University of Bangka Belitung Repository
Not a member yet
8735 research outputs found
Sort by
Kajian Pola Sebaran Sedimen Muara Sungai Kayu Ara Kabupaten Bangka Tengah
Sungai Kayu Ara merupakan salah satu sungai di Kabupaten Bangka Tengah dengan sedimentasi yang cukup tinggi. Sedimentasi yang terjadi di aliran sungai terbawa hingga muara dan mengakibatkan terganggunya aktifitas para nelayan di daerah sekitar. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian terhadap sebaran sedimen di muara Sungai Kayu Ara. Kajian tersebut bertujuan untuk menganalisis bagaimana pola sebaran sedimen sehingga dapat diketahui seberapa besar tingkat sedimen yang tertimbun pada muara. Data sekunder yang digunakan yaitu peta wilayah muara sungai, data batimetri, data angin, data pasang surut, dan data sedimen. Pemodelan sebaran sedimen diolah berdasarkan kondisi arus dan gelombang dengan menggunakan Sand Transport Module dalam software MIKE 21. Output yang dihasilkan berupa nilai perubahan dasar perairan (bed level change) di muara sungai. Hasil simulasi menunjukkan bahwa bed level change di muara sungai bernilai positif, yang artinya terjadi sedimentasi di muara sungai sepanjang Tahun 2023. Pola sebaran sedimen di muara sungai pada musim Barat didominasi dari arah Barat menuju jetty, sedangkan pola sebaran sedimen pada musim Timur didominasi dari arah Timur menuju Barat Daya. Sedimen di musim Timur masuk dan menyebar di daerah mulut sungai hingga muara sungai. Pada Tahun 2023, sedimentasi yang terjadi di muara sungai rata-rata bernilai 0.256 m, sedangkan sedimentasi yang terjadi di mulut sungai (depan muara) rata-rata bernilai 0.183 m. Sebaran sedimen yang lebih besar tertimbun pada daerah muara sungai
Komposisi dan Potensi Pemanfaatan Spesies Tumbuhan pada Agroforestri Kelekak di Desa Air Duren, Kecamatan Mendo Barat
Kelekak merupakan salah satu tradisi yang ada di Kepulauan Bangka Belitung. Kelekak merupakan perpaduan antara tanaman pertanian dan tanaman kehutanan yang berbentuk agroforestri. Pengetahuan masyarakat Desa Air Duren dalam memanfaatkan tanaman pada kelekak perlu dikaji lebih dalam agar pemanfaatan tersebut dapat berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komposisi jenis tanaman, mengidentifikasi pemanfaatan tanaman, potensi bioprospeksi tanaman dan sistem kepemilikan lahan kelekak, serta mengidentifikasi upaya konservasi kelekak di Desa Air Duren. Metode penelitian dilakukan dengan cara wawancara, analisis vegetasi, observasi lapangan, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah jenis tanaman pada seluruh kelekak diperoleh sebanyak 91 spesies dari 43 famili. Pemanfaatan tanaman oleh masyarakat Desa Air Duren dikategorikan menjadi beberapa kategori pemanfaatan dengan pemanfaatan terbanyak untuk pangan. Sistem kepemilikan lahan oleh masyarakat sebagian besar merupakan lahan warisan dengan rata-rata luas lahan 1 hektar dan belum ada upaya konservasi kelekak yang dilakukan oleh masyarakat Desa Air Duren
Pemanfaatan Batu Kacang Puru Bangka Sebagai Agregat Kasar pada Campuran HRS-WC untuk Perkerasan Jalan
Pemanfaatan batu kacang puru Bangka ini menjadi salah satu alternatif agregat kasar untuk pembangunan infrastruktur jalan yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Pemanfaatan Batu Kacang Puru Bangka Sebagai Agregat Kasar Pada Campuran HRS-WC Untuk Perkerasan Jalan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa karakteristik marshall pada campuran HRS-WC dengan penambahan batu kacang puru Bangka untuk perkerasan jalan dan untuk menganalisa apakah batu kacang puru Bangka dapat digunakan sebagai agregat kasar pada campuran HRS-WC untuk perkerasan jalan berdasarkan karakteristik marshall. Jumlah benda uji yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 75 buah, jumlah tumbukan sebanyak 50 tumbukan pada tiap sisi benda uji dengan 5 variasi kadar aspal yaitu 6,39%, 6,89%, 7,39%, 7,89%, dan 8,39% serta 5 variasi campuran batu kacang puru Bangka yaitu 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%. Pedoman yang digunakan pada penelitian ini adalah Spesifikasi Umum Binamarga Tahun 2018 Revisi 2. Hasil analisis menunjukan bahwa substitusi batu kacang puru Bangka terhadap campuran aspal mempengaruhi nilai karakteristik marshall yaitu nilai kepadatan tertinggi pada variasi 100% batu kacang puru Bangka, nilai VMA tertinggi pada variasi 100% batu kacang puru Bangka, nilai VIM tertinggi pada variasi 100% batu kacang puru Bangka, nilai VFB tertinggi pada variasi 50% batu kacang puru Bangka, nilai stabilitas tertinggi pada variasi campuran 100% batu kacang puru Bangka, nilai flow tertinggi pada variasi campuran 0% batu kacang puru Bangka, dan nilai Marshall Quotient tertinggi pada variasi campuran 100% batu kacang puru Bangka. Nilai kadar aspal optimum (KAO) yang memenuhi parameter nilai karakteristik marshall terdapat pada variasi 0%, 25%, 50%, dan 75% batu kacang puru Bangka dengan kadar aspal 7,89% serta pada variasi 100% batu kacang puru Bangka dengan kadar aspal 8,39%
Perbandingan pemanfaatan substitusi antara abu cangkang kelapa sawit dengan fly ash terhadap kuat tekan beton
Beton merupakan salah satu bahan konstruksi yang terdiri dari campuran agregat kasar dan agregat halus sebagai bahan pengisi, serta air dan semen sebagai bahan pengikat. Pemanfaatan bahan substitusi yang berasal dari alam dapat menjadi solusi dalam mengurangi bahan bangunan, dan membuat harga beton lebih ekonomis dan dapat mengurangi material sisa seperti limbah yang sudah tidak bisa terpakai. Limbah yang dimanfaatkan yaitu abu cangkang kelapa sawit dan fly ash sebagai substitusi semen. Pemanfaatan abu cangkang kelapa sawit dan fly ash terhadap kuat tekan beton bertujuan untuk menjelaskan perbandingan pemanfaatan substitusi antara abu cangkang kelapa sawit dengan fly ash sebagai substitusi semen terhadap kuat tekan beton pada umur 14 hari dan 28 hari. Persentase yang digunakan adalah 0%, 9%, dan 18% untuk abu cangkang kelapa sawit maupun fly ash dengan total sampel sebanyak 30 buah. Hasil pengujian menunjukkan nilai maksimum pada umur 14 hari yaitu pada variasi substitusi 9% abu cangkang kelapa sawit sebesar 24,769 MPa dan pada umur 28 hari yaitu pada variasi 9% fly ash sebesar 26,251 MPa
Pengaruh Penambahan Abu Sekam Padi dan Serbuk Cangkang Kerang Darah terhadap Kuat Geser dan Kepadatan Tanah Lempung
Tanah lempung memiliki sifat yang kurang stabil dengan daya dukung rendah, sehingga perlu dilakukan stabilisasi untuk meningkatkan kekuatan dan kepadatannya. Penelitian ini mengkaji pengaruh penambahan abu sekam padi dan serbuk cangkang kerang darah terhadap kuat geser serta kepadatan tanah lempung dengan variasi campuran 13%, 15%, dan 17% abu sekam padi dengan 15% serbuk cangkang kerang darah. Pengujian laboratorium dilakukan meliputi kadar air, analisis saringan, batas Atterberg, berat jenis, pemadatan, dan kuat geser. Hasil uji laboratorium pada tanah lempung yang diambil dari Kelurahan Air Itam, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, menunjukkan bahwa penambahan abu sekam padi dan serbuk cangkang kerang darah meningkatkan kuat geser seiring bertambannya variasi campuran 13%, 15%, 17% abu sekam padi dan 15% serbuk cangkang kerang darah menjadi 27,244 kN/m2, 29.134 kN/m2, 34.961 kN/m2, 45.321 kN/m2 serta meningkatkan kepadatan kering maksimum hingga 1,553 gr/cm³, yang menunjukkan perbaikan struktur tanah yang lebih padat dan stabil. Dengan demikian, penggunaan abu sekam padi dan serbuk cangkang kerang darah sebagai bahan stabilisasi tanah lempung efektif untuk meningkatkan daya dukung tanah lempung
Strategi KPU dalam peningkatan partisipasi pemilih kaum disabilitas pada pemilu 2024 di Kabupaten Bangka
Pemilu di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bukan hanya pesta demokrasi, tetapi juga kontes politik global yang inklusif. Penyandang disabilitas harus berpartisipasi karena partisipasi mereka adalah hak dasar yang menjamin makna demokrasi sejati. Pemilu yang inklusif dapat mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapi kaum disabilitas dalam proses demokrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi KPU Kabupaten Bangka dan dukungan serta tantangan yang dihadapi oleh kaum disabilitas dalam meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilu 2024 di Kabupaten Bangka. Teori yang digunakan penelitian ini adalah teori Henry Mitzberg (1994). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus dimana sumber data primer di dapatkan melalui wawancara dengan informan sedangkan data sekunder diperoleh melalui bahan pustaka yang dapat mendukung informasi primer. Informan dalam penelitian ini adalah Kasubbag Teknis dan Parhumas, serta Kasubbag Hukum dan SDM KPU Kabupaten Bangka, Dinas Sosial selaku Penyuluh Sosial, Kaum Disabilitas, dan Masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan strategi yang tepat, Pemilu akan dapat terlaksana dengan baik, khususnya kaum disabilitas dapat berpartisipasi untuk menyuarakan hak pilih mereka dalam pemilu 2024. Pada level ini, seluruh partai politik memiliki kewajiban untuk menyediakan pendidikan politik dengan memperhatikan aksesibilitas seluruh ragam disabilitas yang menjadi konstituen agar haknya tidak terabaikan. Selain itu, KPU Kabupaten Bangka mendukung ini melalui sosialisasi, edukasi, kolaborasi, dan sinergi dengan Dinas Sosial serta komunitas lokal untuk memahami kebutuhan pemilih disabilitas. KPU juga bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan akses yang memadai ke TPS, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pemilu Serentak 2024. Pemilu 2024 harus memastikan partisipasi inklusif bagi pemilih disabilitas, dengan langkah strategis dari KPU untuk meningkatkan sosialisasi dan kerja sama antar lembaga. Faktor penghambat utama adalah terbatasnya fasilitas di TPS, rendahnya kesadaran masyarakat, dan prioritas pada pemilih mandiri. Oleh karena itu, peningkatan kesadaran politik, pendidikan, dan penyediaan infrastruktur ramah disabilitas sangat penting untuk pemilu yang adil dan setara
Aplikasi dua jenis sumber kalsit (CaCO3) dan pupuk organik pada pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah (Arachis hypogea L.) di tanah ultisol
Kacang tanah merupakan salah satu komoditas pertanian penting di Indonesia sebagai sumber protein dan minyak nabati. Kondisi tanah di Indonesia umumnya merupakan tanah ultisol yang memiliki pH dan unsur hara rendah, hal ini menjadi kendala dalam budidaya kacang tanah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kombinasi sumber kalsit dan pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah di tanah ultisol. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei - Agustus 2024 di UPTD Balai Benih Pertanian Air Pelempang, Kabupaten Bangka. Penelitian ini menggunakan rencana split plot, yang diacak dengan rencana acak kelompok. Petak utama adalah tanpa kapur (P1), kapur pertanian (P2) dan limbah gipsum (P3). Anak petak adalah kompos komersial (K1), kotoran ayam (K2) dan kotoran sapi (K3). Analisis data dilakukan dengan analisis menggunakan sidik ragam dengan taraf kepercayaan 95% dan uji lanjut menggunakan Uji DMRT dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan sumber kalsit dari kapur pertanian lebih baik dibandingkan dengan perlakuan limbah gipsum dan tanpa kapur. Perlakuan pupuk organik dari kotoran ayam lebih baik dari kotoran sapi dan kompos komersial. Kombinasi yang memberikan hasil terbaik dengan nilai tertinggi adalah kapur pertanian dan pupuk kotoran ayam, yang berpengaruh terhadap semua parameter kecuali persentase bintil akar efektif, berat kering akar dan umur berbunga. Limbah gipsum berpotensi sebagai alternatif pengganti kapur pertanian jika dikombinasikan dengan pupuk kotoran ayam, karena memberikan hasil yang tidak signifikan dengan kapur pertanian
Pemaknaan Asas Legalitas dalam Pemikiran Hukum Pidana Nasional dan Filsafat Hukum
Proses panjang pembaruan KUHP, yang dimulai sejak tahun 1963, akhirnya membuahkan hasil pada tahun 2023. Pembaruan ini menghadirkan transformasi mendasar dalam cara kita memahami asas legalitas. KUHP Nasional yang baru tak lagi sekadar memonopoli asas legalitas dalam bentuk klasiknya, melainkan mengadopsi pendekatan yang lebih monodualistik. Asas legalitas kini terbagi menjadi dua, yaitu asas legalitas formil yang tetap menghargai kepastian hukum, serta asas legalitas materiil yang mengedepankan keadilan substantif dalam pelaksanaannya. Perkembangan ini merupakan pergeseran paradigma yang signifikan. Pemaknaan asas legalitas yang dulunya hanya diartikan secara sempit sebagai “hukum adalah apa yang tertulis”, kini diperluas untuk mencakup dimensi�dimensi yang lebih pluralistik dan substansial. Proses ini membutuhkan waktu hampir satu abad, menandai evolusi pemikiran hukum pidana di Indonesia
Pengaruh beban pajak, profitabilitas dan tunneling incentive terhadap transfer pricing dengan ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Transfer pricing merupakan kebijakan yang lumrah diterapkan dalam dunia bisnis terutama pada perusahaan multinasional. Kebijakan transfer pricing diterapkan sebagai strategi bisnis perusahaan harus sesuai dengan kebijakan dan peraturan yang berlaku. Namun, tidak jarang perusahaan melakukan perusahaan melakukan kecurangan dengan menerapkan kebijakan transfer pricing sebagai cara untuk menghindari pajak maupun pemindahan aset perusahaan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beban pajak, profitabilitas dan tunneling incentive terhadap transfer pricing yang dimoderasi oleh ukuran perusahaan. Studi ini dilakukan pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dengan metode pemilihan sampel purposive sampling, sampel yang diperoleh berjumlah 26 perusahaan dengan tahun pengamatan 2021-2023. Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa beban pajak dan tunneling incentive tidak berpengaruh terhadap transfer pricing. Sedangkan, profitabilitas berpengaruh terhadap transfer pricing. Pada studi ini juga menunjukkan bahwa ukuran perusahaan memperkuat hubungan beban pajak, profitabilitas dan tunneling incentive terhadap transfer pricing
Pemenuhan hak pendidikan bagi anak sebagai warga binaan pemasyarakatan di lembaga pembinaan khusus anak kelas II Pangkalpinang
Pengaturan hak pendidikan bagi warga negara telah dicantumkan di dalam kostitusi, merupakan bentuk jaminan kepastian hukum dan pengakuan negara terhadap hak pendidikan bagi warga negara. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau sejauh mana peraturan terkait hak pendidikan bagi anak binaan telah diterapkan di LPKA Pangkalpinang guna memastikan bahwa Hak Asasi Manusia dapat terpenuhi secara optimal. Jenis penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris, melalui pendekatan yuridis sosiologis. Hasil penelitian, Pemenuhan hak pendidikan di LPKA Kelas II Pangkalpinang telah dilaksanakan dengan cukup baik meskipun program pendidikan formal masih belum bisa dipenuhi dikarenakan belum ada sekolah yang bisa dijadikan induk, ketiadaan pendidikan formal menunjukkan adanya kesenjangan dalam pemenuhan hak pendidikan sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang NRI Nomor 22 Tahun 2022 Pasal 50, bahwa hak pendidikan anak binaan mencakup tiga jenis, yaitu pendidikan formal, nonformal, dan informal. Sebagai gantinya LPKA Kelas II Pangkalpinang memberikan program pendidikan nonformal Paket A, B, dan C yang bekerja sama dengan SKB. Sekolah paket ini dijadwalkan pada hari Selasa, Rabu dan Kamis. Selain pendidikan intelektual, anak binaan diberikan pendidikan informal berupa pendidikan keagamaan dan kemandirian. Agar program pendidikan di LPKA semakin efektif, diperlukan upaya seperti peningkatan kualitas pengajaran, baik dari tenaga pendidik maupun metode, serta durasi pembelajaran