Repository STIKes Patria Husada Blitar
Not a member yet
    1105 research outputs found

    HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP TENTANG PEMANFAATAN TOGA UNTUK HIPERTENSI PADA MASYARAKAT

    No full text
    Pemanfaatan Taman obat Keluarga (TOGA) di kalangan Masyarakat sangat dipengaruhi oleh pengetahuannya. Persepsi masyarakat tentang penggunaan TOGA sebagai pencegahan hipertensi yang sering keliru, akan berdampak pada bagaimana perawatan hipertensi diterapkan. Pengetahuan dan sikap masyarakat memang menjadi prediktor penting dalam perilaku pemanfaatan TOGA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap tentang pemanfaatan TOGA untuk hipertensi pada masyarakat. Desain penelitian ini adalah cross sectional. Populasi penelitian adalah kepala keluarga atau yang mewakili di RT 04 RW O5 Kelurahan Pakunden Kecamatan Sukorejo Kota Blitar dengan jumlah 160 responden. Pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap tentang pemanfaatan TOGA untuk hipertensi. Analisa data menggunakan spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan Responden yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 136 (85.0%). Responden yang memiliki sikap positif 149 (93.1%). Hasil analisis statistic didapatkan nilai P=0,000 < α (0,05), maka terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang pemanfaatan TOGA untuk hipertensi dengan sikap tentang pemanfaatan TOGA untuk hipertensi. Kemudian nilai correlation coeffisien sebesar 0,697, hal ini menyatakan tingkat hubungan antara kedua variabel yaitu pengetahuan dan sikap responden sangat kuat. Diharapkan tenaga kesehatan sering melakukan penyuluhan supaya penderita hipertensi berkurang dan bisa melakukan pencegahan hipertensi dengan pemanfaatan TOGA untuk hipertensi

    PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MENGGUNAKAN MEDIA BANNER TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA PUTRI DALAM PENCEGAHAN FLUOR ALBUS DI PONDOK PESANTREN TAHSINUL AKHLAQ

    No full text
    Di Indonesia sekitar 90% wanita berpotensi mengalami keputihan, karena negara Indonesia memiliki iklim tropis, yang menyebabkan jamur mudah berkembang dan mengakibatkan peningkatan kasus keputihan. Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2018, menyatakan bahwa sekitar 75% wanita di dunia pasti pernah mengalami fluor albus. Fluor Albus yang terjadi terus menerus dapat menyebabkan komplikasi penyakit genitalia. Fluor albus patologis disebabkan kurangnya pengetahuan remaja putri dalam perawatan alat genitalia. Penelitian menunjukkan bahwa remaja tidak memiliki 60% pengetahuan yang seharusnya dimiliki mengenai kesehatan reproduksi. Pemberian pendidikan kesehatan menggunakan media banner dan ditunjang dengan metode ceramah merupakan salah satu cara untuk mencegah terjadinya fluor albus pada remaja putri di Pondok Pesantren Tahsinul Akhlaq Sutojayan. Desain penelitian ini adalah pre eksperimen dengan pendekatan one group pre-test and post-test design. Jumlah sampel penelitian ini yaitu 34 responden dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian ini berdasarkan uji analisa Wilcoxson signed rank test diketahui p-value bernilai 0,000 yang berarti menunjukkan adanya pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media banner terhadap pengetahuan remaja putri dalam pencegahan fluor albus di pondok pesantren tahsinul akhlaq sutojayan. Media banner mempermudah dalam menerima pesan kesehatan yang disampaikan, karena menggunakan bahasa yang mudah dipahami, lebih menarik, dan memiliki jangkauan yang relatif luas. Media banner juga mampu mengulang pesan yang sama terhadap audience saat mudah dilupakan

    HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN KADAR ASAM URAT PADA DEWASA

    No full text
    PTM (Penyakit Tidak Menular) merupakan penyakit tidak menular, salah satunya adalah gout yang ditandai dengan meningkatnya kadar asam urat. Saat ini asam urat sering terjadi pada usia dewasa yang berdampak terhadap gangguan kenyamanan. Meningkatnya konsentrasi asam urat sering dikaitkan dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) yang berlebihan (obesitas). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara indeks massa tubuh dengan kadar asam urat pada dewasa usia (26-45) tahun. Desain penelitian menggunakan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh anggota Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer) Kelurahan Jegu yang berusia 26-45 sebanyak 64 responden. Pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian menggunakan stature meter, timbangan digital untuk mengukur kadar IMT. Alat pengkur asam urat menggunakan easy touch. Analisis menggunakan Spearmant Rank Test dengan hasil (p 0,05. Hasil penelitian menunjukan IMT normal sebanyak 17 responden 26,6%, beresiko obesitas sebanyak 9 responden 14,1%, obesitas tingkat 1 sebanyak 20 responden 31,3%, obesitas tingkat 2 sebanyak 15 responden 23,4%, bb kurang sebanyak 3 responden 4,7%. Kadar asam urat normal laki-laki sebanyak 11 responden 17,2%, normal perempuan sebanyak 6 responden 9,4%, tinggi laki-laki sebanyak 3 responden 4,7%, tinggi perempuan sebanyak 44 responden 68,8%. Hasil analisis statistik didapatkan nilai p=0,000 yang berarti ada hubungan antara indeks massa tubuh dengan kadar aam urat pada usia dewasa dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,490 yang berarti mempunyai kekuatan cukup kuat antara dua variabel. Diharapkan masyarakat menerapkan pola hidup sehat dengan melakukan olahraga secara teratur,mengatur pola makan yang tinggi purin secara , dan mengontrol BB untuk mencegah terjadinya obesitas dan kadar asam urat tinggi di usia dewasa

    PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG SKABIES DENGAN MEDIA LEAFLET TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP SANTRI DI YAYASAN PESANTREN ISLAM IBNU MAS’UD KECAMATAN GARUM KABUPATEN BLITAR

    No full text
    Pengetahuan santri di Yayasan Pesantren Islam Ibnu Mas’ud Kecamatan Garum Kabupaten Blitar tentang skabies belum memahami apa itu skabies karena mereka hanya mengetahui dan memiliki pola perilaku tentang Perilaku Hidup Bersih dan sehat saja yang sudah diberikan penyuluhan oleh Puskesmas Garum. Upaya untuk meningkatkan kesadaran santri adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang skabies dengan media leaflet terhadap pengetahuan dan sikap santri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Skabies Dengan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Santri Di Yayasan Pesantren Islma Ibnu Mas’ud Kecamatan Garum Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan metode Pre-Eksperimen dengan desain One Group Pretest, Posttest. Dari populasi 80 terpilih 70 responden secara Purposive sampling. Instrumen penelitian adalah kuesioner pengetahuan dan sikap, dianalisis dengan uji Wilcoxon Sign Rank Test. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 8 Desember 2024. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai Pre-Test mayoritas memiliki pengetahuan Cukup (55,7%), sikap Baik (78,6%). Setelah intervensi, hasil Post-Test menunjukkan peningkatan dengan mayoritas memiliki pengetahuan Cukup (60%), sikap baik (98,6%). Pendidikan kesehatan terbukti efektif meningkatkan pengetahuan cukup (4,3%) dan sikap baik (38,6%). Pengetahuan memiliki peningkatan. Hasil statistik menunjukkan pengetahuan dengan p=0,000 (α < 0,05), dan sikap dengan p=0,000 (α < 0,05) yang berarti ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang skabies dengan media leaflet terhadap pengetahuan dan sikap di Yayasan Pesantren Islam Ibnu Mas’ud Kecamatan Garum Kabupaten Blitar. Pendidikan kesehatan tentang skabies mempunyai pengaruh yang signifikan terhadapoengetahuan dan sikap santri sehingga diharapkan angka skabies di yayasan pesantren dapat menurun

    PENGARUH SENAM TERA TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI POSYANDU LANSIA ISMOYO BENDOGERIT KOTA BLITAR

    No full text
    Hipertensi dapat di kategorikan sebagai “the silent killer” karena banyak penderita tidak menyadari dirinya mengidap hipertensi sebelum memeriksakan tekanan darahnya. Pada saat ini pemerintah menggalakkan beberapa program untuk lansia salah satunya adalah Posyandu lansia yang dimana lansia harus rutin pengobatan, akan tetapi tekanan darah lansia banyak yang belum terkontrol dengan baik, sehingga perlunya di berikan terapi non farmakologi salah satunya yaitu senam tera.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh senam tera terhadap tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di posyandu lansia Ismoyo Bendogerit Blitar. Desain penelitian ini adalah Quasy experimental pretest-posttest without control group design. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 36 responden dengan metode Accidental Sampling. Instrumen penelitian menggunakan melalui lembar SOP, lembar observasi tekanan darah, sphygmomanometer ,stetoskop dan lembar wawancara. Metode analisa data menggunakan uji wilcoxon signed rank test. Hasil uji statistik di dapatkan hasil nilai sig. tekanan darah sistole 0,000 < 0,05 dan nilai sig. tekanan darah diastole 0,005 < 0,05 dinyatakan bahwa Ada pengaruh senam tera terhadap tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di posyandu lansia Ismoyo Bendogerit Blitar. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan evaluasi dan informasi dalam terapi non farmakologi dari hipertens

    PENGARUH EDUKASI MELALUI MEDIA VIDEO DAN LEAFLET TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA DALAM PENCEGAHAN BULLYING DI SMP PGRI SUTOJAYAN

    No full text
    Rendahnya pemahaman siswa tentang bullying menjadi salah faktor mereka melakukan praktik bullying. Bullying seringkali dianggap sebagai hal biasa yang sering dijadikan bahan candaan. Maka dari itu diperlukan edukasi guna meningkatkan pengetahuan dan menumbuhkan empati siswa agar mampu melakukan pencegahan terkait adanya praktik bullying disekolah. Pemberian edukasi menggunakan media video dan leaflet. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi melalui media video dan leaflet terhadap pengetahuan remaja dalam pencegahan bullying. Desain penelitian dengan metode pre eksperimental dengan menggunakan pre-test dan post-test. Populasi sebesar 48 responden yang merupakan seluruh siswa kelas VII, VIII dan IX SMP PGRI Sutojayan. Total 48 sampel menggunakan teknik total sampling. Penelitian ini dilakukan pada Sabtu, 25 Januari 2025. Instrumen pada penelitian ini adalah kuesioner untuk melihat tingkat pengetahuan dalam pencegahan bullying. Setelah diberikan intervensi didapatkan hasil sebagian besar hasil 35 responden (73%) pengetahuan cukup. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan nilai p-value 0,00 < 0,05. Hasil ini menunjukkan ada pengaruh edukasi melalui media video dan leaflet terhadap pengetahuan remaja dalam pencegahan bullying. Diharapkan pada siswa lebih selektif dalam bergaul dengan teman dan harus memiliki kesadaran penuh agar tidak mudah terpengaruh perilaku buruk dari teman disekelilingnya. Selain itu, dari pihak sekolah harus lebih mengintensifkan bagian Bimbingan Konseling untuk selalu memberikan edukasi terkait bullying dan melakukan pengawasan terhadap sisiwa-siswa yang dipandang dapat melakukan tindak bullying terhadap teman sebaya serta senantiasa menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan bersahabat guna meminimalisir adanya perilaku bullying di sekolah

    Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Metode Storytelling Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Perawatan Gigi Pada Anak Usia Sekolah 7-8 Tahun

    No full text
    Anak usia 7-8 tahun akan mengalami masa peralihan dari gigi susu ke gigi permanen, dalam hal ini sangat rawan terjadi masalah pada gigi anak. Kurangnya pengetahuan dan sikap terhadap perawatan gigi akan menyebabkan masalah gigi di masa gigi permanen nantinya. Pendidikan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap perawatan gigi. Pendidikan kesehatan dengan metode storytelling dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap perawatan gigi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode storytelling terhadap pengetahuan dan sikap perawatan gigi pada anak usia 7-8 tahun. Penelitian ini menggunakan desain pre – ekperimental dengan pendekatan one group pretest – posttest design . Populasi penelitian ini adalah anak usia 7-8 tahun di MI Hidayatullah Kota Blitar sebanyak 61 anak. Sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling sebanyak 56 anak. Instrumen pengetahuan menggunakan kuesioner pengetahuan perawatan gigi dan instrument sikap menggunakan kuesioner sikap perawatan gigi. Intervensi pendidikan kesehatan di berikan storytelling selama 30 menit sebanyak 1x. Hasil penelitian menujukan bahwa ada pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pengetahuan dan sikap pada anak sebelum dan sesudah diberikan intervensi dengan nilai signifikan ρ 0,000 atau ρ < 0,005 menggunakan uji Wilcoxon, yang berarti terdapat pengaruh intervensi pendidikan kesehatan dengan metode storytelling terhadap pengetahuan dan sikap perawatan gigi pada anak usia 7-8 tahun. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan untuk penelitian selanjutnya memberikan pendidikan kesehatan dengan variable yang lebih luas dan metode penyampaian yang lebih bervariasi

    PENGARUH TERAPI BERMAIN PERAN DENGAN BONEKA TANGAN TERHADAP KECEMASAN DAMPAK HOSPITALISASI PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH (3-6 TAHUN)

    No full text
    Anak usia prasekolah yang mengalami sakit dan menjalani pengobatan seringkali harus menjalani hospitalisasi. Dampak dari hospitalisasi pada anak usia prasekolah yaitu anak mengalami kecemasan. Kecemasan jika tidak ditangani akan menimbulkan stres yang dapat melemahkan respon imun sehingga mempengaruhi proses penyembuhan, memperpanjang durasi pengobatan menjadikan biaya pengobatan meningkat. Salah satu upaya untuk mengurangi kecemasan dengan dilakukan terapi bermain peran dengan boneka tangan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh terapi bermain peran dengan boneka tangan terhadap penurunan tingkat kecemasan anak usia prasekolah (3-6 tahun) saat hospitalisasi. Penelitian ini menggunakan metode Pre-eksperimental One-Group Pretest-Posttest design. Populasi pada penelitian ini seluruh pasien anak usia prasekolah di ruang nusa indah. Besar sampel sebanyak 20 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan instrument berupa skala tingkat kecemasan Facial Image Scale. Penelitian ini dilakukan 17 September - 01 November 2024. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu tingkat kecemasan anak sebelum diberikan terapi bermain peran didapatkan cemas berat sebanyak 60%, cemas sedang 30%, cemas panik 10% sedangkan setelah diberikan intervensi terapi bermain peran dengan boneka tangan anak tidak cemas 50%, cemas ringan 40%, cemas sedang 10% . Hasil analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon Signed rank test p-value 0.000 yang berarti terdapat pengaruh terapi bermain peran dengan boneka tangan terhadap kecemasan dampak hospitalisasi pada anak usia prasekolah (3-6 tahun). Diharapkan perawat dapat menerapkan terapi bermain peran dengan boneka tangan dalam menjalani kecemasan hospitalisasi anak usia prasekolah

    PENGARUH GEOMETRIC HOP GAMES TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK KELAS TK A DI RA PERWANIDA 01 PANCIR

    No full text
    Angka kejadian keterlambatan perkembangan di Indonesia masih tinggi terutama pada motorik kasar menurut WHO. Riskesdas menyatakan rata-rata perkembangan motorik kasar anak Indonesia masih mengalami masalah. Untuk menangani masalah tersebut dapat dilakukan intervensi geometric hop games. Gerakan geometric hop games melibatkan gerakan badan: posisi kaki, tangan, dan badan. Geometric hop games memiliki banyak manfaat untuk menstimulasi kemampuan motorik kasar, yaitu kekuatan otot tangkai kaki, keseimbangan, koordinasi tubuh, dan ketepatan melakukan permainan. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui adanya pengaruh sebelum dan sesudah pemberian geometric hop games terhadap anak usia dini 4-5 tahun di RA Perwanida 01 Pancir. Desain penelitian ini menggunakan pre eksperimental dimana One Group Pretest- Posttest. Populasi penelitian seluruh anak usia 4-5 tahun sebanyak 64 responden dengan mengunakan tekhnik Purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 58 responden. Penelitian dilakukan pada 14 - 23 Oktober 2024. Instrumen penelitian menggunakan ceklis untuk menilai motorik kasar dan SOP geometric hop games. Analisis menggunakan uji wilcoxon dengan hasil menunjukkan nilai nilai Exact Sig. (2- tailed) mendapatkan hasil ,000, maka nilai p= 0,000 < 0,05 artinya ada pengaruh sebelum dan sesudah pemberian geometric hop games terhadap kemampuan motorik kasar. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk perbaikan cara meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia dini 4-5 tahun melalui geometric hop games

    774

    full texts

    1,105

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository STIKes Patria Husada Blitar
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇