Repository STIKes Patria Husada Blitar
Not a member yet
1105 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP TINGKAT STRESS REMAJA DI SMP NEGERI 01 SANANKULON KABUPATEN BLITAR
Stress pada remaja telah menjadi salah satu tantangan kesehatan global yang signifikan selama beberapa dekade terakhir. Siswa siswi SMP N 01 Sanankulon. Terdapat 5 siswi yang tiba-tiba lansung menangis, padahal saya bersama tim belum bertanya. Dari ke 5 siswi tersebut semua ada bekas luka sayatan di lengannya yang jumlahnya 7 dan 5 sayatan mengalami cemas. Ternyata dari siswi yang tangannya di sayat itu bilang katanya sama teman-teman selalu tidak di anggap. Kalau yang 4 murid itu dia sering melihat orang tuanya bertengkar. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Tingkat Stress Remaja di SMP N 01 Sanankuon. Desain penelitian ini adalah diskriptif denagn pendekatan Cross-Setional. Metode pengambilan sampel Cluster Random Sampling. Populasi penelitian adalah siswa-siswi SMP Negeri 01 Sanankulon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga baik 72,6 % (64 siswa), Tingkat Stress cukup 51.1 % (45 siswa). Hasil uji korelasi Rank Spearman didapatkan nilai ρ-value 0,01 dan tingkat koefisiensi korelasi 0,01 pada Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Tingkat Stress Remaja yang menunjukkan ada hubungan positif yang lemah antara kedua variabel, serta nilai ρ 0,01. Hasil penelitian ini diharapkan perawat mampu memahami penanganan deteksi dini stress pada remaja dalam hal dukungan keluarga agar mampu meningkatkan dan sebagai dasar untuk memberikan edukasi pada anggota keluarga siswa yang sudah mengetahui status responden untuk memberikan dukungan yang baik terhadap siswa tersebut
PERBANDINGAN PENGARUH FAKTOR RISIKO PERILAKU (POLA MAKAN, RIWAYAT MEROKOK, AKTIVITAS FISIK) ANTARA PENDERITA STROKE DAN PENYAKIT SYARAF LAINNYA
Stroke merupakan penyakit pada otak berupa gangguan fungsi syaraf lokal atau global, munculnya
mendadak, progresif, dan cepat. Penyakit Stroke terjadi secara bertahap dan nyaris tanpa disadari.
Faktor penyebab Stroke dapat dikategorikan menjadi faktor resiko medis dan faktor resiko
perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor perilaku yaitu pola makan,
merokok dan aktivitas fisik pada penderita Stroke dan penyakit syaraf lainnya.
Desain penelitian menggunakan case control. Populasi penelitian ini adalah pasien Poli Syaraf
RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar sebanyak 229 terdiagnosis Stroke dan 166 terdiagnosis penyakit
syaraf lainnya. Sampling menggunakan teknik accidental sampling dengan jumlah sampel 117
responden terdiagnosis Stroke dan terdiagnosis penyakit syaraf lainnya. Instrumen data
menggunakan kuesioner. Analisis data Mann Whitney untuk membandingkan pengaruh faktor
perilaku penderita Stroke dan penyakit syaraf lainnya (α = 0,05).
Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna antara pola makan (p-value
0,157) dan riwayat merokok (p-value 0,938) pada penderita Stroke dan penyakit syaraf lainnya.
Terdapat perbedaan bermakna terhadap aktivitas fisik responden penderita Stroke dan penyakit
syaraf lainnya (p-value 0,018). Ketidakaktifan fisik menjadi faktor resiko utama untuk terjadinya
serangan Stroke, adanya penumpukan substansi lemak, kolesterol, kalsium yang mensuplai darah
ke otot jantung dan otak yang berdampak terhadap menurunnya aliran darah ke otak maupun
jantung
PENGARUH TEKNIK RELAKSASI AUTOGENIK TERHADAP PERUBAHAN SKALA NYERI PASIEN POST OPERASI LAPARATOMI DENGAN GENERAL ANASTESI (GA)
Nyeri pasca laparatomi akan berdampak pada proses penyembuhan yang lama,
mengakibatkan perawatan menjadi lama serta mengurangi kepuasan pasien. Manajemen
nyeri post operasi dengan tindakan mandiri perawat salah satunya adalah teknik
relaksasi autogenik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh teknik relaksasi
autogenik terhadap perubahan skala nyeri yang dirasakan oleh pasien post operasi
laparotomi dengan GA di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar. Desain penelitian ini quasy
experiment dengan pendekatan one-group pre-post test design. Populasi penelitian ini
adalah 36 pasien post operasi laparatomi dengan GA. Sampling yang digunakan adalah
purposive sampling dengan jumlah sampel 33 responden. Instrumen pengumpulan data
menggunakan kuesioner. Uji statistik untuk menganalisis pengaruh teknik relaksasi
autogenik terhadap perubahan skala nyeri yang dirasakan oleh pasien post operasi
laparotomi menggunakan Wilcoxon (α < 0,05). Penelitian ini menunjukkan sebelum
diberikan intervensi teknik relaksasi autogenik rata-rata pada skala 4 dengan skala nyeri
maksimal 8. Setelah diberikan intervensi teknik relaksasi autogenik rata-rata pada skala
5 dengan nilai skala nyeri maksimal 5. Hasil uji statistic menunjukkan p=0.000 < 0.05,
artinya ada perbedaan bermakna sebelum dan setelah di berikan teknik relaksasi
autogenik terdapat terhadap perubahan skala nyeri pasien post operasi laparotomi.
Teknik relaksasi autogenik dapat menurunkan skala nyeri pasien post operasi. Oleh
karena itu disarankan kepada perawat untuk memberikan latihan relaksasi autogenik
pada pasien post operasi sehingga dapat membantu mengurai nyeri post operasi
PENGARUH KADAR KOLESTEROL DENGAN NILAI MAP (MEAN ARTERIAL PRESSURE) PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS SRENGAT
Bertambahnya angka hipertensi di Indonesia memerlukan penanggulangan yang
baik karena sekarang ini hipertensi merupakan masalah kesehatan yang umum. Beban
penyakit saat ini beralih dari penyakit menular menjadi penyakit tidak menular seperti
hipertensi. Hipertensi dapat menyerang siapa saja dari berbagai kelompok umur, sosial, dan
ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kadar kolesterol dengan
nilai MAP pada lansia penderita hipertensi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian
analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dari penelitian ini yaitu seluruh lansia
penderita hipertensi yang mengikuti Prolanis di Puskesmas Srengat yang berjumlah 80 orang.
Sampel dari penelitian ini dihitung menggunakan rumus slovin. Instrument penelitian
menggunakan easy touch dan sphigmomanometer merk Gea. Analisis data menggunakan
Regresi linier Sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kadar kolesterol
sebesar 204.7164 sedangkan nilai rata-rata nilai MAP sebesar 136.5522. Uji statistik kadar
kolesterol dengan nilai MAP memperoleh hasil nilai significansi coefficients sebesar 0,000
atau <0,05 berarti ada Pengaruh antara kadar kolesterol dengan nilai MAP. Kelebihan jumlah
kolesterol di dalam pembuluh darah akan menyebabkan penyumbatan dan kekakuan
pembuluh darah yang memicu hipertensi. Diharapkan lansia dapat menjaga kadar kolesterol
agar nilai MAP tetap dalam kondisi normal
HUBUNGAN PERSEPSI STATUS ENDEMI COVID-19 DENGAN KEPATUHAN PEMAKAIAN APD MASKER DI UGD UPT PUSKESMAS KEPANJENKIDUL KOTA BLITAR
Endemi Covid-19 menunjukkan bahwa Covid-19 berada dalam situasi yang terkendali. Masyarakat mempunyai persepsi pada masa endemi penerapan protokol kesehatan tidak perlu dilakukan sehingga penggunaan masker mulai jarang digunakan saat keluar rumah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan persepsi status endemi Covid-19 dengan kepatuhan pemakaian APD masker di UGD UPT Puskesmas Kepanjenkidul Kota Blitar.
Desain penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah 124 pasien yang berkunjung ke Pelayanan UGD UPT Puskesmas Kepanjenkidul Kota Blitar. Sampling yang digunakan adalah Accidental sampling dengan jumlah sampel 94 responden. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Uji statistik untuk menganalisis hubungan persepsi status endemi Covid-19 dengan kepatuhan pemakaian APD masker menggunakan Spearman Rho (α < 0,05)
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 71,3 % responden mempunyai persepsi yang positif dan 28,7% persepsi negatif. Kepatuhaan penggunaan APD masker 24,4% tidak patuh, 42,6 % kurang patuh dan 33% patuh. Hasil uji statistic spearman rho menunjukkan p=0.000 < 0.05, artinya ada hubungan persepsi status endemi Covid-19 dengan kepatuhan pemakaian APD masker.
Kepatuhan merupakan salah satu bentuk determinan perilaku yang diakibatkan dari persepsi pikiran tentang lingkungan dan informasi yang ada disekitarnya. Oleh karena itu edukasi tentang menjaga protokol kesehatan sangat diperlukan, untuk meningkatkan kepatuhan menggnakan masker sehingga tidak tejadi peningkatan kasus Covid-19
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN PASIEN INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT ISLAM AMINAH BLITAR
Kepuasan pasien menjadi hal yang sangat penting untuk rumah sakit, karena dengan kualitas
layanan tersebut akan memberikan pertimbangan pasien untuk datang kembali atau tidak ke
rumah sakit tersebut. Ketidakpuasan pelayanan kesehatan yang diterima pasien akan
menimbulkan konflik dalam diri pasien dan keluarganya, sehingga seringkali pasien
mengadukan ketidakpuasannya kepada media massa baik cetak maupun elektronik, bahkan
ada yang sampai ke meja pengadilan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan
prosedur pelayanan, pelayanan SDM, pelayanan farmasi dan sarana prasarana terhadap
kepuasan pasien di instalasi rawat jalan Rumah Sakit Islam Aminah Blitar. Jenis penelitian
ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam
penelitian ini adalah pasien rawat jalan di Rumah Sakit Islam Aminah Blitar selama satu hari
sebanyak 150 pasien, teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling dan
ditemukan 130 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian
menunjukkan kepuasan pasien terhadap pelayanan di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit
Islam Aminah Blitar sebanyak 75 responden (57,7%) masuk kategori sangat memuaskan
terhadap pelayanan dan sebanyak 55 responden (42,3%) memuaskan terhadap pelayanan
yang diberikan. Analisa data dengan uji korelasi menggunakan resgresi linear berganda
menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara variabel dependen antara lain
responsive,reliability, assurance, empathy, tangible dan Independen antara lain prosedur
pelayanan,pelayanan sumber daya manusia , pelayanan farmasi, sarana prasarana ditandai
dengan nilai signifikansi yang di dapatkan yaitu <0.05. Diharapkan rumah sakit lebih
meningkatkan pelayanan yang diberikan baik dari segi pelayanan oleh tenaga medis maupun
kelengkapan sarana prasana yang dimiliki terutama untuk meningkatkan keefektifan dan
efisiensi waktu pelayanan sehingga kepuasan dalam menerima pelayanan dapat dicapai oleh
pasien rawat jalan
PENGARUH EDUKASI AUDIO VISUAL TERHADAP KEPATUHAN DIIT PASIEN DIABETES MELITUS DI RUMAH SAKIT ISLAM AMINAH BLITAR
Ketidakpatuhan merupakan salah satu hambatan untuk tercapainya tujuan pengobatan pasien Diabetes Mellitus (DM). Kesadaran dalam diri pasien perlu ditingkatkan agar tidak terjadi kegagalan pengobatan dampak pengabaian diit diabetes melitus. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh edukasi audio visual tentang diit diabetes melitus terhadap kepatuhan diit pasien diabetes melitus di Rumah Sakit Islam Aminah Blitar. Desain penelitian yang di gunakan adalah Pra-eksperimen dengan pendekatan One-group pre-post test design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 120 pasien, tehnik sampling yang digunakan adalah accidental sampling dan ditemukan sampel sebanyak 92 responden. Hasil analisis uji statitik menggunakan wilcoxon sign test didapatkan nilai signifikansi (ρ) sebesar 0,000 yaitu < 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh edukasi audio visual tentang diit DM terhadap kepatuhan diit pasien DM di Ruang As-Salam Rumah Sakit Islam Aminah Blitar. Diharapkan agar rumah sakit dapat memberikan konseling gizi berulang bagi penderita diabetes melitus menggunakan media audio visual mengenai diit diabetes melitus dan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi agar pihak rumah sakit dapat memberikan konseling gizi mengenai pentingnya diit bagi penderita diabetes melitus
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KATARAK PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI RUMAH SAKIT MEDIKA UTAMA BLITAR
Tingginya kadar gula darah dalam jangka waktu yang panjang
pada penderita diabetes dapat menjadi salah satu hal yang mempengaruhi
kemunculan komplikasi lebih lanjut ke organ lain, seperti mata. Katarak merupakan
kelainan lensa mata yang keruh di dalam bola mata yang menyebabkan penglihatan
manjadi kabur dan lama kelamaan dapat menyebabkan kebutaan. Tujuan
penelitian ini adalah untuk menjelaskan faktor yang berhubungan dengan kejadian
katarak pada pasien diabetes melitus di Rumah Sakit Medika Utama Kabupaten
Blitar. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel
diambil dengan menggunakan teknik accidental sampling didapatkan 56 pasien
diabetes melitus tipe 2. Variabel independen adalah usia, kepatuhan penggunaan
obat antidiabetes, dan kepatuhan diet. Variabel dependen adalah kejadian katarak.
Data dianalisis dengan uji chi square. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa ada
hubungan antara usia dengan kejadian katarak pada penderita diabetes melitus (ρ
=0,003), ada hubungan antara kepatuhan dalam pengobatan DM dengan kejadian
katarak pada penderita DM melitus (ρ =0,008), dan ada hubungan antara
kepatuhan diet dengan kejadian katarak pada penderita diabetes melitus (ρ
=0,032). Diskusi: Katarak terjadi akibat dari penumpukan zat sisa metabolisme
gula oleh sel pada mata. Zat sisa metabolisme gula tidak akan menumpuk jika
kadar gula dalam darah normal. Jika kadar gula darah meningkat akan terjadi
peningkatan dari glukosa oleh aldose reductase (AR) yang nampak atas lensa
mengkatalisis reduksi glukosa menjadi sorbitol lewat jalan poliol. Selain itu,
perubahan pada sorbitol menjadi fruktosa relatif lama dan tidak seimbang sehingga
kadar sorbitol pada lensa mata menjadi meningkat. Sorbitol menaikkan tekanan
osmose instraseluler sehingga mengakibatkan peningkatan terbentuknya katarak
Penelitian ini diharapkan bisa menjadikan bahan edukasi untuk pasien dan
keluarga pada umumnya dan pasien yang memiliki penyakit diabetes melitus
khususnya untuk rajin memeriksakan rutin kesehatannya termasuk gula darah,
kontrol ke faskes atau dokter dan minum obat anti diabetes secara rutin
PENGARUH PENGEMBANGAN METODE GUIDANCE AND COUNSELING TERHADAP MOTIVASI PEMERIKSAAN IVA WANITA USIA SUBUR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SANANKULON
Faktor penyebab tingginya angka kejadian kanker serviks di
Indonesia adalah kesadaran perempuan yang sudah pernah melakukan hubungan
seksual untuk melakukan deteksi dini masih rendah. Angka kematian yang tinggi
pada wanita usia subur penderita kanker serviks disebabkan karena sebagian besar
penderita kanker serviks ditemukan pada stadium lanjut. Adanya metode pendidikan
kesehatan guidance and conselling bertujuan untuk meningkatkan motivasi Wanita
usia subur melakukan pemeriksaan IVA. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui pengaruh metode guidance and conselling terhadap motivasi pemeriksaan
IVA pada WUS. Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimental dengan
pendekatan one-group pra-post test design (rancangan pra-pasca tes dalam satu
kelompok). Populasi yang ada dalam penelitian ini adalah wanita usia subur yang
menjadi kader kesehatan yang berada di desa Sumberjo pada tiga bulan terakhir
(Agustus-November) sebanyak 41 orang. Teknik sampling yang digunakan yaitu
purposive sampling diambil 37 responden. Hasil penelitian dmenunjukkan terdapat
pengaruh yang signifikan antara metode guidance and conselling terhadap motivasi
WUS dalam pemeriksaan IVA dengan nilai p = 0,000 dimana terdapat pengaruh yang
signifikan antara metode guidance and conselling terhadap motivasi WUS dalam
pemeriksaan IVA. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan
responden lain adalah dengan pemberian informasi, salah satunya dengan
memberikan pendidikan kesehatan metode guidance and conselling. Melalui metode
guidance and conselling penyampaian informasi dapat menjadikan pembelajaran lebih
efektif serta memudahkan dalam menerima pemahaman materi yang disampaikan.
Kata Kunci: Wanita Usia Subur, Kanker Serviks, Pemeriksaan IVA, Metode
Guidance and Conselling
PENGARUH PEMBERIAN EDUKASI PREOPERASI HEMOROID DENGAN MEDIA BOOKLET TERHADAP TINGKAT KECEMASAN
Tindakan pembedahan dapat menimbulkan respon fisiologis maupun psikologis pasien. Edukasi preoperasi dengan media Booklet diperlukan untuk menurunkan kecemasan pasien yang akan menjalani tindakan pembedahan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis Pengaruh Pemberian Edukasi Preoperasi Hemoroid dengan Media Booklet terhadap Tingkat Kecemasan Pasien di Ruang Dahlia RSUD Mardi Waluyo Blitar. Desain penelitian quasy experiment dengan rancangan one-group pra-post test design. Populasinya adalah Semua pasien yang akan menjalani operasi hemoroid di ruang Dahlia RSUD Mardi Waluyo Blitar dengan menggunakan teknik Quota Sampling sebanyak 30 responden. Pengumpulan data kecemasan menggunakan kuesioner, dan edukasi Booklet. Data diuji menggunakan wilcoxon dengan tingkat kesalahan (α) 0,05. Hasil penelitian didapatkan tingkat kecemasan sebelum diberikan edukasi dengan media Booklet 13 (43,3%) responden mengalami cemas ringan, sedangkan 7 (23,3%) responden mengalami cemas berat. Tingkat kecemasan sesudah diberikan edukasi dengan media Booklet sebagian responden 19 (63,3%) mengalami cemas ringan, dan masih ada 1 (3,3%) responden yang mengalami cemas berat. Hasil uji statistik wilcoxon p-value 0,002. Disimpulkan ada pengaruh pemberian edukasi dengan media Booklet terhadap tingkat kecemasan pasien preoperasi hemoroid di ruang Dahlia RSUD Mardi Waluyo Blitar. Edukasi mempengaruhi penurunan tingkat kecemasan pada pasien preoperasi hemoroid. Salah satu intervensi dari kecemasan ialah edukasi dengan media Booklet. Oleh karena itu perawat diharapkan selain memberi support juga memberikan edukasi dengan media Booklet