EPrints UMPO
Not a member yet
12467 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN VISUAL ACUITY (VA) DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN KATARAK DI RSI SITI AISYAH KOTA MADIUN
Ketajaman penglihatan atau visual acuity sangat erat kaitannya dengan kualitas hidup pada pasien katarak. Hal tersebut dikarenakan penglihatan menjadi faktor penentu utama dalam kehidupan dan aktivitas sehari-hari. Semakin baik aktivitas sehari-hari seseorang, tentu akan membuat kualitas hidup juga akan meningkat atau membaik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara visual acuity (VA) dengan kualitas hidup pasien katarak di Rumah Sakit Islam Siti Aisyah Kota Madiun. Jenis penelitian yang digunakan adalah korelasional dengan menggunakan desain Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Non probability sampling dengan teknik Purposive sampling. Sampel yang diperoleh sebanyak 49 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Uji statistic yang digunakan adalah Uji Sperman rank.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mayoritas responden pada pasien Katarak di RSI Siti Aisyah Madiun memiliki visual acuity termasuk dalam kategori sedang sebanyak 12 (24,5%), kategori baik 30 (61,2%) dilanjutkan dengan kategori sangat baik 7 responden (14,3%). Kualitas hidup pada pasien katarak di RSI Siti Aisyah Madiun adalah sebagian besar pada kategori tinggi sebesar 41 responden atau (83,7%).
Berdasarkan hasil uji tabulasi silang antara visual acuity dengan kualitas hidup dengan hasil uji Spearman Rank p-value 0,006 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,390. Karena P-value <0,05 maka dapat disimpulkan menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara Visual acuity dengan kualitas hidup pasien katarak di RSI Siti Aisyah Madiun. Saran penelitian ini yaitu dengan adanya pemeriksaan visual acuity, diharapkan pasien akan mengetahui gangguan mata sejak dini, sehingga bisa mencegah dengan lebih baik dalam menjalani proses pemulihan sehingga dapat pulih secara optimal dan berdampak pada kualitas hidup yang lebih baik. Selain itu diharapkan agar peneliti selanjutnya melakukan penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pasien katarak dengan banyak hal yang berbeda agar dapat memberikan ilmu pengetahuan yang berbeda dan kebaruan penelitian.
Kata Kunci: Visual Acuity, Kualitas Hidu
IMPLEMENTASI NILAI NILAI PENDIDIKAN AKHLAK MELALUI KEGIATAN DAN PEMBIASAAN PADA SANTRI MADRASAH TSANAWIYAH PONDOK PESANTREN HASAN MUNADI PONOROGO
ABSTRAK
JauharLaylatun, Nila. 2025. Implementasi Nilai Nilai Pendidikan akhlak melalui kegiatan dan pembiasaan Pada Santri Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Hasan Munadi Ponorogo. Skripsi. Program Stara Satu (S1), Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhamadiyyah Ponorogo. Pembimbing: (1) Dr. Katni M.Pd.I. (II) Devid Dwi Erwahyudi S.Pd.I. M.Pd.I.
Kata kunci : Implementasi, Nilai-Nilai akhlak, pendidikan akhlak
Lembaga keagamaan Islam sepanjang sejarahnya telah berhasil membentuk kehidupan masyarakat yang religius, berlandaskan pemahaman Islam yang kuat dan mendalam. Nilai-nilai pendidikan akhlak yang begitu komplek dari nilai akhlaq bila diterapkan akan sangat baik menciptakan kehidupan yang harmonis baik dengan tuhan maupun sesama manusia dan alam. Sayangnya nilai pendidikan akhlak seringkali belum mampu diterapkan secara baik oleh kalangan santri, akibatnya terjadi ketimpangan berupa perilaku tercela dan pengrusaan alam dan sebagainya.
Penelitian ini bertujuan implementasi nilai-nilai pendidikan akhlak santri Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Hasan Munadi Ponorogo. Dampak mplementasi nilai-nilai pendidikan akhlak terhadap santri serta factor pendukung dan penghambat dalam implementasi tersebut.
Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tahap pengumpulan, pengurangan, penyajian, dan penarikan kesimpulan adalah bagian dari proses analisis data untuk menjamin keabsahan data, digunakan teknik triangulasi baik dari segi sumber maupun metode.
Hasil penelitian ini adalah: Implementasi nilai-nilai pendidikan akhlak di Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Hasan Munadi mencakup nilai akhlak. Nilai akhlak ditanamkan melalui pembinaan adab terhadap Allah, sesama, dan diri sendiri, serta keteladanan para guru dalam kehidupan sehari-hari. Dampak dari implementasi ini terlihat dari peningkatan karakter santri. dalam aspek akhlak, santri menunjukkan sikap yang lebih sopan, jujur, bertanggung jawab, dan hormat terhadap guru. Faktor pendukung implementasi meliputi kedisiplinan sistem pesantren, keteladanan ustadz, lingkungan religius, dan dukungan orang tua. Sementara faktor penghambat mencakup latar belakang santri yang beragam, tingkat kemandirian yang masih rendah, pengaruh gadget, keterbatasan fasilitas, dan jumlah santri yang besar dengan kemampuan berbeda. Meski begitu, proses pembinaan tetap berjalan dengan pendekatan bertahap dan penuh keteladanan
APLIKASI MOBILE PINUS (PUSTAKA NUSANTARA) SEBAGAI MEDIA PENGENALAN WARISAN BUDAYA INDONESIA DI SANGGAR BIMBINGAN AMPANG
Indonesia possesses an extraordinary cultural richness however, globalization challenges and the lack of educational media have caused the younger generation, especially Indonesian children living abroad, to be less familiar with their own culture. This study aims to develop the mobile application PINUS (Pustaka Nusantara) as a medium for introducing Indonesian culture to students of Sanggar Bimbingan (SB) Ampang in Malaysia. The development process employed the ADDIE model, which consists of five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. This research focused on the first three stages, namely needs analysis, media design, and initial development. The application was developed using the Kodular platform, featuring modules via web viewer, educational videos curated from YouTube, interactive quizzes from Kahoot, cultural news via web viewer, and a child-friendly interface. Validation results from media and material experts indicated that the application achieved a “very feasible” rating with a score of 90%. A limited trial involving one teacher and two students as end users yielded a feasibility score of 84%. The application is expected to serve as an effective, engaging, and relevant educational solution for strengthening the cultural identity of Indonesian children living abroad
RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING KONSUMSI DAYA PLTS LISTRIK HYBRID ON GRID (Studi Kasus BCA KCU MADIUN)
In an effort to reduce energy consumption and improve power efficiency, the installation of On-Grid Solar Power Plants (PLTS) is a relevant solution for the commercial sector, including banking. On-grid PLTS allows the energy generated to be directly fed into the public electricity grid, thereby reducing dependence on fossil fuels. The PLTS and grid power consumption monitoring system utilizes voltage, current, and light (LDR) sensors to monitor performance in real-time. Sensor data is processed using an STM32F446RE microcontroller with an Arm Cortex-M4 core which has digital signal processing and multi-ADC capabilities for high accuracy.
This research aims to design an STM32-based power consumption monitoring system that can simultaneously monitor energy flow from PLTS and the grid, providing data for energy use optimization and improving the operational efficiency of on-grid PLTS systems. This research successfully designed and implemented an STM32 microcontroller-based power monitoring system for a hybrid on-grid Solar Power Plant (PLTS) that is capable of monitoring electrical and environmental data in real-time. This system integrates ZMPT101B, ACS712, DHT11, and LDR sensors to measure voltage, current, temperature, humidity, and light intensity, with accurate and responsive results, even at low loads.
Keywords: On-Grid Solar Power Plant (PLTS), Power Consumption Monitoring, STM32 Microcontrolle
IMPLEMENTASI METODE UMMI MELALUI TALAQQI DALAM MENINGKATKAN HAFALAN SISWA DI SD MUHAMMADIYAH PONOROGO
Femi Astika Candra Chairani. “Implementasi Metode Ummi Melalui Talaqqi Dalam Meningkatkan Hafalan Siswa di SD Muhammadiyah Ponorogo”. Tesis. Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam Pascasarjana Universitas Muhammadiyah ponorogo, Pembimbing: 1. Dr. Rido Kurnianto, M.Ag, dan 2. Dr. Aldo Redho Syam, M.Pd.I.
Kata Kunci: Talaqqi, Tahfidz, Metode Ummi
Faktor utama yang melatarbelakangi adanya metode Ummi melalui Talaqqi pada kelas Tahfidz adalah kemampuan membaca Al-Qur’an masih dibawah standar yaitu jilid 1 sampai jilid 4, belum bisa membedakan panjang pendek pada bacaan, belum mengetahui hukum Tajwid dan tempat keluarnya huruf atau makhraj dengan baik dan benar. Kesulitan yang dialami siswa dalam belajar membaca dan menghafal Al-Qur’an dikarenakan jenuh dalam belajar, jurangnya motivasi, faktor keluarga yang kurang mendukung, kurang lengkap sarana dan prasarana yang ada, juga lingkungan tempat belajar yang kurang kondusif.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi metode Ummi melalui Talaqqi dalam meningkatkan kemampuan bacaan dan hafalan siswa kelas Tahfidz SD Muhammadiyah Ponorogo. Hal ini menarik untuk diteliti karena banyak siswa yang ingin mengikuti program kelas Tahfidz akan tetapi dari segi bacaan dan hafalan masih kurang standar sesuai kaidah hukum baca Al-Qur’an atau ilmu Tajwid. Model Talaqqi yang terdapat dalam metode Ummi sebagai upaya meningkatkan kemampuan bacaan serta hafalan siswa kelas Tahfidz Qur’an SD Muhammadiyah Ponorogo.
Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian studi kasus dengan memahami suatu fenomena yang ada di SD Muhammadiyah Ponorogo. Fenomena yang terjadi adalah bagaimana implementasi metode Ummi melalui Talaqqi dalam meningkatkan kemampuan bacaan dan hafalan siswa di SD Muhammadiyah Ponorogo. Penelitian ini mengacu pada teori penelitian studi kasus yang dilakukan dalam penelitian kualitatif . Data penelitian Kualitatif berasal dari wawancara, analisis dokumen, dokumentasi dan observasi partisipatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya implementasi metode Ummi di SD Muhammadiyah Ponorogo terdapat tiga tahap yakni perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran. Perencanaan pembelajaran tertuang dalam RPP yang dirancang oleh guru pengampu. Dari RPP tersebut menghasilkan pembelajaran efektif sesuai 7 tahapan mengajar yakni pembukaan, apersepsi, penanaman konsep, pemahaman konsep, ketrampilan atau evaluasi, drill dan penutup. Siswa kelas tahfidz SD Muhammadiyah Ponorogo tidak hanya fokus dalam menghafal, akan tetapi juga menjaga dan meningkatkan kualitas bacaan dengan mengikuti berbagai kegiatan seperti khotmul qur’an dan Imtihan, wisuda tahfidz yang diadakan oleh bapak bupati ponorogo bahkan mengikuti kompetisi tahfidz tingkat nasional
PENERAPAN AROMATERAPI LEMON TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA IBU POSTPARTUM DENGAN MASALAH KEPERAWATAN ANSIETAS DI RSU MUHAMMADIYAH PONOROGI
Kecemasan atau merupakan hal yang umum dialami oleh ibu postpartum, ditambah lagi dengan ibu yang baru pertama kali melahirkan, hal ini dikarenakan ibu primipara belum mempunyai pengalaman merawat bayi, selain itu ditambah dengan faktor lain seperti kurangnya dukungan sosial, faktor pendidikan, serta penyesuaian yang buruk terhadap peran baru. Karya ilmiah ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penerapan aromaterapi lemon terhadap tingkat kecemasan pada ibu postpartum dengan masalah keperawatan ansietas.
Asuhan keperawatan dilakukan pada satu pasien postpartum hari pertama di Ruang Siti Walidah RSU Muhammadiyah Ponorogo selama 2 hari dan
dilanjutkan di rumah pasien selama 3 hari yakni pada tanggal 15 Juli 2025 hingga 19 Juli 2025. etode yang digunakan adalah dengan pendekatan proses keperawatan. Hasil pengkajian di dapatkan bahwa pasien mengeluh cemas karena ini merupakan pengalaman pertama melahirkan. Tindakan keperawatan yang dilakukan untuk mengurangi kecemasan pada ibu postpartum adalah dengan diberikan teknik inhalasi aromaterapi lemon yang dilakukan selama 15 menit dengan jarak pemberian 50 cm – 100 cm. Setelah dilakukan pemberian aromaterapi lemon selama 5 hari didapatkan hasil bahwa tingkat kecemasan pada ibu postpartum menurun.
Dapat disimpulkan bahwa pemberian aromaterapi lemon efektif untuk mengatasi masalah kecemasan, sehingga diharapkan keluarga dan klien dapat menerapkan teknik relaksasi secara mandiri di rumah.
Kata Kunci : Postpartum, Kecemasan, Aromaterap
PENERAPAN RANGE OF MOTION (ROM) PASIF TERHADAP LANSIA YANG MENGALAMI STROKE DENGAN MASALAH KEPERAWATAN GANGGUAN MOBILITAS FISIK
ABSTRAK
APPLICATION OF PASSIVE RANGE OF MOTION (ROM) TO ELDERLY PEOPLE WHO HAVE EXPERIENCED STROKE WITH NURSING PROBLEMS OF PHYSICAL MOBILITY DISORDERS IN THE AHMAD DAHLAN WARD, MUHAMMADIYAH PONOROGO HOSPITAL
Tata Eka Fadila
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Ponorogo E-mail : [email protected]
Stroke is a brain dysfunction caused by disruption of blood flow to the brain, resulting in inadequate nutrition and oxygen supply. Risk factors that increase the incidence of stroke include non-modifiable factors such as age, as the risk of stroke increases in the elderly due to the interruption of blood supply to the brain. Blockage of blood vessels in stroke can lead to decreased motor function, leading to impaired physical mobility, resulting in weakness in the extremities and decreased muscle strength. This study aims to provide nursing care for elderly patients experiencing stroke with nursing problems related to impaired physical mobility.
Nursing care for the patient was carried out in the Ahmad Dahlan Room of Muhammadiyah Ponorogo Hospital for 5 days on July 31 - August 4, 2025. The method used was the nursing process approach. The results of the assessment found that the patient complained of weakness in the right extremities of the hands and feet. Nursing actions were carried out to increase muscle strength by providing APassive Range Of Motion (ROM). After providing Passive ROM therapy for 5 days, the results showed that muscle strength increased.
Nursing care for patients with impaired physical mobility is expected to provide an overview for stroke patients on how to apply passive range of motion (ROM) exercises to improve muscle strength.
Keywords: Stroke, Elderly, Impaired Physical Mobility, Range of Motion (ROM) Pasi
PERANCANGAN SISTEM KONTROL IRIGASI TETES PADA TANAMAN CABAI MENGGUNAKAN ESP32 BERBASIS INTERNET OF THINGS (IoT)
Irrigation and fertilization efficiency remain key challenges in chili cultivation. This study designed a drip irrigation and liquid fertilization system based on ESP32 and Internet of Things (IoT), automatically controlled according to soil moisture levels. The system comprises a soil moisture sensor, ultrasonic sensor, RTC, and solenoid valve, with monitoring via an Android application. The methodology includes electronic circuit design, ESP32 programming, and IoT interface integration. Field testing was conducted on chili plants with varying soil moisture and fertilizer volumes. The system performs automatic watering when soil moisture falls below 60%, which serves as the threshold for plant water needs. The soil moisture sensor demonstrated high accuracy, ranging from 93.3% to 95.4%, with an error rate below 10%. Fertilization is scheduled weekly, delivering 100 ml of liquid fertilizer per plant over approximately 55 seconds. Volume distribution showed a variation of ±10 ml between plants. The ultrasonic sensor effectively detects low water levels in the reservoir when the height drops below 10 cm, triggering automatic refilling to the maximum level. Data is transmitted to Firebase for real-time monitoring. The results indicate that plants utilizing the automated system experienced significantly improved growth compared to those under manual methods, which showed signs of declining plant health
IMPLEMENTATION OF HORTICULTURAL THERAPY IN SCHIZOPHRENIA PATIENTS WITH AUDITORY HALLUCINATIONS AT Dr. Harjono Regional Hospital, Ponorogo
Sensory perception disturbances such as hallucinations are one of the main symptoms in clients with schizophrenia. Hallucinations that are not properly managed can affect the client's social responses and cognitive functions. The aim of this study is to determine the effectiveness of horticultural therapy in reducing hallucinations in schizophrenia patients at Wijaya Kusuma Ward, Dr. Harjono Ponorogo Regional Hospital.
The method used is a case study with a nursing care approach that includes assessment, diagnosis, implementation, and evaluation. The intervention provided is horticultural therapy for 2 weeks, lasting 1-2 hours, three times a week. The instrument used to measure hallucinations is the AHRS (Auditory Hallucinations Rating Scale) and the observation sheet.
The results of the application showed a decrease in hallucinations in Mrs. D after receiving horticultural therapy intervention, marked by the pre and post observation scores rising from 4 (not passed) to 11 (passed), as well as the AHRS (Auditory Hallucinations Rating Scale) score decreasing from 26 (controlling stage) to 11 (comforting stage), and the sensory perception disturbance problem (auditory hallucinations) in Mrs. D was stated to be resolved on the 5th day.
Horticultural therapy has been proven to help clients recognize, manage, and respond to hallucinations in a more adaptive manner. It can be concluded that horticultural therapy is an effective intervention in reducing the intensity and impact of hallucinations in patients with mental disorders.
Keywords: hallucination, sensory perception disorder, talk therapy, schizophreni
UPAYA LEMBAGA PEMASYARAKATAN DALAM MEMBERIKAN PERLINDUNGAN HUKUM KEPADA NARAPIDANA DARI TINDAK KEKERASAN ANTAR NARAPIDANA (STUDI DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN MADIUN)
Tindak kekerasan antar narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) merupakan permasalahan serius yang mengancam keselamatan fisik dan mental narapidana serta menghambat tujuan pemasyarakatan, yaitu reintegrasi sosial dan rehabilitasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Madiun dalam memberikan perlindungan hukum kepada narapidana dari tindak kekerasan antar narapidana serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lapas Madiun telah menerapkan pengawasan ketat melalui sistem CCTV, pemenuhan hak dasar narapidana, pendekatan restoratif dalam penyelesaian konflik, serta peningkatan kapasitas petugas pemasyarakatan. Sejumlah tantangan tetap dihadapi, seperti kondisi overkapasitas, keterbatasan sumber daya manusia dan sarana prasarana, serta kurangnya kompetensi petugas dalam manajemen konflik. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sistem pengawasan berbasis teknologi, peningkatan pelatihan petugas, dan perbaikan struktural untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan humanis