Repository STIKes Patria Husada Blitar
Not a member yet
1105 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN KEBUGARAN JASMANI KARYAWAN UPT PUSKESMAS SANANKULON
Era globalisasi menyebabkan perubahan perilaku dan menimbulkan ketidak seimbangan asupan makanan diimbangi dengan rendahnya aktivitas fisik sehingga menyebabkan indeks massa tubuh (IMT) akan meningkat dan berpengaruh pada Kebugaran. Berdasarkan hasil pengukuran IMT karyawan UPT Puskesmas Sanankulon tahun 2022 menunjukkan 39% obesitas, 15% gemuk dan kebugaran kurang 40% dan cukup 30%. Beberapa penelitian menyatakan Aktivitas fisik dan IMT berpengaruh terhadap kebugaran jasmani. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan Hubungan Aktivitas Fisik dan Indeks Massa Tubuh dengan Kebugaran Jasmani. Desain penelitian Corelational. Metode Purposive Sampling. Populasi penelitian Karyawan UPT Puskesmas Sanankulon sejumlah 50 besar sampel 46. Hasil penelitian ini tingkat aktivitas fisik karyawan tinggi 4 (8.7%), aktivitas fisik sedang 19 (41.3%) dan aktivitas fisik rendah 23 (50%). IMT kurus ringan 2 orang (4.3%), IMT normal 18 (39.1%), IMT gemuk ringan 11 orang (23.9%) dan IMT gemuk berat 15 orang (32.6%). Kebugaran jasmani baik 2 orang (8.7%), kebugaran jasmani cukup 23 orang (50%), kebugaran jasmani kurang 21 (45.7%). Hasil uji korelasi Rank Spearman didapatkan nilai ρ-value 0,001 dan tingkat koefisien korelasi 0,477 pada Hubungan Aktifitas fisik dengan kebugaran jasmani yang menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang lemah antara kedua variable, serta nilai ρ = 0,01 dan tingkat koefisien korelasi 0,477 pada Hubungan IMT dengan Kebugaran Jasmani yang menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang lemah antara kedua variabel. serta nilai ρ = 0,029 dan tingkat koefisien korelasi 0,322. Hasil penelitian ini diharapkan perawat mampu memahami bahwa meningkatkan aktivitas fisik dan menjaga Indeks Massa Tubuh tetap normal sebagai dasar untuk selalu menjaga kondisi tubuh yang bugar
PENGARUH EDUKASI TENTANG ROM ( RANGE OF MOTION) TERHADAP PENGETAHUAN DAN MOTIVASI KELUARGA PADA PASIEN STROKE DI RUANG RAWAT INAP RS.KATOLIK BLITAR
Pengetahuan keluarga mengenai latihan ROM sekitar 43% kurang dalam sering dialami adalah terjadinya kelemahan extermitas, yang membutuhkan latihan ROM (Range Of Motion) secara teratur sehingga pengetahuan dan motivasi keluarga yang baik tentang latihan ROM pada pasien stroke dapat mengurangi komplikasi yang lebih lanjut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisa pengaruh edukasi tentang ROM terhadap pengetahuan dan motivasi keluarga pada pasien stroke. Desain pada penelitian ini Pre- Eksperimental dengan pendekatan one grup pre test post test desain, dengan jumlah responden 20 orang keluarga pasien stroke, diambil secara proposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner dengan jumlah total soal 20. Data dari kuesioner kemudian dianalisa dengan uji Wilcoxon (α < 0,05). Hasil penelitian sebelum diberikan edukasi ROM dengan prosentase 40% responden memiliki tingkat pengetahuan dan motivasi yang kurang, dan sesudah diberikan edukasi dengan prosentase 85% responden mempunyai pengetahuan dan motivasi yang baik. Hasil uji statistic Wilcoxon (α<0,050 didapatkan ρ = 0,002 ), menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan edukasi tentang ROM pada keluarga pasien stroke. Edukasi sangat diperlukan oleh keluarga untuk meningkatkan pengetahuan dan motivasi keluarga tentang ROM untuk merawat pasien stroke
The Correlation of Self-esteem and Adolescents Mental Health at SMPN 2 Srengat
Mental health has serious consequences for a teenager's future. Low mental
health affects routine activities, damages relationships, hinders development and
productivity. Teenagers with mental health problems have difficulty completing
school assignments. Various sources say that self-esteem is a predictor of mental
health. This study aims to determine the correlation of self-esteem adolescents
mental health at SMPN 2 Srengat. The research design is correlational with a
cross-sectional approach. The population is 279 teenagers from SMPN 2 Srengat
grade 8. A sample of 164 people was determined using purposive sampling
technique. The independent variable is self-esteem and the dependent variable is
mental health. Data collection uses a questionnaire by filling out the Google form.
Analysis uses Spearman-Rho with a confidence value (α) of 0.05. The research
results showed that more than half of the respondents had high self-esteem,
namely 59.1%, and more than half of the respondents had good mental health,
namely 87.2%. The results of the Spearman Rho test show a p-value = 0.000 (> α
= 0.05), r = 0.424, meaning that there is a correlation of self-esteem and
adolescence mental health at SMPN 2 Srengat with moderate strength. The
conclusion in this study is that there is a significant relationship between self-
esteem and adolescent mental health, the better self-esteem, the better adolescent
mental health. Schools and parents should pay more attention to teenagers by
taking a personal approach as an effort to improve mental health through
increasing teenagers' self-esteem
HUBUNGAN MOTIVASI PERAWAT DENGAN KEPATUHAN DALAM MELAKSANAKAN FIVE MOMENT HAND HYGIENE
Penyakit infeksi dan menular adalah ancaman terbesar bagi negara berkembang dan menjadi penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian di dunia. Di dunia, kepatuhan tenaga kesehatan dalam melakukan hand hygine secara umum sekitar 40%, angka ini bervariasi mulai dari 5% sampai 81%. Tingkat kepatuhan hand hygine yang rendah dapat meningkatkan morbiditas, mortalitas dan pembiayaan di rumah sakit. Perilaku kepatuhan seseorang dipengaruhi oleh kepemimpinan, kepribadian dan motivasi. Motivasi bisa berpengaruh terhadap kepatuhan perawat dimana pemimpin memegang peran penting dalam memotivasi staf untuk mencapai tujuan. Tujuan penelitian mengetahui hubungan motivasi dengan kepatuhan perawat dalam melaksanakan five moment hand hygiene di Rumah Sakit Katolik Budi Rahayu Blitar. Desain penelitian adalah metode korelasi dengan cross sectional. Populasi adalah semua perawat yang berdinas di ruang perawatan . Tehnik sampling menggunakan tehnik purposive sampling, jumlah responden sebanyak 36 orang. Analisa data menggunakan uji Spearman Rho. Hasil penelitian ini didapatkan 34 responden (94,4%) memiliki motivasi baik, 2 responden dengan motivasi sedang (5,6%). Untuk kepatuhan dalam melaksanakan five moment hand hygiene 29 responden (80,6%) yang patuh dan 7 responden (19,4%) yang tidak patuh. Dari hasil penelitian didapatkan hubungan yang signifikan antara motivasi dengan kepatuhan dalam melaksanakan five moment hand hygiene dengan ρ = 0,002 atau 0,493 yang berarti ada korelasi sedang. Rekomendasi hasil penelitian ini adalah diharapkan perawat mempertahankan motivasinya dalam melaksanakan five moment hand hygiene dan meningkatkan kepatuhan dalam pelaksanaan five moment hand hygiene. Mengingat hand hygiene adalah dasar dalam pencegahan terjadinya infeksi nosokomial
PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI LATIHAN PURSED LIPS BREATHING DAN AROMA TERAPI PEPPERMINT TERHADAP RESPIRATORY RATE PADA PASIEN PNEUMONIA
Respiratory rate pada pasien pneumonia jika tidak ditangani dengan tepat akan mengakibatkan
kondisi yang lebih parah, dan terjadi kegagalan pemulihan. Hal ini jika dibiarkan terus – menerus
akan berpotensi menimbulkan hilangnya kesadaran, gangguan fungsi organ, hingga kematian.
Latihan pernapasan dengan Pursed Lips Breathing memiliki tahapan yang dapat
membantu menginduksi pola pernapasan lambat, memperbaiki transport oksigen dan
dikombinasi dengan aroma terapi peppermint yang memiliki sifat antibakteri sehingga
akan mudah melonggarkan brokus dan melancarkan pernapasan saat dihirup secara
langsung. Penelitian ini menjelaskan pengaruh pemberian kombinasi latihan pursed lips
breathing dan aroma terapi peppermint terhadap respiratory rate pada pasien pneumonia.
Desain penelitian yang digunakan adalah Pra-eksperimen dengan pendekatan One-group
pre-post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien pneumonia yang
menjalani perawatan di ruang As-Salam Rumah Sakit Islam Aminah Blitar pada bulan
September 2023 sebanyak 30 pasien dengan sampel, teknik sampling yang digunakan
adalah accidental sampling dan ditemukan 27 responden yang berpartisipasi dalam
penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata respiratory rate sebelum
diberikan intervensi latihan pursed lips breathing dan aroma terapi peppermint adalah
32,67 dan setelah dilakukan intervensi adalah 23,30. Hasil uji statistik menggunakan
paired t-test dengan nilai p=0,000 (a<0,05), sehingga dapat disimpulkan adanya pengaruh
pemberian kombinasi latihan pursed lips breathing dan aroma terapi peppermint terhadap
respiratory rate pada pasien pneumonia. Diharapkan petugas kesehatan dapat
mengaplikasikan latihan pursed lips breathing dan aroma terapi peppermint terhadap
pasien pneumonia serta memberikan pendidikan kesehatan dan informasi kepada pasien
tentang terapi non farmakologis pada pasien pneumonia
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG ASUPAN NUTRISI DAN CAIRAN TERHADAP KEPATUHAN DIET PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RUANG HEMODIALISA
Kejadian tidak berhasilnya Tindakan hemodialisa salah satunya adalah terkait masalah kepatuhan diet. Ketidak patuhan kenaikan berat badan diantara dua waktu dialisis. Ketidakpatuhan pasien dapat mempengaruhi proses untuk mempertahankan kualitas hidup pasien. Pendidikan Kesehatan dengan media audio, visual dan booklet digunakan untuk meningkatkan pengetahuan.Desain penelitian ini menggunakan Quasy Experiment dengan pendekatan Pretest and posttest with control gorup design. Populasi penelitian ini sebanyak 80 orang yang menjalani hemodialisa di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Sampel penelitian ini sebanyak 44 responden menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh dari kuesioner dan di analisis menggunakan Mc Nemar dengan tingkat kemaknaan Ho ditolak jika p value 0,05.Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah pada kelompok perlakuan pendidikan kesehatan terhadap kepatuhan diet nutrisi dan cairan pada pasien GGK dengan nilai sig.p-value 0.001 α0.05
Hubungan Adiksi Bermain Gadget Pada Anak Pra-Sekolah Dengan Tingkat Emosional Anak
Masalah perkembangan emosional tidak optimal pada anak pra-sekolah ditandai dengan emosi yang tidak stabil dan penuh gejolak, dengan faktor tidak percaya diri, tidak mau bersosialisasi dengan teman sebaya. Salah satu faktor penyebab masalah emosional ini adalah kecanduan gadget. Gadget jika penggunaannya sesuai maka akan berdampak positif dengan kecanggihan sumber perangkat untuk mempermudah anak mengasah kreativitas dan kecerdasan anak. Dampak negatif penggunaan gadget pada anak yaitu mengganggu kesehatan, dapat mengganggu perkembangan anak. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan adiksi bermain gadget pada anak pra-sekolah dengan tingkat emosional anak di TKN Pembina Kepanjenkidul Kota Blitar.Desain penelitian adalah Cross Sectional. Populasi sejumlah 45 orang tua. Pengambilan sampel menggunakan teknik total populasi. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner adiksi bermain gadget dan tingkat emosional anak. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 18-20 Maret 2024. Hasil penelitian diketahui 1 responden (2,2%) adiksi ringan, 44 responden (97,8%) adiksi sedang. 1 responden (2,2%) tingkat emosional abnormal, 7 responden (15,6%) tingkat emosional normal, dan 37 responden (82,2%) tingkat emosional borderline. Hasil analisis statistik menggunakan uji Spearmen Rank Test didapatkan nilai p = 0,026 < α = 0,05 yang berarti ada hubungan adiksi bermain gadget pada anak pra-sekolah dengan tingkat emosional anak dengan nilai korelasi sebesar 0,332 yang berarti mempunyai kekuatan hubungan moderat antara dua variabel pada TKN Pembina Kepanjenkidul. Orang tua agar lebih bijak dalam menerapkan aturan penggunaan gadget di rumah dan melakukan pendampingan pada saat anak bermain gadget, serta memberikan role model yang tepat dalam penggunaan gadget
PENGARUH PROGRAM ASUHAN MANDIRI TOGA DAN AKUPRESURE TERHADAP TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI DI KELOMPOK POSYANDU UPAYA KESEHATAN KERJA KEC. WONODADI
Hipertensi yang terjadi dalam jangka waktu lama dan tidak diobati akan mempengaruhi semua
sistem organ tubuh sehingga terjadi berbagai komplikasi yang dapat menyebabkan kematian. Untuk
mencegah terjadinya komplikasi pada hipertensi maka diperlukan upaya pengendalian hipertensi yang
salah satunya dengan terapi komplementer berupa pemanfaatan toga dan akupresur. Tanaman obat
keluarga (TOGA) dapat diolah menjadi berbagai jenis olahan sehingga dapat dikonsumsi oleh masyarakat
sebagai obat alamiah pengganti obat kimia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh
program asman toga dan akupresur terhadap tekanan darah sebelum dan setelah diberikan asman toga dan
akupresur. Jenis penelitian ini adalah one group pre-post test dengan desain penelitian quasi eksperimental.
Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 40 responden. Instrumen penelitian menggunakan tensimeter
jarum, kuisioner, buku saku Asman Toga dan buku register. Hasil penelitian ini berdasarkan hasil uji
statistik Uji Wilcoxon Signed Rank Test pada pre-test dan post-test didapatkan nilai p-value 0,000 atau
<0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya ada pengaruh dalam pemberian program asman toga
dan akupresur dimana terjadi penurunan tekanan darah. Diharapkan hasil penelitian ini bisa memanfaatkan
toga dan akupresur untuk memelihara kesehatan karena toga dan akupresur sarana kesehatan yang mudah
diaplikasikan
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KEBUGARAN SISWA SEKOLAH DASAR USIA 10-12 TAHUN DI WILAYAH PUSKESMAS KEPANJENKIDUL
Kebugaran jasmani merupakan faktor yang penting dalam memperoleh pendidikan. Apabila kebugaran jasmaninya kurang maka siswa tersebut kurang baik dalam memperoleh pembelajaran di sekolah. Banyak faktor yang mempengaruhi kebugaran jasmani pada siswa sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor yang mempengaruhi tingkat kebugaran siswa usia 10-12 tahun SDN Sentul 2 Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar. Desain penelitian ini penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah 159 siswa usia 10-12 tahun pada tahun 2023. Sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 96 responden. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Uji statistik untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi tingkat kebugaran siswa menggunakan Chi Square (p < 0,05). Penelitian ini menunjukkan 53,1 % mempunyai pola makan cukup dan 46,9% mempunyai pola makan baik. Pola aktifitas/olahraga 52,1% cukup dan 47,9% baik. Pola istirahat /tidur 59,4% buruk dan 40,6% baik. Tingkat kebugaran jasmani 38,5% kurang sekali, 33,3% kurang, 26% sedang serta 2,1% baik. Hasil uji statistic menunjukkan pola makan nilai sig 0,035, pola aktifitas/olahraga nilai sig 0,021 dan pola istirahat/tidur nilai sig 0,031. Variabel pola makan, aktifitas/olahraga dan istirahat/tidur mempunyai nilai p < 0,05. Hal ini disimpulkan pola makan, pola aktifitas/olahraga dan pola istirahat/tidur mempengaruhi tingkat kebugaran jasmani anak sekolah dasar usia 10-12 tahun SDN Sentul 2 Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar. Pola makan, aktiftas/olahraga dan istirahat/tidur berpengaruh terhadap tingkat kebugaran jasmani. Oleh karena itu edukasi tentang makanan yang sehat, pola aktifitas, serta istirahat/tidur dengan menggunakan media leaflet atau audio vidio diberikan secara rutin dan melakukan tes kebugaran jasmani secara berkala
HUBUNGAN KADAR GULA DARAH SEWAKTU DENGAN KADAR KOLESTEROL TOTAL PADA LANJUT USIA (LANSIA) DI POSYANDU LANJUT USIA (LANSIA)
Pada diabetes, kadar kolesterol plasma biasanya meningkat, keadaan ini menimbulkan
arteriosklerosis berat yang merupakan penyulit jangka panjang utama diabetes pada manusia.
Hormon insulin penting dalam mengatur kadar gula darah agar tetap dalam rentang nilai normal,
dapat mencegah hiperkolesterolemia dengan menurunkan kadar asam empedu 12alfa-hidroksilasi
dan penyerapan kolesterol. Penurunan aktivitas fisik pada lansia juga meningkatkan risiko
peningkatan kadar gula darah dan kolesterol total dalam tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui hubungan kadar gula darah sewaktu dengan kadar kolesterol total pada lansia. Jenis
penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan desain penelitian analitik korelasi.
Populasi pada penelitian ini adalah lansia dengan diabetes mellitus yang merupakan peserta
posyandu lansia yang aktif di desa Kolomayan Kecamatan Wonodadi sejumlah 33 orang. Sampel
dalam penelitian ini adalah peserta posyandu lansia di desa Kolomayan Kecamatan Wonodadi
Kabupaten Blitar sejumlah 30 responden. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini
adalah non probability sampling dengan metode Accidental Sampling. Instrumen penelitian
menggunakan alat easy touch 3 in 1. Hasil penelitian ini berdasarkan hasil uji korelasi pearson
didapatkan nilai p-value 0,00 atau <0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya ada
hubungan kadar gula darah sewaktu dengan kadar kolesterol total pada lansia. Diharapkan
masyarakat terutama lansia untuk berpartisipasi dalam kegiatan posyandu sehingga dapat
menurunkan angka penyakit tidak menular dan sebaiknya lebih memperhatikan pola hidup sehat
serta menjaga aktivitas