University of Bangka Belitung Repository
Not a member yet
    8735 research outputs found

    Respons populasi kutudaun pada tanaman cabai terhadap pemberian insektisida nabati oleoresin batang lengkuas dengan konsentrasi berbeda

    No full text
    Hama kutudaun (Aphis gossypii) menjadi salah satu oranisme pengganggu tanaman yang menjadi penyebab menurunnya angka produksi cabai. Pengendalian menggunakan insektisida kimia berlebih berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan. Oleoresin batang lengkuas dinilai memiliki potensi sebagai insektisida nabati, yang penggunaannya dapat meminimalisir dampak negatif penggunaan insektisida kimia. Oleoresin batang lengkuas merupakan racun sistemik yang dapat menghambat daya makan, bersifat penolak, serta racun perut bagi hama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respons populasi kutudaun terhadap pengaplikasian oleoresin batang lengkuas, serta mengetahui konsentrasi oleoresin yang paling berpengaruh dalam menekan populasi kutudaun pada tanaman cabai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai November 2024 di Kebun Penelitian Fakultas Pertanian, Perikanan dan Kelautan Universitas Bangka Belitung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal yang terdiri dari 5 taraf perlakuan yaitu: Tanpa Pestisida P0(-), Insektisida Kimia P0(+), Oleoresin konsentrasi 5% (P1), Oleoresin konsentrasi 10% (P2), dan Oleoresin konsentrasi 15% (P3) diulang sebanyak 5 kali sehingga diperoleh 25 unit percobaan. Analisis data dilakukan secara kuantitatif menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaplikasian oleoresin batang lengkuas berpengaruh sangat nyata terhadap peubah populasi kutudaun, tingkat kerusakan tanaman, jumlah daun, dan waktu pembungaan, namun tidak berpengaruh nyata terhadap peubah tinggi tanaman dan rata-rata hasil panen. Oleoresin batang lengkuas memberikan pengaruh terhadap respons populasi kutudaun dan tingkat kerusakan tanaman. Pengaplikasian konsentrasi 15% dinilai paling efektif dalam menekan populasi kutudaun dan tingkat kerusakan tanaman

    An Analysis Of The Discourse Deixis In Belle: The Main Character In Beauty And The Beast Movie 2017

    No full text
    This research endeavors to examine the application of discourse deixis within the verbal expressions of Belle, the central character in the film Beauty and the Beast (2017). The primary objective is to discern and categorize the types and functions of discourse deixis specifically anaphora and cataphora drawing upon Stephen C. Levinson's pragmatic framework. Utilizing a qualitative descriptive approach, data were amassed through systematic observation and documentation of pertinent utterances during multiple screenings of the film. The analysis concentrates on how deictic words such as it, this, that, and these are used in discourse to establish meaning, coherence, and reference in communication. The analysis was exclusively focused on Belle's spoken dialogue. The findings indicate 29 instances of discourse deixis, which consist of 21 examples of anaphora and 8 of cataphora. Furthermore, all instances were accompanied by switch reference in referential form within cohesive discourse while reserving identical referents. Each data point was scrutinized in relation to the usage of deictic terms, the referents involved, and the contextual ties to preceding and subsequent segments of discourse. The results illustrate that discourse deixis operates not merely as a referential mechanism but also encapsulates Belle's emotions, attitudes, and implicit significances. Through these deictic expressions, viewers obtain a more profound understanding of conversational dynamics and the evolution of Belle's character throughout the narrative. Consequently, discourse deixis assumes a crucial role in shaping pragmatic meaning within the storytelling architecture of the film

    Perilaku merokok dan dampak ganjaran terhadap mahasiswi di Universitas Bangka Belitung

    No full text
    Fenomena perempuan merokok di ruang publik, termasuk di lingkungan perguruan tinggi, menjadi isu sosial yang menarik untuk diteliti. Meskipun perilaku merokok secara umum sering dikaitkan dengan laki-laki, namun kenyataan menunjukkan bahwa sebagian perempuan, termasuk mahasiswi, juga terlibat sebagai perokok aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi yang menyebabkan mahasiswi Universitas Bangka Belitung menjadi perokok aktif serta mengkaji dampak ganjaran sosial yang diterima akibat perilaku tersebut. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori behavioral sosiologi menurut B.F. Skinner. Skinner menjelaskan bahwa konsep dasar dari teori ini ialah reinforcement (ganjaran) yang selalu dikaitkan dengan hadiah (rewards) dan hukuman (punishment) sebagai sebuah dampak bagi mahasiswi yang merokok di lingkungan kampus Universitas Bangka Belitung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Lokasi penelitian berada di kampus Universitas Bangka Belitung. Observasi dilakukan dengan cara partisipatif. Wawancara yang dilakukan ialah wawancara tidak terstruktur terhadap 12 informan yang didapatkan melalui teknik penentuan informan snowball sampling. Dokumentasi didapatkan dengan mengumpulkan foto dari beberapa informan. Teknik analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menemukan dua hal penting. Pertama adalah motivasi yang mendorong mahasiswi menjadi seorang perokok aktif. Motivasi tersebut terbagi menjadi dua motivasi yaitu motivasi internal yang terdiri dari rasa penasaran, beban pikiran, dan kecanduan. Selanjutnya, motivasi eksternal yang terdiri dari lingkungan keluarga, lingkungan pertemanan, dan gaya hidup. Kedua membahas mengenai dampak ganjaran terhadap perilaku merokok yang dilakukan oleh mahasiswi Universitas Bangka Belitung di lingkungan kampus. Ganjaran tersebut tergradasi menjadi tiga, yaitu adanya pikiran untuk berhenti merokok, selektif dalam memilih lokasi dan situasi untuk merokok, dan sikap ketidakpedulian terhadap ganjaran yang diterima

    Meaning of phrasal verbs

    No full text

    Perlindungan hukum terhadap konsumen terkait penjualan makanan dan minuman kadaluwarsa di Pangkalpinang

    No full text
    Penelitian melatarbelakangi dari adanya fenomena penemuan-penemuan makanan dan minuman yang tidak layak konsumsi atau kadaluarsa yang beredar di kota pangkalpinang. Penelitian tersebut mengkaji implementasi perlindungan hukum bagi konsumen di Pangkalpinang terkait praktik penjualan makanan dan minuman kadaluarsa. Fenomena penjualan produk kadaluarsa ini menimbulkan keresahan dan potensi kerugian bagi konsumen, baik dari segi kesehatan maupun finansial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap konsumen terkait penjualan makanan dan minuman kadaluarsa serta tanggung jawab pelaku usaha. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian empiris. Metode pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sosiologi hukum, sumber data sekunder, dengan menggunakan bahan hukum primer, sekunder dan trasier serta teknik pengumpulan data dengan studi pustaka dan teknis analitis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap konsumen di Indonesia, khususnya Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, telah memberikan kerangka hukum yang memadai. Dengan demikian implementasinya, di Pangkalpinang masih terdapat tantangan. kurangnya pengawasan yang optimal, rendahnya kesadaran konsumen, serta kurangnya kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya kejujuran dalam melakukan kegiatan usaha. Sanksi hukum yang belum sepenuhnya memberikan efek jera bagi pelaku usaha nakal. Tanggung jawab pelaku usaha untuk mengganti kerugian apabila konsumen menemukan produk makanan dan minuman kadaluarsa sesuai dengan barang dan jasa yang dirugikanya

    Pengaruh dana bagi hasil dana alokasi khusus, (Dak) fisik dan pendapatan asli daerah terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi di Indonesia

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui Pengaruh Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dan Pendapatan Asli Daerah terhadap Pertumbuhan Ekonomi Provinsi di Indonesia. Penelitian menggunakan Pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dari seluruh Kabupaten/Kota dan 34 Provinsi di Indonesia Tahun 2016-2023. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan model pendekatan Fixed Effect Model (FEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, Dana Bagi Hasil memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia. Sementara itu, Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia, menunjukkan bahwa alokasi dana pemerintah pusat untuk pembangunan fisik mampu mendorong aktivitas ekonomi daerah. Pendapatan Asli Daerah juga memiliki pengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia, yang mengindikasikan bahwa meskipun potensi pendapatan daerah meningkat, kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi belum optimal. Hasil penelitian secara simultan menunjukkan bahwa, Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dan Pendapatan Asli Daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia

    Analisis kestabilan lereng tambang timah aluvial menggunakan metode kesetimbangan batas di PT Mitra Stania Kemingking Kabupaten Bangka Tengah

    No full text
    Kajian kestabilan lereng tambang diatur dalam KEPMEN ESDM 1827/2018 untuk memastikan keselamatan kerja guna kelancaran operasi tambang. Tambang dengan metode open pit di PT Mitra Stania Kemingking memiliki resiko longsor akibat material lepas berupa pasir lempungan dengan kohesi rendah, ditambah pergeseran lereng yang melebihi ambang batas normal mencapai 14,6 cm/hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kestabilan lereng berdasarkan sifat fisik dan mekanik dari sampel material penyusun lereng yang diperoleh di PT Mitra Stania Kemingking. Analisis dilakukan dengan menggunakan Metode Bhisop. Pengambilan sampel dilakukan pada 10 titik sampel yang mewakili 5 lapisan penyusun lereng yakni Humic Clay, Clay, Soft Clay, Sandy Clay dan Sand. Nilai bobot isi didapatkan dari uji sifat fisik, dan nilai kohesi serta sudut geser dalam didapatkan dari uji sifat mekanik. Analisis kestabilan lereng pada penampang A-A’ nilai FK 1,067. Analisis kestabilan lereng pada penampang B-B’ nilai FK 1,245. Analisis kestabilan lereng pada penampang C-C’ nilai FK 1,285 Analisis kestabilan lereng pada penampang D-D’ nilai FK 1,001. Kondisi lereng pada penampang A-A’ dan D-D’ belum memenuhi nilai FK minimum menurut Kepmen ESDM 1827:2018, maka perlu dilakukan kajian geoteknik sehingga didapatkan lereng kondisi aman dengan nilai FK 1,277 pada penampang A-A’ dan nilai FK 1,227 pada penampang D-D’

    Pemodelan produktivitas tanaman lada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggunakan pendekatan multivariate adaptive regression spline (MARS)

    No full text
    Regresi nonparametrik adalah salah satu metode statistik yang digunakan untuk mengetahui pola hubungan antara variabel respon dan variabel prediktor yang tidak diketahui bentuk fungsi dan pola menyebar, maka kurva regresi dapat digunakan. Multivariete Adaptive Regression Spline (MARS) merupakan salah satu metode regresi nonparametrik yang digunakan untuk mengatasi data yang berdimensi tinggi atau data yang memiliki jumlah prediktor sebesar 3 ≤ n ≤ 20 dan data sempel yang berukuran 50 ≤ n ≤ 1000. Untuk melihat model MARS terbaik, pada penelitian ini menggunakan nilai Generalized Cross Validation (GCV) terkecil yang dihasilkan tiap model dari kombinasi Basis Function (BF), Maksimum Interaksi (MI) dan Minimum Observasi (MO). Hasil yang diperoleh dari analisis MARS pada pemodelan produktivitas tanaman lada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan nilai GCV sebesar 0,00552 dengan kombinasi BF = 18, MI = 3, MO = 1. Faktor yang mempengaruhi produktivitas tanaman lada yaitu Produksi Lada (X1), Luas Areal (X2), Tanaman Menghasilkan (X4), Tanaman Belum Menghasilkan (X5), dan Tanaman Rusak (X6)

    Analisis Kandungan Amonia,Nitrat dan Fosfat di Perairan Merbau Kabupaten Bangka Selatan

    No full text
    Perairan Merbau merupakan salah satu wilayah pengembangan potensi kelautan perikanan di Kabupaten Bangka Selatan. Seiring perkembangannya perairan Merbau telah dimanfaatkan masyarakat setempat melakukan berbagai aktivitas dalam bidang perikanan seperti adanya budidaya tambak udang maupun pariwisata yang dikhawatirkan berdampak terhadap kualitas perairannya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kandungan amonia, nitrat dan fosfat dengan baku mutu air laut yang ditetapkan dalam PP No. 22 Tahun 2021 serta mengkaji status mutu kualitas air di perairan Merbau Kabupaten Bangka Selatan berdasarkan metode Indeks Pencemaran (IP). Waktu dan Tempat penelitian dilaksanakan pada bulan Juli di Perairan Merbau Kabupaten Bangka Selatan. Metode yang digunakan untuk penentuan lokasi pengambilan sampel yaitu metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan kandungan amonia, nitrat dan fosfat di Perairan Merbau Kabupaten Bangka Selatan yang masih memenuhi baku mutu air laut berdasarkan PP No. 22 tahun 2021 meliputi amonia dan nitrat, sedangkan fosfat tidak memenuhi atau sudah melampaui batas baku mutu air laut yang sudah ditetapkan. Status mutu kualitas air pada perairan Merbau menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP) didapatkan nilai berkisar dari 4,22-4,57 yang menunjukkan berada dalam kategori tercemar ringan

    Pengaruh Service Quality terhadap Customer Loyalty dengan Customer Satisfaction sebagai Variabel Mediasi pada Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Baturusa Sungailiat

    No full text
    Persaingan dalam sektor perbankan semakin meningkat,sehingga mempertahankan loyalitas nasabah menjadi tantangan utama bagi bank. Loyalitas nasabah berperan penting dalam meningkatkan profitabilitas, karena nasabah yang loyal cenderung melakukan transaksi berulang serta merekomendasikan layanan bank kepada orang lain. Salah satu faktor utama yang memengaruhi loyalitas adalah kualitas layanan. Namun, hubungan ini tidak selalu langsung, melainkan melalui kepuasan nasabah sebagai faktor mediasi. Oleh karena itu, peningkatan kualitas layanan menjadi strategi penting untuk meningkatkan kepuasan yang pada akhirnya berdampak pada loyalitas nasabah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kualitas layanan, yang meliputi tangible, reliability, responsiveness,assurance, dan empathy, terhadap customer loyalty dengan customer satisfaction sebagai variabel mediasi pada Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Baturusa, Kota Sungailiat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 100 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan metode path analysis dengan SmartPLS versi 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tangible, reliability,responsiveness, assurance dan empathy berpengaruh positif dan signifikan terhadap customer satisfaction dan customer loyalty. Selain itu, customer satisfaction berpengaruh positif dan signifikan terhadap customer loyalty pada Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Baturusa di Kota Sungailiat. Temuan ini menunjukkan bahwa bank perlu fokus pada peningkatan layanan untuk menciptakan pengalaman positif yang memperkuat loyalitas nasabah di tengah persaingan yang semakin ketat

    3,607

    full texts

    8,735

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    University of Bangka Belitung Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇