EPrints UMPO
Not a member yet
12467 research outputs found
Sort by
PENERAPAN TERAPI BERCAKAP-CAKAP PADA PASIEN SKIZOFRENIA DENGAN MASALAH KEPERAWATAN HALUSINASI PENDENGARAN
ABSTRAK
PENERAPAN TEKNIK BERCAKAP-CAKAP PADA PASIEN SKIZOFRENIA DENGAN MASALAH KEPERAWATAN HALUSINASI
Di RSUD Dr. Harjono S Ponorogo
Oleh : ADINDA PUTRI AYUNI
NIM. 24650564
Halusinasi pendengaran merupakan salah satu gejala yang sering dialami oleh klien dengan skizofrenia. Gejala ini ditandai dengan persepsi mendengar suara yang tidak nyata dan berbeda dari proses pikir normal. Umumnya, suara tersebut bersifat mengganggu, menyinggung, atau bahkan memerintahkan klien melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas terapi bercakap-cakap pada klien skizofrenia dengan gangguan persepsi sensori berupa halusinasi pendengaran di ruang Wijaya Kusuma RSUD dr. Harjono S Ponorogo.
Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, implementasi, dan evaluasi. Intervensi yang diberikan berupa terapi bercakap-cakap selama 6 hari dengan durasi 60 menit. Instrumen yang digunakan untuk mengukur halusinasi adalah AHRS (Auditory Hallucinations Rating Scale) dan lembar observasi.Hasil penerapan menunjukkan adanya penurunan halusinasi pada Ny. P setelah diberikan intervensi terapi bercakap-cakap, ditandai dengan skor observasi pre dan post dari 5 (tidak lulus) menjadi 11 (lulus), serta skor AHRS (Auditory Hallucinations Rating Scale) yang menurun dari 28 (tahap controlling) menjadi 11 (tahap comforting), dan masalah gangguan persepsi sensori (halusinasi pendengaran) pada Ny. P dinyatakan teratasi pada hari ke-4.
Terapi bercakap-cakap terbukti membantu klien mengenali, mengendalikan, dan merespons halusinasi dengan lebih adaptif. Dapat disimpulkan bahwa terapi percakapan merupakan intervensi yang efektif dalam menurunkan intensitas dan dampak halusinasi pada pasien gangguan jiwa.
Kata kunci: Skizofrenia, halusinasi pendengaran terapi percakapan, skizofreni
PENERAPAN ALGORITMA NAIVE BAYES PADA PEMILIHAN JENIS PELATIHAN KERJA (STUDI KASUS : UPT BLK PONOROGO)
Ketenagakerjaan merupakan elemen penting dalam pembangunan suatu wilayah. Tingkat produktivitas dan daya serap tenaga kerja menjadi indikator kesejahteraan penduduk dan kemajuan suatu daerah. Angka partisipasi penduduk usia 15 tahun ke atas mencerminkan proporsi masyarakat yang termasuk dalam angkatan kerja, baik yang sudah bekerja maupun siap memasuki pasar kerja. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, tingkat partisipasi angkatan kerja penduduk produktif (usia 15–64 tahun) di Kabupaten Ponorogo mencapai 73,31% pada tahun 2023 dan meningkat menjadi 74,03% pada tahun 2024, yang berarti 74,03% dari total penduduk termasuk dalam angkatan kerja. Pemerintah Kabupaten Ponorogo melakukan berbagai upaya, termasuk pendidikan dan pelatihan melalui penguatan program kejuruan dan fokus pada keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar, baik di sektor pedesaan maupun manufaktur. Selain itu, peningkatan kualitas tenaga kerja dilakukan melalui penyelarasan kompetensi dengan kebutuhan industri. Langkah selanjutnya dalam bidang ketenagakerjaan dan pengembangan SDM meliputi peningkatan jumlah wirausaha dengan pelatihan khusus bagi generasi muda produktif serta memperluas kesempatan kerja melalui pengembangan industri lokal, seperti perkebunan, dengan pemberdayaan SDM yang didukung digitalisasi proses pemasaran produk. Untuk mendukung upaya tersebut, diperlukan sebuah sistem yang mampu merekomendasikan pelatihan kerja bagi tenaga kerja di UPT BLK Kabupaten Ponorogo. Sistem ini dibangun dengan menerapkan teknik data mining menggunakan Algoritma Naive Bayes untuk memberikan rekomendasi pelatihan yang tepat. Algoritma Naive Bayes dikenal memiliki akurasi tinggi serta keunggulan dalam kesederhanaan, kecepatan, dan kemudahan penggunaan. Diharapkan, penerapan metode ini mampu memprediksi rekomendasi pelatihan yang sesuai dengan kompetensi tenaga kerja secara efektif
PENERAPAN SENAM KAKI UNTUK MENURUNKAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DENGAN MASALAH KEPERAWATAN KETIDAKSTABILAN KADAR GLUKOSA DARAH DI RSU MUHAMMADIYAH PONOROGO
ABSTRAK
PENERAPAN SENAM KAKI UNTUK MENURUNKAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II DENGAN MASALAH KEPERAWATAN KETIDAKSTABILAN KADAR GLUKOSA DARAH
DI RSU MUHAMMADIYAH PONOROGO
Anis Feby Lestari
Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Ponorogo
E-mail: [email protected]
Diabetes Mellitus (DM) adalah terganggunya fungsi pankreas dalam memproduksi hormon insulin atau sel tubuh tidak mampu menggunakan insulin yang sudah diproduksi organ pankreas dengan baik. Insulin merupakan salah satu hormon yang meregulasi keseimbangan kadar gula darah dalam darah, sehingga timbul masalah keperawatan ketidakstabilan kadar glukosa darah. Intervensi senam kaki diabetes dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah didalam tubuh.
Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Subjek penelitian adalah satu pasien diabetes melitus (DM) dengan gula darah 244 mg/dl. Intervensi senam kaki diabetes dilakukan 2 kali dengan pagi dan sore hari. Intervensi dilakukan selama 5 hari secara berturut-turut. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, obeservasi, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan cek gula darah dengan menggunakan alat glucometer.
Hasil penelitian setelah dilakukan senam kaki terjadi penurunan kadar glukosa darah pada hari terakhir dari 545 mg./dl menjadi 170 mg/dl, penurunan keluhan lemas, sudah tidak merasakan mata berkunang-kunang. Senam kaki diabetes efektif menurunkan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus dengan ketidakstabilan kadar glukosa darah. Terapi ini dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan non-farmakologis untuk mendukung dalam penurunan kaae glukosa darah pada pasien diabetes melitus.
Kata kunci : DM, Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah, Senam Kaki Diabete
HUBUNGAN PERILAKU PERAWATAN KULIT DENGAN DERAJAT KULIT KERING PASIEN HEMODIALISIS DI RSUD KOTA MADIUN
ABSTRAK
HUBUNGAN PERILAKU PERAWATAN KULIT DENGAN DERAJAT KULIT KERING PASIEN HEMODIALISIS DI RSUD KOTA MADIUN
Oleh: Iva Kusumawardani
Gagal Ginjal Kronis adalah kondisi kerusakan ginjal yang mengakibatkan ginjal tidak mampu mengeluarkan produk sisa darah dan racun. Pada penyakit ginjal stadium lanjut yang menjalani prosedur hemodialisis hampir semua mempunyai minimal satu gangguan dermatologis diantaranya xerosis (kulit kering). Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan perilaku perawatan kulit dengan derajat kulit kering pasien Hemodialisis.
Desain penelitian menggunakan analitik correlational dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel penelitian menggunakan rumus Slovin berjumlah 50 responden dengan teknik purposive sampling. Variabel independen adalah perilaku perawatan kulit, sedangkan variabel dependen adalah derajat kulit kering. Untuk mengetahui hubungan antar variabel digunakan uji Spearman.
Hasil penelitian 50 responden hampir seluruhnya 90% responden memiliki perilaku perawatan kulit baik. Selanjutnya sebagian besar responden 62% memiliki derajat kulit sedang.
Hasil analisis dengan menggunakan Spearman Correlation diperoleh nilai p (Sig) = 0,022 < α=0,05 berarti Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya terdapat hubungan antara perilaku perawatan kulit dengan derajat kulit kering pasien Hemodialisis di RSUD Kota Madiun. Dengan nilai correlation coefficient -0,323 yang artinya tingkat hubungan rendah.
Implikasi penelitian ini dapat digunakan untuk mengoptimalkan komunikasi dan edukasi pasien dan keluarga tentang kulit kering pada gagal ginjal kronis sehingga menambah wawasannya supaya dapat melakukan perawatan kulit kering
PENERAPAN TERAPI MUSIK KLASIK PADA PASIEN SKIZOFRENIA DENGAN MASALAH KEPERAWATAN RISIKO PERILAKU KEKERASAN DI RSUD DR. HARJONO PONOROGO
ABSTRAK
PENERAPAN TERAPI MUSIK KLASIK PADA PASIEN SKIZOFRENIA DENGAN MASALAH KEPERAWATAN RISIKO PERILAKU KEKERASAN
Di RSUD Dr Harjono Ponorogo
Candra Cahya Setya Pradana
Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Ponorogo
E-mail: [email protected]
Skizofrenia diartikan sebagai sindrom klinis atau proses penyakit yang mempengaruhi kognisi, persepsi emosi, perilaku, dan fungsi sosial, tetapi skizofrenia mempengaruhi setiap individu dengan cara yang berbeda. Salah satu skizofrenia yang biasa ditemukan adalah risiko perilaku kekerasan. Risiko perilaku kekerasan merupakan perilaku seseorang yang menunjukan bahwa ia dapat membahayakan diri sendiri atau orang lain atau lingkungan, baik secara fisik, emosional, seksual, dan verbal. Pasien dengan perilaku kekerasan dapat melakukan tindakan-tindakan berbahaya bagi diri sendiri, orang lain dan lingkungan.
Asuhan keperawatan dilakukan di RSUD DR Harjono Ponorogo selama 5 hari yaitu tanggal 22-26 Juli 2025. Metode yang digunakan adalah dengan pendekatan proses keperawatan.
Hasil pengkajian didapatkan bahwa klien mengamuk dengan menendang pintu rumah dan merusak kaca serta barang-barang dirumahnya dan tetangganya..tindakan keperawatan untuk mengatasi masalah keperawatan ini menggunakan terapi nonfarmakologis Terapi Musik Klasik. Setelah dilakukan Terapi Musik Klasik selama 5 hari didapatkan hasil Resiko Perilaku Kekerasan pada klien menurun.
Asuhan keperawatan pada pasien skizofrenia dengan masalah keperawatan Resiko Perilaku Kekerasan ini diharapkan dapat menjadi gambaran agar mengetahui penerapan terapi keperawatan terapi Musik Klasik pada pasien skizofrenia dengan masalah keperawatan Resiko Perilaku Kekerasan secara mandiri ketika keluhan terjadi. Saran untuk peneliti selanjutnya bisa melakukan terapi Musik Klasik ini sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan sesuai pedoman yang ada.
Kata Kunci: Skizofrenia, Resiko Perilaku Kekerasan, Terapi Musik Klasi
Penerapan Tehnik Terapi Murottal Al-Qur'an Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) Dengan Masalah Keperawatan Ansietas Di Ruangan Seruni RSUD Dr.Harjono S. Ponorogo
ABSTRACT
APPLICATION OF MUROTTAL AL-QUR'AN THERAPY IN CHRONIC KIDNEY FAILURE (CKF) PATIENTS WITH ANXIETY NURSING PROBLEMS
At RSUD Dr. Harjono Ponorogo
Putry Sari Candra Dewi
Faculty of Health Sciences, University of Muhammadiyah Ponorogo
Email : [email protected]
Chronic kidney failure or end-stage kidney disease is a chronic, progressive, and irreversible disorder of kidney function where the body's ability to maintain metabolism and fluid and electrolyte balance fails, resulting in uremia.
Nursing care was carried out in the Seruni Room for 3 days, 1 day at home and 1 day in the hemodialysis room of Dr. Harjono Ponorogo Regional Hospital for 5 days, namely August 29 - September 2, 2025. The method used was the nursing process approach.
The results of the assessment found that the client experienced complaints of anxiety about the conditions he was facing and the results of the HGB examination were: 10.3 g / dL, Creatinine: 5.56 mg / dL, Uric Acid: 6.1 mg / dL. The results of the vital signs obtained were Pulse 115 x / minute, BP 170/80 mmHg. Nursing actions to overcome this nursing problem used non-pharmacological therapy of murottal therapy of the Al-Qur'an surah arr-rahman verses 1-78 with moderate volume. After carrying out murottal therapy of the Al-Qur'an for 5 days, complaints of anxiety were found to decrease, vital signs: BP 120/80 mmHg, Pulse 100 x / minute.
After providing nursing care to patients with chronic kidney failure using Quranic recitation therapy, anxiety complaints decreased. This indicates that Quranic recitation therapy is effective in helping control anxiety. Quranic recitation therapy can be used as a holistic nursing intervention to support the process of reducing anxiety in patients.
Keywords : Chronic Kidney Failure, Anxiety, Al-Quran Recitation Therap
PENERAPAN TERAPI FOOT MASSAGE PADA PASIEN TB PARU DENGAN MASALAH KEPERAWATAN GANGGUAN POLA TIDUR Di Ruang Asoka RSUD Dr. Harjono S. Ponorogo
Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. TB terus menjadi masalah kesehatan masyarakat dan masalah global. Upaya untuk mengatasi penyakit menular ini juga menjadi salah satu tujuan dalam SDG (Sustainability Development Goals). Penyakit ini merupakan salah satu dari sepuluh penyebab utama kematian dan merupakan agen infeksius.
Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Subjek penelitian adalah satu pasien TB Paru dengan gangguan pola tidur. Intervensi pijat kaki (foot massage) dilakukan 2 kali dalam sehari dalam waktu tidur siang dan malam, pijat refleksi dapat dilakukan selama 30-40 menit. Intervensi dilakukan selama 5 hari. Mengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik.
Hasil penelitian setelah dilakukan pijat kaki (foot massage) terjadi peningkatan kualitas tidur dan keluhan sulit mulai tidur menurun, wajah tampak pucat menurun, tampak gelisah menurun, terdapat peradangan pada bawah mata (blefaritis) menurun, terlihat mengantuk menurun. Pijat kaki (Foot Massage) yang efektif meningkatkan kualitas tidur pada pasin TB Paru dengan gangguan pola tidur. Terapi ini dapat direkomendsikan sebagai intervensi keperawatan non farmakologis untuk mendukung perbaikan pola tidur pada pasien TB Paru
ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA PASIEN SKIZOFRENIA DENGAN MASALAH KEPERAWATAN GANGGUAN PERSPSI SENSORI HALUSINASI PENGLIHATAN
ABSTRACT
NURSING CARE FOR MENTAL SCHIZOPHRENIA PATIENTS WITH NURSING PROBLEMS OF SENSORY PERCEPTION DISORDERS: VISUAL HALLUCINATIONS
(Case Study at RSJD Dr. Arif Zainuddin Surakarta)
By:
Putri Bunga Melinda
22613503
Schizophrenia is a psychotic disorder characterized by the loss of the ability to distinguish between reality. One symptom is visual hallucinations, the perception of seeing things without any real stimulus. The purpose of this paper is to provide an overview of nursing care for a client with schizophrenia experiencing sensory perception disorders: visual hallucinations, through the stages of the nursing process: assessment, data analysis, diagnosis, intervention, implementation, and evaluation.
Nursing care was provided from June 3–7, 2025, in the Larasati Room of Dr. Arif Zainuddin Surakarta Mental Hospital, over four days using a nursing process approach. The assessment results indicated that the client experienced hallucinations in the form of images of a small child resembling a Dutch lady when daydreaming or alone. The client received interventions based on her needs and responses during the implementation process.
Based on the evaluation, the client showed progress in controlling her hallucinations. She was able to recognize the signs of hallucinations and respond to them by diverting attention, practicing breathing relaxation, talking with others, and taking medication regularly. These results indicate that the nursing intervention was effective and the hallucinations were under control. The active role of nurses is very important in accompanying clients through therapeutic communication and appropriate approaches.
Keywords : Schizophrenia, Visual Hallucination
RANCANG BANGUN CHARGER BATERAI KAPASITAS 35AH DENGAN PENGISIAN CEPAT SYSTEM CUT-OFF
Abstrak
Energi listrik saat ini sangat dibutuhkan pada semua aspek kehidupan, terutama pada sistem elektronika dan instrumen kendaraan bermotor. Baterai merupakan salah satu energi listrik yang sangat banyak digunakan oleh kendaraan bermotor. Perkembangan baterai pada saat ini dapat ditemukan dalam bentuk yangbervariasi dan memiliki bentuk maupun kapasitas penyimpanan yang besar, diantaranya adalah Aki. Aki sama seperti baterai lainya jika lama digunakan dengan sendirinya akan mengalami penurunan muatan listrik, denganpengisian/charger aki akan tetap mempunyai muatan listrik. Pengisian baterai dengan charger aki yang efisien dan tidak terlalu penuh atau overcharger dapat bekerja secara otomatis. Berdasarkan Permasalahan yang terjadi pada alat charger adalah alat charger dengan waktu pengisian yang lama serta tidak dilengkapi dengan komponen tambahan untuk memutuskan atau menstabilkan aliran tegangan yang menuju ke aki, sehingga aki overcharger atau bisa merusak aki tersebut. berdasarkan hal tersebut maka mendorong penulis membuat alat charger aki pengisian cepat di lengkapi dengan system cut-off. Untuk mencapai dalam pembuatan alat charger aki, maka penelitian menggunakan metode R&D (Research and Development) yaitu penelitian pengembangan berbasis eksperimen. Mengacu pada penentuan spesifikasi komponen, jenis komponen yang akan digunakan pada alat charger baterai aki dilengkapi pemutus arus otomatis.
Kata Kunci: Baterai Charger Mobil, Charger Accu otomatis, Baterai Ak
PARTISIPASI POLITIK WARGA DALAM IMPLEMENTASI KEBIJAKAN ONE WAY KABUPATEN PONOROGO (Studi Kasus: Jalan KH. Akhmad Dahlan, Sultan Agung dan Gajahmada)
Gilang Al Faatihah. Citizens' Political Participation in the Implementation of the One Way Policy in Ponorogo Regency (Case Study: KH. Akhmad Dahlan, Sultan Agung, and Gajahmada Streets). Thesis. Pancasila and Civic Education Study Program, Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Supervisor I Dr. Sulton, M.Si. Supervisor II Dr. Hadi Cahyono, M.Pd.
The one-way policy in Ponorogo Regency, intended to boost the economy, enhance urban aesthetics, and improve road safety and traffic flow, has instead faced criticism and opposition from citizens. Therefore, this study aims to: 1) Identify the forms of citizens' political participation in the implementation of the one-way policy in Ponorogo Regency. 2) Identify the factors influencing citizens' political participation in the implementation of the one way policy in Ponorogo Regency.
This study employs a qualitative method with an explanatory case study approach. Data collection techniques include observation, documentation, and in-depth interviews with relevant informants, namely the administrators of the Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Ponorogo Branch, the Wadah Antar Rider Ojol Kota Ponorogo (Warok Ponorogo) community, and the Perkumpulan Pedagang Kaki Lima (Perpek-5) community. The collected data is analyzed using Miles and Huberman's interactive model, which consists of three main stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing.
The findings reveal that citizens' political participation in the one-way policy implementation involves both conventional and non-conventional participation. Field observations indicate that non-conventional participation, such as demonstrations and petitions, was the dominant force driving policy changes. Factors influencing citizens' political participation include political attitudes, political self-confidence, social norms, opportunities for participation, dissatisfaction with the political system, and resources. Among these, political attitudes were identified as the most influential factor in pushing for the policy change. Strong rejection of the policy, demonstrated by various groups such as PMII students, online motorcycle taxi workers, and street vendors, successfully mobilized solidarity and concrete action. This opposition was expressed through participatory measures such as submitting official letters to the Regent of Ponorogo, conducting audiences with the Regional People's Representative Council (DPRD), organizing demonstrations, initiating petitions, and signing commitment letters with the Secretary of the Regional Government and DPRD. This research highlights that active political participation plays a critical role in influencing policy changes, as evidenced by the successful revocation of the one-way policy in the study locations. It underscores the importance of public involvement in policymaking to foster inclusive and equitable development.
Keywords: Political Participation, Policy, One Way System in Ponorogo Regenc