University of Bangka Belitung Repository
Not a member yet
8735 research outputs found
Sort by
Karakterisasi minyak atsiri limbah buah jeruk kunci (citrus x microcarpa bunge) sebagai antioksidan dan antibakteri
Limonene Minyak Atsiri Radikal sinar ultraviolet berlebih dapat memicu stres oksidatif dan meningkatkan radikal bebas, yang menyebabkan penuaan dini, jerawat, dan risiko kanker kulit. Radikal bebas ini memicu produksi sebum berlebih melalui hormon androgen serta mendukung pertumbuhan bakteri, sehingga diperlukan senyawa antioksidan dan antibakteri untuk mengatasinya. Minyak atsiri dari limbah buah jeruk kunci (Citrus x microcarpa Bunge) memiliki bioaktivitas sebagai antioksidan dan antibakteri yang didominasi oleh senyawa terpenoid seperti monoterpen dan seskuiterpen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi minyak atsiri tersebut serta menguji kadar fenolik total, aktivitas antioksidan, dan antibakterinya. Metode penelitian mencakup ekstraksi dengan destilasi uap air, karakterisasi (organoleptik, kelarutan, putaran optik, indeks bias, dan GC-MS), serta pengujian total fenolik (Folin-Ciocalteau), antioksidan (DPPH), dan antibakteri (difusi kertas cakram). Hasil menunjukkan rendemen minyak atsiri sebesar 0,36%, berwarna kuning bening, berbau khas jeruk kunci, dan memiliki kelarutan 1:6 (%v/v) dalam etanol. Bobot jenisnya 0,906 g/mL, putaran optik -83,45 ± 0,110, dan indeks bias 1,4705 ± 0,0002. Analisis GC-MS mengidentifikasi limonen (97,76%), α-Humulene (1,22%), dan Caryophyllene (0,55%). Kadar fenolik total sebesar 22,72 ± 0,21 mg EAG/g dengan aktivitas antioksidan 135,58 ± 4,93 µg/mL (sedang) sera aktivitas antibakteri tertinggi pada konsentrasi 20% dengan zona hambat 19,20 ± 0,98 mm (Cutibacterium acnes) dan 19,27 ± 2,23 mm (Staphylococcus epidermidis) (kuat). Oleh karena itu, minyak atsiri limbah buah jeruk kunci berpotensi sebagai antioksidan dan antibakteri jerawat alami
Tugas pembantuan pemerintah daerah dalam mengawasi pemasangan alat peraga kampanye pada pemilu serentak 2024 di Kota Pangkalpinang
Masa kampanye Pemilihan Umum merupakan salah satu tahapan pelaksanaan Pemilihan Umum di Negara Repulik Indonesia yang dimana dalam tahapan kampanye itu terdapat pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK). Pemasangan APK ini terkhususnya di Kota Pangkalpinang menurut data yang di keluarkan
oleh Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menemukan sebanyak 1.171 APK peserta pemilu 2024 diduga melanggar aturan dalam masa kampanye dengan Kota Pangkalpinang yang menjadi wilayah terbanyak terjadinya pelanggaran, hal
ini menunjukkan kurangnya penegakan hukum tugas pembantuan Pemerintah Daerah Kota Pangkalpinang yang telah di amanatkan dalam pasal 18 UUD 1945. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis tugas pembantuan pemerintah daerah Kota Pangkalpinang dalam mengawasi pemasangan Alat
Peraga Kampanye (APK) pada pemilu serentak 2024 di Kota Pangkalpinang berdasarkan Undang-Undang, Peraturan Daerah dan Peraturan Walikota Pangkalpinang yang berlaku. Jenis Penelitian yang digunakan adalah Yuridis Empiris dengan pendekatan undang-undang dan konseptual. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa masih kurang maksimalnya penegakan hukum dan keterlibatan Pemerintah Daerah Kota Pangkalpinang dalam melaksanakan amanat Tugas Pembantuan dalam Pasal 18 UUD 1945 yang sudah di turunkan Peraturan Daerah dan Peraturan Walikota yang telah di buat oleh Pemerintah Daerah Kota Pangkalpinang
Peran perempuan dalam pengembangan hasil tangkap nelayan sebagai upaya peningkatan perekonomian keluarga di Desa Kurau Barat Kabupaten Bangka Tengah
FITRI ADRIANI (5012011027) Peran Perempuan Dalam Pengembangan Hasil Tangkap Nelayan Sebagai Upaya Peningkatan Perekonomian Keluarga Di Desa Kurau Barat Kabupaten Bangka Tengah. Dibimbing oleh Dr. Fitri Ramdhani Harahap, M.Si dan Putra Pratama Saputra, M.P.S Sp Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran perempuan dalam membantu perekonomian keluarga khususnya melalui pengembangan hasil tangkap nelayan. Meskipun peran perempuan seringkali dianggap terbatas pada sektor domestik realitas dilapangan menunjukkan mereka turut aktif dalam berbagai aktivitas ekonomi seperti, pengolahan, penyimpanan hingga pemasaran hasil tangkapan. Keterlibatan perempuan menjadi semakin signifikan karena hasil tangkap nelayan tidak hanya berfungsi sebagai konsumsi rumah tangga tetapi juga sumber utama pendapatan keluarga. Tujuan dari penelitian ini yang pertama untuk menganalisis peran perempuan dalam pengembangan hasil tangkap nelayan sebagai upaya peningkatan ekonomi. Kedua, mendeskripsikan apa saja faktor yang mendorong peran perempuan dalam pengembangan hasil tangkap nelayan sebagai upaya peningkatan ekonomi keluarga. Lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Kurau Barat Kecamatan Koba Kabupaten Bangka Tengah. Penelitian ini sendiri menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penentuan informan penelitian dilakukan melalui teknik puposive sampling dengan memperhatikan kriteria berikut: 1) perempuan dengan pengalaman dalam pengelolaan hasil tangkap, 2) perempuan berperan dalam pengambilan keputusan dalam keluarga, 3) perempuan berkontribusi pada keberlanjutan ekonomi, 4) pemerintah yang terlibat sebagai mitra pemberdayaan perempuan di Desa Kurau Barat. Teknik pengumpulan data dengan wawancara pada 7 orang informan yang terdiri dari Kepala Desa Kurau Barat, Ketua Sentra Getas Kawan Hakule, Perempuan yang memiliki peran meningkatkan ekonomi, serta keluarga yang terlibat (suami, anak dan keluarga). Dokumentasi yang dilakukan foto-foto saat melakukan observasi, dokumen dari instansi terkait, buku dan sumber lain yang berkaitan dengan masalah penelitian yang telah ada sebelumnya. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Desa Kurau Barat bahwa peran perempuan dalam pengembangan hasil tangkap nelayan sangat signifikan dalam upaya peningkatan ekonomi keluarga. Perempuan tidak hanya bertanggung jawab atas urusan rumah tangga tetapi juga terlibat aktif dalam berbagai kegiatan ekonomi. Beberapa faktor pendukung peran perempuan yaitu: 1) faktor personal 2) faktor ekonomi 3) faktor sosial 4) faktor budaya. Dampak yang didapatkan yang didapatkan yaitu: 1) peningkatan ekonomi keluarga, 2) perbaikan kualitas hidup keluarga, 3) diversifikasi ekonomi keluarga, 4) kontribusi keberlanjutan ekonomi lokal. Penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan di Desa Kurau Barat memiliki potensi besar dalam mendorong ekonomi keluarga melalui pengembangan hasil tangkap nelayan. Temuan ini juga menunjukkan bahwa peran perempuan dapat lebih optimal dengan adanya dukungan dan program pemberdayaan yang berkelanjutan. Kata Kunci : Peran Perempuan, Hasil Tangkap Nelayan, Pemberdayaan, Desa Kurau Bara
Analisis Pola Pengusahaan Kebun Kelapa Sawit dan Pengaruhnya terhadap Pendapatan Petani di Desa Dendang Kecamatan Dendang Kabupaten Belitung Timur
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik dan pola pengusahaan kebun kelapa sawit di Desa Dendang, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam memilih pola kemitraan dan pola mandiri dalam melakukan usahatani kelapa sawit serta menganalisis perbedaan pendapatan usahatani kelapa sawit pola kemitraan dan pola mandiri. Metode penelitian menggunakan metode survei. Metode penarikan contoh menggunakan disproportionate stratified random sampling diambil 42 petani pola kemitraan dan 42 petani pola mandiri. Metode analisis menggunakan analisis deskriptif, regresi binary logistik, dan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Karakteristik petani kelapa sawit pola kemitraan dan mandiri di Desa Dendang berdasarkan umur, persentase terbesarnya terdapat pada rentang usia 45-54 tahun yaitu sebesar (42,86%) dan (47,62%), tingkat pendidikan petani kemitraan dan mandiri didominasi oleh petani tamatan sekolah dasar (SD), luas lahan petani mandiri terdapat pada rentang 1-3 hektar (76,19%) dan 4-6 hektar (40,47%) untuk petani kemitraan, jumlah tanggungan keluarga petani mandiri dan kemitraan yaitu sebanyak 3 jiwa (47,62%) dan 4 jiwa (38,10%) dan pengalaman usahatani untuk petani kemitraan dan mandiri yaitu 12-13 tahun. 2) Faktor-faktor yang berpengaruh nyata terhadap keputusan petani dalam memilih pola pengusahaan kebun kelapa sawit yaitu jumlah tingkat pendidikan, tanggungan keluarga dan luas lahan. 3) Terdapat perbedaan pendapatan yang signifikan antara pendapatan petani kelapa sawit pola kemitraan dan pola mandiri. Rata-rata pendapatan petani pola mandiri yaitu sebesar Rp. 35.010.855/ha/tahun, sedangkan petani pola kemitraan yaitu sebesar Rp. 31.389.755/ha/tahun
Implementasi prinsip good governance melalui fungsi monitoring dan evaluasi oleh komisi informasi terhadap badan publik (studi analisis IKIP Provinsi Kep. Babel tahun 2024)
Keterbukaan informasi publik merupakan salah satu pilar penting dalam mewujudkan prinsip good governance yang menjunjung tinggi transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat. Namun, di Provinsi Kep. Bangka Belitung, pelaksanaan keterbukaan informasi masih menghadapi berbagai kendala, sebagaimana tercermin dalam penurunan Indeks Keterbukaan Informasi Publik (IKIP) pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode penelitian empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara prosedural, Monev yang dilakukan oleh Komisi Informasi telah memiliki kerangka kerja yang sesuai dengan regulasi, namun pelaksanaannya masih menghadapi kendala teknis dan operasional. Secara substantif, belum semua badan publik, berpartisipasi dalam Monev, sehingga prinsip good governance belum terimplementasi secara menyeluruh. Selain itu, ketidakhadiran lembaga Komisi Informasi di tingkat kabupaten/kota juga menjadi salah satu faktor signifikan yang menghambat efektivitas pengawasan, mengingat terbatasnya jangkauan Komisi Informasi Provinsi terhadap badan publik lokal. Penelitian ini merekomendasikan pembentukan Komisi Informasi di tingkat kabupaten/kota untuk memperkuat kelembagaan dan memperluas jangkauan fungsi Monev dengan merevisi Pasal 24 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik. Selain itu, diperlukan alokasi anggaran yang mampu dan peningkatan kapasitas sumber daya aparatur Komisi Informasi agar dapat menjalankan fungsi secara lebih holistik dan komprehensif. Edukasi terhadap badan publik harus ditingkatkan untuk memastikan kepatuhan setiap badan publik dalam mendukung keterbukaan informasi. Sehingga, keterbukaan informasi publik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat dioptimalkan, sejalan dengan prinsip good governance yang mendukung tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan partisipatif
Pendampingan anak sebagai korban kekerasan seksual oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPPPAKB) Kota Pangkalpinang
Kekerasan seksual terhadap anak merupakan masalah sosial yang cukup serius dan memprihatinkan serta menimbulkan dampak yang sangat buruk, baik dampak yang dirasakan secara fisik maupun dampak yang dirasakan secara psikologis anak, maka diperlukan sebuah upaya pemulihan bagi anak yang menjadi korban kekerasan seksual melalui tindakan pendampingan. Salah satu lembaga yang melaksanakan
fungsi pendampingan terhadap korban kekerasan seksual adalah Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPPPAKB). Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran dan bentuk pemberian pendampingan pada anak korban kekerasan seksual
oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPPPAKB) Kota Pangkalpinang, serta untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pendampingan terhadap anak korban kekerasan seksual.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian empiris, dan penelitian ini bersifat kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Dinas Pemberdayaan Perempuan Perindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPPPAKB) Kota
Pangkalpinang sebagai pendamping disini ialah untuk membela yang diarahkan untuk menenangkan dan membantu korban dalam menenangkan dirinya sendiri. Bentuk pendampingan yang diberikan yakni pendampingan hukum, pendampingan mediasi dan pendampingan psikologis. Namun, dalam pelaksanaannya terdapat beberapa kendala yang terjadi meliputi anggaran kurang memadai, minimnya jumlah personel, ketertutupan korban untuk bercerita, kurangnya sosialisasi tentang
pencegahan kekerasan seksual, serta kurangnya kepedulian orangtua dan partisipasi masyarakat
Implementasi prinsip good governance dalam pengelolaan anggaran desa (studi kasus: Desa Balunijuk Kabupaten Bangka)
Prinsip keterbukaan adalah elemen penting masyarakat untuk mengetahui dan mendapatkan akses informasi yang seluas-luasnya tentang keuangan desa dan menjadi alasan kuat untuk pemerintah mewajibkan kepada seluruh penyelenggara dan penyelenggaraan negara menjalankan asas keterbukaan ini sebagai upaya mewujudkan pemerintahan yang baik. Penelitian ini berfokus pada kajian pengelolaan keuangan Desa di Desa Balunijuk Kabupaten Bangka. Adapun jenis penelitian ini menggunakan penelitian empiris. Rumusan permasalahan dalam penelitian ini yakni, Bagaimana Implementasi pemerintah desa Balun ijuk dalam pengelolaan anggaran desa melalui prinsip good governance dan Bagaimana Pengelolaan Penggunaan Anggaran Dana Desa Balunijuk Berdasarkan Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AAUPB). Hasil penelitian ini yakni pengelolaan keuangan Desa Balunijuk telah menerapkan prinsip partisipatif, transparansi dan akuntabilitas. Pemerintah desa balunijuk telah terbuka dalam penggunaan anggaran terhadap masyarakat dan pemerintah kabupaten. Dan terjadinya peristiwa hukum dalam Perkara No.38/Pid.Sus-TPK/2023/PNPgp di Desa Balunijuk atas nama Mardiana A.Md Binti Zarmawi, sebagai fakta telah terbukti adanya hambatan dalam Implementasi sistem merit di desa Balunijuk kabupaten Bangka yang hal ini disebabkan karena adanya nepotisme,patronase, resistensi budaya dan kurangnya kesadaran sistem merit. Saran penulis dalam penelitian ini yakni pelaporan keuangan desa pemerintah Desa Balunijuk meningkatkan disiplin waktu agar pelaporan keuangan dapat dilaporkan sesuai waktu yang ditentukan untuk menghindari terjadinya penumpukan tugas perangkat desa. Pertanggungjawaban keuangan desa sebaiknya pemerintah desa Balunijuk melakukan penyebaran informasi realisasi anggaran dengan membuat selembaran poster anggaran dan dibagikan kepada RT/RW setempat karena kalua hanya spanduk yang dipasang di tempat umum atau hanya benner yang dipajang di kantor desa tidak semua masyarakat desa dapat membaca dan melihat angka-angka pengeluaran maupun pendapatan desa. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat
Aplikasi limbah cair kelapa sawit dengan interval pemberian terhadap pertumbuhan dan produksi berbagai varietas jagung manis (Zea mays saccharata Sturt)
Perkebunan kelapa sawit dalam beberapa tahun terakhir telah berkembang pesat di hampir seluruh wilayah Indonesia. Keberadaan pabrik kelapa sawit memiliki dampak positif dan negatif. Dampak negatif bagi masyarakat adalah limbah cair, namun dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pertanian seperti dengan menggunakan pupuk limbah cair dari pabrik kelapa sawit. Jagung manis merupakan salah satu komoditas yang digemari oleh masyarakat Indonesia karena rasanya yang enak dan manis serta mengandung banyak vitamin. Namun, produktivitas Jagung Manis di Kepulauan Bangka Belitung semakin menurun. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan pertumbuhan Jagung Manis yang optimal, dengan menggunakan limbah cair pabrik kelapa sawit. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) split plot dengan 3 ulangan. Petak utama adalah varietas jagung manis (V) yang terdiri dari, V1= Varietas super manis, V2= Varietas Bonanza, V3= Varietas Paragon, dan anak petak adalah interval pemberian limbah cair kelapa sawit (P) yang terdiri dari, P0= Kontrol, P1= Interval setiap 10 hari sekali, P2= Interval setiap 20 hari sekali, P3= Interval setiap 30 hari sekali. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa varietas jagung manis yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata terhadap umur panen, diameter tongkol, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot dan hasil panen per petak. Pemberian interval yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata terhadap diameter batang dan diameter tongkol. Varietas Bonanza merupakan varietas yang paling baik dalam pertumbuhan dan produksi jagung manis. Interval 10 hari sekali merupakan interval terbaik untuk pertumbuhan dan produksi jagung manis. Interaksi antara varietas paragon dan interval 10 hari sekali memberikan hasil terbaik untuk parameter umur berbunga betina pada tanaman jagung manis
Performa Pertumbuhan Ikan Toman (Channa Micropeltes) Dengan Pakan Kombinasi Maggot Dan Daging Ikan Lele
Larva Black Soldier Fly (BSF) atau maggot dan daging Ikan Lele dengan kandungan proteinnya yang tinggi adalah bahan baku alternatif sebagai sumber protein yang dapat digunakan sebagai pakan ikan toman. Keunggulan dari maggot Black Soldier yaitu memiliki tekstur yang kenyal dan memiliki kemampuan untuk menghasilkan enzim alami yang dapat meningkatkan kemampuan daya cerna ikan terhadap pakan. Penelitian ini bertujuan menentukan kombinasi Maggot dan
Daging Ikan Lele manakah yang memberikan pertumbuhan terbaik dan menganalisis performa pertumbuhan Ikan Toman yang diberikan pakan kombinasi Maggot dan Daging Ikan Lele. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode ekperimental (percobaan) menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan 0 (Kontrol) pemberian ikan- ikan kecil 100%, perlakuan 1 pemberian Daging Ikan Lele 100%, perlakuan 2 pemberian Daging Ikan Lele 50% + Maggot 50% dan perlakuan 3 pemberian Maggot 100%. Hasil dari penelitian ini perlakuan terbaik pada P2 dengan menghasilkan pertumbuhan bobot tertinggi pada perlakuan sebesar 6,1 ± 0,14 gr, pertumbuhan panjang tertinggi sebesar 3,8 ± 0,14 cm sedangkan laju pertumbuhan spesifik tertinggi sebesar 2,03 ± 0,04%. Kelulushidupan Ikan Toman yang memberikan nilai tertinggi sebesar 100 % pada semua perlakuan
Pengaruh rasio likuiditas, opini audit sebelumnya, dan reputasi auditor terhadap opini going concern pada sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2023
Opini going concern merupakan salah satu indikator penting yang digunakan dalam menilai kelangsungan hidup suatu perusahaan. Pemberian opini going concern oleh auditor dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti kondisi keuangan dan faktor non keuangan. Opini going concern juga menjadi faktor untuk menunjukkan kepercayaan pasar terhadap perusahaan pada masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh rasio Likuiditas, Opini Audit Sebelumnya, dan Reputasi Auditor terhadap Opini Going Concern. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling berdasarkan pengamatan pada perusahaan yang sudah ditetapkan, dan diperoleh sebanyak 80 perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI tahun 2019-2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis data yaitu analisis data regresi logistik dan diproses dengan IBM SPSS (Statistical Product and Service Solutions)versi 23. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa rasio likuiditas tidak berpengaruh terhadap opini audit going concern, opini audit sebelumnya berpengaruh positif terhadap opini audit going concern, dan reputasi auditor tidak berpengaruh terhadap opini audit going concern. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dan menjadi bahan pembelajaran serta referensi terhadap penelitian selanjutnya terkait pemberian opini going concern, bagi perusahaan dapat menjadi bahan evaluasi dan bahan pertimbangan terkait faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian opini going concern oleh auditor, serta bagi investor dan pihak eksternal dapat memberikan informasi dalam pengambilan keputusan berinvestasi