EPrints UMPO
Not a member yet
12467 research outputs found
Sort by
EFEKTIFITAS MOBILISASI PROGRESIF LEVEL I TERHADAP RESIKO DEKUBITUS PADA PASIEN KRITIS YANG TERPASANG VENTILATOR MEKANIK DI RUANG ICU RSI SITI AISYAH MADIUN
ABSTRAK
EFEKTIFITAS MOBILISASI PROGRESIF LEVEL I TERHADAP RESIKO DEKUBITUS PADA PASIEN KRITIS YANG TERPASANG VENTILATOR MEKANIK DI RUANG ICU RSI SITI AISYAH MADIUN
Penelitian Quasy Eksperimental Pre Dan Posttest di Ruang RSI Siti Aisyah Madiun
Oleh : Liya Fitriyani Ulfa
Pasien kritis yang memerlukan alat bantu nafas seperti menggunakan ventilator mekanik, sebagian besar mengalami bedrest atau tirah baring. Sehingga diperlukan tindakan mobilisasi progresif agar meminimalisir terjadinya resiko dekubitus. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas mobilisasi progresif level I terhadap resiko dekubitus pada pasien kritis yang terpasang ventilator mekanik Di Ruang ICU RSI Siti Aisyah Madiun.
Desain penelitian yang digunakan adalah Quasy Eksperimental pre dan posttest. Populasinya adalah semua pasien di ruang ICU RSI Siti Aisyah Madiun yang menggunakan ventilator mekanik dalam rentang satu bulan sejumlah 15 pasien. Sedangkan sampelnya sebagian pasien di ruang ICU RSI Siti Aisyah Madiun yang menggunakan ventilator mekanik dalam rentang satu bulan sejumlah 15 pasien. Teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling. Pengumpulan data menggunakan Pretes dan post test design serta lembar observasi dengan menggunakan skala braden. Dengan uji statistik Wilcoxon.
Hasil penelitian ini didapatkan hampir setengahnya 7 (47%) responden memilik resiko dekubitus tinggi sebelum dilakukan mobilisasi progresif level 1 dan sebagian besar 9 (60%) responden memilik resiko dekubitus ringan sesudah dilakukan mobilisasi progresif level 1. Berdasarkan hasil analisa dengan menggunakan uji Wilcoxon diperoleh p value 0,001 (p value ≤ 0,05) sehingga H1 diterima. Artinya terdapat efektivitas mobilisasi progresif level 1 terhadap resiko dekubitus pada pasien kritis yang terpasang ventilator mekanik di Ruang ICU RSI Siti Aisyah Madiun.
Maka disarankan tenaga kesehatan dapat memperluas pengetahuan dan membantu pasien kritis dalam melakukan mobilisasi progresif level I sehingga resiko dekubitus dapat diminimalisir.
Kata Kunci : Mobilisasi Progresif Level I, Pasien Kritis, Resiko Dekubitu
ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DENGAN MASALAH KEPERAWATAN RISIKO PERFUSI SEREBRAL TIDAK EFEKTIF DI IGD RSUD DR. HARJONO PONOROGO
EMERGENCY NURSING CARE FOR NON-HEMORRHAGIC
STROKE PATIENTS WITH NURSING PROBLEMS OF RISK OF INEFFECTIVE CEREBRAL PERFUSION
By
AZIZAH NUR LISDYANA
22613574
Non-hemorrhagic stroke is a neurological disorder caused by a blockage in blood flow to the brain, which can lead to the risk of ineffective cerebral perfusion. This condition requires prompt and appropriate nursing intervention to prevent further complications.
This research method was a qualitative case study using descriptive writing techniques through the nursing process starting from assessment, nursing diagnosis, intervention, implementation, and evaluation. This study was conducted for 3 days starting from June 25 to June 27, 2025 at Dr. Harjono Ponorogo Regional Hospital.
The assessment results showed that the patient had right extremity weakness, hypertension, slurred speech, and hypodense lesions on CT scan. The nursing diagnosis was risk of ineffective cerebral perfusion. The main interventions were management of increased intracranial pressure, such as providing a 30° head-up position during the acute phase, monitoring MAP, and collaboration with NaCl infusion therapy and medications such as citicoline and ranitidine. The patient's clinical symptoms were consistent with the theory of risk of ineffective cerebral perfusion, primarily due to a history of diabetes mellitus.
The nursing interventions demonstrated positive results, resulting in more stable patient conditions and improved consciousness. Implementing comprehensive nursing care can prevent further complications. This emergency nursing care is expected to serve as a reference for improving service quality and broadening healthcare professionals' knowledge of stroke management.
Keywords: Emergency nursing, cerebral perfusion risk, non-hemorrhagic stroke
STRATEGI KETELADANAN PENGASUH DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER RELIGIUS ANAK ASUH DI LKSA PANTI ASUHAN MUHAMMADIYAH PUTRI NYAI AHMAD DAHLAN
ABSTRAK
Rohmad Akbar Filayati. 2025. Strategi Keteladanan Pengasuh Dalam
Mengembangkan Karakter Religius Anak Asuh Di LKSA Panti Asuhan Muhammadiyah Putri Nyai Ahmad Dahlan. Skripsi, Program Study Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Pembimbing: (1) Dr. Katni, S.P.d.I., M.Pd.I. Pembimbing: (2) Devid Dwi Erwahyudin, S.Pd.I. M.Pd.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya pengembangan karakter religius pada anak-anak, khususnya bagi mereka yang berada dilingkungan panti asuhan. Anak asuh yang berasal dari latar belakang keluarga yang membutuhkan bantuan secara ekonomi dan keluarga yang membutuhkan bimbingan yang intensif untuk membentuk karakter religius bagi anak-anaknya. Keteladanan pengasuh menjadi strategi penting yang dapat memengaruhi sikap dan perilaku anak dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks ini, LKSA Panti Asuhan Muhammadiyah Putri Nyai Ahmad Dahlan menjadi lokasi yang relevan untuk mengkaji bagaimana strategi keteladanan yang diterapkan dalam pembentukan karakter religius anak asuh.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendiskripsikan strategi keteladanan yang digunakan dalam membentuk karakter religius anak asuh, serta menidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam melaksanakan strategi tersebut. Penelitian ini juga bertujuan memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai peran penting pengasuh sebagai figur teladan dalam kehidupan sehari-hari bagi anak-anak panti asuhan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari pengasuh dan anak-anak di LKSA Panti Asuhan Muhammadiyah Putri Nyai Ahmad Dahlan. Data dianalisis menggunakan redaksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi keteladanan pengasuh sangat efektif dalam mengembangkan karakter religius anak asuh. Pengasuh tidak hanya memberikan nsihat, tetapi juga terlibat langsung dalam setiap aktivitas keagamaan dan sosial anak. Faktor pendukung strategi ini antara lain pengasuh yang berlatar belakang pesantren, lingkuangan LKSA yang religius, dan program harian yang terstruktur dengan baik. Adapun faktor penghambatnya adalah keterbatasan jumlah pengasuh dibandingkan jumlah anak asuh, serta perbedaan latar belakang anak asuh. Meskipun demikian, strategi keteladanan terbukti mampu menumbuhkan perubahan positif dalam sikap religius anak asuh.
Kata kunci : Strategi Keteladanan, Pengasuh, Karakter Religiu
IMPLEMENTASI PELAYANAN KARYAWAN DALAM MENINGKATKAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE (GCG) PADA BPRS MITRA MENTARI SEJAHTERA PONOROGO
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pelayanan karyawan dalam meningkatkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) di BPRS Mitra Mentari Sejahtera Ponorogo. Fokus utama penelitian adalah mengidentifikasi bagaimana prosedur pelayanan diterapkan dan bagaimana indikator kualitas pelayanan Islami serta prinsip-prinsip GCG diinternalisasi oleh karyawan dalam praktik pelayanan perbankan syariah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan karyawan di BPRS Mitra Mentari Sejahtera telah mencerminkan lima indikator utama kualitas pelayanan Islami, yaitu bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati. Selain itu, implementasi lima prinsip GCG, yakni transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan keadilan, juga terintegrasi dalam sistem pelayanan bank. Hal ini berkontribusi pada terciptanya pelayanan yang profesional, beretika, dan sesuai nilai-nilai syariah, serta memperkuat kepercayaan dan loyalitas nasabah.
ABSTACT
This study aims to analyze the implementation of employee services in enhancing the principles of Good Corporate Governance (GCG) at BPRS Mitra Mentari Sejahtera Ponorogo. The research focuses on examining how service procedures are applied and how the indicators of Islamic service quality and GCG principles are internalized by employees in daily banking practices. This research employs a descriptive qualitative approach with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The findings reveal that employee services at BPRS Mitra Mentari Sejahtera reflect the five core indicators of Islamic service quality: tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. Furthermore, the implementation of the five GCG principles—transparency, accountability, responsibility, independence, and fairness—is integrated into the bank's service system. These practices contribute to the realization of professional, ethical, and Sharia-compliant services, thereby enhancing customer trust and loyalty
PENGARUH BRAND TRUST, SERVICE QUALITY, DAN CUSTOMER EXPERIENCE TERHADAP CUSTOMER SATISFACTION DI APOTEK GARUDA MADIUN
Customer satisfaction is a key factor in the long-term success of any business, including in the healthcare sector, such as pharmacies. This article examines the influence of brand trust, service quality, and customer experience on customer satisfaction, based on a study at Garuda Pharmacy in Madiun. Facing increasingly fierce business competition, understanding the factors that influence customer satisfaction is crucial. This study employed a quantitative approach and multiple linear regression analysis, using a survey method and distributed questionnaires to ninety-seven respondents. The collected data were analyzed using multiple linear regression to examine the partial and simultaneous effects of the three independent variables on customer satisfaction. The analysis shows that brand trust, service quality, and customer experience have a significant influence, both individually and collectively, on customer satisfaction levels. Therefore, pharmacies seeking to build customer loyalty should focus on improving service quality, building a trusted brand, and creating a pleasant customer experience. These findings are expected to provide strategic input for pharmaceutical businesses in designing more customer-oriented marketing and service approaches.
Keywords: Brand Trust, Service Quality, Customer Experience, Customer Satisfaction, Pharmac
Pengembangan Objek Wisata Telaga Ngebel Kabupaten Ponorogo
The development of the tourism sector is promising and yields benefits for multiple stakeholders, including the government, local communities, and private entities. Tourist destinations serve as significant economic drivers for communities. Through the presence of tourism sites, the local economy becomes invigorated, creating a domino effect across various economic sectors in the region. Ponorogo boasts numerous tourism destinations, one of which is located in Ngebel Subdistrict and is known as Telaga Ngebel. According to local residents, the government has played a substantial role in enhancing its potential and developing Telaga Ngebel as a tourism object. This is evidenced by numerous infrastructure projects around the lake and notable improvements in the accessibility of the roads leading to it. In qualitative research, as described by Sutopo and Arief (2010), the methodology is intended for descriptive and analytical exploration of phenomena, events, social activities, attitudes, and perceptions of individuals or particular groups. In this study, the researcher serves as the research instrument (human instrument). The selection of informants is conducted using the snowball sampling technique. This study aims to answer the research problem: "How is the governance and development of the tourism potential of Telaga Ngebel in Ngebel Subdistrict, Ponorogo Regency
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN MOTIVASI KELOMPOK KONTAK UNTUK MENGIKUTI TERAPI PENCEGAHAN TBC di Poli TBC Rumah Sakit Islam Siti Aisyah Madiun
ABSTRAK
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN MOTIVASI KELOMPOK KONTAK
UNTUK MENGIKUTI TERAPI
PENCEGAHAN TBC
di Poli TBC Rumah Sakit Islam Siti Aisyah Madiun
Muhammad Yusuf Edi Saputra
Penyakit TBC sampai dengan saat ini merupakan salah satu masalah
kesehatan masyarakat dunia termasuk di Indonesia. Tuberculosis adalah suatu
penyakit kronik menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium
Tuberculosis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada
hubungan pengetahuan dan motivasi kelompok kontak untuk mengikuti terapi
pencegahan TBC.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan desain penelitian correlational
dengan pendekatan cross-sectional. Pada penelitian ini responden yang berjumlah
93 orang merupakan Sebagian keluarga pasien poli TB RSI Siti Aisyah Madiun.
Dengan teknik purposive sampling, di analisis menggunakan Uji Chi-Square
Asymp.sig <0,05.
Hasil penelitian tingkat pengetahuan responden diketahui bahwa mayoritas
responden berada pada kategori pengetahuan cukup sebanyak 51 orang atau
sebesar 54,84%. diketahui bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat
motivasi dalam kategori cukup, yaitu sebanyak 70 orang (75,27%). Dari total 93
responden, hasil tabulasi silang tingkat pengetahuan dengan tingkat motivasi
sebanyak 70 responden (75%) memiliki motivasi cukup.
Hasil uji statistic yang digunakan Chi-Square yaitu antara hubungan
pengetahuan dan motivasi kelompok kontak untuk mengikuti terapi pencegahan
TBC nilai α =< 0,008 berarti ada hubungan pengetahuan dan motivasi kelompok
kontak untuk mengikuti terapi pencegahan TBC.
Diskusi penelitian ini ubungan pengetahuan dan motivasi kelompok kontak
untuk mengikuti terapi pencegahan TBC dapat meningkatkan pengetahuan
keluarga dalam pencegahan TBC.
Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan, motivasi, investigasi kontak TBC, Terapi
Pencegahan TB
ASUHAN KEPERAWATAN MATERNITAS PADA IBU POSTPARTUM SECTIO CAESAREA DENGAN MASALAH KEPERAWATAN DEFISIT PENGETAHUAN PERAWATAN BAYI BARU LAHIR
ABSTRAK
ASUHAN KEPERAWATAN MATERNITAS PADA IBU POSTPARTUM SECTIO CAESAREA DENGAN MASALAH KEPERAWATAN DEFISIT PENGETAHUAN PERAWATAN BAYI BARU LAHIR
(Studi Kasus Di Ruang Melati RSU Darmayu ponorogo)
Oleh :
Meyra Anggita Mahrani
NIM 22613546
Ibu postpartum sectio caesarea, terutama yang pertama kali melahirkan (primipara), rentan mengalami defisit pengetahuan dalam merawat bayi baru lahir. Kurangnya pengetahuan ini dapat memengaruhi kemampuan ibu dalam memberikan perawatan yang aman, sehingga berdampak pada kesehatan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan asuhan keperawatan pada ibu postpartum sectio caesarea dengan masalah defisit pengetahuan tentang perawatan bayi baru lahir di Ruang Melati RSU Darmayu Ponorogo.
Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan, meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah Ny. S yang dirawat di RSU Darmayu Ponorogo pada tanggal 01– 05 Juli 2025. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa pasien belum memahami cara memandikan bayi, perawatan tali pusat, teknik menyusui, dan perawatan bayi lainnya. Diagnosa yang ditegakkan adalah defisit pengetahuan perawatan bayi baru lahir berhubungan dengan kurangnya paparan informasi.
Intervensi keperawatan dilakukan mengacu pada Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI), yaitu tindakan Edukasi Perawatan Bayi (1.12419), dengan menyediakan materi dan media pendidikan, menjadwalkan pendidikan kesehatan, memberikan kesempatan bertanya, serta mengajarkan berbagai aspek penting perawatan bayi seperti memandikan bayi, merawat tali pusat, menyusui, menjemur bayi. menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pasien dalam memahami dan mempraktikkan perawatan bayi baru lahir. Pasien mampu menjelaskan ulang materi edukasi, melakukan praktik memandikan bayi dan merawat tali pusat dengan benar, serta menunjukkan sikap lebih percaya diri dalam merawat bayinya.
Kata kunci: Ibu postpartum, sectio caesarea, defisit pengetahuan, perawatan bayi baru lahir, edukasi
RANCANG BANGUN ALAT PELIPAT BAJU OTOMATIS MENGGUNAKAN SISTEM BUCKLE FOLDER
Melipat pakaian secara kasat mata merupakan pekerjaan yang mudah, namun apabila jumlah pakaian yang akan dilipat berjumlah banyak maka akan memakan waktu yang tidaklah singkat. Sistem buckle folding merupakan sebuah sistem
pelipat secara mekanik yang terdiri dari minimal 3 buah atau lebih roll dan buckle plate (plat gesper). Roller ini memiliki peran sebagai pelipat pakaiannya dan ada juga sebagai pemindah pakaian dari papan awal di pintu masuk alat menuju Roller pelipatnya. Saat pakaian berada pada Roller pelipat maka Roller akan bergerak secara forward atau reverse sesuai pengaturan di sistem hingga membentuk
lipatan pakaian. Perancangan alat ini cukup efektif untuk melipat pakaian dengan bahan kaos dan kemeja. Pada tahap pengujian menghasilkan rata rata waktu untuk melipat pakaian baju bahan kaos secara manual adalah 49 detik/pcs sedangkan
saat mengunakan alat otomatis lebih cepat, bernilai 32.2 detik/pcs. Penerapan pada bahan katun kemeja dalam 10 kali percobaan diperoleh rata rata per 1 percobaan memakan waktu 22.03 detik dengan pakaian berhasil terlipat 9 kali percobaan berbentuk lipatan Cukup Rapi, gagal tidak terlipat 1 kali percobaan. Pada celana kolor secara manual memerlukan waktu rata rata 13.8 detik/pcs dan secara otomatis menghasilkan nilai 34 detik/pcs yang lebih lama dari metode
manual. Penggunaaan Conveyor dalam melipat pakaian, dengan melakukan perubahan beberapa acuan timming atau waktu mulai melipat memiliki keuntungan bahwa alat dapat menerima pakaian yang lebih panjang
IMPLEMENTASI PENDEKATAN HUMANISTIK PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI DI SMK KARYA PEMBANGUNAN 1 PARON, NGAWI
Raissa Hasna Faustina. 23160342. Implementation of Humanistic Approach in Islamic Religious and Character Education Learning at SMK Karya Pembangunan 1 Paron, Ngawi. Thesis, Islamic Religious Education (PAI) Postgraduate Program, Muhammadiyah Ponorogo University, Supervisor: (1) Dr. AB Musyafa' Fathoni, M.Pd.I., (2) Dr. Anip Dwi Saputro, M.Pd.
Keywords: Implementation, Humanistic Approach, Islamic Religious and Character Education Learning
This study aims to provide a comprehensive picture of the application of the humanistic approach in learning PAI and Budi Pekerti at SMK Karya Pembangunan 1 Paron, Ngawi. The focus of the research includes teachers' understanding of the concept of humanistic approach, identification of learning strategies applied by teachers, and analysis of students' responses to its application. The humanistic approach is expected to improve the quality of learning by taking into account the needs and potential of students.
The research method used in this study is descriptive qualitative with data collection through interviews, observation, and documentation. Primary data were obtained from PAI and Budi Pekerti teachers, grade XI students, school principal, and vice principal for curriculum. Meanwhile, secondary data came from supporting documents, such as teaching modules and the Flow of Learning Objectives (ATP). Data analysis was conducted using the Miles, Huberman, and Saldana method, which includes the process of data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research subjects included teachers as learning implementers, students as learners, and principals as education managers.
The results of this study indicate that teachers' understanding of the humanistic approach in learning PAI and Budi Pekerti at SMK Karya Pembangunan 1 Paron, Ngawi is still limited to the theoretical aspects without a deep understanding of effective implementation strategies. As a result, the application of this approach in learning practices is not optimal. Although there are efforts to integrate humanistic principles in the teaching module, the application is still basic and does not fully reflect student-centered learning. The learning strategy applied by teachers is dominated by instructional methods with direct delivery of material, limiting the space for students to build independent understanding, reflect on learning experiences, and develop critical thinking skills. The lack of variety in methods also inhibits the exploration of more meaningful learning experiences. Students' responses to the implementation of the humanistic approach are mixed. Instructional methods that lack space for students to express and actively participate make some students passive, focusing more on completing tasks rather than exploring the values learned in depth. Factors such as learning habits, social interaction patterns and perceptions of the subject also influence their engagement in learning. Strategy innovation is needed to increase students' motivation and active participation