EPrints UMPO
Not a member yet
12467 research outputs found
Sort by
PERAN EKSTRAKULIKULER PRAMUKA DALAM MENINGKATKAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN PADA SISWA DI SD NEGERI 2 KEDUNGBANTENG KABUPATEN PONOROGO
Crystal, Leyan. 2025. Peran Ekstrakurikuler Pramuka Dalam Meningkatkan Karakter Peduli Lingkungan Pada Siswa di SD Negeri 2 Kedungbanteng Kabupaten Ponorogo. Skripsi: Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Ponorogo, 2025. Pembimbing (1) Dr. Anip Dwi Saputro, M.Pd. dan Dr. Nurul Abidin, Lc.ME.d.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kegiatan ekstrakurikuler Pramuka dalam meningkatkan karakter peduli lingkungan pada siswa di SD Negeri 2 Kedungbanteng, Kabupaten Ponorogo. Karakter peduli lingkungan menjadi bagian penting dalam pendidikan karakter yang perlu
ditanamkan sejak dini melalui pendekatan kontekstual dan praktis, salah satunya melalui kegiatan kepramukaan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pembina pramuka, siswa, dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pramuka, seperti kerja bakti,
penanaman pohon, pembuatan tempat sampah dari barang bekas, serta edukasi pemilahan sampah, memberikan kontribusi positif terhadap pembentukan sikap peduli lingkungan siswa. Kegiatan tersebut tidak hanya menumbuhkan kesadaran
ekologis, tetapi juga melatih tanggung jawab, empati, dan kemandirian siswa. Faktor pendukung pelaksanaan kegiatan ini antara lain dukungan sekolah dan antusiasme siswa, sedangkan hambatan utamanya adalah kurangnya fasilitas dan ketidakteraturan jadwal kegiatan. Penelitian inimenyimpulkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler pramuka berperan strategis dalam menanamkan karakter peduli lingkungan, dan dapat menjadi model pendidikan karakter berbasis lingkungan
yang relevan untuk diterapkan di sekolah dasar.
Kata Kunci: Pramuka, Ekstrakurikuler, Karakter, Peduli Lingkungan, Pendidikan Dasa
PENGARUH EDUKASI SELF CARE MANAGEMENT TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RSI SITI AISYAH MADIUN
Diabetes Mellitus adalah salah satu penyakit kronis yang mempunyai prevalensi yang terus meningkat setiap tahunnya. Gula darah dapat dikontrol dengan penatalaksanaan terapi farmakologi. Salah satu faktor penentu keberhasilan terapi adalah kepatuhan minum obat, yaitu perilaku disiplin mematuhi anjuran petugas kesehatan dalam mengonsumsi obat dengan tepat waktu dan ketepatan dosis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh edukasi self care management terhadap kepatuhan minum obat pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di RSI Siti Aisyah Madiun sebelum dilakukan edukasi dan setelah dilakukan edukasi.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pre experiment dengan desain one group pre-posttest design. Responden dalam penelitian ini berjumlah 40 orang dari 50 anggota PERSADIA RSI Siti Aisyah Madiun. Pengumpulan data dilakukan pemberian intervensi edukasi self care management yang dilaksanakan dengan durasi 25-30 menit. Analisis data menggunakan Spearman rank test.
. Hasil uji statistik menggunakan uji spearman rank mendapatkan hasil nilai signifikansi (p-value) 0,004. Hasil nilai signifikansi kurang dari 0,05 (0,004 < 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima yakni ada pengaruh edukasi self care management terhadap kepatuhan minum obat pada penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 di RSI Siti Aisyah Madiun.
Kata kunci : Kepatuhan minum obat, edukasi self care management, Diabetes Mellitus Tipe
PENGARUH AROMATHERAPY PEPPERMINT TERHADAP TINGKAT ANSIETAS PADA PASIEN PRE OPERASI FRAKTUR EXSTREMITAS DI RSU DARMAYU PONOROGO
PENGARUH AROMATHERAPY PEPPERMINT TERHADAP TINGKAT ANSIETAS PADA PASIEN PRE OPERASI FRAKTUR EXSTREMITAS
DI RSU DARMAYU PONOROGO
Aris Tantoni
Program Studi Ilmu Keperawatan, S1 Keperawatan Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Abstrak
Operasi merupakan prosedur medis yang dapat menimbulkan kecemasan signifikan pada pasien, terutama pada kasus fraktur ekstremitas. Kecemasan pre- operasi berdampak pada respon fisiologis dan psikologis yang dapat mengganggu jalannya operasi dan proses pemulihan. Salah satu upaya non-farmakologis untuk mengurangi kecemasan adalah melalui Aromatherapy Papermint, yang mengandung senyawa menthol dengan efek relaksasi.
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh Aromatherapy papermint terhadap tingkat ansietas pasien pre-operasi fraktur ekstremitas di RSU Darmayu Ponorogo. Penelitian menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one-group pre-test dan post-test. Sampel berjumlah 20 responden yang dipilih secara consecutive sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner APAIS sebelum dan sesudah intervensi. Aromatherapy papermint diberikan melalui inhalasi selama 15–20 menit, satu hari dan dua jam sebelum operasi.
Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan dari rata-rata 2,30 menjadi 1,30, dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Hasil ini membuktikan bahwa Aromatherapy papermint efektif menurunkan kecemasan pada pasien pre-operasi fraktur ekstremitas. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan Aromatherapy papermint sebagai intervensi keperawatan komplementer di ruang pre-operasi.
Kata kunci: Aromatherapy Papermint, kecemasan, pre-operasi, fraktur ekstremita
IMPLEMENTASI NILAI NILAI PENDIDIKAN AKHLAK MELALUI KEGIATAN DAN PEMBIASAAN PADA SANTRI MADRASAH TSANAWIYAH PONDOK PESANTREN HASAN MUNADI PONOROGO
ABSTRAK
JauharLaylatun, Nila. 2025. Implementasi Nilai Nilai Pendidikan akhlak melalui kegiatan dan pembiasaan Pada Santri Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Hasan Munadi Ponorogo. Skripsi. Program Stara Satu (S1), Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhamadiyyah Ponorogo. Pembimbing: (1) Dr. Katni M.Pd.I. (II) Devid Dwi Erwahyudi S.Pd.I. M.Pd.I.
Kata kunci : Implementasi, Nilai-Nilai akhlak, pendidikan akhlak
Lembaga keagamaan Islam sepanjang sejarahnya telah berhasil membentuk kehidupan masyarakat yang religius, berlandaskan pemahaman Islam yang kuat dan mendalam. Nilai-nilai pendidikan akhlak yang begitu komplek dari nilai akhlaq bila diterapkan akan sangat baik menciptakan kehidupan yang harmonis baik dengan tuhan maupun sesama manusia dan alam. Sayangnya nilai pendidikan akhlak seringkali belum mampu diterapkan secara baik oleh kalangan santri, akibatnya terjadi ketimpangan berupa perilaku tercela dan pengrusaan alam dan sebagainya.
Penelitian ini bertujuan implementasi nilai-nilai pendidikan akhlak santri Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Hasan Munadi Ponorogo. Dampak mplementasi nilai-nilai pendidikan akhlak terhadap santri serta factor pendukung dan penghambat dalam implementasi tersebut.
Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tahap pengumpulan, pengurangan, penyajian, dan penarikan kesimpulan adalah bagian dari proses analisis data untuk menjamin keabsahan data, digunakan teknik triangulasi baik dari segi sumber maupun metode.
Hasil penelitian ini adalah: Implementasi nilai-nilai pendidikan akhlak di Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Hasan Munadi mencakup nilai akhlak. Nilai akhlak ditanamkan melalui pembinaan adab terhadap Allah, sesama, dan diri sendiri, serta keteladanan para guru dalam kehidupan sehari-hari. Dampak dari implementasi ini terlihat dari peningkatan karakter santri. dalam aspek akhlak, santri menunjukkan sikap yang lebih sopan, jujur, bertanggung jawab, dan hormat terhadap guru. Faktor pendukung implementasi meliputi kedisiplinan sistem pesantren, keteladanan ustadz, lingkungan religius, dan dukungan orang tua. Sementara faktor penghambat mencakup latar belakang santri yang beragam, tingkat kemandirian yang masih rendah, pengaruh gadget, keterbatasan fasilitas, dan jumlah santri yang besar dengan kemampuan berbeda. Meski begitu, proses pembinaan tetap berjalan dengan pendekatan bertahap dan penuh keteladanan
ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK KEJANG DEMAM USIA 2-5 TAHUN DENGAN MASALAH KEPERAWATAN HIPERTERMIA
Kejang demam merupakan salah satu kelainan neurologis yang sering terjadi pada anak-anak, terutama pada usia antara 6 bulan hingga 5 tahun. Hal ini disebabkan oleh respon tubuh terhadap kenaikan suhu tubuh yang tinggi, umumnya di atas 38°C, akibat infeksi atau proses di luar otak (ekstrakranium). Penulisan Karya Tulis Ilmiah ini bertujuan untuk melaksanakan Asuhan Keperawatan pada Anak Kejang Demam yang memiliki Masalah Keperawatan Hipertermi. Metode yang di gunakan dengan pendekatan proses keperawatan meliputi: Pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaaan, implementasi, dan evaluasi.
Hasil Pengkajian menunjukkan pasien mengalami kejang demam adalah pasien mengalami kontraksi otot dan hasil laboratorium yang abnormal. Diagnosis keperawatan yang di tegakkan adalah Hipertermia di buktikan dengan saat pengkajian suhu tubuh di atas nilai normal yaitu 38,2°C.
Implementasi Keperawatan di lakukan selama 3 hari mulai tanggal 3 Juni 2025. Tindakan meliputi Memonitor suhu tubuh, monitor komplikasi akibat hipertermi, memberikan kompres dingin, menjaga hidrasi dan pemberian antipiretik. Hasil dari pemberian kompres dingin kepada pasien yaitu pasien membaik,suhu tubuh pasien menurun, kemerahan pada kulit membaik.
Kata Kunci: Kejang Demam, Hipertermi, Asuhan Keperawatan
PENERAPAN LATIHAN RANGE OF MOTION (ROM) PASIF DALAM MENINGKATKAN KEKUATAN OTOT PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DENGAN MASALAH KEPERAWATAN GANGGUAN MOBILITAS FISIK DI RSU MUHAMMADIYAH PONOROGO
ABTRAC
IMPLEMENTATION OF PASSIVE RANGE OF MOTION (ROM) EXERCISES TO IMPROVE MUSCLE STRENGTH IN NON-HEMORRHAGIC STROKE PATIENTS WITH NURSING PROBLEMS OF PHYSICAL MOBILITY IMPAIRMENT
AT MUHAMMADIYAH HOSPITAL, PONOROGO
By : Nicken Ayu Kusuma Wardani
Non-hemorrhagic stroke is a type of stroke that occurs due to a blockage in a blood vessel in the brain. Blood supply to the brain is disrupted due to atherosclerosis or a blood clot. The blockage occurs along the arteries leading to the brain. Damage to brain cells can cause sensory and cognitive impairment. This disorder suddenly causes symptoms such as paralysis on one side of the face or limbs, slurred speech, slurred speech, changes in consciousness, visual disturbances, and others. This can cause problems for patients, namely impaired physical mobility. This study aims to provide nursing care to patients with non-hemorrhagic stroke who have problems with physical mobility.
Nursing care for one non-hemorrhagic stroke patient was carried out in the K.H Ahmad Dahlan room at Muhammadiyah Ponorogo Hospital for 5 days from July 31, 2025 to August 4, 2025. The method used was the nursing process approach.
The assessment revealed that the patient complained of weakness and heaviness in the left arm and leg when moved. Nursing interventions were performed to increase muscle strength by providing passive range of motion (ROM) exercises. After 5 days of nursing interventions, results showed increased muscle strength.
Nursing care for clients with physical mobility impairments is expected to provide guidance for families and patients with non-hemorrhagic stroke so they can implement passive Range of Motion (ROM) exercises to increase muscle strength.
Keywords: Non-Hemorrhagic Stroke, Physical Mobility Impairment, Passive Range of Motio
PENERAPAN INTERVENSI MINDFULNESS BASED STRESS REDUCTION DAN TERAPI MUROTAL PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN MASALAH KEPERAWATAN ANSIETAS (DI RSUD DR. HARJONO KABUPATEN PONOROGO)
ABSTRCT
IMPLEMENTATION OF MINDFULNESS-BASED STRESS REDUCTION INTERVENTION AND MUROTAL THERAPY IN CHRONIC KIDNEY FAILURE PATIENTS WITH ASSOCIATED NURSING PROBLEMS
(AT DR. HARJONO HOSPITAL, PONOROGO REGENCY)
Faiza Lathifatul Mu'awanah
Faculty of Health Sciences, Muhammadiyah University of Ponorogo E-mail: [email protected]
Chronic Kidney Disease (CKD) is a disorder of kidney structure and function that results in the body's inability to maintain metabolism and fluid and electrolyte balance, ultimately leading to uremia. This condition not only impacts physically but can also trigger psychological disorders such as anxiety. Anxiety is a consequence of an individual's inability to respond to emotional or physical threats. This case report aims to implement Mindfulness-Based Stress Reduction Intervention and Murotal Therapy in a patient with Kidney Failure with anxiety-related nursing problems.
The design used was a case study using a nursing process approach based on the SDKI, SLKI, and SIKI approaches. A holistic assessment was conducted on Mrs. Y, 55, who was hospitalized at Dr. Harjono S. Ponorogo Regional Hospital from July 30 to August 4, 2025. Data were collected through observation, interviews, and documentation. After 5 days of nursing interventions, anxiety levels decreased from a SAS score of 85 to 20, indicating a decrease in anxiety levels after MBSR and murotal therapy.
The conclusion of this case study is that the application of MBSR and murotal therapy is effective in reducing anxiety levels in patients with chronic kidney disease. This intervention can be a safe, affordable, and easy-to-implement alternative nursing intervention, with educational support involving the patient's family.
Keywords: Anxiety , Chronic Kidney Disease, MBSR, Murotal Therap
ASUHAN KEPERAWATAN LANSIA YANG MENGALAMI GANGGUAN AKTIVITAS DAN ISTIRAHAT DENGAN MASALAH KEPERAWATAN KELETIHAN
ABSTRACT
NURSING CARE FOR ELDERLY PARENTS EXPERIENCING ACTIVITY AND REST DISORDERS WITH NURSING PROBLEMS OF FATIGUE
(Case Study at UPT Social Services Tresna Werdha Magetan)
By :
Nadia Putri Sistiyaningrum
NIM : 22613494
Fatigue is a combination of mental and physical function decline that results in decreased work enthusiasm resulting in decreased work effectiveness and efficiency. This condition can cause various symptoms such as internal factors (age, gender, nutritional status, health status, and psychological condition), external factors. The purpose of writing this scientific paper is to carry out nursing care for the elderly who experience impaired activity and rest with fatigue nursing problems. The method used is a case study with a nursing process approach including: assessment, nursing diagnosis, planning, implementation, and evaluation.
The results of the assessment showed that the client appeared lethargic, the client appeared easily tired, the client appeared to have difficulty falling asleep and waking up easily during sleep, the client appeared to have a hunched body. The nursing diagnosis that was established was nursing care for the elderly who experienced impaired activity and rest with nursing problems of fatigue related to sleep disorders. The implementation of nursing was carried out for 5 days starting on April 16, 2025. Actions included identifying activity and sleep patterns, identifying factors that interfere with sleep, identifying foods and drinks that interfere with sleep, modifying the environment, explaining the importance of getting enough sleep during illness. The results of the evaluation showed improvements, namely the client appeared less tired, the client was able to sleep. The nursing care provided has proven effective in overcoming fatigue.
Keywords: Activity and Sleep Rest, Elderly, Fatigu
ASUHAN KEBIDANAN CONTINUITY OF CARE PADA NY.S MASA KEHAMILAN SAMPAI DENGAN KELUARGA BERENCANA DI TPMB BIDAN ROHMATUL ASTRIANA,S.TR.KEB DS KARANGAN KEC BADEGAN KAB PONOROGO
Pelayanan Continuity of Care sudah seharusnya didapatkan oleh ibu hamil TM III, bersalin,nifas,neonates dan Keluarga Berencana. Namun, kenyataannya, belum semua ibu mendapatkan layanan kebidanan yang menyeluruh, berkesinambungan, dan berkualitas. Pentingnya untuk memahami manfaat asuhan Continuity of Care agar bisa diterapkan secara berkelanjutan, komprehensif, dan berkualitas tanpa penyulit atau komplikasi.
Pemberian asuhan kebidanan Ny. S usia 20 tahun G1P00000, UK 39 minggu hingga keluarga berencana. Berdasarkan KSPR Ny.S termasuk resiko rendah.. Selama pendampingan ANC, ditemukan masalah yaitu puting susu sebelah kanan tenggelam dan. Sudah dilakukan asuhan sesuai dengan masalah. Proses persalinan Ny S berlangsung dalam waktu yang normalkurang lebihselama 9 jam 15 menitdari kala 1 fase laten sampai dengan kelahiran bayi. proses persalinan berlangsung lancar pukul 00.15 WIB bayi lahir spontan di tolong oleh bidan, menangis kuat,gerak aktif,warna kemerahan, jenis kelamin laki-laki, Bayi lahir dengan berat badan 3. 400 gram dan panjang 49 cm., tanpa melewati garis waspada dalam pemantauan partograf, Kala III plasenta lahir lengkap 00.20 wib selama 5 menit setelah bayi lahir,tidak terdapat luka jahitan.dan kala IV(pengawasan) dalam kondisi yang normal ( 2 jam). Selama proses pendampingan masa nifas berlangsung ditemukan beberapa masalah pada Ny.S di antaranya puting susu ibu terpantau masih masih tenggelam pada KF 1 - KF 2 dan bayi rewel pada malam hari,KF 3 putting sudah menonjol dan bayi menyusu di kedua payudara dengan baik. Seluruh permasalahan tersebut dapat teratasi melalui edukasi yang telah diberikan serta ibu kooperatif dalam menerima dan melaksanakan nasihat yang sudah diberikan. . Pada pendampingan BBL langsung diberi IMD 1 jam,serta pemberian imunisasi Hb.0,vitamin K 0,5 ML, salep mata serta asuhan BBL sesuai dengan prosedur.Secara keseluruhan hanya ditemukan permasalahan pada KN 2 tepatkan pada hari ke-6 hari yaitu bayi rewel krena bingung putting dan bayi di beri susu formula.Permasalahann ini dapat teratasi melalui edukasi yang telah diberikan pada Ny.S yaitu KIE perawatan payudara bisa dibantu dengan menggunakan alat berupa spuit dan sering menyusui bayinya.Pada pendampingan KB ibu memilih KB non hormonal yaitu KB kalender alasannya karena tidak berhubungan aktif dengan suami (LDR), terpantau ibu sudah mengetahui keuntungan,kerugian,manfaat dan efek samping yang mungkin timbul.
Selama proses pendampingan berlangsung pada Ny.S tidak mengalami permasalah yang mengharuskan dilakukan rujukan begitu juga dengan bayi, semua permasalah ibu dan bayi teratasi dengan baikserta ibu mampu menerapkan semua edukasi yang terlah diberikan dan mampu kooperatif atas semua tidakan yang diberikan.
Pada pendampingan ini harapanya pada asuhan kebidanan secara Continuity Of Care, penulis dapat menerapkan asuhan kebidanan secara COC sehingga pada Ny.S mulai dari masa kehamilan TM II,bersalin,nifas,bayi baru lahir sampai dengan keluarga berencana sudah dilakukan secara berkesinambungan dan masalah yang dialami ibu sudah teratasi dengan baik.
PENERAPAN PIJAT OKSITOSIN DENGAN MINYAK ZAITUN UNTUK MEMPERLANCAR PRODUKSI ASI PADA IBU POST PARTUM DENGAN MASALAH KEPERAWATAN KETIDAKEFEKTIFAN MENYUSUI DI RSU MUHAMMADIYAH PONOROGO
Permasalahan yang sering dihadapi oleh ibu post partum diantaranya yaitu kegagalan saat menyusui pada awal melahirkan. Dampak yang terjadi jika ASI tidak keluar dengan lancar yaitu saluran ASI tersumbat. Studi ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penerapan pijat oksitosin dengan minyak zaitun dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu post partum dengan masalah keperawatan menyusui tidak efektif..
Asuhan keperawatan kepada ny.D dengan post partum sectio caesarea hari kedua di Ruang Siti Walidah RSU Muhammadiyah Ponorogo selama 2 hari dan dilanjutkan di rumah pasien selama 3 hari yakni pada tanggal 15 Juli 2025 hingga 19 juli 2025. Metode yang digunakan adalah dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pngkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Intervensi yang diberikan yaitu memberikan edukasi menyusui berupa mengajarkan pijat oksitosin dengan minyak zaitun sehari 2 kali selama 15 menit. Didapatkan kriteria hasil status menyusui membaik.
Dapat disimpulkan bahwa pijat oksitosin dengan minyak zaitun efektif untuk mengatasi masalah produksi ASI, sehingga diharapkan keluarga dapat mendukung untuk menerapkan pijat oksitosin dengan minyak zaitun pada ibu menyusui.
Kata Kunci : Post Partum, Menyusui Tidak Efektif, Pijat Oksitosin, Minyak Zaitun