Repository STIKes Patria Husada Blitar
Not a member yet
1105 research outputs found
Sort by
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MENGGUNAKAN BOOKLET TERHADAP PERILAKU HYGIENE KULIT WAJAH PENDERITA ACNE
Hygiene kulit wajah merupakan hal penting dalam mencerminkan kebersihan perseorangan. Sekitar 42% orang memiliki perilaku hygiene kulit wajah yang buruk dan sering dialamai pada penderita acne. Perilaku hygiene kulit wajah yang baik pada penderita acne dapat mengurangi
resiko komplikasi. Pada booklet terdapat kata-kata singkat, gambar menarik sehingga mudah
dipahami oleh pembaca. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media Booklet Terhadap Perilaku Hygiene Kulit Wajah Penderita Acne. Desain pada penelitian ini Pre- Eksperimental dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest desain. Populasi dalam penelitian ini adalah 15 orang penderita acne yang berkunjung ke DSC Aesthetic Clinic pada tanggal 4-18 Maret 2024. Sampling yang digunakan adalah total sampling, sampel sebanyak 15 orang penderita acne. Intervensi yang dilakukan untuk meningkatkan perilaku hygiene kulit wajah adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan menggunakan media booklet. Instrument yang digunakan adalah kuesioner untuk mengukur perilaku hygiene kulit wajah dengan jumlah 18 pertanyaan. Data dari kuesioner kemudian dianalisa dengan uji Wilcoxon (a < 0,05). Hasil penelitian sebelum diberikan pendidikan kesehatan tentang hygiene kulit wajah menggunakan booklet dengan prosentase 46,7% responden memiliki perilaku hygiene yang buruk, dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan prosentase 100% responden memiliki perilaku hygiene kulit wajah baik. Hasil uji statistic (a<0,05 didapatkan r = 0,005), menunjukkan adanya pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan booklet dengan perilaku hygiene kulit wajah pada penderita acne. Bagi petugas kesehatan untuk memberikan pendidikan kesehatan pada pasien untuk selau menjaga perilaku hygiene kulit wajah
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI IBU HAMIL MELAKUKAN VCT DI UPT PUSKESMAS WONODADI
Pemeriksaan ibu hamil harus mengikuti pemeriksaan diagnostic HIV Dengan tes dan konseling yaitu Voluntary Conseling and Testing (VCT), tetapi pemanfaatan pelayanan VCT Masih rendah, karena masih banyak ibu hamil yang merasa tidak perlu, enggan dan malu melakukan VCT.Secara teoritis motivasi yang rendah dapat menyebabkan ibu hamil kurang memperhatika Kesehatan terkait HIV Aids dengan melakukan pemeriksaan VCT.
Tujuan penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif analitik dan menggunakan pendekatan cross sectional.Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang melakukan ANC Pertama di UPT Puskesmas Wonodadi yaitu berjumlah 41 ibu hamil.Teknik sampling yang digunaikan yaitu Teknik Accidental Sampling, jumlah sample pada penelitian ini yaitu sebanyak 20 ibu hamil. Instrumen penelitian berupa kuisioner yang terdiri dari 3 kuisioner yaitu kuisioner pengetahuan ibu hamil, kuisioner Analisa data menggunakan Analisa bivariate. Hasil uji statistic hubungan pengetahuan terhadap motivasi ibu hamil melakukan pmeriksaan VCT didapatkan nilai P=0.029 bearti ada hubungan antara pengetahuan dengan motivasi ibu hamilmelakukan pemeriksaan VCT, Kemudian hasil uji statistic hubungan dukungan keluargaterhadap motivasi ibu hamil melakukan pemeriksaan VCT di dapatkan nilai P=0.001 artinya bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dengan motivasi ibu hamil Melakukan pemeriksaan VCT sedangkan hasil uji statistic keterjangkauan abses terhadap motivasi ibu hamil melakukan pemeriksaan VCT didapatkan nilai P=0,413 artinya bahwa tidak ada hubungan antara keterjangakaun abses dengan motivasi ibu hamil melakukan pemeriksaan VCT.Dengan demikian diharapkan petugas Kesehatan dan kader Kesehatan diharapkan rutin memberikan edukasi tentang pentingnya pemeriksaan dini tentang HIV Aids
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TBC DI KOTA BLITAR
Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit yang disebabkan Mycobacterium tuberculosis dan menyerang hampir seluruh organ tubuh, terutama pada paru-paru. Banyaknya pasien yang berhenti minum obat/droup out dikarenakan membutuhkan pengobatan yang lama selama 6 bulan. Pengetahuan, dukungan keluarga yang rendah akan mempengaruhi tingkat kepatuhan dalam minum obat TBC baik waktu,dosis obatnya, bila hal ini tidak dilakukan secara adekuat akan menimbulkan penyakit TBC MDR (Multi Drug Resisten ) bahkan akan mengakibatkan kematian Metode : Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode deskriptif korelasi.Populasi adalah pasien TBC yang ada di Kota Blitar sebanyak 18 responden.Waktu penelitian pada tanggal12-25 Maret 2023. Tempat penelitiannya yaitu di Puskesmas Sanan Wetan, Puskesmas Sukorejo dan Rumah Sakit Budi Rahayu.Instrumen terdiri dari kuisioner demografi, pengetahuan,dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat TBC Hasil: Analisa penelitian menggunakan sperman rank didapatkan ada hubungan dari variabel, pengetahuan terhadap kepatuhan minum obat, dimana dari hasil perhitungannya didapatkan angka koefisien korelasi sebesar 0.577 yang menunjukan tingkat hubungan antara variabel pengetahuan dengan kepatuhan adalah berhubungan kuat, dengan nilai signifikasi 0.05, dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat dengan hasil perhitungan diperoleh angka koefisien korelasi sebesar 0.577 yang menunjukan tingkat hubungan antara variabel dukungan keluarga dengan kepatuhan adalah berhubungan kuat, dengan nilai signifikasi 0.05,. Diskusi:. Untuk kepatuhan yang kurang diharapkan bisa mengaplikasikan dalam kehidupan setiap hariny
PENGARUH BRISK WALKING EXERCISE TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI
Pada saat ini pemerintah menggalakkan beberapa program untuk lansia salah satunya adalah posyandu lansia akan tetapi tekanan darah lansia belum terkontrol dengan baik. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Brisk Walking Exercise Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Poliklinik Kesehatan DKT Blitar. Rancangan penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan Desain penelitian adalah Quasy Experimental dengan menggunakan pendekatan one-group pre-post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah Pasien Hipertensi Di Poliklinik Kesehatan DKT Blitar sebanyak 50 pasien. Besar sampel adalah 28 responden, diambil sesuai dengan kriteria inklusi dan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen pada penelitian ini adalah tekanan darah sistolik dan diastolik. Variabel dependen pada penelitian ini adalah Brisk Walking Exercise. Analisis menggunakan uji statistik Wilcoxon signed rank test dengan tingkat signifikasi p<0,05. Hasil penelitian terdapat pengaruh tekanan darah sistolik (p=0,000), tekanan darah diastolik (p=0,002) dengan Brisk Walking Exercise. Berdasarkan hasil yang diperoleh peneliti pasien hipertensi yang rutin menggunakan obat dan rutin melakukan Brisk Walking Exercise maka tekanan darah juga semakin stabil. Sehingga Brisk Walking Exercise dapat digunakan sebagai alternatif terapi non farmakologis dari hipertensi
PENGARUH EDUKASI SMART PARENTING TERHADAP POLA ASUH ORANG TUA PADA ANAK USIA 3-6 TAHUN
Dalam prakteknya berbagai ekspresi (pola asuh) sering terjadi penyimpangan,
Penyimpangan yang sering kali dilakukan orang tua kepada anak adalah tidak
mempraktikkan apa yang diajarkan, menganggap semua anak sama, tidak memberikan
batasan tertentu pada anak, dan tidak konsisten. Dampak dari pola asuh yang tidak tepat akan
membuat anak menjadi lebih agresif atau sebaliknya menjadi penakut. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi smart parenting terhadap pola asuh orang tua
pada anak usia 3-6 tahun. Metode yang digunakan adalah kuantitatif. Desain yang digunakan
adalah pra- eksperimental dengan pendekatan one-group pre-post test design. Populasi
berdasarkan kriteria inklusi adalah orang tua yang memiliki anak usia 3-6 tahun, bersedia dan
hadir dalam kegiatan posyandu dahlia dan eksklusinya adalah orang tua yang tidak
menyelesaikan pengisian kuesioner serta bukan orang tua kandung yang hadir dalam
kegiatan. Sampel responden diambil menggunakan tekhnik purposive sampling sebanyak 34
orang yang dilakukan pada tanggal 01 Juli - 31 juli 2023. Menggunakan instrumen Parental
Authority Questionnaire (PAQ). Analisa data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon signed
rank. Didapatkan hasil pada pretest pola asuh baik sebesar 17.6% dan cukup sebesar 82,4%.
Dan post-test pola asuh cukup sebesar 5,9% dan pola asuh baik sebesar 94,1%. Analisis pre-
post test didapatkan kenaikan rata-rata sebesar 17,50. Hasil p-value 0,000 (p<0,05) artinya
ada pengaruh dalam pemberian edukasi smart parenting terhadap pola asuh orang tua. Orang
tua diharapkan mampu menerapkan pola asuh yang baik yaitu mendukung anak menjadi
mandiri,membiasakan untuk melakukan diskusi dengan anak dalam kehidupan sehari-hari
PENGARUH TEKNIK DISTRAKSI DENGAN MEDIA VIDEO ANIMASI UNTUK MENURUNKAN TINGKAT KECEMASAN PADA ANAK PRE SIRKUMSISI
Sirkumsisi merupakan suatu proses membuang preposium penis. Sebagian
besar anak yang menjalani sirkumsisi menunjukkan tanda kecemasan seperti
wajah pucat ketakutan,dan berkeringat. Video animasi menjadi metode distraksi
selaku stimulus terhadap kegiatan hipotalamus sehingga membatasi pengeluaran
hormon Corticotropin Releasing-Factor(CRF). Aktivasi CRF menimbulkan
kelenjar pituitari membatasi pengeluaran Adrenocorticotropin Hormone(ACTH)
sehingga hormon adrenal menghasilkan hormon kortisol, adrenalin, serta non
adrenalin terhambat pembentukannya. Tujuan penelitian untuk mengetahui
pengaruh pemberian video animasi terhadap tingkat kecemasan pada anak yang
akan melakukan sirkumsisi. Desain penelitian ini menggunakan Quasi
experimental design. dengan "Pra-Eksperimental” dengan rancangan One-group
Pra-post Test Design (Without Control). Populasi penelitian ini adalah anak yang
melaksanakan sirkumsisi di Adji waras, Praktek Mandiri Tofan dan Rumah Sunat
Madinah sejumlah 30 orang.selama bulan januari 2023 . Penelitian ini dilakukan
pada tanggal 9 Mei – 24 Juni 2023. Instrumen penelitian ini menggunakan
kuesioner Facial Image Scale untuk mengukur tingkat kecemasan anak, dianalisis
menggunakan uji Paired sampel t-test. Hasil penelitian ini Pre-test sebanyak 10
orang cemas sedang, dan post-test sebanyak 19 orang tidak cemas. Hasil analisis
statistik didapatkan nilai p-value 0,000 (p< 0,05) yang berarti terdapat pengaruh
pemberian video animasi untuk menurunkan tingkat kecemasan anak. Dari hasil
tersebut pemberian video animasi bisa dijadikan alternatif lain untuk menurunkan
tingkat kecemasan anak
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MENGGUNAKAN MEDIA APLIKASI DIABETES CARE TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN MOTIVASI MENGONTROL KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DM TIPE 2
Tingginya prevalansi Diabetes Melitus (DM) tipe 2 dapat disebabkan karena tingkat pengetahuan dan motivasi yang rendah dalam mengontrol kadar gula darah. Tingkat motivasi pasien yang rendah dapat dipengaruhi oleh pengetahuan yang rendah terutama tidak didapatkannya pendidikan kesehatan secara baik. Pendidikan kesehatan dengan media aplikasi diabetes care merupakan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan motivasi dalam mengontrol kadar gula darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan aplikasi diabetes care terhadap tingkat pengetahuan dan motivasi dalam mengontrol kadar gula darah pasien DM tipe 2. Desain penelitian dengan metode pre-experimental design one group pre-test post-Test. Populasi sebesar 42 responden dengan DM tipe 2 yang terdaftar pada program prolanis di wilayah kerja Puskesmas Kepanjenkidul Blitar Jawa timur. Total 38 sampel responden menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 5-31 March 2024. Instrumen pada penelitian ini adalah kuesioner untuk melihat tingkat pengetahuan dan motivasi dalam mengontrol kadar gula darah. Setelah diberikan intervensi di dapatkan pengetahuan kurang 31.6%, cukup 55%, baik 13.2%. Tingkat motivasi cukup sebanyak 44.7%, baik sebanyak 55.3% tidak ada dengan motivasi kurang. Hasil uji statistic Wilxocon dan paired T-test didapatkan p-value (0.000) > α (0.05). Hasil menunjukan ada pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media aplikasi diabetes care terhadap tingkat pengetahuan dan motivasi dalam mengontrol kadar gula darah pasien DM tipe 2. Diharapkan kepada pihak Puskesmas Kepanjenkidul untuk dapat meningkatkan kegiatan baik berupa kegiatan penyuluhan dan pendidikan kesehatan menggunakan diabetes care untuk meningkatkan pengetahuan dan motivasi pasien DM tipe II mengontrol kadar gula darah
PENGARUH KADAR HEMOGLOBIN TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN LUKA POST SECTIO
Penyembuhan luka post sectio caesarea yang lama berdampak terhadap pasien dan
keluarga. Selain penambahan biaya yang membebani, pasien dapat mengalami
trauma akibat proses penyembuhan luka yang berlangsung lama. Hemoglobin
merupakan komponen utama untuk menstransport oksigen dan nutrient yang
diperlukan untuk proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan menganalisis
pengaruh kadar hemoglobin terhadap proses penyembuhan luka post sectio
caesarea di RSU Aminah Blitar. Desain penelitian menggunakan pendekatan case
control. Sampel diambil dengan menggunakan teknik consecutive sampling
dengan kriteria inklusi sebanyak 89 responden. Data kadar hemoglobin diambil
dari rekam medis sekunder kadar hemoglobin pre operasi pasien dan proses
penyembuhan luka dilihat dari hasil observasi 1x saat pasien melakukan kontrol
ke poli kandungan antara hari ke 7 sampai hari ke 10 pasca operasi sectio
caesarea. Data dianalisis menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil
penelitian menunjukkan sebanyak 62,9% responden memiliki kadar hemoglobin
normal dan 79,77% responden menunjukkan proses penyembuhan luka yang baik.
Hasil Analisis uji statistik menunjukkan p value sebesar 0,000 lebih kecil dari α
0,05 dengan R-square sebesar 0,196. Artinya terdapat pengaruh kadar hemoglobin
terhadap proses penyembuhan luka post sectio caesarea. Sehingga diharapkan ibu
hamil dan keluarga memperhatikan nilai kadar hemoglobin selama masa
kehamilan dan setelah persalinan untuk memastikan kesehatan dan penyembuhan
luka post sectio caesarea
PENGARUH PATIENT FAMILY EDUCATION TERHADAP TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PASIEN DI UNIT GAWAT DARURAT (UGD)
Berbagai penurunan kondisi kesehatan pada pasien akan mengakibatkan kecemasan berat
dalam sistem keluarga. Hal ini dipicu oleh ketakutan akan kematian, hasil yang tidak pasti,
gejolak emosi, masalah keuangan, perubahan peran, gangguan rutinitas, dan lingkungan
rumah sakit yang tidak dikenal. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan pengaruh Patient
Family Education Terhadap Tingkat Kecemasan Keluarga Pasien Di Unit Gawat Darurat
(UGD) Rumah Sakit Islam Aminah Blitar. Desain penelitian yang di gunakan adalah Pra-
eksperimen dengan pendekatan One-group pre-post test design. Populasi dalam penelitian ini
adalah keluarga yang mendampingi pasien di UGD RSI Aminah sebanyak 76 responden,
teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling dan ditemukan 55 responden
dengan kriteria keluarga pasien yang masuk ugd dan sudah terdaftar rawat inap di RSI
Aminah serta keluarga pendamping pasien yang masuk triase kuning dan merah saat di Unit
Gawat Darurat RSI Aminah. Hasil penelitian menunjukkan Tingkat kecemasan keluarga
pasien sebelum diberikan edukasi di UGD RSI Aminah 38 responden (69,1%) mengalami
kecemasan berat, dan 17 responden (30,9%) mengalami kecemasan sedang. Tingkat
kecemasan keluarga pasien sesudah diberikan edukasi di UGD RSI Aminah 36 responden
(65,5%) mengalami kecemasan sedang, dan 19 responden (34,5%) mengalami kecemasan
ringan. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test didapatkan nilai signifikansi
(ρ) sebesar 0,000 yaitu < 0,05. Maka hasil menunjukkan bahwa terdapat pengaruh patient
family education terhadap tingkat kecemasan keluarga pasien di UGD Rumah Sakit Islam
Aminah Blitar. Diharapkan petugas kesehatan dapat mengaplikasikan patient family
education terhadap keluarga pasien menggunakan media yang digunakan peneliti
PENGARUH TERAPI BERMAIN GAME PADA GADGET TERHADAP KECEMASAN DAMPAK HOSPITALISASI PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH (3-6 TAHUN)
Hospitalisasi dapat menimbulkan krisis pada kehidupan anak ketika di rumah sakit, anak harus menghadapi lingkungan yang asing, pemberian asuhan yang tidak dikenal, dan gangguan terhadap gaya hidup mereka, sehingga anak dapat mengalami kecemasaan akibat perubahan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh terapi bermain game pada gadget terhadap kecemasan dampak hospitalisasi pada anak usia pra sekolah (3-6 tahun). Desain penelitian yang digunakan adalah Quasy Experimental dengan pendekatan Pretest Posttest Control Group Design. Populasi penelitian sebanyak 35 anak dan sampel yang didapatkan sebanyak 26 responden. Tehnik sampling yang digunakan adalah accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kecemasan kelompok perlakuan sebanyak 43,8% mengalami kecemasan berat dan setelah diberikan terapi responden masuk dalam kategori kecemasan ringan pada kelompok perlakuan sebanyak 56,3% mengalami kecemasan berat dan setelah di evaluasi responden masuk dalam kategori kecemasan sedang. Hasil dari uji Mann Whitney didapatkan p-value 0,00<a0,05 sehingga dapat disimpulkan adanya perbedaan antara kelompok kontrol dan perlakuan. Penurunan kecemasan hospitalisasi anak pada kelompok perlakuan secara signifikan lebih tinggi dibanding pada kelompok kontrol. Bagi rumah sakit agar hasil penelitian ini dapat dijadikan alternative terapi untuk menurunkan kecemasan dampak hospitalisasi pada anak usia prasekolah dan memberikan pengetahuan bahwa terapi bermain diperlukan untuk menunjang proses penyembuhan anak