Repository STIKes Patria Husada Blitar
Not a member yet
1105 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN PERILAKU MENGGOSOK GIGI DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK KELAS 1-6 DI SDI AISYIYAH JATINOM BLITAR
Masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering kita jumpai di masyarakat
saat ini terutama pada anak yang duduk di bangku sekolah dasar salah satuya yaitu
karies gigi. Menggosok gigi menjadi salah satu upaya efektif untuk mengatasi
karies gigi karena faktor yang berhubungan langsung dengan proses terjadinya
karies yaitu kebersihan gigi dan mulut, akan tetapi banyak anak-anak mengabaikan
masalah kesehatan gigi serta mempunyai perilaku yang kurang baik dalam
menggosok gigi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan perilaku
menggosok gigi dengan kejadian karies gigi pada anak kelas 1-6 di SDI Aisyiyah
Jatinom Blitar. Desain penelitian adalah Cross Sectional. Populasi dari 114 anak
didapatkan sampel sejumlah 97 responden. Pengambilan sampel menggunakan
teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah
kuesioner perilaku menggosok gigi dan observasi karies gigi. Penelitian ini
dilakukan pada tanggal 17 Oktober 2024. Hasil penelitian diketahui mayoritas
perilaku menggosok gigi kategori kurang baik dengan kejadian ada karies gigi
sebanyak 60 orang (61,9%), sedangkan pada perilaku menggosok gigi kategori baik
dengan kejadian tidak ada karies gigi ada 31 orang (32,0%). Hasil analisis statistik
menggunakan uji Spearman Rank Test didapatkan nilai p = 0,001 < α = 0,05 yang
berarti ada hubungan perilaku menggosok gigi dengan kejadian karies gigi dengan
nilai korelasi sebesar 0,868 yang berarti mempunyai kekuatan hubungan sangat
kuat antara dua variabel pada anak di SDI Aisyiyah Jatinom Blitar. Perlunya orang
tua agar lebih memberikan pengawasan PHBS yang tepat kepada anak dalam
perilaku menggosok gigi yang baik
EFEKTIVITAS BERMAIN LARI ESTAFET TERHADAP SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA 4-6 TAHUN
Tumbuh kembang anak yang juga perlu diperhatikan adalah sosial
emosional, karena memiliki peranan sangat penting dalam
perkembangan anak. Perkembangan sosial emosional anak
merupakan perkembangan tingkah laku anak di mana anak
menyesuaikan diri dengan aturan yang berlaku dalam lingkungan
masyarakat sebagai proses belajar anak dalam menyesuaikan diri
dengan norma & moral di lingkungan .tujuan penelitian untuk
mengetahui adanya pengaruh bermain lari estafet terhadap sosial
emosional anak usia 4-6 sebelum dan sesudah diberi intervensi
permainan fisik lari estafet di T k Al- hidayah Plosokerep. Desain
penelitian "pra-eksperimental” dengan rancangan One group
pretest-postest. Populasi penelitian seluruh murid kelas TK b
sebanyak 50 responden dengan menggunakan teknik purposive
sampling, d a n d i d a p a t k a n s a m p e l 44 responden .lari
estafet dilakukan selama 30 menit dalam 1x pertemuan. Instrument
d a l a m penelitian menggunakan lembar ceklis observasi untuk
menilai social emosional dan sop lari estafet.Didapatkan sebelum
dilakukan intervensi terdapat 79% anak masuk dalam kategori
belum berkembang,sedangkan sesudah diberi perlakuan terdapat
hasil dengan nilai 63% berkembang sesuai harapan Hasil penelitian
menunjukkan adanya pengaruh berdasarkan uji korelasi Wilcoxon
signed-rank pada pretest dan posttest bermain lari estafet terhadap
sosial emosional anak . Diharapkan hasil penelitian ini dapat
dijadikan acuan untuk perbaikan cara stimulasi sosial emosional
anak usia 4-6 tahun melalui permainan fisik lari estafe
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN POLA MAKAN DENGAN KADAR ASAM URAT DALAM DARAH DI POSYANDU LANSIA DESA BENDOWULUNG KECAMATAN SANANKULON
Asam urat terjadi karena tingginya asupan purin yang mengakibatkan
penumpukan kristal kedalam cairan synovial. Prevalensi kejadian asam urat pada
pra lansia dan lansia, semakin meningkat. Pengetahuan dan pola makan tentang
asam urat yang baik mengurangi kejadian asam urat. Tujuan penelitian ini adalah,
menganalisis hubungan antara pengetahuan dan pola makan dengan kadar asam
urat dalam darah di posyandu lansia Desa Bendowulung Kecamatan Sanankulon.
Penelitian menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross
sectional. Populasi penelitian adalah anggota posyandu lansia Desa Bendowulung
sebayak 80 orang. Sampel sebanyak 67 orang diambil menggunakan metode
purposive sampling. Variabel independen adalah pengetahuan dan pola makan.
Variabel dependen adalah kadar asam urat. Instrument menggunakan kuisioner
untuk mengukur pengetahuan dan pola makan tentang asam urat. Hasil penelitian
didapatkan 37 responden (55,2%) pengetahuan kurang memiliki asam urat tinggi,
13 responden (19,4%) pengetahuan cukup memiliki asam urat tinggi, 38
responden (56,7%) pola makan buruk memiliki asam urat tinggi, 12 responden
(17,9%) pola makan cukup memiliki asam urat tinggi. Data dikumpulkan
menggunakan kuesioner dan diuji dengan Spearmen Rank (α = 0,05). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan kadar
asam urat p value > α (0,004 < 0,05). Ada hubungan antara pola makan dengan
kadar asam urat p value < α (0,000 < 0,05). Pra lansia dan lansia penderita asam
urat diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dalam menjalani pola makan
dengan baik, mengurangi konsumsi makanan yang mengandung tinggi purin yang
menyebabkan penyakit asam urat. Kader kesehatan sebaiknya rutin dalam
memberikan pendidikan kesehatan kepada lansia tentang gout artritis terutama
terkait pola makan
PERBEDAAN KESEHATAN MENTAL EMOSIONAL ANTARA REMAJA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DI SMPN 5 KOTA BLITAR
Kesehatan mental emosional yang sering terjadi pada usia remaja adalah
kecemasan dan stress akademis. Tujuan penelitian ini adalah penelitian ini untuk
mengetahui perbedaan kesehatan mental emosional antara remaja laki-laki dan
perempuan di SMPN 5 Kota Blitar. Penelitian ini menggunakan metode sampling
yaitu adalah Total Sampling. Desain penelitian yang digunakan merupakan
penelitian deskriptif komparatif dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah
sampel penelitian ini adalah sebanyak 319 remaja laki-laki dan 319 remaja
perempuan. Data kesehatan mental emosional pada remaja diambil dengan
menggunakan kuesioner SDQ (Strengths and Difficulties Questionnaire). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa dari 638 siswa SMPN 5 Kota Blitar yaitu
kesehatan mental emosional remaja laki-laki normal 69%, ambang borderline
12,2%, dan abnormal 18,8%. Sedangkan kesehatan mental emosional remaja
perempuan adalah normal 59.6%, ambang borderline 19,4%, dan abnormal 21%.
Hasil dari uji Mann Whitney didapatkan p-value 0,033<a0,05 sehingga dapat
disimpulkan adanya perbedaan antara kesehatan mental emosional remaja
perempuan dan laki-laki. Sebagian besar tingkat kesehatan mental emosional
remaja adalah pada kategori normal baik pada siswa laki-laki maupun perempuan.
Kesehatan mental emosional pada remaja merupakan fenomena yang harus
mendapatkan perhatian khusus dari sekolah melalui guru Bimbingan Konseling
(BK) dan edukasi melalui Unit Kesehatan Sekolah (UKS)
HUBUNGAN DOKUMENTASI KEPERAWATAN BERBASISELECTRONIC MEDICAL RECORD (EMR) DENGAN KEPUASANPASIENDI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT ISLAMAMINAHBLITAR
Dokumentasi keperawatan berbasis EMR sebagai gambaran kinerja perawat. Hasil evaluasi yang menjadi fokus penilaian yaitu masih ditemukan dokumentasi
yang kurang lengkap dan kurang sesuai. Pada bulan Januari 2024 kelengkapandokumentasi keperawatan sudah mencapai 91%, tetapi pada bulan Agustus 2024menunjukkan penurunan yaitu 87%. Penyebab terjadinya penurunan ini adalahEMR yang terus berkembang sehingga perawat membutuhkan penyesuaiandi
masa transisi tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif denganmetode analitik dan metode penelitian purposive sampling. Metode ini
menggunakan kriteria yang telah dipilih oleh peneliti dalammemilih sampel. Metode dalam penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dokumentasi
keperawatan berbasis Electronic Medical Record (EMR) dengan kepuasanpasien.Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi (ρ) sebesar 0,034 yaitu0,05. Maka hasil menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan (berarti)
antara variabel dokumentasi keperawatan berbasis ERM dengan kepuasan pasien. Sedang nilai koefisien korelasinya (r) sebesar 0,369. Arah korelasi kedua variabel
tersebut positif dimana jika semakin baik dokumentasi keperawatan berbasisERM maka semakin tinggi tingkat kepuasan pasien.Diharapkan hasil penelitianini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi agar pihak rumah sakit dapat
mengembangkan EMR lebih baik lagi sebagai penunjang kinerja tenaga medissehingga berdampak pada kepuasan pasien
GAMBARAN POLA MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS SANANKULON
Permasalahan utama yang menyebabkan masih tingginya angka hipertensi di
Indonesia adalah kombinasi antara gaya hidup modern dan pola makan. Gaya
hidup modern yang saat ini di anut oleh manusia cenderung membuat manusia
menyukai hal hal yang instan. Gaya hidup akan mempengaruhi pola makan
seseorang. Pola makan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi hipertensi.
Pola makan yang tnggi akan makanan yang berlemak, berminyak, dan makanan
penutup yang manis akan penyebabkan peningkatan tekanan darah. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi serta menganalisis pola makan
penderita hipertensi. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan metode
penelitian explorative. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 135 penderita
hipertensi selama 1 bulan. Sampel penelitian ini menggunakan rumus slovin
dengan hasil akhir penderita hipertensi sebanyak 100 orang. Instrumen penelitian
menggunakan kuesioner untuk mengambil data pola makan penderita hipertensi
dan untuk sampling menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini
dilakukan di Puskesmas Sanankulon. Hasil penelitian ini diketahui bahwa pola
makan berpengaruh terhadap hipertensi dengan hasil sebanyak 82 (60,7%)
memiliki pola makan yang tidak baik. Dari hasil tersebut didapatkan bahwa
penderita dengan pola makan yang tidak baik diantara nya 55 responden berjenis
kelamin perempuan. Sedangkan pada akticitas fisik ditemukan bahwa sebanyak
51 responden (37,8) memiliki aktivitas ringan, 49 responden (37,8%) memiliki
aktivitas fisik sedang dan 35 responden (25,9%) memiliki aktivitas berat.
Kurangnya aktivitas secara teori menurunkan tekanan darah seseorang, semakin
sering aktivitas fisik dilakukan maka semakin kecil resiko terkena hipertensi
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KESEHATAN EMOSIONAL DAN PERILAKU PADA REMAJA
Pola asuh orang tua memberikan peranan yang penting dalam pembentukan
kesehatan emosional dan perilaku pada remaja. Masalah emosional dan perilaku
merupakan suatu keadaan individu yang di indikasikan mengalami suatu perubahan
emosional dan perilaku yang apabila terus berlanjut dapat berkembang menjadi
keadaan patologis, masalah emosional dapat dialami semua orang dalam keadaan
tertentu, dan dapat pulih seperti semula. Usia remaja adalah waktu anak mencari jati
diri atau identitas diri dimana kondisinya masih sangat rentan dipengaruhi oleh
lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh
orang tua dengan kesehatan emosional dan perilaku pada remaja di SMPN 6 Kota
Blitar. Desain penelitian menggunakan Cross Sectional. Populasi sejumlah 240
responden. Pengambilan sampel menggunakan Teknik total sampling. Instrumen
penelitian adalah kuesioner pola asuh orang tua dan kuesioner kesehatan emosional
dan perilaku pada remaja. Hasil penelitian menunjukan pola asuh orang tua otoriter
95 (65,1%), pola asuh permisif 49 (33,6%), pola asuh demokratis 2 (1,4%).
Kesehatan emosional dan perilaku normal 87 (59,6%), Kesehatan emosional dan
perilaku borderline 29 (19,9%), Kesehatan emosional dan perilaku abnormal 30
(20,5%). Hasil analisis statistik menggunakan uji Spearman Rank Test didapatkan
nilai p = 0,008 < α = 0,05 sehingga didapatkan ada hubungan pola asuh orang tua
dengan kesehatan emosional dan perilaku pada remaja dengan nilai koefisien
korelasi sebesar 0,907 yang berarti mempunyai kekuatan hubungan sangat kuat
antara dua variabel pada SMPN 6 Kota Blitar. Diharapkan orang tua memberikan
pola asuh yang demokratis, untuk orang tua yang anaknya kesehatan emosional dan
perilaku abnormal dapat bekerja sama dengan psikolog untuk dikonsulkan terkait
Kesehatan mental emosional anaknya agar segera dapat penanganan yang baik
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN BERBASIS MEDIA SOSIAL WHATSAPP TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG PENCEGAHAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEPANJENKIDUL KOTA BLITAR
Menurut World Health Organization (WHO) prevalensi Kekurangan Energi Kronis
(KEK) pada kehamilan secara global 35-75%. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018,
prevalensi KEK pada ibu hamil di Indonesia sebesar 17,3%. Prevalensi KEK pada ibu
hamil di Indonesia mengalami penurunan pada tahun 2023 yang didapatkan dari Survei
Kesehatan Indonesia bahwa prevalensi KEK pada ibu hamil di Indonesia mencapai
16,9%. Akan tetapi angka tersebut masih belum mencapai target yang ditetapkan oleh
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam Rencana Strategis Kemenkes 2024,
yaitu menurunkan prevalensi KEK pada ibu hamil hingga mencapai 10% pada tahun
2024. Pemberian pendidikan kesehatan berbasis media sosial whatsapp tentang
pencegahan kejadian kekurangan energi kronis (KEK) merupakan salah satu cara untuk
mencegah terjadinya KEK pada kehamilan. Tujuan penelitian ini yaitu Menganalisa
pengaruh pendidikan kesehatan berbasis media sosial whatsapp terhadap pengetahuan
tentang pencegahan kejadian kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil di
wilayah kerja Puskesmas Kepanjen Kidul Kota Blitar.
Desain penelitian ini adalah pra eksperimen dengan pendekatan One group pretest and
post-test design. Jumlah sampel penelitian ini yaitu 24 responden dengan metode
Purposive Sampling. hasil penelitian berdasarkan uji analisa Wilcoxson signed rank
test diketahui p-value bernilai 0,000 yang berarti menunjukkan adanya pengaruh
pendidikan kesehatan berbasis media sosial whatsapp terhadap pengetahuan tentang
pencegahan kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil di wilayah kerja
Puskesmas Kepanjenkidul Kota Blitar. Seiring dengan perkembangan teknologi, media
sosial dapat dijadikan alat pemberian pendidikan kesehatan yang penggunaanya dapat
diterima dengan mudah di masyarakat dan dengan media sosial dapat memberikan
kemudahan tenaga kesehatan dari segi waktu, tenaga dan jarak dalam memberikan
promosi kesehatan serta jangkauan promosi kesehatan yeng lebih luas
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KESEHATAN MENTAL EMOSIONAL ANAK USIA PRASEKOLAH (3-6 TAHUN) DI TK AL- HIDAYAH SUMBERURIP KECAMATAN DOKO KABUPATEN BLITAR
Masalah emosi pada anak pra sekolah antara lain berupa agresivitas anak dalam
lingkungan sekolah maupun lingkungan keluarga, kecemasan yang dialami anak
seperti penyesuaian diri terhadap lingkungan baru, tantrum, sulit berkomunikasi
dengan orang lain, salah satu faktor yang mempengaruhi kesehatan mental yaitu
pola asuh orang tua. Usia pra sekolah merupakan masa emas atau (the golden age)
yaitu masa di saat stimulus seluruh aspek perkembangan berperan penting dalam
perkembangan selanjutnya. Kesehatan mental yang baik membantu anak
mendukung proses perkembangan secara keseluruhan. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui hubungan hubungan antara pola asuh orang tua dengan kesehatan
mental emosional anak usia prasekolah (3-6 tahun). Desain penelitian
menggunakan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah orang tua di TK ALHidayah Sumberurip yang berjumlah 30 responden. Pengambilan sampel
menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner
parenting styles and dimension questionnaire-short version (PSDQ) dan kuesioner
strengths and difficulties questionnaire (SDQ). Hasil penelitian menunjukkan Pola
asuh orang tua dengan kategori permisif sebanyak (46,7%) otoriter sebanyak
(46,7%) dan demokratis sebanyak (6,7%). Kesehatan mental emosional anak
dengan kategori normal sebanyak (33,3%), boderline sebanyak (36,7%) dan
abnormal (30,0%). Hasil analisis stastistik menggunakan uji Spearman Rank Test
didapatkan nilai p = 0,048 (α ≤ 0,05) yang berarti ada hubungan antara pola asuh
orang tua dengan kesehatan mental emosional anak usia prasekolah (3-6 tahun).
Diharapkan orang tua memberikan pola asuh yang sesuai pada anak usia prasekolah
(3-6 tahun) untuk perkembangan fisik, emosional, dan sosial agar anak tumbuh dan
berkembang sesuai tahap usianya
Pengaruh Edukasi Pemenuhan Zat Besi Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Trimester I dan II Dalam Pencegahan Anemia Di BPM Sri Wahyuni
Anemia salah satu gangguan medis yang paling umum dalam kehamilan. Menurut
World Health Organization (WHO) pada tahun 2018 prevalensi anemia pada ibu
hamil di Indonesia sebesar 43,7% dan meningkat pada tahun 2019 sebesar 44,2%.
Sedangkan prevalensi anemia di provinsi jawa timur sebesar 19,6% dan masih
dibawah target Nasional yaitu sebesar 28%. Edukasi pemenuhan zat besi merupakan
salah satu cara untuk mencegah terjadinya anemia pada kehamilan. Tujuan dari
penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh edukasi pemenuhan zat besi terhadap
pengetahuan ibu hamil Trimester I dan II dalam pencegahan anemia di BPM Sri
Wahyuni. Desain penelitian ini adalah Pra-eksperimen dengan rancangan One Group
Pretest-Posttest. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 25 responden dengan
metode Total Sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner pretest-
posttest. Metode penyampaian edukasi menggunakan Focus Group Discussion
dengan media leaflet. Analisa data menggunakan Uji Sample Paired Test. Hasil uji
statistic didapatkan hasil p-value 0,000 atau <0,05 dinyatakan bahwa ada pengaruh
edukasi pemenuhan nutrisi terhadap pengetahuan ibu hamil Trimester I dan II dalam
pencegahan anemia di BPM Sri Wahyuni. Diharapkan hasil penelitian ini dapat
dijadikan bahan evaluasi dan informasi dalam menunjang Ilmu Kebidanan tentang
pencegahan anemia pada ibu hamil Trimester I dan II