University of Bangka Belitung Repository
Not a member yet
    8735 research outputs found

    Evaluasi pemanfaatan kitosan dalam pengolahan air Sungai Rangkui di Kota Pangkalpinang

    No full text
    Air merupakan bahan yang sangat vital dan tidak dapat dipisahkan dari seluruh aktivitas kehidupan makhluk hidup di bumi ini. Salah satu sumber air yang terbentuk secara alami dan berfungsi sebagai tempat penampung air serta mengalirkan air dari hulu menuju ke hilir adalah sungai. Peran sungai sangat penting dalam menunjang aktivitas manusia, karena sumber daya air sungai dapat dimanfaatkan sebagai sumber air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di wilayah perkotaan sungai kerap kali beralih fungsi menjadi tempat akumulasi pembuangan limbah dari semua aktivitas manusia sehingga menyebabkan bahan pencemar masuk ke aliran sungai seperti pada Sungai Rangkui di Kota Pangkalpinang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas air Sungai Rangkui berdasarkan pH, Disolved Oxygen (DO), dan suhu, kualitas kitosan yang digunakan untuk pengolahan air Sungai Rangkui dan pengaruh pemberian kitosan terhadap pH air Sungai. Metode penelitian yang digunakan adalah uji laboratorium dengan analisis data deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan kualitas air Sungai Rangkui Kota Pangkalpinang memiliki kualitas kurang baik jika dilihat dari pH air yang berada pada nilai 5,94, sedangkan untuk suhu dan dissolved oxygen sudah memenuhi nilai baku mutu dari Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021. Kitosan yang digunakan dalam pengolahan air Sungai Rangkui Kota Pangkalpinang memiliki kualitas yang baik, sebagaimana berdasarkan derajat deasetilasi (DD) dengan nilai sebesar 84,57 % dan kadar air sebesar 6,47 % yang memenuhi nilai baku mutu yang telah ditetapkan oleh SNI No. 7949 Tahun 2013. Sementara itu, pemberian kitosan terhadap air sungai dapat mempengaruhi pH terutama pada konsentrasi kitosan yang tinggi, dimana kitosan mampu meningkatkan pH air secara signifikan

    Pengaruh Pelayanan Jasa Dan Sarana Prasarana Terhadap Kepuasan Pasien Puskesmas Sungai Selan

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelayanan jasa dan sarana prasarana terhadap kepuasan pasien di Puskesmas Sungai Selan, Kabupaten Bangka Tengah. Kualitas pelayanan dan fasilitas yang memadai menjadi faktor penting dalam menentukan kepuasan pasien, yang mencerminkan seberapa baik harapan dan kebutuhan pasien dipenuhi oleh layanan yang diberikan. Dengan rata- rata kunjungan pasien sebanyak 1.002 orang per bulan pada tahun 2024, penelitian ini menjadi penting untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pengalaman pasien dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif digunakan dalam penelitian ini, dengan data yang diperoleh melalui kuesioner yang diberikan kepada 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel yang diteliti meliputi pelayanan jasa yang terdiri dari dimensi reliability, responsiveness, assurance, empathy, dan tangibles, serta sarana prasarana yang mencakup kelengkapan fasilitas fisik, kebersihan, kenyamanan, dan keamanan, yang kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik pelayanan jasa maupun sarana prasarana memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan pasien secara parsial maupun simultan. Dimensi pelayanan jasa seperti keandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan bukti fisik terbukti memengaruhi kepuasan pasien, begitu pula dengan fasilitas fisik seperti ruang tunggu yang nyaman, kebersihan, serta kelengkapan peralatan medis yang tersedia. Temuan ini mendukung teori bahwa kepuasan pasien sangat dipengaruhi oleh pengalaman keseluruhan yang diberikan oleh Puskesmas, baik dari sisi pelayanan maupun sarana prasarana yang disediakan. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori manajemen pelayanan kesehatan serta memberikan rekomendasi bagi pengelola Puskesmas dalam meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas kesehatan di daerah tersebut

    Sintesis Karbon Aktif Polietilen dari Limbah Banner Sebagai Adsorben Logam Cu pada Air Kolong Bangka Belitung

    No full text
    Kegiatan pertambangan di Provinsi Bangka Belitung masih banyak dilakukan sehingga menyebabkan pencemaran pada air kolong dengan kadar logam berat seperti Cu yang tingggi. Upaya penurunan kadar logam berat telah dilakukan dengan pembuatan material karbon aktif limbah banner sebagai material penyerap. Proses sintesis dilakukan melalui karbonisasi limbah banner pada suhu 450°C selama 2 jam, diikuti aktivasi kimia menggunakan HCl 1 M. Karakterisasi karbon aktif limbah banner meliputi analisis gugus fungsi menggunakan FTIR, struktur kristal dengan XRD dan morfologi dengan SEM. Hasil analisis FTIR menunjukkan serapan pada bilangan 1741 cm-1 (gugus karbonil) merupakan sisi aktif pada karbon yang telah disintesis, serapan pada bilangan gelombang 3744 cm-1 (gugus hidroksil bebas) dari interaksi karbon aktif dengan molekul air yang teradsorpsi selama atau setelah proses karbonisasi. Hasil analisis XRD menunjukkan pola puncak difraksi baru pada sudut 2θ 26,6°; 43,4°; 54,8° dan 83,8° yang mengikuti struktur amorf khas karbon aktif limbah plastik. Hasil analisis SEM pada perbesaran 5.000x menunjukkan morfologi berupa permukaan yang kasar dan tidak merata dengan ukuran rata-rata pori yang terbentuk 1,92 µm. Efisiensi adsorpsi optimum terhadap ion Cu2+ dalam larutan artifisial mencapai 99,998% pada waktu kontak 60 menit. Efisiensi adsorpsi logam Cu pada air kolong yaitu sebesar 99,07%

    Asuhan Keperawatan Pada Pasien Skizofrenia Paranoid Melalui Intervensi Latihan Komunikasi Asertif Dengan Masalah Risiko Perilaku Kekerasan

    No full text
    Skizofrenia paranoid merupakan gangguan jiwa kronis yang ditandai dengan delusi dan halusinasi, serta dapat meningkatkan risiko perilaku kekerasan. Perawat memiliki peran penting dalam memberikan intervensi terapeutik untuk mengurangi risiko tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran asuhan keperawatan pada pasien skizofrenia paranoid dengan masalah keperawatan risiko perilaku kekerasan melalui intervensi latihan komunikasi asertif. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Hal yang diperoleh menunjukkan bahwa latihan komunikasi asertif dapat membantu pasien mengenali dan mengontrol emosi, serta mengekspresikan perasaan secara tepat tanpa melukai diri sendiri maupun orang lain. Intervensi ini terbukti efektif dalam menurunkan intensitas amarah dan mencegah perilaku agresif. Diharapkan latihan komunikasi asertif dapat terus diterapkan sebagai bagian dari terapi keperawatan jiwa dalam upaya pencegahan kekerasan pada pasien skizofrenia paranoid

    Sintesis Biodiesel Menggunakan Katalis CaO dari Cangkang Kerang Darah (Anadara granosa) dengan Penambahan Silika Tailing Timah

    No full text
    Perkembangan industri kelapa sawit di Indonesia, khususnya di wilayah Bangka Belitung, menunjukkan kemajuan yang signifikan, yang dapat dilihat dari tingginya produksi Crude Palm Oil (CPO) sebagai produk utama serta Palm Oil Mill Effluent (POME) sebagai limbah yang dihasilkan oleh pabrik kelapa sawit. Untuk mengatasi permasalahan ini, limbah POME dapat dimanfaatkan sebagai sumber untuk memproduksi biodiesel, mengingat kandungan Asam Lemak Bebas (ALB) dan Trigliserida yang masih terdapat di dalamnya. Katalis yang digunakan dalam proses ini adalah CaO/SiO2 yang berasal dari limbah cangkang kerang darah dan pasir tailing timah. Proses sintesis katalis CaO/SiO2 dilakukan melalui metode impregnasi dengan konsentrasi katalis sebesar 3%, diikuti dengan proses kalsinasi pada suhu 800 °C selama 3 jam. Produksi biodiesel dilakukan melalui dua tahap reaksi, yaitu esterifikasi yang menggunakan katalis H2SO4, diikuti dengan transesterifikasi yang menggunakan katalis CaO/SiO2 dengan variasi konsentrasi katalis sebesar 1%, 3%, dan 5%. Karakterisasi katalis dilakukan menggunakan XRD dan FTIR sedangkan analisis biodiesel dilakukan dengan analisis GC-MS. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa katalis CaO/SiO2 mengandung fase kristal Ca2SiO4 pada sudut 2θ; 32,078; 32,256; 32,533; 33,166; dan 33,692, serta menunjukkan adanya gugus Ca-Si-O pada bilangan gelombang 999,11 cm⁻¹, yang mengindikasikan adanya interaksi antara CaO dan SiO2. Optimalisasi sintesis biodiesel diperoleh pada konsentrasi katalis 1%, yang menghasilkan yield sebesar 79,6%. Berdasarkan parameter uji fisik biodiesel, massa jenis dan viskositas telah memenuhi standar SNI 7182:2015. Namun, untuk parameter bilangan asam, nilai yang diperoleh masih melebihi standar. Hasil analisis GC-MS menunjukkan terbentuknya metil palmitat, metil stearat, metil oleat, dan metil miristat, yang merupakan komponen utama asam lemak dalam minyak berbasis kelapa sawit. Kadar total metil ester yang diperoleh adalah sebesar 86,44%, yang masih berada di bawah standar biodiesel dengan nilai minimum 96,5%. Hal ini menunjukkan bahwa konversi asam lemak menjadi metil ester belum mencapai tingkat optimal

    Implementasi hak anak binaan atas perawatan jasmani dan rohani dilembaga pembinaan khusus anak kelas II Pangkalpinang

    No full text
    Implementasi hak anak binaan atas perawatan jasmani dan rohani adalah pemenuhan hak anak binaan dalam aspek fisik dan aspek spiritual anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hak-hak anak binaan atas perawatan jasmani dan rohani di Lembaga Pembinaan Khusus Anak berdasarkan peraturan yang telah ada dan implementasi hak anak binaan atas perawatan jasmani dan rohani di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Pangkalpinang. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Hukum Empiris. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa hak-hak Anak Binaan Atas Perawatan Jasmani dan Rohani Di Lembaga Pembinaan Khusus Anak diatur dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2022 menyatakan bahwa Anak dan Anak Binaan berhak mendapatkan hak atas perawatan jasmani dan Rohani serta diatur lebih lanjut dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 1999 Tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan. LPKA Kelas II Pangkalpinang menjamin kesehatan anak binaan melalui pemeriksaan rutin setiap bulan, bekerja sama dengan pihak Puskesmas Kecamatan Taman Sari, yang tentunya dibantu langsung oleh dokter yang memeriksa kesehatan anak binaan. Dalam pemenuhan hak atas perawatan Rohani, LPKA Kelas II Pangkalpinang menjamin kebebasan beragama setiap anak binaan dengan memberikan fasilitas berupa mushola untuk yang beragama muslim dan kerja sama dengan Yayasan As-Soleha

    Evaluasi Kinerja Sistem Drainase Kota Tangerang Selatan

    No full text
    Masalah banjir atau genangan umumnya disebabkan oleh perubahan tata guna lahan yang mengurangi kemampuan infiltrasi tanah, serta rendahnya kedisiplinan masyarakat dalam membuang sampah. Kondisi ini mengakibatkan saluran drainase dipenuhi oleh sedimentasi dan sampah sehingga tidak dapat berfungsi optimal dalam mengalirkan air hujan, seperti yang terjadi di Kota Tangerang Selatan, Banten. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini dilakukan dengan mengevaluasi kinerja sistem drainase. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan data primer melalui observasi lapangan dan wawancara, serta data sekunder berupa dokumen perencanaan dan regulasi terkait. Analisis kinerja difokuskan pada dua kategori utama, yaitu aspek non fisik (kelembagaan, manajemen pembangunan, serta peran masyarakat dan swasta) dan aspek fisik (data prasarana sistem drainase, bangunan pelengkap, serta pemeliharaan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase rata-rata fungsi eksisting sebesar 70,18%, termasuk dalam kategori baik. Total penilaian seluruh indikator mencapai 8.978,12 poin, yang terdiri dari kategori fisik sebesar 5.396,62 poin (60,1%) dan kategori nonfisik sebesar 3.581,5 poin (39,89%). Indikator paling berpengaruh terhadap kinerja sistem drainase adalah data fisik sistem drainase dengan bobot penilaian sebesar 647,5 poin atau 7,21% dari total nilai keseluruhan

    Analisis yuridis pertimbangan hakim terhadap putusan nomor 220/PID.B/2024/PN PGP mengenai tindak pidana penganiayaan

    No full text
    Tindak pidana penganiayaan merupakan bentuk kejahatan terhadap tubuh yang dapat dikenai sanksi pidana apabila terbukti secara sah dan meyakinkan sesuai dengan unsur dalam Pasal 351 KUHP. Dalam Putusan Nomor 220/Pid.B/2024/PN Pgp, terdakwa didakwa melakukan penganiayaan yang menyebabkan luka berat pada korban, namun Majelis Hakim memutus dengan dasar Pasal 351 ayat (1) KUHP karena unsur luka berat dinilai tidak terpenuhi secara yuridis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis dasar pertimbangan hakim dalam menetapkan kualifikasi perbuatan pidana serta menilai hubungan antara alat bukti dengan unsur tindak pidana yang terbukti di persidangan. Jenis penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan hakim yang menangani perkara, serta telaah terhadap dokumen hukum berupa salinan putusan, surat dakwaan, dan alat bukti seperti visum et repertum. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa unsur perbuatan melawan hukum, kesengajaan, dan akibat berupa luka pada korban telah terbukti melalui alat bukti yang sah menurut Pasal 184 KUHAP, namun terkait unsur luka berat tidak terpenuhi berdasarkan Pasal 90 KUHP. Selain itu, hakim juga mempertimbangkan faktor-faktor non-yuridis seperti sikap kooperatif terdakwa, pengakuan kesalahan, serta tidak adanya catatan kriminal sebelumnya sebagai dasar pemberian putusan yang lebih ringan. Putusan pidana selama 1 tahun 8 bulan tersebut mencerminkan keseimbangan antara keadilan formal dan substansial, serta penerapan asas legalitas, kemanfaatan, dan kepastian hukum yang menjadi dasar penting dalam sistem peradilan pidana di Indonesia

    Pelanggaran kewajiban negara penerima terhadap perwakilan diplomatik Italia di Republik Demokratik Kongo

    No full text
    Penelitian didasarkan pada pelanggaran kewajiban oleh negara penerima terhadap perwakilan diplomatik di negaranya. Hubungan diplomatik antarnegara memerlukan perlindungan hukum terhadap perwakilan diplomatik sesuai Konvensi Wina 1961 tentang Hubungan Diplomatik. Perwakilan Diplomatik menurut hukum internasional diberikan hak kekebalan dan hak keistimewaan yang bertujuan sebagai penunjang fungsi misi mereka. Negara penerima berkewajiban menjamin kekebalan dan keamanan diplomat dalam menjalankan tugasnya. Namun, insiden penembakan terhadap Duta Besar Italia di Republik Demokratik Kongo menunjukkan pelanggaran serius atas kewajiban tersebut. Penelitian ini membahas pengaturan hukum internasional mengenai pelanggaran oleh negara penerima serta bentuk perlindungan hukum bagi diplomat. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan konvensi hukum internasional dan studi kasus di Republik Demokratik Kongo. Sesuai dengan peraturan hukum internasional negara penerima wajib memberikan perlindungan penuh dan bertanggung jawab atas kerugian akibat kelalaiannya, sebagaimana ditegaskan dalam Vienna Convention on Diplomatik Relations 1961 dan Convention on the Prevention and Punishment of Crimes against Internationally Protected Persons, including Diplomatic Agents 197

    Stigma masyarakat lokal terhadap pendatang di Desa Sungai Selan Atas Kabupaten Bangka Tengah

    No full text
    tima merupakan atribut negatif yang dilekatkan pada individu atau kelompok yang dianggap berbeda, sehingga menghambat penerimaan sosial penuh. Fenomena ini sangat relevan untuk diamati di Desa Sungai Selan, Kecamatan Sungai Selan, Kabupaten Bangka Tengah. Kehadiran pendatang dengan latar belakang budaya dan kebiasaaan yang berbeda menuntut adanya proses adaptasi sosial di tengah masyarakat lokal dan berpotensi memunculkan dinamika sosial yang mengarah pada stigmatisasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis proses terbentuknya stigma terhadap pendatang serta respons pendatang terhadap stigma tersebut, menggunakan teori stigma dari Erving Goffman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus intrinsik. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tidak terstruktur, observasi non-partisipan, dan dokumentasi. Pembentukan stigma ini dipicu oleh adanya perbedaan etos kerja dan kebudayaan, serta diperkuat oleh perilaku negatif sebagian kecil individu pendatang. Lebih lanjut, setelah stigma berhasil terbentuk, pendatang mengalami diskriminasi ekonomi, seperti pembatasan akses sumber daya, adanya generalisasi negatif yang membentuk stereotip dan pelabelan, sehingga memengaruhi interaksi sosial antara masyarakat lokal dan pendatang. Selain itu, penelitian ini juga menemukan adanya respons yang bervariasi dari pendatang. Respons tersebut dapat diklasifikasikan menjadi tiga kategori, yaitu: (1) tidak setuju dengan stigma tetapi bersikap pasif; (2) tidak setuju dengan stigma dan melakukan upaya aktif untuk menguranginya; dan (3) setuju dengan stigma tetapi bersikap pasif. Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan adanya perbedaan perspektif yang signifikan. Masyarakat lokal menilai pendatang secara negatif, sedangkan para pendatang menunjukkan penolakan dan menyangkal stigma tersebut. Apabila perspektif negatif ini terus berlanjut, potensi konflik dapat muncul akibat perbedaan pandangan di antara keduanya. Penelitian ini menawarkan kebaruan melalui kajian yang lebih mendalam mengenai perbedaan etos kera sebagai pemicu utama stigma dalam ranah ekonomi. Terkait perbedaan waktu dan prinsip kerja antara masyarakat lokal dan pendatang, sebuah aspek yang belum dibahas secara komprehensif dalam penelitian sebelumnya

    3,607

    full texts

    8,735

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    University of Bangka Belitung Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇