EPrints UMPO
Not a member yet
12467 research outputs found
Sort by
ANALISIS DAMPAK PERCETRAIAN TERHADAP PENDIDIKAN AKHLAK ISLAMI REMAJA DI DESA GROGOL SAWOO PONOROGO
ABSTRACK
Thoyyaroh Hidyataillah, 2023. Analysis of the Impact of Divorce on the Moral Education of Adolescents in Grogol Sawoo Village, Ponorogo. Islamic Studies Program, Faculty of Islamic Religion, Muhammadiyah University of Ponorogo. Supervisor (I) Dr. Katni M.Pd.I and Supervisor (II) Nurul Abidin M.Ed.
Keywords: Impact of Divorce, Moral Education, Teenagers
Divorce is a matter that occurs between a husband and wife who no longer have the goal of living together, usually divorce occurs due to quarrels, infidelity, economic shortages and a lack of gratitude between partners. Currently, there are many divorces from early marriages or marriages that have been married for a long time. Divorces that occur mostly stem from issues of responsibility for income and incompatibility between partners in the household.
Moral education is education that must be imparted to teenagers from as early an age as possible so that teenagers are accustomed to moral teachings according to the Al-Quran and As-Sunnah. Why is that because from teenagers at an early age it is easier to understand new things. Many teenagers today lack the capital for moral education, especially teenagers who experience broken homes.
The purpose of this research is to find out the impact after parental divorce on teenagers in Grogol Village, what is the moral education of teenagers after their parents' divorce, and also what efforts are given by foster parents/one of the fathers/mothers to the moral education of teenagers after the divorce.
Researchers use a qualitative approach, a type of field research. Researchers as the key instrument for data collection. Data collection techniques through observation interviews and documentation.
These findings are: 1) The impact of parental discord on the morals of teenagers in Grogol village, namely wild behavior, promiscuity and drinking. The main cause of this impact is a lack of parental love so they seek attention outside the family environment. 2) After divorce, teenagers are more aggressive, emotionally unstable, easily angered, mental damage to children, children will lose the figure of a father/mother. 3) Parents' efforts to educate teenagers' morals after the divorce in Grogol village focused more on activities outside the home, resulting in less supervision and education of teenagers. The efforts of the father/mother's foster parents in educating Islamic morals, even though they only have a little time, some also remind Renaja to pray 5 times a day, explain to teenagers the reasons for divorce, convince children that their parents still love them even though they are no longer in the same house, no limiting the child's meetings with one of the parents'ormerpartners
PENDIDIKAN KARAKTER DI ERA MILINEAL
Character education becomes a highlight when the nation finds many problems. Various issues emerge judged because of the lack of character education. Moral decadence, corruption, narcotics, and many other issues are rescued because of the lack of character education. Schools become one of the highlights because the formal education providers should educate the student’s character well. Strengthening the character becomes one of the government's priority programs. In nawa citamentioned that the government will do the character revolution of the nation. The Ministry of Education and Culture implements the strengthening of the nation's successor character through the Character Education Reinforcement movement (PPK) which has been launched since 2016. There are five main character values sourced from Pancasila, which is a development priority; namely religious, nationalism, integrity, independence, and mutual cooperation. Each value does not stand and develops independently but interacts with each other, develops dynamically, and forms a personal unity. Strengthening character education encourages the synergy of three education centers, namely schools, families, and communities or communities in order to establish an educational ecosystem. These three centers encourage the implementation of school-based management to become more significant, where schools play a central role, and the environment can be optimized for learning resources. Character education is also indispensable for the millennial generation. The very fast changing times cause a very high ambiguity so that this generation also needs a strong life grip. Value education is also very important, which will serve to underpin actions for the better. The aims of this article is to analyze the importance of character education for the millenial generation
Pengembangan Kurikulum
uku ini ditulis oleh beberapa penulis dari berbagai perguruan tinggi diIndonesia. Tiga tulisan awal ditulis oleh Dr. Nasarudin, S.Pd.I.,M.Pd dengan judulKonsep Kurikulum dan Pengembangan Kurikulum, dan tulisan KhalimatusSadiyah dengan judul Asas dan Manfaat Pengembangan Kurikulum, dan tulisan
oleh Ahmad Lutfi, M.Pd dengan judul Komponen Kurikulum yang Dikembangkan. Tiga tulisan setelah itu ditulis oleh Rochmawati Sholikhah Sukemidengan judul Prinsip Pengembangan Kurikulum, tulisan Riyanto, S.Pd.I., M.Pd.I
dengan judul Model Pengembangan Kurikulum Rogers, dan tulisan Annisaul Khairat, M.Pd dengan judul Model Pengembangan Kurikulum Tyler. Tulisan berikutnya oleh Marlina, M.Pd.I dengan judul Model Pengembangan Kurikulum
The Systemic Action-Research
MEMASYARAKATKAN GERAKAN MASYARAKAT MENGAJAR
Gerakan masyarakat mengajar dicetuskan sebagai sebuah gagasan untuk melibatkan masyarakat dalam pendidikan, masyarakat pada umumnya memandang bahwa pendidikan adalah tanggung jawab sekolah dan para guru. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bentuk gerakan masyarakat mengajar dan bagaiamana penerapan gerakan ini dalam masyarakat. Dari hasil studi pustaka, serta pengamatan lapangan bentuk dari pendidikan ini dilakukan melalui sebuah gerakan Solo Mengajar yang dilaksanakan di kota Solo oleh para volunteer baik dari kalangan mahasiswa maupun masyarakat sekitar, kegiatan ini dilaksanakan di berbagai Taman Cerdas dan Rumah Mengajar yang tersebar di Kota Solo, bentuk kegiatannya adalah pembelajaran untuk anak usia SD serta kegiatan lain, seperti outbond,memperingatiHariNasionaldanmenghargai budayalokal, semua kegiataninibertujuanuntukmembentukkarakteranak.
Keywords:GerakanMasyarakatMengajar,SoloMengajar,TamanCerdas
PSIKOSOSIAL DAN PERILAKU PERAWATAN DIRI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS
Penyakit Diabetes Mellitus ini merupakan salah satu penyakit kronis dengan angka kejadian yang tinggi di Indonesia dan merupakan masalah yang serius bagi masyarakat di Indonesia. Psikososial yang diantaranya adalah motivasi dan dukungan keluarga merupakan faktor yang berhubungan dengan perilaku kesehatan dan kepercayaan individu terhadap perilaku kesehatan. Perilaku kesehatan dalam hal ini adalah perilaku perawatan diri Diabetes yang meliputi pilar penatalaksanaan DM yaitu: diet, olah raga, obat, cek glukosa darah, dan perawatan kaki. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan tentang hubungan psikososial dengan perilaku perawatan diri pada pasien Diabetes Mellitus.
Desain penelitian menggunakan korelasional dengan pendekatan cross sectoinal. Jumlah sampel 30 orang. Lokasi penelitian di Puskesmas Ponorogo Utara. Teknik pengambilan sampel menggunakan purpossive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan chi square.
Hasil analisis chi square terhadap motivasi dan perilaku perawatan diri didapatkan p=0,001 dengan α α sehingga dapat disimpulkan tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dengan perilaku perawatan diri.
Ada faktor lain selain dukungan keluarga yang mempengaruhi perilaku perawatan diri diabetes. Sebaiknya diteliti tentang analisis faktor yang mempengaruhi dukungan keluarga pada keluarga dengan diabetes.
Kata kunci: psikososial, motivasi, dukungan keluarga, pasien diabetes, diabetes mellitu
Analisis Penerapan Moodle dalam Pembelajaran (BIPA) Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing di Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Di era digitalisasi seperti saat ini perkembangan teknologi semakin hari semakin pesat, khususnya dalam
dunia pengajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing. Perkembangan teknologi tersebut antara lain, penerapan elearning. E-learning sudah saatnya diterapkan diberbagai kalangan, baik di kalangan pendidikan formal maupun
pendidikan non formal. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan moodle, dalam pembelajaran
BIPA di Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Metode penelitian yang digunakan ialah pendekatan deskriptif
kualitatif. Strategi penelitian yang digunakan ialah studi kasus. Dikatakan studi kasus dikarenakan permasalahan
yang dibahas mengenai seluk beluk penerapan moodle dalam pembelajaran BIPA. Hasil penelitian ini adalah
melalui adanya penerapan moodle dalam pembelajaran BIPA, mahasiswa semakin terbantu karena kemudahan dan
keterbukaan dalam proses pembelajaran, dan termotivasi untuk intensif serta komprehensif dalam memelajari BIPA.
Pembelajaran e-learning melalui moodle ini, juga memiliki keunggulan yakni, dapat digunakan untuk penerapan
empat aspek keterampilan berbahasa, pada pengajaran BIPA. Keempat aspek keterampilan berbahasa tersebut
meliputi, membaca, menulis, berbicara, dan mendengarkan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa melalui
penerapan e-learning yang berupa moodle, maka akan semakin membantu semua pihak dalam proses pembelajaran.
Hal ini dikarenakan, segala kebutuhan dalam proses pembelajaran dapat tersajikan melalui penerapan moodle secara
praktis,dan efisien, namun tidak mengurangi kualitas pembelajaran
PENINGKATAN KUALITAS DAN PRODUKTIFITAS KRIPIK PISANG DENGAN MESIN PERAJANG DI DESA JATI KECAMATAN UDANAWU KABUPATEN BLITAR
Telah dilaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Jati Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar dengan mitra utama home industri keripik pisang. Pelaksanaan program difokuskan pada upaya mengatasi permasalahan mitra yaitu rendahnya kapasitas produksi karena masih dikerjakan secara manual. Selain itu kualitas produk juga masih rendah, diantaranya tidak seragamnya ketebalan keripik yang dihasilkan. Solusi yang diberikan kepada mitra berupa pengadaan mesin perajang yang mampu menghasilkan keripik dengan kapasitas 12 kg/jam dan ketebalan rata-rata 3 mm. Hasil yang diperoleh dari pelaksanaan program ini adalah peningkatan kapasitas dan kualitas produk. Selain itu, motivasi berwirausaha dari mitra menjadi meningkat setelah sebelumnya pernah mengalami masa-masa sulit.
Kata kunci: kripik pisang, mesin perajan