EPrints UMPO
Not a member yet
12467 research outputs found
Sort by
PEMASARAN KREDIT MELALUI MEDIA POSTER DI BANK JATIM CABANG MAGETAN
Marketing plays a direct role in the sustainability of a company and is the spearhead in achieving performance. Marketing a product requires media as a tool so that what the product can be known and it is hoped that the product will be accepted by the marketing target. Posters are printed media designed to attract attention and convey short messages to the audience.
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. or Bank Jatim continues to improve marketing. One of them is with poster promotional media
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN KESEHATAN MENTAL PADA REMAJA AWAL Di SMPN 1 PACITAN
ABSTRAK
Hubungan Antara Dukungan Sosial Keluarga Dengan Kesehatan Mental Pada Remaja Awal Di SMP N 1 Pacitan
Alifya Anggita Rahayu
NIM. 20631917
Program Studi S1 Keperawata, Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Masa remaja sebagai masa yang beresiko akan terjadinya kegoncangan jiwa jika tidak diiringi dengan dukungan dari keluarga maupun orang terdekat. Remaja rentan mengalami tekanan baik dari berbagai pihak maupun situasi, jika dibiarkan berlanjut rentan mengalami masalah kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan kesehatan mental pada remaja awal di SMP N 1 Pacitan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu cross-sectional dengan subyek penelitian yaitu 85 siswa SMPN 1 Pacitan. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner PSS-Fa untuk variabel dukungan sosial keluarga dan kuesioner GHQ-12 untuk variabel kesehatan mental remaja awal. Analisis data penelitian ini menggunakan uji chi-square test.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh responden memiliki dukungan tinggi sejumlah 69 siswa (81,2%) dan sebagian kecil lainnya memiliki dukungan rendah sejumlah 16 responden (18,8%), hampir seluruh responden memiliki kesehatan mental baik sejumlah 64 siswa (75,3%) dan sebagian kecil lainnya memiliki kesehatan mental buruk sejumlah 21 siswa (24,7%). Berdasarkan uji statistika menggunakan chi-square test, diperoleh pvalue 0,000 dimana < α (0,05) sehingga disimpulkan bahwa H1 diterima yaitu terdapat hubungan dukungan sosial keluarga dengan kesehatan mental pada remaja awal di SMP N 1 Pacitan.
Dukungan sosial keluarga sangat berkaitan dengan perkembangan remaja terlebih pada masa remaja awal. Jika orang tua lalai dalam mendampingi tumbuh kembang remaja fase awal, besar kemungkinannya untuk remaja ini menyimpang dari norma dan aturan sehingga menimbulkan berbagai permasalahan, salah satunya turut berdampak terhadap kesehatan mentalnya.
Kata Kunci: Dukungan Sosial Keluarga, Kesehatan Mental, Remaja Awa
PENGARUH LINGKUNGAN KELUARGA, PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DAN EKSPEKTASI PENDAPATAN TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA MAHASISWA UMPO
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan keluarga, pendidikan kewirausahaan, dan ekspektasi pendapatan terhadap minat berwirausaha mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO). Dengan menggunakan metode Pemodelan Persamaan Struktural (SEM) melalui SmartPLS, penelitian ini melibatkan 60 responden yang dipilih secara acak yang memenuhi batasan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan dan ekspektasi pendapatan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha, dengan nilai masing-masing sebesar 0,45 dan 0,38. Selain itu, juga berkontribusi secara signifikan dengan koefisien 0,30. Penelitian ini menegaskan pentingnya dukungan dari lingkungan keluarga dan pendidikan yang relevan dalam membentuk minat berwirausaha di kalangan mahasiswa. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi institusi pendidikan dalam merancang program kewirausahaan yang lebih efektif serta meningkatkan kesadaran mahasiswa akan potensi berwirausaha
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KEAKTIFAN LATIHAN GYMNASIUM DI KING FITNES PONOROGO
Stress can affect anyone, regardless of age, gender, or situation. Every individual is susceptible to experiencing stress in their life. Therefore, exercise becomes a more effective strategy in dealing with stress, because it can increase the production of endorphins, hormones that play a role in increasing feelings of happiness. The study aims to determine the relationship between stress levels and gymnasium exercise activity at King Fitness Ponorogo.
The study was conducted cross-sectionally, the results of 120 research members using purposive sampling who were members of the King Fitness gymnasium from 120 were taken, some of the results obtained were 55 respondents, data was taken using a questionnaire instrument. With data analysis Data Entry, Data Cleaning, Variable Classification, and Significant Test.
The results of the study showed that as many as 16 respondents or 29.1% with severe stress levels, and as many as 12 respondents or 21.8% of respondents with mild and moderate levels. While gymnasium training is known to be 31 people active or 56.4% of respondents, and as many as 24 or 43.6% of respondents who are not active in gymnasium training. statistical test with the chi-square method at a confidence level of 95% (0.05) to determine whether there is a statistically significant relationship, data from each subvariable is entered into a table and then compared between the P-value and alpha value (0.05) obtained the probability result p value Chi-Square = 0.020 so that it can be concluded that there is a Relationship Between Stress Levels and Exercise at King Fitness Ponorogo
HUBUNGAN PENYAKIT INFEKSI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BADUTA USIA 6-23 BULAN Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kismantoro
Infectious diseases are the diseases that most often attack children.. Children who frequently suffer from infectious diseases are at risk of experiencing stunting, where stunting is a condition of failure to grow in children due to chronic malnutrition, especially in the first 1000 days of life. The aim of this research is to determine the relationship between infectious diseases and the incidence of stunting in the UPTD work area of the Kismantoro Community Health Center. This research is a quantitative research, correlational design and cross-sectional approach. The total sample was 86 young people in Kismantoro sub-district. The variables for this research are infectious diseases and the incidence of stunting. We used purposive sampling techniques and chi-square statistical tests. Univariate results showed that 77.9 % of respondents frequently suffered from infectious diseases, and 27.9 % of respondents experienced stunting. The results of the chi-square statistical test obtained a p-value of < 0,001, which means less than 0.05, so the conclusion is that there is a relationship between infectious diseases and the incidence of stunting in the UPTD work area of the Kismantoro Community Health Center. ISPA and diarrhea are still the top diseases that often attack toddlers. Parents should pay more attention to their child's health status by trying to routinely provide exclusive breastfeeding and provide complementary feeding with balanced nutrition, which can also prevent stunting..
Key words: infectious diseases, stunting, toddler
PENGARUH EDUKASI MANAJEMEN ASI PERAH TERHADAP PERILAKU IBU BEKERJA YANG MENYUSUI ANAK BADUTA DI PUSKESMAS SUMBERAGUNG PLAOSAN MAGETAN
Ketepatan pemberian makanan sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi terutama berusia di bawah dua tahun dengan cara memberikan ASI. Status pekerjaan ibu dianggap sebagai penyebab ketidakberhasilan menyusui secara ekslusif karena usia produktif sehingga tidak ada waktu cukup untuk memberikan ASI perah atau pumping ASI saat bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi manajemen asi perah terhadap perilaku ibu bekerja yang menyusui anak baduta di Puskesmas Sumberagung Plaosan Magetan
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu the one group pretest-posttest design. Sampel penelitian sebanyak 31 Ibu bekerja yang menyusui anak baduta di wilayah Puskesmas Sumberagung. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan kuesioner perilaku ibu. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon. Data pre test menunjukan bahwa perilaku ibu bekerja menyusui kategori sedang berjumlah 16 responden dan setelah diberikan edukasi hasil post test kategori baik sejumlah 25 responden
Hasil penelitian manggunakan uji wilcoxone menunjukkan hasil (p<0,05) dengan hasil signifikansi 0,000 yang artinya ada pengaruh edukasi manajemen asi perah terhadap perilaku ibu bekerja yang menyusui anak baduta
Cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan perilaku ibu bekerja menyusui yaitu dengan edukasi manajemen Asi, dukungan keluarga dan motivasi diri sendir
HUBUNGAN PERILAKU PENANGANAN KELUARGA PASIEN DIARE DI RUMAH DENGAN KEJADIAN DEHIDRASI PADA BALITA DI RUANG AR. FAHRUDIN RSU MUHAMMADIYAH PONOROGO
Dehidrasi pada anak dapat disebabkan oleh diare. Pentingnya penanganan diare di rumah oleh anggota keluarga menentukan kejadian dehidrasi yang dapat terjadi pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku penanganan diare di rumah dengan kejadian dehidrasi pada balita di Ruang Ar. Fahrudin RS Muhammadiyah Ponorogo.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 181 orang dengan teknik sampling purposive sampling 64 responden. Data penelitian dikumpulkan melalui kuesioner untuk variabel perilaku penanganan diare dan lembar observasi untuk variabel kejadian dehidrasi. Adapun analisis data yang digunakan yaitu chi-square dengan pvalue < 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku penanganan diare di rumah sebagian besar baik sejumlah 35 responden (54,7%), kejadian dehidrasi karena diare sebagian besar tidak ditemukan kejadian dehidrasi akibat diare sejumlah 39 balita (60,9%) pada balita di Ruang Ar. Fahrudin. Berdasarkan uji statistic dengan chi-square test diperoleh pvalue sebesar 0,000 < 0,05 disimpulkan H1 diterima yaitu ada hubungan perilaku penanganan diare di rumah dengan kejadian dehidrasi pada balita di Ruang Ar. Fahrudin RSU Muhammadiyah Ponorogo.
Perilaku penanganan diare ketika di rumah merupakan faktor yang sangat berperan terhadap terjadinya dehidrasi pada balita karena balita belum memiliki kemampuan yang baik dalam memahami yang dialaminya, dalam hal ini menghadapi suatu penyakit. Sehingga dibutuhkan peran orang tua ataupun keluarga terdekat agar ketika balita mengalami diare dapat segera mendapatkan penanganan yang tepat. Terlebih di rumah tersedia berbagai tumbuhan yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi diare pada balita sehingga tidak berdampak hingga dehidrasi
Kata Kunci: Perilaku Penanganan Diare, Kejadian Dehidrasi, Balit
HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT DENGAN TINGKAT KESEMBUHAN PADA PASIEN TUBERKULOSIS Di UPTD Puskesmas Panekan Magetan
ABSTRACT
THE RELATIONSHIP OF COMPLIANCE WITH MEDICATION WITH THE LEVEL OF HEALING IN TUBERCULOSIS PATIENTS
AT UPTD PANEKAN HEALTH CENTER
Purwati
Bachelor of Nursing Study Program, Muhammadiyah University of Ponorogo,
Ponorogo, East Java, Indonesia
[email protected]
Tuberculosis (TB) is a disease caused by the bacteria Mycobacterium tuberculosis. Treatment for tuberculosis patients is with anti-tuberculosis drugs (OAT). Compliance with taking medication is an important factor that has a direct influence on the recovery of TB patients. TB treatment requires a duration of at least 6 months, this can result in patient non-compliance with treatment. The aim of this study was to determine the relationship between medication adherence and recovery rates in tuberculosis patients at the Panekan Community Health Center UPTD.
This research uses an analytical observational research method with a retrospective cross sectional approach. The population of this study was 94 TB sufferers who received Tuberculosis Treatment at the Panekan Community Health Center in 2024. Using a purposive sampling technique, a sample of 34 respondents was obtained. The research instrument used a questionnaire and crosscheck of Medical Records, Form Sheets TBC.01 and 02. The statistical test used was Fisher's Exact.
The research results showed that 30 respondents (88.2%) had high compliance and 4 respondents (11.8%) had moderate compliance. Then there were 30 respondents who recovered (88.2%) and 4 respondents who had not recovered (11.8%). Based on the results of the Fisher's Exact test, it was found that p-value = 0.000 and α = 0.005, meaning there is a relationship between adherence to taking medication and the cure rate for Tuberculosis patients at the Panekan Community Health Center UPTD.
If compliance with taking medication is high, then recovery in tuberculosis patients will also increase. It is hoped that Tuberculosis patients can complete treatment for up to 6 months with complete treatment so that transmission of TB disease can be prevented and resistance to OAT does not occur.
Keywords: Adherence, Recovery, Tuberculosi
IMPLEMENTASI DESA BINAAN IMIGRASI DALAM MENCEGAH PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI) NON PROSEDURAL, TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG (TPPO) DAN TINDAK PIDANA PENYELUNDUPAN MANUSIA (TPPM) DI WILAYAH KERJA KANTOR IMIGRASI KELAS II NON TPI PONOROGO
The purpose of this study was to determine the impact of the implementation of the immigration fostered village program in the work area of the Class II Non-TPI Ponorogo Immigration Office which is known as the "Immigrant barn" so that all people in the work area of the Class II Non-TPI Ponorogo Immigration Office are protected from the Crime of Human Trafficking and the Crime of Human Smuggling. This study was conducted based on the scope of immigration law using empirical research methods where data was obtained from field observations and interviews with direct officers. The results of the study showed that the existence of the Immigration Fostered Village program and Village Fostering Immigration Officers greatly assisted the main tasks and functions of Immigration in the field of immigration supervision, especially in preventing the presence of Non-Procedural Indonesian Migrant Workers. However, at the Class II Non TPI Ponorogo Immigration Office, there were obstacles in the form of a lack of Human Resources which could have an impact on the quality of the implementation of the Immigration Fostered Village program in its work area
HUBUNGAN PERILAKU BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DENGAN KEPATUHAN PERAWAT DALAM MELAPORKAN INSIDEN KESELAMATAN PASIEN DI RUMAH SAKIT AMAL SEHAT WONOGIRI
Perilaku budaya keselamatan pasien menjadi dasar menciptakan keselamatan pasien secara menyeluruh. Kepatuhan perawat dalam melaporkan insiden keselamatan pasien masih menjadi tantangan di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perilaku budaya keselamatan pasien dengan kepatuhan perawat dalam melaporkan insiden keselamatan pasien di Rumah Sakit Amal Sehat Wonogiri. Desain penelitian ini menggunakan cross-sectional study dengan teknik simple random sampling. Sampel penelitian terdiri dari 57 perawat yang bekerja di Rumah Sakit Amal Sehat Wonogiri. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner budaya keselamatan pasien berdasarkan Survey on Patient Safety Culture (HSOPSC) dan kuesioner kepatuhan perawat dalam melaporkan insiden keselamatan pasien. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (71,9%) memiliki perilaku budaya keselamatan pasien yang positif, sedangkan 28,1% menunjukkan perilaku negatif. Kepatuhan perawat dalam melaporkan insiden keselamatan pasien menunjukkan bahwa sebagian besar (52,6%) tidak patuh, sementara 47,4% patuh. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku budaya keselamatan pasien dan kepatuhan perawat dalam melaporkan insiden keselamatan pasien dengan p-value = 0,000 (p < 0,05) dan tingkat keeratan hubungan yang tergolong kuat berdasarkan nilai Contingency Coefficient sebesar 0,510. Kesimpulannya, perilaku budaya keselamatan pasien memiliki hubungan yang signifikan dengan kepatuhan perawat dalam melaporkan insiden keselamatan pasien di Rumah Sakit Amal Sehat Wonogiri. Disarankan agar rumah sakit meningkatkan pelatihan dan sosialisasi budaya keselamatan pasien secara berkala, serta mengembangkan sistem pelaporan insiden yang lebih mudah digunakan, aman, dan bersifat anonim untuk meningkatkan kepatuhan perawat dalam melaporka