EPrints UMPO
Not a member yet
12467 research outputs found
Sort by
Implementasi Metode Convolutional Neural Network dengan Algoritma Ensemble untuk Sistem Pendeteksi Penyakit pada Tanaman Padi
Padi sebagai salah satu tanaman pangan utama di Indonesia sering kali menghadapi ancaman penyakit yang dapat menurunkan hasil panen. Pendeteksian penyakit secara manual membutuhkan waktu lama dan keahlian khusus, sehingga diperlukan solusi berbasis teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem pendeteksi penyakit pada tanaman padi menggunakan metode Convolutional Neural Network (CNN) dengan pendekatan algoritma ensemble. Sistem ini memanfaatkan tiga arsitektur CNN, yaitu ResNet50, EfficientNetB3, dan MobileNetV2, yang digabungkan melalui teknik ensemble untuk meningkatkan akurasi klasifikasi. Dataset yang dimanfaatkan berisi sebanyak 14.148 gambar daun tanaman padi, yang terbagi ke dalam enam kategori berbeda, yaitu: Bacterial Leaf Blight, Brown Spot, Leaf Blast, Leaf Scald, daun sehat, dan Narrow Brown Spot. Proses pengembangan meliputi tahap pra-pemrosesan, pelatihan model, validasi, dan pengujian menggunakan platform Flask untuk implementasi berbasis web. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ensemble mencapai akurasi validasi sebesar 97,64%. Sistem ini terbukti efektif dalam mengidentifikasi penyakit dengan cepat dan akurat, memberikan solusi praktis bagi petani untuk memantau kesehatan tanaman padi dan meminimalkan kerugian akibat gagal panen
PENGARUH DIRECT MARKETING, PRODUCT QUALITY, DAN SALES PROMOTION TERHADAP MINAT BELI ULANG PADA LIVE STREAMING SHOPEE (STUDI KASUS PADA MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO ANGKATAN 2021)
This study aims to determine the effect of direct marketing, product quality, and sales promotion on repurchase intention in Shopee live streaming. The population in this study were active undergraduate students at Muhammadiyah University Ponorogo Class of 2021. The sampling method used in this study is a non-probability approach with purposive sampling technique, which is a sampling method where each member of the population is not given an equal chance or opportunity to be selected as a sample. The sample in this study is undergraduate students at Muhammadiyah University of Ponorogo, Class of 2021. The research methodology used was multiple linear regression analysis, with the assistance of Statistical Product and Service Solution (SPSS) Version 25 software. The results of the partial testing of the variables Direct Marketing, Product Quality, and Sales Promotion on Repurchase Interest showed a positive direction. This is evident from the results of the multiple linear regression analysis of each variable, which showed a partial positive direction. Similarly, the simultaneous testing of the variables Direct Marketing, Product Quality, and Sales Promotion showed a significant simultaneous effect on Repurchase Intention.
keyword : Direct Marketing, Product Quality, Sales Promotion, Repurchase Intentio
PENGARUH KOMPETENSI APARATUR, PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI, DAN TRANSPARANSI PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA TERHADAP PEMBANGUNAN DESA DI KECAMATAN MAOSPATI KABUPATEN MAGETAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi aparatur, pemanfaatan teknologi informasi, dan transparansi pengelolaan alokasi dana desa terhadap Pembangunan desa di Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode kuantitatif. Responden dalam penelitian ini adalah perangkat desa dan anggota BPD yang dipilih sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan dengan metode pengambilan sampel yaitu purposive sampling sebanyak 75 responden. Pada penelitian ini pengumpulan data menggunakan penyebaran kuesioner di setiap desa dan menggunakan analisis Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian ini diketahui bahwa Kompetensi Aparatur memiliki pengaruh secara parsial terhadap Pembangunan Desa dengan nilai t hitung > t tabel atau 3,160 > 1,993. Pemanfaatan Teknologi Informasi memiliki pengaruh secara parsial terhadap Pembangunan Desa dengan nilai t hitung > t tabel atau 3,632 > 1,993, serta Transparansi Pengelolaan Alokasi Dana Desa memiliki pengaruh secara parsial terhadap Pembangunan Desa dengan nilai t hitung > t tabel atau 4,325 > 1,993. Selain itu juga terdapat bahwa Kompetensi Aparatur, Pemanfaatan Teknologi Informasi, dan Transparansi Pengelolaan Alokasi Dana Desa secara silmutan berpengaruh terhadap Pembangunan Desa dengan nilai F hitung > F tabel atau 22,386 > 3,12.
Kata kunci: Kompetensi Aparatur, Pemanfaatan Teknologi Informasi, Transparansi, Pembangunan Des
STUDI KETAHANAN KOROSI MATERIAL TANGKI BBM DENGAN MEDIA CAIRAN NaCl 3,5% DAN BIODISEL B35
Penggunaan bahan bakar alternatif seperti biodiesel semakin meningkat seiring dengan upaya global dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Namun, interaksi antara biodiesel dengan material logam pada sistem penyimpanan, khususnya tangki bahan bakar, masih menyisakan permasalahan terkait ketahanan korosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ketahanan korosi material tangki bahan bakar berbahan baja karbon ultra-rendah jenis Interstitial-Free (IF Steel) dalam dua jenis media korosif yang berbeda, yaitu larutan NaCl 3,5% dan campuran biodiesel B35 (35% biodiesel berbasis kelapa sawit dan 65% Dexlite). Pengujian dilakukan dengan metode perendaman statis selama 7, 14, dan 21 hari, serta dilanjutkan dengan pengukuran laju korosi menggunakan metode Tafel dan potentiodynamic polarization. Hasil pengujian menunjukkan bahwa laju korosi pada media NaCl 3,5% meningkat secara bertahap dari 0,0566 mmpy (hari ke-7) menjadi 0,2369 mmpy (hari ke-21), yang mengindikasikan proses korosi berlangsung secara agresif akibat kehadiran ion klorida. Sementara itu, pada media biodiesel B35, teramati fenomena passivasi awal yang menghasilkan laju korosi negatif pada hari ke-7 dan ke-14, menandakan terbentuknya lapisan pelindung pada permukaan logam. Namun, pada hari ke-21, laju korosi meningkat drastis hingga 1,3785 mmpy, yang mengindikasikan kerusakan lapisan pasif dan terjadinya korosi aktif. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun biodiesel B35 pada awalnya mampu menekan laju korosi, dalam jangka panjang tetap memiliki potensi korosif yang signifikan terhadap baja IF. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami interaksi antara bahan bakar terbarukan dan material logam pada sistem penyimpanan, serta menjadi dasar dalam merumuskan strategi pemilihan material dan formulasi bahan bakar yang lebih aman terhadap korosi.
Kata kunci: korosi, biodiesel B35, NaCl 3,5%, IF Stee
ASUHAN KEBIDANAN CONTINUITY OF CARE (COC) PADA NY. Y DARI MASA KEHAMILAN SAMPAI DENGAN KELUARGA BERENCANA DI TPMB BIDAN TITIN SUKARTINI, S.ST SAWOO, PONOROGO
SINOPSIS
Kehamilan menjadi fase klinis dan transisi bagi seorang wanita menjadi ibu. Dalam perjalanannya kehamilan bisa berubah menjadi patologis apabila tidak ada deteksi dini faktor pemicu kegawatdaruratan yang mungkin dialami oleh ibu maupun janin. Oleh karena itu, pemberian Asuhan Continuity Of Care (COC) dapat menjadi solusi atas permasalahan tersebut. Asuhan COC mengacu pada perawatan medis berkelanjutan sebagai upaya menurunkan AKI dan AKB.
Pada kesempatan ini pendampingan dilakukan pada Ny. “Y” Usia 22 tahun GRAVIDA 1, PARA ATERM 0, ABORTUS 0 Uk 36 Minggu 39 7/4 Minggu hingga Keluarga Berencana (KB). Berdasarkan penilaian KSPR Ny. Y termasuk dalam resiko rendah. Akan tetapi, Ny. Y memiliki faktor resiko hipertensi yang diturunkan dari keluarga. Selama pendampingan ANC tidak ditemukan adanya permasalahan atau resiko yang mengancam. Pada proses persalinan Ny. Y melahirkan secara spontan ditolong oleh bidan pada usia kehamilan 39 7/4 minggu. Proses persalinan Ny. Y berlangsung dalam waktu yang normal kurang lebih selama 9 jam dimulai dari kala 1 fase laten sampai dengan kelahiran bayi. Pada proses persalinan Ny. Y sempat mengalami kelelahan yang mengharuskan dilakukannya pemasangan cairan intra vena, manuver MC Robert serta tindakan episiotomy untuk mempercepat kelahiran bayi. Bayi lahir pukul 12.25 WIB dengan hasil pemeriksaan sepintas menangis kuat, gerak aktif, kulit kemerahan, tonus otot kuat, jenis kelamin laki-laki, BB 3.400 gram, PB 48 cm, LK 34 cm, dan LD 33 cm. Plasenta lahir spontan, lengkap dan tidak ada sisa jaringan yang tertinggal, dalam waktu 5 menit setelah bayi lahir, terdapat laserasi derajat 2 pada jalan lahir. Hasil evaluasi kala IV (Pengawasan) dalam kondisi yang normal begitu juga dengan pengeluaran pervaginam. Selama proses pendampingan nifas berlangsung ditemukan beberapa permasalahan pada Ny. Y diantaranya yaitu nyeri pada luka jahit, gangguan elimininasi akibat rasa takut untuk mobilisasi, bendungan ASI serta kecemasan berkaitan lamanya proses penyembuhan luka jahit. Seluruh permasalahan tersebut dapat teratasi melalui edukasi yang telah diberikan serta sikap kooperatif ibu dalam menerima dan melaksanakan nasihat. Pada pendampingan bayi baru lahir (BBL), dilakukan proses IMD selama kurang lebih 1 jam serta pemberian imunisasi Hb 0, vitamin K 0,5 Ml, salep mata serta asuhan BBL sesuai dengan prosedur. Pada kunjungan BBL secara keseluruhan hanya ditemukan permasalahan pada kunjungan 2 tepatnya pada hari ke 4 yaitu diapers rush akibat penggunaan popok terlalu sering. Permasalahana ini dapat teratasi melalui edukasi yang telah diberikan pada Ny. Y yaitu dengan memilih penggunaan produk popok yang aman serta beralih menggunakan popok kain. Pada kunjungan KB, ibu memilih menggunakan kontrasepsi dalam rahim (AKDR) IUD. Terpantau ibu telah mengetahui manfaat, indikasi dan kontra indikasi dari kontrasepsi, efektivitas, cara kerja, serta efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan.
Selama proses pendampingan berlangsung, Ny. Y tidak mengalami permasalahan yang mengaharuskan dilakukannya rujukan begitu juga dengan bayi. Semua permasalahan pada ibu dan bayi dapat teratasi dengan baik serta ibu mampu menerapkan semua edukasi yang telah diberikan dan mampu kooperatif atas semua tindakan yang diberikan
RANCANG BANGUN DAN IMPLEMENTASI ALGORITMA FIRST COME FIRST SERVE (FCFS) PADA SISTEM ANTRIAN PASIEN
Abstract
The rapid development of information technology in the globalization era has driven all sectors to maximize the utilization of technology. Service delivery, such as that provided by clinics, requires high-quality service to maintain a positive public image. One common challenge is long and time-consuming queues. For instance, Palembang Clinic in Magetan Regency serves thousands of patients without an efficient service management system, particularly in queue management.
This study aims to design and implement the First Come First Served (FCFS) algorithm for an online patient queueing system at Palembang Clinic in Magetan using a web-based approach. The FCFS algorithm is chosen for its simplicity, fairness, and ease of implementation. By applying this algorithm, patients who register first are served first, ensuring a more orderly queueing process.
The research employs the Waterfall software development method, which includes stages of requirement analysis, system design, implementation, testing, and maintenance. The web-based queueing system allows patients to register online and monitor queue progress in real-time. This helps reduce overcrowding around the clinic and ensures efficiency in the queuing process. With this system, it is expected to minimize patient waiting time, enhance service efficiency, and provide a better experience for patients accessing healthcare services.
Keywords: FCFS (First Come First Served) Algorithm; Healthcare Services; Queueing Syste
ASUHAN KEBIDANAN CONTINUITY OF CARE MULAI KEHAMILAN SAMPAI KELUARGA BERENCANA PADA NY. "N" DI TPMB ROHMATUL ASTRIANA, S.TR.KEB PONOROGO
SYNOPSIS
Women are special beings; pregnancy and childbirth are crucial physiological processes in their life cycle. To ensure optimal pregnancy and delivery, the government promotes quality and continuous midwifery services through the Continuity of Care (COC) program. COC is a form of midwifery care that includes maternal monitoring from pregnancy through family planning, with the goal of reducing maternal and infant mortality rates in Indonesia.
This case study covered Mrs. "N" (diagnosed G1P00000) for approximately four months, beginning at 40 weeks of gestation and continuing through postpartum contraception. The history revealed that Mrs. N married at a young age. At the beginning of the follow-up, she complained of abdominal tightness; the author explains that these complaints were consistent with false contractions. Labor proceeded within normal limits, lasting approximately 13 hours—progressing from the latent stage of labor to delivery. Problems during labor included suboptimal contraction strength and prolongation of the active stage of labor.
The baby boy was born with a strong cry, good tone, weighing 2,800 grams and measuring 49 cm long. The placenta delivered spontaneously and completely within five minutes of birth. There was no episiotomy or tearing of the perineum. During the first day of the postpartum period, Mrs. N complained of anxiety related to urination and defecation and the absence of colostrum; these complaints were addressed through education and support. At the postpartum visit on day 7, sore nipples were discovered, which were successfully resolved with recommended care and monitoring. Around day 25 of the postpartum period, the mother reported increased postpartum bleeding—but after a follow-up visit with the midwife, the mother's condition was assessed as good at the third postpartum visit. The baby received early initiation of breastfeeding (IMD) and is exclusively breastfed without supplemental formula; the baby's development is age-appropriate. Regarding contraception, Mrs. N does not want to start immediately but plans to use a 3-monthly injection to space out pregnancies.
During the follow-up, Mrs. "N" experienced no problems requiring referral. During pregnancy, complications were discovered, and the mother was healthy. During delivery, several complications were discovered, but these were resolved. During postpartum, Mrs. "N" only experienced a few minor issues, but these were resolved. The baby was also healthy and well. After this support, Mrs. "N" understood the care of her baby from pregnancy to newborn and agreed to use contraception according to her choice.
This support should have been provided from early pregnancy through contraception, but due to time constraints, support could only be provided from the third trimester. However, this support was sufficient to prevent several potential danger signs in the mother and baby that could have led to death for both. During the support, both mother and baby were healthy and safe. Support needs to be provided by someone familiar with pregnancy and contraception to prevent an increase in maternal and infant mortality rates (MMR) and infant mortality rates (IMR). Support can be provided using technological advances through social media if simply asking about complaints. However, if there are any issues that require examination, a health professional and the patient should meet for an objective examination. To facilitate this, the government should provide facilities and infrastructure to assist every pregnant woman, such as village ambulances and the establishment of alert villages, as well as improving road facilities for easier access to the patient's home
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA PT ULTRAJAYA MILK INDUSTRY AND TRADING CO TBK PERIODE 2022-2024
ABSTRACT
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja keuangan PT Ultrajaya Milk Industry and Trading Co Tbk periode 2022–2024. Permasalahan yang diangkat adalah fluktuasi laba bersih meskipun penjualan meningkat, namun masih menghadapi tantangan dalam hal fluktuasi biaya dan efisiensi pengelolaan. Di tengah minimnya penelitian terhadap perusahaan ini dibandingkan perusahaan sejenis seperti Indofood, studi ini memberikan perspektif baru dalam analisis kinerja keuangan di sektor makanan dan minuman berbasis susu.. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan analisis rasio keuangan, meliputi rasio likuiditas, profitabilitas, solvabilitas, dan aktivitas. Data yang dianalisis berupa laporan keuangan tahunan yang diperoleh dari situs resmi BEI dan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja likuiditas dan solvabilitas tergolong baik, sedangkan rasio profitabilitas dan aktivitas masih berada di bawah standar industri. Kesimpulannya, kinerja keuangan PT Ultrajaya selama tiga tahun terakhir tergolong stabil namun masih perlu ditingkatkan, khususnya dalam hal efektivitas operasional dan pengelolaan profitabilitas untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
Kata Kunci: Kinerja Keuangan, Rasio Keuangan, Likuiditas, Profitabilitas, Solvabilitas, Aktivitas
ANALISIS BREAK EVEN POINT (BEP) DAN MARGIN OF SAFETY (MOS) SEBAGAI PERENCANAAN LABA PADA USAHA SAMBEL PECEL DAPUR MBOK TI
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berperan penting dalam perekonomian, namun sering menghadapi tantangan laba akibat fluktuasi harga dan persaingan. Perencanaan laba yang efektif, termasuk analisis Break Even Point (BEP) dan Margin of Safety (MOS), sangat krusial. Usaha Sambel Pecel Dapur Mbok Ti perlu menggunakan analisis ini untuk mengatasi kenaikan harga bahan baku dan meningkatkan perencanaan laba.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara langsung dengan pemilik usaha (data primer) dan dokumentasi (data sekunder). Data mencakup gambaran umum UMKM, perhitungan BEP, MOS, serta informasi penjualan, biaya tetap, dan biaya variabel. Penelitian dilaksanakan di Dukuh Klanan, Ponorogo, Jawa Timur, selama tiga bulan dari Mei hingga Juli 2025.Pada tahun 2024, Usaha Dapur Mbok Ti menjual 22.600 unit sambel pecel dengan pendapatan Rp 226.000.000. Biaya variabel total mencapai Rp 127.774.750, dan biaya tetap Rp 12.600.000. Titik impas (BEP) adalah Rp 33.157.896 (1.998 unit), dengan Margin of Safety (MOS) Rp 192.842.104 (85%)..Penelitian ini menunjukkan bahwa analisis Break Even Point (BEP) dan Margin of Safety (MOS) krusial bagi Usaha Sambel Pecel Dapur Mbok Ti dalam perencanaan laba. Dengan BEP Rp 33.157.896 dan MOS 85% (Rp 192.842.104) pada 2024, usaha ini berada dalam posisi keuangan aman
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS DENGAN MASALAH KEPERAWATAN GANGGUAN INTEGRITAS KULIT
ABSTRACT
NURSING CARE FOR DIABETES MELITUS PATIENTS WITH
NURSING PROBLEMS OF SKIN INTEGRITY DISORDERS (Case Study in Mawar Room of Dr. Harjono Ponorogo Hospital)
By :
Narita Dwi Kurnia Sari
ID 22613553
Impaired skin integrity is a complication of Diabetes Melitus (DM), characterized by open wounds that are difficult to heal, accompanied by pain, swelling, redness, and the risk of infection. The purpose of this case study is to determine nursing care for a DM patient with impaired skin integrity, including assessment, diagnosis, intervention, implementation, and evaluation.
Nursing care was provided to Mrs. M in the Mawar Room of Dr. Harjono Ponorogo Regional Hospital for four days, April 11–14, 2025, using the nursing process. The assessment revealed a painful wound on her left toe, accompanied by pus discharge and an unpleasant odor. The wound measured 3x2 cm, appeared yellowish-red, and swollen. The nursing diagnosis was impaired skin integrity related to altered circulation.
Nursing actions included monitoring the wound for signs of infection, cleaning the wound with NaCl, removing necrotic tissue, applying a dressing appropriate to the wound type, self-education, and collaborative antibiotic administration. Evaluation showed improvement in wound condition: reduced pus and odor, healthier wound tissue, no pain, and reduced swelling and redness. Appropriate and collaborative nursing care has been proven effective in supporting the wound healing process in DM patients. Patients are advised to continue self-care and maintain blood sugar control to prevent recurrence.
Keywords: Diabetes Melitus, Skin Integrity, Wound Care