University of Bangka Belitung Repository
Not a member yet
8735 research outputs found
Sort by
Analisis perbandingan kinerja keuangan pemerintah di Provinsi Kepulauan Riau dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Perbandingan Kinerja Keuangan Pemerintah, yang diukur dengan Rasio Derajat Desentralisasi, Kemandirian, Efektivitas, dan Opini Audit di Provinsi Kepulauan Riau dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder. Teknik analisis yang digunakan adalah kinerja keuangan daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rasio Derajat Desentralisasi di Provinsi Kepulauan Riau dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tidak meunjukkan adanya perbedaan dengan skala sedang. Rasio Kemandirian menunjukkan tidak terdapat perbedaan di Provinsi Kepulauan Riau dan Bangka Belitung dengan pola hubungan partisipatif. Rasio Efektivitas di Provinsi Kepulauan Riau dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tidak terdapat perbedaan, dengan kriteria sangat efektif. Opini Audit di Provinsi Kepulauan Riau dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terdapat perbedaan yang signifikan
Kriminalisasi perilaku narapidana melarikan diri
Salah satu permasalahan yang ada dalam penyelenggaraan sistem pemasyarakatan adalah perbuatan melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan. Sanksi atas perbuatan melarikan diri yang dilakukan oleh narapidana hanya dikenakan sanksi administrasi sehingga tidak menimbulkan efek jera bagi narapidana yang melarikan diri tersebut maupun narapidana yang lain. Sementara bagi petugas yang bertanggung jawab atas pelarian narapidana tersebut dikenakan sanksi pidana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis hukum positif Indonesia dalam mengatur perbuatan hukum melarikan diri dan untuk mengetahui dan menganalisis formulasi kebijakan hukum pidana dalam mengatur perbuatan hukum melarikan diri. Penelitian ini menggunakan metode normatif-empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada Pasal di KUHP dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang mengatur tentang pidana tambahan bagi narapidana yang melarikan diri. Sedangkan bagi petugas pemasyarakatan dan nahkoda kapal yang membantu narapidana melarikan diri baik di sengaja maupun tidak disengaja (kealpaan) dihukum pidana yang tercantum dalam Pasal 426 KUHP dan Pasal 531 KUHP Nasional dan Pasal KUHP Nasional. Reformulasi Pasal 272 merupakan solusi terhadap kebijakan yang telah direformulasi dengan menambahkan pidana penjara sebagai alternatif pidana tambahan dalam kasus di mana narapidana atau tahanan yang melakukan perbuatan pelarian. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa adanya aturan hukum dan kepastian hukum untuk melindungi masyarakat
Asas ultimatum remedium dalam penegakan sanksi bagi pelaku usaha pertambangan yang tidak melakukan reklamasi
Penegakan hukum pidana memiliki posisi strategis dalam menjamin kepatuhan pelaku usaha pertambangan terhadap kewajiban reklamasi, meskipun implementasinya masih menghadapi berbagai keterbatasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan hukum pidana dalam pemberian sanksi terhadap pelaku usaha yang tidak melaksanakan reklamasi, serta menelaah dasar pertimbangan hukum atas sanksi pidana tersebut berdasarkan asas ultimatum remedium. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan metode socio-legal, pendekatan konseptual, dan analisis peraturan perundang-undangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Pasal 161B Undang-Undang Minerba telah mengatur sanksi pidana berupa pidana penjara hingga lima tahun dan denda hingga Rp 100 miliar, efektivitas penegakan hukum masih lemah karena minimnya pengawasan, koordinasi lintas lembaga, dan intervensi kepentingan ekonomi-politik. Dalam perspektif ultimatum remedium, penjatuhan sanksi pidana seharusnya didahului oleh sanksi administratif; namun dalam praktiknya, sanksi administratif kerap tidak diindahkan oleh pelaku usaha. Oleh karena itu, dibutuhkan reformasi penegakan hukum berbasis multidoor-system dengan mengintegrasikan sanksi administratif, perdata, dan pidana secara simultan. Disamping itu, fektivitas penegakan dapat ditingkatkan melalui penerapan prinsip polluter pays dan mekanisme jaminan lingkungan seperti reclamation bond, environmental insurance, dan guarantee fund. Beberapa negara seperti Australia dan Kanada telah menerapkan skema jaminan finansial berbasis izin lingkungan, yang memungkinkan pemerintah mengeksekusi dana jaminan apabila pelaku usaha lalai dalam kewajiban reklamasi. Penerapan model serupa di Indonesia dinilai relevan untuk memperkuat kepatuhan hukum dan menjamin pemulihan lingkungan secara berkelanjutan pascatambang
Aspek Reproduksi Ikan Cempedik (Osteochilus spilurus) di Sungai Bumang, Desa Kemuja, Kabupaten Bangka
Ikan cempedik (Osteochilus spilurus) merupakan salah satu komoditas ikan air tawar yang bernilai ekonomis tinggi khususnya di Bangka Belitung. Penangkapan di alam liar secara terus-menerus menyebabkan penurunan populasi. Oleh karena itu, perlu adanya informasi mengenai aspek reproduksi ikan cempedik untuk memudahkan domestikasi guna melestarikan ikan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aspek reproduksi ikan cempedik pada musim yang berbeda. Di Pulau Bangka sendiri baru dilakukan penelitian terhadap kematangan gonad ikan cempedik pada musim kemarau, musim pancaroba (peralihan musim kemarau ke musim penghujan) dan musim penghujan. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Juli, September dan November 2024 di Sungai Bumang, Desa Kemuja, Kabupaten Bangka. 30 ekor ikan diambil secara random dari alat perangkap dan diawetkan menggunakan formalin 4%. Hasil penelitian menunjukkan pada nisbah kelamin bernilai 44,44 : 55,56% antara ikan jantan dan ikan betina. Tingkat kematangan gonad ikan cempedik tertinggi pada bulan November berada pada TKG III dan IV. Nilai Indeks Kematangan Gonad (IKG) berkisar antara 2,50% - 9,92%, nilai rata-rata Hepato Somatic Index (HSI) berkisar antara 0,22% - 0,44%, dan fekunditas selama penelitian berkisar 402-2.296 butir
Analisis Perubahan Garis Pantai yang Diakibatkan oleh Aktivitas Penambangan Timah di Perairan Matras
Pantai Matras terletak di Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka yang memiliki potensi besar dalam bidang perikanan tangkap maupun pariwisata. Pada umumnya garis pantai mengalami perubahan dari waktu ke waktu yang diakibatkan oleh adanya abrasi maupun akresi. Perubahan garis pantai dapat disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya penambangan timah di Pantai Matras. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan serta laju perubahan garis pantai pada tahun 2020 sampai 2022 yang terjadi di Pantai Matras akibat dari adanya penambangan timah di pantai tersebut dengan menggunakan citra satelit Sentinel 2-A. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah digitasi dan Digital Shoreline Analysis System (DSAS). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Pantai Matras mengalami pengurangan daratan (abrasi) sebesar -25,88 m pada transek ke-53 dengan laju -13,34 m/tahun dan penambahan daratan (akresi) sebesar 36,39 m pada transek ke-211 dengan laju 18,92 m/tahun dan menghasilkan luasan abrasi -1,7 ha dan akresi 7,93 ha
Upaya Peningkatan Kelangsungan Hidup Larva Cumi Bangka (Uroteuthis chinensis) Melalui Rekayasa Pakan Buatan dengan Formulasi Berbeda
Cumi Bangka (Uroteuthis chinensis) merupakan salah satu komoditas unggulan perikanan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan pasar yang terus meningkat. Ketersediaan cumi-cumi sepenuhnya bergantung pada hasil tangkapan dari alam, namun aktivitas penangkapannya bersifat musiman dan tidak dapat dilakukan sepanjang waktu. Oleh karena itu, pengembangan budidaya menjadi alternatif untuk menjaga ketersediaan secara berkelanjutan. Saat ini, budidaya cumi-cumi masih menghadapi kendala pada fase larva, terutama rendahnya tingkat kelangsungan hidup (Survival Rate). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh formulasi pakan buatan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva Cumi Bangka pasca menetas. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus-Oktober 2024, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari tiga perlakuan: P0 Kontrol (aneka plankton), P1 (egg custard, cumi-cumi segar), dan P2 (egg custard, cumi-cumi rebus), masing-masing empat ulangan. Parameter yang diamati meliputi tingkat kelangsungan hidup (SR), pertumbuhan panjang mutlak, dan kualitas air. Hasil menunjukkan bahwa secara statistik, pemberian pakan buatan egg custard dengan formulasi berbeda tidak menunjukkan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan panjang larva Cumi Bangka. Namun, formulasi P2 (egg custard, cumi-cumi rebus) secara praktis mampu mempertahankan hidup larva hingga hari ke-9 dengan SR akhir 10%, dan menghasilkan pertumbuhan panjang mutlak lebih baik dibandingkan P1 (egg custard, cumi-cumi segar)
Pengaruh pertumbuhan perusahaan, audit tenure, dan financial distress terhadap auditor switching (studi pada perusahaan sektor consumer good industry yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2018-2023)
Pelitian ini benganalisis perusahaan,audit te,dan financial distrerhadap auditor switching pada pektor consumesia tahun 2018-2023. Financial distress dalam penelitian ini diukur menggunakan model Altman Z-Score, yang merupakan indicator untuk mengidentifikasi potensi kebangkrutan Perusahaan melalui analisis rasio keuangan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi data panel. Sampel penelitian terdiri dari 168 observasi Perusahaan yang dipilih melalui Teknik purposive sampling. Hasil penilitian menunjukkan bahwa pertumbuhan Perusahaan berpengaruh negatif terhadap auditor switching, yang mengindikasikan bahwa Perusahaan yang mengalami petumbuhan cenderung mempetahankan auditor sebelumnya. Audit tenure berpengaruh positif terhadap auditor switching, artinya semakin lama hubungan antara auditor dan klien, semakin besar kemungkinan terjadinya pergantian auditor. Sementara itu, financial distress berpengaruh negatif terhadap auditor switching, menunjukkan bahwa perusahaan yang berada dalam kondisi keuangan yang tidak sehat cenderung tidak mau mengganti auditor, kemungkinan karena keterbatasan biaya atau risiko opini audit yang tidak menguntungkan
An Analysis Of Slang Word Used By “Funnymemes” Account On Instagram
This study examines how slang is used in digital communication, with a particular emphasison identifying how slang functions of slang in the "funnymemes" Instagram account. Within the framework of a sociolinguitic approach, the aim of this study is to identify the slang employed in the account’s captions and assess its function using Allan and Burridge’s (2006) theory of euphemism and dysphemism. Slang on social media is phenomenon that reflects social dynamics and group identities in the digital sphere in addition to being linguistic, which makes this study significant. The method used in this study is qualitative descriptive. Data gathered from 23 captions posted by the "funnymemes" account revealed that 17 slang terms served as euphemisms, which are intended to conceal potentially objectionable sentiments, soften meaning, or create a laid -back attitude. Seven slang terms, on the other hand, served as dysphemisms and were employed to convey mockery, rage, criticsm, or a more direct emotonal reaction. Only one slang word "f" was discovered two have two fuctions; depending on the situation, it may function as either a dysphemism or a euphemism. Sociolinguistically, this account’s usage of slang suggests a communication strategy that reflects social cohesion, group identity, and the unique linguistic style of the online community. Slang serves as a technique for fostering social relationships between users of social media who have similar cultural references in addition to being a means of informal expression. According to this study, slang on social media is a complicated linguistic phenomenon that is crucial for controlling interpersonal relationships and enhancing interaction styles in the digital age
Persepsi kesiapan UMKM dalam mengadopsi cloud accounting di Kota Pangkalpinang
Transformasi digital merupakan elemen krusial dalam meningkatkan efisiensi dan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satu inovasi teknologi yang mendukung pengelolaan keuangan UMKM adalah cloud accounting. Namun, tingkat adopsi teknologi ini di kalangan UMKM, khususnya di Kota Pangkalpinang, masih tergolong rendah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pangkalpinang, pada tahun 2025 tercatat sebanyak 26.529 unit UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi persepsi kesiapan UMKM dalam mengadopsi cloud accounting, dengan mengintegrasikan pendekatan teori Diffusion of Innovation (DOI) dan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). Variabel independen yang dianalisis meliputi relative advantage, complexity, compatibility, performance expectancy, effort expectancy, dan facilitating conditions, sedangkan variabel dependen adalah persepsi kesiapan adopsi teknologi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima variabel memiliki pengaruh positif signifikan, sementara complexity berpengaruh negatif terhadap persepsi kesiapan adopsi cloud accounting. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan literatur dan perumusan strategi adopsi teknologi berbasis bukti empiris, serta mendukung formulasi kebijakan yang adaptif dalam mendorong digitalisasi UMKM secara berkelanjutan
Marketing politik dalam pemenangan kepala desa perempuan di Desa Penyamun Kecamatan Pemali pada pilkades serentak Kabupaten Bangka tahun 2021
Penelitian ini membahas mengenai marketing politik dalam pemenangan Rochani dan tantangan yang dihadapi dalam menjalankan marketing politik untuk memenangkan pemilihan Kepala Desa di Desa Penyamun Kecamatan Pemali Pada Pilkades Serentak Kabupaten Bangka Tahun 2021. Pada penelitian ini menggunakan teori marketing politik dari Niffenneger (1989) dengan konsep 4P yaitu product, promotion, price dan place. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan cara mengumpulkan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk memenangkan pemilihan diperlukan strategi dengan menggunakan marketing politik. Marketing politik Rochani berupa product dengan menawarkan program kerja, visi misi yang mementingkan aspek kehidupan masyarakat dan memiliki ciri pribadi dan rekam jejak yang baik di masyarakat, promotion melalui media cetak berupa baliho dan komunikasi pribadi ke masyarakat oleh kandidat dengan dibantu tim pemenangan. Price dengan citra baik yang baik yang dimiliki kandidat di masyarakat yang digunakan sebagai strategi dalam memenangkan dengan menebarkan citra ekonomis, citra psikologis dan citra nasional yang dimiliki. Place dengan memaksimalkan pemilih secara efektif. Dalam menjalankan strategi tentunya kandidat maupun tim pemenangan menghadapi tantangan kultural yang bersifat tersembunyi dan bersumber dari stereotip gender serta ekspektasi tradisional. Namun, terlepas dari tantangan tersebut keberhasilan Rochani dalam memenangkan pemilihan menunjukkan bahwa perempuan mampu memenangkan kontestasi politik dengan menggunakan strategi marketing politik yang dijalankannya. Keberhasilan ini tidak hanya mematahkan stereotip yang selama ini membatasi partisipasi perempuan dalam ruang publik tetapi juga membuka peluang bagi peningkatan representasi perempuan dalam struktur pemerintahan Desa di masa mendatang