University of Bangka Belitung Repository
Not a member yet
8735 research outputs found
Sort by
Persentase Tumbuh dan Tinggi Tanaman Kayu Putih Pada Kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan di Desa Teluk Limau Kabupaten Bangka Barat
Salah satu aktivitas pertambangan timah ilegal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terdapat di Kabupaten Bangka Barat yang berlokasi di Desa Teluk Limau, Kecamatan Parittiga. Pertambangan dapat menyebabkan kerusakan hutan dengan terbentuknya lahan kritis yang memerlukan upaya rehabilitasi. Upaya Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) dapat dipulihkan melalui penanaman tanaman kayu putih (Melaleuca cajuputi Powel). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan tanah pada kawasan RHL, menganalisis kandungan pupuk solid sawit, serta mengevaluasi pertumbuhan tanaman kayu putih. Penelitian dilaksanakan pada Agustus-Desember 2024 dengan metode kualitatif dan kuantitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, pengukuran vegetasi tanaman, serta pengambilan sampel tanah dan pupuk, serta analisis sampel tanah dan pupuk pada laboratorium untuk mengetahui sifat fisika-kimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah pada lokasi penelitian memiliki kandungan C-organik sebesar 0,32 %, N-total 0,04 %, C/N Rasio 8, P₂O₅, 4,49 mg/100g, K₂O 2,65 mg/100g, KTK 2,27 serta memiliki nilai pH netral, sedangkan pupuk solid sawit memiliki kandungan C-organik (41,15%), N-total (4,49%), P₂O₅ (2,21%), dan K₂O (0,05%). Tingkat pertumbuhan tanaman kayu putih pada tahun 2023 (P1) menunjukkan persentase hidup sebesar 76,24 %, sedangkan pada tahun 2024 (P2) mengalami peningkatan hingga 93,36 %. Pertumbuhan tinggi tanaman kayu putih tahun 2023 (P1) rata-rata sebesar 77,48 cm dan meningkat pada tahun (2024) sebesar 111,52 cm. Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 23 Tahun 2021 kegiatan rehabilitasi di Desa Teluk Limau dapat dikatakan berhasil. Aplikasi pupuk solid sawit menunjukkan pengaruh positif terhadap pertumbuhan tanaman kayu putih pada lahan pasca tambang
Growth performance of tilapia and catfish fry cultivated with bio-enzyme supplementation and its agribusiness perspective
Tilapia and catfish are freshwater fish commodities that are widely cultivated by the community because of their relatively easy maintenance, low cost, and short time. The quality of the cultivation water environment is an important factor and influences the growth performance and life of these commodities. This study aimed to analyze the growth performance of tilapia and catfish fry cultivated with the addition or supplementation of bio-enzymes with different concentrations in the maintenance water. This study used an experimental method with three treatments: control (without bio-enzymes), 500 ml/900 L or 0.6 ml/L bio-enzymes, and 1000 ml/900 L or 1.1 ml/L bio-enzymes. The results illustrate that bio-enzyme supplementation into tilapia fry ponds compared to the control treatment without bio-enzymes showed a higher contribution to weight growth than length growth. The opposite occurred for catfish fry, namely bio-enzyme supplementation into catfish fry ponds compared to the control without bio-enzymes showed a higher contribution to length growth than weight growth. Supplementation with 500 ml of bio-enzyme resulted in the highest absolute weight growth of tilapia fry, which was 16.95 g with a daily weight growth rate of 0.42 g/day and a specific weight growth rate of 3.35% and 100% survival rate. Supplementation with 500 ml of bio-enzyme resulted in the highest absolute length growth of catfish fry, which was 9.20 cm with a daily length growth rate of 0.23 cm/day and a specific length growth rate of 2.23% and 100% survival rate. In agribusiness perspective, only tilapia in consumption size (at 135 days old) treated with bio-enzymes (500 ml and 1000 ml) were recommended for sale, particularly in consumption size. Meanwhile, for catfish, only in fingerlings phase were decommended for selling with treatment bio-enzyme 500 ml
Asuhan Keperawatan pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe-2 Melalui Intervensi Relaksasi Otot Progresif Dengan Masalah Keperawatan Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Diabetes merupakan penyakit Kronis yang terjadi ketika pankreas tidak dapat menghasilkan insulin secara cukup. Insulin adalah hormon yang mengatur glukosa darah. Diabetes merupakan suatu keadaan ketika tubuh tidak menggunakan insulin yang telah dihasilkan. Efek dari diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan serius pasa jantung, pembuluh darah, mata, ginjal dan saraf. dengan adanya Relaksasi otot progresif dapat dilakukan semua orang dalam berbagai kondisi. Relaksasi diketahui dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus karena dapat menekan pengeluaran hormon- hormon yang dapat meningkatkan kadar glukosa darah yaitu efinefrin, kortisol, glukagon, kortikosteroid dan tiroid. Desain penelitian yang digunakan adalah studi literature riview dengan kriteria literature riview Relaksasi Otot Progresif terhadap Ketidakstabilan kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus. Hasil dari 4 Jurnal menunjukkan bahwa terdapat pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap ketidakstabilan kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus dengan hasil P-value rata-rata <0,05, terapi yang dapat dilakukan pada pasien DM tipe 2 yaitu terapi relaksasi otot progresif yang merupakan salah satu bentuk mind-body therapy (terapi pikiran dan otot-otot tubuh) dalam terapi komplemeter. Relaksasi otot progresif ini mengarahkan perhatian pasien untuk membedakan perasaan yang dialami saat kelompok otot dilemaskan
Pengaruh ekspor, inflasi dan indeks pembangunan manusia terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Wilayah Sumatera Bagian Selatan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Ekspor, Inflasi dan Indeks Pembangunan Manusia terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Wilayah Sumatera Bagian Selatan Tahun 2014-2023. Penelitian ini menggunak an pendekatan kuantitatif dengan data sekunder. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi data panel dengan cara memilih model pendekatan Fixed Effect Model (FEM), Random Effect Model (REM), dan Commond Effect Model (CEM). Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa Ekspor dan Indeks Pembangunan Manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Wilayah Sumatera Bagian Selatan. Sedangkan Inflasi berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Wilayah Sumatera Bagian Selatan. Hasil penelitian secara simultan menunjukkan bahwa Ekspor, Inflasi dan Indeks Pembangunan Manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Wilayah Sumatera Bagian Selatan
Analisis kelimpahan bivalvia terhadap kerapatan mangrove sebagai dasar pengelolaan berkelanjutan di Pantai Tuing
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelimpahan Bivalvia, menganalisis hubungan kerapatan mangrove dengan bivalvia dan menganalisis hubungan kelimpahan bivalvia dengan parameter lingkungan sebagai dasar pengelolaan
berkelanjutan di Pantai Tuing. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februarai 2024. Metode yang digunakan untuk penentuan titik stasiun adalah purposive sampling di tiga stasiun penelitian, pengambilan data kerapatan mangrove dengan metode transek kuadrat 10×10 m sedangkan pengambilan data bivalvia dengan metode transek kuadrat menggunakan plot 1×1 m. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan sebanyak 3 Spesies dari 2 Famili, pada Famili Veneridae ditemukan
Spesies Gafrarium pectinatum dan Meretrix meretrix, pada famili cyrenoididae ditemukan Spesies Polymesoda erosa. Nilai rata - rata kelimpahan bivalvia terendah sebesar 0,22 ind/m2 untuk spesies Meretrix meretrix, sedangkan tertinggi
sebesar 1,00 ind/m2 untuk spesies Gafrarium perctinatum. Analisis menggunakan metode PCA (Analisis Komponen Utama) menunjukkan kerapatan mangrove dengan kelimpahan Bivalvia di ekosistem mangrove berhubungan lemah karena nilai kelimpahan bivalvia yang kecil. Hubungan kelimpahan bivalvia dengan
parameter lingkungan didapatkan hasil kelimpahan yang berkorelasi dengan suhu sebagai parameter yang paling mempengaruhi keberadaan bivalvia tersebut
Mimicry, Hybridity, and ambivalence of huang family in fresh off the boat tv series season 1
Setiap imigran memiliki alasan mereka sendiri untuk pindah ke Amerika, tetapi mereka semua menghadapi tantangan di sepanjang perjalanan. Penelitian ini menganalisis konsep mimikri, hibriditas, dan ambivalensi dalam keluarga Huang pada musim pertama serial televisi Fresh Off the Boat, menggunakan teori postkolonial Homi K. Bhabha. Serial ini menggambarkan pengalaman keluarga imigran Tionghoa-Amerika yang beradaptasi dengan budaya Amerika sambil mempertahankan identitas Tionghoa mereka. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan data yang diambil dari dialog yang mencerminkan konsep-konsep tersebut. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 15 data yang mencerminkan mimikri, hibriditas, dan ambivalensi. Keluarga Huang mempraktikkan mimikri melalui makanan, gaya hidup, nilai-nilai, identitas budaya, dan bahasa untuk beradaptasi dengan budaya dominan sambil tetap mempertahankan elemen budaya asal mereka, yang menghasilkan hibriditas. Gaya hidup merupakan bentuk mimikri yang paling umum ditemukan, dengan 4 data. Sementara itu, makanan memiliki 2 data, bahasa 1 data, nilai-nilai 3 data, dan identitas budaya 2 data. Bentuk hibriditas yang ditemukan terbatas pada satu bentuk mimikri, yaitu nilai-nilai, dengan 3 data. Dampak dari mimikri dan hibriditas ini adalah munculnya ambivalensi—perasaan tarik-menarik antara menerima budaya baru dan melestarikan identitas asli. Penelitian ini memberikan kontribusi pada teori postkolonial, khususnya dalam memahami bagaimana identitas imigran terbentuk di tengah perbedaan budaya
Optimalisasi pertumbuhan dan hasil tanaman sorgum (Sorghum bicolor (L) Moench) dengan aplikasi biosaka dan pupuk NPK di lahan pasca tambang timah
Lahan pasca tambang timah memiliki unsur hara yang rendah dan menyebabkan lahan tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Tanaman sorgum adalah salah satu yang dapat dikembangkan di lahan pasca pertambangan timah. Pertumbuhan dan hasil tanaman sorgum dapat dioptimalkan dengan menggunakan pupuk biosaka dan NPK. Penelitian dilakukan dari Januari hingga Juni 2024. Lokasi penelitian berada di Kampoeng reklamasi Air Jangkang, Merawang, Bangka. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Kelompok (RAK) split plot yang terdiri dari 2 perlakuan. Petak utama tanpa biosaka (A0) dan biosaka (A1), dan anak petak adalah penggunaan NPK terdiri dari 4 tingkatan, yaitu tanpa pupuk NPK (B1), NPK 50% (B2), NPK 75% (B3), dan NPK 100% (B4). Hasil analisis tanah pasca tambang memiliki kadar tanah pH asam, tingkat C-Organik, N-total dalam kategori sangat rendah, dengan kandungan pasir tinggi 96%, dan kadar debu dan tanah liat sangat rendah sebesar 2%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk biosaka dan NPK tidak menunjukkan interaksi dengan semua parameter yang diamati. Penerapan biosaka pada tanaman sorgum tidak menunjukkan efek yang signifikan pada parameter yang diamati. Penggunaan perlakuan pupuk NPK pada berbagai dosis menunjukkan efek nyata yang signifikan terhadap parameter tinggi tanaman, berat basah tajuk dan berat basah akar, serta pada parameter diameter batang dan panjang malai. Perlakuan menunjukkan efek yang tidak signifikan terhadap perlakuan tanpa pupuk biosaka dan NPK, aplikasi biosaka cenderung meningkatkan hasil sorgum di lahan pasca tambang timah
Respon pertumbuhan dan hasil tanaman sawi (Brassica juncea L.) terhadap pemberian eco enzyme daun sirih hijau (Piper batle L.) dengan berbagai dosis
Eco enzyme merupakan pupuk organik cair yang ramah lingkungan dan dapat digunakan sebagai alternatif dalam penggunaan pupuk untuk membantu pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau. Eco enzyme dapat mengoptimalkan kandungan unsur hara pada tanah dan membantu proses perombakan unsur hara agar dapat diserap oleh tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian eco enzyme daun sirih hijau dengan berbagai dosis terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli 2023 di Kebun Penelitian dan Percobaan (KP2) Fakultas Pertanian Perikanan dan Kelautan Universitas Bangka Belitung. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial dengan pengujian 9 taraf perlakuan yaitu : E0 (-) = Kontrol (Tanpa eco enzyme dan pupuk NPK), E0 (+) Kontrol (Pupuk NPK) = E1 = 2 ml/L air + NPK , E2 = 4 ml/L air + NPK, E3 = 6 ml/Lair + NPK, E4 = 8 ml/Lair + NPK, E5 = 10 ml/Lair + NPK, dan E6 = 12 ml/L + NPK, E7 = 14 ml/L air + NPK. Setiap unit percobaaan di ulang sebanyak 4 ulangan sehingga terdapat 36 unit percobaan. Data analisis menggunakan ANOVA dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Test (DMRT) untuk mengetahui perbedaan setiap perlakuan pada tingkat signifikan 5%. Eco enzyme daun sirih hijau memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman sawi seperti tinggi tanaman, lebar daun, dan panjang daun, tetapi tidak pengaruh terhadap hasil tanaman sawi seperti berat segar tanaman dan panjang akar. Dosis E4 (8ml/L air) + NPK rekomendasi, memberikan pengaruh terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman sawi walaupun tidak berbeda nyata, tetapi secara rerata perlakuan E4 memberikan nilai tertinggi untuk tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun dan panjang akar
Uji ketahanan beberapa aksesi lokal kacang tanah (Arachis hypogaea L.) Bangka terhadap serangan penyakit karat daun (Puccinia arachidis Speg.)
Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan komoditas pertanian terpenting setelah kedelai yang memiliki peran strategis pangan nasional sebagai sumber protein dan minyak nabati. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui perbedaan ketahanan dari 4 aksesi kacang tanah terhadap penyakit karat daun dan untuk mendapatkan aksesi lokal kacang tanah yang tahan terhadap serangan penyakit karat daun. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2023 – April 2024 di Kebun Percobaan dan Laboratorium Agroteknologi Fakultas Pertanian Perikanan dan Kelautan, Universitas Bangka Belitung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktor perlakuan yaitu aksesi lokal kacang tanah dengan 4 taraf perlakuan yaitu aksesi Air Ketimbai 1 (P1); Air Ketimbai 2 (P2); Jongkong (P3) dan Matras (P4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan tingkat ketahanan dari 4 aksesi lokal kacang tanah Bangka yang di uji, semua aksesi terinfeksi oleh penyakit karat daun (Puccinia arachidis Speg.) dengan tingkat kerusakan rata-rata 26,23%-28,7% dan semua aksesi lokal kacang tanah Bangka yang di uji memiliki karakteristik agak tahan. Keparahan penyakit karat daun pada aksesi Air Ketimbai 2 (26,22%), Matras (26,23%), Jongkong (28,69%) dan Air Ketimbai 1 (28,7%). Jumlah pustul tertinggi ditemukan pada aksesi Jongkong (19,05 ± 2,04) serta yang terendah pada Air Ketimbai 1 (16,38 ± 1,30). Kerapatan stomata tertinggi terdapat pada aksesi Matras (275,27 ± 45,96 mm2 ) serta yang terendah pada Air Ketimbai 1 (239,70 ± 3,18 mm2 ). Aksesi Air Ketimbai 2 dapat disarankan menjadi salah satu aksesi lokal yang optimal ditanam di lahan endemik di pulau Bangka karena meghasilkan jumlah polong yang lebih baik
Prinsip konsensualisme dalam perjanjian kredit pemilikan rumah
Perjanjian jual beli merupakan perjanjian penting yang sering di lakukan seharihari, namun terkadang perjanjian jual beli yang dilakukan merupakan suatu perbuatan hukum yang tentu saja memiliki akibat hukum tertentu. banyak perjanjian jual beli yang sekarang berlangsung antara penjual dan pembeli tidak selamanya berjalan dengan mudah bahkan tidak jarang dalam perjanjian jual beli menimbulkan permasalahan yang tidak diinginkan. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan pelaksanaan asas konsensualisme dalam perjanjian jual beli rumah KPR dan Proses penyelesaian sengketa yang terjadi di dalam perjanjian jual beli rumah KPR. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris dengan meninjau atau menilik dirinya dari unsur-unsur diluar dirinya (hukum), yaitu fenomenafenomena sosial didunia kenyataan (empiris) yang mempengaruhi perilaku hukum baik secara personal individual, maupun secara institusional masyarakat dan lembaga-lembaga hukum yang eksis. Hasil penelitian pertama Jika dilihat dari syarat sahnya perjanjian maka perjanjian jual beli rumah KPR tersebut dapat dikatakan sah dan mengikat para pihak, dan akta perjanjian pengikatan jual beli rumah KPR tersebut yang telah dibuat oleh notaris dalam pelaksanaan pembuatan akta jual beli sangat kuat dan tidak akan berpengaruh terhadap luas tanah konsumen kedepannya karena sudah disepakati dan ditanda tangani oleh developer dan konsumen. Kedua Mengenai penyelesaian sengketa yang terjadi bisa diatasi melalui negoisasi terlebih dahulu namun apabila salah satu pihak merasa dirugikan maka penyelesaian sengketa litigasi solusinya dikarenakan jika konsumen membayar kelebihan tanah yang disebabkan kelalaian pihak developer melalui penyelesaian sengketa non litigasi takutnya dikemudian hari akan jadi praktek curang