hasil dari penelitian ini adalah pelayanan angkutan pemadu moda di Bandara Internasional Adisucipto Yogyakarta perlu adanya penambahan rute dan penambahan armada di beberapa daerah yang belum terlayani. Penambahan rute baru untuk angkutan pemadu moda yaitu terdiri dari 4 trayek yaitu Trayek I Kebumen, Trayek II Bantul, Trayek III Klaten , dan Trayek IV Surakarta. Untuk penentuan zona sebagai pengembangan rute angkutan pemadu moda yang diusulkan berdasarkan atas potensi penumpang. Penambahan jumlah armada untuk angkutan pemadu moda yang sudah beroperasi maupun angkutan pemadu moda yang direncanakan berdasarkan waktu sirkulasi dengan waktu antara (headway). Untuk trayek I dibutuhkan 6 armada, trayek II dibutuhkan 4 armada, trayek III dibutuhkan 7 armada, dan trayek IV dibutuhkan 4 armada

    Pemanfaatan Marketing Kit dan Website "R&D Handicraft" Lamongan untuk Meningkatkan Pasar Produk

    No full text
    Handicraft sebagai salah satu industri kreatif yang mampu bersaing di pasar regional dan nasional. Untuk itu dibutuhkan berbagai inovasi pengembangan. Inovasi itu tidak hanya sebatas pemasaran, tetapi juga meningkatkan pasar UKM handicraft itu sendiri. Perkembangan persaingan pasar yang sudah ketat mempengaruhi perekonomian regional dan nasional. Di Lamongan produk UKM yang bernilai ekonomi kreatif adalah handicraft, sebaiknya dikembangkan agar mampu bersaing di pasar regional dan nasional. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pemasaran UKM handicraft sehingga mampu bersaing dalam pasar regional dan nasional. Metode yang dilakukan adalah dengan cara mengajarkan UKM memiliki marketing tools (katalog produk, brosur dan kartu nama) untuk menunjang pemasarannya; UKM memiliki website marketing online untuk menjangkau pemasaran yang lebih luas. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan workshop serta pendampingan terhadap UKM. Pelatihan dan workshop yang akan dilakukan antara lain pelatihan marketing online dan pembuatan diferensiasi produk. Pendampingan yang dilakukan adalah pada setiap akhir bulan tim melakukan evaluasi terhadap UKM tentang hasil pelatihan dan workshop yang telah dilakukan sampai UKM benar-benar bisa mengaplikasikan seluruh hasil pelatihan dan workshop dengan baik. Kegiatan ini menghasilkan desain katalog produk handicraft yang kekinian dan desain website yang di desain khusus untuk UKM handicraft

    EKSPERIMEN PRODUK FUNGSIONAL BERBAHAN DAUN LONTAR DENGAN TEKNIK CETAKAN SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN DESAIN PRODUK BERWAWASAN LINGKUNGAN

    Get PDF
    Pemanfaatan daun lontar pada umumnya digunakan untuk kemasan makanan berupa ketupat. Daun lontar identik dengan ciri khas pemanfaatan dengan teknik anyaman yang termasuk dalam subsektor industri kerajinan tangan. Kerajinan tangan diperlukan keterampilan khusus dan membutuhkan waktu yang cukup lama dalam proses pengerjaannya. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk pengembangan lebih lanjut dalam pemanfaatan daun lontar menjadi produk fungsional dengan proses pengerjaan yang mudah dan cepat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian riset terapan (applied research)[2] pada material daun lontar untuk dijadikan bahan baku produk. Terdapat tiga tahapan penelitian yang dilakukan, yaitu a). Tahap pendahuluan yaitu proses berpikir dan pengumpulan data baik data primer maupun data sekunder. b) Tahap Eksperimen yaitu hasil yang didapat pada tahap pendahuluan digunakan sebagai acuan dalam tahap eksperimen yaitu proses eksperimen karakteristik fisik, sebagai acuan untuk dilanjutkan pada proses pembuatan produk. c). Tahap akhir yaitu evaluasi atas proses yang telah dilakukan untuk menghasilkan kesimpulan akhir atas penelitian.[2]. Dari hasil eksperimen yang menghasilkan material baku dengan cara pencetakan, daun lontar merupakan salah satu material yang cukup menarik untuk dijadikan alternatif pegembangan desain produk berupa elemen estetis selain itu dapat juga dikembangkan berupa produk fashion seperti : tas, gelang, kalung dan lain sebagainya

    PENGEMBANGAN AREA TAMAN BMX SURABAYA SEBAGAI AREA WISATA DITINJAU DARI PERILAKU DAN SIFAT RUANG YANG ADA

    No full text
    Taman BMX Surabaya berada di area bantaran sungai Kalimas. Area ini memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan, karena melihat letaknya yang berada di pusat kota, serta di keramaian pusat perbelanjaan. Adapun aktifvitas yang ada disekitar sungai tersebut antara lain : Mall (pusat perbelanjaan), hotel, museum dan beberapa restoran yang tersebar disekitar lokasi tersebut. Sedangkan untuk aktivitas utama yang ada antara lain : ruang publik, skate area, dan sentra PKL. Namun pada faktanya, kegiatan yang berlangsung pada taman ini belum sepenuhnya optimal, baik ditinjau dari sarana prasarana maupun dalam pemanfaatan lahannya. Dari fenomena tersebut, maka untuk dapat mengoptimalkan aktifitas yang ada, maka perlu mengkaji terhadap potensi site yang ada, dan memprogramkan kembali serta mengembangkannya sebagai produk wisata. Oleh karena itu untuk dapat mengembangkan potensi-potensi yang ada, maka pendekatan penelitian yang dilakukan lebih mengarah kepada konsep pengembangan wisata yang melihat kebutuhan pengguna baik dari ruang dan kegiatan serta perilaku yang sudah ada pada lokasi tersebut. Penggunaan konsep ini tujannya adalah untuk mewujudkan rancangan ruang publik yang adaptif. Kajian pada akhirnya akan memberikan usulan rancangan infrastruktur yang didasarkan pada aspek-aspek arsitektur yang adaptif dan arsitektur perilaku.

    ANALISIS PERAMALAN JUMLAH PENUMPANG KERETA KOMUTER SURABAYA-SIDOARJO MENGGUNAKAN METODE SINGLE EXPONENTIAL SMOOTHING

    No full text
    Kereta komuter merupakan sarana angkutan umum berbasis rel yang menghubungkan antara daerah pusat kota dengan kota sekitarnya. Pada penelitian ini dikaji tentang kereta komuter Surabaya-Sidoarjo (komuter SuSi) yang melayani pergerakan dari Stasiun Surabaya Gubeng sampai dengan Stasiun Porong, Sidoarjo dan arah sebaliknya. Data yang digunakan adalah data tahun 2016 bulan Januari hingga Desember, dan pola datanya mempunyai unsur kecenderungan (trend). Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi jumlah penumpang sehingga bermanfaat dalam memperkirakan penyediaan jumlah gerbong dan rangkaian kereta komuter pada masa selanjutnya. Metode yang digunakan adalah single exponential smoothing yang merupakan metode peramalan menggunakan pembobotan. Nilai alpha yang digunakan adalah α = 0,1; α = 0,2; α = 0,3; α = 0,4; α = 0,5; α = 0,6; α = 0,6; α = 0,8; α = 0,9. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai Mean Squared Error terkecil adalah pada α = 0,1. Dengan demikian metode single exponential smoothing dengan nilai α = 0,1 dapat digunakan untuk melakukan prediksi jumlah penumpang kereta komuter SuSi pada bulan berikutnya

    Penerapan Ramah Difabel Pada Perancangan Balai Pemberdayaan Sosial Tunadaksa Di Surabaya

    No full text
    Dwi Putri Sartika Alamsyah1, Failasuf Herman Hendra, 2, Ika Ratniarsih3 1Mahasiswa Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya 2Dosen Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya 3Dosen Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya Jalan Arief Rachman Hakim, Nomor 100, Surabaya 60117 Alamat Email penulis :[email protected]   ABSTRAK Dalam kehidupan bernegara terdapat mutual hak, kewajiban dan tanggung jawab antar pemerintah dan warga negaranya, termasuk di dalamnya adalah hak untuk mendapatkan pekerjaan tanpa membedakan ras, agama, suku dan lainnya yang termasuk penyandang disabilitas fisik. Pada saat ini penyandang disabilitas fisik secara kuantitas dan kualitas cenderung meningkat. Namun fasilitas pemberdayaan masih sangat kurang. Oleh karena itu perlu adanya upaya peningkatan kesejahteraan sosial. Penyandang disabilitas fisik dipandang perlu melakukan rehabilitasi yaitu suatu proses refungsionalisasi, pemberdayaan dan pengembangan. Kajian terkait desain menggunakan pendekatan tema arsitektur ramah difabel pada bangunan, desain di sesuaikan dengan kebutuhan balai, istilah ramah difabel diartikan sebagai bangunan yang bisa mengkondisikan aktifitas difabel dengan sekitarnya.Ruang lingkup studi pada konsep perancangan balai pemberdayaan sosial tunadaksa tereletak di Jalan Bouvelard Graha Family,Surabaya.Kawasan tersebut memiliki potensi dengan fasilitas pendukung rumah sakit, lembaga pemerintah dan layanan pendidikan.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan studi kasus sebagai dasar perancangan balai pemberdayaan sosial tunadaksa terkait dengan mengakomodasi kebutuhan para penyandang disabilitas fisik,diikuti dengan pemahaman perilaku yang mereka lakukan dalam kegiatan sehari-hari.Pemenuhan konsep ramah difabel diharapkan dapat menjadikan Indonesia sebagai negara ramah difabel. Desain balai ini memiliki konsep bentuk ekspresif yang mengambil dari transformasi ramp sebagai sirkulasi difabel yang diolah sedemikian rupa,sehingga mencerminkan fungsional bangunan. konsep ruang, aksesibel dinyatakan melalui struktur tatanan ruang, organisasi ruang, yang disesuaikan dengan akses pengguna balai pemberdayaan terutama mempermudah akses pengguna difabel saat menuju ke ruang lainnya.Konsep Tearah pada tata lahan digunakan untuk mempermudah akses pengunjung dan penghuni balai.   Kata kunci: balai pemberdayaan, tunadaksa, ramah difabel, aksesibel, terarah  

    RENCANAAN REKLAMASI TAHAP OPERASI PRODUKSI PADA AREA WASTE DUMP DI PT. XYZ, PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

    Get PDF
    Abstract In conducting mining operations PT.XYZ must pay attention to the condition of the final hue that should be back like the initial hue. These activities require PT. XYZ must perform reclamation at production operation stage. This study aims to determine the reclamation methods to be used, soil needs, determine the program and order of reclamation period of 5 years. Total target area to be reclaimed is 40 Ha per year. Area to be reclaimed is East Dump, Ujat, Tongoloka Waste Dump Waste Dump and Kanloka. Reclamation activities planned for 5 Years use individual patio methods. Sources of soil that is used in the deployment process of land taken from tongoloka stocksoil, where the needs of 4.4775 million m2 subsoil and topsoil 995.000 m2. The reclamation program is divided into 4 stages, Firstly land arrangement by making slope slope of 27 º, spreading subsoil with topsoil thickness of 2.25 m and 0.5 m. The second stage of erosion and sedimentation control is by making erosion control installation in the form of trapezoid drainage with width of 3 m and depth of 1 m. The third stage in the form of a stocking revegetation cover crop and planting of local species of plants in forest areas with a total of 331 733 trees. Maintenance stage in the form of embroidery, weeding, pendangiran, fertilization. Abstrak Dalam melakukan operasi penambangan PT.XYZ harus memperhatikan kondisi rona akhir penambangan yang harus kembali seperti rona awal. Kegiatan- kegiatan ini menuntut PT. XYZ harus melakukan reklamasi pada tahap operasi produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan metode reklamasi yang akan digunakan, kebutuhan soil, menentukan program dan urutan kegiatan reklamasi periode 5 Tahun. Total target area yang akan direklamasi adalah 40 Ha pertahunnya. Area yang akan di reklamasi adalah East Dump, Ujat, Tongoloka Waste Dump dan Kanloka Waste Dump. Kegiatan reklamasi yang direncanakan selama 5 Tahun menggunakan metode teras individu. Sumber soil yang di gunakan dalam proses penyebaran tanah diambil dari tongoloka stocksoil, dimana kebutuhan subsoil 4.477.500 m2 dan topsoil 995.000 m2. Program reklamasi dibagi menjadi 4 tahap, Pertama penataan lahan dengan membuat kemiringan lereng sebesar 27º, menebarkan subsoil dengan ketebalan 2,25 m dan topsoil 0,5 m. Tahap kedua pengendalian erosi dan sedimentasi dengan membuat instalasi pengendali erosi berupa pembuatan drainase trapesium dengan lebar 3 m dan kedalaman 1 m. Tahap ketiga revegetasi berupa penebaran cover crop dan penanaman tumbuhan spesies lokal pada kawasan hutan dengan jumlah total 331733 pohon. Tahap pemeliharaan berupa penyulaman, penyiangan, pendangiran, pemupukan

    PENILAIAN RISIKO PROSES BONGKAR CURAH KERING MENGGUNAKAN METODE FMEA (FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS) DI PT. XYZ

    Get PDF
    Proses bongkar curah kering di pelabuhan merupakan salah satu kegiatan yang strategis dalam operasional pelabuhan. Dengan meningkatnya perekonomian suatu wilayah maka semakin meningkat pula kebutuhan akan import curah kering. Pada setiap proses bongkar curah kering di pelabuhan terdapat beberapa ketidakpastian yang akan menimbulkan suatu risiko dan dapat menghambat kelancaran proses bongkar curah kering. Dimana faktor ketidakpastian tersebut dapat menimbulkan penurunan produktifitas, bertambahnya biaya,  waktu dan kerusakan pada alat bongkar curah kering. Untuk itu diperlukan suatu sistem manajemen risiko yang meliputi identifikasi, analisa serta monitoring terhadap risiko yang mungkin akan terjadi. Penilaian risiko proses bongkar curah kering ini  menggunakan metode kuisioner FMEA dengan korespondensi dari pihak yang berhubungan langsung dengan proses bongkar curah kering. Dari hasil penilaian risiko menggunakan metode FMEA, tingkat risiko paling tinggi terjadi pada saat proses bongkar curah kering  dengan uraian pekerjaan bongkar komoditi curah kering dari palka kapal menggunakan Grab Ship Unloader. Mode kegagalan adalah saat kondisi hujan dengan nilai Risk Priority Number (RPN) 117. Adapun proses mitigasi mode kegagalan yang memiliki RPN tertinggi adalah dengan cara bekerja sama dengan BMKG Surabaya untuk memberikan informasi terkait kondisi cuaca secara berkala kepada PT. XYZ

    92

    full texts

    109

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇